cover
Contact Name
Dewa Gede Sudika Mangku
Contact Email
dewamangku.undiksha@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dewamangku.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11 Singaraja - Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal ENMAP
ISSN : 27453731     EISSN : 27453723     DOI : https://doi.org/10.23887/jpss.v2i2.468
JURNAL ENMAP is a journal that facilitates the interests of lecturers, Profesional and the academic community to communicate articles from research results and strengthen the exchange of ideas from academic reviews in the field of geoinformstion, surveying, cartographic, and environmental.The academic articles include research and reviews of studies in Geoinformation, field surveying, environmental, regional issue investigations, resource management, disaster management, remote sensing techniques (RS) and the application of geographical information system (GIS) and in-depth discussion on the development of surveying and mapping tools.
Articles 85 Documents
IDENTIFIKASI POTENSI LAHAN DAN FUNGSI KAWASAN UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN BUDIDAYA PERTANIAN LAHAN KERING DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BULELENG I Gede Budiarta
Jurnal ENMAP Vol. 1 No. 1 (2020): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i1.26710

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan 1) tingkat kesesuaian penggunaan lahan pada wilayah DAS di Buleleng; 2) zona fungsi kawasan pada DAS Buleleng; Metode yang digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian penggunaan lahan dan indeks penutupan lahan adalah Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P. 32/MENHUT-II/2009. Sementara metode penentuan fungsi kawasan menggunakan SK Menteri Pertanian No. 837/Kpts/Um/11/1980 dan No. : 683/Kpts/Um/8/1981. Kriteria tingkat kesesuaian penggunaan lahan terdiri atas tiga kategori, yaitu baik, (kesesuaian >75%), sedang (40-75%), dan rendah ( <40%). Kriteria indeks penutupan lahan tergolong tinggi apabila tutupan vegetasi mencapai > 75%, sedang jika tutupannya antara 35-75%, dan rendah jika < 35%. Pemetaan fenomena geospasial terkait dengan persebaran kesesuaian penggunaan lahan dan indeks penutupan lahan menggunakan perangkat lunak ER Mapper, MapInfo Professional, dan ArcView GIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian penggunaan lahan DAS Buleleng pada masing-masing unit lahan yaitu: unit lahan dengan kriteria rendah (10 %), unit lahan 2 dengan kriteria rendah (11 %), kriteria sedang pada unit lahan 3 (62 %), kriteria sedang pada unit lahan 4 (69 %), unit lahan 5 dengan kriteria tinggi (77 %), unit lahan 6 dengan kriteria tinggi (85 %), dan unit lahan 7 dengan kriteria tinggi (93 %). Terdapat empat zona fungsi kawasan pada DAS Buleleng, yaitu 1) kawasan budidaya tanaman semusim (unit lahan 1 dan 2); kawasan budidaya tanaman tahunan (unit lahan 3); kawasan penyangga (unit lahan 4 dan 5); serta kawasan lindung (unit lahan 6 dan 7).
SEBARAN TINGKAT KAPASITAS WILAYAH PESISIR BAGIAN BARAT KABUPATEN BULELENG TERHADAP ANCAMAN PENINGKATAN MUKA AIR LAUT I Wayan Krisna Eka Putra
Jurnal ENMAP Vol. 1 No. 1 (2020): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i1.26715

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sebaran tingkat kapasitas wilayah pesisir bagian baratKabupaten Buleleng terhadap ancaman peningkatan muka air laut serta mengetahui perbandingantingkat kapasitasnya. Subyek dalam penelitian ini adalah aparat desa dan staff BPBD KabupatenBuleleng, sementara obyek penelitiannya adalah tingkat kapasitas. Fenomena yang dideskripsikandalam penelitian ini terkait dengan sebaran tingkat kapasitas wilayah pesisir bagian barat KabupatenBuleleng. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari kegiatan pengumpulan data,pembobotan, penentuan tingkat kapasitas sampai akhirnya pemetaan tingkat kapasitas. Teknik analisisdata yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dipadukan dengan analisis komparatifkeruangan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang ditujukan untuk menganalisis perbandingantingkat kapasitas antar desa di wilayah pesisir. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sebarantingkat kapasitas seluruh wilayah pesisir bagian barat Kabupaten Buleleng berada pada kategori sedang.Penilaian tingkat kapasitas menunjukkan adanya ketimpangan indikator kapasitas beberapa desaterutama mengenai ketersediaan peta ancaman dan sistem peringatan dini. Dengan demikian perludilakukan sosialisasi terhadap dokumen kajian bencana yang sudah dibuat oleh BPBD KabupatenBuleleng.
TINGKAT BAHAYA EROSI DI KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI Wayan Damar Windu Kurniawan
Jurnal ENMAP Vol. 1 No. 1 (2020): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i1.26717

Abstract

Perkembangan pariwisata di wilayah Kecamatan Kuta Selatan diikuti dengan semakin berkembangnyalahan terbangun. Fenomena ini tentunya akan berdampak pada kondisi lahan, khususnya bahaya erosiyang dapat menyebabkan pendangkalan sungai atau sedimentasi di bibir pantai. Berdasarkan haltersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi dan tingkat bahaya erosi di wilayah kajian(Kuta Selatan). Analisis Tingkat bahaya erosi dan besaran laju erosi di Kecamatan Kuta Selatanmenggunakan metode USLE dari Wischmeier dan Smith (1978) dengan menggunakan 4 jenis informasidasar untuk menghasilkan indeks Erositivitas, Erodibilitas, Panjang dan kemiringan lereng, dan faktorpengelolaan lahan/tanaman. Empat jenis data / informasi dasar yang digunakan yaitu data curah hujan,peta jenis tanah, kemiringan, dan peta penutupan lahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwaberdasarkan data dasar, wilayah kajian didominasi solum tanah sangat dangkal. Hal ini berpengaruhpada tingkat bahaya erosi yang berat pada sebagian besar wilayah kajian dengan laju erosi rata – ratakurang dari 15 ton/ha/tahun.
PEMETAAN UNIT LAHAN UNTUK KESESUAIAN TANAMAN KAKAO DI DESA UNGGAHAN KECAMATAN SERIRIT Dewa Made Atmaja
Jurnal ENMAP Vol. 1 No. 1 (2020): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i1.26718

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pemetaan Unit Lahan Untuk  Kesesuaian Tanaman Kakao di Desa Unggahan Kecamatan Seririt”. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pemetaan unit lahan di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. (2) Untuk menilai kesesuaian tanaman kakao di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. Obyek dalam penelitian ini adalah kesesuaian lahan untuk tanaman kakao  di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. Subyek penelitiannya adalah unit-unit lahan  yang ditanami tanaman kakao di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tehnik interpretasi citra satelit, observasi, dan pencatatan dokumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tehnik interpretasi dan pengamatan lapangan serta menggunakan sistem kunci penilaian kesesuaian lahan pada kategori tingkat kelas dan sub kelas tanaman kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pemetaan unit lahan diperoleh dari hasil interpretasi citra satelit, analisis peta dan uji medan sehinggga dapat dipetakan unit lahan dan diperoleh 15 unit lahan pada daerah penelitian, dan yang diteliti hanya 7 unit lahan yang ditanami kakao. (2) Lahan yang sesuai untuk tanaman kakao seluas 907 Ha atau 59,20% dan lahan yang tidak sesuai seluas 625 Ha atau 40,80%. Kelas kesesuaian untuk lahan yang sesuai termasuk S3 yaitu hampir sesuai dengan sub kelas S3ns tersebar pada satuan pemetaan 3, 5. 7, dan 9 serta sub kelas S3rns tersebar pada satuan pemetaan 15. Lahan yang tidak sesuai termasuk kelas N1 dengan sub kelas N1s tersebar pada satuan pemetaan 10 dan 12
PEMETAAN POLA SEBARAN SEKOLAH DASAR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KECAMATAN NUSA PENIDA Wayan Preana
Jurnal ENMAP Vol. 1 No. 1 (2020): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i1.27388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) bagaimana cara menentukan sebaran sekolah dasar di Kecamatan Nusa Penida, 2) menentukan pola sebaran Sekolah Dasar di Kecamatan Nusa Penida. Metode yang digunakan yaitu metode deskritif kualitatif yaitu untuk mendeskripsikan bagaimana cara menentukan sebaran dan pola sebaran Sekolah Dasar yang ada di Kecamatan Nusa Penida. Metode analisis yang digunakan yaitu untuk menentukan sebaran menggunakan metode ploting titik koordinat sehingga sebaran dapat di tentukan, sedangkan untuk menentukan pola sebaran Sekolah Dasar menggunakan metode analisis tetangga terdekat. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini berupa peta sebaran sekolah dasar dan pola sebaran sekolah dasar. Pola sebaran Sekolah Dasar dilihat secara perdesa menunjukkan pola sebaran seragam terjadi di Desa Sakti
PEMANFAATAN FOTOGRAMETRI UNTUK MODEL 3 DIMENSI DENGAN VISUALISASI MENGGUNAKAN TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY (AR) M Mujahid Aditya Fidera; Muhammad Ihsan
Jurnal ENMAP (Environtment And Mapping) Vol. 1 No. 2 (2020): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i2.28170

Abstract

Kemajuan teknologi akan terus berkembang dan berkembang selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan memiliki inovasi yang berdampak positif bagi kehidupan manusia. Salah satu aspek yang akan terus berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi adalah media dalam menyampaikan informasi. Media tentu saja berkaitan dengan penggunaan alat yang memiliki kemampuan untuk memvisualisasikan suatu objek/keadaan tertentu. Sebelum melakukan pemvisualisasian terhadap suatu objek/keadaan untuk menampilkan informasi peran kamera atau wahana digunakan untuk menangkap objek/keadaan pada permukaan bumi sangat dibutuhkan. Fotogrametri merupakan salah satu kegiatan yang cocok sebelum melakukan pemvisualisasian. Sesuai dengan pengertian fotogrametri yang merupakan seni, ilmu dan teknologi dalam memperoleh informasi yang terpercaya mengenai objek-objek dan lingkungan fisis melalui proses perekaman. Produk dari fotogrametri merupakan teknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai media dalam penyampaian informasi. Metode yang digunakan untuk memanfaatkan produk dari fotogrametri yaitu dengan mengkombinasikan data melalui pengolahan beberapa perangkat lunak (software). Pada penelitian ini, kombinasi antara Augmented Reality (AR) dengan produk fotogrametri digital 3 Dimensi merupakan sarana bagi teknologi interaksi antara manusia dengan komputer. Karena produk dari fotogrametri yang berbentuk 3 Dimensi sudah sesuai dengan keadaan objek sebenarnya yang ada pada permukaan bumi dan Augmented Reality (AR) memberikan informasi secara interaktif kepada pengguna terutama dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan. Proses penyampaian informasi yang menggunakan teknologi sebagai medianya akan sangat memudahkan untuk penngguna dalam proses kegiatan yang berkaitan dengan informasi.Kata kunci: Fotogrametri, Augmented Reality (AR).
PEMANFAATAN METODE FOTOGRAMETRI UNTUK PEMETAAN SKALA 1 : 1000 (STUDI KASUS : UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA) Dendi Haris Rachmanto; Muhammad Ihsan
Jurnal ENMAP Vol. 1 No. 2 (2020): September, Jurnal ENMAP
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fotogrametri merupakan seni, ilmu dan teknologi dalam memperoleh informasi yang terpercaya mengenai obyek-obyek dan lingkungan fisik, melalui proses perekaman, pengukuran dan penafsiran citra fotografik, yang dimana aspek-aspek geometrik dari foto udara seperti sudut, jarak, koordinat, dan sebagainya merupakan faktor utama, cepatnya perkembangan dari teknologi dalam bidang survey dan pemetaan yaitu Wahana Unmanned Aerial Vehicle membuat penulis melakukan sebuah penelitian pada lingkungan kampus dengan tujuan menghasilkan informasi spasial kampus UPI dari hasil orthophoto dengan skala besar yang sesuai dengan Peraturan Badan Informasi Geospasial,disisi lain Badan Informasi Geospasial selaku lembaga yang mengurusi perumusan, penyusunan rencana, dan pelaksanaan pengawasan fungsional pada informasi spasial membuat kebijakan tentang standarisasi dari pemetaan fotogrametri.kebijakan tersebut menitik beratkan pada koreksi geometri foto udara dilakukan dengan cara membandingkan koordinat foto udara dengan koordinat hasil pengolahan data GPS. Pengujian ketelitian posisi mengacu pada perbedaan koordinat (X, Y) antara titik uji pada gambar dengan lokasi sesungguhnya. Hasil akhir dari kegiatan survey foto udara yaitu berada pada tahap uji akurasi yaitu Root Mean Square Error (RMSE) digunakan untuk menggambarkan akurasi meliputi kesalahan random dan sistematik. dengan nilai yang didapat pada saat pengolahan 0.190029m selanjutnya nya menghitung nilai dari Circular Error 90% (CE90) yaitu ukuran ketelitian geometrik horizontal yang didefinisikan sebagai radius lingkaran yang menunjukkan bahwa 90% kesalahan atau perbedaan posisi horizontal objek di peta dengan posisi sebenarnya. Maka hasil akhir dari uji akurasi ini bahwa CE90 = 0.288368 berada pada skla 1 :1000 Kelas 2 ketelitian peta dasar
PEMETAAN SEBARAN TINGKAT POTENSI OBJEK WISATA YANG TERDAPAT DI KECAMATAN NUSA PENIDA I Gede Yudi Wisnawa; I Gst Ngr Yoga Jayantara; I Kadek Gunawan
Jurnal ENMAP (Environtment And Mapping) Vol. 1 No. 2 (2020): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i2.29008

Abstract

Kecamatan Nusa Penida merupakan wilayah di Bali yang memiliki karakteristik unik yang dilihat dari bentuk wilayah sumber daya alam hayati maupun non hayati selain eksistensi kebudayaan yang ada. Hal ini menjadikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk mengeksplorasi wilayah Nusa Penida. Perkembangan pariwisata di Kecamatan Nusa Penida  belum diimbangi dengan penataan dan pengelolaan dari Pemerintah setempat baik dari sarana maupun prasarana yang belum memadai dan Pentingnya pendataan terkait tingkat potensi objek wisata yang tersebar di Kecamatan Nusa Penida sebagai pedoman untuk pengelolaan dan strategi pengembangan tingkat potensi objek wisata di Kecamatan Nusa Penida. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei dengan menggunakan teknik dokumentasi dan observasi dalam pengumpulan data. Objek dalam penelitian ini berupa sebaran tingkat potensi objek wisata. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis deskriptif dan analisis deskriptif kuantitatif yang dikorelasikan dengan menggunakan teknik skoring. Teknik ini digunakan untuk mengetahui perolehan skor tertinggi dan skor terendah yang nantinya akan dianalisis dan diklasifikasikan ke dalam kategori skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat 25 sebaran objek wisata, 6 diantaranya merupakan objek wisata yang memiliki tingkat objek wisata sangat berpotensi, 13 titik sebaran tingkat potensi objek wisata yang berpotensi dan 6 titik tingkat potensi objek wisata wisata yang tidak berpotensi. Selain itu masih terdapat banyak objek wisata yang perlu dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah setempat untuk meningkatkan objek daya tarik wisata yang ada di Kecamatan Nusa Penida. Desa Sakti memiliki lokasi objek wisata paling banyak sedangkan Desa Klumpu dan Desa Batumadeg hanya memiliki 1 lokasi objek wisata. Selain itu terdapat beberapa desa yang masih belum memiliki objek wisata yaitu Desa Ped, Kutampi Kaler, Kutampi, Batununggul, Suana dan Desa Sekartaji.
PEMETAAN INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP LAYANAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA KABUBATEN BULELENG TAHUN 2019 I Wayan Krisna Eka Putra
Jurnal ENMAP (Environtment And Mapping) Vol. 1 No. 2 (2020): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i2.29009

Abstract

Penelitian pemetaan indeks kepuasan masyarakat ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana sebaran indeks kepuasan masyarakat Buleleng terhadap layanan yang sudah diberikan oleh BPBD Kabupaten Buleleng. Subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang sudah pernah mendapatkan pelayanan BPBD Kabupaten Buleleng baik dalam tataran pra bencana, saat bencana maupun pasca bencana yang jumlah total respondenya mencapai 82 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei lapangan yang terdiri dari 4 tahapan kegiatan yaitu : persiapan, pengumpulan data, analisis data dan penyusunan laporan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa indek kepuasan masyarakat dari semua unsur pelayanan yang sudah diberikan oleh BPBD Kabupaten Buleleng tahun 2019 adalah 73,69 atau berada pada kategori baik
KINERJA SEKTOR UNGGULAN DI KECAMATAN RENDANG, KABUPATEN KARANGASEM I Wayan Landrawan; Wayan Damar Windu Kurniawan
Jurnal ENMAP (Environtment And Mapping) Vol. 1 No. 2 (2020): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i2.29022

Abstract

Erupsi Gunung Api Agung yang terjadi pada tahun 2017 secara tidak langsung dapat berdampak pada pembangunan dan pengembangan kawasan di sekitarnya, terutama pada wilayah Kecamatan Rendang, yang berlokasi di lereng atas. Erupsi Gunung Api Agung ini menyebabkan terganggunya sumber daya alam di sekitarnya yang dapat menurunkan kinerja sektor unggulan wilayah. Hal ini menyebabkan pemerintah daerah perlu memiliki perencanaan pengembangan dan pembangunan wilayah berbasis skenario kebencanaan jika terjadi dampak yang signifikan pada sebuah kejadian bencana. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja sektor unggulan daerah yang ada di wilayah kajian, sehingga dapat memberikan gambaran bagi pemerintah daerah tentang potensi sektor unggulan yang akan terganggu jika terjadi erupsi di kemudian hari. Metode yang digunakan dalam menganalisis kinerja sektor unggulan daerah adalah analisis shift & share. Dalam penelitian ini analisis shift-share yang digunakan adalah perbandingan selisih laju pertumbuhan sektor di wilayah studi (Kecamatan) dengan wilayah yang lebih luas yaitu Kabupaten. Ada 7 sektor pembangunan yang dianalisis, yaitu pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, pariwisata, pertambangan, dan jasa. Hasil penelitian menunjukkan, dari 7 sektor pembangunan, perkebunan dan peternakan merupakan sektor dengan kinerja unggulan di Kabupaten Rendang. Sektor pertanian merupakan sektor dengan kinerja yang sedikit lebih unggul, sedangkan sektor lainnya merupakan sektor yang agak mundur. Kata Kunci: Kinerja Sektor Unggulan, shift & share, Erupsi gunung api.