cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 71 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: April 2015" : 71 Documents clear
PENGARUH KOMPOS LIMBAH SAGU DENGAN DEKOMPOSER Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH ALUVIAL uswatun hasanah; Dwi Zulfita; Maulidi -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos limbah sagu dengan dekomposer Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial dan mengetahui dosis kompos limbah sagu dengan dekomposer Trichoderma harzianum yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial. Penelitian berlangsung dari tanggal 15 Juli 2013 sampai dengan 24 Agustus 2013. Penelitian dilaksanakan di Jalan Tanjung Raya 2 komplek Villa Parma B. 20 Kecamatan Pontianak Timur. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  5 perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan sebagai berikut : S0 (Tanpa kompos limbah sagu), S1 (805 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah), S2 (1.197 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah),    S3 (1.589 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah), S4 (1.981 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah). Variabel pengamatan terdiri dari  jumlah daun (helai), kehijauan daun (Spad Unit), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat segar tanaman (g), berat segar umbi (g), diameter umbi (cm), panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah sagu dengan dekomposer Trichoderma harzianum berpengaruh nyata terhadap luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun minggu ke-4 dan ke-6, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi dan diameter umbi dan tidak berpengaruh nyata terhadap kehijauan daun dan jumlah daun minggu ke-2 setelah tanam. Secara umum, kompos limbah sagu dengan dosis 805 g/8 kg tanah merupakan dosis yang paling efisien pada penelitian ini tetapi nilai rerata yang tertinggi pada semua variabel yang diamati dihasilkan tanaman lobak dengan pemberian kompos limbah sagu dosis  1.981 g/8 kg tanah.   Kata kunci: Aluvial , Kompos Limbah Sagu, Lobak, Trichoderma harzianum
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT DI DESA MELOBOK KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU saipudin udin; Marisi Aritonang Aritonang; Dewi Kurniati Kurniati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9583

Abstract

Faktor – faktor Yang Mempengaruhi aktivitas pemeliharaan Kelapa Sawit Di Desa Melobok Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Dibawah bimbingan Dra. Marisi Aritonang, MMA selaku pembimbing pertama dan Dewi Kurniati, SP, MM selaku pembimbing kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ativitas pemeliharaan kelapa sawit oleh petani rakyat dan untuk mengetahui apakah faktor-faktor usahatani yaitu ketersediaan modal, ketersediaan sarana pemeliharaan, dan ketersediaan tenaga kerja berhubungan nyata terhadap aktivitas pemeliharaan kelapa sawit oleh petani rakyat. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan metode survei, lokasi pada penelitian ini berada di Desa Melobok Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau, karena sebagaian besar petani mengusahakan kelapa sawit sebagai sumber pendapatan utama. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 44 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dengan bantuan kuisoner/daftar pertanyaan. Pengukuran tingkat aktivitas pemeliharaan kelapa sawit tanaman menghasilkan (TM) oleh petani rakyat menggunakan skala likert dan untuk mengetahui apakah faktor-faktor usahatani yaitu  ketersediaan modal, ketersediaan sarana pemeliharaan dan ketersediaan tenaga kerja berhubungan nyata terhadap aktivitas pemeliharaan kelapa sawit oleh petani rakyat menggunakan analisis uji Chi Square dengan program SPSS 18,00 for windows. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aktivitas pemeliharaan kelapa sawit oleh petani rakyat digolongkan tidak baik, hal ini menunjukkan dari keseluruhan aktivitas yaitu sepuluh aktivitas, empat aktivitas cukup baik dan enam aktivitas tidak baik. Berdasarkan hasil analisis mengenai ketersediaan modal dan ketersediaan sarana pemeliharaan berhubungan nyata terhadap aktivitas pemeliharaan kelapa sawit oleh petani rakyat dan ketersediaan tenaga kerja tidak memiliki hubungan yang nyata terhadap aktivitas pemeliharaan kelapa sawit pleh petani rakyat.     Kata kunci : Kelapa Sawit, Aktivitas, Faktor-Faktor Pemeliharaan  
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN RAWA PASANG SURUT UNTUK TANAMAN PADI DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA laras nurfani firzayanti; asmahan akhmad; rini hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8769

Abstract

Lahan yaitu lingkungan fisik yang tediri dari iklim, relief, air, vegetasi serta benda-benda yang termasuk didalamnya, merupakan hasil kegiatan manusia pada masa lalu dan masa sekarang. Evaluasi lahan merupakan proses penilaian potensi lahan untuk bermacam-macam alternatif penggunaan. Evaluasi kesesuaian lahan sangat fleksibel, tergantung pada keperluan kondisi wilayah yang akan dievaluasi. Lahan yang akan di evaluasi adalah lahan yang terletak di Desa Sungai Kakap Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya seluas 90 Ha. Lingkup penelitian ini dibatasi pada aspek kesesuaian lahan untuk tanaman padi, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan hasil analisis sifat kimia tanah di laboratorium diketahui bahwa di lokasi  penelitian memiliki 2 jenis tanah.  SPT 1 dikelompokan kedalam ordo Entisol, sub ordo Aquent, great group Sulfaquents, sub group Haplic Sulfaquents dengan luas 73,61 ha dan SPT 2 dikelompokan kedalam ordo Entisol, sub ordo Aquent, great group Sulfaquents, sub group Histic Sulfaquents dengan luas 16,39 ha. Pada SPT 1 dan SPT 2 memiliki kelas kesesuaian lahan aktual tidak sesuai selamanya N2-r,x,c adalah kelas kesesuaian lahan tidak sesuai selamanya (N2) dengan faktor penghambat terberat yaitu kedalaman efektif (r) toksisitas (x) dan kegaraman (c). Sedangkan kelas kesesuaian lahan potensialnya sesuai marginal (S3).
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI PADA MEDIA TANAH ALLUVIAL Marlina Nurjani Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9478

Abstract

ABSTRAK Produksi kedelai nasional selama beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Hal ini memerlukan perhatian dan pengkajiaan untuk mencari solusi dari masalah yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk melihat atau mengetahui varietas kedelai berdaya hasil tinggi pada media tanah Alluvial. Penelitian ini dilaksanakan dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura yang berlangsung Maret 2014 sampai dengan Juli 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal. Perlakuan yang diberikan yaitu 6 varietas kedelai yang berdaya hasil tinggi yaitu varietas Gema, Varietas Kaba, Varietas Ijen, varietas Sinabung, varietas Dering 1, Varietas Burangrang. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dalam 1 ulangan terdapat 4 sampel tanaman sehingga total keseluruhan tanaman sebanyak 96 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini, tinggi tanaman, umur tanaman mulai berbunga, jumlah bintil akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat biji pertanaman, berat kering 100 biji, jumlah cabang produktif tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa varietas kedelai berpengaruh nyata terhadap semua variabel yang diamati. Kedelai varietas Kaba memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat kering tanaman,jumlah polong, berat biji, dan cabang produktif. Sedangkan umur tanaman mulai berbunga dan berat kering 100 biji berpengaruh nyata pada kedelai varietas Burangrang dan jumlah bintil akar berpengaruh nyata pada kedelai varietas Gema.   Kata kunci : Kedelai, Varietas, Alluvial.
PENGARUH SUBSTITUSI UBI JALAR ORANYE TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI NUGGET TEMPE KEDELAI puji tri wahyuni; tri rahayuni; dwi raharjo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi ubi jalar oranye pada pembuatan nugget tempe kedelai yang mempunyai sifat fisikokimia dan sensori yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap yang terdiri satu faktor perlakuan yaitu substitusi ubi jalar oranye sebanyak tujuh taraf terdiri dari substitusi 0g, 50g, 100g, 150g, 200g, 250g dan 300g, diulang sebanyak empat kali. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan uji sensori, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan perlakuan terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan nugget tempe kedelai terbaik pada perlakuan substitusi 300g ubi jalar oranye. Nugget yang dihasilkan memiliki karakter fisikokimia dengan rerata kadar air 58,06%, abu 1,40%, lemak 9,67%, protein 15,38% dan karbohidrat 15,49% dan karakter sensori yaitu rasa 3,70 (enak), warna 4,00 (kuning), tekstur 4,10 (tidak keras) dan kesukaan 3,70 (suka).   Kata kunci : fisikokimia, nugget tempe kedelai, substitusi, ubi jalar oranye
STUDI KARAKTERISTIK SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB DAS) SENGARIT PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KAPUAS KABUPATEN SANGGAU Imliyani Alan; Ir. Junaidi, MP
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik sub DAS Sengarit pada DAS Kapuas di Kabupaten Sanggau. Sub DAS Sengarit memiliki luas 23.407 ha. Penelitian dilakukan di lapangan untuk mengukur dan mengambil sampel, pada dua titikpengamatan yaitu di hulu dan hilir sub DAS Sengarit. Kemudian dilanjutkan analisis sampel air di laboratorium Kualitas dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura untuk analisis sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub DAS Sengarit memiliki pola dendritic (crystaline rock)dengan bentuk DAS seperti bulu burung. Kerapatan drainase pada sub DAS Sengarit sebesar 0,19,termasuk kategori rendah dan hanya terdiri atas 2 orde. Profil melintang sungainya berbentuk segitiga.Kualitas air sub DAS Sengarit memiliki rata-rata pH 6,59 pada bagian hulu dan 5,86 pada bagian hilir, suhu rata-rata 29,80ºC pada bagian hulu dan 28,96ºC pada bagian hilir, serta kecerahan rata-rata 49,1 cm pada bagian hulu dan 43,3 cm pada bagian hilir. Untuk hasil TSS didapat nilai rata-rata TSS sebesar 15,4 mg/l pada bagian hulu dan 12mg/l pada bagian hilir. Berdasarkan perbandingan antara TSS rata-rata di outlet hulu dan hilir dengan TSS standar untuk pertanian, maka nilai TSS rata-rata pada sub DAS Sengaritbelum berpengaruh terhadap pertanian dan perikanan.This research aims to study the characteristic of the sub-watersheds Sengarit the Kapuas watersheds in Sanggau. Sub-watersheds Sengarit has an area of 23,407 ha. The study was conducted in the field to measure and take samples on two points observation of upstream and downstream the watersheds of Sengarit. Then continued analysis of the water samples analysis in the laboratory Quality and Health Land of Agriculture, University of Tanjungpura for sample analysis. The results showed that the sub-watersheds Sengarit was dendritic pattern (crystalline rock) to form the watersheds as a feather.  Drainage density in the sub-watersheds Sengarit of 0,19, including the low category and only consisted of 2 orders. Profilr triangular cross the river. Water quality Sengarit sub-watersheds has an average pH of 6,59 to 5,86 at the upstream and downstream sections, the average temperature of 29,80ºC to 28,96 ºCat the upstream and downstream sections, as well as the average brightness of 49,1 cm and 43,3 cm at upstream and downstream. TSS results obtained for the average value of TSS of 15,4 mg/l at the upstream and 12 mg/l in the lower reaches. Based on the comparison between the average TSSin upstream and downstream oulet with TSS standards for agriculture then the average value of TSS in river flows Sengarit not affect the agriculture and fishieries.
Analisis Keuntungan Usaha Pembuatan Terasi Skala Rumah Tangga Di Dusun Sebangkau Desa Pemangkat Kota Kecamatan Pemangkat Eka Ayu Septiyani; ani muani; eva dolorosa
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9160

Abstract

ABSTRAK   Terasi ialah bumbu masak yang terbuat dari olahan udang rebon melalui proses fermentasi. Usaha ini dilakukan ibu rumah tangga dalam mengatasi hasil panen udang rebon yang meningkat dan kurangnya permintaaan pasar akan udang rebon segar. Pengolahan udang rebon ini menjadi peluang usaha yang dilakukan dalam skala rumah tangga dengan teknologi dan sarana sederhana. Penelitian ini bertujuan menganalisis Pendapatan, Keuntungan, Volume Produksi, dan Efisiensi Usaha pembuatan terasi skala rumah tangga. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan lokasi penelitian ditentukan sengaja (pruporsive), yaitu di Dusun Sebangkau Desa Pemangkat Kota dengan pertimbangan daerah tersebut adalah daerah pesisir dan sentra pembuatan terasi di Kabupaten Sambas. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu rumah tangga yang melakukan usaha pembuatan terasi yaitu 29 orang responden. Menggunakan analisis Penerimaan, Keuntungan, Break Even Point dan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan usaha pembuatan terasi skala rumah tangga denganrata–rata penerimaan Rp. 5.917.241 dan keuntungan sebesar Rp 3.846.197,- perbulan, Usaha Pembuatan Terasi di Desa Pemangkat mencapai titik impas (BEP) atas volume produksi (unit) sebesar 3.2 Kilogram, dengan penjulan sebesar      Rp 177.679,- Selanjutnya dengan menggunakan R/C Ratio untuk mengukur biaya dari suatu produksi dengan kriteria R/C Ratio > 1, R/C Ratio < 1 dan R/C Ratio = 1. Hasilnya ialah R/C Ratio memperoleh nilai 2.9 yang berarti usaha tersebut efisien dan dapat dikembangkan. Kata Kunci : Usaha Pengolahan  Udang Rebon, Keuntungan, BEP, R/C Ratio
PENGARUH KOMPOS LIMBAH SAGU DAN FUNGI Mikoriza Arbuskula TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ULTISOL DIANTI WIDIANINGSIH; Dr. drh. Zakiatulyaqin M.Si; Dra. Sri Rahayu M.Si
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos limbah sagu dan FMA terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada tanah ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor dengan faktor pertama adalah dosis kompos limbah sagu (K) terdiri dari empat level dan faktor kedua adalah FMA (M) yang terdiri dari dua level sehingga terdapat 8 kombinasi perlakuan. Kombinasi perlakuan yang dimaksud adalah k0m0 (tanpa kompos limbah sagu + tanpa FMA), k0m1 (tanpa kompos limbah sagu + FMA), k1m0 ( 556 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k1m1 (556 gram kompos limbah sagu + FMA), k2m0 (1214 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k2m1 (1214 gram kompos limbah sagu + FMA), k3m0 (1872 gram kompos limbah sagu + tanpa FMA), k3m1 (1872 gram kompos limbah sagu + FMA) Variabel yang diamati adalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah, berat buah (g), persentase akar terinfeksi (%). Penelitian dilaksanakan mulai Juni hingga September 2014 di lapangan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah sagu dan FMA memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat yaitu pada volume akar dan berat kering tanaman.  Pemberian kompos limbah sagu dengan dosis 556 g/10 kg media setara dengan 5 % bahan organik memberikan pengaruh yang efektif terhadap jumlah buah dan dosis 1214 g/10 kg media memberikan pengaruh yang efektif terhadap berat buah tanaman tomat.  Kompos limbah sagu 1872 g/10 kg media setara dengan 15% bahan organik dan FMA memberikan hasil persentase infektifitas akar tertinggi yaitu 87,33%.   Kata kunci : Kompos limbah sagu, FMA, Ultisol, Tomat  
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA JASA PENGANGKUTAN TANDAN BUAH SEGAR KELAPA SAWIT (E. guineensis Jacq) DI DESA AMBOYO INTI KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Devisius Arminus Nurliza Novira Kusrini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8700

Abstract

Usaha jasa pengangkutan tandan buah segar kelapa sawit berkembang seiring dengan pesatnya perkembangan perkebunan kelapa sawit. Pada kenyataannya usaha jasa pengangkutan tandan buah segar merupakan usaha yang tidak mudah untuk diusahakan, hal ini dikarenakan banyaknya faktor-faktor yang dapat menghambat kelancaran usaha serta menyebabkan kerugian secara finansial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha jasa pengangkutan tandan buah segar kelapa sawit di Desa Amboyo Inti. Penelitian ini menggunakan analisis finansial dengan 5 kriteria yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) dan Analisis Sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha dengan menggunakan 1 dan 3 unit kendaraan layak untuk diusahakan, sedangkan usaha dengan 2 unit kendaraan tidak layak untuk diusahakan. Pada usaha dengan 1 unit kendaraan, NPV yang diperoleh sebesar Rp.307.943.970; Net B/C Ratio 1,86, IRR 23,51% dan Payback Period 4,11 tahun. Pada usaha dengan 2 unit kendaraan, NPV yang diperoleh sebesar Rp.-103.088.534; Net B/C Ratio 0,86, IRR 12,00, dan Payback Period 11,29 tahun. Pada usaha dengan 3 unit kendaraan, NPV yang diperoleh Rp.1.196.014.766; Net B/C Ratio 2,09, IRR 26,48, dan Payback Period 3,59 tahun. Analisis Sensitivitas menunjukan bahwa usaha dengan menggunakan 2 unit kendaraan tidak layak untuk diusahakan, sedangkan usaha dengan 1 dan 3 unit kendaraan masih layak untuk diusahakan meskipun terjadi kenaikan biaya operasional, penurunan benefit dan mengalami kenaikan biaya operasional dan penurunan benefit secara bersama-sama.
Eksplorasi Nematoda Patogen Serangga (NPS) di Areal Tanaman Kelapa Sawit pada Tipe Tanah Berbeda elok trisnawati trisnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9320

Abstract

ABSTRAKNematoda Patogen Serangga  (NPS) sebagai agens hayati, terdiri atas dua genus yaitu Steinernema dan Heterorhabditis. Nematoda famili Steinernematidae dan Heterorhabditidae bersimbiosis dengan bakteri genus Xenorhabdus dan Photorhabdus. Kemampuan NPS untuk menyebar, mempertahankan diri, menemukan inang dan reproduksi di dalam tanah dipengaruhi oleh tipe tanah, tekstur tanah, pH tanah,  dan bahan organik,  untuk mendapatkan NPS diperlukan kegiatan eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan jumlah NPS, serta bakteri simbion NPS pada areal tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Utama Pengendalian Hayati Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Pontianak yang berlangsung dari bulan Agustus sampai November 2014. Isolasi NPS dilakukan dari lahan gambut, berpasir dan PMK. NPS diperoleh melalui dua tahap yaitu “baiting” dan “white trap” dan selanjutnya NPS yang diperoleh dihitung populasinya, diidentifikasi secara morfologi dan uji gram bakteri. Hasil dari isolasi metode “baiting”didapatkan persentase kematian larva T. molitor paling tinggi terdapat pada lahan berpasir. NPS pada lahan gambut didapatkan spesies Steinernema carpocapsae, sedangkan pada lahan PMK dan berpasir merupakan spesies S. siamkayai . Jumlah rata-rata NPS tertinggi terdapat pada lahan gambut. Ukuran NPS yang terpanjang dan terlebar terdapat pada lahan gambut. Bakteri simbion yang terdapat pada NPS dari ketiga isolat lahan merupakan bakteri Xenorhabdus sp. Kata kunci : Eksplorasi, Kelapa sawit, Nematoda patogen serangga.