cover
Contact Name
Akmaliyah
Contact Email
az.zahra@uinsgd.ac.id
Phone
+628562297375
Journal Mail Official
az.zahra@uinsgd.ac.id
Editorial Address
Lecture Hall Building Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Jalan A.H. Nasution No. 105, Cibiru Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 40614 Phone: 022- 7802276 e-mail: az.zahra@uinsgd.ac.id
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies
ISSN : 27468585     EISSN : 27468593     DOI : https://doi.org/10.15575/azzahra
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies is a journal that publishes original studies on gender issues and family studies from a religious and general perspective. Another journal scope is related to the topic of gender and family which includes the various studies on women, men, children, the elderly, and people with disabilities in religious perspectives and various perspectives in the field of science.
Articles 70 Documents
Constructing Masculinity in Men’s Skincare Advertising: A Semiotic Study Utilizing Roland Barthes’ Theory Rahmawati, Nurul
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v4i2.28765

Abstract

Semiotic is a sign system that reflects various assumptions of a particular society at a certain time. One of the assumptions often heard is the assumption about gender, which can be reflected on media such as advertisements. Thus, this research aims to identify the denotative and connotative signs of linguistic and visual elements in several men’s skincare (NIVEA Men, Pond's Men, Garnier Men, and Vaseline Men) advertisements, and analyze the myth of masculinity portrayed in these advertisements. The method used to analyze this research is a qualitative method, which refers to content analysis. The findings reveal several characteristics of masculinity based on the denotative and connotative meaning of the advertisements' narration. Men are portrayed as intellectual, possessing leadership abilities, embracing challenges, and displaying strength and adventure. The myth of masculinity is further represented through visual elements such as actors, settings, properties, and color saturation. Here, the myth of masculinity reflected men’s affinity for sport, their leadership qualities, ambition, emphasizing their strength, has muscular bodies, beards, mustaches, and along with the depiction of outdoor activities. Overall, the combination of narration and visual elements effectively reflects the concept of masculinity.
Sibling Rivalry: Timbulnya Kecemburuan Sosial yang Disebabkan Oleh Perbedaan Gender atau Rentang Usia Kelahiran (Kasus Pada Usia 3-6 tahun) Kamil, Nurhusni; Saputri, Indri Dewi; Zahrah, Faiqatuz; Mufida, Aina Yulifa'atun
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v4i2.29722

Abstract

Competition between sibling relationships is inevitable. A little competition created between siblings is normal throughout the life span. This shows that the closeness between the two is close enough to give rise to many problems. However, this is not always good if it continues. Although in the end conflicts like this will disappear over time when each child reaches adulthood. Sibling rivalry starts from childhood. Every child who is not born as an only child will know about competition between siblings. This causes several changes in behavior towards a more negative direction. One of the negative attitudes produced by children is social jealousy between siblings which results in sudden and unusual changes in behavior. There are two factors that are generally known among the public, namely gender differences and birth age ranges. This research aims to find out and identify the factors that cause sibling rivalry in sibling relationships based on gender differences and birth age range. The type of research used in this research is qualitative research with a case study approach. The sample used in this study was 8 children with classifications, namely 4 pairs of children of the same gender and 4 pairs of children of different genders. The data collection technique used was in-depth and unstructured interviews submitted to each parent. For data analysis techniques using Miles and Huberman analysis techniques including data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The results of the research show that the problematic competition that occurs between siblings which causes social jealousy is caused by the close birth age range between one child and another. This is the cause of social jealousy that often occurs between sibling relationships. So arguments often easily arise over trivial things.
Penanganan Kekerasan Seksual sebagai Upaya Pemenuhan Hak Korban Azizah, Diyanah Azyan; Sulistiani, Dwi
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v5i1.31448

Abstract

Kekerasan seksual merupakan suatu tindakan atau perlakuan menghina, melecehkan, maupun merendahkan yang mana mampu mengakibatkan sebuah penderitaan pada psikis maupun fisik dari seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pendampingan korban kekerasan seksual dalam memenuhi hak korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) khususnya tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif khususnya jenis studi dokumen dengan pengumpulan data melalui teknik wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat sisi positif dan negatif dalam proses pendampingan korban kekerasan seksual. Sisi positifnya adalah adanya peningkatan keberanian korban untuk melapor dan terpenuhinya hak-hak korban. Sementara itu, sisi negatifnya semakin banyak tindak kekerasan seksual terhadap perempuan yang mengakibatkan kekhawatiran. Penelitian ini memiliki beberapa kendala dalam penyusunannya, seperti kurangnya informasi secara detail yang didapatkan terkait korban kekerasan yang mana hal ini disebabkan oleh adanya kode etik yang harus dipatuhi oleh tim P2TP2A.
Bentuk Dukungan Sosial Orang Tua dalam Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus Sutrisno, Nisa Wening Asih
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v5i1.33190

Abstract

Dukungan sosial orang tua sangat penting dalam tumbuh kembang anak agar berjalan optimal termasuk pada anak berkebutuhan khusus. Dukungan sosial orang tua kepada anak berkebutuhan khusus umumnya berbentuk dukungan emosional, informasional, instrumental, penghargaan dan integritas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana bentuk dukungan sosial yang optimal dari orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Sumber data primer adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, artikel dan bahan pustaka lainnya yang relevan dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian ditemukan lima bentuk dukungan optimal orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus dalam bentuk dukungan anak agar sekolah, pujian kepada anak, membantu anak mengerjakan kesulitan, nasehat dan motivasi, serta mengajak anak peduli terhadap kondisi lingkungan sekitarnya. Dibutuhkan lima bentuk dukungan sosial orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus yaitu dukungan emosional melalui dukungan anak agar bersekolah, dukungan penghargaan berupa pujian kepada anak, dukungan instrumental melalui petunjuk ketika anak mengalami kesulitan, dukungan informatif dalam bentuk nasehat dan motivasi, dan dukungan integrasi sosial dengan membiasakan anak peduli lingkungan sekitarnya.
Dampak Penanganan Kekerasan Seksual dalam Rumah Tangga melalui Hukum Adat Merangin Aulia, Lisa; Wike, Wike; Ratnawati, Retty
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v5i1.33986

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak penerapan hukum adat terhadap implementasi UU PKDRT 23/2004 yaitu penanganan KDRT di Kabupaten Merangin. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan studi kepustakaan dan lapangan. Teori kebijakan publik oleh Thomas Dye digunakan untuk menganalisis keterkaitan antara kebijakan publik dengan institusi pemerintah dan masyarakat Merangin yang mengakui hukum adat. Hasil penelitian ini menemukan penanganan KDRT melalui hukum adat cenderung merugikan korban karena ketiadaan perspektif perlindungan perempuan, sanksi adat berupa utang adat yang dibebankan kepada pelaku minim efek jera dan mempersulit pemulihan psikis korban. Penanganan KDRT oleh lembaga adat melalui pemberlakuan hukum adat juga berdampak pada semakin meningkatnya potensi rendah pelaporan dan kemunduran kinerja implementasi UU PKDRT 23/2004 seperti ketiadaan fasilitas kesehatan yang memadai dan terjangkau untuk mempermudah korban mendapatkan bukti tindakan kekerasan seksual. Berdasarkan hasil penelitian ini, penerapan hukum adat berdampak negatif terhadap korban kekerasan seksual dalam rumah tangga, penanganan KDRT yang berkeadilan gender dan kinerja implementasi UU PKDRT 23/2004.
Upaya Multisektor Penanggulangan Femisida di Meksiko dan Relevansinya bagi Indonesia Cahyaningsih, Clarisa Shinta
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena femisida atau pembunuhan terhadap perempuan semakin menjadi perhatian global, termasuk di Meksiko, dimana merujuk pada Amnesty International mencatat sedikitnya sepuluh kasus setiap harinya. Tingginya angka femisida di negara tersebut tidak terlepas dari pengaruh budaya patriarki yang masih mengakar kuat dalam struktur sosial dan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai upaya penanganan femisida di Meksiko serta menelaah relevansinya dalam konteks Indonesia, mengingat kasus kekerasan berbasis gender juga kian mengkhawatirkan di tanah air. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, mengandalkan data sekunder dari literatur akademik, laporan organisasi internasional, media massa, dan dokumen hukum. Hasil analisis menunjukkan bahwa penanganan femisida di Meksiko melibatkan intervensi berbagai aktor, mulai dari organisasi internasional dan regional, perjuangan aktivis dan seniman melalui berbagai medium termasuk media digital, hingga penguatan aspek hukum dengan pemberian sanksi tegas terhadap pelaku. Upaya tersebut dapat menjadi bahan refleksi dan inspirasi bagi Indonesia dalam membangun kebijakan penanggulangan femisida yang lebih komprehensif dan responsif terhadap korban.
Pendidikan Perempuan dan Otoritas Keagamaan dalam Pemikiran Zainab al-Ghazali dan Khairiyah Hasyim Chusyairi, Kholil; Siti Kasmila
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian mengenai peran perempuan dalam pendidikan Islam sering kali masih diposisikan secara deskriptif dan normatif, tanpa analisis gender yang memadai. Artikel ini bertujuan menganalisis peran dan kontribusi tokoh perempuan dalam pengembangan pendidikan agama Islam melalui perspektif feminisme Islam, dengan menelaah pemikiran dan praktik pendidikan Zainab al-Ghazali dan Khairiyah Hasyim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur kritis, dianalisis secara komparatif dan interpretatif terhadap karya, biografi, serta praktik sosial-keagamaan kedua tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zainab al-Ghazali merepresentasikan model pemberdayaan perempuan berbasis aktivisme dan gerakan sosial-keagamaan yang menegaskan peran perempuan sebagai agen perubahan dalam ruang publik Islam, sementara Khairiyah Hasyim mengembangkan model pendidikan perempuan berbasis institusional melalui pesantren dan madrasah sebagai ruang pembentukan intelektual dan moral perempuan Muslim. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan Islam bagi perempuan tidak hanya berfungsi sebagai transmisi pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai strategi transformasi sosial berbasis kesetaraan gender dalam kerangka nilai-nilai Islam. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada penguatan kajian feminisme Islam dalam pendidikan agama Islam dengan menghadirkan tipologi peran perempuan Muslim dalam konteks sosial dan kultural yang berbeda.
Mapping Muslim Perspectives on Gender Issues in Malang State Universities, Indonesia Anggraeni, Luciana
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/azzahra.v6i1.35418

Abstract

This study investigates the comprehension of gender-related matters among Muslim students in Malang State Universities, namely Brawijaya University, Malang State University, and the Islamic State University of UIN Maulana Malik Ibrahim. The study employs qualitative research methods, such as interviews and focus group discussions, to examine a range of viewpoints, beliefs, and attitudes regarding gender roles, equality, and related subjects. The findings demonstrate a range of understandings that are shaped by religious doctrines, cultural standards, and educational contexts. At Brawijaya University, students support progressive viewpoints that promote gender equality and question traditional male-dominated beliefs, resulting in their active participation in gender activism. Malang State University showcases a combination of conventional and innovative interpretations, with differing levels of endorsement for gender equality. Meanwhile, UIN Maulana Malik Ibrahim's Islamic State University adheres to conservative interpretations that prioritise traditional gender roles, leading to minimal involvement in gender activism. Religious and cultural factors overlap to shape attitudes regarding gender, as local norms and traditions have an impact on ideas of gender roles. Educational settings are of great importance, as Brawijaya University offers a favorable atmosphere for thoughtful examination of gender-related matters, whereas the Islamic State University places emphasis on Islamic morals and principles.
Membongkar Budaya Patriarki: Rekonstruksi Pemahaman Peran Gender Berdasarkan Perspektif Islam dan Psikologi Kartini, Kartini; Qalbyna, Galih Khalisa; Handini, Meyta Nisa; Kamilah, Safina; Anwar, Saepul
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahpahaman dalam menginterpretasikan konsep kepemimpinan (qawamah) laki-laki dalam Islam seringkali melanggengkan budaya patriarki yang mengakibatkan ketidakadilan gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis pandangan tentang budaya patriarki dari perspektif Islam dan psikologi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan metode campuran (mixed methods) yang mengkomparasi pandangan tiga kelompok kunci di Jawa Barat: tokoh agama (MUI dan NU), akademisi (dosen psikologi), dan mahasiswa (n=101). Data kuantitatif dari kuesioner mahasiswa dianalisis secara deskriptif, sementara data kualitatif dari wawancara tokoh agama dan akademisi dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan kontradiksi signifikan: meskipun 83,2% mahasiswa merasa patriarki masih mendominasi masyarakat Muslim, temuan kualitatif dari MUI dan NU menegaskan bahwa budaya patriarki yang menindas tidak dibenarkan dalam ajaran Islam dan merupakan hasil dari kekeliruan tafsir. Dosen psikologi menggarisbawahi bahwa pemahaman kaku akan peran gender berdampak langsung pada diferensiasi peran sosial. Implikasi praktis dari temuan ini adalah urgensi re-edukasi di lembaga pendidikan dan keagamaan mengenai interpretasi konsep Islam yang lebih adil dan setara, serta merekomendasikan pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang sensitif gender untuk membongkar miskonsepsi patriarki.
Ruang Siber Sebagai Instrumen Penguatan Kemandirian Ekonomi Dan Sosial Perempuan Kepala Keluarga Di Era Society 5.0 Maharany, Sylvia; Hermin Indah Wahyuni; Dyah Woro Untari
Az-Zahra: Journal of Gender and Family Studies Vol. 6 No. 1 (2025): December 2025
Publisher : UIN Sunan Gunung Dajti Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Society 5.0 menempatkan teknologi sebagai sarana untuk mendorong kemajuan sosial yang berorientasi pada manusia, termasuk dalam upaya pemberdayaan kelompok rentan seperti perempuan kepala keluarga. Dalam konteks ini, ruang siber menjadi medium strategis yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses informasi, meningkatkan kapasitas, serta memperkuat kemandirian sosial dan ekonomi. Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) berperan sebagai wadah kolektif yang berupaya mendorong kemandirian perempuan kepala keluarga melalui berbagai program pemberdayaan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan ruang siber oleh Yayasan PEKKA, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta tantangan yang dihadapi dalam penguatan kemandirian ekonomi dan sosial perempuan kepala keluarga di era Society 5.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menelaah pandangan, praktik pemanfaatan ruang siber, serta dinamika pelaksanaannya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang siber memiliki potensi besar sebagai sarana transformasi sosial bagi perempuan kepala keluarga. Melalui pemanfaatan ruang digital, Yayasan PEKKA dapat mendorong peningkatan keterampilan, perluasan wawasan, serta penguatan jejaring sosial dan ekonomi. Namun demikian, pemanfaatan ruang siber tersebut belum berjalan secara optimal karena masih terdapat sejumlah kendala, baik dari sisi kapasitas sumber daya maupun akses dan literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi pemanfaatan ruang siber agar perannya dalam mendukung kemandirian sosial dan ekonomi perempuan kepala keluarga dapat berjalan lebih efektif