cover
Contact Name
Dita Archinirmala
Contact Email
dorotea.ditaarchinirmala@kalbe.co.id
Phone
+6281806175669
Journal Mail Official
cdkjurnal@gmail.com
Editorial Address
http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cermin Dunia Kedokteran
Published by PT. Kalbe Farma Tbk.
ISSN : 0125913X     EISSN : 25032720     DOI : 10.55175
Core Subject : Health,
Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi. Jurnal ini ditujukan untuk membantu mewadahi publikasi ilmiah, penyegaran, serta membantu meningkatan dan penyebaran pengetahuan terkait dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Terbit setiap bulan sekali dan disertai dengan artikel yang digunakan untuk CME - Continuing Medical Education yang bekerjasama dengan PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia)
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 43, No 7 (2016): Kulit" : 23 Documents clear
Penyakit Wilson – Diagnosis dan Tatalaksana -, Fery
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 7 (2016): Kulit
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.676 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i7.78

Abstract

Penyakit Wilson disebabkan oleh kelainan genetik berupa mutasi gen ATP7B pada kromosom 13 yang menyebabkan akumulasi tembaga berlebih di hati dan/atau otak. Artikel ini membahas gejala, diagnosis, dan terapi penyakit Wilson.
Asidosis Laktat pada Ketoasidosis Diabetik Berat di Instalasi Perawatan Intensif Roostati, Rina Lizza; Rusli, Joseph
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 7 (2016): Kulit
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.033 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i7.83

Abstract

Pendahuluan: Asidosis laktat merupakan komplikasi yang jarang terjadi pada pasien kritis yang mengalami ketoasidosis diabetik (KAD). Kasus: Seorang pria 76 tahun masuk ke ICU dengan gagal napas dan henti jantung. Pasien didiagnosis dengan penyakit bronkopneumonia bilateral dan diabetes melitus tidak terkontrol. Setelah resusitasi jantung paru, sirkulasi spontan pasien dapat kembali. Pemeriksaan klinis dan laboratorium pasien menunjukkan kondisi berat, yaitu asidosis laktat pada KAD, syok tahap keempat disertai gangguan elektrolit berat. Setelah EGDT (Early Goal-directed Treatment) klinis stabil pada hari ketiga dan kadar laktat turun bermakna (2,7 mmol/L). Ringkasan: Asidosis laktat dapat terjadi pada pasien kritis KAD akibat hipoperfusi jaringan dan gangguan metabolisme glukosa. Pada umumnya pasien dengan hiperlaktatemia berat, asidosis, syok tahap keempat, sepsis dan riwayat henti jantung jarang bertahan hidup. Namun, dengan penatalaksanaan terarah pasien berhasil bertahan dan kadar laktat turun bermakna. Kadar laktat dalam darah dapat digunakan sebagai parameter keberhasilan terapi pasien sakit kritis.
Hubungan Kadar Glukosa Darah dengan Peroksidasi Lipid pada Pasien Diabetes Melitus tipe 2 -, Subandrate
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 7 (2016): Kulit
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.256 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i7.76

Abstract

Hiperglikemia pada Diabetes melitus (DM)  tipe 2 diduga berperan dalam peningkatan radikal bebas (oksidan) dan penurunan antioksidan darah. Peningkatan radikal bebas memicu peroksidasi lipid darah yang ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid (MDA).  Penelitian ini adalah penelitian potong lintang analitik observasional, bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah sewaktu dengan peroksidasi lipid darah pada pasien DM tipe 2. Subjek penelitian adalah 25 pasien DM tipe 2 dan 25 orang kontrol. Kadar glukosa darah sewaktu ditentukan dengan ACCU-CHECK®Kit. Kadar MDA darah ditentukan dengan Sigma MDA Assay Kit. Rata-rata kadar glukosa darah sewaktu pasien DM tipe 2 adalah 236,2 mg/dL dan kontrol adalah 101,9 mg/dL. Rata-rata kadar MDA darah pasien DM tipe 2 adalah 4,37 nmol/µL dan kontrol adalah 1,55 nmol/µL (P=0,00). Kadar glukosa darah sewaktu menunjukkan korelasi positif sedang dengan kadar MDA (r=0,584 dan P=0,00). Peroksidasi lipid darah (MDA) pada pasien DM tipe 2 meningkat signifikan dibandingkan kontrol. Kadar peroksidasi lipid darah pasien DM tipe 2 berkorelasi positif dengan kadar glukosa darah sewaktu.
Obesitas dan Urolithiasis Wonggokusuma, Gerry
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 7 (2016): Kulit
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.95 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i7.84

Abstract

Ada hipotesis yang menyebutkan bahwa obesitas merupakan faktor predisposisi urolhitiasis. Di lain pihak, program penurunan berat badan pasien obesitas seperti pembedahan bariatrik, diet Atkins, atau penggunaan obat lipase inhibitor juga diduga meningkatkan faktor risiko terjadinya batu saluran kemih.
Dermatosis pada Kehamilan Kristian, Rebecca Agustine
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 7 (2016): Kulit
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.651 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i7.80

Abstract

Dermatosis pada kehamilan merupakan sekelompok penyakit peradangan pada kulit yang berhubungan dengan kehamilan dan/atau postpartum, serta jarang atau tidak pernah didapatkan di luar kehamilan. Beberapa dermatosis pada kehamilan dapat sangat mengganggu, bahkan membuat ibu stres karena sangat gatal. Selain itu, dermatosis lain dapat berakibat fatal terhadap janin, seperti distres janin, kelahiran prematur, dan kematian janin. Diagnosis awal dan terapi yang tepat sangat diperlukan untuk memperbaiki prognosis ibu dan janin.
Pilihan Pengobatan pada Serangan Asma Prihartanto, Dony
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 7 (2016): Kulit
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.6 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i7.85

Abstract

Asma adalah penyakit peradangan kronik yang ditandai oleh episode berulang batuk, sesak napas, dada tertekan, dan mengi. Menurut WHO, diperkirakan terdapat 235 juta penderita asma di dunia, dengan 1,1 juta penderita asma di Indonesia. Pengobatan asma dibagi menjadi pengobatan reliever untuk meredakan gejala serangan asma dan controller untuk mencegah serangan asma. Review ini membahas efektivitas dan keamanan beberapa pilihan pengobatan asma baik reliever maupun controller.
Pendekatan Multidisipliner Xeroderma Pigmentosum Reginata, Gabriela
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 7 (2016): Kulit
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.812 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i7.81

Abstract

Xeroderma pigmentosum (XP) adalah penyakit kulit autosomal resesif, ditandai dengan gejala fotosensitivitas yang nyata. Penderitanya tidak mampu memperbaiki kerusakan DNA akibat radiasi sinar ultraviolet, menyebabkan berbagai manifestasi klinis: lentiginosis, perubahan pigmentasi, dan penuaan dini kulit, abnormalitas oftalmologik dan neurologik, sering disertai keganasan yang menyebabkan kematian. Setidaknya ada delapan bentuk XP, mulai dari XP-A hingga XP-G dan XP-varian (XP-V) yang teridentifikasi hingga saat ini. Diagnosis berdasarkan gambaran klinis yang dikonfirmasi dengan analisis seluler untuk menilai kerusakan reparasi DNA. Pendekatan tatalaksana multidisiplin sangat penting; diagnosis dini dan proteksi ketat dari pajanan sinar matahari dapat meningkatkan kualitas serta harapan hidup penderitanya.
Manfaat Pemeriksaan Interferon-Gamma Release Assay untuk Diagnosis Tuberkulosis di Indonesia Adilistya, Tika
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 7 (2016): Kulit
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.145 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i7.86

Abstract

Tuberkulosis (TB) tetap menjadi masalah global di seluruh dunia akibat tingginya angka kesakitan dan kematian meskipun telah dilakukan berbagai usaha peningkatan diagnosis dan tatalaksananya. Uji Mantoux atau tuberculin skin test (TST) telah lebih dari 100 tahun secara luas dipakai sebagai salah satu sarana diagnosis TB meskipun sensitivitas dan spesifisitasnya rendah. Sebagai alternatif, dikembangkan uji berbasis sel T in vitro, yaitu uji pelepasan interferon-gamma (IGRA). Pada IGRA digunakan antigen spesifik TB yang paling imunogenik, yaitu early secreted antigenic target dengan berat molekul 6 kDa (ESAT6), culture filtrate protein dengan berat molekul 10 kDa (CFP10), dan TB7.7. Baik TST maupun IGRA tidak dapat membedakan TB aktif dan TB laten. Saat ini terdapat dua uji komersial IGRA, yaitu QuantiFERON-TB dan T-SPOT.TB yang terutama berbeda dalam hal metodenya. Hasil uji diagnostik tersebut bervariasi karena sangat dipengaruhi oleh prevalensi TB dan HIV. Oleh karena belum ada panduan resmi dari Kementerian Kesehatan, pemanfaatan IGRA di Indonesia sebaiknya mengacu pada Statement Policy dari WHO tahun 2011.
Profil Rigiditas Arteri Sentral [AIx] Putra-Putri Penderita Penyakit Jantung Koroner Sebelum Usia 60 Tahun Suwita, Raymond
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 7 (2016): Kulit
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.664 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i7.77

Abstract

Tujuan: Penelitian deskriptif eksploratif cross-sectional ini bertujuan untuk memaparkan tingkat rigiditas arterial (AIx) berdasarkan pemeriksaan SphygmoCor™ pada putra-putri dari penderita penyakit jantung koroner sebelum usia 60 tahun. Metode: Subjek berusia antara 18 dan 30 tahun adalah putra-putri dari penderita penyakit jantung koroner sebelum usia 60 tahun, pada saat penelitian belum diketahui menderita penyakit kardioserebrovaskuler, dan tidak sedang mengonsumsi obat atau zat yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Subjek diperiksa berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan rigiditas arterinya (AIx) memakai alat SphygmoCor™. Hasil pemeriksaan diolah dan disajikan secara tekstular dan tabular. Perbandingan nilai AIx antara kelompok pria dan wanita menggunakan uji Wilcoxon rank-sum test, dengan batas signifikan α 0,05. Hasil: Subjek yang memenuhi kriteria inklusi 31 orang, terdiri atas 12 orang pria dan 19 orang wanita berusia antara 18-30 tahun. Usia rata-rata subjek wanita adalah 21,89±2,49 tahun, rata-rata usia subjek pria 24,58±3,60 tahun. BMI (Body Mass Index) kelompok pria rata-rata 27,43±4,68, dan BMI kelompok wanita rata-rata 25,15±6,47. Arterial rigidity (AIx) diukur dengan SphygmoCor™. Sejumlah 16 dari 31 subjek (51,61%) terdiri dari 5 dari 12 subjek pria (41,67%), dan 11 dari 19 wanita (57,89%) memiliki nilai AIx mencapai atau melebihi batas atas rujukan normal. Artinya memiliki tingkat kekakuan arterial melebihi rentang normal untuk usia dan gender-nya. Nilai rigiditas arteri (AIx) subjek wanita rata-rata 18,68±6,22%, sedangkan pada subjek pria adalah 8,083±10,76%, berbeda sangat signifikan (P<0,01). Simpulan: Rigiditas arteri (AIx) cukup banyak dijumpai (51,61%) pada putra-putri dari pasien penyakit jantung koroner sebelum usia 60 tahun. Terdapat perbedaan signifikan (p<0,01) nilai AIx subjek putra dibandingkan subjek putri.
Sindrom Pseudoeksfoliatif -, Roveny
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 7 (2016): Kulit
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v43i7.82

Abstract

Sindrom pseudoeksfoliatif merupakan kelainan sistemik dengan manifestasi okuler, disebabkan produksi abnormal substansi protein fibrilar di jaringan okuler. Mekanisme patofisiologi pasti belum diketahui, diduga berhubungan dengan mutasi genetik. Umumnya penderita sindrom pseudoeksfoliatif tidak menunjukkan gejala khas sebelum berkomplikasi menjadi glaukoma pseudoeksfoliatif. Terapi spesifik sindrom pseudoeksfoliatif belum tersedia, sehingga lebih difokuskan pada pemantauan rutin tekanan intraokuler.

Page 1 of 3 | Total Record : 23


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 50 No 11 (2023): Pediatri Vol 50 No 10 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 9 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 8 (2023): Dermatiologi Vol 50 No 7 (2023): Kardiovaskular Vol 50 No 6 (2023): Edisi CME Vol 50 No 5 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 4 (2023): Anak Vol 50 No 3 (2023): Kardiologi Vol 50 No 2 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 1 (2023): Oftalmologi Vol 49, No 4 (2022): Infeksi - COVID-19 Vol 49 No 12 (2022): Dermatologi Vol. 49 No. 11 (2022): Neurologi Vol 49 No 10 (2022): Oftalmologi Vol. 49 No. 9 (2022): Neurologi Vol. 49 No. 8 (2022): Dermatologi Vol 49, No 7 (2022): Vitamin D Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D Vol 49, No 6 (2022): Nutrisi Vol 49 No 6 (2022): Nutrisi Vol 49 No 5 (2022): Neuro-Kardiovaskular Vol 49, No 5 (2022): Jantung dan Saraf Vol 49 No 4 (2022): Penyakit Dalam Vol 49 No 3 (2022): Neurologi Vol 49, No 3 (2022): Saraf Vol 49 No 2 (2022): Infeksi Vol 49, No 2 (2022): Infeksi Vol 49 (2022): CDK Suplemen-2 Vol 49 (2022): CDK Suplemen-1 Vol 49, No 1 (2022): Bedah Vol 49 No 1 (2022): Bedah Vol 48 No 11 (2021): Penyakit Dalam - COVID-19 Vol 48, No 7 (2021): Infeksi - [Covid - 19] Vol 48 No 1 (2021): Infeksi COVID-19 Vol. 48 No. 10 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 4 Vol 48 No 8 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 3 Vol 48 No 5 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 2 Vol. 48 No. 2 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 1 Vol 48, No 12 (2021): General Medicine Vol 48 No 12 (2021): Penyakit Dalam Vol 48, No 11 (2021): Kardio-SerebroVaskular Vol 48, No 10 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48, No 9 (2021): Nyeri Neuropatik Vol 48 No 9 (2021): Neurologi Vol 48, No 8 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 7 (2021): Infeksi Vol 48, No 6 (2021): Kardiologi Vol 48 No 6 (2021): Kardiologi Vol 48, No 5 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 4 (2021): Dermatologi Vol 48, No 4 (2021): Dermatologi Vol 48, No 3 (2021): Obstetri dan Ginekologi Vol. 48 No. 3 (2021): Obstetri - Ginekologi Vol 48, No 2 (2021): Farmakologi - Vitamin D Vol 48, No 1 (2021): Penyakit Dalam Vol 47, No 12 (2020): Dermatologi Vol 47, No 11 (2020): Infeksi Vol. 47 No. 10 (2020): Dermatologi Vol 47, No 10 (2020): Optalmologi Vol 47 No 9 (2020): Infeksi Vol 47, No 9 (2020): Neurologi Vol 47, No 8 (2020): Kardiologi Vol. 47 No. 8 (2020): Oftalmologi Vol. 47 No. 7 (2020): Neurologi Vol 47, No 7 (2020): Bedah Vol 47 No 6 (2020): Kardiologi & Pediatri Vol. 47 No. 5 (2020): Bedah Vol 47, No 5 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol. 47 No. 4 (2020): Interna Vol 47, No 4 (2020): Arthritis Vol 47, No 3 (2020): Dermatologi Vol. 47 No. 3 (2020): Dermatologi Vol 47 No 2 (2020): Infeksi Vol 47, No 2 (2020): Penyakit Infeksi Vol 47 No 1 (2020): Bedah Vol 47, No 1 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol 47, No 1 (2020): Bedah Vol. 46 No. 7 (2019): Continuing Medical Education - 2 Vol 46, No 12 (2019): Kardiovaskular Vol 46 No 12 (2019): Kardiovakular Vol. 46 No. 11 (2019): Pediatri Vol 46, No 11 (2019): Kesehatan Anak Vol. 46 No. 10 (2019): Farmakologi - Continuing Professional Development Vol 46, No 10 (2019): Farmasi Vol 46 No 9 (2019): Neurologi Vol 46, No 9 (2019): Neuropati Vol. 46 No. 8 (2019): Pediatri Vol 46, No 8 (2019): Kesehatan Anak Vol 46, No 7 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 46 No 6 (2019): Endokrinologi Vol 46, No 6 (2019): Diabetes Mellitus Vol 46, No 5 (2019): Pediatri Vol. 46 No. 5 (2019): Pediatri Vol. 46 No. 4 (2019): Dermatologi Vol 46, No 4 (2019): Dermatologi Vol. 46 No. 3 (2019): Nutrisi Vol 46, No 3 (2019): Nutrisi Vol 46, No 2 (2019): Penyakit Dalam Vol. 46 No. 2 (2019): Interna Vol 46, No 1 (2019): Obstetri - Ginekologi Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi Vol 46, No 1 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 45, No 12 (2018): Farmakologi Vol 45 No 12 (2018): Interna Vol. 45 No. 11 (2018): Neurologi Vol 45, No 11 (2018): Neurologi Vol 45, No 10 (2018): Muskuloskeletal Vol. 45 No. 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 9 (2018): Infeksi Vol 45 No 9 (2018): Infeksi Vol. 45 No. 8 (2018): Dermatologi Vol 45, No 8 (2018): Alopesia Vol 45, No 7 (2018): Onkologi Vol 45 No 7 (2018): Onkologi Vol 45, No 6 (2018): Penyakit Dalam Vol. 45 No. 6 (2018): Interna Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi Vol. 45 No. 5 (2018): Nutrisi Vol 45, No 4 (2018): Cidera Kepala Vol 45, No 4 (2018): Cedera Kepala Vol 45 No 4 (2018): Neurologi Vol. 45 No. 3 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 3 (2018): Muskuloskeletal Vol. 45 No. 2 (2018): Urologi Vol 45, No 2 (2018): Urologi Vol 45, No 1 (2018): Suplemen Vol 45, No 1 (2018): Dermatologi Vol 45 No 1 (2018): Dermatologi Vol 44, No 12 (2017): Neurologi Vol 44, No 11 (2017): Kardiovaskuler Vol 44, No 10 (2017): Pediatrik Vol 44, No 9 (2017): Kardiologi Vol 44, No 8 (2017): Obstetri-Ginekologi Vol 44, No 7 (2017): THT Vol 44, No 6 (2017): Dermatologi Vol 44, No 5 (2017): Gastrointestinal Vol 44, No 4 (2017): Optalmologi Vol 44, No 3 (2017): Infeksi Vol 44, No 2 (2017): Neurologi Vol 44, No 1 (2017): Nutrisi Vol 43, No 12 (2016): Kardiovaskular Vol 43, No 11 (2016): Kesehatan Ibu - Anak Vol 43, No 10 (2016): Anti-aging Vol 43, No 9 (2016): Kardiovaskuler Vol 43, No 8 (2016): Infeksi Vol 43, No 7 (2016): Kulit Vol 43, No 6 (2016): Metabolik Vol 43, No 5 (2016): Infeksi Vol 43, No 4 (2016): Adiksi Vol 43, No 3 (2016): Kardiologi Vol 43, No 2 (2016): Diabetes Mellitus Vol 43, No 1 (2016): Neurologi Vol 42, No 12 (2015): Dermatologi Vol 42, No 11 (2015): Kanker Vol 42, No 10 (2015): Neurologi Vol 42, No 9 (2015): Pediatri Vol 42, No 8 (2015): Nutrisi Vol 42, No 7 (2015): Stem Cell Vol 42, No 6 (2015): Malaria Vol 42, No 5 (2015): Kardiologi Vol 42, No 4 (2015): Alergi Vol 42, No 3 (2015): Nyeri Vol 42, No 2 (2015): Bedah Vol 42, No 1 (2015): Neurologi Vol 41, No 12 (2014): Endokrin Vol 41, No 11 (2014): Infeksi Vol 41, No 10 (2014): Hematologi Vol 41, No 9 (2014): Diabetes Mellitus Vol 41, No 8 (2014): Pediatrik Vol 41, No 7 (2014): Kardiologi Vol 41, No 6 (2014): Bedah Vol 41, No 5 (2014): Muskuloskeletal Vol 41, No 4 (2014): Dermatologi Vol 41, No 3 (2014): Farmakologi Vol 41, No 2 (2014): Neurologi Vol 41, No 1 (2014): Neurologi More Issue