cover
Contact Name
Reni Suryanti
Contact Email
jpppolbangtanbogor@gmail.com
Phone
+628128822179
Journal Mail Official
renisuryanti@pertanian.go.id
Editorial Address
Bogor Agricultural Develpoment Polytechnic Jln. Aria Surialaga No 1, Pasir Kuda Bogor 16119
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Pertanian
ISSN : 19075893     EISSN : 25990403     DOI : https://doi.org/10.51852/jpp.v16i1.460
This journal contains the results of research related to developing issues in the field of agricultural extension based on the needs of the community or farmer groups. published articles include research articles and literature studies.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2010)" : 9 Documents clear
KUALITAS PELAYANAN PENYULUH PERTANIAN DAN KEPUASAN PETANI DALAM PENANGANAN DAN PENGOLAHAN HASIL UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) Abubakar Abubakar; Amelia Nani Siregar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.795 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.265

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2009, bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan penyuluh pertanian dan kepuasan petani dalam penanganan dan pengolahan hasil ubi jalar di Kecamatan Cibungbulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan penyuluh pertanian lebih rendah daripada tingkat kepentingan petani (petani tidak puas dengan kualitas pelayanan penyuluh pertanian). Pada dimensi tangible, kualitas pelayanan penyuluh pertanian dalam penanganan dan pengolahan hasil ubi jalar masih rendah dan respon petani juga kurang sehingga diabaikan saja. Pada dimensi reliability (kendala) memperlihatkan tingkat kualitas pelayanan penyuluh pertanian sangat tinggi sedangkan respon petani sangat kurang, sehingga dimensi ini dianggap mubazir atau sia-sia. Sedangkan pada kegiatan pengolahan hasil ubi jalar kualitas pelayanan penyuluh pertanian masih rendah sedangkan respon petani juga rendah. Untuk itu dimensi tersebut diabaikan saja. Pada dimensi responsiveness dalam penanganan dan pengolahan hasil ubi jalar menunjukkan bahwa tingkat kepentingan petani sangat tinggi akan tetapi kualitas pelayanan penyuluh pertanian masih rendah, petani belum puas sehingga perlu adanya perbaikan kualitas pelayanan penyuluhan pertanian. Penanganan hasil ubi jalar pada dimensi inssurance menunjukkan bahwa terdapat kepuasan petani terhadap kualitas pelayanan penyuluh pertanian, dan pelayanan penyuluh pertanian sudah dianggap berkualitas, oleh sebab itu dimensi ini perlu dipertahankan. Pada pengolahan hasil ubi jalar menunjukkan tingkat kualitas pelayanan penyuluh pertanian sudah baik akan tetapi respon petani masih kurang. Dengan demikian kegiatan ini dianggap mubazir. Pada dimensi empaty, kualitas pelayanan penyuluh petanian sudah dianggap berkualitas oleh petani dan pelayanan penyuluh pertanian sudah mencapai kepuasan petani didalam penanganan dan pengolahan hasil ubi jalar, untuk itu dimensi ini perlu dipertahankan.
PENGGUNAAN ZAT ADDITIVE ALAMI DAN NON ALAMI DI DESA SITU UDIK DAN DESA CIMANGGU-I KECAMATAN CIBUNGBULANG KABUPATEN BOGOR Ait Maryani; Ida Nuraeni
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.132 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana responden mengenal zat additive khususnya pewarna, penyedap dan pengawet makanan alami dan non alami, serta untuk meningkatkan pengetahuan penggunaan zat additive tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen kemudian dianalisis secara deskriptif, dengan jumlah responden 75 orang (2 desa). Berdasarkan penelitian yang dilakukan responden sebagian besar mengenal zat additive non alami terutama pada penyedap dan pengawet yang tidak baik untuk kesehatan. Dengan penyuluhan bahaya penggunaan zat additive non alami, responden meningkat pengetahuannya sehingga terjadi peningkatan jumlah responden yang mengenal zat additive dan memilih penggunaan bahan pewarna, penyedap dan pengawet alami. Adanya peningkatan jumlah responden dan pengetahuan responden dibuktikan dengan hasil pretest dan postest dilanjutkan dengan uji t menunjukan ada pengaruh penyuluhan yang signifikan.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN BUDAYA KERJA DENGAN KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN SUBANG, PROVINSI JAWA BARAT Amelia Nani Siregar; Tri Ratna Saridewi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.986 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi dan budaya kerja dengan kinerja penyuluh pertanian di kabupaten Subang, baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui kontribusi motivasi dan budaya kerja terhadap kinerja penyuluh pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat (r = 0,75) antara motivasi dengan kinerja penyuluh pertanian. Budaya kerja mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan kinerja penyuluh pertanian (r = 0,79). Motivasi dan budaya kerja mempunyai hubungan yang sangat kuat (r = 0,81) dengan kinerja penyuluh pertanian. Secara parsial, motivasi memberikan kontribusi sebesar 56% terhadap kinerja, sedangkan budaya kerja berpengaruh 62% terhadap kinerja penyuluh pertanian. Secara bersama-sama, motivasi dan budaya kerja mempunyai efek sinergi sehingga berpengaruh terhadap kinerja penyuluh pertanian sebesar 66%. Sebagian besar (57,14%) penyuluh pertanian di kabupaten Subang melaksanakan tugas (bekerja) karena kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement), 20,41% penyuluh pertanian bekerja karena kebutuhan untuk berafiliasi dan hanya 4,08% penyuluh pertanian yang bekerja karena kebutuhan akan jabatan (kekuasaan), sedangkan penyuluh pertanian lainnya bekerja karena ketiganya, yaitu kebutuhan akan afiliasi, kekuasaan dan prestasi
KEPUASAN KERJA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN BOGOR Azhar Azhar
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.776 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.271

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja penyuluh pertanian menurut petani, unsur pimpinan dan rekan kerja penyuluh dan mengetahui tingkat kepuasan petani, unsur pimpinan dan rekan kerja penyuluh terhadap kinerja penyuluh. Penelitian yang dilaksanakan di Badan Penyuluhan Pertanian Bogor ini menggunakan metode survei dengan pendekatan korelasional. Responden penelitian dipilih dengan simple random sampling terhadap Penyuluh Pertanian lingkup Kabupaten Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja penyuluh menurut petani, pimpinan dan rekan kerja penyuluh pertanian adalah baik dan tingkat kepuasan terhadap kinerja penyuluh pertanian adalah baik.
KESEHATAN AMBING DAN HIGIENE PEMERAHAN DI PETERNAKAN SAPI PERAH DESA PASIR BUNCIR KECAMATAN CARINGIN Kusuma Sri Handayani; Maya Purwanti
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.56 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan ambing sapi-sapi perah di Desa Pasir Buncir Kecamatan Caringin dan mengetahui higiene pemerahan yang dilakukan oleh pemerah di peternakan. Hasil analisis yang dilakukan pada sampel yang diambil dari peternakan rakyat tersebut diketahui bahwa rata-rata jumlah sel somatik dari susu yang langsung diperah dari keempat kwartir ambing adalah 7,0 x 104 sel/ml dengan rata- rata jumlah mikroba 6,8 x 104 bakteri/ml. Ditemukan S. aureus dan koliform dalam sampel susu yang langsung diperah dari puting (3,2 x 103 CFU/ml; 4,4 x 102 CFU/ml), susu yang sudah ditampung dalam ember perah (4,2 x 103 CFU/ml; 2,8 x 105 CFU/ml), tangan pemerah (1,4 x 10 CFU/ml; 3,7 x 104 CFU/ml); air (1,0 x 102 CFU/ml; 4,9 x 102 CFU/ml), dan ember perah (1,0 x 10 CFU/ml; 1,1 x 104 CFU/ml). E. coli tidak ditemukan dalam seluruh sampel yang diteliti.
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH DAN ADOPSI TEKNOLOGI OLEH PETANI TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI KABUPATEN TASIKMALAYA Saridewi, Tri Ratna; Siregar, Amelia Nani
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.498 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.277

Abstract

Saat ini sentra pengembangan produksi padi di jalur pantai utara, namun ke depan ada pemikiran untuk mengembangkan peningkatan produksi padi di daerah selatan, diantaranya adalah di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam pelaksanaan tugas, penyuluh pertanian di Tasikmalaya dihadapkan pada masalah kelembagaan, karena belum memiliki Badan Pelaksana Penyuluhan, dan masih bergabung dengan Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan. Tujuan yang ingin diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui hubungan antara peran penyuluh dengan peningkatan produksi padi, (2) Mengetahui hubungan antara adopsi teknologi oleh petani dengan peningkatan produksi padi, dan (3) Mengetahui peran penyuluh dan adopsi teknologi oleh petani dalam peningkatan produksi padi. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April sampai dengan September 2009 di Kabupaten Tasikmalaya. Populasi dari penelitian ini adalah petani padi yang telah berusaha tani minimal 2 tahun di Kabupaten Tasikmalaya. Sampel penelitian adalah petani padi sebanyak 30 orang yang dipilih berdasarkan snowball sampling. Variabel dan Indikator Penelitian adalah peran penyuluh (X1), adopsi teknologi oleh petani (X2) dan Peningkatan produksi (Y). Untuk analisis, dilakukan uji korelasi dan regresi terhadap variabel tersebut. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) Peran penyuluh di Kabupaten Tasikmalaya tidak berkontribusi dan tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi (2) Adopsi teknologi oleh petani di Kabupaten Tasikmalaya tidak berpengaruh terhadap peningkatan produksi padi, dan (3) Peran penyuluh dan adopsi teknologi di Kabupaten Tasikmalaya secara bersama-sama bersinergi meningkatkan produksi padi.
HUBUNGAN VARIASI PAKAN TERHADAP MUTU SUSU SEGAR DI DESA PASIRBUNCIR KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN BOGOR Iis Soriah Ace; Wahyuningsih Wahyuningsih
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.941 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.281

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui mutu susu sapi segar dan menganalisis hubungan variasi pakan dengan mutu susu yang berada di desa Pasirbuncir Kecamatan Caringin Pengujian kualitas susu, dilakukan terhadap 5 ekor sapi untuk masing-masing peternakan dan diulang sebanyak 4 kali setiap 2 hari sekali, dilakukan pada pemerahan susu pagi dan sore hari. Pengujian mutu susu dilakukan melalui pengukuran kadar lemak, SNF, Laktosa, Protein dan titik beku. Hasil penelitian menunjukkan kadar Laktosa, Protein dan titik beku antara 3 peternakan rakyat dipilih sebagai sample. Peternakan 2 dan 3 berbeda sangat nyata, antara peternakan 1 dan peternakan 2 tidak berbeda terhadap kadar lemak dan SNF antara peternakan 1, 2, dan 3 tidak berbeda. Berdasarkan Analisis Korelasi Pearson ternyata Variasi pakan ternak secara signifikan mempengaruhi kadar lemak (0,31) dan sangat signifikan mempengaruhi kadar SNF (0,59), laktosa (0,59), protein (0,50) dan titik beku (0,62). Rataan mutu susu segar di peternakan desa Pasirbuncir memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) susu segar No. 01-3141-1998. ditinjau dari kadar lemak, kadar protein, kadar laktosa tetapi terhadap kadar SNF dan titik beku tidak memenuhi standar.
PEMBINAAN KELOMPOKTANI MELALUI PEMBUATAN DAN PENGGUNAAN KOMPOS JERAMI PADA TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa.L) DI KECAMATAN JUNTINYUAT KABUPATEN INDRAMAYU PROVINSI JAWA BARAT Jajat Sudarjat; Tri Ratna Saridewi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.267 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.284

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang pembuatan dan penggunaan pupuk organik pada usahatani padi sawah dan membandingkan pertumbuhan tanaman yang menggunakan pupuk anjuran dan kebiasaan petani, yang meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah daun. Responden ditentukan secara sengaja (purposive sampling) sebanyak 30 orang dari 10 kelompoktani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan ketrampilan petani tentang pembuatan dan penggunaan kompos jerami menjadi meningkat. Secara keseluruhan pertumbuhan tanaman yang meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah daun tanaman padi sawah dengan menggunakan kompos jerami lebih baik dibandingkan dengan pemupukan kebiasaan petani.
KINERJA PENYULUH PERTANIAN PNS DALAM MELAKSANAKAN TUPOKSI DI KABUPATEN BOGOR (Kasus di BP3K Cibungbulang) Kusmiyati Kusmiyati; Ait Maryani; Dedy Kusnadi
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 5 No 1 (2010)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.05 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v5i1.286

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui faktor internal dan eksternal penyuluh yang mendukung pelaksanaan TUPOKSI sebagai penyuluh PNS (Pegawai Negeri Sipil), dan (2) Mengetahui kinerja penyuluh perrtanian PNS di BP3K Cibungbulang dalam melaksanakan TUPOKSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal penyuluh pertanian yang mendukung kinerja dalam melaksanakan TUPOKSI di BP3K Cibungbulang adalah tingkat pendidikan formal. Sebagian besar penyuluh pertanian PNS di BP3K Cibungbulang berpendidikan DIV/S1, sedangkan faktor usia penyuluh yang sebagian besar (50 persen) berusia > 52 tahun masih produktif untuk mendukung kinerja. Dari 9 indikator keberhasilan penyuluh pertanian PNS dalam melaksanakan TUPOKSI, 7 indikator termasuk kategori baik, sedangkan kategori sedang ada dua indikator yaitu memotivasi petani dalam meningkatkan peran dalam pembangunan pertanian, dan pengembangan swadaya dan swakarsa petani.

Page 1 of 1 | Total Record : 9