cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 4 (2020)" : 48 Documents clear
PENGARUH LAMA INKUBASI PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CIPLUKAN PADA MEDIA TANAH GAMBUT Tursina, Diah; Nurjani, Nujani; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Tanaman ciplukan sudah sejak lama digunakan sebagai tanaman obat-obatan tradisional karena banyak mengandung zat fitokimia yang tersebar di seluruh bagian tanaman. Inkubasi Pupuk kandang kambing merupakan salah satu alternatif untuk penyediaan unsur hara dalam tanah yang sulit terurai karena tekstur yang keras dan sukar pecah sehingga mikroorganisme pendekomposisi bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah gambut. Penelitian ini bertujuan mendapatkan pengaruh dan lama inkubasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil ciplukan pada media tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, penelitian ini berlangsung dari 27 Juli 2019 sampai 29 Februari 2020. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yaitu pemberian pupuk kandang kambing pada tanah gambut dengan waktu lama inkubasi, penelitian ini terdapat 5 perlakuan, 5 ulangan dan 4 sampel tanaman. Lama inkubasi pupuk kandang kambng  terdiri  dari  (p1) 18, (p2) 19, (p3) 20, (p4) 21, dan (p5) 22 minggu sebelum tanam. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (g). Hasil penelitian  belum ditemukan lama inkubasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil ciplukan pada media tanah gambut tetapi lama inkubasi yang  efektif  terdapat pada  perlakuan 18 minggu sebelum tanam. Kata kunci : ciplukan, lama inkubasi, pupuk kandang kambing, tanah gambut
Pengaruh Pemberian Kapur dan Pupuk Organik Padat Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung pada Tanah Aluvial Mujiono mujiono; Ir. Setia Budi, MMA; Ir. Henny Sulistyowati, MMA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42624

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara kapur dolomitdan pupuk organik padat, serta mendapatkan dosis yang terbaik dari keduanyaterhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah aluvial. Penelitiandilaksanakan di lahan yang berada di Jln. A.Yani 2 Gg Permata, dimulai pada 15Maret sampai 28 Juli 2019. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan AcakLengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor 3 taraf perlakuan, 4 sampel dan 3ulangan. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari k yaitu 2,60 g, k2 yaitu 3,65 g, k3yaitu 4,35 g/polybag kapur dolomit, p1 yaitu 5 g, p2 yaitu 10 g dan p3 yaitu 15g/polybag pupuk organik padat. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggitanaman, diameter batang, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidakadanya interaksi yang terjadi terhadap pemberian pupuk organik padat dan kapurdolomit, pemberian pupuk organik padat dengan dosis 15 g/polybag merupakanperlakuan yang terbaik disetiap variabel pengamatan serta pemberian kapurdolomit tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap semua variabelpengamatan. 1
Studi Laju Infiltrasi Tanah Gambut Pada Beberapa Tipe Penggunaaan Lahan di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah Junaidi Riduansyah Nazarudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42512

Abstract

Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah sebagian besar jenis tanah gambut penggunaannya sebagai pertanian, beberapa tanaman dibudidayakan yaitu jagung, kelapa sawit dan sayur-sayuran. Tanah gambut memiliki laju infiltrasi tanah yang berbeda dengan tanah mineral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju infiltrasi dan perbedaan sifat fisika tanah  gambut pada tiga tipe penggunaan lahan yaitu : kebun kelapa sawit, kebun jagung, dan hutan sekunder di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah. Penelitian ini di lakukan pada masing-masing lahan dengan 5 titik pengamatan menggunakan metode grid. Parameter penelitian meliputi parameter utama. Tahapan penelitian meliputi penentuan lokasi penelitian, penentuan titik pengamatan, pengukuran laju infiltrasi, dan pengambilan sampel tanah. Pengolahan data menggunakan microsof excel 2013 dan aplikasi statistik SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan kebun kelapa sawit memilki laju infiltrasi dengan kriteria sangat cepat yaitu (85 cm/jam). Kebun jagung memiliki laju infiltrasi dengan kriteria sangat cepat yaitu  (67 cm/jam). Hutan sekunder memiliki laju infiltrasi dengan kriteria sangat cepat  (62 cm/jam). Namun secara analisis laju infiltrasi pada tiga tipe penggunaan lahan berdasarkan uji t menunjukkan kebun kelapa sawit, kebun jagung, dan hutan sekunder adalah berbeda tidak nyata (tn).
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK DAN HABITAT KIJING TAIWAN (Sinanodonta woodiana) DI ALIRAN IRIGASI DESA SAMBORA KECAMATAN TOHO KABUPATEN MEMPAWAH Fitri Nurleha; widadi padmarsari soetignya; Sri Rahayu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42029

Abstract

Sinanodonta woodiana is known as kijing taiwan which is mostly found in the irrigation flow of the village of Sambora Toho District Mempawah Distric. However, its existence is now experiencing a decline. For this reason, management is needed that requires data on morphometric and habitat characteristics. Therefore the purpose of this study was to determine the morphometric characteristics and habitat characteristics of S. woodiana in the irrigation flow of Sambora Village, Toho District, Mempawah Regency. The research method used was Purposive Random Sampling, using three different observation stations, namely station 1 is in the upstream part of the irrigation area close to a waterfall of oil palm plantations and freshwater fish cultivation ponds, station 2 is in an area adjacent to freshwater fish cultivation ponds and settlements, and station 3 is in a downstream area close to factory waste disposal tofu, freshwater fish farming ponds, and oil palm plantations.This research was conducted in March - May 2020 in the irrigation flow of Sambora Village, Toho District, Mempawah Regency. Based on the results of the study, there were 565 individuals of S. woodiana. All characters of mean shell length (PC), shell height (TC), shell thickness (TBL), and total weight (BT) show that the size varies between male and female sex, the female sex is greater than the male sex. The density values ranged from 0.37 to 3.02ind / m2. The density between stations is different and the highest is at station I and the lowest is at station III. Keywords: S. woodiana, Morphometric, Density.
Pengaruh Dosis Tepung Cangkang Keong Mas dengan Lama Inkubasi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak pada Tanah Aluvial Geri Suta; Siti Hadijah; Henny Sulistyowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mendapat dosis tepung cangkang keong mas dengan lama inkubasi terbaik bagi pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 januari – 10 maret 2020, bertempat di Jalan Budi Utomo, Dusun Sungai Rengas, Desa Kakap, Kebupaten Kubu Raya, Provinsi  Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 taraf perlakuan dan 4 ulangan dengan 4 sampel tanaman pada setiap ulangan.. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun (helai), berat segar tanaman (g), berat umbi(g), panjang umbi (cm), dan diameter umbi (cm). Hasil penelitian pemberian berbagai dosis tepung cangkang keong mas dengan lama inkubasi belum memberikan hasil yang optimal pada pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah aluvial.Kata Kunci : Tepung Cangkang Keong Mas, Tanah Aluvial, Lobak.
Kajian Status Hara Tanah Ultisol Pada Tiga Tipe Penggunaan Lahan di Desa Kepayang Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah Asrifin Aspan Urai Suci Yulies Vitri Indrawati Mimi Apriliana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42705

Abstract

Alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian telah menunjukkan dampak yang sangat besar terutama terhadap kerusakan lingkungan, akan tetapi proses itu terus berlangsung dan telah menunjukkan dampak negatif yang berlangsung dan tidak seorang pun yang tahu sampai kapan proses itu dipastikan dapat dihentikan. Desa Kepayang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah yang memanfaatkan hutan sekunder sebagai lahan perkebunan diantaranya perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara tanah pada tiga tipe penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kepayang Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah untuk pengambilan sampel tanah pada setiap lahan diambil 5 titik pengamatan yang masing-masing titik mewakili luasan ± 1 ha. Setiap lahan dilakukan pengambilan sampel tanah terganggu sebanyak 5 sampel individu menggunakan sistem diagonal pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm kemudian dikompositkan. Sehingga jumlah keseluruhan sampel adalah sebanyak 6 sampel tanah terganggu yang kemudian dialalisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Hasil analisis di Laboratorium menunjukan bahwa reaksi tanah (pH tanah) berkisar 4,33-4,83 dengan kriteria masam hingga sangat masam, C-organik berkisar 1,81-3,47% berkriteria rendah hingga tinggi, Nitrogen total berkisar 0,25-0,47% berkriteria sedang, C/N berkisar 7,24-7,65 berkriteria rendah, Fosfor tersedia berkisar 21,62-52,48 ppm berkriteria sangat tinggi, Kalium tersedia berkisar 0,08-0,24 cmol(+)kg-1) berkriteria rendah hingga sangat rendah, Kalsium berkisar 0,70-1,13 cmol(+)kg-1) berkriteria sangat rendah, Magnesium berkisar 0,38-0,89 cmol(+)kg-1) berkriteria rendah hingga sangat rendah, Kejenuhan basa berkisar 14,31-21,83% berkriteria rendah hingga sangat rendah, Kapasitas tukar kation berkisar 8,58-12,70 cmol(+)kg-1) berkriteria rendah dan status kesuburan tanah yang rendah.
Bioecology of Simpakolak Fish (Puntius anchisporus) in Empurut River in Entikong Sub-districts, Sanggau Regency Lestari, Eni; Sirojul, Ahmad Mulyadi; Hurriyani, Yeni
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpakolak fish (Puntius anchisporus) is one of the potential ornamental fish that is not widely known by the public. The development of potential fishery commodities requires a study of fish bioecology one of which includes growth patterns and habitat conditions. This research was conducted in March - June 2020 in Empurut River, Entikong Subdistrict, Sanggau Regency. The total fish caught was 100 fish, consisting of 57 males and 43 females. The growth pattern of simpakolak fish is allometric negative where the value of b = 1.302553185 in male simpakolak fish and value of b = 1.152323795 in female simpakolak fish. (R2) value 0,403 for male and (R2) value 0,531 for female. The results of the analysis of water quality analysis based on physics-chemical parameters indicated that the waters of the Empurut River are in good condition for simpakolak fish habitat. However based on biological parameters, the plankton abundance and diversity are relatively low.Keywords: Puntius anchisporus, Bioecology, growth patterns, habitat conditions.
PENDUGAAN STOK IKAN PARI MONDOL (HIMANTURA GERRARDI) YANG DIDARATKAN DI PPI SUKADANA KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA KALIMANTAN BARAT Aprilianto, Dwi; Inpurwanto, Inpurwanto; Soetignya, Widadi Padmarsari
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

By stock assessment, data on the current status of fish resource utilization in nature are obtained, which are used for optimum utilization of fish resources and prevent overuse of fish resources, so that fish resources can be used sustainably. This research was conducted to assess the stocks of mondol stingray stock which included the frequency distribution width, the relationship between width and weight, growth and mortality and the rate of exploitation. This study uses a census method by observing the stingray caught by fishermen. Stingray samples were taken weekly for four months, at the fish landing sites. The data obtained were analyzed using Microsoft Excel and FISAT II software by FAO-ICLARM. The number of mondol rays obtained during the study was 238, consisting of 118 males and 120 females. The wide range of mondol rays obtained was 170-640 mm (male) and 180-810 mm (female), and the weight range was 170-8,405 g (male) and 195-16,877 g (female). The relationship between the width-weight of male and female mondol showed a negative allometric growth pattern. Analysis of the growth of mondol stingrays shows the growth coefficient of male stingrays is 0.38 per year and females 0.40 per year. The mortality of mondol rays was caused more by fishing mortality than natural mortality. The calculation of the exploitation rate of mondol stingray shows the occurrence of overfishing. Keywords: Mondol Stingray, Stock Assessment, Sukadana District
PENGARUH DOSIS NPK PADA BEBERAPA JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Yuspika, Beciana; Mustamir, M.Sc, Ir. Elly; Warganda, MMA, Ir.
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kacang hijau dihadapkan padabeberapa kendala seperti rendahnya kandungan unsur hara esensial. Salah satu usaha untukmemenuhi kebutuhan unsur hara pada tanah aluvial yang rendah adalah denganpenambahan pupuk NPK Lao Ying. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksiantara jarak tanam dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacanghijau pada tanah aluvial. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan percobaan FakultasPertanian Universitas Tanjungpura mulai pada tanggal 14 Januari 2020 sampai 24 Maret 2020. . Hitpotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah diduga dengan jaraktanam 40 x 20 cm dan dosis NPK 200 kg/ha atau setara 34 g/petak dapatmemberikan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau terbaik pada tanahaluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan bentuk Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor yakni jarak tanam dan dosis NPKyang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali,sehingga terdapat 27 petak. Perlakuan yang dimaksud adalah 2 faktor yaitu jarak tanam dandosis NPK yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu: j1 = 40 x 10 cm, j2 = 40 x 20 cm, j3 =40 x 30 cm dan dosis NPK terdiri dari 3 taraf yaitu : p1 = 200 kg/ha atau setara 34 g/petak,p2 225 kg/ha atau setara 45 g/petak, p3 = 250 kg/ha atau setara 56 g/petak. Variabelpengamatan dalam penelitian ini adalah Luas Daun (cm), Volume Akar (cm), Berat KeringTanaman (g), Jumlah Polong Per Tanaman (polong), Jumlah Biji Per Polong (biji), BeratBiji Kering Per Tanaman (g) dan berat 100 biji kering (g). Sedangkan variabel penunjang yaitu suhu udara, kelembaban, curah hujan dan pH tanah. Berdasarkan hasil penelitianini ditemukan bahwa interaksi antara dosis jarak tanam dan dosis pupuk NPKberpengaruh nyata terhadap jumlah polong per tanaman.3
PENDUGAAN STOK LOBSTER PAKISTAN (Panulirus polyphagus) DI KAWASAN PANTAI DESA SEBUBUS KECAMATAN PALOH KABUPATEN SAMBAS Rosikin Rosikin; Widadi Padmarsari Soetignya; Sri Rahayu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.43924

Abstract

One of the fisheries commodities that are currently the mainstay of Indonesia's exports is lobster ( Panulirus spp ). Lobster is a very potential fishery product, because lobster has a high selling value and high nutrition. This research was conducted for four months, from December 2019 to March 2020 and the object under study was the pakistani lobster (Panulirus polyphagus).This research was conducted to estimate pakistani lobster stock in the beach area of Sebubus Village, Paloh District, Sambas Regency. Based on the results of the research, the ratio of male to female sex was 2.1: 1. The relationship between length and weight produces a negative allometric growth pattern. The growth rates of male and female Pakistani lobsters were 103.95 mm and 98.4 mm. The growth coefficient of  male and female lobsters is 0.51 per year and 1.01 per year. Natural mortality of male and female lobsters is 0.66 per year and 1.05 per year and lobster mortality is caused by natural mortality factors. The exploitation rates for male and female lobsters are -0.13 per year and  0.39 per year, so the exploitation of lobsters is under fishing because the E value is below 0.5. The pattern of recruitment in male lobsters has one peak, namely in March and in females there are three peaks, namely in Juli, September and October.