Cermin Dunia Kedokteran
Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi. Jurnal ini ditujukan untuk membantu mewadahi publikasi ilmiah, penyegaran, serta membantu meningkatan dan penyebaran pengetahuan terkait dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Terbit setiap bulan sekali dan disertai dengan artikel yang digunakan untuk CME - Continuing Medical Education yang bekerjasama dengan PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia)
Articles
2,961 Documents
Palmaris Longus Tendon Free Grafting in Neglected Extensor Pollicis Longus Tendon Rupture – case report
Nasution, Nino;
Bayu Rizaldy, Muhammad
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (806.408 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v45i5.680
A patient presented inability to use his right thumb properly after work accident due to ruptured right Extensor Pollicis Longus (EPL). A tendon free grafting from the Palmaris Longus (PL) was performed to repair the ruptured EPL.Pasien dengan keluhan tidak mampu menggunakan ibu jari tangan kanan setelah kecelakaan kerja, dicurigai mengalami ruptur Extensor Pollicis Longus (EPL) kanan. Kami memilih tindakan free tendon graft dari Palmaris Longus (PL) untuk memperbaiki tendon EPL yang telah ruptur.
Obesity and Endometrial Cancer: Mechanism and How to Deal with?
Dewi Anggraeni, Tricia;
Surya, Raymond;
Pratama Kurniawan, Andrew
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 6 (2021): Kardiologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.794 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i6.1437
Obesity is strongly associated with development of endometrial cancer more than any other cancer type. The relationship between obesity and endometrial cancer risk is combination of inflammation, insulin resistance, and increased bioavailability of estrogen. Obesity can increase risk to develop endometrial cancer as exogenous estrogen has impact for tumorigenesis. The best method to reduce the risk of endometrial cancer in obese women is through progesterone medication and lifestyle intervention.Obesitas erat kaitannya dengan terjadinya kanker endometrium lebih dari jenis kanker lainnya. Hubungan antara obesitas dan risiko kanker endometrium adalah kombinasi antara inflamasi, resistensi insulin, dan peningkatan bioavailabilitas estrogen. Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker endometrium karena estrogen eksogen berdampak pada tumorigenesis. Metode terbaik untuk mengurangi risiko kanker endometrium pada wanita yang obese adalah melalui pengobatan progesteron dan intervensi gaya hidup. Tricia
Tatalaksana Takikardia Ventrikel
Siagian, Leni Agnes
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 9 (2018): Infeksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (460.38 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v45i9.612
Takikardia ventrikel (TV), yang sering terjadi pada pasien dengan kelainan struktur jantung, dapat meningkatkan risiko kematian mendadak. Penyebab paling sering adalah parut miokard akibat infark. Bentuk yang lebih benigna terjadi tanpa adanya gangguan struktur jantung. Penanganan TV meliputi penanganan kegawatdaruratan dan pencegahan berulang dengan obat anti aritmia dan terapi device. Beberapa pasien calon pemasangan implantable cardioverter-defibrillator. Kateter abasi juga dapat menjadi pilihan.Ventricular tachycardia (VT) most commonly occurs in structural heart disease, associated with increased risk of sudden death. The most common cause is myocardial scar from prior infarct. More benign forms occur in the absence of structural heart disease. Treatment involves both emergency management and prevention of recurrence with antiarrhythmic drugs and device therapy. Appropriately selected patients may be candidates for implantable cardioverter-defibrillator. Catheter ablation may also be an option.Â
Unravelling The Genetic Factors in The Pathogenesis of Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)
-, Muthmainah
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 2 (2017): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (150.401 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v44i2.818
Progressive degeneration of the large motor neurons in the brain and spinal cord is a common finding in Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS). Several factors considered to underlie the disease have been proposed including genetic and environmental factor. Genetic factor have been well known to be highly implicated in the pathogenesis of ALS. Today, more than 20 genes contribute to the development of ALS. The pathologic hallmark of ALS is the accumulation of ubiquitinated protein aggregates. TDP-43 (TAR DNA binding protein, 43 kD) encoded by TARDBP gene was found to be the major component of these aggregates in most patients. Disruption of RNA binding capacity of TDP-43, either in the presence or absence of mutations will lead to the dysregulation of its targeted RNAs. Misregulation of RNAs regulated by TDP-43 is possibly a major cause of the disease.Degenerasi progresif dari neuron motorik di otak dan sumsum tulang adalah karakteristik dari penyakit ALS. Beberapa factor yang dianggap menjadi penyebab ALS antara lain adalah factor genetic dan factor lingkungan. Factor genetik diketahui berperan penting dalam pathogenesis ALS. Saat ini, lebih dari 20 gen telah teridentifikasi dan terlibat dalam perkembangan penyakit ini. Penanda patologis kelainan ini adalah adanya agregrat proteinyang tersebar. Komponen utama dari agregat ini adalah protein TDP-43 yang diatur oleh gen TARDBP-43. Gangguan dalam kemampuan mengikat protein dari TDP-43 akan menyebabkan kelaianan regulasi RNA yang menjadi target TDP-43. Gangguan regulasi RNA-RNA yang terikat pada protein ini diperkirakan menjadi penyebab utama penyakit ini.
Spektrum Penderita Neglected Fracture di RSUD dr. Abdoer Rahem – Januari 2012 s/d Desember 2013
Wahyudiputra, Adhinanda Gema;
Khoirur, Haris Dwi;
Hakim, Rizki Adrian;
Narendra, M Rosyid
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 2 (2015): Bedah
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.459 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v42i2.1037
Trauma merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Neglected fracture dengan atau tanpa dislokasi adalah fraktur dengan atau tanpa dislokasi yang tidak ditangani atau ditangani tidak semestinya, sehingga menghasilkan keadaan keterlambatan penanganan atau kondisi yang lebih buruk, bahkan kecacatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spektrum penderita neglected fracture di RSUD dr. Abdoer Rahem pada periode 1 Januari 2012 sampai dengan 31 Desember 2013. Jenis penelitian ini observasional deskriptif. Semua penderita neglected fracture yang dioperasi di ruang OK Bedah Pusat RSUD dr. Abdoer Rahem dijadikan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penderita neglected fracture di RSUD dr. Abdoer Rahem sebanyak 26 orang. Dominasi penderita laki-laki, usia produktif, status ekonomi rendah dilihat dari kelas pelayanan II dan III, lokasi fraktur di femur, dan komplikasi malunion serta nonuinon.Trauma is the primary cause of death and disability in the world. Neglected fracture with or without dislocation is a case of fracture which may, or may not be accompanied by dislocation which is not treated or treated poorly that eventually leads to a late management or worse condition, or even a disability. This is an observational descriptive research to determine the spectrum of neglected fracture cases in RSUD dr. Abdoer Rahem between 1 January 2012 to 31 December 2013. All neglected fracture cases operated in RSUD dr. Abdoer Rahem were included as samples. There were 26 neglected fracture cases in the RSUD dr. Abdoer Rahem between 1 January 2012 to 31 December 2013, mostly male, in productive age, low-economical status indicated from the service-class of II and III, most cases involve femur with malunion and nonuinon as the most common complication.
Peranan Candida Score untuk Deteksi Infeksi Fungal Invasif di ICU
Njoto, Edwin Nugroho
Cermin Dunia Kedokteran Vol 41, No 1 (2014): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (93.172 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v41i1.1175
Diagnosis dini penting untuk mengontrol infeksi Candida invasif pada pasien ICU (intensive care unit) dan memperbaiki prognosis. Candida score dapat membantu dokter mengidentifikasi pasien yang akan mendapat manfaat dari pemberian antifungal dini dan pasien yang hampir tidak mungkin terinfeksi candida invasif.Early diagnosis is important to control invasive Candida infection in the ICU (intensive care unit) patients and to improve prognosis. Candida score can help to identify who will benefit from early antifungal therapy and who is unlikely to get invasive Candida infection.Â
Diagnosis dan Tatalaksana Mioma Uteri
Lubis, Pika Novriani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 3 (2020): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (512.888 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v47i3.371
Mioma uteri merupakan tumor jinak yang menyerang otot polos rahim. Nama lainnya adalah fibroid atau leiomioma. Tumorigenesis ditengarai akibat abnormalitas gen and paparan hormonal. Kasus mioma dapat terjadi pada populasi dengan rentang usia sejak menarche sampai menopause. Sebagian besar kasus tidak bergejala sehingga sering ditemukan secara tidak sengaja. Tumor ini menjadi salah satu penyebab subfertilitas. Jika bersamaan dengan kehamilan akan mengganggu perkembangan janin. Diperlukan ultrasonografi (USG) untuk konfirmasi diagnosis. Penanganan klinis meliputi observasi dan pembedahan, tergantung keluhan dan keinginan hamil.Uterine myomas are benign uterine smooth muscle neoplasms. The synonyms are fibroids or leiomyomas. Tumorigenesis is caused by gen abnormalities and induced by hormonal interaction. Most cases are discovered incidentally. These tumours are contributing factor to subfertility and have negative implication on fetal development. This tumour can be found from menarche until menopause. Ultrasonography (USG) is required for diagnosis. Clinical approach is observation and surgery, depends on symptoms dan fertility consideration.
Diagnosis dan Tatalaksana Intususepsi
Surya Djaya, Alfonsus Mario Eri
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 3 (2019): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (674.485 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v46i3.507
Intususepsi adalah keadaan inversi segmen usus ke segmen usus lainnya. Intususepsi dapat terjadi pada segala usia, terutama pada anak anak. Penyebab intususepsi pada anak mayoritas idiopatik. Sedangkan intususepsi pada orang dewasa mayoritas bersifat sekunder, disebabkan penyakit lain seperti polip, neoplasma, striktur, atau divertikulum. Diagnosis berdasarkan pemeriksaan klinis dan penunjang radiologis. Terapi selain operasi, bisa menggunakan enema.Intussusception is characterized by the inversion of an intestinal segment into another segment. Intussusception is found mostly in children. The etiology in children is mostly idiopathic. In adult, intussusception is usually secondary to other disease like polyp, neoplasm, stricture, or diverticulum. Diagnosis is clinical and radiological. Treatment is with enema, or surgical.
Perdarahan Saluran Cerna pada Anak
Tengguna, Leonirma
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 10 (2017): Pediatrik
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (133.895 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v44i10.714
Perdarahan saluran cerna pada bayi dan anak perlu mendapatkan perhatian khusus karena keluhan bervariasi mulai dari ringan hingga mengancam nyawa. Gejala umum adalah hematemesis, melena, dan hematokezia. Diagnosis banding dikelompokkan berdasarkan usia pasien, lokasi dan karakteristik perdarahan, serta gejala penyerta. Pendekatan diagnostik yang teliti diperlukan untuk mengidentifikasi sumber perdarahan serta menghasilkan penatalaksanaan yang tepat.Gastrointestinal bleeding in infants and children is an alarming because the symptoms vary from mild to life-threatening. The most common signs are hematemesis, melena, and hematochezia. Differential diagnosis is based on the age of the patient, the localization and characteristics of bleeding with accompanying symptoms. Detailed diagnosis is necessary to identify the etiology of the bleeding and its treatment.
Lian Hua Qing Wen : perannya pada terapi COVID-19
Vidor, Marco;
Lawrensia, Sherly
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 4 (2021): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (189.776 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i4.1473
Pandemi COVID-19 belum berakhir. Berbagai studi mengenai terapi COVID-19 masih terus berjalan. Peran Traditional Chinese Medicine (TCM) sebagai salah satu adjuvan terapi COVID-19 masih kontroversial. Lian Hua Qing Wen sebagai salah satu jenis TCM, berpotensi menjadi salah satu adjuvan pada terapi COVID-19.COVID-19 pandemic is still ravaging. Studies are being conducted to determine the best therapeutic option for COVID-19. The role of Traditional Chinese Medicine (TCM) as an adjuvant therapy for COVID-19 is still controversial. As one of the TCM, Lian Hua Qing Wen may have a role as an adjuvant to COVID-19 treatment.