cover
Contact Name
Muhammad Fanshoby
Contact Email
fanshoby@uinjkt.ac.id
Phone
+6285883280950
Journal Mail Official
interaksi.jurnalkpiuinjkt@ac.id
Editorial Address
Jl. Ir H. Juanda No.95, Cemp. Putih, Kec. Ciputat Tangerang Selatan Banten 15412
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Interaksi Peradaban: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
ISSN : 28097645     EISSN : 28097653     DOI : https://doi.org/10.15408/interaksi
Jurnal Interaksi Peradaban: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Januari-Juni dan Juli-Desember. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Bidang kajian yang dapat dimuat dalam jurnal ini antara lain: 1. Public Speaking; 2. Broadcasting; 3. Media and Gender Studies; 4. Media Cetak, Radio, Televisi (TV) atau Film; 5. New Media; 6. Integration of Da’wah and Communication Sciences; dan 7. Integration of Intercultural Communication and Da’wah Tsaqafah.
Articles 98 Documents
Mempertegas Hukum dan Mengawal Pembangunan Nasional dengan Pendekatan Pers yang Humanis: (Media dan Masyarakat) Siregar, Nurfitriani M.; Hidayat, Arifin; Marlina, Marlina; Lubis, Nurul Fadilah
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v3i2.35703

Abstract

Law enforcement has a positive impact on the state as well as on society, in the law enforcement process it is also based on justice without discrimination, in looking at the perpetrators of criminal law, but in general there are still some people who are not satisfied with the implementation of law enforcement in Indonesia, both aspects of justice as well as the usefulness of the law implemented in the community. So law enforcement must also look at the humanist aspect, of course this can be done by members of the press through the existing media. The purpose of this study is to describe humanist law enforcement through the media and society. The research methodology uses a qualitative approach with descriptive analysis methods. The research results show as Press. The media has a role as a vessel for enlightenment, reporting with a humanist perspective, community empowerment in law enforcement, and also the press must have responsible journalistic ethics.
Media Sosial Instagram Sebagai Sarana Pengembangan Identitas Politik Perempuan Lubis, Nursaidah; Sazali, Hasan; Dianto, Icol; Rafiq, Mohd; Fikri, Sholeh
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v3i2.35970

Abstract

Media sosial menjadi kekuatan besar yang mengubah dinamika kehidupan manusia. Media sosial tidak hanya menjadi alat promosi dan informasi tetapi juga membentuk identitas politik perempuan, membantu mereka mengatasi stereotip yang melemahkan. Artikel ini mengkaji dampak penggunaan media sosial Instagram oleh politisi perempuan setelah terpilih menjadi pejabat publik. Melalui penelitian kualitatif, peneliti menganalisis konten foto dan video yang diunggah oleh politisi perempuan pada akun Instagram pribadi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menjadi pejabat publik para politisi perempuan tetap aktif dalam menggunakan media sosial Instagram. Selain aktifitas politik, konten pribadi seperti foto keluarga juga sering diunggah sehingga menciptakan narasi identitas yang kompleks. Politisi perempuan tidak hanya menjaga integritas politik tetapi juga menunjukkan kehidupan pribadi sebagai upaya untuk menghilangkan stereotip tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi tentang bagaimana media sosial, khususnya Instagram, dapat menjadi alat penting dalam pembentukan identitas politik perempuan di Indonesia.
The Thoughts and Movements Dakwah of the Central MIUMI (Council of Intellectuals and Young Indonesian Ulama) in the Millennial Era. Huwaidah, Helmi; Masran, Masran
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v3i2.36060

Abstract

Abstract The Indonesian Young Intellectuals and Ulama Council (MIUMI) is a forum for unifying intellectuals and scholars from various backgrounds. This institution was born as a response to the problems of religion, social, culture and government politics with intellectuality and Islam as a basis for thinking and moving in preaching. MIUMI Pusat is present in the millennial era of preaching against ideas that keep people away from the Al-Quran and Sunnah through the values of ahlus sunnah wal jama'ah. This research method is descriptivequalitative. Data collection techniques was obtained through observation, interviews, and documentation then analyzed with data collection techniques in the form of descriptive analysis. The theory used in this study refers to the thoughts of Dr. A Ilyas Ismail and Prio Hotman in the book, Schools of thought and the da'wah movement, dividing the four paradigms of da'wah, namely tabligh, community development, harakah, and culture. Keywords: Intellection, Movement, da’wah, MIUMI Pusat, paradigm
Jurnalistik Dakwah: Relevansi Nilai-Nilai Islam dalam Jurnalisme di Era Post-Truth musyaffa, musyaffa
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v3i2.36534

Abstract

Perkembangan media massa Islam mengalami fluktuasi. Hal ini berbeda dengan perkembangan media massa umum, relatif dapat bertahan hingga saat ini. Ironi jurnalistik dakwah/Islam di negeri mayoritas muslim. Pembaca setia jurnalistik Islam lebih tertarik dengan media berita seperti Kompas dan Kompas.com, Seputar Indonesia dan Okezone.com, Media Indonesia dengan Medcom.id. Komsumsi media juga beralih ke digital, mudah dan efisien, khalayak tidak hanya jadi konsumer tapi juga prosumer.  Era post-truth menciptakan bias informasi yang dianggap benar oleh Netizen. Bagaimana idealnya nilai-nilai Islam terinfiltrasi dalam dunia jurnalisme? Hal ini dijawab melalui pendekatan pustaka, secara kualitatif penulis mendeskripsikan dan menganalisis melalui perangkat contoh atas temuan kasus dalam dunia jurnalistik saat ini. Hasilnya, `tidak ada dikotomi dan distingsi antara jurnalistik Islam dengan jurnalistik umum. Keduanya terikat dengan standar etika dan moral. Setiap produk jurnalistik menjadi jurnalistik dakwah saat menerapkan prinsip sesuai dengan kaidah dan standar nilai Islam. Nilai-nilai Islam yang harus melekat, antara lain: Komitmen dan Konsisten (al-Istiqomah). Kejujuran (as-Shiddiq) meliputi Jujur atas Sumber Berita Jujur atas Isi Berita. Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Moderat (Washothiyah). Menolong dan Sisi Kemanusiaan (Ta’awun).
Penggunaan Media Sosial YouTube sebagai Sarana Dakwah di Kalangan Mahasiswa Prodi KPI Angkatan 2020-2021 Siregar, Nurfitriani M.; Rizki, Juni Wati Sri; Alwi, Ahmad
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Interaksi Peradaban Juli-Desember 2024
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v4i2.37882

Abstract

Adanya fenomena juru dakwah yang berdakwah melalui media sosial YouTube, memberikan jalan penulis untuk melakukan penelitian ini pada mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam angkatan 2020-2021 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Ada dua Tujuan dari penelitian ini, yang pertama untuk mengetahui bagaimana penggunaan media sosial YouTube sebagai sarana dakwah, yang kedua untuk mengetahui apa saja motif penggunaan media sosial YouTube sebagai saran dakwah. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif menggambarkan fenomena atau kenyataan yang ada, dan memperhatikan kualitas, karakteristik dan keterkaitan antar kegiatan. Kajian teori yang digunakan adalah Uses and Gratifications Theory yaitu teori yang memperhatikan apa yang dilakukan khalayak terhadap media yang digunakan, kemudian pada penelitian ini, penulis menggunakan desain penelitian fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan mahasiswa KPI angkatan 2020-2021 sudah menggunakan YouTube sebagai sarana dakwah dengan mengunggah beberapa konten dakwah di YouTube Channel masing-masing, namun sebagian besar konten dakwah tersebut merupakan kebutuhan tugas kuliah yang apabila tugas tersebut terpenuhi, konten dakwah yang sudah ada tidak dilanjutkan. Kemudian motif yang mendasari penggunaan YouTube dalam berdakwah yaitu motif kebutuhan mahasiswa, motif jumlah penonton dan subscriber, dan motif hiburan.
Membaca Borjuisasi Gaya Hidup Masyakarat Desa: Perspektif Meanings and Media Terhadap Film Pendek Pemean Sunaryanto, Sunaryanto
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Interaksi Peradaban Juli-Desember 2024
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v4i2.37971

Abstract

This research aims to analyze the meaning of the bourgeoisie of Yogyakarta village society as represented in the short film Pemean. The research method used is qualitative with a media studies and cultural studies paradigm. Data collection was carried out by literature review, documentation and observation of the short film Pemean. The data analysis method uses mass media textual analysis based on meanings and media theory, namely semiotics, denotation and connotation, structuralism, and code (myth and ideology). This research concludes that semiotically the short film Pemean contains signs of the village's natural environment, motorbikes, bicycles, brooms, rice. The social structure of Yogyakarta society today is no longer dominated by noble culture. Yogyakarta village society has shifted into a consumerist, bourgeois and capitalistic society. The motorbikes used by the community are a symbol of capitalism built by industry. Pemean (clothing clothes) and motorbikes, which are cultural symbols of village communities, are considered outdated and abandoned. Even though the social structure of Yogyakarta village society is still recognized as a center of culture, it is slowly but surely moving towards popular culture resulting from the industry of urban society. The people of Yogyakarta village no longer build a noble culture through agriculture because most of the people have changed their lifestyle to become bourgeois, driven by the power of capitalism.
PESAN KOMUNIKASI DAKWAH DALAM NOVEL SANGKALA LIMA (Analisis Isi Novel “Sangkala Lima” karya Langlang Randhawa) Saripan, Sobirin Sobirin
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Interaksi Peradaban Januari-Juli 2024
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v4i1.37991

Abstract

ABSTRAKSBerdakwah adalah anjuran menyeru kepada kebaikan, mengajak umat manusia kepada jalan yang benar. Perlu diingat bahwa dakwah tidak hanya sebatas dengan bercermah. Banyak media yang bisa mengantarkan pesan kita agar sampai kepada mad’u. Salah satunya adalah dakwah bil qalam. Dakwah yang menggunakan media tulisan dalam hal ini berwujud novel atau karya sastra. Dari cerita-cerita novel itulah penulis (dalam hal ini adalah da’i) memasukkan nilai-nilai Islam dan nasihat-nasihat kebajikan lewat para tokoh rekaannya. Sehingga tanpa sadar, mad’u sudah diberikan pemahaman tentang nilai Islam, seperti yang terdapat dalam novel Sangkala Lima karya Langlang Randhawa yang padat dengan pesan untuk tetap menjaga shalat. Tidak hanya itu, pesan yang terkandung dalam novel ini juga mengajarkan arti kejujuran, sabar, tawakal dan berbuat baik kepada siapapun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pesan dakwah apa saja yang terkandung dalam novel Sangkala Lima karya Langlang Randhawa, serta mengungkapkan isi pesan dakwah yang terkandung dalam novel Sangkala Lima.Sementara metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi. Ihwal pengumpulan data, penulis menggunakan data pokok yakni novel Sangkala Lima. Sementara untuk data sekunder meliputi buku-buku bacaan yang berkaitan serta dari internet.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meski karya sastra novel masuk dalam genre fiksi, tapi jangan sampai dianggap remeh. Sebab dalam novel—terutama novel Sangkala Lima—di dalamnya mengandung pesan-pesan moral. Terdapat pesan aqidah/tauhid, yang meliputi; tawakal, menuntut ilmu. Juga ada pesan syariah; anjuran mengerjakan shalat, membaca Al-Quran dan lain-lain. (*)
Efektivitas Public Speaking Presenter Dalam Menarik Penonton PAL TV Palembang Sepriansyah, Nanda; Sukmawati, Lilis
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Interaksi Peradaban Januari-Juli 2024
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v4i1.38513

Abstract

Skripsi ini mengkaji secara mendalam dampak kemampuan Public Speaking presenter terhadap daya tarik penonton PAL TV Palembang, penelitian ini mencakup analisis aspek verbal dan non-verba komunikasi presenter dalam konteks  televisi lokal. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif, yang melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi, untuk mendalami pemahaman tentang pengalaman, persepsi, terhadap Public Speaking presenter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan Public Speaking presenter dalam berbicara didepan umum, kepercayaan diri, keterampilan berbicara, mengelola ekspresi, wajah, penggunaan gerakan bahasa tubuh, kecepatan berbicara, artikulasi dan pengucapan, nada saat berbicara, aturan Ketika berbicara, cara mengatasi kegugupan saat presentasi, kemampuan menyampaikan materi secara menarik, serta membangun koneksi emosional memiliki implikasi positif pada partisipasi dan keterlibatan penonton, dan persiapan presenter sebelum dan setelah membaca pemberitaan, temuan ini menggaris bawahi pentingnya keterampilan Public Speaking sebagai faktor utama dalam menetukan kesuksesan sebuah program televisi lokal. Penelitian ini juga menyoroti perlunya pelatihan dan pengembangan terus menerus bagi presenter guna meningkatkan kualitas komunikasi mereka agar semakain menarik saat presentasi kedepannya, dengan kata kunci Public Speaking, Presenter, dan PAL TV Palembang. Penelitian ini memberikan kontribusi  penting dalam pemahaman lebih  lanjut tentang bagaimana peningkatan kemampuan komunikasi presenter, agar dapat menjadi dasar bagi pengembangan strategi dan pelatihan bagi presenter agar dapat lebih efektif dalam menyampaikan pesan, meningkatkan daya tarik saat presentasi dalam konteks media  televisi lokal.
POLARISASI SEBAGAI EFEK NEGATIF DALAM PEMBENTUKAN OPINI PUBLIK PADA PEMILIHAN PRESIDEN 2019 Faturahman, Rizky Faturahman; Khoirotun Nisa, Pia
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Interaksi Peradaban Januari-Juli 2024
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v4i1.38849

Abstract

Dalam konteks demokrasi dan pemilihan presiden Indonesia tahun 2019, penggunaan media sosial telah menunjukkan dampak signifikan dalam membentuk opini publik, terutama dalam konteks polarisasi dan perpecahan sosial. Studi ini menghipotesiskan bahwa strategi Agenda Setting melalui media sosial memperkuat perpecahan masyarakat dengan memprioritaskan isu-isu tertentu yang menggalang emosi dan identitas kelompok. Pertanyaan utama yang diangkat adalah bagaimana media sosial mempengaruhi opini publik selama pemilu dan pertanyaan pendukung mencakup bagaimana isu-isu dipilih dan diframing untuk mempengaruhi pemilih. Kerangka teoritis studi ini berfokus pada Teori Agenda Setting untuk menjelaskan manipulasi isu dan persepsi publik. Metodologi penelitian melibatkan analisis konten digital dari platform media sosial yang populer selama pemilu, serta berdasarkan pada kajian Pustaka terkait. Analisis menggabungkan teori dengan data empiris, mengungkapkan bagaimana narasi dibentuk untuk menciptakan 'echo chambers' dan memperkuat polarisasi. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa meskipun media sosial memberikan platform untuk partisipasi demokratis yang lebih luas, penggunaannya secara tidak kritis dapat memperdalam perpecahan sosial, menyoroti pentingnya literasi media di era digital saat ini.
Analisis Kritis terhadap Penerapan Gaya Bahasa pada Retorika Dakwah Ustaz Subhan Bawazier di Instagram Nurdin, Nabhan Ali; Syihabudin, Zakaria
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 4 No. 1 (2024): Interaksi Peradaban Januari-Juli 2024
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v4i1.39261

Abstract

Dakwah adalah mengajak umat manusia untuk kembali ke fitrahnya yaitu sebagai khalifah di bumi dan juga sebagai hamba yang senantiasa beribadah kepada Allah. Dalam berdakwah seorang da’i perlu menguasai retorika agar dakwahnya mudah diterima oleh mad’u. Ustadz Subhan Bawazier adalah salah satu dai yang memiliki ciri khas dalam dakwahnya sehingga mampu menarik mad’u untuk mengikutinya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana retorika dakwah Ustadz Subhan Bawazier di media sosial instagram? dan gaya bahasa apa yang digunakan dalam dakwahnya?. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan kualitatif serta teknik analisis dari Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah Ustadz Subhan Bawazier dalam retorika dakwahnya di media sosial instagram menerapkan lima tahapan dalam penyusunan pidato. Pilihan kata yang diterapkan dominan menggunakan gaya bahasa percakapan dan sedikit gaya bahasa tidak resmi. Nada  yang digunakan adalah gaya bahasa menengah, sederhana, mulia dan bertenaga.

Page 9 of 10 | Total Record : 98