cover
Contact Name
Karina Indria
Contact Email
pr.jurnal.studiinovasi@gmail.com
Phone
+62895361301786
Journal Mail Official
jurnal.studiinovasi@gmail.com
Editorial Address
Wisma Monex 9th Floor, Jl. Asia Afrika No 133-137, Bandung 40112
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Studi Inovasi
Published by Inovbook Publications
ISSN : 27750922     EISSN : 27750922     DOI : https://doi.org/10.52000/jsi.v2i1
Jurnal Studi Inovasi adalah jurnal yang bertujuan untuk menjadi platform peer-review dan sumber informasi yang berwibawa tentang riset inovasi. riset inovasi merupakan kegiatan penyusunan sebuah ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode penelitian untuk membuat sebuah ide, gagasan, ojek, dan praktik yang dilandasi dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau pun kelompok tertentu untuk diaplikasikan atau pun diadopsi. Kami menerbitkan makalah penelitian asli, artikel ulasan, dan studi kasus yang berfokus pada Inovasi dalam teknologi, sosial, kebijakan, penelitian, produk, kesehatan, pedesaan, keuangan, birokrasi, layanan publik, serta topik terkait.
Articles 94 Documents
Politik Identitas : Strategi Negosiasi Marga dalam Pernikahan Amalgamasi pada Etnis Batak dan Melayu Desri Siagian; Ranto Ranto; Rini Archda Saputri
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.454 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.38

Abstract

Politik identitas merupakan alat politik suatu kelompok seperti etnis, suku, budaya, agama atau lainya. Dengan tujuan tertentu misalnya, sebagai alat untuk menunjukkan jati diri atau identitas dari suatu kelompok tersebut. Oleh karena itu setiap dalam pernikahan amalgamasi pada etnis Batak terhadap etnis Melayu, negosiasi marga menjadi penentuan dalam identitasnya dikarenakan marga adalah menjadi identitas utama seorang suku Batak dan jati diri yang dibawah sejak lahir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan politik identitas negosiasi marga dalam pernikahan amalgamasi pada etnis Batak dan etnis Melayu di Kota Pangkalpinang serta faktor-faktor yang mempengaruhi negosiasi marga dalam pernikahan pada etnis Batak dan Melayu di Kota Pangkalpinang. Penelitiaan ini menggunakan teori dari Castells yang dikaji dari 3 model yaitu legitimasi identitas, resistensi identitas, dan proyek identitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian berasal dari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari lapangan bahwa pendekatan komunikasi, pengangkatan marga, dan mangaen boru atau mangaen anak adalah menjadi pola utama dalam politik identitas negosiasi marga dalam pernikahan amalgamasi pada etnis Batak dan Melayu di Pangkalpinang. Adapun faktor yang mempengaruhi negosiasi marga dalam pernikahan pada etnis Batak dan Melayu yaitu, faktor cinta dan faktor relasi kuasa. Oleh sebab itu berdasarkan hasil temuan dilapangan dapat disampaikan bahwa dalam pernikahan amalgamasi ini yang dominan memiliki relasi kekuasaan adalah Etnis Batak.
Analisis Fenomena Tren Bersepeda di Masa Pandemi pada NOOB Folding Bike Community Bangka Cindi Febriana; Luna Febriani; Iskandar Zulkarnain
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.212 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.41

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang analisis fenomena tren bersepeda di masa pandemi pada NOOB Folding Bike Community Bangka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi para anggota tertarik bergabung dalam komunitas tersebut dan mengidentifikasi tren bersepeda pada NOOB Folding Bike Community Bangka di masa pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan melakukan observasi, wawancara langsung, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan dalam penelitian ini adalah teori masyarakat konsumsi dari Jean Baudrillard yang mana pada konsep mengenai nilai guna, nilai tanda dan simulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa fenomena tren bersepeda di masa pandemi pada NOOB Folding Bike Community Bangka berkembang melalui media sosial dan juga bentuk perubahan gaya hidup yang didukung oleh situasi lingkungan yang sedang menghadapi pandemi covid-19 yang pada akhirnya menciptakan kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari. Kemunculan tren ini akhirnya memberikan cara baru dalam perubahan diri individu untuk lebih menjaga kesehatan dimasa pandemi, awalnya tren bersepeda di masa pandemi guna sebagai kebutuhan kesehatan, namun tren ini berkembang kearah kebutuhan lain, karena mengkonsumsi sebuah tren yang sedang berkembang saat ini  dapat membentuk sebuah eksistensi dan identitas sosial bagi anggota yang tergabung pada NOOB Folding Bike Community Bangka.
Pengaruh Pembelajaran Online pada Masa Pandemi Covid 19 terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IX SMP: 1. Introduction, 2 Methods and Research, 3 Results and Discussion, a) The impact of covid 19 on education, b) Learning during the covid 19 period, c) Online learning system, d) Learning problems and solutions, 4. Conclusion, 5. Speech thank you Siti Aisyah; Nikmatul Maulana; Fatih Holis Ahnaf
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.207 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.44

Abstract

Pendidikan dimasa Pandemi Covid-19 yang kini menjadi sebuah faktor utama masalah dalam dunia pendidikan, sekolah kini dibatasi dalam bertatap muka atau disebut Luring (Luar jaringan) kini pemerintah mewajibkan sekolah harus merubah sistem pembelajaran menjadi Daring (Dalam Jaringan). Hal tersebut sedikit membuat siswa dan guru mengalami sebuah kesulitan dalam belajar, karna sekolah harus merubah sistem dalam belajar yaitu melewati internet, yang awalnya guru menggunakan sistem media dan mengajar bertatap muka, karna adanya Pandemi Covid-19 akhirnya guru dan siswa terbatasi jarak dalam belajar, dan akhirnya keefektifan dalam belajar sedikit bermasalah karna adanya beberapa faktor yang mengganggu dalam belajar, diantaranya terkadang siswa dalam belajar Daring siswa memiliki sedikit kendala, seperti diantara siswa tidak memiliki gadjed untuk belajar Daring dan kadang siswa terkendala pada sinyal di desa masing-masing.
Optimalisasi Potensi Lokal untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Tanjung Gunung Nopi Nopi; Aimie Sulaiman; Sujadmi Sujadmi
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.175 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.45

Abstract

Potensi lokal merupakan segala sesuatu sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang ada di suatu desa yang bisa dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Potensi lokal sanagat berperan penting dalam menopang kehidupan ekonomi masyarakat khususnya di Desa Tanjung Gunung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang upaya-upaya optimalisasi potensi lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta untuk mendeskripsikan faktor yang mendorong dan menghambat upaya optimalisasi potensi lokal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori tentang tahapan pemberdayaan dari M. Ayub Padangaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif Deskriptif. Hasil dari penelitian ini ditemukan beberapa upaya yang dilakukan  dalam optimalisasi potensi lokal di Desa Tanjung Gunung yaitu dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat (tahap penyadaran), memberikan pelatihan kepada masyarakat (tahap pengkapasitasan)  dan masyarakat sendiri yang sudah memiliki kemampuan membuat panganan lokal yang dalam hal ini disebut sebagai tahap pendayaan oleh Ayub. Faktor yang mendorong adalah adanya motivasi dari pihak yang memberikan pelatihan khususnya tim pelaksana kegiatan atau TPK pemberdayaan masyarakat Desa Tanjung Gunung, adanya kesadaran dari individu masyarakat dalam mengolah potensi lokal yang dimiliki dan ekonomi. Sedangkan faktor penghambatnya adalah ketersediaan bahan baku, cuaca serta teknologi yang masih tradisional.
Inovasi Pembinaan dan Pengawasan dalam Pencapaian Urusan Wajib Pelayanan Dasar Lily Latul
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.939 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.46

Abstract

Pelayanan Dasar adalah pelayanan publik untuk memenuhi kebutuhan dasar Warga Negara. Dalam konteks pelayanan, khususnya pelayanan dasar, Standar Pelayanan Minimal (SPM) memuat ukuran-ukuran atau parameter-parameter yang harus dipedomani oleh pemerintah daerah, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat harus terukur baik dari sisi jumlah, jenis maupun mutu. SPM dalam penyelenggara urusan pemerintahan daerah diposisikan untuk menjawab hal-hal penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya dalam penyediaan pelayanan dasar yang bermuara pada penciptaan kesejahteraan rakyat. Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) di tingkat pusat dan daerah memiliki kewenangan untuk melakukan pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah, dengan demikian maka peran APIP Pusat maupun APIP Daerah dituntut berperan dalam hal keberhasilan penerapan SPM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembinaan dan pengawasan seperti apa yang harus dilakukan APIP sehingga tujuan yang ingin dicapai yaitu setiap warga negara mendapatkan pelayanan dasar dapat tercapai.
Strategi Bertahan Hidup Petani (Studi pada Keluarga Petani Karet di Desa Jeriji pada Masa Pandemi Covid-19) Anisa Nur Fajri
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.945 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan infromasi, mengenai strategi bertahan hidup keluarga petani karet di Desa Jeriji Bangka Selatan pada masa pandemi Covid-19. Mayoritas masyarakat di Desa Jeriji ini hampir 60% bermata pencaharian sebagai petani karet. Penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis dan sumber data untuk menjawab masalah ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan diskusi dengan keluarga petani karet. Sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui sumber lain  berupa dokumen-dokumen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi kehidupan keluarga petani karet di Desa Jeriji pada masa pandemi Covid-19 yang dipengaruhi beberapa faktor, yakni : 1) pendapatan ekonomi keluarga pada masa pandemi Covid-19, 2) harga jual beli karet berfluktuasi semakin rendah, 3) perubahan musim cuaca, 4) harga kebutuhan pokok semakin meningkat. Dari kondisi kehidupan keluarga petani karet di Desa Jeriji berada pada garis kemiskinan dan untuk terus bertahan hidup sejumlah keluarga petani karet di Desa Jeriji melakukan strategi atau mekanisme survival, yakni : 1) strategi alternative subsistensi, 2) strategi mengikat sabuk lebih kencang, 3) strategi jaringan/ relasi jaringan social. Strategi ini mereka lakukan agar dapat terus bertahan hidup yang akan datang.
Inovasi Kebudayaan: Tari Chit Ngiat Pan: Refleksi Hubungan Sosial atas Semboyan “Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong” Yessi Nirmala; Aimie Sulaiman; Jamilah Cholillah
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.253 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.48

Abstract

This study analyzes innovation, one of which is cultural innovation. The culture studied is a culture that is formed as the result of cultivation or human creativity which is called art, especially dance art. The focus of this research is to discuss the reflection of social relations on the motto "Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong" in Chit Ngiat Pan Dance. The method used in this study was a qualitative method with an interpretive analysis approach. In addition, the data were collected by observation technique, informant interview determined by purposive sampling technique, and documentation. In order to analyze this study, the theory of Symbolic Interactionism by Herbert Blumer is applied with three main principles, namely meaning, language, and thought. The researcher uses dance symbols as the unit of analysis, which are movement, fashion, and make-up. The meaning of the Chit Ngiat Pan Dance shows an adjustment to the meaning of solidarity, namely "Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong" which is explored through the dance symbols. This motto is the key to the creation of the Chit Ngiat Pan Dance aside from promoting Chinese ethnic culture. Language is obtained as the result of the interaction among fellow dancers, that the Chit Ngiat Pan Dance was initially created for the purpose of competition. Thought is a goal to gain victory in the competition in order to advance to the international stage. The use of the motto "Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong" has created acculturation which shows the solidarity between Malay and Chinese ethnic groups in Bangka Belitung represented through the dance art. Keywords: Cultural innovation, solidarity reflection, acculturation
Implementasi Manajemen Kelas pada Sekolah Dasar dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di Masa Pandemi Covid-19 Husni Mubarok
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.463 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.52

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mendekripsikan cara guru meimplementasikan manajemen kelas pada masa pandemi Covid-19 di SD Negeri 5 Jambu. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif Deskriptif.  Subjek dalam Penelitian ini guru kelas VI dan peserta didik kelas VI. Teknik yang digunakan yaitu menggunakan observasi, wawancara partisipatif, dan dokumentasi.  Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas yang dilakukan oleh guru dalam kelas VI di SDN 05 Jambu saat pandemic covid-18 terlihat sudah efektif namun belum sepenuhnya optimal. Dibutuhkan inovasi manajemen kelas untuk mengoptimalkan proses keterlibatan siswa dalam pembelajaran di masa pandemic covid -1 9, diantara yaitu 1) Program  Belajar  Jarak Jauh (PJJ) yang terintegrasi, 2) Online Learning Synchronization,  3) Inovasi Hybrid Learning dalam Manajemen Kelas. Jadi, disimpulkan manajemen kelas yang dilaksanakan oleh guru ada kaitanya terhadap motivasi belajar. Semakin baik dalam mengorganisir kelas akan memberikan pengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa saat masa pandemic covid-19.
Mekanisme Survival Nelayan pada Masa Pandemi Covid-19 di Lingkungan Nelayan II Kabupaten Bangka Habila Dara Samudera
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.603 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i4.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kehidupan nelayan dan untuk mendeskripsikan mekanisme survival yang digunakan oleh Nelayan di Lingkungan Nelayan II Kabupaten Bangka pada masa Pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh Informan penelitian sejumlah15 orang. Digunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Digunakan sumber data baik dari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kondisi masyarakat nelayan sebelum dan sesudah adanya pandemi covid-19 sangat berbeda jauh dimana sebelum adanya pandemi covid-19 masyarakat nelayan dapat menjual ikannya dengan harga yang tinggi dan mampu memenuhi atau mencukupi kebutuhan mereka. Tetapi setelah adanya pandemi covid-19 nelayan mulai kesulitan ditambah hutang yang menumpuk membuat nelayan harus membayar hutang mereka terlebih dahulu dengan hasil penjualan ikan yang mereka dapat agar tidak terkena masalah.Kondisi yang menyebabkan masyarakat lingkungan Nelayan II melakukan mekanisme survival di tengah masa pandemi Covid-19 mencakup faktor internal seperti pinjaman atau kredit serta tidak adanya keahlian khusus, sementara faktor eksternal mencakup perubahan Iklim/cuaca serta adanya pandemi covid-19.Mekanisme survival nelayan lingkungan Nelayan II dalam mengahadapi Pandemi Covid-19 yakni nelayan mengurangi pengeluaran untuk pangan dengan jalan makan hanya sekali sehari dan beralih ke makanan yang mutunya lebih rendah, menggunakan alternatif subsistem yaitu swadaya yang mencakupkegiatan seperti berjualan kecil-kecilan, bekerja sebagai tukang, sebagai buruh lepas mencari pekerjaan dan meminta bantuan dari jaringan sosial seperti sanak saudara, kawan-kawan sedesa, atau memanfaatkan hubungan dengan pelindungnnya (patron).
Strategi Peningkatan Hasil Belajar PAI Materi Ayo Kita Shalat melalui Metode Pembiasaan pada Siswa di SDIT Al Islamiyah: learning outcomes Putra Ulinuha
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.229 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i4.57

Abstract

This study aims to get an overview of the implementation of the habituation method as an effort made by PAI teachers in the material for Let's Pray class 2 semester 2 at SDIT Al Islamiyah which was carried out during the covid 19 period using the Zoom application and offline teachers. This study uses a descriptive qualitative approach. The subjects in the study were school principals, PAI teachers, students and guardians of SDIT Al Islamiyah. The techniques used were observation, participatory interviews, and documentation. The results showed that, firstly, the implementation of reading class 2 lessons through the Zoom application and offline PAI teachers the habituation method went well using the Zoom application with a duration of about 20 minutes of habituation every day and every week PAI teachers went to the homes of SDIT Al Islamiyah students. second, the supporting factor plays a very important role in the realization of the habituation method even though using the Zoom application remotely. The inhibiting factors are in various directions, both from lazy students, differences in intelligence and incomplete infrastructure in the homes of each student. Keywords: Learning Outcomes, PAI, Prayer

Page 3 of 10 | Total Record : 94