cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016" : 10 Documents clear
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN GAMBUT UNTUK TANAMAN MELON (Cucumic melo L.) DI KELURAHAN SETAPUK BESAR KECAMATAN SINGKAWANG UTARA KOTA SINGKAWANG. zulkifli alfarizi; riduansyah riduansyah; rini hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15802

Abstract

Evaluasi lahan adalah suatu proses pendugaan potensi dari sebidang lahan untuk suatu macam penggunaan yang telah dipertimbangkan dan untuk menerapkan alternatif penggunaan lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan gambut serta mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman melon di Kelurahan Setapuk Besar Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang serta memberikan rekomendasi perbaikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman melon SPT 1 dan SPT 2 menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kesesuaian lahan aktual tidak sesuai saat ini (N1) dengan faktor penghambat media perakaran (N1r). Upaya evaluasi untuk meningkatkan kesesuaian lahan potensial menjadi (S2) perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran, rekomendasi lumpur laut dan rekomendasi pemupukan.   Kata kunci : Evaluasi kesesuaian lahan gambut, Melon, Kelurahan Setapuk Besar
STUDI STATUS HARA N, P DAN K UNTUK TANAMAN PADI DI DUSUN SAHAM KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK cempin cempin; sutarman gafur; asmahan akhmad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15578

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara N, P dan K pada tanah, rekomendasi umum hara N, P dan K  untuk  menunjang produksi padi yang baik. Penelitian ini dilakukan di Dusun Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak dengan luas Persawahan Desa Saham 500 Ha. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung dilapangan dan wawancara dengan petani, pengambilan sampel tanah diambil dari 5 petak sawah yang berbeda-beda, dalam satu petak sawah di ambil 5 titik sampel tanah dengan pengambilan sistem diagonal dan dikompositkan. Parameter pengamatan Reaksi Tanah (pH), N-Total Tanah, P tersedia, K dapat dipertukarkan, C-Organik Tanah, Kapasitas Tukar Kation. Hasil analisis pH tanah pada lokasi penelitian tergolong masam, Kadar nitrogen (N) total tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai rendah, kadar fosfor (P) tersedia tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah, kadar kalium (K) dapat dipertukarkan tanah pada lokasi penelitian tergolong sedang sampai tinggi, C-Organik pada lokasi penelitian tergolong sangat rendah sampai rendah, Kapasitas Tukar Kation pada lokasi penelitian tergolong rendah Kata kunci : Status Hara, N, P dan K, Padi .
FLUKTUASI POPULASI DAN KEPARAHAN SERANGAN WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius F.) PADA TANAMAN PADI DI DESA SEJIRAM KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS EDI NOFIARDI; Sarbino Sarbino; Fadjar Rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.025 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.17949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan populasi walang sangit, kerusakan dan penurunan hasil akibat serangan walang sangit. Penelitian dilaksanakan di Desa Sejiram Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Lama penelitian 2 bulan dari bulan Mei  sampai Juni 2016. Penelitian dilakukan dengan pendekatan survei. Populasi walang sangit ditentukan pada pengayunan di petak pengamatan di tiga sawah dengan agroekosistem yang berbeda, yaitu padi monokultur, tumpang sari padi dengan jeruk dan tumpang sari padi dengan karet. Penangkapan walang sangit dilakukan pada luasan petak pengamatan 1 m2 dengan 5 kali ulangan yaitu 17 MST, 18 MST, 19 MST, 20 MST dan 21 MST. Variabel pengamatan meliputi jumlah populasi walang sangit  pada semua periode penangkapan, jumlah bulir padi rusak atau hampa dan berat bulir per petak pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan populasi walang sangit tertinggi terjadi pada 18 MST, saat padi sedang mengalami fase pembungaan dan matang susu. Populasi tertinggi terdapat pada sawah tumpang sari padi dengan karet sebesar 18 individu per petak dan terendah pada padi monokultur sebesar 13,8 individu per petak. Populasi walang sangit pada fase tersebut yang akan menyebabkan kerusakan bulir padi pada saat panen. Keparahan serangan walang sangit belum menampakan penurunan hasil pada tiap sawah pengamatan dikarenakan perbedaan varietas dan cara pengelolaannya.Kata kunci : Agroekosistem, kerusakan,  padi, populasi walang sangit
Studi Sifat Fisika Tanah Sawah Tadah Hujan Tanpa Olah Tanah di Desa Tempurukan Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang pilhan, pilhan; chandra, tino orciny; junaidi, junaidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat fisika tanah pada tingkatan umur pencetakan sawah tadah hujan di Desa Tempurukan kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang. Penelitian dilakukan pada bulan januari hingga maret 2016, Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan yaitu dengan melakukan pangamatan dan pengambilan sampel tanah pada lahan tadah hujan dengan vegetasi tanaman Padi pada 3 lokasi yang berbeda umur pengelolaannya, yaitu dengan umur lokasi A (12 tahun), lokasi B (25 tahun), dan lokasi C (37 tahun). Variabel pengamatan meliputi : sifat fisika tanah (tekstur, kemantapan agregat, bobot isi, porositas dan kadar air kapasitas lapangan), kemudian variabel pendukung (pH, C-organik, N-total dan C/N ratio). Hasil penelitian menunjukan tekstur tanah secara umum didominasi oleh fraksi liat dan tergolong kedalam kelas tekstur yaitu liat berdebu, kemantapan agregat berbeda pada kedalaman 0-20 cm, sedangkan kedalaman 20-40 cm nilainya semua 100% agregat, bobot isi  cenderung meningkat seiring bertambahnya umur pencetakan sawah, uji ortogonal kontras menunjukan berbeda sangat nyata pada kedalaman 0-20 cm, porositas tergolong semakin menurun terkait dengan nilai bobot isi tanahnya dimana nilai bobot isi tanah semakin meningkat dengan bertambahnya umur pencetakan sawah, nilai kadar air kapasitas lapangan cenderung meningkat karena fraksi liat tinggi sehingga kemampuan tanah untuk meloloskan air juga rendah, pH tanah tergolong rendah yaitu (5,53-6,57 %), C-organik tergolong sangat rendah hingga sedang yaitu (0,23-2,16 %), N-total tergolong sangat rendah hingga sedang yaitu (0,04-0,25 %), C/N ratio tergolong sangat rendah hingga rendah yaitu (4,60-8,71 %). Kata Kunci : Sifat Fisika Tanah, Tanah Sawah, Tanpa Olah Tanah.
STUDI KUALITAS AIR SUNGAI MELAWI UNRUK IRIGASI DI KECAMATAN ELLA HILIR KABUPATEN MELAWI Edi Dastra; Tino Orciny Chandra; Riduansyah Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15758

Abstract

Penelitian  dilaksanakan pada bulan Oktober tanggal 05 sampai tanggal 21 Oktober 2015 di Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi dan analisis sampel dilakukan di Laboratorium Kualitas dan Kesehatan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Irigasi merupakan pemakaian air untuk pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sungai Melawi yang ada di daerah administrasi  Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi apakah memenuhi standar jika digunakan sebagai sumber air untuk irigasi. Penelitian ini di lakukan pada 2 (dua) lokasi, di wilayah Desa Nanga Nuak pada bagian Hulu dan pada wilayah Desa Popai bagian Hilir, jarak antara Hulu dan Hilir sekitar 3 kilo meter. Metode pengumpulan data kelas lereng, penggunaan lahan, jenis tanah dan curah hujan. Metode analisis kualitas air yang dilakukan yaitu Pengukuran langsung di lapangan dan di laboratorium meliputi debit aliran, profil melintang sungai, Total suspended solid, Kecerahan, Temperatur, pH, Salinitas, Alkalinitas, Ca++, Mg++, Na+, Sodium Absorption Ratio (SAR/sodium Absrobtion Ratio), RSC (residual sodium carbonate), Boron dan Merkuri. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan, kualitas air pada Sungai Melawi di Kecamatan Ella Hilir dapat digunakan karena memenuhi syarat kriteria air untuk irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata debit aliran bagian Hulu 18,300 m3/detik dan pada bagian Hilir 24,452 m3/detik, profil melintang sungai pada bagian Hulu dan Hilir berbentuk segitiga, total suspended solid rata-rata pada bagian Hulu 72,2 mg/liter dan pada bagian Hilir 56,2 mg/liter, kecerahan air rata-rata pada bagian Hulu 30,8 cm dan pada bagian Hilir 29,1 cm, temperatur rata-rata pada bagian Hulu 28,20C dan pada bagian Hilir 290C, derajat keasaman rata-rata pada bagian Hulu 7,14 dan bagian Hilir 6,56, alkalinitas rata-rata pada bagian Hulu 18,8 mg/liter setara CaCO3 dan pada bagian Hilir 20,4 mg/liter setara CaCO3, salinitas rata-rata bagian Hulu 0,0297 dS/m dan bagian Hilir 0,0292 dS/m, Ca++ rata-rata pada bagian Hulu  0,94 mg/liter dan bagian Hilir 0,79 mg/liter, Mg++ rata-rata bagian Hulu 1,12 mg/liter dan bagian Hilir 1,11 mg/liter, Na+ rata-rata pada bagian Hulu 2,84 mg/liter dan bagian Hilir 3,04 mg/liter, sodium Absorption Ratio (SAR / sodium Absrobtion Ratio) rata-rata pada bagian Hulu 0,4691 dan bagian Hilir 0,5177, RSC (residual sodium carbonate) rata-rata pada bagian Hulu 0,1694 meq/liter dan bagian Hilir 0,2039 meq/liter, Boron rata-rata pada bagian Hulu 0,03 mg/liter dan bagian Hilir 0,10 mg/liter, merkuri rata-rata pada bagian Hulu 0,0005 mg/liter dan Hilir 0,0006 mg/liter. Kata Kunci: Sungai Melawi, Kualitas air, Irigasi  
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Karet (Havea brasiliensis) di Desa Tubang Raeng Kecamatan Jelimpo Kanbupaten Landak. AET AET; Joni gunawan; rossie widya nusantara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15869

Abstract

Sumber daya Lahan merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia karena sumber daya alam diperlukan dalam setiap kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat atau kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatas pengembangan tanaman karet (Havea brasiliensis) serta cara pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lahan yang ada di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah survey langsung di lapangan dengan parameter penelitian meliputi; keadaan lingkungan, sifat fisika dan sifat kimia tanah. Keadaan lingkungan yang dapat diamati di lapangan meliputi iklim, bentuk wilayah dan topografi, batuan permukaan dan singkapan, tata guna lahan dan vegetasi, drainase dan tipe luapan air, dan erosi dan bahaya banjir. Sifat fisika tanah yang diamati meliputi warna tanah, tekstur, struktur, konsistensi, kedalaman air tanah, kedalaman efektif. Sifat kimia tanah di analisis di laboratorium, meliputi C-Organik, N-total, P, K, KTK, Na-dd, Tekstur, Ca2+, Mg2+, pH, KB, dan Al-dd. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada lokasi penelitian terdapat 1 satuan peta tanah (SPT) yaitu Typic Kandiudults yang  mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual S2-wa,rc,nr dan kelas kesesuaian lahan potensial S2-wal, dengan luas lahan 100 ha dari luas keseluruhan lokasi penelitian. Rekomendasi pengelolaan terdiri dari rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. Tanah pada lokasi penelitian termasuk kedalam kriteria masam dengan pH 4,83, sehingga perlu dilakukan pengapuran. Perhitungan dilakukan berdasarkan atas kadar Al-dd pada tanah. Kapur yang digunakan adalah kapur dolomit [CaMg(CO3)2]. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan N, P dan K pada lokasi penelitian yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman karet menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi (2009) dapat diketahui bahwa pada lokasi penelitian ketersediaan unsur hara N, P dan K tergolong rendah atau belum mencukupi kebutuhan tanaman karet.   Kata Kunci : Karet, Evaluasi Kesesuaian Lahan.
UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA steinernema siamkayai ISOLAT TANAH PODSOLIK MERAH KUNING TERHADAP spodoptera litura fabricius della nuaristi; indri hendarti; fajar rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15841

Abstract

Nematoda patogen serangga (NPS) S. siamkayai merupakan salah satu musuh alami yang berpotensi sebagai agen pengendali hama tanaman. Penelitian dilaksanakan untuk menguji patogenesitas S. siamkayai isolat tanah podsolik merah kuning terhadap S. litura F. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan (150 Ji/ml, 300 Ji/ml, 600 Ji/ml dan 1200 Ji/ml) dengan 7 kali ulangan. Pengujian patogenesitas dilakukan terhadap larva S. litura F instar 3. Patogenesitas nematoda diukur berdasarkan mortalitas, periode letal dan virulensi. Gejala larva S. litura F yang terserang nematoda S. siamkayai menunjukkan gejala perubahan aktivitas larva yang menurun serta ukuran tubuh yang lebih kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi nematoda, menyebabkan peningkatan mortalitas S. litura F, dan tidak terdapat perbedaan antara tingkat konsentrasi. Setelah 15 hari perlakuan konsentrasi 300 Ji/ml menghasilkan jumlah Ji tertinggi yakni 8915. Periode letal mencapai 11,192 hari dan virulensi 0.089. Kata kunci : mortalitas, NPS, periode letal, virulensi,
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2005-2015 PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI SEPAUK BAGIAN TENGAH KABUPATEN SINTANG YOHANES KOKO; RINI HAZRIANI; ARI KRISNOHADI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15781

Abstract

Perubahan penggunaan lahan merupakan peralihan dari penggunaan lahan tertentu menjadi penggunaan lainnya. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada Sub-daerah aliran sungai (DAS) Sepauk bagian tengah pada umumnya berupa hutan menjadi lahan perkebunan, pertanian serta areal terbuka yang disebabkan oleh penambangan. Berdasarkan hal ini, untuk mendeteksi perubahan penggunaan lahan dengan cepat dan akurat maka digunakan penginderaan jarak jauh dan sistem informasi geografis (GIS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Sepauk bagian tengah dari tahun 2005 sampai dengan 2015 dan mengetahui kecenderungan perkembangan arah perubahan penggunaan  lahan. Hasil penelitian berdasarkan analisis citra satelit landsat 8 tahun 2015 menggunakan kombinasi band 653 terdapat konversi perubahan penggunaan lahan di Sub DAS Sepauk bagian tengah. Hasil verifikasi lapangan yang dibandingkan dengan hasil interpretasi citra satelit. Citra satelit Landsat 8 memiliki ketelitian 88%. Penggunaan lahan Sub DAS Sepauk bagian tengah dari tahun 2005 sampai 2015 mengalami alih fungsi lahan dengan luas 4.201,19 ha (20,86%) dari total luas Sub DAS Sepauk bagian tengah yaitu 20.142,06 ha. Jenis penggunaan lahan yang mengalami perubahan terbesar adalah hutan lahan kering sekunder dengan luas 1.971,85 ha. Pada tahun 2015 terdapat konversi penggunaan lahan menjadi perkebunan yang memiliki luas 2.863,85 ha, dan ini merupakan alih fungsi lahan hutan, lahan kering sekunder dan pertanian lahan kering bercampur semak, serta permukiman yang memiliki luas 40,59 ha. Berdasarkan prediksi, produksi padi dari ladang Sub DAS Sepauk bagian tengah dengan memanfaatkan luas lahan kering bercampur semak seluas 13.815,35 ha, maka diperoleh produksi padi ladang yaitu 26.525,47 ton.   Kata kunci : Identifikasi dan Pemetaan, Perubahan Penggunaan Lahan, Sub DAS Sepauk
KAJIAN KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI DI SUNGAI SEBULU KELURAHAN SEBALO KECAMATAN BENGKAYANG ariadi ragibus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15672

Abstract

ABSTRAK KAJIAN KUALITAS AIR UNTUK  IRIGASI DI SUNGAI SEBULU KELURAHAN SEBALO KECAMATAN BENGKAYANG Oleh Ariadi(1), Riduansyah(2), Asadi(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Tnajungpura (2)Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Jl. A. Yani Pontianak 78124 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air untuk penggunaannya sebagai sumber  air  irigasi di Kelurahan Sebalo, Kecamatan Bengkayang. Penelitian berlangsung mulai pada taqnggal 15  juni 2015 hingga 25 juni 2015, diawali dengan mengumpulkan data fisik Sungai Sebulu yang meliputi jenis tanah, penggunaan lahan, curah hujan, dan pertanian. Metode yang digunakan di dalam  penelitian  ini adalah komparatif dengan membandingkan hasil pengukuran langsung di lapangan dan analisis laboratorium dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang pengendalian pencemaran air, penggolongan air menurut peruntukannya dan U.S Salinity Lab. Staff. Hasil pengukuran dan analisis sampel air menunjukan bahwa kisaran nilai rerata Daya Hantar Listrik sungai Sebulu adalah 2,47-2,43 μmhos/cm, Boron adalah 0,045-0,096, Natrium adalah 2,88-2,40.suhu air adalah 27,640C-29030C, TSS adalah 8,5-6,5 mg/l, pH air adalah 6,14-7,21,Debit adalah 8,61 m3/detik-3,16 m3/detik, serta kecerahan adalah 40,25 cm-34,08 cm. Berdasarkan hasil penelitian, dapat di simpulkan bahwa air pada Sungai Sebulu Kelurahan Sebalo Kecamatan Bengkayang dapat digunakan untuk irigasi karena berdasarkan klasifikasi kesesuaian air untuk irigasi, Sungai Sebulu telah memenuhi kriteria kelas air untuk irigasi.     Kata kunci : Kualitas Air, Irigasi
SIFAT FISIKA TANAH ALUVIAL PADA SAWAH TADAH HUJAN TANPA DAN DENGAN OLAH TANAH DI DESA TEMPURUKAN KECAMATAN MUARA PAWAN KABUPATEN KETAPANG Darwin Darwin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.16400

Abstract

ABSTRACK This study aims to determine differences in physical properties of the soil in rainfed with and no tillage at Tempurukan village of Muara Pawan subdistrict of Ketapang regency. The study was conducted in January and March 2016, this research using field survey methods to conduct observations and sampling of soils, in rainfed areas with rice vegetation on three locations, namely at the location A no-tillage (5-10 years) , location B with tillage (10-15 years), and the location C with tillage (20-25 years). Variable observations include: soil physical properties (texture, aggregate stability, bulk density, porosity and moisture content of field capacity), then supporting variable (pH, organic C, total-N and C / N ratio). The results showed the soil texture is generally dominated by the clay fraction and classified into class dusty clay texture, different aggregate stability at a depth of 0-20 cm, while the depth of 20-40 cm aggregate value of all 100%, the highest bulk density on the location of no tillage on depth of 0-20 cm and 20-40 cm, orthogonal contrast test showed highly significant at a depth of 0-20 cm, increasing porosity classified among the rice fields of untreated degan treated soil and duration management fields, field capacity water content tends to increase because of the high clay fraction so that the soil's ability to pass water is also low, slightly acid soil pH that is classified (from 5.6 to 6.5), C-organic classified as very low to moderate, namely (from 0.23 to 2.16), N-total are classified as moderate (0.21 to 0.50), C/N ratio is relatively very low to low, (4.60 to 8.71).

Page 1 of 1 | Total Record : 10