cover
Contact Name
Karina Indria
Contact Email
pr.jurnal.studiinovasi@gmail.com
Phone
+62895361301786
Journal Mail Official
jurnal.studiinovasi@gmail.com
Editorial Address
Wisma Monex 9th Floor, Jl. Asia Afrika No 133-137, Bandung 40112
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Studi Inovasi
Published by Inovbook Publications
ISSN : 27750922     EISSN : 27750922     DOI : https://doi.org/10.52000/jsi.v2i1
Jurnal Studi Inovasi adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi platform peer-review dan sumber informasi yang berwibawa tentang riset inovasi. riset inovasi merupakan kegiatan penyusunan sebuah ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode penelitian untuk membuat sebuah ide, gagasan, ojek, dan praktik yang dilandasi dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau pun kelompok tertentu untuk diaplikasikan atau pun diadopsi. Kami menerbitkan makalah penelitian asli, artikel ulasan, dan studi kasus yang berfokus pada Inovasi dalam teknologi, sosial, kebijakan, penelitian, produk, kesehatan, pedesaan, keuangan, birokrasi, layanan publik, serta topik terkait.
Articles 85 Documents
Makna Simbolik dalam Tradisi Pawai Hantu di Desa Nibung Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka Siti Ropiah; Aimie Sulaiman; Putra Pratama Saputra
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.534 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i2.20

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa makna simbolik tradisi pawai hantu terdapat pada nama dan warna dari hantu tersebut. Pertama Makna yang dijelaskan pada nama hantu yakni hantu bukit. Bukit sendiri berarti dataran yang tinggi yang berwarna hitam yang dimaknai dengan kelamyang ditandai dengan penolakan marabahaya atas penyembahan Allah yang dulunya mereka menyembah hantu tersebut dan hidup mereka kelam selalu tertimpa kesialan. Maka atas penyembahan kepada Allah dipercaya tidak adanya marabahaya yang datang. Kedua makna dari nama hantu rimbak dan warna hijau,rimbak sendiri berarti hutan yang luas dan sangat jarang di huni oleh masyarakat. Dalam tradisi ini rimbak diambil kata luas untuk dimaknai dalam tradisi pawai hantu. Luas dalam tradisi ini berarti, luasnya hati seorang manusia untuk menerima ketetapan yang telah diberikan oleh Allah. Sedangkan dari tardisi ini menggunakan daun keterek ayam yang berwarna hijau, yang memiliki arti tersediri bagi masyarakat yakni sebuah kepercayaan bahwasanya daun tersebut bersifat lembut seperi hati manusia. Ada salah satu perimbom atau kata-kata yang tergamabar dalam makna tradisi pawai hantu ini yakni: “terang gerantang laut sibarullah” yang berarti “terangberkilauan seperti laut yang telah di ciptakan oleh Allah” Dalam tradisi ini meskipun di sangkut paukan dalam hal mistis yang terlihat dalam namanya tradisi pawai hantu, tetapi dalam tradisi ini tidak ada saupun prosesi dalam melakukan tradisi ini yang menyimpang kaidah agama.
Analisis Fenomena Tren Green Lifestyle pada Mahasiswa Universitas Bangka Belitung Dewi Fortuna Islamiati; Putra Pratama Saputra
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.451 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i2.22

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Analisis Tren Green Lifestyle Pada Mahasiswa Universitas Bangka Belitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan faktor yang mempengaruhi tren green lifestyle pada mahasiswa Universitas Bangka Belitung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi, wawancara lansung dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini guna menganalisis permasalahan dalam penelitian ini adalah teori ekosentrisme (deep ecology) dari Arne Naess yaitu dalam tiga nilai antara lain nilai normatif, nilai kebijakan, dan nilai gaya hidup. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fenomena ini berkembang dan diketahui oleh mahasiswa lewat media sosial yang kemudian didukung oleh situasi lingkungan yang sedang menghadapi pandemi covid-19, kemudian didorong oleh beberapa faktor seperti tren gaya hidup dan juga lingkungan sosial yang akhirnya menciptkan kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari mahasiswa di Universitas Bangka Belitung dalam bentuk gaya hidup ramah lingkungan. Kemunculan tren ini akhirnya memberikan cara baru dalam perubahan di diri individu untuk lebih sadar terhadap kelestarian lingkungan. Gaya hidup yang dikemas lebih ramah lingkungan dan juga memberikan inovasi baru untuk mengurangi timbunan sampah industri.
Dampak Sosial Ekonomi Kampoeng Reklamasi PT Timah dalam Menunjang Pengembangan Sektor Pariwisata di Desa Riding Panjang Kabupaten Bangka: Indonesia Rihan Baskoro; Putra Pratama Saputra; Amir Dedoe
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.516 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i2.23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengelolaan dan pengembangan destinasi objek Kampoeng Reklamasi di Desa Riding Panjang, dan mendeskripsikan dampak sosial ekonomi Kampoeng Reklamasi PT. TIMAH dalam menunjang pengembangan sektor pariwisata di Desa Riding Panjang, Kabupaten Bangka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari lapangan bahwa Pengelolaan dan pengembangan objek wisata Kampoeng Reklamasi PT. TIMAH di Desa Riding Panjang Kecamatan Merawang meliputi menanam tumbuhan seperti tanaman fast growing dan tanaman lokal salah satunya, yaitu pohon pelawan, dan juga pemanfaatan kolong bekas galian tambang timah, Pelawan Zone, Foodcourt Zone I, Foodcourt Zone II, Cottage (pondok), Flying fox, Ketapang dan Sengon Zone, Mini Zoo (PPS), Nursery Zone, Farm Zone, Camping Ground, Flowers Garden, Research Zone, Kolong, Parking Zone I, Parking Zone II, Souvenir Shop, Exclusive Villa, Custom Home, Musholla, Biofloc dan Hidroponik, Guard House, Fruit Zone, serta Main Office dan Resto. Sejumlah program seperti Program Pertanian dan Perkebunan atau Desa Agrowisata, Program Peternakan, Program Perikanan, Program Nursery atau Greenhouse, Program PPS (Pusat Penyelamatan Satwa). Pengelolaan dan pengembangan objek wisata kampoeng reklamasi pihak PT. Timah melibatkan masyarakat Desa Riding Panjang serta stakeholder baik dari komunitas penggiat lingkungan dan pihak swasta di Bangka Belitung salah satunya yaitu Animal Lovers Bangka Island (ALOBI) dan Yayasan O2 Pelawan. Sementara dampak sosial terhadap tingkat keamanan yang dirasakan masyarakat. Meingkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di desa mereka, memberikan dampak positif yaitu tingginya rasa solidaritas sosial. Dampak ekonomi dari pembangunan Kampoeng Reklamasi yakni memberikan peluang bagi masyarakat dalam memberikan mata pencarian atau lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan atau penghasilan masyarakat. Kata kunci : Sosial, Ekonomi, Reklamasi, Pariwisata
Strategi Penanganan Gelandang Pengemis (GEPENG) di Kota Pangkalpinang Revira Maryolinda; Amir Dedoe; Putra Pratama Saputra
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.467 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i2.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi latar belakang dan permasalahan terkait kemunculan Gepeng di Kota Pangkalpinang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik sampling menggunakan snowball sampling dan diperoleh Informan dalam penelitian ini adalah 15 orang yang terdiri dari 10 orang gelandangan dan pengemis Kota Pangkalpinang, 2 orang Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Pangkalpinang dan 3 orang Masyarakat sekitaran Kota Pangkalpinang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian berasal dari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari lapangan bahwa faktor yang melatarbelakangi munculya gelandangan-pengemis di Kota Pangkalpinang mencakup dua hal yaitu, faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal disini merupakan faktor yang dikarenakan berasal dari diri para gepeng seperti cacat fisik, penyakit bawaan, dan usia lanjut. Kedua, faktor eksternal yang menyebabkan seseorang memilih hidup sebagai gepeng dapat berupa tekanan ekonomi, keterbatasan pendidikan, minim keterampilan, lingkungan. Permasalahan yang muncul akibat maraknya gepeng di Kota Pangkalpinang ialah masalah lingkungan, masalah kependudukan, masalah kriminalitas. Pertama, Masalah lingkungan dapat dijelaskan bahwa keberadaan gepeng merusak tata kota. Kedua, Masalah kependudukan dapat disimpulkan bahwa mayoritas dari mereka tidak mempunyai kartu indetitas dari (RT/RW) setempat. Ketiga, masalah kriminalitas.
Strategi Penanganan Konflik dengan Inovasi Sosial (Studi pada Konflik Perebutan Lahan di Desa Mempaya, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur) Shindi ade Lestari; Iskandar Zulkarnain; Luna Febriani
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.472 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.28

Abstract

Konflik yang terjadi mempermasalahkan isu lingkungan yang melibatkan beberapa pihak dengan fokus sektornya masing-masing. Konflik ini berawal dari tahun 2003 yang dimana masuknya PT. SCHG ditengah-tengah masyarakat sudah banyak menimbulkan polemik dimasyarakat sekitar, pada tahun 2009 pihak PT. SCHG melaporkan salah satu masyarakat yang mernambang dilahan tersebut kepada pihak polisi, maka dari itu konflik pun semakin memuncak dimana para masyarakat Desa Mempaya tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh pihak PT. SCHG tersebut para masyarakat Desa Mempaya melakukan demontrasi terhadap PT. SCHG dikarenakan masyarakat tidak terima akan tindakan PT. SCHG yang melaporkan masyarakat menambang dilahan milik PT. Timah. Yang dimana mulanya konflik ini hanya terjadi antara Pihak PT. Timah dan pihak PT. SCHG, akan tetapi didalam masyarakat Desa Mempaya memiliki kelompok masyarakat yaitu kelompok masyarakat penambang dan kelompok masyarakat buruh sawit, yang dimana di kelompok masyarakat ini memiliki kepentingan satu sama lain seperti masyarakat penambang lebih pro kepada PT. Timah karena ketika lahannya jatuh kepada PT. Timah maka masyarakat penambang dengan leluasa menambang dilahan tersebut. dan sebaliknya pun begitu, kelompok masyarakat buruh sawit lebih pro kepada PT. SCHG karena ketika lahannya jatuh kepada PT. SCHG maka masyarakat buruh sawit tidak akan khawatir akan hilangnya pekerjaan. Maka dari itu, dari adanya konflik perebutan lahan ini banyak aktor-aktor yang dilibatkan antara lain pihak PT. Timah, pihak PT. SCHG, kelompok masyarakat penambang dan kelompok masyarakat buruh sawit. Kecendrungan perebutan lahan yang terjadi antara PT. Timah dengan PT. SCHG diawali dengan adanya penanaman bibit sawit oleh PT. SCHG seluas 1.950 Hektar serta mengklaim lahan tersebut sudah menjadi hak mereka. Kasus perebutan tersebut telah berlangsung dari tahun 2003-2011 yang pada akhirnya dimenangkan oleh PT Timah. Jika ditinjau secara hukum, lahan tersebut merupakan kepemilikan PT Timah yang sudah diatur dalam regulasi. Artinya, bisa dipahami dalam hal ini terdapat tumpang tindih akses lahan yang dilakukan PT. SCHG terhadap lahan yang seharusnya menjadi kepemilikan PT Timah. Maka muncul perselisihan yang mengarah kepada konflik perebutan lahan antara kedua belah pihak yakni PT Timah dengan PT. SCHG. Konflik perebutan lahan yang berlangsung lama tersebut banyak memunculkan polemik di masyarakat hingga pada akhirnya pihak-pihak yang terlibat membentuk suatu kesepakatan bersama untuk menyelesaikan konflik melalui kompensasi berupa sejulmah uang yang diberikan PT. Tmah kepada PT. SCHG. Penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini lahan yang menjadi konflik antara perusahaan kami dengan PT. Timah itu, kedua belah pihak kami sudah selesai membuat kesepakatan satu sama lain, yang dimana isinya tentang lahan yang sudah ditinggalkan dari perusahaan kami agar tidak ada lagi bentuk berkelanjutan ini dari sisi perusahaan kami, sedangkan dari sisi PT. Timah lahan yang di konflikkan telah berhenti produksinya.  
Peningkatan Layanan Kesehatan dalam Upaya Menekan Angka Kematian Melalui Program Inovasi pada Masyarakat Kabupaten Bangka, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Garut Ediy Rofik
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.01 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i2.30

Abstract

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yaitu setiap orang berkewajiban ikut mewujudkan, mempertahankan, dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Kewajiban yang disebutkan diatas, pelaksanaannya meliputi upaya kesehatan perseorangan, upaya kesehatan masyarakat, dan pembangunan berwawasan kesehatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi yang dilakukan pada ketiga daerah tersebut dalam upaya masyarakat memajukan meningkatkan kualitas daerah dalam hal fasilitas kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualititatif. Populasi pada penelitian ini adalah daerah yang telah melakukan inovasi dalam bidang kesehatan. Sedangkan subjek penelitiannya yaitu pada Kabupaten Bangka, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Garut. Dimana, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi yang dilakukan pada ketiga daerah tersebut dalam upaya masyarakat memajukan meningkatkan kualitas daerah dalam hal fasilitas kesehatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan banyaknya inovasi yang dilakukan oleh berbagai daerah menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sudah tercipta. Hal yang selanjutnya harus dilakukan adalah dengan mempertahankan budaya inovasi ini untuk terus berkembang agar kehidupan masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan dapat lebih berkualitas. Dimana,hasil inovasi yang dilakukan oleh Kabupaten Bangka salah satunya adalah berhasil menurunkan Angka Kematian Ibu sebanyak 50 % dari jumlah kasus 12 ibu pada tahun 2015 menjadi 6 ibu pada tahun 2016. Kemudian, hasil novasi yang dilakukan pada Kabupaten Gresik salah satunya adalah Pelayanan Pasien TB Resisten Obat yaitu penatalaksanaan TB MDR yang komprehensif dan mudahnya akses dan kenyamanan pelayanan. Tak hanya pada dua Kabupaten tersebut, inovasi yang dilakukan oleh Kabupaten Garut pun memperoleh hasil, dimana salah satunya adalah adanya penyuluhan di Sekolah yg dilaksanakan pemeriksaan Hb Remat.
Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Terciptanya Program Inovasi Daerah Kabupaten Boyolali, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Cilacap Anthonius Riva
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.493 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i2.31

Abstract

Pelayanan yang efektif terjadi ketika masyarakat telah mendapatkan pelayanan yang cepat dan berkualitas dengan biaya yang terjangkau. Inovasi dalam bidang pelayanan kesehatan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan lebih dalam terkait dengan situasi ataupun kejadian secara sistematis, faktual dan akurat mengenai inovasi dalam bidang kesehatan yang dilakukan oleh tiga kabupaten di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah kabupaten yang telah melakukan inovasi dalam bidang kesehatan di daerahnya, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah inovasi yang dilakukan oleh Kabupaten Boyolali, Kabupaten Banyuwangi, dan pada Kabupaten Cilacap yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta menekan angka kematian, terutama kematian pada ibu dan anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai daerah di Indonesia telah mulai sadar akan kesehatan. Ditandai dengan adanya inovasi di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta menekan angka kematian masyarakat, terutama kematian pada ibu dan anak. Hasil Inovasi Public Safety Centre (PSC 119) pada Kabupaten Boyolali yaitu salah satunya adalah jumlah penurunan angka kematiam dan dampak buruk akibat kecelakaan di Boyolali. Selain itu, dengan adanya inovasi SAKINA (Stop Angka Kematian Ibu dan Anak) pada Kabupaten Banyuwangi yaitu selama tiga tahun terakhir,berkat outputtersebut mampu menyelamatkan 1.514 ibu melahirkan sekaligus anaknya. Puncaknya, sampai desember 2016 kematian ibu dan anak menjadi zero. Selain itu, setelah adanya Inovasi Gerak Cepat, Cermat dan Tepat Pelayanan Rawat Jalan 10 Menit di UPT Puskesmas Sampang Kabupaten Cilacap, sudah tidak ada antrian / lama dipendaftaran, ruang periksa dan pelayanan obat karena semua proses pelayanan dilaksanakan dalam waktu 10 menit Ruang pelayanan dan sarana prasarana sudah memenuhi.
Analisis Inovasi Perdesaan Sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Heri Wahyudianto
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.034 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i2.32

Abstract

Dalam Peraturan Pemerintah No 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, inovasi daerah bertujuan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud, maka sasaran inovasi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan dan peran serta masyarakat dan peningkatan daya saing Daerah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menjelaskan bagaimana inovasi di daerah perdesaan dilakukan serta menganalisis faktor serta dampak adanya inovasi tersebut bagi tiap-tiap daerah dengan fenomena yang beemacam-macam. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualititatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti adalah dengan melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan penelitian guna memperoleh konsep-konsep yang relevan. Populasi dalam penelitian ini adalah kabupaten yang telah melakukan inovasi di daerahnya, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah inovasi yang dilakukan oleh Kabupaten Bangka, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Belitung Timur yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai fenomena yang terjadi di masing-masing kabupaten. Dengan adanya inovasi yang dilakukan oleh berbagai daerah seperti kabupaten, tentunya dapat menciptakan sesuatu yang lebih baik, lebih fungsional, lebih mudah dan semacamnya. Dimana, inovasi yang dilakukan oleh ketiga kabupaten memiliki Ciri Khas, merupakan Ide Baru yang belum pernah dipublikasi sebelumnya, dilakukan Secara Terencana, dan berbagai inovasi yang diselenggarakan memiliki sebuah tujuan yaitu untuk meningkatkan kualitas dalam berbagai fenomena yang sesuai dengan karakteristik daerah.
Peningkatan Kualitas Layanan Publik dengan Inovasi Peta Adi Suhendra
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.126 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i2.33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam terkait dengan berbagai inovasi yang dilakukan oleh ketiga kota di Indonesia, diantaranya yaitu Kota Sawahlunto dengan inovasi Satu Dalam Satu Peta Kota Sawahlunto, kota Balikpapan dengan inovasi Bernama Penggunaan Peta Dasar Dalam Upaya Penanganan Perumahan dan Permukinan Kumuh, dan juga pada Kota Kebumen dengan inovasi Aplikasi Peta Wisata Online Kebumen yang memanfaatkan media peta sebagai alat untuk mewujudkan inovasi atau perubahan kualitas layanan publik. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu daerah yang telah melakukan inovasi dengan menggunakan peta sebagai ide untuk mewujudkan beragam perubahan yang berkualitas. Sedangkan, sampel dalam penelitian ini yaitu terdapat tiga kota, diantaranya adalah Kota Sawahlunto, Kota Balikpapan, dan Kota Kebumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan beragam inovasi yang dilakukan oleh keitga kota di Indonesia, yakni Kota Sawahluto, Kota Balikpapan, dan juga Kota Kebumen mencerminkan bahwa masyarakat sudah pandai dalam memanfaatkan perkembangan jaman untuk membuat aktivitas menjadi lebih efektif dan efisien. Hasil dari adanya inovasi satu dalam satu peta Kota Sawahlunto adalah terbangunnya data berbasis sistem informasi geospasial. Sedangkan, hasil dari adanya inovasi Penggunaan Peta Dasar Dalam Upaya Penanganan Perumahan Dan Permukiman Kumuh Kota Balikpapan salahsatunya yaitu adanya data yang terintegrasi secara spasial dapat mengefektifkan analisa dalam perencananaan pembangunan yang dalam hal ini adalah dalam hal penanganan perumahan dan permukiman kumuh di Kota Balikpapan. Sedangkan, hasil inovasi dari adanya Aplikasi Peta Wisata Online Kebumen yaitu Teknik Penyajian peta didasari dari peta online Google Maps yang telah dimodifikasi dengan penambahan Database MySQL.
Strategi Orang Kuat Lokal dalam Pemilu Legislatif Tahun 2019 (Studi pada Pemenangan Calon Legislatif Daerah Pemilihan 4 Kabupaten Bangka) resti aprilia; Rini Archda Saputri; Luna Febriani
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.066 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.37

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang orang kuat lokal dalam pemilu legislatif tahun 2019 (studi pada pemenangan calon legislatif daerah pemilihan bangka). Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi peran orang kuat lokal dan mengetahui bagaimana bentuk hubungan timbal balik atas eksistensi orang kuat lokal di Daerah pemilihan 4. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan konsep Local Strongman oleh Joel S. Migdal yang menjelaskan bahwa dasar terbentuknya Local Strongman ada tiga argumen utama yakni: weblike societies, control sosial dan Weak state. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa orang kuat lokal dilibatkan dalam pemilu tahun 2019 di daerah pemilihan 4 terutama untuk membantu dalam memenangkan pemilu. Orang kuat lokal tersebut mereka adalah dari kalangan tokoh agama dan pengusaha. Adapun peran yang dilakukan oleh orang kuat lokal dalam pemenangan calon legislatif yakni menentukan segmentasi pemilih berdasarkan wilayah, menetapkan target seperti orang tua, kalangan perempuan, orang-orang majelis dan melakukan mobilisasi massa seperti mampu mengumpulkan massa dalam jumlah banyak saat kampanye berlangsung. Dalam hal ini ada juga hubungan timbal balik yang diterima oleh orang kuat lokal ketika mendukung calon legislatif yakni dapat bantuan ekonomi seperti halnya dapat meletakkan anggota keluarga pada jabatan tertentu dan kerjasama yang diperoleh antara orang kuat lokal dan calon legislatif.