Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH INHIBITOR BLIMBING WULUH TERHADAP PENGENDALIAN KOROSI BAJA KARBON DALAM LARUTAN NaCl Nyenyep Sriwardani; Ranto Ranto; Ngatou Rohman; Basori Basori
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan Vol 12, No 2 (2019): JIPTEK: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik dan Kejuruan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiptek.v12i2.30200

Abstract

Dewasa ini meskipun pengolahan bahan plastik, polimer, keramik dan non logam lainnya sudah menunjukkan kekuatan yang memadai, akan tetapi penggunaan baja karbon masih memiliki prosentase yang besar dalam bidang konstruksi dan perkapalan. Kelemahan dari baja karbon adalah terjadi oksidasi dengan udara yang disebut dengan timbulnya karat besi. Terjadinya korosi pada dapat mengakibatkan ketahanan dari suatu peralatan menjadi menurun sehingga mudah terjadi kerusakan. Proses korosi dapat terjadi lebih cepat pada daerah lembab dan ber-air, untuk itu perlu dilakukan pencegahan supaya perkakas atau peralatan industri dengan bahan dasar baja dapat awet. Pada penelitian ini adalah sebuah studi terhadap baja karbon yang diberi lapisan asam dari blimbing wuluh kemudian dimasukkan ke dalam larutan NaCl. Sebagai pembanding percobaan juga dilakukan dengan menggunakan aquades cair. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui bagaimana efek blimbing wuluh sebagai eco inhibitor terhadap baja pada larutan NaCl.
Politik Identitas : Strategi Negosiasi Marga dalam Pernikahan Amalgamasi pada Etnis Batak dan Melayu Desri Siagian; Ranto Ranto; Rini Archda Saputri
Jurnal Studi Inovasi Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Studi Inovasi
Publisher : Inovbook

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.454 KB) | DOI: 10.52000/jsi.v1i3.38

Abstract

Politik identitas merupakan alat politik suatu kelompok seperti etnis, suku, budaya, agama atau lainya. Dengan tujuan tertentu misalnya, sebagai alat untuk menunjukkan jati diri atau identitas dari suatu kelompok tersebut. Oleh karena itu setiap dalam pernikahan amalgamasi pada etnis Batak terhadap etnis Melayu, negosiasi marga menjadi penentuan dalam identitasnya dikarenakan marga adalah menjadi identitas utama seorang suku Batak dan jati diri yang dibawah sejak lahir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan politik identitas negosiasi marga dalam pernikahan amalgamasi pada etnis Batak dan etnis Melayu di Kota Pangkalpinang serta faktor-faktor yang mempengaruhi negosiasi marga dalam pernikahan pada etnis Batak dan Melayu di Kota Pangkalpinang. Penelitiaan ini menggunakan teori dari Castells yang dikaji dari 3 model yaitu legitimasi identitas, resistensi identitas, dan proyek identitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian berasal dari data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari lapangan bahwa pendekatan komunikasi, pengangkatan marga, dan mangaen boru atau mangaen anak adalah menjadi pola utama dalam politik identitas negosiasi marga dalam pernikahan amalgamasi pada etnis Batak dan Melayu di Pangkalpinang. Adapun faktor yang mempengaruhi negosiasi marga dalam pernikahan pada etnis Batak dan Melayu yaitu, faktor cinta dan faktor relasi kuasa. Oleh sebab itu berdasarkan hasil temuan dilapangan dapat disampaikan bahwa dalam pernikahan amalgamasi ini yang dominan memiliki relasi kekuasaan adalah Etnis Batak.
Tuan Mengakselerasi Politik Perempuan Di Parlemen : Dari Hulu Hingga Hilirisasi Ranto Ranto; Ariandi A Zulkarnain
Journal of Governance Innovation Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/jogiv.v5i1.2458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan fenomena praktik afirmasi politik perempuan yang setengah hati dilakukan oleh partai politik di tingkat lokal. Dengan metode penelitian kualitatif yang mengambil lokus di Bangka Belitung, penelitian ini memotret bagaimana ketimpangan gender dalam komposisi pimpinan di lembaga legislatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa politisi perempuan yang terpilih sebagai anggota legislator di daerahnya tidak memiliki peluang dalam menduduki jabatan politik strategis. Pengalaman dari Bangka Belitung mengabarkan sisi positif dari keberhasilan perempuan dalam berkompetisi sekaligus menyisakan beberapa catatan kritis. Pertama, keterlibatan perempuan dalam dunia politik praktis tidak lagi menjadi kandidat yang hanya memenuhi qouta perempuan saja. Kedua, hasil Pemilu Legislatif 2019 harus menjadi momentum dalam memberikan ruang bagi perempuan yang terpilih untuk menduduki posisi puncak jabatan politik di arena legislatif daerah. Oleh karenanya, diskusi mengenai pemenuhan quota 30% keterwakilan perempuan tidak sebatas pencalonan saja akan tetapi sekaligus menjamin afirmasi perempuan dalam komposisi pimpinan di lembaga legislatif.
PEREMPUAN DALAM POLITIK: MODALITAS KEMENANGAN PADA PEMILIHAN KEPALA DESA PADANG BARU TAHUN 2022 Putri Adella; Bahjatul Murtasidin; Ranto Ranto
T JDP (JURNAL DINAMIKA PEMERINTAHAN) Vol 6 No 2 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jdp.v6i2.3635

Abstract

Nilai demokrasi tertuang dalam pelaksanaan pemilihan umum yang mana pemilihan umum menjadi wadah bagi warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan politik, baik itu dipilih maupun memilih tanpa adanya keterbatasan gender. Tetapi, sepanjang sejarahnya, perempuan menjadi kelompok minoritas dalam area politik karena asumsi budaya politik dibuat khusus untuk laki-laki, sehingga perempuan yang terjun ke dunia politik dianggap melawan kodratnya dalam dunia domestik. Untuk meminimalisir bias gender dalam pengambilan kebijakan dalam politik, diperlukan keterwakilan perempuan dalam unit terkecil seperti pemerintahan desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menggunakan analisis mendalam dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara (interview), catatan lapangan, gambar, foto, rekaman video dan lainnya. Pada penelitian ini ditemukan bahwa kemenangan Amnah sebagai perempuan pertama yang memenangkan pilkades didasari oleh modal sosial yang mendominasi pada permainan strategi politiknya. Dengan memanfaatkan kepercayaan (trust) dari masyarakat dan memberikan aksi nyata dalam membangun sumber daya fisik yang bermanfaat bagi desa, maka terciptalah pengakuan nama atas dirinya yang membuatnya memenangkan pilkades. Dalam hal ini Amnah melawan beberapa calon kandidat laki-laki yang mana pertarungan para calon tersebut terletak pada permainan modal ekonomi dengan bentuk transaksi politik yang melibatkan calon dan masyarakat. Selain itu permainan terhadap modal simbolik (identitas) yang mana digunakan untuk memperoleh suara ataupun dukungan dari kelompok tertentu. Modalitas dan strategi tersebutlah menjadikan Amnah sebagai pemenang pada Pemilihan Kepala Desa Padang Baru Tahun 2022.
Pengembangan Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan pada PT Insan Ki Angka Yanti Apriyani; Aep Saefullah; Zubair Arza; Joned Ceilendra Saksana; Rahman Upe; Nurhayati Nurhayati; Idrisi Raliya Putra; Ranto Ranto; Tedi Supriadi; Moh Islah
Nusantara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2021): November : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/nusantara.v1i4.3051

Abstract

This community service aims to develop human resources to improve employee performance at PT Insan Ki Angka. This activity was carried out in November 2021, using training and development methods which included workshops, skills training and mentoring programs. This method is applied on an ongoing basis to ensure effective transfer of knowledge and skills to employees. The results of the activities show that human resource development through comprehensive and ongoing training can significantly improve employee performance, operational efficiency and job satisfaction. While there are challenges such as limited training time and variations in technology skills, the benefits are far greater. Therefore, it is recommended that companies continue to implement structured HR development programs and provide ongoing support for employees, as well as ensure that adequate facilities and resources are available to support the implementation of new knowledge. These steps will help the company achieve its vision and mission and strengthen its competitiveness in the market.
Implementation of flipped learning to increase student learning activeness in the combustion engine lecture Ranto, Ranto; Wulandari, Antika; Rohman, Ngatou
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 14 No. 2 (2024): June
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpv.v14i2.66010

Abstract

This study aims to determine the increase in learning activeness of Sebelas Maret University students in the mechanical engineering education study program through the implementation of a flipped learning model in the combustion engine lecture. This research is classroom action research. The action taken is to apply the flipped learning model in the combustion engine lecture. The subjects of this study were 42 students in the second semester of the mechanical engineering education study program. This classroom action research design refers to the Kemmis and Taggart model. The research was conducted in three cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was done through observation, interviews, and documentation. The instrument validity test was carried out with construct validity using expert opinions. Data analysis was carried out in a comparative-descriptive way. The results of this classroom action research show that implementing the flipped learning model can increase the learning activeness of students in the combustion engine lecture. In the pre-cycle stage, student learning activeness only reached 45.24% of active learning students. In cycle 1, by implementing a flipped learning model, students learning activeness reached 81.99%, cycle 2 increased to 87.43%, and cycle 3 increased to 91.74%.  The conclusion of this research is that the implementation of the flipped learning model can increase the learning activeness of the mechanical engineering education study program Sebelas Maret University students in the combustion engine lecture. Based on the results of this research, it is highly recommended to use the flipped learning model in lectures, especially in vocational education, increasing student learning activeness will have an impact on increasing student learning achievement.
Pemberdayaan Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Digital Bagi Calon Guru Sekolah Kejuruan melalui MOOC Rumah Vokasi Riyadi Muslim; Herman Saputro; Danar Susilo Wijayanto; Ranto, Ranto; Ngatou Rohman
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v4i1.4965

Abstract

Teachers have an important role to play in improving the competence of students in VET schools. Technological literacy in classroom management is often a teaching challenge. Today, many students are familiar with the use of modern technology, including access to knowledge. This is a great opportunity for teachers to facilitate students' access to information to learn complex things. Therefore, it is necessary to increase teachers' competence in interactive learning technology. The purpose of this service is to increase the technological competence of pre-service teachers and teachers through the MOOC Rumah Vokasi interactive application at one of private vocational school at Surakarta. This service is carried out with a formative evaluation method, through 3 stages: 1. Introduction and training, 2. Apk-based learning implementation, and 3. Evaluation. Based on the evaluation analysis process conducted, it was found that interactive applications play a positive role in helping teachers support learning in the classroom. Relevant features and ease of access are the main keys for teachers to learn new applications that are suitable for use as learning support media. MOOC Rumah Vokasi, able to support teacher candidates and teachers to improve their teaching performance.
Cultural Mandate in Business Ethics: Theological Study and Practical Implementation Ranto, Ranto
Theological Journal Kerugma Vol 8 No 1 (2025): Theological Journal Kerugma April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33856/kerugma.v8i1.469

Abstract

This research aims to conduct a theological study of the cultural mandate as found in Genesis 1:27-28, to understand its basic concepts and moral-ethical dimensions, and its practical implementation in business ethics. In short, the cultural mandate is a mandate given to humans to care for creation, to cultivate and manage creation in divine management as Imago Dei responsibly. This mandate becomes a fundamental calling for humans to work, create, cultivate, and manage the earth and its contents responsibly before God. This cultural mandate becomes an important and fundamental moral-ethical framework for humans to work on earth, including business practices and activities. However, it has become common knowledge that there have been so many deviations in the management of the earth, including in business activities, resulting in negative impacts. This is where the importance of implementing the important truths of this cultural mandate in the dynamics of work and all business activities lies. This research uses a qualitative descriptive method based on literature data or library sources. Through this method, the researcher intends to qualitatively examine the concept and meaning of the cultural mandate, to explore and discover the moral-ethical aspects and principles within the cultural mandate, and how these are then implemented in business practices, as theological ethics in business practices.
Negosiasi Identitas Budaya Etnis Pendatang dengan Etnis Lokal di Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan Erlangga, Ivan; Ibrahim, Ibrahim; Ranto, Ranto
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 1 No 1 (2021): December
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v1i1.1

Abstract

Pulau Besar merupakan sebuah kecamatan yang sangat pluralis. Banyak etnis pendatang yang tinggal mulai dari etnis Jawa, Selapan (Palembang), Sunda, Bali, Madura dan lainnya. Sedangkan etnis lokal yaitu etnis Melayu Bangka. Multikulturalnya etnis di Pulau Besar menjadikan suatu tarik ulur identitas atau negosiasi identitas antar etnis. Tujuan dari penelitian ini yaitumengetahui bagaimana proses dan bentuk akhir dari negosiasi identitas budaya etnis pendatang dengan etnis lokal di Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori negosiasi identitas dari Stella Ting-Toomey dengan jenis metode penelitian kualitatif deskriptif serta teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam proses negosiasi identitas di Kecamatan Pulau Besar bersikap saling menghargai, mengerti, dan mendukung hingga menciptakan harmonisasi dalam suatu pebedaaan itu. Selain itu, bentuk akhir dari negosiasi identitas meliputipembauran antar budaya yaitu asimilasi dan akulturasi.
Penyebab Konflik Lahan Pada Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Mendo Vanisha, Diaz Diaz; ibrahim, ibrahim; ranto, ranto
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 1 No 2 (2022): June
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v1i2.12

Abstract

Kelapa sawit merupakan suatu komoditas ekspor yang sangat penting di Indonesia, karena merupakan penyumbang terbesar dalam ekspor non-migas. Tentunya banyak lahan-lahan di Indonesia dikonversi menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Ekspansi perkebunan kelapa sawit besar-besaran terjadi menyebabkan konflik lahan. Ekspansi perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab dari konflik lahan yang terjadi di Desa Mendo, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Konflik lahan di Desa Mendo telah bergulir sejak tahun 2017 sampai dengan sekarang, yang bermula ketika perusahaan perkebunan kelapa sawit ingin berekspansi ke lahan desa dengan menggunakan berbagai cara yakni melalui perizinan resmi dari Bupati dan juga melalui perantara makelar tanah. Akhirnya konflik lahan tidak dapat dielakan saat kepentingan masyarakat terpecah sebagai bentuk dukungan dan juga penolakan dari kehadiran masing-masing perusahaan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penyebab konflik lahan di Desa Mendo Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka. Penelitian ini menggunakan tipe kualitatif deskriptif untuk menjelaskan secara terperinci apa penyebab konflik lahan di Desa Mendo. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, penyebab konflik dikarenakan adanya ekspasi dua perkebunan kelapa sawit di Desa Mendo yakni PT SAML dan PT FAL dan yang kedua, penyebab konflik lahan yang terjadi dikarenakan telah terjadi perbedaan kepentingan masyarakat di Desa Mendo akan tiap-tiap perusahaan perkebunan kelapa sawit yang hadir di Desa Mendo.