cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,159 Documents
Pluralisme Beragama: Religious Pluralism Abdul Iqbal; Imam Ahmad Ritonga; Leo Wandira Sirait; Fachri Abdi Wiguna; Muhammad Dwi Ramadan; Muhammad Ripaldo Siregar; Muhammad Idris Batubara; Muhammad Hidayatullah; Radjasa Hazairin Lubis; Rizki Fikriansyah Siregar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11592

Abstract

Pluralisme keagamaan diartikan sebagai perspektif yang mengabsahkan keanekaragaman keyakinan sebagai realitas sosial yang wajib dihormati dalam kehidupan kolektif. Konsep ini memegang peranan strategis dalam mengonstruksi kerukunan dan perdamaian di dalam masyarakat multikultural. Menggunakan pendekatan studi literatur (library research), artikel ini bermaksud menganalisis konseptualisasi pluralisme, faktor-faktor determinan keberhasilannya, serta kendala implementasinya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pluralisme keagamaan berorientasi pada pengembangan sikap saling menghormati, dialog interaktif, dan sinergi antarumat beragama dengan tetap mempertahankan partikularitas identitas keagamaan tiap individu. Kendati berkontribusi positif terhadap integrasi sosial masyarakat majemuk, manifestasinya masih dihadapkan pada resistensi berupa fanatisme ekstrem, bias sosial, dan rendahnya kesadaran akan kebinekaan. Oleh sebab itu, akselerasi pendidikan inklusif, forum dialog antariman, dan pelembagaan nilai toleransi menjadi urgensi yang harus diupayakan demi menciptakan relasi sosial yang damai. ABSTRACT Religious pluralism is defined as a perspective that validates the diversity of faiths as a social reality that must be respected within collective life. This concept plays a strategic role in constructing harmony and peace within multicultural societies. Utilizing a literature review approach (library research), this article aims to analyze the conceptualization of pluralism, its determinant factors for success, and the obstacles to its implementation. The research findings indicate that religious pluralism is oriented toward developing mutual respect, interactive dialogue, and synergy among religious communities while maintaining the particularity of each individual's religious identity. While contributing positively to the social integration of a pluralistic society, its manifestation is still confronted with resistance in the form of extreme fanaticism, social bias, and a low awareness of diversity. Therefore, the acceleration of inclusive education, interfaith dialogue forums, and the institutionalization of tolerance values are urgent priorities that must be pursued to create peaceful social relations.
Rancang Bangun Sistem Absensi dan Jurnal Kegiatan Harian Guru Berbasis Website Menggunakan Metode Agile Methodology dengan Bahasa Php (Studi Kasus: Mi Khoirul Huda Bedahan Kota Depok): Design and Development of a Web-Based Attendance and Daily Teacher Activity Log System Using the Agile Methodology and the PHP Programming Language (Case Study: MI Khoirul Huda Bedahan, Depok City) Edo Aditya Saputra; Farhan Aljihadillah; Fikri Aliansyah Juana; Afiani Agus Abdillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11597

Abstract

Proses pencatatan absensi siswa dan jurnal kegiatan harian guru di MI Khoirul Huda Bedahan Kota Depok sebelumnya masih dilakukan secara manual sehingga menyebabkan proses pengelolaan data menjadi kurang efektif, memerlukan waktu yang relatif lama, serta berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan dan kehilangan data. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem absensi siswa dan jurnal kegiatan harian guru berbasis website yang dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi sekolah. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Agile Methodology yang terdiri dari tahapan perencanaan, perancangan, pengembangan, pengujian, dan evaluasi secara iteratif. Sistem dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan database MySQL serta dirancang untuk mendukung dua jenis pengguna, yaitu admin dan guru. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan setiap fungsi berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur pada sistem, meliputi autentikasi pengguna, pengelolaan data master, pengisian absensi siswa, pencatatan jurnal kegiatan harian guru, serta pembuatan laporan dalam format Excel, dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan hasil yang diharapkan. Implementasi sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan data, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta mendukung proses digitalisasi administrasi di MI Khoirul Huda Bedahan Kota Depok. ABSTRACT At MI Khoirul Huda Bedahan in Depok, the process of recording student attendance and teachers’ daily activity logs was previously done manually, resulting in inefficient data management, a relatively time-consuming process, and a potential for recording errors and data loss. This study aims to design and develop a web-based system for student attendance and teachers’ daily activity logs that can help improve the effectiveness of school administration. The system development method used was the Agile Methodology, which consists of iterative stages of planning, design, development, testing, and evaluation. The system was developed using the PHP programming language with a MySQL database and was designed to support two types of users: administrators and teachers. System testing was conducted using the Black Box Testing method to ensure that every function operates in accordance with user requirements. Test results show that all system features—including user authentication, master data management, student attendance recording, teacher daily activity journal entries, and report generation in Excel format—function properly as expected. The implementation of this system has improved data management efficiency, reduced the risk of recording errors, and supported the digitization of administrative processes at MI Khoirul Huda Bedahan in Depok City.
Kewajiban Internasional Negara Terhadap Kejahatan Agresi dalam Konflik Amerika Serikat-Iran: Studi Perbandingan Berdasarkan Statuta Roma 1998, Konvensi Jenewa 1949. Dan Prinsip Erga Omnes: States’ International Obligations Regarding The Crime Of Aggression In The U.S.-Iran Conflict: A Comparative Study Based On The 1998 Rome Statute, The 1949 Geneva Conventions, And The Erga Omnes Principle Farada Nur Aini; Zaskiyah Sarah Salimah; Dimas Darmawan; Niken Fakhira Suhudi; Yunan Prasetyo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11600

Abstract

ABSTRAK Artikel ini mengkaji kewajiban internasional negara terhadap kejahatan agresi dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran melalui studi perbandingan berdasarkan Statuta Roma 1998, Konvensi Jenewa 1949, dan prinsip kewajiban erga omnes. Permasalahan ini menjadi penting seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang menimbulkan persoalan mengenai legalitas penggunaan kekuatan menurut hukum internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan kejahatan agresi dalam Statuta Roma dan Amendemen Kampala 2010, mengkaji kewajiban negara berdasarkan hukum humaniter internasional dan prinsip erga omnes, serta membandingkan kedudukan Amerika Serikat dan Iran terhadap kewajiban tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Analisis didasarkan pada berbagai instrumen hukum internasional, antara lain Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional, Amendemen Kampala Tahun 2010, Konvensi Jenewa Tahun 1949, serta Draft Articles on Responsibility of States for Internationally Wrongful Acts 2001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan agresi merupakan kewajiban erga omnes yang mengikat seluruh negara tanpa memandang status keanggotaannya dalam Statuta Roma. Dengan demikian, baik Amerika Serikat maupun Iran tetap berkewajiban untuk menghormati hukum humaniter internasional dan menghindari penggunaan kekuatan yang bertentangan dengan hukum internasional. Pelanggaran terhadap kewajiban tersebut dapat menimbulkan tanggung jawab negara serta, dalam keadaan tertentu, pertanggungjawaban pidana individu. Oleh karena itu, penguatan mekanisme pertanggungjawaban internasional menjadi penting guna menjaga perdamaian, keamanan, dan keadilan internasional. ABSTRACT This article examines the international obligations of states regarding the crime of aggression in the context of the conflict between the United States and Iran through a comparative study based on the Rome Statute of 1998, the 1949 Geneva Conventions, and the principle of erga omnes obligations. The issue is significant due to the increasing tensions between the two states, which raise concerns regarding the legality of the use of force under international law. This study aims to analyze the regulation of the crime of aggression under the Rome Statute and the Kampala Amendments, to examine the obligations of states under international humanitarian law and erga omnes principles, and to compare the positions of the United States and Iran concerning those obligations. This research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. The analysis is based on primary legal sources, including the United Nations Charter, the Rome Statute of the International Criminal Court, the Kampala Amendments of 2010, the Geneva Conventions of 1949, and the International Law Commission's Draft Articles on State Responsibility. The findings indicate that the prohibition of aggression constitutes an obligation erga omnes binding upon all states regardless of their membership in the Rome Statute. Consequently, both the United States and Iran are required to respect international humanitarian law and refrain from the unlawful use of force. Violations of these obligations may give rise to state responsibility and, under certain circumstances, individual criminal responsibility. Therefore, strengthening international accountability mechanisms remains essential to uphold international peace, security, and justice.
Implementasi Customer Relationship Management Berbasis Software pada UMKM Home Laundry Taman Kota Batam: Implementation of Software-Based Customer Relationship Management at the Taman Kota Batam Home Laundry MSME Golan Hasan; William Ganda Fang; Raymond Sinclair Nucter
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11606

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengelolaan hubungan pelanggan melalui penerapan Customer Relationship Management (CRM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi CRM berbasis software pada Home Laundry Taman Kota Batam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi terhadap aktivitas operasional usaha. Analisis dilakukan menggunakan framework CRM yang terdiri dari People, Process, dan Technology serta tahapan CRM acquire, enhance, dan retain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Home Laundry telah menerapkan CRM melalui pelayanan yang ramah, komunikasi yang responsif, dan upaya menjaga kualitas layanan untuk mempertahankan pelanggan. Aspek people dan process telah berjalan dengan cukup baik, sedangkan aspek technology masih memerlukan pengembangan karena belum adanya sistem CRM yang terintegrasi. Oleh karena itu, penggunaan perangkat lunak CRM sederhana seperti WhatsApp Business dan aplikasi pengelolaan data pelanggan direkomendasikan untuk meningkatkan efektivitas hubungan pelanggan. Implementasi CRM berbasis teknologi diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan serta mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. ABSTRACT The development of information technology has encouraged Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to improve service quality and customer relationship management through the implementation of Customer Relationship Management (CRM). This study aims to analyze the implementation of software-based CRM at Home Laundry Taman Kota Batam. The research employed a qualitative approach using a case study method through observation of business operational activities. The analysis was conducted using the CRM framework consisting of People, Process, and Technology, as well as the CRM stages of acquire, enhance, and retain. The findings indicate that Home Laundry has implemented CRM through friendly service, responsive communication, and efforts to maintain service quality in order to retain customers. The people and process dimensions have been implemented relatively well, while the technology dimension still requires improvement due to the absence of an integrated CRM system. Therefore, the use of simple CRM software such as WhatsApp Business and customer database management applications is recommended to enhance the effectiveness of customer relationship management. The implementation of technology-based CRM is expected to increase customer loyalty and support sustainable business growth.
Analisis Pengaruh Faktor Teknologi, Organisasi, dan Lingkungan terhadap Adopsi AI melalui Inovasi sebagai Mediasi: Studi pada Perbankan Indonesia: Analysis of the Influence of Technological, Organizational, and Environmental Factors on AI Adoption through Innovation as a Mediating Variable: A Study of the Indonesian Banking Sector Anjelika Hinsila; Keysha Audya Rahma; Fitria Nurrahmah Kuswidyanti; Deni Darmawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11607

Abstract

“Perubahan digital mendorong industri perbankan untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam rangka meningkatkan efektivitas operasional serta menunjang penerapan tanggung jawab sosial korporasi (corporate social responsibility). Kajian ini bertujuan menilai pengaruh aspek teknologi, organisasi, dan lingkungan dalam kerangka Technology-Organization-Environment (TOE) terhadap intensi penerapan AI, sekaligus menguji peran inovasi organisasi sebagai variabel mediasi pada sektor perbankan di Indonesia. Studi menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 70 partisipan yang merupakan pengambil keputusan di lembaga perbankan, melalui teknik sampling jenuh (sensus). Data diperoleh menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis dengan perangkat lunak SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil kajian memperlihatkan bahwa aspek teknologi (kapabilitas teknologi dan keunggulan relatif), aspek organisasi (pengetahuan pengambil keputusan dan kekuatan finansial), serta sebagian besar aspek lingkungan (kesiapan mitra, persepsi manfaat, dukungan pemerintah, dan keberadaan sistem hukum) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan AI. Inovasi organisasi terbukti memediasi keterkaitan tersebut, meskipun ketika inovasi dimasukkan sebagai mediasi, pengaruh dukungan pemerintah menjadi tidak signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa kapabilitas inovasi merupakan mekanisme utama yang menerjemahkan faktor kontekstual TOE menjadi keputusan penerapan AI dalam inisiatif CSR.” ABSTRACT “Digitalization motivates the banking industry to integrate artificial intelligence to enhance operational effectiveness and to sustain the execution of corporate social responsibility. This research intends to evaluate the impact of technological, organizational, and environmental aspects within the Technology-Organization-Environment (TOE) framework on the intention to implement AI, and to assess the role of organizational innovation as a mediating variable in the Indonesian banking industry. The research applies a quantitative approach using a survey method on 70 participants who are decision-makers in banking institutions, chosen through saturated (census) sampling. Data were obtained through a five-point Likert scale questionnaire and analyzed using SPSS software through validity, reliability, classical assumption, and hypothesis tests (t-test and F-test). The findings reveal that technological aspects (technology competence and relative advantage), organization factors (decision-maker knowledge and financial strength), and most environment factors (partner readiness, perceived benefit, government support, and legal system presence) have a positive and significant effect on AI adoption. Organizational innovation is proven to mediate these relationships, although when innovation is included as a mediator, the effect of government support becomes insignificant. These findings confirm that innovation capability is the key mechanism translating the contextual TOE factors into AI adoption decisions in CSR initiatives.”
Studi Literatur: Peran Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Indonesia: Literature Review: The Role of the Electronic-Based Government System (SPBE) in Improving the Quality of Public Services in Indonesia Agustinus Murselu Tagung; Indah Permata Laoe
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11608

Abstract

Di era transformasi digital, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkualitas semakin meningkat. Indonesia merespons hal ini melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagai kerangka kebijakan nasional yang mewajibkan seluruh instansi pemerintah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran SPBE dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan kerangka SERVQUAL yang diadaptasi untuk konteks e-government, mencakup lima dimensi kualitas layanan: tangibility, reliability, responsivitas, assurance, dan empati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SPBE telah memberikan dampak positif yang signifikan. Indeks SPBE nasional meningkat dari 1,98 pada tahun 2018 menjadi 3,12 pada tahun 2024, serta mendorong Indonesia naik 13 peringkat ke posisi ke-64 dalam UN E-Government Development Index. Dimensi tangibility, reliability, dan responsivitas mengalami peningkatan nyata, termasuk penurunan waktu proses perizinan hingga 70% di beberapa daerah. Namun, dimensi assurance masih menjadi kelemahan akibat insiden keamanan siber, sementara dimensi empati terkendala kesenjangan digital bagi kelompok rentan dan masyarakat di daerah terpencil. Ke depan, diperlukan penguatan keamanan siber, pemerataan infrastruktur digital, serta pendalaman integrasi antarsistem agar manfaat SPBE dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. ABSTRACT In the era of digital transformation, public demand for fast, transparent, and high-quality public services is on the rise. Indonesia has responded to this by issuing Presidential Regulation No. 95 of 2018 on the Electronic-Based Government System (SPBE) as a national policy framework that requires all government agencies to integrate information and communication technology into the administration of government. This study aims to analyze the role of SPBE in improving the quality of public services in Indonesia. It employs a qualitative approach using a literature review method. The analysis was conducted using the SERVQUAL framework adapted for the e-government context, covering five dimensions of service quality: tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The results indicate that the implementation of SPBE has had a significant positive impact. The national SPBE index rose from 1.98 in 2018 to 3.12 in 2024, propelling Indonesia up 13 ranks to 64th place in the UN E-Government Development Index. The dimensions of tangibility, reliability, and responsiveness have seen significant improvements, including a reduction in licensing processing times by up to 70% in some regions. However, the assurance dimension remains a weakness due to cybersecurity incidents, while the empathy dimension is hampered by the digital divide affecting vulnerable groups and communities in remote areas. Moving forward, it is necessary to strengthen cybersecurity, ensure equitable distribution of digital infrastructure, and deepen inter-system integration so that the benefits of SPBE can be felt equally by all segments of Indonesian society.
Dinamika Partisipasi Masyarakat dalam Proses Pengambilan Keputusan di Tingkat Desa: Sebuah Kajian Konseptual: The Dynamics of Community Participation in the Decision-Making Process at the Village Level: A Conceptual Study Oktavaiano Damario; Chendana Ena
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11609

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan fondasi demokrasi desa yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Namun, di balik jaminan regulasi tersebut, dinamika partisipasi di tingkat desa menunjukkan realitas yang jauh lebih kompleks antara partisipasi substantif yang bermakna dan partisipasi seremonial yang hanya memenuhi prosedur formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk dan dinamika partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan desa, mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambatnya, serta merumuskan kerangka konseptual integratif sebagai panduan bagi penguatan tata kelola desa partisipatif. Menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan analisis konten terhadap 25 sumber ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024, penelitian ini menemukan bahwa partisipasi masyarakat desa bergerak dalam spektrum yang luas: dari mobilisasi pasif hingga ko-produksi kebijakan. Hambatan struktural seperti dominasi elite lokal, rendahnya kapasitas BPD, dan kesenjangan digital menjadi tantangan sistemik yang belum terpecahkan. Penelitian ini mengajukan Model DIAP (Desain Informasi Aksi Pengawasan) sebagai kerangka kerja baru yang mengintegrasikan dimensi kelembagaan, sosial budaya, dan teknologi dalam satu siklus partisipasi yang koheren. Kontribusi utama penelitian ini adalah menyediakan peta konseptual yang dapat dioperasionalisasikan oleh pemerintah desa dalam merancang forum partisipasi yang lebih inklusif dan berdampak nyata. ABSTRACT Community participation is the foundation of village democracy, as mandated by Law No. 6 of 2014 on Villages. However, despite these regulatory guarantees, the dynamics of participation at the village level reveal a far more complex reality—one that spans the spectrum from meaningful, substantive participation to ceremonial participation that merely fulfills formal procedures. This study aims to analyze the forms and dynamics of community participation in village decision-making, identify its driving and inhibiting factors, and formulate an integrative conceptual framework as a guide for strengthening participatory village governance. Using a literature review method with a content analysis approach on 25 scientific sources published between 2015 and 2024, this study found that village community participation spans a broad spectrum: from passive mobilization to policy co-production. Structural barriers such as the dominance of local elites, the low capacity of Village Consultative Bodies (BPD), and the digital divide remain unresolved systemic challenges. This study proposes the DIAP Model (Design, Information, Action, Oversight) as a new framework that integrates institutional, sociocultural, and technological dimensions into a single, coherent participation cycle. The study’s main contribution is to provide a conceptual map that village governments can operationalize to design more inclusive and impactful participatory forums.
Peran Chat Gpt dalam Pengambilan Keputusan Akademik Mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara : Kajian Studi Literatur: The Role Of Chatgpt In Academic Decision-Making Among Students In The Public Administration Program: A Literature Review Mike Delsi Nitsae; Angelique Feodora Karissa Gaspersz
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11615

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi, termasuk pada program studi Ilmu Administrasi Negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ChatGPT dalam mendukung pengambilan keputusan akademik mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2019 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa ChatGPT berperan sebagai alat bantu dalam proses pencarian informasi, penyusunan tugas akademik, pemahaman konsep kebijakan publik, serta perencanaan studi. Penggunaan ChatGPT memberikan kemudahan akses terhadap sumber pengetahuan yang relevan, namun juga menimbulkan kekhawatiran terkait akurasi informasi, ketergantungan teknologi, dan integritas akademik. Temuan ini menggambarkan perlunya kebijakan penggunaan kecerdasan buatan yang terintegrasi dalam kurikulum pendidikan administrasi negara. ABSTRACT The development of artificial intelligence, particularly ChatGPT, has brought significant changes to higher education, including in Public Administration study programs. This study aims to analyze the role of ChatGPT in supporting academic decision-making among students of the Public Administration Study Program. The method employed is a literature review examining various scientific sources published between 2019 and 2024. The findings indicate that ChatGPT serves as a tool in the process of information retrieval, academic task completion, understanding of public policy concepts, and study planning. The use of ChatGPT provides easier access to relevant knowledge sources; however, it also raises concerns regarding information accuracy, technological dependence, and academic integrity. These findings highlight the need for artificial intelligence usage policies integrated into the public administration education curriculum.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN TAMBANG ILEGAL (STUDI TAMBANG EMAS DI DESA LABUAN TOPOSO KEC LABUAN KABUPATEN DONGGALA) Moh Mahmud
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penanganan tambang emas ilegal di Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala. Fenomena maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) telah menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari kerusakan lingkungan hingga konflik sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman & Saldana. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kebijakan masih menghadapi kendala struktural, kultural, serta lemahnya pengawasan dan penegakan hukum. Kajian ini berkontribusi pada pemahaman tindakan konkrit yang diperlukan untuk efektivitas kebijakan penanganan PETI.
Strategi Komunikasi Pemasaran Digital dalam Meningkatkan Penjualan Produk Lokal Kain Tenun Ikat: Digital Marketing Communication Strategies for Boosting Sales of Local Ikat-Woven Textiles Maria Angela Sepi; Chalista A M K Pellokila
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 7: July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11627

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital dalam meningkatkan penjualan produk lokal kain tenun ikat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan sumber resmi yang relevan dengan komunikasi pemasaran digital, integrated marketing communication (IMC), UMKM, dan tenun ikat yang diterbitkan pada rentang tahun 2018–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang paling efektif adalah pemanfaatan media sosial berbasis visual (Instagram dan TikTok), marketplace (Shopee dan Tokopedia), serta penerapan IMC yang mengintegrasikan seluruh kanal dengan narasi budaya yang konsisten. Hingga Juli 2024, sebanyak 25,5 juta UMKM telah masuk ekosistem digital, 32 juta merchant menggunakan QRIS dengan sekitar 95 persen di antaranya merupakan UMKM, dan ekonomi digital Indonesia mencapai USD 90 miliar atau Rp1.420 triliun. Hambatan utama meliputi rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, minimnya pemahaman analitik platform, dan infrastruktur internet yang belum merata. Penelitian ini menegaskan bahwa pemasaran digital tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan daya saing tenun ikat di pasar nasional dan global. ABSTRACT This study aims to analyze digital marketing communication strategies for increasing sales of local ikat weaving products. The research employs a qualitative approach using a literature review method. Data were collected from books, scientific journals, and official sources related to digital marketing communication, integrated marketing communication (IMC), MSMEs, and ikat weaving published between 2018 and 2025. The findings indicate that the most effective strategies are visual-based social media (Instagram and TikTok), marketplaces (Shopee and Tokopedia), and the application of IMC that integrates all channels with consistent cultural messaging. By July 2024, 25.5 million MSMEs had entered the digital ecosystem, 32 million merchants had adopted QRIS with approximately 95 percent being MSMEs, and Indonesia's digital economy reached USD 90 billion or IDR 1,420 trillion. Major barriers include low digital literacy, limited human resources, insufficient understanding of platform analytics, and uneven internet infrastructure. The study concludes that digital marketing not only increases sales but also strengthens cultural identity and the competitiveness of ikat weaving in the national and global market.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 7: Juli 2026 Vol. 9 No. 7: July 2026 Vol. 9 No. 6: Juni 2026 Vol. 9 No. 5: Mei 2026 Vol. 9 No. 4: April 2026 Vol. 9 No. 3: Maret 2026 Vol. 9 No. 2: Februari 2026 Vol. 9 No. 1: Januari 2026 Vol. 9 No. 6: Juni Vol. 8 No. 12: Desember 2025 Vol. 8 No. 11: November 2025 Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 Vol. 8 No. 9: September 2025 Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 Vol. 8 No. 7: Juli 2025 Vol. 8 No. 6: Juni 2025 Vol. 8 No. 5: Mei 2025 Vol. 8 No. 4: April 2025 Vol. 8 No. 3: Maret 2025 Vol. 8 No. 2: Februari 2025 Vol. 8 No. 1: Januari 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 Vol. 7 No. 11: November 2024 Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 Vol. 7 No. 9: September 2024 Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 Vol. 7 No. 7: July 2024 Vol. 7 No. 6: Juni 2024 Vol. 7 No. 5: MEI 2024 Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 Vol. 7 No. 3: MARET 2024 Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 Vol. 6 No. 7: JULI 2023 Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 Vol. 6 No. 5: MEI 2023 Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 Vol. 6 No. 3: MARET 2023 Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2022 Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2022 Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2022 Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 5 No. 7: JULI 2022 Vol. 5 No. 6: JUNI 2022 Vol. 5 No. 5: MEI 2022 Vol. 5 No. 4: APRIL 2022 Vol. 5 No. 3: MARET 2022 Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2022 Vol. 5 No. 1: JANUARI 2022 Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2021 Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2021 Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2021 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2021 Vol. 4 No. 7: JULI 2021 Vol. 4 No. 6: JUNI 2021 Vol. 4 No. 5: MEI 2021 Vol. 4 No. 4: APRIL 2021 Vol. 4 No. 3: MARET 2021 Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2021 Vol. 4 No. 1: JANUARI 2021 Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2020 Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2020 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2020 Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 Vol. 3 No. 4: JULI 2020 Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 Vol. 3 No. 2: MEI 2020 Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 More Issue