cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,159 Documents
Perlindungan Hukum bagi Pembeli Rumah Subsidi terhadap Penipuan Kredit oleh Developer: Legal Protection for Subsidized Housing Buyers Against Credit Fraud by Developer Marta Paulina Agus Candra; Mispansyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11563

Abstract

Program rumah subsidi merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia dalam mewujudkan hak setiap warga negara atas tempat tinggal yang layak sebagaimana diamanatkan Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Namun dalam pelaksanaannya, program ini rentan disalahgunakan oleh developer melalui berbagai praktik penipuan kredit yang merugikan pembeli, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pembeli rumah subsidi terhadap penipuan kredit oleh developer serta mengidentifikasi upaya hukum yang dapat ditempuh oleh pembeli yang dirugikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan tipe doktriner dan bersifat preskriptif-analitis, melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, bentuk penipuan kredit oleh developer meliputi pemalsuan dokumen, kredit fiktif, manipulasi harga, dan wanprestasi. Perlindungan hukum bagi pembeli rumah subsidi dibangun dalam kerangka normatif yang komprehensif melalui KUH Perdata, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, serta Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Perlindungan tersebut diwujudkan melalui perlindungan preventif berupa sistem akreditasi developer, kewajiban transparansi, dan pengawasan lembaga berwenang, serta perlindungan represif melalui penegakan hukum pidana, gugatan perdata, dan sanksi administratif. Kedua, upaya hukum yang dapat ditempuh mencakup jalur litigasi berupa gugatan perdata dan pidana, serta jalur non-litigasi melalui negosiasi, mediasi, dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Sinergi antara kedua jalur tersebut menjadi kunci terwujudnya perlindungan hukum yang komprehensif dan berkeadilan bagi pembeli rumah subsidi. ABSTRACT The subsidized housing program is a strategic policy of the Indonesian government aimed at fulfilling every citizen's right to adequate housing as mandated by Article 28H paragraph (1) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. However, in practice, this program is susceptible to abuse by developers through various forms of credit fraud that harm buyers, particularly Low-Income Communities. This study aims to analyze legal protection for subsidized housing buyers against credit fraud by developers and to identify legal remedies available to aggrieved buyers. This study employs a normative legal research method of doctrinal type with a prescriptive-analytical nature, through statutory, conceptual, and case approaches. The findings reveal that: First, forms of credit fraud by developers include document falsification, fictitious credit, price manipulation, and breach of contract. Legal protection for subsidized housing buyers is established within a comprehensive normative framework encompassing the Civil Code, Law Number 8 of 1999 on Consumer Protection, Law Number 1 of 2011 on Housing and Settlement Areas, Law Number 1 of 2023 on the Criminal Code, and Law Number 6 of 2023 on Job Creation. Such protection is realized through preventive protection by means of developer accreditation systems, transparency obligations, and supervision by authorized institutions, as well as repressive protection through criminal law enforcement, civil lawsuits, and administrative sanctions. Second, available legal remedies encompass litigation channels in the form of civil and criminal lawsuits, as well as non-litigation channels through negotiation, mediation, and the Consumer Dispute Resolution Agency. The synergy between both channels is the key to achieving comprehensive and equitable legal protection for subsidized housing buyers.
Literatur Review: Pengaruh Teknik Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Post Op Fraktur: Literature Review: The effect of Benson Relaxation Technique on Reducing Pain Scale in Postoperative Frakture Patients Rahayu; Taufik Septiawan; Wanda Amelia Nurhasanah; Diah Maulia; Cahya Indah Fitriani; Tankeke; Rifky Adhitya Abdillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11564

Abstract

Fraktur atau biasa dikenal dengan patah tulang adalah kondisi dimana kontinuitas tulang terputus atau rusak akibat dari trauma, yang mana jika tidak ditangani maka akan menyebabkan rasa nyeri yang mengganggu, sehingga dibutuhkan terapi non-farmakologis seperti relaksasi benson. Relaksasi benson adalah pengalihan rasa nyeri pasien dengan lingkungan yang tenang dan badan yang relaks. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan pencarian artikel ilmiah melalui Google Scholar, PubMed dan ScienceDirect dengan rentang tahun publikasi 2022 sampai dengan 2026 yang relevan untuk dianalisis. Berdasarkan 10 artikel jurnal ilmiah yang telah dianalisis menunjukkan bahwa teknik relaksasi benson dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi fraktur. Teknik relaksasi benson efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien, tetapi dalam pemberiannya juga dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi fisik pasien, respon psikologis, jenis kelamin dan usia serta tingkat kooperatif selama intervensi. Relaksasi benson dapat dijadikan sebagai alternatif non-farmakologis sebagai pemberi rasa nyaman dan menurunkan tingkat nyeri pada pasien post operasi fraktur. ABSTRACT Fracture, commonly known as a broken bone, is a condition in which the continuity of the bone is disrupted or damaged due to trauma. If not properly managed, it can cause significant pain, thereby requiring non-pharmacological interventions such as the Benson relaxation technique. Benson relaxation is a method of diverting the patient’s pain by creating a calm environment and a relaxed physical state. This study employed a literature review method by searching for scientific articles through Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect, with a publication range from 2022 to 2026. Relevant articles were selected and analyzed. Based on the analysis of 10 scientific journal articles, the findings indicate that the Benson relaxation technique is effective in reducing pain scale in postoperative fracture patients. The Benson relaxation technique is effective in reducing pain in patients; however, its effectiveness is influenced by several factors such as the patient’s physical condition, psychological response, gender, age, and level of cooperation during the intervention. The Benson relaxation technique can be used as a non-pharmacological alternative to provide comfort and reduce pain levels in postoperative fracture patients.
Analysis of the Implementation of Health Logistics Management in Supporting Service Effectiveness at Clinics Afrida Dina Pratiwi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11571

Abstract

Health logistics management is the operational core of healthcare facilities, including independent clinics. The availability of medicines and medical devices in the right type, right quantity, and right time highly determines the quality and effectiveness of medical services. This study aims to analyze in depth the implementation of health logistics management in a primary clinic based on nine operational logistics cycles: planning, procurement, receipt/storage, distribution/maintenance, inventory, elimination, control, recording/reporting, and monitoring and evaluation. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach through in-depth interviews with the single person in charge of clinic logistics. The results show that the planning function has run quite well based on historical consumption data of 3-6 months. The implementation of the FEFO/FIFO method is consistently carried out to maintain the quality of medicines. However, several significant structural barriers were found, including a manual-traditional recording system using register books, limited storage space (physical warehouse), limited procurement budget, and a double workload of the informant which triggered administrative delays during busy patient visits. This study recommends the urgency of logistics digitalization through the Electronic Logistics Information System (eLogistics) and optimization of warehouse layout to improve long-term service effectiveness.
Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Daya Beli dan Pengeluaran Mahasiswa: The Impact of the Weakening Rupiah on Students’ Purchasing Power and Spending Fujiani Nurul Samsiah; Ariyanti Lestari; Najwa Nurul Rahmah; Zachari Muhamad Aldi; Gina Sakinah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11574

Abstract

Dinamika perekonomian global yang fluktuatif sering memberikan tekanan terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah dan berdampak pada daya beli masyarakat, termasuk mahasiswa yang bergantung pada uang saku bulanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi mahasiswa mengenai pelemahan nilai Rupiah terhadap daya belanja mereka. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berskala Likert 1-5 kepada 47 responden yang didominasi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dengan teknik purposive sampling. Hasil uji instrumen menunjukkan seluruh indikator valid (item-rest correlation 0,333-0,745) dan reliabel (Cronbach's Alpha > 0,70), serta data berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro-Wilk (p = 0,121). Analisis regresi menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara kedua variabel dengan nilai R sebesar 0,614 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,377, yang berarti persepsi mahasiswa mengenai pelemahan nilai Rupiah menjelaskan 37,7% variasi daya belanja mahasiswa, sedangkan 62,3% dipengaruhi faktor lain. Uji t menghasilkan nilai t hitung sebesar 5,22 dengan tingkat signifikansi p < 0,001, sehingga hipotesis diterima. Persamaan regresi Y = 15,199 + 0,578X menunjukkan bahwa peningkatan persepsi mengenai pelemahan Rupiah diikuti penyesuaian strategi daya belanja mahasiswa dalam mengelola pengeluarannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa dampak fluktuasi nilai tukar tidak hanya dirasakan pada tingkat makroekonomi, tetapi juga memengaruhi perilaku ekonomi konsumen muda pada tingkat mikro. ABSTRACT Unstable global economic dynamics often put pressure on the stability of the rupiah exchange rate and affect people’s purchasing power, including students who rely on monthly allowances. This study aims to analyze the impact of students’ perceptions regarding the weakening of the rupiah exchange rate on their purchasing power. This study employs a quantitative method using simple linear regression analysis. Primary data were collected via a closed-ended questionnaire with a 1-5 Likert scale from 47 respondent s-mostly students at the State Islamic University (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung - selected through purposive sampling. The results of the instrument validation showed that all indicators were valid (item-rest correlations ranged from 0.333 to 0.745) and reliable (Cronbach’s Alpha > 0.70), and the data were normally distributed based on the Shapiro-Wilk test (p = 0.121). Regression analysis revealed a fairly strong relationship between the two variables, with an R value of 0.614 and a coefficient of determination (R²) of 0.377. This indicates that students’ perceptions regarding the weakening of the rupiah exchange rate account for 37.7% of the variation in students’ purchasing power, while the remaining 62.3% is influenced by other factors.
Peningkatan Pemahaman Stres Pengasuhan melalui Psikoedukasi Berbasis Keluarga pada Ibu di Komunitas: Increasing Parenting Stress Understanding through Family-Based Psychoeducation for Mothers in the Community Cindy Claudia Aurelia Yasin; Suhadianto
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11575

Abstract

Stres pengasuhan merupakan permasalahan psikologis yang umum dialami ibu, khususnya ketika tuntutan pengasuhan dipersepsikan melebihi kapasitas sumber daya yang dimiliki. Layanan psikologi komunitas ini bertujuan mengidentifikasi dan menurunkan stres pengasuhan pada ibu-ibu Komunitas Harapan Bangsa Kecamatan S Surabaya yang dipicu oleh perbedaan dan ketidaksinkronan pola asuh (coparenting) dengan pasangan serta keterbatasan dukungan keluarga. Asesmen dilakukan terhadap 15 ibu (usia 40–57 tahun) menggunakan pendekatan mixed methods melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD), serta kuesioner screening Parenting Stress Index–Short Form (PSI-SF) dan Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS). Hasil asesmen menunjukkan stres pengasuhan tingkat sedang hingga tinggi yang menonjol pada domain parental distress, diikuti parent–child dysfunctional interaction dan difficult child, serta berkaitan dengan kesulitan regulasi emosi. Intervensi berupa psikoedukasi berbasis keluarga dilaksanakan pada level mikro (ibu dan pasangan) dan mesosistem (keluarga besar secara door to door). Evaluasi segera dengan desain pretest–posttest yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test pada SPSS menunjukkan peningkatan skor pemahaman yang sangat signifikan, dari rata-rata 31,73 menjadi 47,13 (t = -56,503; p < 0,001). Evaluasi tindak lanjut mengindikasikan meningkatnya kerja sama pengasuhan, komunikasi yang lebih terbuka, dan berkurangnya konflik pola asuh. Disimpulkan bahwa psikoedukasi berbasis keluarga efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan stres pengasuhan ibu pada konteks komunitas.
Hubungan High Density Lipoprotein dengan Fatty Liver pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia yang Mengalami Obesitas: The Relationship Between High-Density Lipoprotein and Fatty Liver in Students of the Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia Who Experience Obesity Muhammad Surya Samudra; Prema Hapsari Hidayati; Dian Fahmi Utami; Febie Irsandy; Dwi Pratiwi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11576

Abstract

Fatty liver atau Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) merupakan salah satu manifestasi gangguan metabolik yang sering ditemukan pada individu obesitas. Kadar High Density Lipoprotein (HDL) yang rendah diketahui berhubungan dengan gangguan metabolisme lipid dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya perlemakan hati. Mengetahui hubungan kadar High Density Lipoprotein (HDL) dengan kejadian fatty liver pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia yang mengalami obesitas. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 33 mahasiswa obesitas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kadar HDL diperiksa melalui pemeriksaan laboratorium darah, sedangkan status fatty liver ditentukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) hati. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (60,6%), berada pada kategori obesitas II (54,5%), dan memiliki kadar HDL rendah (48,5%). Kejadian fatty liver ditemukan pada 11 responden (33,3%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kadar HDL dengan kejadian fatty liver (p=0,022). Responden dengan kadar HDL rendah memiliki proporsi fatty liver lebih tinggi (56,3%) dibandingkan responden dengan HDL normal (15,4%), sedangkan tidak ditemukan kasus fatty liver pada responden dengan HDL tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar HDL dengan kejadian fatty liver pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia yang mengalami obesitas. Kadar HDL yang rendah berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya fatty liver. ABSTRACT Fatty liver, or Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD), is a metabolic disorder commonly observed among individuals with obesity. Reduced High-Density Lipoprotein (HDL) levels are linked to disturbances in lipid metabolism and may contribute to a higher risk of developing fatty liver. This study aimed to analyze the relationship between HDL levels and the occurrence of fatty liver among obese students at the Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted. A total of 33 obese students were selected using purposive sampling. HDL levels were measured through blood laboratory examinations, while fatty liver status was assessed using abdominal ultrasound (USG). The association between variables was analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p < 0.05. The majority of participants were male (60.6%), classified as obesity class II (54.5%), and had low HDL levels (48.5%). Fatty liver was identified in 11 respondents (33.3%). Bivariate analysis indicated a significant relationship between HDL levels and fatty liver disease (p = 0.022). Individuals with low HDL levels showed a higher proportion of fatty liver (56.3%) compared to those with normal HDL levels (15.4%), while no cases were observed among participants with high HDL levels. The findings demonstrate a significant association between HDL levels and fatty liver in obese medical students at the Faculty of Medicine, Muslim University of Indonesia, indicating that lower HDL levels are related to an increased risk of fatty liver disease
Relevansi dan Kesenjangan Prinsip Komunikasi Islam dalam Hadis Terhadap Perilaku Komunikasi di Era Digital: The Relevance and Discrepancies Between the Principles of Islamic Communication in the Hadith and Communication Behavior in the Digital Age Erizal; Meilia Arizka; Lutfi Alisya; Febi Inealisia; Nayla Alifvia Yulistine; Edi Amin
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11578

Abstract

Penelitian ini membahas relevansi serta kesenjangan antara prinsip komunikasi Islam yang bersumber dari hadis dengan perilaku komunikasi masyarakat di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis hadis-hadis terkait komunikasi serta berbagai literatur komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis mengajarkan prinsip komunikasi yang berlandaskan kejujuran (?idq), amanah, tabayyun, menjaga lisan, kesantunan, dan larangan menyakiti orang lain. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan komunikasi digital, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, serta komunikasi yang impulsif. Namun, implementasi prinsip-prinsip tersebut masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya literasi digital, lemahnya internalisasi nilai-nilai keagamaan, faktor psikologis pengguna media digital, serta budaya komunikasi yang mengutamakan kecepatan dan popularitas. Oleh karena itu, diperlukan penguatan literasi digital berbasis etika Islam serta peningkatan kesadaran individu agar komunikasi digital dapat berlangsung secara bertanggung jawab, beretika, dan selaras dengan ajaran Islam. ABSTRACT This study examines the relevance and gaps between Islamic communication principles derived from the hadith and people’s communication behaviors in the digital age. The method used is a literature review, analyzing hadiths related to communication as well as various works on digital communication. The results show that the hadith teach communication principles based on honesty (?idq), trustworthiness, verification (tabayyun), guarding one’s speech, politeness, and the prohibition against harming others. These values are highly relevant in addressing various challenges of digital communication, such as the spread of misinformation, hate speech, cyberbullying, and impulsive communication. However, the implementation of these principles still faces various obstacles, including low digital literacy, weak internalization of religious values, psychological factors among digital media users, and a communication culture that prioritizes speed and popularity. Therefore, it is necessary to strengthen digital literacy based on Islamic ethics and raise individual awareness so that digital communication can take place responsibly, ethically, and in harmony with Islamic teachings.
Implementasi Program Pembinaan dan Reintegrasi Sosial bagi Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong: Implementation of the Social Rehabilitation and Reintegration Program for Juvenile Offenders at the Class II Tenggarong Special Juvenile Correctional Facility (LPKA) Rofi Adhiatul Ariiqoh; Sherny Denisa Sari; Salwa Salsabila Aulia Ridwan; Nurhikma Resky Rahmadani; Anggie Selviana; Nurhalisa; Lukman; Uut Rahayuningsih
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11585

Abstract

Anak yang berhadapan dengan hukum merupakan kelompok rentan yang memerlukan perlindungan dan pembinaan khusus guna menjamin tumbuh kembangnya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pembinaan dan reintegrasi sosial bagi anak didik pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong. Penelitian menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petugas LPKA dan anak binaan, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan di LPKA Kelas II Tenggarong dilaksanakan melalui pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian. Pembinaan kepribadian dilakukan melalui kegiatan keagamaan, pembentukan disiplin, layanan kesehatan, dan pendampingan psikologis, sedangkan pembinaan kemandirian diwujudkan melalui berbagai pelatihan keterampilan. Selain itu, pemenuhan hak pendidikan dilaksanakan melalui program pendidikan kesetaraan yang bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Reintegrasi sosial dilakukan dengan menjaga hubungan anak dengan keluarga, pemberian layanan konseling, serta persiapan keterampilan untuk kembali ke masyarakat. Meskipun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya motivasi sebagian anak binaan, serta stigma sosial di masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan program pembinaan dan kerja sama berbagai pihak guna mendukung keberhasilan reintegrasi sosial anak didik pemasyarakatan. ABSTRACT Children in conflict with the law constitute a vulnerable group requiring special protection and guidance to ensure their optimal growth and development. This study aims to analyze the implementation of rehabilitation and social reintegration programs for juvenile inmates at the Special Development Institution for Children (LPKA) Class II Tenggarong. The research employed an empirical legal method with a qualitative descriptive approach. Primary data were collected through interviews with LPKA officers and juvenile inmates, while secondary data were obtained from legislation, literature, and supporting documents. The findings indicate that the rehabilitation program at LPKA Class II Tenggarong is implemented through personality development and vocational development programs. In addition, the fulfillment of educational rights is facilitated through equivalency education programs in collaboration with Community Learning Activity Centers (PKBM). Social reintegration efforts are implemented by maintaining family relationships, providing counseling services, and preparing children with practical skills for their return to society. However, the implementation of these programs still faces several challenges, including limited facilities and infrastructure, low motivation among some juvenile inmates, and persistent social stigma within the community. Therefore, strengthening rehabilitation programs and enhancing cooperation among stakeholders are necessary to support the successful social reintegration of juvenile inmates.
Hegemoni Positivisme Hukum terhadap Eksistensi Hukum Adat dan Upaya Konstruksi Sistem Hukum Nasional Berbasis Keindonesiaan: The Hegemony of Legal Positivism over the Existence of Customary Law and Efforts to Construct a National Legal System Rooted in Indonesian Identity Adinda Nofitria; Muhammad Irwansyah Irhaska; Nurhalisa; Elviandri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11588

Abstract

Sistem hukum Indonesia menyimpan paradoks yang belum terselesaikan konstitusi mengakui pluralisme normatif, namun praktik hukum nasional masih didominasi epistemologi positivistik warisan kolonial Belanda. Tulisan ini mengkaji bagaimana hegemoni positivisme hukum berdampak terhadap eksistensi hukum adat dan kearifan lokal, sekaligus menawarkan konstruksi sistem hukum nasional berbasis ke-Indonesian yang mengakomodasi pluralisme hukum secara substantif dan berkeadilan. Kajian dilakukan secara yuridis normatif melalui studi kepustakaan dengan pendekatan filsafat hukum dan socio-legal, menggunakan bahan hukum primer berupa UUD 1945, Undang-Undang No. 12 Tahun 2011, Undang-Undang No. 48 Tahun 2009, dan putusan pengadilan terkait hak masyarakat adat, serta bahan hukum sekunder dari literatur akademik dan jurnal ilmiah. Hegemoni positivisme terbukti mereduksi hukum adat menjadi sistem subordinat melalui empat dimensi: legislasi, pendidikan hukum, yudikasi, dan birokrasi, sebagaimana tercermin dalam kasus Nenek Minah dan gugatan masyarakat adat Awyu di Papua. Konstruksi ke-Indonesian yang ditawarkan menempatkan hukum negara, hukum adat, dan hukum Islam sebagai tiga pilar setara dengan bertumpu pada Pancasila sebagai rechtsidee, strong legal pluralism Griffiths, fusion of horizons Gadamer, dan hukum responsif Nonet-Selznick. Reformasi mendesak meliputi rekonstruksi Undang-Undang No. 12 Tahun 2011, pengesahan RUU Masyarakat Adat, penguatan yurisprudensi progresif, dan pembaruan kurikulum hukum nasional. ABSTRACT Indonesia's legal system harbors an unresolved paradox: the constitution acknowledges normative pluralism, yet national legal practice remains dominated by positivistic epistemology inherited from Dutch colonialism. This paper examines how the hegemony of legal positivism affects the existence of customary law and local wisdom, while offering a ke-Indonesian-based national legal system construction that substantively accommodates legal pluralism. The study employs a normative juridical method through library research using legal philosophy and socio-legal approaches, drawing on primary legal materials comprising the 1945 Constitution, Law No. 12 of 2011, Law No. 48 of 2009, and court decisions on indigenous rights, alongside secondary sources from academic literature and scientific journals. Legal positivism hegemony demonstrably reduces customary law to a subordinate system across four dimensions: legislation, legal education, adjudication, and bureaucracy, as reflected in the Nenek Minah case and the Awyu indigenous community lawsuit in Papua. The proposed ke-Indonesian construction places state law, customary law, and Islamic law as three equal pillars grounded in Pancasila as rechtsidee, Griffiths' strong legal pluralism, Gadamer's fusion of horizons, and Nonet-Selznick's responsive law theory. Urgent reforms include reconstruction of Law No. 12 of 2011, enactment of the Indigenous Peoples Bill, strengthening of progressive jurisprudence, and national legal education curriculum reform.
Peran Riset Pelanggan dalam Mengurangi Churn dan Meningkatkan Loyalitas Pada UMKM Homelaundry: The Role of Customer Research in Reducing Churn and Increasing Loyalty Among Homelaundry SMEs Golan Hasan; Andre; Vincent Kie
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran riset pelanggan dalam mengurangi churn dan meningkatkan loyalitas pelanggan pada UMKM homelaundry. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada usaha homelaundry yang telah beroperasi lebih dari satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riset pelanggan mampu mengidentifikasi faktor utama penyebab churn, seperti keterlambatan layanan, kualitas hasil laundry yang tidak konsisten, dan lambatnya komunikasi admin. Temuan ini kemudian menjadi dasar dalam penerapan strategi Customer Relationship Management berupa personalisasi layanan, promo repeat order, service recovery, dan digital engagement sederhana. Implementasi strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan repeat order, memperkuat hubungan emosional pelanggan, serta mendorong loyalitas jangka panjang. Penelitian ini menegaskan bahwa customer insight berbasis riset pelanggan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan UMKM homelaundry di tengah persaingan jasa yang semakin kompetitif. ABSTRACT This study aims to analyze the role of customer research in reducing churn and improving customer loyalty in home laundry SMEs. The research applies a qualitative case study approach through observation, interviews, and documentation in a home laundry business operating for more than one year. The findings reveal that customer research successfully identifies the main causes of churn, including service delays, inconsistent laundry quality, and slow administrative responses. These insights then become the basis for implementing Customer Relationship Management strategies such as service personalization, repeat-order promotions, service recovery, and simple digital engagement. The implementation of these strategies has proven effective in increasing repeat orders, strengthening emotional customer relationships, and encouraging long-term loyalty. This study confirms that customer insight derived from systematic customer research serves as an essential foundation for the sustainability of home laundry SMEs amid increasingly competitive service industry conditions.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 7: July 2026 Vol. 9 No. 7: Juli 2026 Vol. 9 No. 6: Juni 2026 Vol. 9 No. 5: Mei 2026 Vol. 9 No. 4: April 2026 Vol. 9 No. 3: Maret 2026 Vol. 9 No. 2: Februari 2026 Vol. 9 No. 1: Januari 2026 Vol. 9 No. 6: Juni Vol. 8 No. 12: Desember 2025 Vol. 8 No. 11: November 2025 Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 Vol. 8 No. 9: September 2025 Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 Vol. 8 No. 7: Juli 2025 Vol. 8 No. 6: Juni 2025 Vol. 8 No. 5: Mei 2025 Vol. 8 No. 4: April 2025 Vol. 8 No. 3: Maret 2025 Vol. 8 No. 2: Februari 2025 Vol. 8 No. 1: Januari 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 Vol. 7 No. 11: November 2024 Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 Vol. 7 No. 9: September 2024 Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 Vol. 7 No. 7: July 2024 Vol. 7 No. 6: Juni 2024 Vol. 7 No. 5: MEI 2024 Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 Vol. 7 No. 3: MARET 2024 Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 Vol. 6 No. 7: JULI 2023 Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 Vol. 6 No. 5: MEI 2023 Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 Vol. 6 No. 3: MARET 2023 Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2022 Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 7: JULI 2022 Vol. 5 No. 6: JUNI 2022 Vol. 5 No. 5: MEI 2022 Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 Vol. 5 No. 3: MARET 2022 Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2022 Vol. 5 No. 1: JANUARI 2022 Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2021 Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2021 Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2021 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2021 Vol. 4 No. 7: JULI 2021 Vol. 4 No. 6: JUNI 2021 Vol. 4 No. 5: MEI 2021 Vol. 4 No. 4: APRIL 2021 Vol. 4 No. 3: MARET 2021 Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2021 Vol. 4 No. 1: JANUARI 2021 Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2020 Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2020 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2020 Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 Vol. 3 No. 4: JULI 2020 Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 Vol. 3 No. 2: MEI 2020 Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 More Issue