cover
Contact Name
Saddam
Contact Email
kuttab@iainambon.ac.id
Phone
+6282248873689
Journal Mail Official
kuttab@iainambon.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. H. Tarmizi Taher, Kebun Cengkeh, Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa
ISSN : 26862395     EISSN : 26855682     DOI : http://dx.doi.org/10.33477/kjim.v2i1
Focus and Scope of this Journal is the result of research or literature review on: Education, teaching, learning, learning strategies and
Articles 44 Documents
PERSPEKTIF MASYARAKAT TENTANG TRADISI MANDI SAFAR (Studi Kasus di Dusun Sanahuni Desa Sole Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat) Rosyani Tomia; Samad Umarella; Saddam Husein
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4, No 1 (2022): PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/kjim.v4i1.2889

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses tradisi mandi safar di dusun Sanahuni Desa Sole Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram bagian Barat dan pendapat masyarakat dusun Sanahuni Desa Sole Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat tentang tradisi mandi safar. Serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses tradisi mandi safar. Penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif. Berlokasi di Dusun Sanahuni Desa Sole Kecamatan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan alur analisis data Milles. H. Huberman. Sumber data yang diperoleh adalah sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perspektif masyarakat Dusun Sanahuni tentang tradisi mandi safar merupakan suatu kebiasaan masyarakat Dusun Sanahuni yang sudah dijalankan sejak dulu sampai sekarang yang telah mereka percaya sebagai suatu kegiatan yang dapat melindungi mereka dari segala mara bahaya dan dapat menghapus dosa-dosa mereka. Dalam pelaksanaan tradisi mandi safar terdapat faktor pendukung dan faktor peghambat dimana salah satu faktor pendukungnya adalah masyarakat karena kehadiran masyarakat dalam berpartisipasi sangat mendukung jalannya pelaksanaan tradisi mandi safar dan salah satu faktor penghambatnya adalah komunikasi antar sesama masyarakat atau masyarakat dengan tokoh agama sehingga dapat menghambat jalannya pelaksanaan tradisi mandi safar.
UPAYA GURU FIQIH DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN MENJALANKAN IBADAH SHALAT LIMA WAKTU (Pada Siswa Kelas VII MTs LKMD Sawa Kabupaten Buru) Yuli Umasugi; Nur Khozin
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4, No 1 (2022): PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/kjim.v4i1.2887

Abstract

Penelitian ini berfokus pada upaya guru Fiqih dalam menumbuhkan kesadaran shalat lima waktu pada siswa kelas VII di MTs LKMD Sawa Kabupaten Buru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru fiqih dalam menumbuhkan kesadaran menjalankan shalat lima waktu pada siswa kelas VII MTs LKMD Sawa Kabupaten Buru serta faktor pendukung dan penghambat upaya guru fiqih tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru fiqih dalam menumbuhkan kesadaran menjalankan shalat lima waktu pada siswa kelas VII MTs LKMD Sawa Kabupaten Buru mempunyai peran yang banyak antara lain: a) Guru memberikan pengarahan positif, b) Guru memberikan motivasi, c) Guru memberikan sangsi kepada siswa yang tidak mengikuti sholat dzuhur berjama’ah. Faktor pendukung adalah adanya kebijakan sekolah tentang sholat lima waktu, peran guru yang lain juga sudah maksimal dalam membimbing, mengarahkan, memotivasi, mengevaluasi, dalam mendisiplinkan shalat berjama’ah di sekolah, dan ketersediaan tempat ibadah dan prasaranannya. Sedangkan untuk faktor pengahambatnya yaitu kondisi masjid yang kurang luas sehingga tidak mampu menampung siswa untuk shalat berjama’ah secara keseluruhan, dan peran orang tua dan lingkungan sekitar yang belum maksimal dalam mendukung hal tersebut.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN DOSEN PAI iMENURUT PANDANGAN AN-NAWAWI (DALAM KITAB AT-TIBYAN FI ADABI HAMALAH AL-QUR’AN) Fitria Buton; Yusuf Abd. L; Mukhlisin Mukhlisin
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4, No 1 (2022): PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/kjim.v4i1.2955

Abstract

Hasil iTemuan iini imengungkapkan ibahwa iDosen iPAI, iFakultas iTarbiyah, idan iKeguruan iIAIN iAmbon isemuanya imemiliki ilima ikompetensi ikepribadian, iyaitu: i(1) ikonsisten, iseperti iberfungsi isesuai istandar isosial idan isenang imenjadi iseorang iDosen; ihal iini iditunjukkan ioleh ibantuan ikonstan iprofesor, iinteraksi idengan imahasiswa idan iprofesor ilainnya, idan isalam iramah. iHal iini isejalan idengan ifalsafah ian-Nawawi iyang imeyakini ibahwa i“Dosen iharus imencintai imahasiswanya, imemperhatikan ikemaslahatan imahasiswanya”, idan ibangga idengan ipanggilannya. i(2) idewasa ikarena ikemandirian iyang iditunjukkan ioleh iDosen iPAI. iMenurut ian-Nawawi, i"dosen iharus itertarik idalam imemberikan ipengajaran, iserta imemiliki iintensif iyang ibaik" i(3) iberwibawa ikarena iperilaku ipro-aktif iDosen iPAI. iHal iini isesuai idengan iapa iyang idiyakini ian-Nawawi ibahwa i“dosen iharus imemiliki iakhlak iterpuji” i(4) iberakhlak imulia, ibahwa i“dosen iharus iberakhlak imulia” i(akhlak iterhadap iAllah iSWT, isesama imanusia, idan ilingkungan), iMenurut ian-Nawawi, idosen i“harus imenghiasi idiri idengan iakhlak iyang iterpuji. i(5) iteladan, idosen iPAI ibisa imenjadi iteladan ibagi imahasiswanya isejalan idengan ipemikiran ian-Nawawi ibahwa idosen iharus imenghiasi idiri idengan iakhlak iterpuji, idan imemperlakukan ipeserta ididik idengan ilemah ilembut, iNiat iLillahi ita'ala idengan ikepribadian iseperti iini, isiswa iakan imengikutinya” iDosen iPAI idapat imenjadi ipanutan ibagi imahasiswanya idengan imenjadi iteladan idan imemotivasi imahasiswa iuntuk imempererat itali isilaturahmi iantara idosen idan ipara imahasiswa iJenis ipenelitian iini, imenggambarkan itentang ifenomena idi ilapangan idan iberkaitan idengan irumusan imasalah iyang idisajikan, ibersifat ikualitatif. iPartisipan idalam ipenelitian iini iadalah ipara ipengajar iPAI idan imahasiswa iProgram iStudi iPendidikan iAgama iIslam iFakultas iTarbiyah idan iKeguruan iIAIN iAmbon. iReduksi idata, ipenyajian, idan iverifikasi iadalah itiga imetode ianalisis idata iyang idigunakan idalam ipenelitian iini, isedangkan iobservasi, iwawancara, idan idokumentasi iadalah itiga imetode ipengumpulan idata iyang ipeneliti igunakan idalam imeneliti iterkait ifenomena iyang iterjadi idilapangan.
URGENSI PENDIDIKAN WIRAUSAHA (Studi Pada Pelaku usaha di desa Batu Merah Kota Ambon) M Sahrawi Saimima; Andi Ismai Marasabessy
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4, No 1 (2022): PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/kjim.v4i1.2809

Abstract

Abstract This research was conducted due to the phenomenon of the development of business actors during the Covid-19 pandemic in the city of Ambon. The object of research in this study was business actors in the red stone village of Ambon city. This research uses a qualitative research approach. The results showed that many business actors are those who do not have a special educational background in entrepreneurship. The results of field observations show that business actors started businesses due to the large amount of government assistance and the large return of students from outside the city to the city of Ambon and provided development to business actors in the city of Ambon. The results of the study provide information on the importance of knowledge to business actors in the red stone village of Ambon city about entrepreneurship so that their business can continue to grow in any condition.Keywords : Covid-19, Businessman, Entrepreneur Education
PEMBELAJARAN KITAB SAFINAH AN-NAJAH DAN IMPLEMENTASINYA di KALANGAN MAHASANTRI MA’HAD AL-JAMI’AH IAIN AMBON Jumadi Landjai
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4, No 1 (2022): PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/kjim.v4i1.2958

Abstract

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Pada pembelajaran kitab Safinah An-Najah materi yang diajarkan berupa dasar-dasar syari’at, tata cara bersuci, tata cara beribadah berupa shalat, puasa, zakat, serta tata cara merawat jenazah. Metode yang digunakan dalam pembelajaran kitab Safinah An-Najah sesuai dengan metode yang pada umumnya digunakan oleh pesantren dalam pembelajaran kitab kuning yaitu metode bandongan dan sorogan. Untuk evaluasi dari pembelajaran kitab Safinah An-Najah dilakukan seminggu sekali dengan ustadz menunjuk mahasantri untuk membaca ulang materi yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. (2) Adapun proses implementasi mahasantri terkait dengan materi thaharah dan shalat sudah diterapkan dengan baik oleh mahasantri dalam kehidupan sehari-hari, ini dibuktikan dengan perubahan tingkah laku mahasantri berupa aktivitas ibadah yang semakin membaik dikarenakan materi yang mereka dapatkan tidak disimpan pada memori otak saja melainkan mereka implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. (3) Faktor pendukung dalam pembelajaran kitab Safinah An-Najah yaitu; pengajar/ustadz dan fasilitas, dimana kemampuan ustadz dalam menyampaikan materi dengan baik, selain itu fasilitas yang mendukung berupa kitab yang sudah tersedia, dan ruang belajar yang nyaman. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat yaitu; dari diri santri itu sendiri dimana kurangnya manajemen waktu dengan baik sehingga masih ada  mahasantri yang telambat dalam mengikuti pembelajaran kitab Safinah An-Najah.Kata kunci: Pembelajaran Kitab Safinah An-Najah  dan Implementasi
PERAN TENAGA PENGAJAR DALAM PENNGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN AL QUR'AN DI TPQ AL HIJRAH 2 DESA KAHENA KEC.SIRIMAU KOTA AMBON rahmawati rumalutur; nurhasanah nurhasanah
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol 4, No 1 (2022): PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/kjim.v4i1.2920

Abstract

Dalam dunia pendidikan tentu di dalamnya ada peran seorang guru sebagai pengajar, guru dituntut untuk melakuan sebuah perubahan dalam dunia pendidikan, diantaranya guru berperan dalam peningkatan kualitas pembelajaran dalam dunia pendidikan formal, informal maupun nonformal. Dan proses pembelajaran di TPQ Al-Hijrah 2 saat ini masih kurangnya peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an baik itu dari anak-anak itu sendiri maupun dari tenaga pengajar. Serta masih kurangnya kualitas bacaan Al-Qur’an anak-anak. Untuk itu peneliti ingin melihat peran tenaga pengajar TPQ Al-Hijrah 2 dalam peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al-Hijrah 2, dan masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana Peran Tenaga Pengajar Dalam Peningkatan Kualitas Pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al-Hijrah 2 Desa Kahena Kec, Sirimau Kota Ambon. (2) Bagaimana faktor pendukung dan penghambat peran tenaga pengajar dalam peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Al-Hijrah 2 Desa Kahena Kec, Sirimau Kota Ambon . Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 2021 -18 September 2021 di TPQ Al-Hijrah 2. Dengan sumber data dalam penelitian ini adalah 4 para tenaga pengajar yaitu 1 pimpinana dan 3 orang tenaga pengajar.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi,wawancara dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa adapun peran tenaga pengajar dalam peningkatan kualias pembelajara Al-Qur’an di TPQ Al-Hijrah 2: (1) sebagai Pembimbing, memberikan motivasi serta nasehat kepada para peserta didik atau santri dan selalu sabar dalam membimbing santri yang lambat dan sulit dalam bacaan mengajinya. Sebagi Pendidik, para tenaga pengajar selalu mendidik para santri mengenai kedisiplinan datang mengaji, memberikan nasehat dan memberikan hukuman hafalan bila santri melakukan kesahalahan. Sebagai Pengajar, para tenaga pengajar diharuskan menguasai materi yang diberikan kepada para santri berupa fikih ibadah, hukum bacaan, ilmu tajwid, makhrojal huruf. (2) Faktor Pendukung adalah tersedianya ruang TPQ yang cukup yakni 2 ruang TPQ untuk kelas Iqro dan Al-Qur’an, tersedianya Al-Qur’an dan Iqro sebanyak 30 Al-Quran dan 30 Iqro, tersedianya para tenaga pengajar, dukungan orang tua santri dalam kedisiplinan santri datang mengaji dan Kedisiplinan yang berlaku di TPQ Al-Hijrah 2 Desa Kahena Kec. Sirimau Kota Ambon. Faktor Penghambat adalah Kurangnya tenaga pengajar, teman yang cenderung mengajak bermain dan kurangnya perhatian dari orang tua santri untuk menjaga hafalan anak di rumah dan karakter dan sifat santri yang berbeda-beda.
THE DEVELOPMENT OF TAHSIN, TAHFIDZ AND MUROJA'AH AL-QUR'AN (JUZ 30) IN ESTABLISHING MORALS AT MAN AMBON STUDENTS Ahl Allah; Nur Khozin Khozin
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2022): PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/kjim.v4i2.4310

Abstract

Abstract: Every educational institution must have a vision, mission and purpose of building the educational institution, that is, the graduates are all outstanding and able to take part in society later. The most important provision of knowledge for students is the provision of the Qur'an. So the development of Tahsin, Tahfidz and Muroja'ah al-Qur'an became the initial capital taught by MAN Ambon for its students. The result of this coaching is that MAN Ambon students are able to memorize the Qur'an Juz 30 well and have an effect on the birth of noble morals in their better and better self.Keywords : Coaching Tahsin, Tahfidz and Muroja'ah
THE EFFECTIVENESS OF THE SCRAMBLE LEARNING MODEL TO INCREASING LEARNING MOTIVATION IN THE SKI SUBJECT STUDENT OF XII IPA 2 MAN AMBON La Zubair Zubair; Syamsuar Hamka Hamka
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2022): PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/kjim.v4i2.5270

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the scramble learning model in increasing student motivation in SKI subjects on Islamic kingdoms in Indonesia for class XII IPA 2 MAN Ambon. This study uses a type of participant class action research, which is carried out in stages until the researcher gets results that are in accordance with the treatment or actions in the class. So, researchers will act actively during the research process. This classroom action research consists of three parts, namely (1) planning, (2) implementation, (3) observation, and (4) reflection. After planning, the researcher then performs pre-action by collecting data, then carrying out the action in several cycles then he analyzes the data so that it becomes a research report. The results in this study indicate that the learning process using the scramble learning model has experienced effectiveness in increasing student learning motivation in the subject of Islamic cultural history subject to Islamic kingdoms in Indonesia, class XII IPA 2 at Ambon State Madrasah Aliyah, Academic Year 2022/2023. By obtaining data through the percentage of the average value of student learning motivation in cycle I of (68.7%) with this result increasing student motivation experienced a change from the previous condition, namely pre-cycle with an average score of (37.4%) even though it had not yet reached the completeness criterion of learning motivation of (75%). In cycle II, the average mastery score of students' learning motivation was (89.5%) with this result that students experienced a very good increase in learning motivation and met the mastery criteria for an average score of (75%) which was the main target in class action research (CAR) through the scramble learning model.
The Usage of Teaching Modules in Implementation of Independent Curriculum at Madrasas Kamis, Riyadi Kamis
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 5 No. 1 (2023): Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/kjim.v5i1.5548

Abstract

The Independent Curriculum (IKM) is a curriculum that provides creativity space and flexibility for madrasas in managing learning according to the needs, potential and characteristics of madrasas. One of the learning resources that can be used in IKM is teaching modules, which are independent teaching materials that contain materials, learning activities, and evaluations. This study aims to describe the management of learning through IKM teaching modules in madrasas. This research uses a qualitative approach with a case study method. The research subjects were teachers and students at one of the IKM pilot madrasahs in Malang City. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show that the management of learning through the IKM teaching module in madrasah includes planning, implementation, and assessment. Planning is done by compiling a syllabus, learning implementation plan (RPP) IN 2013 CURRICULUM and teaching modules that are in accordance with learning outcomes (CP) and madrasah operational curriculum (KOM) in the independent curriculum. Implementation is carried out using teaching modules as the main teaching materials accompanied by other learning resources, such as textbooks, media, internet, etc. Implementation is also carried out by applying the principles of active, creative, effective and fun learning (PAKEM), as well as utilizing information technology in the presentation and distribution of teaching modules. The assessment is carried out using an integrated assessment instrument in the teaching module, as well as using a portfolio as evidence of CP achievement. This research has implications that the management of learning through IKM teaching modules in madrasas can improve the quality of learning and student learning outcomes.
THE VALUES OF ISLAMIC EDUCATION IN THE READING BARZANJI TRADITION AT NEGERI LIANG MOLUCCAS Nuria Nuria Nuria; Yusuf Abdurrahman Luhulima; Hayati Nufus Nufus
Kuttab: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2022): PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/kjim.v4i2.5271

Abstract

This research aims to determine the values of Islamic education contained in the Barzanji Reading Tradition so that there is no culture or custom that is misinterpreted by the community which leads to polytheism. The method used in this research is descriptive qualitative and the research was conducted for one month starting from August 25 to September 25, 2022. There were 7 informants in this study. The techniques used in this study include: Observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study explain that the values of Islamic education in the Barzanji reading tradition include three aspects, namely aqidah, growing our sense of belief in the Prophet Muhammad that he is the last and most noble Prophet. From the aspect of worship, it includes: The value of Gratitude, namely the expression of gratitude to Allah SWT who has provided sustenance for what has been obtained, The value of friendship, namely the establishment of friendship between religious leaders, the community and the government and to strengthen brotherhood. Moral values: namely morality towards Allah SWT as an attitude or action that should be carried out by humans because humans as servants of Allah SWT should have good morals. Morals to Rasulullah SAW, namely to love and glorify Rasulullah SAW and say blessings and greetings to Rasulullah SAW. The value of mutual help is that it can be applied by providing energy, skills, materials, thoughts, mutual respect and respect