cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 72 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018" : 72 Documents clear
IDENTIFIKASI JENIS MIKORIZA ARBUSKULA PADA LAHAN EKS PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Azhar Bashirul Fajri; Ismahan Umran; Asrifin Aspan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.834 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22386

Abstract

Mikoriza Arbuskula (MA) adalah suatu bentuk simbiosis antara akar tanaman dan fungi. Mikoriza merupakan sumber daya alam hayati potensial yang terdapat di alam dan dapat ditemukan hampir semua ekosistem. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya seperti cahaya, suhu, kadar air tanah, pH tanah, bahan organik, dan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah dan keanekaragaman jenis mikoriza arbuskula (MA) pada lahan eks PETI tanpa sawit dan lahan eks PETI yang ditanami sawit. Variabel yang diamati meliputi keanekaragaman jenis, dan kemerataan kelimpahan jenis. Hasil isolasi diperoleh 48 spora/100 g tanah dan 4 jenis spora di lokasi eks PETI tanpa sawit dengan indeks keanekaragaman 1.38, pada lokasi eks PETI yang ditanami sawit ditemukan 450 spora/100 g tanah dan 13 jenis spora dengan indeks keanekaragaman 2.56. Hasil penelitian menunjukan bahwa mikoriza arbuskula yang ditemukan pada lahan eks PETI tanpa sawit dan ditanami sawit di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak menunjukan perbedaan pada jumlah spora dan keanekaragaman jenisnya. Kata kunci : Identifikasi Jenis, Mikoriza Arbuskula, Lahan Eks PETI.
EVALUASI GIZI CINCALOK DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP zakaria, zakaria; purwayanti, sulvi; hartanti, lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.614 KB)

Abstract

        Cincalok merupakan salah satu produk hasil fermentasi rebon yang sudah cukup terkenal di Kalimantan Barat dan makanan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil gizi yang terdapat pada produk cincalok yang ada di desa sungai kakap kecamatan sungai kakap. Desain penelitian ini menggunakan metode survey kemudian analisis ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Faktor perlakuan yang diuji adalah periode pembuatan cincalokdimana produksi dalam 1 bulan (I, II, III) diulang sebanyak 5 kali. Data yang di ukur: analisis proksimat (kadar air, abu, protein, lemak dan karbohidrat) dan kharakteristik total asam serta total garam. Hasil penelitian menunjukkan: kadar air   49,57 % - 53,10 %, kadar abu 10,22 % - 10,47 %, kadar protein 18,18 % - 19,26 %, kadar lemak 3,84 % - 4,20 %, kadar karbohidrat  16,56 % - 20,69 %, total asam 0,49 % - 0,65 %, total garam 9,59 % - 10,19 %.           Kata kunci : Cincalok, Gizi, Rebon.
EFFECT OF WASTE DREGS SUGARCANE COMPOST ON GROWTH AND RESULTS OF RED SPINACH IN PODSOLIC rinny mariani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.4711

Abstract

This study aims to determine the best dose of waste dregssugarcane compost on growth and yield of red spinach inpodsolic soil (Pod Soil) . This research was conducted at the agriculture faculty experimental field Tanjungpura University from 5th November 2012 to 5th March 2013, the experimental pattern using a complete randomized design (CRD) consist of 6 treatments and 4 replications, each replication consist of 4 plants so that there are 96 sample plants . The treatment are p0 ( without additionsugarcane waste dregs compost) , p1 ( 699 g / polybag equal as addition 7 % organic matter ) , p2 ( 1019 g / polybag equal to addition of 9 % organic matter ), p3 ( 1339 g / polybag equivalent to addition 11 % organic matter ) , p4 ( 1659 g / polybag equivalent to the addition of 13 % organic ingredients ) , and p5 (1979 g / polybag equivalent to addition 15 % organic matter) . Observed variableare the number of leaves (leaf) , plant height (cm) , fresh plant weight ( g ) , dry plant weight ( g ) , and root volume ( ml ) . the results showed that addition of sugarcane waste dregs compost dose at 1339 g / polybag equal to 11 % addition organic matter have significant effect onplant height , number of leaves , fresh plant weight , dry plant weight and root volume.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA UMUM KECAMATAN RASAU JAYA SELLY SISKAWATI; URAI EDI SURYADI; BAMBANG WIDIARSO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22356

Abstract

STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA RASAU JAYA UMUMKECAMATAN RASAU JAYA Selly Siskawati(1), Urai Edi Suryadi(2), Bambang Widiarso(2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan(2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura PontianakABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisika tanah gambut pada beberapa penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 3 penggunaan lahan yaitu lahan kelapa sawit, kebun campuran dan semak belukar masing-masing 6 titik pengamatan dan 2 kedalaman yaitu kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika : kematangan gambut, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, bobot jenis partikel, porositas tanah, kadar abu dan konduktivitas hidrolik; Parameter pendukung : reaksi tanah (pH), ketebalan gambut, jeluk muka air tanah, jeluk muka air di saluran drainase, C-Organik, N-Total dan rasio C/N. hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika : tingkat kematangan gambut di lokasi penelitian tergolong hemik. Bobot isi pada penggunaan lahan semak belukar kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibanding penggunaan lahan lainnya. Kadar air kapasitas lapangan pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan kebun campuran kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan penggunaan lahan lainnya. Berat jenis partikel pada penggunaan lahan kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan semak belukar kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Porositas total pada penggunaan lahan  kebun sawit kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dari penggunaan lahan lainnya. Kadar abu pada penggunaan lahan kebun campuran kedalaman 0-30 cm dan semak belukar lebih tinggi dibanding penggunaan lahan lainnya. Konduktivitas hidrolik pada penggunaan lahan semak belukar kedalaman 0-30 cm dan kedalaman 30-60 cm lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan lahan lainnya. Parameter pendukung : reaksi tanah di lokasi penelitian tergolong sangat masam, ketebalan gambut di lokasi penelitian tergolong gambut sedang, jeluk muka air tanah di lokasi penelitian tergolong sedang – agak dalam, jeluk muka air di saluran drainase tergolong kedalaman sedang, kandungan C-Organik di lokasi peneliatan tergolong sangat tinggi, N-Total tanah di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi dan rasio C/N tanah di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi. Kata kunci : penggunaan lahan, Tanah gambut,  sifat fisika tanah
UJI EFEKTIVITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA (Steinernema carpocapcae) DARI TANAH GAMBUT TERHADAP Spodoptera litura Fabricius PADA TANAMAN SAWI AHMAD MINGGU; INDRI HENDARTI; SARBINO SARBINO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.21956

Abstract

Nematoda Patogen Serangga (NPS) merupakan pengendali hama yang ramah lingkungan dan dapat menjadi alternatif bagi insektisida kimia. Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas isolat Steinernema carpocapsae yang berasal dari tanah gambut. Percobaan dilakukan di rumah kaca tanaman sayuran, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, dari bulan April sampai dengan Juni 2017. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Kepadatan populasi nematoda yang diuji terhadap larva S. litura F. adalah 150, 300, 600, 1200 dan 2400 JI/ml serta kontrol tanpa pemberian S.  carpocapsae maupun S. litura F. Hasil percobaan menunjukkan bahwa Semakin tinggi tingkat kepadatan Nematoda S. carpocapsae yang diinvestasikan menyebabkan peningkatan mortalitas S. litura F, perlakuan 2400 Ji/ml memiliki waktu kematian tercepat dalam jangka waktu 2 hari dan perlakuaan tersebut menunjukan jumlah nematoda tertinggi dan S. carpocapsae pada tingkat kepadatan populasi S. carpocapsae 600 JI/ml efektif terhadap larva S. litura F. dengan mortalitas larva 56%. Kata kunci : Rumah kaca, Sawi, S. carpocapsae, dan S. litura F. 
PENGARUH AMPAS TEH TERFERMENTASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH ALLUVIAL Dwi Estiani; DINI ANGGOROWATI; AHMAD MULYADI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ampas teh terfermentasi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan dan masing – masing ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Total dari seluruh sampel penelitian adalah 72 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah         t0 (tanpa ampas teh terfermentasi), t1 (200 g/polybag ampas teh terfermentasi),           t2 (400 g/polybag ampas teh terfermentasi), t3 (600 g/polybag ampas teh terfermentasi), t4 (800 g/polybag ampas teh terfermentasi), dan t5 (1.000 g/polybag ampas teh terfermentasi). Variabel pengamatan yaitu volume akar, luas daun, berat kering, jumlah daun dan berat segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ampas teh terfermentasi berpengaruh nyata terhadap volume akar, luas daun, berat kering, jumlah daun dan berat segar tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ampas teh terfermentasi berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Pemberian ampas teh terfermentasi t5 (1.000 g/polybag ampas teh terfermentasi) adalah dosis yang terbaik  untuk pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah alluvial. Kata Kunci : Alluvial, Ampas Teh Terfermentasi, Sawi Hijau
PENGARUH KOMPOS DAUN BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SEMANGKA PADA TANAH ALUVIAL Alito Alito; warganda warganda; mulyadi safwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22798

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos daun bambu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka pada tanah aluvial. Penelitian berlangsung dari tanggal 2 Maret sampai 4 Mei 2017, penelitian dilaksanakan di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan adalah pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Perlakuan terdiri dari 6 taraf yaitu (a0 = kontrol, a1 = 900 g/petak, a2 = 1.800 g/petak , a3 = 2.700 g/ petak,        a4 = 3.600 g/petak dan, a5 = 4.500 g/petak) dan perlakuan ini diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan meliputi : volume akar (cm3), berat kering (g), klorofil daun (spad unit), berat buah pertanaman (g), jumlah buah pertanaman, dan panjang buah pertanaman (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos daun bambu mempengaruhi pertumbuhan tanaman semangka pada tanah aluvial. Dosis kompos daun bambu yang optimal adalah 2.700 g/petak atau setara 33 ton/ha.  Kata kunci : Kompos Daun Bambu, Tanaman Semangka
PENGARUH KOMBINASI PUPUK KOTORAN KAMBING DAN KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL NERI ANDANI; SITI HADIJAH; SETIA BUDI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22183

Abstract

PENGARUH KOMBINASI PUPUK KOTORAN KAMBING DAN KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIALNeri Andani(1), Siti Hadijah(2), Setia Budi(2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura(2) Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kombinasi terbaik pupuk kotoran kambing dan KCl terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Ketinggian tempat 1-2 m dari permukaan laut, penelitian dilaksanakan di kebun mulai dari tanggal 25 Februari sampai tanggal 17 Mei 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah pemberian kombinasi pupuk kotoran kambing dan KCl yaitu n₁ (10 ton/ha pupuk kotoran kambing setara dengan 1 kg/petak dan KCl 300 kg/ha setara dengan 30 g/petak), n₂ (15 ton/ha pupuk kotoran kambing setara dengan 1,5 kg/petak dan KCl 250 kg/ha setara dengan 25 g/petak), n₃(20 ton/ha pupuk kotoran kambing setara dengan 2 kg/petak dan KCl 200 kg/h asetara dengan 20 g/petak), n₄ (25 ton/ha pupuk kotoran kambing setara dengan 2,5 kg/petak dan KCl 150 kg/ha setara dengan 15 g/petak), n₅(30 ton/ha pupuk kotoran kambing setara dengan 3 kg/petak dan KCl 100 kg/ha setara dengan 10 g/petak). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah umbi, berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g), berat segar umbi per petak (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pupuk kotoran kambing dan KCl pada tanah aluvial memberikan pengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan. Pemberian kombinasi pupuk kotoran kambing dan KCl memberikan respon yang sama terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi per rumpun, berat segar umbi per petak, dan berat kering angin per rumpun, namun ada kecenderungan semakin tinggi pupuk kotoran kambing dan semakin kecil KCl yang di berikan semakin baik hasil yang didapatkan. Kata kunci: Aluvial, Bawang merah, KCl, Pupuk kotoran kambing
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH GAMBUT IIN ARIANTI; TATANG ABDURRAHMAN; MAULIDI MAULIDI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian amelioran dan mendapatkan dosis amelioran yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Penelitian berlangsung dari tanggal 09 April 2017 sampai dengan tanggal 10 juni 2017, penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf yaitu (a1= 100% kapur dolomit, a2= 80% kapur dolomit  + 20% ASK, a3= 60% kapur dolomit + 40% ASK, a4= 40 % kapur dolomit          + 60% ASK, a5= 20 % kapur dolomit+ 80% ASK, dan a6= 100% ASK).      Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian amelioran berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, jumlah umbi, berat umbi segar dan berat umbi kering angin. Penggunaan abu sabut kelapa dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan kapur dolomit. Kata kunci :Amelioran, Bawang merah, Tanah Gambut
PENGARUH PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Dendrobium PADA FASE VEGETATIF ANDRIANI, TITI; LISTIAWATI, AGUSTINA; HADIJAH, SITI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang mempunyai nilai jual yang cukup tinggi, Banyak permintaan terhadap tanaman anggrek Dendrobium akan tetapi tidak diimbangi dengan produksi yang memadai dikarenakan pertumbuhan anggrek yang relatif lambat.  Pemupukkan pada bibit anggrek Dendrobium sangat diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan serta meningkatkan kualitas bibit, salah satu pupuk yang digunakan adalah pupuk Growmore 32-10-10 (N:P:K). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk Growmore yang terbaik bagi pertumbuhan anggrek Dendrobium.  Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, menggunakan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari satu faktor yaitu pupuk daun dengan 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan.  Setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel, dengan jumlah total keseluruan populasi adalah 75 tanaman.  Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi pupuk Growmore, p1: 1 g/l, p2: 1,5 g/l, p3: 2 g/l, p4: 2,5 g/l dan p5: 3 g/l. Variabel yang diamati adalah:  pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah daun (helai), pertambahan lebar daun (cm)  dan jumlah anakan (anakan).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi Pupuk Growmore  memberikan respon yang sama terhadap pertambahan semua variabel pengamatan.  Pada penelitian ini tidak ditemukan konsentrasi Pupuk Growmore yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit Anggrek Dendrobium tetapi konsentrasi efektif untuk pertumbuhan bibit Anggrek Dendrobium adalah pemberian Pupuk Growmore konsentrasi 1 g/l. Kata kunci : Anggrek Dendobium, pupuk daun. Â