cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016): April 2016" : 18 Documents clear
Pengaruh Kotoran Walet dan Phonska terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun di Tanah Alluvial ., Dody ramanda; Listiawati, MP, Ir. Agustina; Rohayeti, MMA, Ir. Yeti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun memiliki arti penting bagi perkembangan ekonomi dan perbaikan gizi petani. Pemberian kotoran walet dan phonska dapat meningkatkan produksi mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh, dosis terbaik dan interaksi pemberian kotoran walet dan phonska terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun di tanah alluvial. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan, perlakuan pertama adalah pemberian kotoran walet (W) dan perlakuan kedua adalah pemberian phonska (P). Setiap perlakuan terdiri dari tiga ulangan dan empat tanaman sampel. Perlakuan pertama yaitu pemberian kotoran walet dengan dosis w1 (5.000 kg/ha setara dengan 175 g/petak), w2 (10.000 kg/ha setara dengan 350 g/petak), w3 (15.000 kg/ha setara dengan 525 g/petak), w4 (20.000 kg/ha setara dengan 700 g/petak). Perlakuan kedua yaitu pemberian phonska dengan dosis p1 (300 kg/ha setara dengan 10,50 g/petak), p2 (400 kg/ha setara dengan 14,00 g/petak), dan p3 (500 kg/ha setara dengan 17,50 g/petak). Variabel pengamatan meliputi volume akar(cm3), berat kering tanaman(g), panjang buah per tanaman(cm), lingkar buah per tanaman(cm), berat buah per  tanaman(g) dan berat buah per petak(g). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara kotoran walet dan phonska serta berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan, tetapi pemberian kotoran walet berpengaruh nyata terhadap volume akar dan pemberian kotoran walet dengan dosis 525 g/petak dan 700 g/petak memberikan hasil yang baik.  
Study of Coelogyne dayana Orchid by in vitro Propagation with Various Concentrations of IAA and BAP lili indah sari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14444

Abstract

ABSTRACTOrchid is an ornamental plant that can grow well in West Kalimantan Climates. However the population of endemic orchids such as C. dayana has declinedsharply, so the conservation of C. dayana are needed by using plant propagation in vitro. The aims of this study were to evaluate the respons of C. dayana treated with various concentrations of IAA, BAP and its interaction on C. dayana grow in MS medium. The research was conducted at the Biotechnology Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors. The first factor was IAA and second factor was BAP, both of these two factor consists of four levels : 0 mg/L, 1 mg/L, 2 mg/L and 3 mg/L. The parameters observed in this study were : the shoots emerging time, number of buds, growing number of leaves, the percentage of plants forming buds, and the percentage of plants forming roots. The result showed that IAA and BAP statistically did not any effect on all variables observed as well as on interaction between them and also IAA dan BAP treated plant showed no better than control plant.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KARET DI DESA SUNGAI AMBANGAH KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Kartiwa Pamungkas; Erlinda Yusrisinthae; Komariyati Komariyati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11674

Abstract

KARTIWA PAMUNGKAS, Analisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Sungai Ambangah Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, di bawah bimbingan Dr. Ir. Erlinda Yurisinthae, MP sebagai pembimbing pertama dan Komariyati. SP. MP sebagai pembimbing kedua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani karet di Desa Sungai Ambangah Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah metode survey dan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) yaitu Desa Sungai Ambangah Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan alasan sebagian besar masyarakat Desa Sungai Ambangah adalah bertani karet dengan jumlah petani karet 348 KK dari 5 dusun. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuisioner dan pencatatan pangan yang dikonsumsi (Estimate Food Records). Sampel dalam penelitian adalah 44 responden dari tiga dusun yang memiliki petani karet terbanyak di Desa Sungai Ambangah. Variabel dalam penelitian ini adalah pendapatan keluarga petani karet yang berasal dari usahatani karet dan usaha sampingan, serta biaya pengeluaran konsumsi pangan. Tingkat kesejahteraan dihitung berdasarkan persentase pengeluaran konsumsi pangan dari pendapatan keluarga petani. Hasil analisis menunjukan bahwa, tingkat kesejahteraan petani karet yang dihitung berdasarkan pendapatan total tergolong pada tingkat kesejahteraan sedang. Sedangkan tingkat kesejahteraan keluarga petani karet tergolong pada tingkat kesejahteraan rendah, jika dihitung berdasarkan dari sumber pendapatan usahatani karet saja. Hal ini menunjukan bahwa sumber pendapatan sampingan memberikan kontribusi terhadap pendapatan total (64% pendapatan total berasal dari pendapatan usahatani karet dan usaha sampingan). Kata Kunci : Usahatani Karet, Pendapatan, Pengeluaran Konsumsi Pangan,  Tingkat Kesejahteraan
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PROGRAM SL-PTT PADI SAWAH DI DESA SEI MATA-MATA KECAMATAN SIMPANG HILIR KABUPATEN KAYONG UTARA dahlia dahlia; Komariyati Komariyati; Abdul Hamid A. Yusra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11744

Abstract

Program SL-PTT padi sawah  merupakan program yeng bertujuan meningkatkan  produktivitas  lahan,  memperbaiki pendapatan  petani,  serta  melakukan  pengelolaan tanaman terpadu  yang  berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi anggota kelompok tani dalam program SL-PTT padi sawah dan mengetahui hubungan antara partisipasi anggota kelompok tani dalam program SL-PTT padi sawah dengan penerapan PTT di Desa Sei Mata-Mata Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian  yaitu metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa desa Sei Mata-Mata memiliki lahan pertanian terbesar di Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara dan menjadi lokasi pelaksanaan program SL-PTT, tetapi produktivitas padi sawah belum mencapai target yang telah ditetapkan. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 42 responden yang diambil dengan metode Simple Random Sampling. Analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipasi anggota kelompok tani tergolong kategori simbolis (74%) dan 26% responden yang tergolong kategori partisipasi semu, sedangkan pada penerapan PTT padi sawah menunjukan bahwa 72% responden tergolong kategori rendah, 26% responden tergolong kategori  sedang dan 2% responden tergolong kategori tinggi. Hasil analisis hubungan antara partisipasi anggota kelompok tani dalam program SL-PTT dengan penerapan PTT sebesar 0,141 dengan nilai P value (signifikansi) sebesar 0,245, sehingga tidak terdapat hubungan antara kedua variabel.   Kata kunci       :           Partisipasi, Kelompok Tani, SL-PTT dan Padi Sawah.
STUDI KUALITAS AIR BAGIAN HULU DAS SEBANGKAU AKIBAT PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN DI KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS feriyanto -; saifudin - rais; rita - hayati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14172

Abstract

Studi kualitas air merupakan suatu pendekatan atau cara menilai kualitas air suatu sungai.  Hasil studi akan memberikan informasi tentang apakah air sudah tercemar dan kualitasnya menurun sampai ke tingkat tertentu dan menyebabkan air tidak berfungsi sesuai dengan peruntukkan dan kegunaannya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisika dan kimia air di Daerah Aliran Sungai Sebangkau serta mengkelaskan kualitas air sesuai dengan kriteria yang telah di tetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001.  Penelitian ini dilakukan pada DAS Hulu Sebangkau Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas pada 3 titik pengamatan yaitu pada titik I daerah hulu, titik II daerah lokasi sekitar kegiatan PETI dan titik III daerah hilir, kemudian dilanjutkan dengan menganalisis sampel air di Laboratorium Kualitas Tanah dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dan Laboratorium Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini dimulai dari Oktober 2014 sampai dengan Agustus 2015.  Penelitian ini difokuskan pada 9 parameter antara lain : kecerahan, debit aliran, temperatur, total padatan tersuspensi (TSS), total padatan terlarut (TDS), oksigen terlarut (DO), derajat keasaman (pH), chemical oxygen demand (COD) dan merkuri (Hg).  Dari hasil pengamatan dan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh nilai rata-rata : kecerahan pada titik I sebesar 47,07 cm, titik II sebesar 32,33 cm dan titik III sebesar 38,67 cm, temperatur air sungai DAS Sebangkau pada titik I sebesar 25,60C, titik II sebesar 29,80C dan titik III sebesar 27,170C, debit aliran pada titik I sebesar 0,37 m3/detik, titik II sebesar 0,06 m3/detik dan titik III sebesar 4,58 m3/detik, padatan tersuspensi pada titik I sebesar 8,67 mg/liter, titik II sebesar 55 mg/liter dan titik III sebesar 26 mg/liter, padatan terlarut pada titik I sebesar 33,67 mg/liter, pada titik II sebesar 234,93 mg/liter dan titik III sebesar 10,93 mg/liter, oksigen terlarut pada titik I sebesar 4,63 mg/liter, pada titik II sebesar 4,91 mg/liter dan titik III sebesar 5,19 mg/liter, chemical oxygen demand pada ttik I sebesar 55,43 mg/liter, titik II sebesar 32,06 mg/liter dan titik III sebesar 56,95 mg/liter, derajat keasaman atau pH pada titik I sebesar 2,64, titik II sebesar 3,13 dan titik III sebesar 3,89, merkuri atau Hg pada titik I sebesar 0,000133 mg/liter, titik II sebesar 0,0015 mg/liter dan pada titik III sebesar 0,0004 mg/liter.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi DAS Sebangkau tidak masuk dalam mutu air kelas satu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 untuk parameter seperti pH, TSS, COD, dan Hg sedangkan parameter seperti Temperatur, Kecerahan, Debit Aliran, TDS dan DO masih masuk kedalam batas toleransi mutu air kelas satu.   Kata Kunci : Studi Kualitas Air, DAS, PETI, kelas mutu air, dan parameter.
PREDIKSI EROSI DENGAN METODE USLE PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT MASYARAKAT DI GUNUNG SEHAK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK PETRUS ROIMAI JACK; URAI EDI SURYADI; BAMBANG WIDIARSO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11628

Abstract

Lokasi penelitian merupakan hutan sekunder dengan bentuk wilayah yang sangat curam. Sejak tahun 2008 sampai sekarang telah terjadi pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit masyarakat dengan cara tebang bakar dan dikelola dengan tidak melakukan tindakan konservasi, sehingga perubahan penggunaan lahan ini turut mempercepat degradasi tanah melalui erosi tanah yang berujung pada kehilangan hara serta kelestarian/umur lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi besarnya erosi dan tingkat bahaya erosi yang terjadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari (1) Persiapan penelitian meliputi kegiatan penelaahan data sekunder (pra lapangan) antara lain : studi pustaka dan penentuan titik pengamatan; (2) Penelitian dan pengamatan lapangan yaitu menentukan titik – titik koordinat pengamatan, pengecekan hasil interpretasi peta kelas lereng untuk melengkapi data kemiringan dan panjang lereng, usaha konservasi yang telah dilakukan, sistem pengelolaan lahan dan vegetasi yang ada di lokasi penelitian, serta pengambilan contoh tanah; (3) Analisis contoh tanah di laboratorium; (4) Analisis data dan penyajian hasil penelitian mengenai prediksi erosi dengan metode USLE pada lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat di Gunung Sehak Desa Aur Sampuk Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Prediksi laju erosi mencapai 4397,50 sampai 13171,32 ton/ha/tahun. Nilai erosi yang dapat ditoleransi berkisar antara 29,05 sampai 51,74 ton/ha/tahun. Nilai prediksi erosi sangat besar dibandingkan dengan nilai erosi yang dapat ditoleransi dan tingkat bahaya erosi berada pada status sangat berat pada semua lahan. Perencanaan dan penanggulangan bahaya erosi yang sesuai adalah hutan alami (primer) yang berkembang baik dengan seresah tinggi atau mengembalikan lahan sebagai hutan alami, dan jika lahan masih ingin dipertahankan maka direkomendasikan penerapan tindakan konservasi untuk menekan besarnya erosi yaitu mengombinasikan: secara vegetatif (penanaman LCC (Leguminosa Cover Crops)) dan secara mekanik (pembuatan teras bangku konstruksi baik; teras bangku konstruksi sedang; teras bangku konstruksi kurang baik; teras bangku teras tradisional; teras bangku teras tradisional yang dilengkapi dengan rorak; dan pembuatan parit yang memotong lereng menurut garis kontur).
STUDI KARAKTERISTIK DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TONANG KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Putra Sudarso Pamungkas; Riduansyah Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik DAS Tonang kecamatan sengah temila kabupaten Landak. DAS Tonang merupakan beberapa bagian DAS yang terdapat di Kecamatan Sengah  Temila Kabupaten Landak dengan luas wilayah 5.798,39 Ha. Secara geografis Desa Tonang terletak pada koordinat 109029’30” BT – 109033’30” BT dan 0019’0” LU – 0027’0” LU.Penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu, pertama di lapangan untuk mengamati dan mengambil sampel air sebanyak 2 botol perhari dalam jangka waktu  selama 5 hari. Kemudian dilanjutkan dengan analisis sampel air dan sedimen yang di lakukan di Laboratorium Kualitas dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Untan.Hasil penelitian menunjukan pola drainase dan bentuk DAS Tonang adalah pola dendritik dan bentuk memanjang, sedangkan profil melintang sungai berbentuk parabola. Orde sungai terdiri dari 3 orde, dengan indeks kerapatan drainase (IKD) sebesar 1,03 km/km2 yang tergolong dalam kategori sedang, kualitas air pada DAS Tonang memiliki rata-rata pH sebesar 4,54 pada titik pengamatan satu (hilir) dan 5,54 pada titik pengamatan dua (tengah) yang masih baik, dan suhu memiliki rata–rata sebesar 29,51 ⁰C pada titik pengamatan satu (hilir) dan 29,13 ⁰C pada titik pengamatan dua (tengah) yang tergolong masih dalam keadaan normal di alam. Sedangkan tingkat kecerahan air pada titik pengamatan satu pada DAS Tonang sebesar 28,8 cm dan 101,4 cm pada titik pengamatan kedua.Setelah Analisis di laboratorium didapatkan perbandingan antara TSS rata-rata pada kedua titik pengamatan dengan TSS standar untuk pertanian, maka nilai TSS rata-rata pada DAS Tonang sebesar 3,20 mg/l dan 1,80 mg/l yang tergolong baik.
Pengaruh Bokashi Rumput-rumputan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit pada Tanah Aluvial Yunus Steven; Rahmidiyani Rahmidiyani; Henny Sulistyowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11783

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang luas penyebaranya dan mempunyai potensi yang baik untuk budidaya, akan tetapi dalam pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh dihadapkan beberapa kendala salah satunya adalah memiliki kandungan unsur hara dan bahan organik yang rendah, namun kendala tersebut dapat diatasi dengan penggunaan bahan organik yaitu bokashi rumput-rumputan karena bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik tanah aluvial sehingga dapat meningkatan unsur hara. Selain itu penggunaan bokashi ini juga merupakan upaya untuk meminimalisasi penggunaan pupuk kimia, karena bersifat ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis bokashi rumput – rumputan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud yaitu: p1 = 10 ton/ha atau setara dengan 50 g/polybag, p2 = 20 ton/ha  atau setara dengan 100 g/polybag, p3 = 30 ton/ha atau setara dengan       150 g/ polybag, p4 = 40 ton/ha  atau setara dengan 200 g/polybag, dan p5 = 50 ton/ha atau setara dengan 250 g/polybag. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, waktu berbunga, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi rumput-rumputan berpengaruh nyata terhadap variabel  jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman, sedangkan untuk variabel pengamatan tinggi tanaman, waktu berbunga, dan berat kering tanaman berpengaruh tidak nyata. Pemberian bokashi rumput-rumputan berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial dan Pemberian bokashi rumput-rumputan, sebanyak 50 ton/ha, setara dengan 250g/polybag, merupakan perlakuan yang terbaik.

Page 2 of 2 | Total Record : 18