cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Agustus 2013" : 37 Documents clear
PENGARUH JENIS TANAH DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH Clara Aurelia Yolanda; Radian -; Surachman -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis tanah dan dosis pupuk kandang sapi yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis tanah (T) yang terdiri dari 3 taraf yaitu t1 (tanah gambut), t2 (tanah alluvial), dan t3 (tanah PMK), dan dosis pupuk kandang sapi (P) yang terdiri dari 4 taraf yaitu p0 (Tanpa pemberian pupuk kandang sapi), p1 (62,5 g/polybag ditanah gambut, 50 g/polybag ditanah alluvial dan PMK), p2 (125 g/polybag ditanah gambut, 100 g/polybag ditanah alluvial dan PMK), p3 (187,5 g/polybag ditanah gambut, 150 g/polybag ditanah alluvial dan PMK). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga terdapat 36 satuan perlakuan dan 108 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g), dan jumlah umbi per rumpun (umbi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanah berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar umbi dan berat kering angin umbi per rumpun. Sedangkan dosis pupuk kandang sapi tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel. Interaksi terjadi pada variabel jumlah daun pada minggu ke-4, berat segar umbi, dan berat kering angin umbi per rumpun. Perlakuan jenis tanah gambut (t1p0) memberikan rerata tertinggi pada variabel tinggi tanaman yaitu 35,44 cm dan pada minggu ke-8 perlakuan (t1p3) pada variabel jumlah daun 21,33 helai. Perlakuan jenis tanah PMK (t3p1) memberikan rerata tertinggi pada variabel jumlah umbi yaitu 6,44 umbi, berat segar umbi per rumpun 17,61 g, dan berat kering angin umbi per rumpun 16,04 g. Perlakuan jenis tanah alluvial memberikan rerata terendah terhadap semua variabel pengamatan. Kata kunci : Gambut, Alluvial, PMK, Pupuk Kandang Sapi, Bawang Merah
PENGARUH BERBAGAI MACAM MIKROORGANISME LOKAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH ALLUVIAL Adi Syamsuddin; Purwaningsih Purwaningsih; Asnawati Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai macam mikroorganisne lokal terhadap pertumbuhan dan hasil terung pada tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan yang diberikan terdiri dari 6 Perlakuan setiap perlakuan terdiri 4 ulangan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Adapun perlakuan sebagai berikut : mol bonggol pisang (p1), mol buah-buhan (p2), mol sayur-sayuran (p3), mol rebung (p4), mol maja (p5), mol nasi (p6). Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah cabang produktif (cabang), diameter buah (cm), panjang buah (cm), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mol bonggol pisang, mol buah-buahan, mol sayur-sayuran, mol rebung, mol maja, mol nasi, berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel yang diamati. Kata kunci : Mol, Pertumbuhan dan Hasil, Terung, Tanah Alluvial
PENGARUH LAMA PERENDAMAN SABUT KELAPA SEBAGAI PUPUK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN UBI JALAR Tifani, Iva; Sasli, Iwan; Gusmayanti, Evi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman sabut kelapa terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi jalar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu lama perendaman (P) yang terdiri dari 5 taraf yaitu p0 (1 hari), p1 (7 hari), p2 (14 hari), p3 (21 hari) dan p4 (28 hari). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5 sampel, sehingga terdapat 25 satuan perlakuan dan 375 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu berat kering tanaman bagian atas (g), jumlah umbi per tanaman (umbi), berat segar umbi per tanaman (g), berat segar umbi per petak (g). Hasil penelitian lama perendaman sabut kelapa sebagai pupuk cair berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah umbi per tanaman, berat basah umbi per tanaman dan berat basah umbi per petak. Sedangkan lama perendaman sabut kelapa sebagai pupuk cair tidak berpengaruh nyata terhadap variabel berat kering tanaman bagian atas. Perlakuan lama perendaman14 hari (p3) memberikan rerata tertinggi pada variabel jumlah umbi per tanaman yaitu 3,24 buah, variabel berat segar umbi per petak yaitu 2804,83 g dan berat segar umbi per tanaman yaitu 186,98 g. Perlakuan lama perendaman sabut kelapa 1 hari (p0) memberikan rerata terendah terhadap ketiga variabel namun memberikan rerata tertinggi pada variabel pengamatan berat kering tanaman bagian atas. Kata kunci : Pupuk Cair, Sabut Kelapa, Ubi Jalar
KERAGAAN BEBERAPA GENOTIPE JAGUNG F12 DI LAHAN GAMBUT Akhmad Fuadi; Hidayat -; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2467

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keragaan beberapa genotipe jagung F12 dilahan gambut telah dilaksanakan di lahan gambut Rasau Jaya I dari bulan Mei sampai September 2012 dan Rasau Jaya III dari bulan Juni sampai September 2012. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), perlakuan terdiri 1 varietas Arjuna dan 1 varietas Sukmaraga sebagai kontrol dengan kode A, B dan 9 genotipe F12 dengan kode C=genotipe C, D=genotipe D, E=genotipe H, F=genotipe I, G=genotipe J, H=genotipe L, I=genotipe R, J=genotipe U dan K=genotipe Y. Setiap perlakuan dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Keragaan diperoleh apabila hasil genotipe lebih besar dari rata-rata umum pada masing-masing lingkungan, maka genotipe tersebut berkeragaan baik dan hasil genotipe lebih kecil dari rata-rata umum semua lingkungan, maka genotipe tersebut berkeragaan buruk. Hasil penelitian menunjukkan genotipe yang berkeragaan khusus di lingkungan Rasau Jaya I adalah genotipe A, F, G, J dan K , sedangkan pada lingkungan Rasau Jaya III genotipe E, G, H, I dan J. Genotipe yang berkeragaan umum adalah genotipe yang dapat tumbuh baik pada semua lingkungan yaitu genotipe E, F, G, H, I, J dan K. Genotipe yang berkeragaan umum dan stabil adalah genotipe G dan J. Kata kunci : Arjuna, Gambut Rasau Jaya, Sukmaraga, Varietas.
PENGARUH BERBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI DI LAHAN PASANG SURUT Rita Riyani; Radian Radian; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2669

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk organik yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil padi di lahan pasang surut. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan dimulai dari persemaian pada tanggal 9 September 2012 hingga panen pada tanggal 28 Januari 2013. Penelitian dilaksanakan di daerah Sui Kakap Kecamatan Sui Kakap Kabupaten Kubu Raya pada tanah alluvial. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan, 4 ulangan serta 10 sampel tanaman sehingga diper oleh 24 unit percobaan. Adapun perlakuan sebagai berikut : p0 : tanpa penambahan pupuk organik, p1 : SSA, p2 : pupuk kotoran sapi, p3 : pupuk kotoran ayam, p4 : pupuk kotoran kambing, p5 : kompos. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman (cm), jumlah anakan produktif (anakan), jumlah anakan maksimum (anakan), jumlah gabah per malai (butir), panjang malai (cm), persentase gabah isi per malai (%), berat 1000 biji gabah kering (g), hasil gabah kering per petakan (g) Pemberian pupuk organik memberikan pengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman pada umur 2 minggu, jumlah anakan maksimum, dan panjang malai. Pemberian pupuk organik berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, berat 1000 biji gabah kering, dan hasil gabah kering per petakan. Kata kunci : Lahan pasang surut, Padi, Pupuk organik,
PENGARUH PEMBERIAN KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Jamilah -; Tri Rahayuni; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kascing yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit kakao pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di Mempawah Kabupaten Pontianak, lama penelitian 4 bulan 2 minggu, terhitung dari tanggal 18 Juni sampai 22 Oktober 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 6 sampel tanaman, sehingga jumlah seluruhnya 120 tanaman. Perlakuan tersebut adalah 0,60 kg/polybag kascing atau setara dengan 4 bagian tanah : 1 bagian kascing, 0,75 kg/polybag kascing atau setara dengan 3 bagian tanah : 1 bagian kascing, 1,00 kg/polybag kascing atau setara dengan 2 bagian tanah : 1 bagian kascing, 1,50 kg/polybag kascing atau setara dengan 1 bagian tanah : 1 bagian kascing. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, volume akar, berat kering tanaman, laju pertumbuhan relatif dan pengamatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kascing pada tanah podsolik merah kuning berpengaruh nyata terhadap luas daun (bulan ke-3, bulan ke-4), volume akar, berat kering tanaman (bulan ke-4) dan laju pertumbuhan relatif (bulan ke 3 4). Pemberian kascing berpengaruh tidak nyata terhadap pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun (bulan ke-1, bulan ke-2), indeks luas daun, berat kering tanaman (bulan ke-1, bulan ke-2, bulan ke-3), laju pertumbuhan relatif (bulan ke 1-2, bulan ke 2-3). Pemberian kascing dengan dosis 1,50 kg/polybag memberikan pertumbuhan yang terbaik pada bibit kakao.Kata kunci : Kascing, Bibit Kakao, Podsolik Merah Kuning
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH BUAH JERUK HASIL FERMENTASI TERHADAP HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss.) Nyemas Elistianti; Rini Susana; Yeti Rohayeti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2488

Abstract

Limbah buah jeruk dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan konsentrasi optimal pupuk organik cair yang berasal dari limbah buah jeruk hasil fermentasi terhadap hasil tanaman bayam merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian selama enam minggu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari enam taraf perlakuan pemberian pupuk organik cair limbah buah jeruk hasil fermentasi. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali dan lima tanaman sampel. Konsentrasi perlakuan (k) terdiri dari k1 = 1 ml /liter air, k2 = 3 ml /liter air, k3 = 5 ml /liter air, k4 = 7 ml /liter air, k5 = 9 ml /liter air dan k6= 11 ml /liter air. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun, luas daun, berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah buah jeruk hasil fermentasi pada konsentrasi 1 ml/liter air, 3 ml/liter air, 5 ml/liter air, 7 ml/liter air, 9 ml/liter air dan11 ml/liter air menghasilkan pertumbuhan yang sama pada semua variabel penelitian yaitu jumlah daun, luas daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan penggunaan pupuk organik cair limbah buah jeruk dengan kandungan C/N rasio yang masih tinggi yaitu 60,18 % menyebabkan unsur hara tidak dapat diserap tanaman bayam merah untuk pertumbuhan tanaman bayam merah. Kata Kunci : Bayam merah, gambut, pupuk organik cair limbah buah jeruk

Page 4 of 4 | Total Record : 37