cover
Contact Name
Basri
Contact Email
basri05@gmail.com
Phone
+6285242695485
Journal Mail Official
mitzaljurnalunasman@gmail.com
Editorial Address
akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Al Asyariah Kampus 1 Polewali Mandar Gedung FISIP Jl. Budi Utomo No.2 Manding. Kec. Polewali, Kab. Polewali Mandar, Prov. Sulawesi Barat
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi
ISSN : 25414364     EISSN : 25414372     DOI : http://dx.doi.org/10.35329/mitzal.v6i2
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Merupakan jurnal enam bulanan yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan Universitas Al Asyariah Mandar, Sulawesi Barat. MITZAL Menerima tulisan ilmiah hasil penelitian yang belum pernah di publikasikan. Terutama yang berhubungan dengan studi Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi.
Articles 137 Documents
MEMBANGUN CITRA SELAAWI GARUT SEBAGAI KOTA BAMBU Santi Susanti; Rachmaniar Rachmaniar
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i1.2827

Abstract

This study aims to reveals the efforts of the Government of Garut Regency and Selaawi District in building the image of Selaawi as a Bamboo City. Many bamboo natural resources and skilled human resources in processing bamboo into various crafts with various functions are a great support for achieving Selaawi's dream of becoming a Bamboo City. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data  were collected through interviews, observations, and document studies related to efforts to form the image of Selaawi as the City of Bamboo or Dayeuh Awi. The study indicates that building the image of Selaawi as a Bamboo City is a collective effort that requires a long process and the role of many parties to make it happen. Conducting the concept Pentahelix, the government of Garut Regency, especially Selaawi District, works closely with academia, business community, government and media. As a reinforcing force, the Selaawi sub-district government strengthens emotional and community bonds with its citizens to unite to improve their welfare. The Selaawi bamboo craft center building or Selaawi Bamboo Creative Center was built, and the Selaawi Bamboo Festival was held as a medium for promoting bamboo tourism and its own tourist attraction. The image as a Bamboo City is expected to develop the creative economy and tourism of the Selaawi community and become a role model in sustainable bamboo processing and management.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 4 MALUNDA (SMPN4 MALUNDA) KECAMATAN ULUMANDA KABUPATEN MAJENE Muh. Abid Alimuddin Lidda; M. Syariat Tajuddin; Irfan Irfan
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i1.2901

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi dari implementasi program pendidikan gratis di SMPN 4 Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Hal ini dimakusdkan untuk mendapatkan data dan gambaran nyata atas implementasi program pendidikan gratis di SMP Negeri 4 Malunda Kecamatan Ulumanda Kabupeten Majene. Dalam penelitian ini ditemukan fakta bahwa Implementasi Program Pendidikan Gratis di SMP Negeri 4 Malunda Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene telah membebaskan biaya pendidikan bagi peserta didik yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Program Pendidikan Gratis tidak sepenuhnya menggratiskan semua biaya pendidikan diantaranya adalah pembayaran untuk pengambilan baju batik dan baju olahraga karena itu masuk dalam Biaya Operasional Sekolah. Diluar daripada itu tidak ada lagi pembayaran yang berkaitan dengan proses pembelajaran, melainkan memberikan biaya bagi siswa dalam bentuk beasiswa miskin. The purpose of this study was to obtain a description of the implementation of the free education program at SMPN 4 Ulumanda District, Majene Regency. The research methodology used in this study is a qualitative descriptive method. This is intended to obtain data and a real picture of the implementation of the free education program at SMP Negeri 4 Malunda, Ulumanda District, Majene Regency. In this study, it was found that the implementation of the Free Education Program at SMP Negeri 4 Malunda, Ulumanda District, Majene Regency had educational costs for students related to the learning process. The Free Education Program does not completely eliminate all educational costs including payments for taking batik clothes and sports clothes because they are included in School Operational Costs. Apart from that, there are no more payments related to the learning process, but instead provide costs for students in the form of poor scholarships.
EVALUASI PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI BPD DI DESA SEPAKUAN Yiswar Prima Maselangi; Rustan IR; Ahmad Sauqi
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i1.2868

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui Tugas Dan Fungsi BPD di Desa Sepakuan Kecamatan Balla Kabupaten Mamasa. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan kunci yang terdiri dari Kepala Desa, BPD, Ketua dan anggota DPRD dan informan non kunci seperti Sekretaris desa, aparat Desa lainnya dan tokoh-tokoh masyarakat di Desa Sepakuan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa data kualitatif yaitu menguraikan serta menginterpretasikan  data  yang diperoleh di lapangan dari key informan. Adapun hasil penelitian dan Pembahasan yaitu Masih terdapat beberapa kelemahan dalam pengawasan pelaksanaan peraturan desa yang dilakukan oleh BPD Desa Sepakuan Kecamatan Balla dimana kurangnya pemahaman anggota BPD terhadap tugas fungsinya. Dapat disimpulkan bahwa fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yaitu membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa, menampung aspirasi masyarakat, serta melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa, sehingga dalam pembuatan regulasi lebih terlaksana dan terealisasi, berbeda dengan fungsi dalam menampung aspirasi masyarakat dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa yang belum maksimal dalam pelaksanaannya dikarenakan kurangnya SDM dalam pemahaman anggota BPD terhadap tugas dan fungsinya berdasarkan peraturan yang berlaku.
Uke dan Seme ; Gender, Identitas dan Peran Seksual di Kalangan Semong di Kota Makassar Achmad Dwi Setyo Prayudhi Linggo Djiwo
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i1.2918

Abstract

Abstrak
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM PENINGKATAN KINERJA DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MAMASA Sri Yuyun; Ahmad Saleh; Agusthinus Demmasiga
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i1.2869

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui strategi pemerintah daerah pada peningkatan kinerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk memaparkan Realitas atau peristiwa yang terjadi di lapangan dan menyajikan data secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta atau realitas yang terjadi di lapangan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian disesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah dalam peningkatkan kinerja sekretariat daerah yang propesional, disiplin dan penuh tanggungjawab, mewujudkan pelayanan umum masyarakat yang prima, tranparan, dan akuntabel, meningkatkan sistem informasi yang menunjang pelaksanaan kegiatan Sekretariat Daerah dan mewujudkan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.
INTEGRITAS APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DALAM PELAYANAN PUBLIK DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL KABUPATEN MAMASA Irma Triyanti; Mukhlis Hannan; Mohammad Arfandi Adnan
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i1.2897

Abstract

Riset memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana integritas aparatur sipil negara (ASN) dan faktor apa saja yang menjadi penghambat dan pendukung integritas seorang aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mamasa. Riset menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tehnik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil riset menunjukkan ada beberapa oknum yang tidak peduli terhadap pemberikan pelayanan berdasarkan empat sikap yang di tunjukkan yaitu; sikap jujur, tulus dan dapat dipercaya, sikap transparan dan konsisten, sikap bermartabat dan sikap objektif sehingga dapat dikatakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mamasa kurang berintegritas. Hal ini berhubungan dengan faktor yang berpengaruh terhadap integritas aparatur sipil negara (ASN). Baik itu faktor negatif yang menjadi penghambat seorang aparatur memberikan pelayanan yang berintegritas dan professional, seperti kurangnya pemahaman tentang tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur, adanya sikap/ mental priyayi, merasa diri paling hebat, sombong, dan egois. Sedangkan faktor positif yang menjadi  pendukung bagi aparatur dalam memberikan pelayanan yang berintegritas tidak lain adanya kesadaran aparatur terhadap tugas dan tanggung jawabnya, adanya kesadaran melayani masyarakat(penerima layanan), dan dukungan dari sesama rekan kerja.
STRATEGI PEMERINTAH KECAMATAN MALUNDA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM VAKSINASI COVID-19 Pangki, Panki; Ibrahim, Mahyuddin; Rifai, Aco
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 2, November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i2.3395

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Strategi Pemerintah Kecamatan Malunda Dalam Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19 di kecamatan Malunda serta untukmengetahui peluang dan tantangan pemerintah dalam Dalam Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19.Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, adapunteknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dalam Dalam Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19, Pemerintah Kecamatan Malunda sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Dalam melakukan Dalam Pelaksanaan Program Vaksinasi Covid-19 pemerintah Malunda melakukan beberapa strategi seperti melakukanpublikasi serta melakukan layanan pelaksanaan vaksinasi. Adapun peluang yang didapat diantaranya seperti memutuskan rantai penyebaran covid-19 dan mempermudah pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat serta menerapkan prokes pada saat pelaksanaan vaksinasi. Selain itu juga terdapat tantangan yang dihadapi oleh pemerintah Kecamatan Malunda yaitu kurangnya pemahaman masyarakat terhadap vaksinasi, pengaruh sosial media, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan prokesserta adanya pro dan kontra dikalangan medis terkait efektivitas vaksinasi covid-19.
IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN KESEHATAN GRATIS (BPJS) DI PUSKESMAS MAMASA KABUPATEN MAMASA Reimond, Reimond; Khalik, Abdul; Imrab, Budiman
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 2, November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i2.3759

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriftif yang bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Jaminan Kesehatan Gratis (BPJS) di Puskesmas Mamasa Kabupaten Mamasa. Hasil menunjukkan Karakteristrik  agen pelaksana, yaitu agar Kartu BPJS segera dibagikan kepada seluruh masyarakat yang mendapatkan program BPJS secara merata, Sikap/Kecenderungan para pelaksana, dari segi pengangkatan birokrasi sudah berjalan dan perlu adanya penyaringan yang lebih ketat lagi, Komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana, bahwa perlu adanya melakukan sosialisasi yang lebih baik lagi, misalnya dengan melakukan penyuluhan dan pemasangan spanduk sehingga informasi tentang program Jaminan  kesehatan gratis (BPJS) bisa sampai ke pelosok pelosok desa, Lingkungan Ekonomi, sosial dan Politik, keterlibatan unsur unsur politik memang perlu ditiadakan karena program ini adalah program jaminan kesehatan gratis (BPJS) yang merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGEMBANGAN PROGRAM INOVASI DESA( DIP) DI MASA PANDEMI KOVID - 19 DI DESA TUBO POANG KECAMATAN TUBO SENDANA KABUPATEN MAJENE Sabriani, Andi; Fitrah, Nur; Khalik, Abdul
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 2, November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i2.3434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui Bagaimana Kebijakan Pemerintah Desa dalam Pengembangan Program Inovasi Desa (PID) di Masa Pandemi COVID-19 Di Desa Tubo Kec. Sendana Kab. Majene dan apa faktor yang mepengaruhi Pelaksanaan Program Inovasi Desa di Desa Tubo Poang Kecamatan Tubo Kabupaten Majene. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu suatu jenis penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan Kebijakan Pemerintah Desa dalam Pengembangan Program Inovasi Desa (PID) di Masa Pandemi COVID-19 Di Desa Tubo Kec. Sendana Kab. Majene. Data yang didapatkan adalah bersumber dari data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dan data sekunder yaitu diperoleh melalui kajian literature pustaka dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Kebijakan Pemerintah Desa Dalam Kebijakan Pemerintah Desa Dalam Inovasi Desa di masa pandemi Covid-19 di Kecamatan Tubo Kabupaten Majene secara umum tetap berjalan dengan baik dan terlaksana dengan dengan baik. Program Inovasi Desa membawa dampak yang positif terhadapa kemuajuan Desa Tubo Poang. Sedangkan Faktor yang menjadi penghambat kebijakan pemerintah desa pada pelaksanaan Program Inovasi Desa di Desa Tubo Poang lebih mengarah kepada aspek Anggaran yang tidak cukup dalam mengembangkan program tersebut sehingga masyarakat sekitar dapat merasakan program yang diciptakan dan Komunikasi yang tidak lancar antara sesama anggota atau pihak lain yang terkait.
EKSISTENSI PEMUDA DALAM PEMBERDAYAAN WISATA ALAM DI DESA PAPPANDANGAN KECAMATAN ANREAPI KABUPATEN POLEWALI MANDAR Parawansa, Aco; IR, Rustan; Wawan, Nelson
MITZAL (Demokrasi, Komunikasi dan Budaya) : Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2022): MITZAL, Volume 7, Nomor 2, November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/mitzal.v7i2.3758

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan eksistensi pemuda dalam pemberdayaan wisata alam di Desa Pappandangan dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang berpengaruh terhadap eksistensi pemuda pemuda dalam pemberdayaan wisata alam di Desa Pappandangan Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang hasilnya disajikan secara deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian adalah pengelola, pemuda, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar di Desa Pappandangan. Pembuktian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : (1) Eksistensi  pemuda dalam pemberdayaan wisata alam adalah sebagai obyek, bukan sebagai subyek, yang ditandai dengan: (a) tidak terdapat partisipasi pemuda dalam pembuatan dan pengambilan keputusan dalam rencana-rencana yang biasa dilaksanakan karena inisiatif setiap program tidak muncul dari pemuda tapi dari pengurusnya. (b) partisipasi pemuda dalam implementasi dan pelaksanaan. Pemuda terlibat pada beberapa kegiatan desa wisata, yaitu outbound, permainan anak, kegiatan api unggun, dan kesenian jathilan dan gejug lesung. (c) partisipasi pemuda dalam menikmati hasil kegiatan yang memberikan keuntungan pada segi keuangan pemuda dan kekompakan di masyarakat. (2) Faktor pendukung pemuda dalam Pemberdayaan Wisata Alam desa Pappandangan antara lain: semangat, faktor pengangguran, dan faktor masyarakat. Sedangkan faktor penghambatnya antara lain: Eksistensi pemuda belum maksimal, dan kurangnya dana atau pemasukan dari pemerintah daerah.

Page 10 of 14 | Total Record : 137