Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Jurnal Edutik merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Manado. Jurnal ini hadir sebagai wadah bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkontribusi dalam pengembangan keilmuan di bidang Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Teknik Informatika, Teknologi Komunikasi, serta Ilmu Komunikasi. Dengan semangat untuk mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, Jurnal Edutik memberikan ruang bagi berbagai kajian yang berfokus pada inovasi dan penerapan teknologi dalam dunia pendidikan, perkembangan di bidang teknik informatika, serta dinamika komunikasi berbasis teknologi, termasuk isu-isu terkini yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan berbasis digital, kecerdasan buatan dalam pembelajaran, keamanan data dalam sistem pendidikan modern, dan transformasi komunikasi digital di era informasi. Ruang lingkup Jurnal Edutik mencakup berbagai aspek dalam ranah Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi, termasuk pengembangan kurikulum berbasis teknologi, model pembelajaran digital, strategi implementasi e-learning yang efektif, serta teknologi pendidikan adaptif. Selain itu, jurnal ini juga mengakomodasi penelitian dalam bidang Teknik Informatika, yang meliputi Rekayasa Perangkat Lunak dengan fokus pada metode pengembangan agile, kecerdasan buatan dalam rekayasa perangkat lunak, serta integrasi cloud computing; Sistem Informasi, yang mencakup pengelolaan big data, keamanan sistem informasi, serta optimalisasi sistem berbasis blockchain; Jaringan dan Keamanan Komputer, yang menyoroti keamanan siber, deteksi ancaman siber berbasis AI, serta optimasi infrastruktur jaringan; serta Sistem Pendukung Keputusan, yang berfokus pada penerapan machine learning dalam pengambilan keputusan, sistem rekomendasi berbasis data, serta penerapan Internet of Things (IoT) dalam otomatisasi keputusan. Dalam ranah Teknologi Komunikasi, jurnal ini mencakup topik-topik seperti pengembangan infrastruktur komunikasi digital, teknologi 5G dan evolusi jaringan masa depan, integrasi media sosial dalam pengelolaan informasi, serta pemanfaatan platform komunikasi berbasis AI dalam interaksi sosial dan pendidikan. Sedangkan dalam bidang Ilmu Komunikasi, ruang lingkup meliputi kajian komunikasi digital, strategi komunikasi di era media baru, komunikasi antar budaya berbasis teknologi, penggunaan media digital dalam kampanye sosial dan pendidikan, serta dinamika perilaku komunikasi dalam masyarakat berbasis teknologi. Sebagai jurnal yang berorientasi pada perkembangan teknologi dan inovasi, Jurnal Edutik juga membuka peluang publikasi bagi penelitian terkait e-Government, termasuk transformasi digital dalam pelayanan publik, kebijakan keamanan data pemerintahan, serta pengelolaan administrasi berbasis AI; Aplikasi Mobile, dengan cakupan pengembangan aplikasi berbasis UI/UX, implementasi augmented reality dan virtual reality, serta aplikasi berbasis kesehatan dan pendidikan. Dengan cakupan yang luas dan multidisipliner, jurnal ini diharapkan menjadi referensi utama bagi para akademisi dan praktisi yang ingin menggali lebih dalam tentang peran teknologi dalam meningkatkan efektivitas pendidikan, pengembangan sistem berbasis digital, serta transformasi komunikasi modern. Melalui publikasi yang berkualitas, Jurnal Edutik berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam penguatan keilmuan dan kemajuan teknologi di era digital.
Articles
720 Documents
Perancangan dan Implementasi Media Informasi Kearifan Lokal Kota Tomohon Berbasis Mobile
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 2 No. 5 (2022): EduTIK : Oktober 2022
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edutik.v2i5.5854
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenalkan dan melestarikan kearifan lokal yang ada di Kota Tomohon dengan tujuan agar seluruh unsur masyarakat dapat mengenal, memahami, maupun melestarikan kearifan lokal yang ada di Kota Tomohon. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembuatan Media Informasi Kearifan Lokal Kota Tomohon Berbasis Mobile dapat dilakukan dengan menggunakan metode MDLC (Multimedia Development Life Cycle). Metode ini terdiri dari 6 tahap. Tahap pertama yaitu Konsep dimana peneliti menentukan tujuan pembuatan media informasi ini serta menentukan untuk siapa media ini ditujukan. Tahap kedua yaitu Perancangan dimana pada tahap ini peneliti menggambarkan storyboard media informasi. Tahap ketiga yaitu Pengumpulan Bahan dimana pada tahap ini peneliti mengumpulkan bahan-bahan yang akan digunakan dalam media informasi. Tahap keempat yaitu Pembuatan dimana peneliti mulai membuat media informasi berdasarkan konsep yang ada dan bahan-bahan yang telah dikumpulkan. Tahap kelima yaitu Pengujian dimana pada tahap ini media informasi yang telah dibuat diuji untuk dilihat apakah media informasi terdapat kesalahan atau tidak. Tahap keenam yaitu Distribusi dimana pada tahap ini media informasi bisa digunakan dan didistribusikan kepada masyarakat.
Pengembangan Media Pembelajaran IPS Berbasis Mobile di SMP Kristen Tondangow
Biron Moristen Wowor;
Djafar Wonggo;
Charnila Desria Heydemans
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 2 No. 6 (2022): EduTIK : Desember 2022
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edutik.v2i6.6339
SMP Kristen Tondangow adalah salah satu Lembaga Pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi anak bangsa supaya bisa bersaing ditingkat dunia. Untuk memenuhi tujuan tersebut Lembaga Pendidikan perlu mengembangkan media pembelajaran yang mampuh embangkitkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran IPS berbasis android pada Kondisi Geografis Negara – Negara ASEAN kelas VIII di SMP Kristen Tondangow. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prototype. Tahapan yang dilakukan yaitu, Pengumpulan kebutuhan, Perancangan, Evaluasi Prototype. media pembelajaran IPS berbasis mobile di SMP Kristen Tondangow ini memiliki tingkat kelayakan dan kemenarikan produk pada kriteria baik, hal ini dibuktikan dengan respon siswa dan guru dalam kriteria baik. Berdasarkan data hasil yang diperoleh maka media pembelajaran IPS berbasis mobile di SMP Kristen Tondangow kelas VIII dapat dikatakan layak untuk diterapkan di sekolah.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Simulasi dan Komunikasi Digital
Emelia Kaseroan;
Herry Sumual;
Olivia Eunike Selvie Liando
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 2 No. 6 (2022): EduTIK : Desember 2022
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edutik.v2i6.6340
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan model Problem Based Learning pada mata pelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital kelas X di SMK Negeri 3 Tondano. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment (eksperimen semu) dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKJ SMK Negeri 3 Tondano berjumlah 38 siswa. Data dalam penelitian ini diambil dan dikumpulkan dari tes awal (Pre-test) sebelum diterapkan model Problem Based Learning dan tes akhir (Post-test) sesudah diterapkan model Problem Based Learning. Berdasarkan uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk, kedua sampel berdistribusi normal. Berdasarkan uji homogenitas data menggunakan SPSS, diperoleh kedua kelas memiliki varians yang sama atau homogen. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan statistik uji t diperoleh . Maka keputusan 95% hasil belajar siswa yang diajar model Problem Based Learning berbeda dengan hasil belajar siswa yang diajar model konvensional. Berdasarkan hasil post-test kelas eksperimen dengan kelas kontrol jatuh dalam wilayah kritis maka ditolak dan diterima. Dari hasil analisis tersebut, peneliti bisa menyimpulkan jika hasil belajar siswa pada kelas yang diajar model Problem Based Learning lebih positif dibandingkan dengan siswa pada kelas yang diajar model konvensional.
Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Simulasi dan Komunikasi Digital Siswa SMK
Ifrandi Bagit;
Herry Sumual;
Alfrina Mewengkang
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 2 No. 6 (2022): EduTIK : Desember 2022
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edutik.v2i6.6341
Pendidikan memainkan peran penting dalam proses pembangunan nasional, yang menentukan pertumbuhan suatu bangsa. Di Indonesia, di mana jumlah penduduknya besar, pendidikan dipandang sebagai kebutuhan mendasar bagi mereka yang ingin maju. Model pembelajaran berbasis proyek dipilih karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri, mengembangkan pengetahuannya sendiri, lebih realistis, dan menciptakan sesuatu. Tugas-tugas kompleks berdasarkan pertanyaan atau masalah disediakan oleh model pembelajaran berbasis proyek. Siswa berpartisipasi dalam kegiatan yang melibatkan pemecahan masalah, pengambilan keputusan, penyelidikan, dan refleksi dengan guru bertindak sebagai fasilitator. Pertanyaan yang menginspirasi siswa untuk menerapkan konsep dan prinsip melalui pengalaman langsung merupakan inti dari pembelajaran berbasis proyek. Siswa akan dilatih untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dengan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran yang kompleks melalui model pembelajaran ini, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa kelas X di SMK Cokroaminoto Kotamobagu menjadi subjek penelitian. Jumlah siswa sebanyak 28 orang, 14 orang laki-laki dan 14 orang perempuan. Temuan penelitian ini membawa kita pada kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa dan model pembelajaran yang tepat. dapat meningkatkan proses belajar.
Model Pembelajaran Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fotografi Siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual di SMK
Meiva Milenia Rumuat;
Billy Morris Harold Kilis;
Alfrina Mewengkang
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 2 No. 6 (2022): EduTIK : Desember 2022
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edutik.v2i6.6342
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran blended learning. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Tondano, pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Desain Komunikasi Visual yang berjumlah 25 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar yang berupa tes tertulis pilihan ganda dan essay. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Blended Learning dapat meningkatkan hasil belajar Fotografi. Dari 25 siswa, pencapaian KKM mengalami peningkatan yaitu ratarata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 68% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 96% yang tuntas. Hal ini jelas menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian, siklus II sudah memenuhi indikator pencapaian hasil belajar siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Tutorial Terhadap Hasil Belajar Pemrograman Dasar Siswa Kelas X TKJ SMK Negeri 1 Mopuya
I Made Billy Rama;
Hiskia Kamang Manggopa;
Peggy Veronica Togas
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 2 No. 6 (2022): EduTIK : Desember 2022
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edutik.v2i6.6343
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu quasi experimental design dengan menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test control group design. Metode penarikan sampel yaitu menggunakan Purposive Sampling. Jumlah populasi kedua kelas yaitu 59 siswa dan sampel yang diambil yaitu 56 siswa. Setelah itu peneliti mengumpulkan data yang diambil dari pre-test dan post-test menggunakan soal tes pilihan ganda. Selanjutnya peneliti menganalisis dan mengolah data. Uji normalitas untuk kedua kelas berdistribusi normal dan uji homogenitas untuk kelas post-test adalah homogen. Uji validitas mendapatkan 25 soal valid dari 30 soal dan hasil dari uji reliabilitas soal adalah 0,879 dengan reliabilitas sangat tinggi. Uji hipotesis dengan sampel 56 siswa yaitu kelas eksperimen dan kontrol diperoleh hipotesis Thitung > Ttabel = 2.73 > 1.673565. Kesimpulan yang diperoleh adalah terdapat pengaruh antara penggunaan model pembelajaran tutorial dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar pemrograman dasar siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Mopuya.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Meningkatkan Hasil Belajar Desain Grafis Percetakan Siswa SMK
Doni Saputra Siahaan;
Verry Ronny Palilingan;
Olivia Eunike Selvie Liando
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 2 No. 6 (2022): EduTIK : Desember 2022
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edutik.v2i6.6453
Pendidikan memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat karena beberapa alasan, antara lain karena kemampuannya mengangkat martabat dan kualitas hidup bangsa. Pencapaian hasil belajar siswa merupakan tolak ukur keberhasilan pendidikan dalam kemajuan belajar mengajar di sekolah. Model pembelajaran merupakan salah satu yang berdampak pada hasil belajar siswa. Cara mengatasi rendahnya hasil belajar siswa adalah memanfaatkan model pembelajaran berbasis proyek. Model pembelajaran berbasis proyek dipilih karena berperan penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Metode yang tepat dapat membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif. Dengan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran yang lebih kompleks, realistik, dan mampu menghasilkan sesuatu, diharapkan model pembelajaran ini mampu melatih dan mengonstruksi kemampuan siswa. Peningkatan hasil belajar siswa merupakan tujuan dari model pembelajaran berbasis proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah siswa kelas XI SMK Cokroaminoto Kotamobagu dapat memperoleh nilai yang lebih baik pada kelas desain grafis percetakan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian tindakan kelas digunakan dalam penelitian ini, setiap siklus memiliki empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek dalam penelitian adalah siswa kelas XI SMK Cokroaminoto Kotamobagu, terdiri dari 22 siswa dengan rincian jumlah siswa laki-laki 4 orang dan perempuan 18 orang. Hasil akhir yang didapat adalah penggunaan model berbasis proyek tersebut dapat meningkatkan hasil belajar desain grafis percetakan siswa kelas XI SMK Cokroaminoto Kotamobagu.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Komputer dan Jaringan Dasar Siswa SMK
Desiree Budiman;
James Sumayku;
Hiskia Kamang Manggopa
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 2 No. 6 (2022): EduTIK : Desember 2022
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edutik.v2i6.6454
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar komputer dan jaringan dasar kelas X TKJ SMK Negeri 2 Manado. Pada pelaksanaannya digunakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan Prettest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Berdasarkan data hasil prettest yang diujikan sebelum diberikan perlakuan, dapat dilihat kedua kelas tidak terdapat perbedaan atau sama. Setelah itu proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model Problem Based Learning untuk kelas eksperimen dan metode konevensional ceramah bervariasi untuk kelas kontrol. Setelah proses pembelajaran selesai kedua kelas kemudian diberikan posttest. Dari hasil posttest yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model Problem Based Learning terhadap hasil belajar komputer dan jaringan dasar kelas X TKJ SMK Negeri 2 Manado.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Siswa SMK
Dona Isabela Tawelu;
Olivia Eunike Selvie Liando;
Hiskia Kamang Manggopa
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 2 No. 6 (2022): EduTIK : Desember 2022
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edutik.v2i6.6455
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran melalui Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pemrograman Dasar Siswa Kelas X Multimedia SMK Eklesia Jailolo. Model Pembelajaran Berbasis Masalah adalah model pembelajaran yang diawali dengan pemberian masalah kepada peserta didik dimana masalah tersebut dialami atau merupakan pengalaman sehari-hari peserta didik. Teknik Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif terhadap data berupa dokumen hasil tes siswa dan daftar nilai yang didapat dari ulangan harian. Penelitian ini melalui 2 tahapan siklus yang mana pada akhir setiap siklus dilakukan tahapan test berupa Post Tes. Pada siklus I terdiri dari 6 kali pertemuan dan siklus II terdiri dari 6 kali pertemuan. Siklus I siswa mencapai hasil belajar 60% tuntas dan 40% tidak tuntas. Siklus II siswa mencapai hasil belajar 90% tuntas dan 10% tidak tuntas. Meningkatnya hasil belajar siswa dilihat pada tahap siklus II yaitu mencapai 90% tuntas dari jumlah 20 siswa. Dengan demikian pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional atau ceramah bervariasi.
Penerapan Model PBL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Administrasi Sistem Jaringan Siswa SMK
Sakina Rimpulaeng;
Verry Ronny Palilingan;
Christine Takarina Meitty Manoppo
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 2 No. 6 (2022): EduTIK : Desember 2022
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53682/edutik.v2i6.6458
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan prosedur kerja meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, setiap siklus diadakan refleksi agar hasil belajar siswa dapat terlihat. penilaian proses didapatkan dari hasil tes siswa dalam belajar. kesimpulan hasil penelitian Tindakan kelas ini dengan menggunakan penerapan model PBL pada mata pelajaran administrasi sistem jaringan kelas XI Tkj 1 memperlihatkan bahwa siswa dapat mencapai ketuntasan hasil belajar 75-100 sebanyak 32 siswa, dari presentasenya 87,5 % atau 28 siswa mencapai ketuntasan sedangkan yang lainnya tidak mencapai ketuntasan sebanyak 4 siswa atau 12,5%.