cover
Contact Name
Dita Archinirmala
Contact Email
dorotea.ditaarchinirmala@kalbe.co.id
Phone
+6281806175669
Journal Mail Official
cdkjurnal@gmail.com
Editorial Address
http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cermin Dunia Kedokteran
Published by PT. Kalbe Farma Tbk.
ISSN : 0125913X     EISSN : 25032720     DOI : 10.55175
Core Subject : Health,
Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi. Jurnal ini ditujukan untuk membantu mewadahi publikasi ilmiah, penyegaran, serta membantu meningkatan dan penyebaran pengetahuan terkait dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Terbit setiap bulan sekali dan disertai dengan artikel yang digunakan untuk CME - Continuing Medical Education yang bekerjasama dengan PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia)
Articles 2,961 Documents
Prinsip Latihan Penderita Osteoartritis I.B. Aditya Nugraha; Gede Kambayana
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 2 (2017): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v44i2.826

Abstract

Osteoartritis (OA) lutut merupakan penyakit degeneratif kartilago sendi, prevalensinya meningkat pada usia >65 tahun. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai impairment, disability, serta handicap. Beberapa jenis latihan dapat dikembangkan untuk pasien OA seperti latihan stretching, strengthening, aerobik, dan fungsional. Semua latihan ini untuk mengurangi komplikasi imobilisasi dan membuat pasien lebih nyaman.Knee osteoarthritis is a cartilage degenerative disease, causing impairment, disability, and handicap. The management is pharmacological pain therapy. Exercises such as stretching, strengthening, aerobic, and functional exercises are to decrease the complication of immobilisation, and also to increase the quality of life.
Ekstraksi Benda Asing di Laringofaring Anak Menggunakan Kateter Foley Wijaya Juwarna; Rusly -; Esti Prihastika
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 9 (2019): Neuropati
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i9.439

Abstract

Aspirasi benda asing sering terjadi pada anak- anak. Kasus anak laki- laki berusia 3 tahun 4 bulan datang dengan keluhan sulit menelan dan suara serak. Pemeriksaan fisik dalam batas normal, foto toraks mendapatkan gambaran radiopak bulat dan pipih di leher. Ekstraksi benda asing dilakukan dengan menggunakan kateter Foley.Foreign body aspiration is common in peadiatrics. A 40-month old boy admitted with swallowing difficulties and voice change. Physical examination was normal, chest x-ray finding was radiopaque thin and spherical object in the neck. Removal of the foreign body was done using Foley catheter.
Intoleransi Makanan pada Neonatus Kurang Bulan Nurul Handayani Ardy; Pertin Sianturi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 11 (2018): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i11.570

Abstract

Intoleransi makanan adalah masalah pencernaan yang paling umum pada bayi prematur saat menyusui. Intoleransi makanan akan menyebabkan kurangnya nutrisi neonatus sehingga mempengaruhi proses pertumbuhan. Mekanisme intoleransi makanan tidak jelas tetapi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor fisiologis seperti pematangan motilitas saluran pencernaan, penundaan pengosongan lambung, saluran pencernaan dan penyerapan yang belum matang. Intoleransi makanan juga berhubungan dengan morbiditas seperti sepsis neonatal dan Necrotizing Enterocolitis (NEC).Food intolerance is the most common digestive problems in preterm infants during breastfeeding. Infant with food intolerance will get less nutrients thus affecting growth. The exact mechanism of food intolerance may be affected by several physiological factors such as maturation of the gastrointestinal tract motility, delayed gastric emptying, gastrointestinal tract and malabsorption. Food intolerance is also associated with morbidity such as neonatal sepsis and necrotizing enterocolitis (NEC)
Pemeriksaan Ultrasonografi Paru Emergensi di era COVID-19 I Gusti Bagus Oka Wijaya; I Nyoman Teri Atmaja
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 1 (2021): Penyakit Dalam
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i1.1272

Abstract

Saat pandemi COVID-19 diperlukan tindakan diagnostik yang cepat. Pemeriksaan penunjang yang umum adalah Foto Polos dan CT scan toraks. Pada teknik tersebut alatnya terfiksasi dan mempunyai risiko radiasi. Metode lain evaluasi kelainan paru adalah dengan ultrasonografi. Ultrasonografi aman, tanpa ada kontra indikasi absolut dan mudah dikerjakan di manapun, karena alatnya mobile dan portabel. Ultrasonografi paru dapat dilakukan untuk deteksi dan diagnosis kelainan paru.COVID-19 needs a fast and accurate diagnosis. The imaging procedure commonly used is chest X-ray and chest CT scan. But those techniques have relative immobility and risk of radiation exposure. Other method of lung evaluation is ultrasound. Ultrasound is safe with no absolute contraindication, easy to use because the device is mobile and portable. Lung ultrasound can be used for detection and diagnosis of lung abnormalities.
Permasalahan Orang Tua Peserta Bakti Sosial Operasi Bibir dan Langit-Langit Sumbing di Gunungkidul, D. I. Yogyakarta Theresia Risa Davita; Steven Narmada; Hardisiswo Soedjana
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 9 (2017): Kardiologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v44i9.722

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku orang tua pasien peserta Bakti Sosial Operasi Bibir dan Langit-Langit Sumbing melalui kuesioner dan analisis deskriptif terhadap hasilnya. Responden merupakan orang tua pasien penderita bibir dan/atau langit-langit sumbing yang mengikuti operasi bakti sosial di Gunungkidul D.I. Yogyakarta pada 14 Januari 2017.Responden memiliki cukup pengetahuan perihal bibir dan langit-langit sumbing. Faktor lingkungan lebih berperan daripada faktor genetik di masyarakat ini. Seluruh responden baru mengetahui memiliki anak yang menderita sumbing setelah kelahiran.Walaupun keterbatasan dana merupakan kendala utama, sebagian besar responden tetap ingin anaknya tampak normal. Kesulitan utama adalah dalam proses pemberian makan. Peran interaksi langsung masyarakat dalam sosialisasi bakti sosial lebih bermanfaat dibandingkan media tulis atau media sosial. Hampir seluruh responden puas akan hasil operasi dan berharap acara serupa dapat rutin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar dan umpan balik untuk persiapan dan kinerja tim bakti sosial selanjutnya.Research was done by questionnaire to assess the knowledge, attitude and behavior among parents of children with lip and/or cleft palate who attended plastic surgery charity event at Gunungkidul DI. Yogyakarta on January 14th, 2017; the results were analyzed descriptively. Respondents seemed quite knowledgeable about these birth defects. Environmental factors play a bigger role than genetic factors in this society. All cases were recognized only after birth. Although limited fund is the major restraint, the majority of respondents still wanted their children to look normal. The main problem is feeding difficulty. Social direct interaction is more effective than written or social media in the socialization of the event. Most respondents were satisfied with the results and hoped that this activity can be held regularly. The results of this study are expected to serve as basic data and feedback for the preparation and practice of other surgical charity team. 
Perdarahan Neonatus Akibat Defisiensi Vitamin K: Diagnosis, Tata Laksana, dan Pencegahan Jadei Irene Linardi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 1 (2022): Bedah
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i1.1649

Abstract

Perdarahan neonatus akibat defisiensi vitamin K (PDVK) merupakan salah satu gangguan koagulasi didapat, dengan manifestasi tidak spesifik. Perdarahan dapat bervariasi mulai dari perdarahan kulit hingga perdarahan intrakranial yang mengancam jiwa. Terdapat 3 bentuk klinis PDVK, yaitu onset dini, klasik, dan lambat. Tata laksana meliputi pemberian vitamin K dan/atau fresh frozen plasma (FFP). Pencegahan dengan vitamin K profilaksis pada bayi baru lahir. Vitamin K deficiency bleeding (VKDB) in newborn is an acquired coagulation disorder with nonspecific clinical manifestations. The symptoms are from skin bleeding to a life-threatening intracranial bleeding. Three types of VKDB according to its onset are early, classic and late type. Proper managements of VKDB include administration of vitamin K and/or fresh frozen plasma (FFP). Prevention can be done by giving vitamin K prophylaxis in newborn. 
Glaukoma Neovaskular: Deteksi Dini dan Tatalaksana Kevin Leonardo; Florentina Priscilia
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 2 (2020): Penyakit Infeksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i2.349

Abstract

Glaukoma neovaskular merupakan glaukoma sekunder dengan prognosis visus relatif buruk. Hal ini terkait dengan kerusakan saraf mata progresif akibat peningkatan tekanan intraokular (TIO) disertai gangguan aliran darah segmen posterior mata (retina). Penyakit diawali dengan kondisi iskemia retina yang merupakan komplikasi penyakit lain, khususnya retinopati diabetes atau oklusi vena sentral retina. Kondisi iskemia akan memicu neovaskularisasi dan pembentukan membran fibrovaskular di segmen anterior mata, terutama iris dan sudut iridokornea yang pada akhirnya akan mengobstruksi aliran humor akuos mata. Hal terpenting adalah deteksi dini dan mencegah kejadian glaukoma neovaskular.Neovascular glaucoma is a type of secondary glaucoma generally associated with relatively poor visual prognosis. It is characterized by progressive damage of optical nerve caused by increase of intraocular pressure and disturbance of retinal blood flow. The early stage starts with retinal ischemia as a complication from other diseases such as diabetic retinopathy and central retinal vein occlusion. This ischemic condition will drive neovascularization and form a fibrovascular membrane over the anterior segments of the eye, especially iris and iridocorneal angle which can obstruct the aqueous humor. Early detection and prevention are important.
Tantangan Diagnostik dan Penanganan PPOK yang Tumpang Tindih dengan Gagal Jantung Jaswin Dhillon
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 9 (2016): Kardiovaskuler
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v43i9.868

Abstract

Penyebab utama sesak napas pada usia tua adalah gagal jantung dan penyakit paru obstruktif kronik, namun untuk membedakan keduanya dapat menjadi sulit karena adanya kemiripan gejala klinis. Penegakan diagnosis melalui pemeriksaan yang teliti penting untuk dilakukan mengingat penanganan kedua kondisi tersebut dapat mempengaruhi prognosis pasien.The main causes of breathlessness in elderly are heart failure and chronic obstructive pulmonary disease, but to distinguish between them can be difficult because of the similarity of clinical symptoms. A definite diagnosis through careful examinations is essential as treating both of these conditions could affect the prognosis of the patients.
Terapi Kondiloma Akuminata dengan Kombinasi Trichloroacetic Acid (TCA) 80% + Krioterapi Marsita Endy Dhamayanti; Tutik Rahayu; Eka Putra Wirawan; Rina Diana; Danu Yuliarto; Endra Yustin Ellista Sari
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 6 (2019): Diabetes Mellitus
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v46i6.469

Abstract

Kondiloma akuminata adalah infeksi yang disebabkan Human Papilloma Virus (HPV) di daerah perineum, genitalia; merupakan penyakit menularseksual paling sering di dunia. Kondiloma akuminata dapat disebabkan oleh berbagai subtipe HPV, terutama HPV 6 dan 11. Dilaporkan satu kasuspasien laki-laki, 43 tahun, dengan keluhan muncul kutil di batang penis, skrotum, dan anus sejak kurang lebih 3 bulan, yang bertambah banyakdan gatal. Pada pemeriksaan daerah genital dan perianal tampak papul dan vegetasi dengan permukaan verukosa, sewarna kulit, multipel.Pasien mendapat terapi kombinasi TCA 80% dengan krioterapi dan simetidin.Condyloma acuminatum is an infection caused by the Human Papilloma Virus (HPV) in the perineal region, genitalia; It is the most frequentsexually transmitted disease in the world. Kondiloma akuminata can be caused by various HPV subtypes, especially HPV 6 and 11. One casewas reported, male patient, 43 years, with warts appearing on the penis, scrotum, and anus since 3 months, which multiplied and itchy. Onexamination of the genital area and perianal, there are papules and vegetation with verucous surfaces, skin color, multiple. Patients received80% TCA combination therapy with cryotherapy and cimetidine.
Status Imunitas pada Anak dengan Anemia Defisiensi Besi Krisnarta Sembiring; Bidasari Lubis; Nelly Rosdiana; Selvi Nafianti; Olga Rasiyanti Siregar
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 9 (2018): Infeksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i9.608

Abstract

Anemia defisiensi besi merupakan penyakit akibat defisiensi nutrisi terbanyak di dunia. Anak dengan anemia defisiensi besi mengalami gangguan imunitas yang bervariasi, mencakup nonspesifik, seluler, dan humoral. Hal ini meningkatkan kerentanan terhadap infeksi pada populasi tersebut. Anemia defisiensi besi yang diperberat oleh infeksi akan menimbulkan dampak negatif yang lebih besar terhadap kondisi kesehatan anak.Iron deficiency anemia is the most frequent disease caused by nutritional deficiency worldwide. Children with iron deficiency anemia suffer from various immunity impairments, including nonspecific, cellular, and humoral immunity; increasing their vulnerability to infection. Iron deficiency anemia along with infection will aggravate negative impacts toward children’s health status.

Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 50 No 11 (2023): Pediatri Vol 50 No 10 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 9 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 8 (2023): Dermatiologi Vol 50 No 7 (2023): Kardiovaskular Vol 50 No 6 (2023): Edisi CME Vol 50 No 5 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 4 (2023): Anak Vol 50 No 3 (2023): Kardiologi Vol 50 No 2 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 1 (2023): Oftalmologi Vol 49, No 4 (2022): Infeksi - COVID-19 Vol 49 No 12 (2022): Dermatologi Vol. 49 No. 11 (2022): Neurologi Vol 49 No 10 (2022): Oftalmologi Vol. 49 No. 9 (2022): Neurologi Vol. 49 No. 8 (2022): Dermatologi Vol 49, No 7 (2022): Vitamin D Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D Vol 49 No 6 (2022): Nutrisi Vol 49, No 6 (2022): Nutrisi Vol 49 No 5 (2022): Neuro-Kardiovaskular Vol 49, No 5 (2022): Jantung dan Saraf Vol 49 No 4 (2022): Penyakit Dalam Vol 49, No 3 (2022): Saraf Vol 49 No 3 (2022): Neurologi Vol 49, No 2 (2022): Infeksi Vol 49 No 2 (2022): Infeksi Vol 49 (2022): CDK Suplemen-2 Vol 49 (2022): CDK Suplemen-1 Vol 49, No 1 (2022): Bedah Vol 49 No 1 (2022): Bedah Vol 48 No 11 (2021): Penyakit Dalam - COVID-19 Vol 48, No 7 (2021): Infeksi - [Covid - 19] Vol 48 No 1 (2021): Infeksi COVID-19 Vol. 48 No. 10 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 4 Vol 48 No 8 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 3 Vol 48 No 5 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 2 Vol. 48 No. 2 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 1 Vol 48, No 12 (2021): General Medicine Vol 48 No 12 (2021): Penyakit Dalam Vol 48, No 11 (2021): Kardio-SerebroVaskular Vol 48, No 10 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48, No 9 (2021): Nyeri Neuropatik Vol 48 No 9 (2021): Neurologi Vol 48, No 8 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 7 (2021): Infeksi Vol 48, No 6 (2021): Kardiologi Vol 48 No 6 (2021): Kardiologi Vol 48, No 5 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 4 (2021): Dermatologi Vol 48, No 4 (2021): Dermatologi Vol 48, No 3 (2021): Obstetri dan Ginekologi Vol. 48 No. 3 (2021): Obstetri - Ginekologi Vol 48, No 2 (2021): Farmakologi - Vitamin D Vol 48, No 1 (2021): Penyakit Dalam Vol 47, No 12 (2020): Dermatologi Vol 47, No 11 (2020): Infeksi Vol 47, No 10 (2020): Optalmologi Vol. 47 No. 10 (2020): Dermatologi Vol 47 No 9 (2020): Infeksi Vol 47, No 9 (2020): Neurologi Vol. 47 No. 8 (2020): Oftalmologi Vol 47, No 8 (2020): Kardiologi Vol. 47 No. 7 (2020): Neurologi Vol 47, No 7 (2020): Bedah Vol 47 No 6 (2020): Kardiologi & Pediatri Vol. 47 No. 5 (2020): Bedah Vol 47, No 5 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol. 47 No. 4 (2020): Interna Vol 47, No 4 (2020): Arthritis Vol. 47 No. 3 (2020): Dermatologi Vol 47, No 3 (2020): Dermatologi Vol 47, No 2 (2020): Penyakit Infeksi Vol 47 No 2 (2020): Infeksi Vol 47, No 1 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol 47, No 1 (2020): Bedah Vol 47 No 1 (2020): Bedah Vol. 46 No. 7 (2019): Continuing Medical Education - 2 Vol 46 No 12 (2019): Kardiovakular Vol 46, No 12 (2019): Kardiovaskular Vol. 46 No. 11 (2019): Pediatri Vol 46, No 11 (2019): Kesehatan Anak Vol 46, No 10 (2019): Farmasi Vol. 46 No. 10 (2019): Farmakologi - Continuing Professional Development Vol 46 No 9 (2019): Neurologi Vol 46, No 9 (2019): Neuropati Vol. 46 No. 8 (2019): Pediatri Vol 46, No 8 (2019): Kesehatan Anak Vol 46, No 7 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 46 No 6 (2019): Endokrinologi Vol 46, No 6 (2019): Diabetes Mellitus Vol 46, No 5 (2019): Pediatri Vol. 46 No. 5 (2019): Pediatri Vol. 46 No. 4 (2019): Dermatologi Vol 46, No 4 (2019): Dermatologi Vol 46, No 3 (2019): Nutrisi Vol. 46 No. 3 (2019): Nutrisi Vol 46, No 2 (2019): Penyakit Dalam Vol. 46 No. 2 (2019): Interna Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi Vol 46, No 1 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 46, No 1 (2019): Obstetri - Ginekologi Vol 45, No 12 (2018): Farmakologi Vol 45 No 12 (2018): Interna Vol. 45 No. 11 (2018): Neurologi Vol 45, No 11 (2018): Neurologi Vol. 45 No. 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45 No 9 (2018): Infeksi Vol 45, No 9 (2018): Infeksi Vol 45, No 8 (2018): Alopesia Vol. 45 No. 8 (2018): Dermatologi Vol 45, No 7 (2018): Onkologi Vol 45 No 7 (2018): Onkologi Vol. 45 No. 6 (2018): Interna Vol 45, No 6 (2018): Penyakit Dalam Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi Vol. 45 No. 5 (2018): Nutrisi Vol 45, No 4 (2018): Cedera Kepala Vol 45 No 4 (2018): Neurologi Vol 45, No 4 (2018): Cidera Kepala Vol. 45 No. 3 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 3 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 2 (2018): Urologi Vol. 45 No. 2 (2018): Urologi Vol 45, No 1 (2018): Dermatologi Vol 45 No 1 (2018): Dermatologi Vol 45, No 1 (2018): Suplemen Vol 44, No 12 (2017): Neurologi Vol 44, No 11 (2017): Kardiovaskuler Vol 44, No 10 (2017): Pediatrik Vol 44, No 9 (2017): Kardiologi Vol 44, No 8 (2017): Obstetri-Ginekologi Vol 44, No 7 (2017): THT Vol 44, No 6 (2017): Dermatologi Vol 44, No 5 (2017): Gastrointestinal Vol 44, No 4 (2017): Optalmologi Vol 44, No 3 (2017): Infeksi Vol 44, No 2 (2017): Neurologi Vol 44, No 1 (2017): Nutrisi Vol 43, No 12 (2016): Kardiovaskular Vol 43, No 11 (2016): Kesehatan Ibu - Anak Vol 43, No 10 (2016): Anti-aging Vol 43, No 9 (2016): Kardiovaskuler Vol 43, No 8 (2016): Infeksi Vol 43, No 7 (2016): Kulit Vol 43, No 6 (2016): Metabolik Vol 43, No 5 (2016): Infeksi Vol 43, No 4 (2016): Adiksi Vol 43, No 3 (2016): Kardiologi Vol 43, No 2 (2016): Diabetes Mellitus Vol 43, No 1 (2016): Neurologi Vol 42, No 12 (2015): Dermatologi Vol 42, No 11 (2015): Kanker Vol 42, No 10 (2015): Neurologi Vol 42, No 9 (2015): Pediatri Vol 42, No 8 (2015): Nutrisi Vol 42, No 7 (2015): Stem Cell Vol 42, No 6 (2015): Malaria Vol 42, No 5 (2015): Kardiologi Vol 42, No 4 (2015): Alergi Vol 42, No 3 (2015): Nyeri Vol 42, No 2 (2015): Bedah Vol 42, No 1 (2015): Neurologi Vol 41, No 12 (2014): Endokrin Vol 41, No 11 (2014): Infeksi Vol 41, No 10 (2014): Hematologi Vol 41, No 9 (2014): Diabetes Mellitus Vol 41, No 8 (2014): Pediatrik Vol 41, No 7 (2014): Kardiologi Vol 41, No 6 (2014): Bedah Vol 41, No 5 (2014): Muskuloskeletal Vol 41, No 4 (2014): Dermatologi Vol 41, No 3 (2014): Farmakologi Vol 41, No 2 (2014): Neurologi Vol 41, No 1 (2014): Neurologi More Issue