cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 44 Documents clear
INVENTARISASI ANGGREK ALAM DI HUTAN LINDUNG GUNUNG RAYA DESA TEMAJUK KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Akhira Nurfansyah Zed; Agustina Listiawati; Rahmidiyani Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.39628

Abstract

An inventory is needed to assess the biodiversity in a particular area. An inventory of orchid diversity is a data collection and recording in a place where there are orchid species in the area with varying species diversity. This study aims to discover the diversity of orchid species in the Gunung Raya Conservation forest in Temajuk Village, Paloh District, Sambas Regency. The method used is observation with a limit of 10% of the area of Gunung Raya Conservation Forest which is 120 ha,The data collection technique is completed by exploring Gunung Raya Conservation Forest by observing along the traversed path. This research was divided into three forest types, i.e. coastal forest, valley forest and hilly forest. Based on the results of orchid research found, there are 5 types in coastal forests, 15 types in valley forests and 34 types in hilly forests, a total of 19 genus orchids were found, namely Arides, Agrostophyllum, Anoectochilus, Appendicula, Bulbophyllum, Coelogyne, cymbidium, Dendrobium, dendrochilum, Oberonia, Eria, Flickingeria, Liparis, Luisia, Nephelaphyllis, Trichochogil, Podochil Trichotosia, and Vanda. The most frequent orchids found at the research location were Bulbophyllum orchids. Keywords : Inventory, Orchid, Temajuk Village, Protected Forest Gunung Raya
Karakteristik Kimia dan Sensori Croissant dengan Formulasi Tepung Keribang (Dioscorea alata L.) Kinanti, Risky Putri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Croissant adalah salah satu produk pastry  terbuat dari adonan yang berlapiskan lemak padat sehingga terbentuk tekstur adonan dan lemak yang berlapis. Pembuatan croissant umumnya menggunakan tepung terigu 100%, maka perlu dilakukan usaha diversifikasi olahan pangan untuk mengurangi penggunaan dan ketergantungan terigu melalui formulasi dengan tepung keribang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi tepung keribang pada pembuatan croissant terhadap karakteristik kimia dan sensori yang terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor, yaitu tingkat subtitusi tepung terigu dengan tepung keribang (100:0 g ; 90:10 g ; 80:20 g ; 70:30 g ; 60:40 g ; 50:50 g )  yang diulang sebanyak 4 kali. Parameter analisis yang dilakukan adalah  kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan sensori. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova (α=5%), jika hasil Anova menunjukkan pengaruh nyata maka pengolahan data dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian terbaik  croissant  dengan formulasi tepung keribang diperoleh dengan uji indeks efektivitas. Perlakuan croissant dengan formulasi tepung terigu 60 g dan tepung keribang 40 g merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan rerata uji fiskokimia kadar air (19,15%), kadar lemak (31,13%), kadar abu (1,91%), kadar protein (6,21%), kadar karbohidrat (41,61%). Hasil uji sensori terbaik yaitu kerenyahan (3,92), struktur (3,8), warna (3,8), rasa (3,48).Kata Kunci : Croissant, Tepung, Keribang, Formulasi, Korsvet
PENGARUH POC LIMBAH TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG KENARI PADA TANAH ALUVIAL Shelda, Priscila Shelda; Purwaningsih, Purwaningsih; Susana, Rini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH POC LIMBAH TAHUTERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG KENARIPADA TANAH ALUVIALPriscila Shelda*(1), Purwaningsih(2), Rini Susana(2)*(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian, (2)Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura*E-mail : priscilaselda@student.untan.ac.id ABSTRAKLimbah tahu cair merupakan salah satu limbah industri yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi pupuk organik cair limbah tahu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil terung kenari yang ditanam pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 19 Juni – 29 Agustus 2019, yang berlokasi di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan, 5 ulangan dan 4 sampel tanaman pada setiap ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah :      p1 = 15%, p2 = 30%, p3 = 45%, p4 = 60%, dan p5 = 75%. Variabel yang diamati yakni tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah, dan berat buah. Hasil penelitian POC limbah tahu dengan konsentrasi 30% merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil terung kenari walaupun hasilnya belum sesuai standar deskripsi terung kenari.Kata Kunci : POC Limbah Tahu, Tanah Aluvial, Terung Kenari.
BIOLOGI Spodoptera litura F Pada Kondisi Stres Pakan Buatan Di Laboratorium. azwan, azwan; Ramadhan, Tris Haris; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BIOLOGI Spodoptera litura F Pada Kondisi Stres Pakan Buatan Di Laboratorium. Azwan (1), Tris Haris Ramadhan (2), Sri Rahayu (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Spodoptera litura Fabricius merupakan hama penting pada tanaman karena mempunyai kisaran inang yang luas. Larva S. litura yang mengakibatkan kerugian pada petani sehingga diperlukan pengkajian lebih mendalam tentang biologi serangga Spodoptera litura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui siklus hidup, nisbah seks (sex ratio), serta keperidian (fekunditas) serangga S. litura pada kondisi stres pemberian pakan buatan di Laboratorium. Penelitian dilaksanakan selama ±4 bulan di Laboratorium Hama Tanaman S. litura dipelihara dalam gelas plastik (kap es). Pakan yang digunakan ialah pakan yang berbahan Phaseolus vulgaris L. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen berupa rancangan acak lengkap 1 faktor yaitu terdiri dari 5 perlakuan pemberian pakan buatan dan 50 kali diulang. Hasil penelitian pada pakan buatan Phaseolus vulgaris L dengan jumlah yang berbeda menunjukkan kecenderungan semakin banyak pakan yang dimakan akan memperpendek masa hidup artinya dengan semakin tercukupinya pakan fase hidup serangga cenderung lebih cepat. Pada nisbah sex ratio keadaan makanan tercukupi maka perbandingan antara jantan dan betina akan seimbang, tetapi ketika makanan tidak tercukupi maka perbandingan kelamin pada keadaaan itu hampir seluruhnya terdiri atas serangga jantan. Fekunditas S. litura dipengaruhi faktor kuantitas makanan yang dikonsumsi serangga terhadap proses reproduksinya, semakin banyak jumlah makanan yang dikonsumsinya akan menghasilkan kelompok telur dan jumlah telur yang banyak. Rata rata berat larva menunjukkan masa hidup larva setiap instar yang tercukupi makanannya masa hidupnya semakin cepat. Kata kunci : Biologi, Pakan buatan, Phaseolus vulgaris L., S. litura. (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak
SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TALAS KUKUS PADA PEMBUATAN KUE BINGKE Marselina Weni Sari; Tri Rahayuni; Suko Priyono
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38984

Abstract

SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TALAS KUKUS PADA PEMBUATAN KUE BINGKE Marselina Weni Sari*), Tri Rahayuni 2), Suko Priyono 2)1)Program Studi S-1 Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,Universitas Tanjungpura2)Dosen Program Studi S-1 Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian,Universitas Tanjungpura*Email Korespondensi : marselinawenisari12@gmail.comABSTRAKKue bingke merupakan makanan tradisional khas Pontianak yang terbuat dari tepung terigu, telur, gula pasir, santan, garam dan susu kental manis yang menyerupai kue lumpur.  Kue bingke ini khas menyerupai bentuk bunga segi enam, bertekstur lembut dan rasa manis serta tanpa bahan pengawet sintesis. Talas merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat mengeluarkan getah berwarna putih seperti susu. Tanaman ini memiliki daun berbentuk perisai dan warna daun yang sangat bervariasi tergantung varietasnya. Umbi talas berpotensi sebagai sumber karbohidrat dan protein yang cukup tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui substitusi terbaik tepung terigu dan talas berdasarkan sifat  kimia dan sensori kue bingke. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan terdiri dari 6 taraf, yaitu substitusi tepung terigu : talas terdiri dari 100:0 %, 90:10 %, 80:20 %, 70:30 %, 60:40 %, 50:50 %. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 sampel kombinasi. Parameter pengamatan meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan sensori. Hasil Uji Indeks Efektifitas menunjukkan bahwa substitusi terbaik terdapat pada 50% tepung terigu dan 50% talas, dimana kadar air (46,72), kadar abu (1,90), kadar lemak (22,95), kadar protein (6,42) dan kadar karbohidrat (22,00). Hasil uji sensori terbaik yaitu warna 4,16 (menarik), aroma 3,96 (beraroma talas), tekstur 4,28 (sangat tidak keras) dan rasa 4,12 (manis). Kata Kunci : bingke, talas, terigu, substitusi
Pengaruh Kombinasi Biochar, Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Diperkaya dan NPK Terhadap Ketersediaan Hara, Serapan dan Produksi Jagung Manis di Tanah Gambut Sutarman Gafur, Rita Hayati, Sustika Ningrum
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.40255

Abstract

ABSTRAK Produksi jagung manis di Indonesia masih sangat rendah. Banyak kendala yang dihadapi dalam pengusahaan jagung manis, salah satunya adalah rendahnya kesuburan tanah dan mahalnya harga pupuk kimia (anorganik). Penelitian ini di laksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitan ini yaitu metode eksperimen lapangan dengan pola rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan kombinasi biochar sekam padi, kompos tandan kosong kelapa sawit diperkaya dan NPK perlakuan yang dimaksud : P0 = Tanpa perlakuan, P1 = 750 gram biochar + 250 gram TKKS diperkaya + 300 NPK, P2= 750 gram biochar + 500 gram TKKS diperkaya + 300 NPK, P3= 750 gram biochar + 250 gram TKKS diperkaya + 600 NPK, P4= 750 gram biochar + 500 gram TKKS diperkaya + 600 NPK. Masing–masing perlakuan diulang 3 kali dan setiap unit perlakuan terdiri dari 3 polybag sehingga total 45 polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi biochar sekam padi, kompos tandan kosong kelapa sawit diperkaya dan NPK berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan Ketersediaan N-total, P, K, namun tidak berpengaruh nyata terhadap pH tanah dan berpengaruh nyata terhadap variabel pengamatan Serapan N, panjang tongkol, berat tongkol klobot dan berat tongkol tanpa klobot jagung manis, namun tidak berpengaruh nyata terhadap serapan P dan K. Berdasarkan hasil analisis, dapat dilihat bahwa pH tanah sebelum perlakuan yaitu 3,09 (sangat masam), setelah diberikan perlakuan rata – rata pH tanah meningkat berkisar 3,99 (sangat masam). N-total tanah sebelum perlakuan yaitu 1,69 % (sangat tinggi), setelah diberikan perlakuan menurun 0,43 % (sedang). P–tersedia tanah sebelum perlakuan yaitu 8,46 ppm (sangat rendah), setelah perlakuan meningkat menjadi 59,90 ppm (tinggi). Kalium dapat dipertukarkan sebelum perlakuan yaitu 0,09 cmol(+) kg-1 (sangat rendah), setelah diberikan perlakuan meningkat menjadi 0,99 cmol(+)kg-1 (sangat tinggi). Berdasarkan hasil penelitian rata – rata tertinggi pengaruh pemberian kombinasi biochar sekam padi, kompos tandan kosong kelapa sawit diperkaya dan NPK terhadap serapan N, P, K dan berat kering tanaman serta panjang tongkol, berat tongkol klobot dan berat tongkol tanpa klobot jagung manis terdapat pada perlakuan P3 (750 gram biochar + 250 gram TKKS diperkaya + 600 NPK). Hal ini disebabkan sudah optimalnya pemberian kombinasi biochar sekam padi, kompos tandan kosong kelapa sawit dan pupuk NPK terhadap tanah Gambut.   Kata kunci : Biochar Sekam Padi, Chromolaena, Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit, Tanaman Jagung, Tanah Gambut
PENGARUH FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PADA MEDIA SERBUK GERGAJI Elly Mustamir, Siti Hadijah, Gusti Randa
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.40307

Abstract

ABSTRAK                                     Jamur tiram atau dalam bahasa latin disebut Pleurotus sp. Beberapa jenis jamur tiram yang biasa dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia yaitu jamur tiram putih (P.ostreatus), jamur tiram merah muda P.flabellatus), jamur tiram abu-abu (P. sajor caju), dan jamur tiram abalone (P.cystidiosus). Budidaya jamur tiram putih menurut hasil observasi yang biasa dilakukan untuk menghasilkan suhu dan kelembaban media tanam untuk pertumbuhan jamur tiram putih yaitu dengan cara penyiraman yang dilakukan 1-2 kali dalam sehari, namun penyiraman yang dilakukan petani dalam budidaya jamur tiram belum dapat memberikan hasil yang maksimal di karenakan belum bisa menyesuaikan suhu yang diingkan pada pertumbuhan jamur tiram yang disebabkan pengaruh suhu di khatulistiwa.Penelitian ini bertujuan untuk mencari frekuensi penyiraman terbaik untuk pertumbuhan jamur tiram di media tanam serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura  Pontianak. Waktu penelitian berlangsung selama 3 bulan. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan  yang diberi kode perlakuan ( F ) dan 6 ulangan. Masing –masing ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Total penelitian yaitu 72 baglog. F1 penyiraman 1 kali dalam sehari yaitu siang hari, f2 penyiraman 2 kali sehari yaitu pagi dan sore, f3 penyiraman 3 kali sehari yaitu pagi, siang dan sore, f4 penyiraman 4 kali sehari yaitu selama 3 jam sekali. Variabel pengamatan yaitu waktu panen pertama (HST), bobot segar jamur tiram/baglog, diameter tudung jamur tiram, jumlah tubuh buah, suhu media tanam dan pH media tanam jamur tiram. Pengamatan dilakukan setiap hari.
FORMULASI CARBOXY METHYL CELLULOSE dan SANTAN TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA dan SENSORI SUSU NABATI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L) Hanief Dharmawan Dharmawan; Tri Rahayuni; Oke Anandika Lestari
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38983

Abstract

FORMULASI CARBOXY METHYL CELLULOSE dan SANTANTERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA dan SENSORI SUSUNABATI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L) FORMULATION OF CARBOXYMETHYL CELLULOSE AND COCONUTMILK AGAINST PHYSICOCHEMICAL PROPERTIES AND SENSORYOF MILK IN SWEET CORN (Zeamayssaccharata L) Hanief Dharmawan1*), Tri Rahayuni2), Oke Anandika Lestari2)1)Program Studi S-1 Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,Universitas Tanjungpura2)Dosen Program Studi S-1 Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian,Universitas Tanjungpura*Email Korespondensi : haniefdmw@gmail.comABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terbaik CMC (Corboxy Methyl Cellulose) dan santan berdasarkan sifat fisikokimia dan sensori susu nabati jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan terdiri dari 6 taraf, yaitu formulasi CMC : Santan terdiri dari 0:0%, 0,1:5%, 0,3:7%, 0,5:9%, 0,7:11%, 0,9:13%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 sampel kombinasi. Parameter pengamatan meliputi kadar protein, kadar pH, kadar total padatan terlarut, dan sensori. Hasil Uji Indeks Efektifitas menunjukkan bahwa formulasi terbaik terdapat pada 0,1% CMC dan 5% Santan, dimana kadar protein (0,52%), pH (5,52) dan total padatan terlarut (18,18obrix). Hasil uji sensori terbaik yaitu rasa 92,24 (manis), warna 84,14 (kuning), kekentalan 94,38 (kental) dan kesukan 106,10 (suka). Kata Kunci : CMC, Jagung Manis, Santan, Susu Nabati.
FORMULATION AGAR AND SUCROSE SUGAR OF GREEN GRASS JELLY CANDY (Cyclea barbata Miers) Walufi, Cici Ayu; Maherawati, Maherawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jelly candy is a popular soft candy based on agar, pectin, and gum ingredient. Green grass jelly candies are one of diversify food processed. The aims of this study to obtain the best formulation of agar and sucrose in the jelly candies based on chemical and sensory properties. This study used a Randomized Block Design (RBD) by single factor that was the comparison of agar and sucrose with 5 levels consisting (2%: 41%, 2,5%: 40,5%, 3%:40%, 3,5%: 39, 5%, 4%:39%). Data was analyzed statistically by using the ANOVA test, continued by HSD test. Organoleptic data was analyzed by Kruskall Walis test. The best jelly candy produced by a formulation of 3% agar: 40% sucrose. The chemical characteristics produced were 11.99% water content, ash content 0.20%, total dissolved solids 25.33 ˚Brix, hardness level 0.09 Kgf, elasticity level 3.06 Kgf. The sensory characteristics produced were 2.97 (not green), 2.83 (no aroma), 3.63 (sweet), 3.20 (chewy), overall 3.60 (like). Keyword :grass jelly, candy, agar, sucrose 
THE EFFECT OF THE COMBINATION OF N, P, K AND BIOLOGICAL FERTILIZERS TO THE GROWTH AND YIELD OF RED ONION ON ALLUVIAL SOILS Saputra, Danu; Anggorowati, Dini; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 2 (2020): April 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the combination dose of N, P, K and biological fertilizers on the growth and yield of red onion in alluvial soils. This research was conducted in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak, which took place on April 19, 2019 until June 23, 2019. The method used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments, 5 replications, and 4 sample plants. Giving a combination of N, P, K and biological fertilizer that is A1 100% N, P, K + 0% biological, A2 75% N, P, K + 25% biological, A3 50% N, P, K + 50% biological , A4 25% N, P, K + 75% biological, A5 0% N, P, K + 100% biological. Observations made were the number of leaves, plant height, number of tubers, fresh weight of tubers, and dry weight of tubers. The results showed that the combination of N, P, K and biological fertilizers significantly affected the variable number of leaves, plant height, fresh weight of tubers and dry weight of tubers but had no significant effect on the observed variables of number of tubers. Based on the results during the study it can be concluded that the administration of a combination of 50% N, P, K fertilizer and 50% biological fertilizer is a more effective dose than other doses for growth and yield of shallots in alluvial soils. Keywords : Red Onion, NPK Fertilizer, Biofertilizer, Alluvial.