cover
Contact Name
Yani Osmawati
Contact Email
jurnaldeviance@budiluhur.ac.id
Phone
+6221-5853753
Journal Mail Official
jurnaldeviance@budiluhur.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Ciledug, Petukangan Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12260
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Deviance: Jurnal Kriminologi
ISSN : 25803158     EISSN : 25803166     DOI : -
Core Subject : Social,
Deviance Jurnal Kriminologi (ISSN 2580-3158 for printed version and ISSN 2580-3166 Online version), is a peer-reviewed, open-access journal published by Universitas Budi Luhur. This journal publishes twice a year (June and December). Deviance Jurnal Kriminologi publishes articles on criminological Issue. The journal invites scholar to submit original articles from variety of persperctives (sociological, philosophical, geographical, psychological, jurisprudential, cultural, political, policy standpoints, etc), focusing on crime and society
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
Kebijakan Perlakuan Narapidana Teroris Menggunakan Risk Need Responsivity (RNR) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang Laode Arham; Josias Simon Runturambi
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.574 KB) | DOI: 10.36080/djk.v4i1.1310

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana kebijakan dan perlakuan narapidana teroris di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang ditinjau dari Teori/model Rehabilitasi Risk Need Responsivity (RNR). Dengan melakukan kajian yang mendasar tentang gagasan dan model yang memperlakuan narapidana risiko tinggi yang ditinjau dari teori dan model Rehabilitasi – RNR, penulis kemudian menggunakan RNR untuk meneropong dan menganalisa kebijakan perlakuan Narapidana Teroris di Indonesia dan praktik-praktiknya dengan mengambil kasus di Lapas Cipinang yang mempunyai blok khusus untuk narapidana teroris sejak tahun 2011. Dengan melakukan wawancara, observasi di Lapas dan studi kebijakan, penulis melihat dan menguraikan aspek-aspek penilaian risiko (Risk), penilaian kebutuhan (Need) dan Perlakuan (Responsivity) dari kebijakan pemerintah, Ditjenpas dan respon para pimpinan serta petugas terhadap Narapidana Teroris. Ditemukan bahwa ada periode yang berbeda antara sebelum dan sesudah tahun 2018. Melalui studi RNR ini, kami menemukan bahwa banyaknya residivisme dan kegagalan program Rehabilitasi sebelum 2018 dikarenakan tidak adanya konsitensi dan keselarasan antara asesmen dengan perlakuan. Sementara itu, dengan adanya konsistensi antara asesmen dan perlakuan maka pada periode setelah 2018 ini diperkirakan rehabilitasi akan lebih sukses dan residivisme dari Lapas Kelas I Cipinang akan jauh berkurang.
Diskusi Keadilan Restoratif dalam Konteks Kekerasan Seksual di Kampus Ariani Hasanah Soejoeti; Vinita Susanti
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.181 KB) | DOI: 10.36080/djk.v4i1.1311

Abstract

Sejumlah penelitian mengungkap bahwa korban kekerasan seksual di kampus seringkali mengalami viktimisasi tambahan (ganda) dalam sistem peradilan pidana. Hal tersebut diakibatkan antara lain karena adanya sikap, reaksi, perilaku dan praktik yang menyalahkan korban oleh penyedia layanan sehingga terjadi pelanggaran lebih lanjut terhadap hak-hak korban dan/atau trauma tambahan. Oleh karenanya, di beberapa negara, penerapan keadilan restoratif sebagai alternatif lain dari proses peradilan pidana untuk penanganan kasus kekerasan seksual di kampus pun mulai dipertimbangkan. Artikel ini mendiskusikan implementasi keadilan restoratif dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual di beberapa negara dan bagaimana penanganan kasus kekerasan seksual di kampus di Indonesia. Dengan mengajukan sejumlah argumen yang berkaitan, penulis menyimpulkan bahwa ada potensi untuk menerapkan keadilan restoratif dalam konteks penanganan kasus kekerasan seksual di kampus di Indonesia.
Alat Ukur Tingkat Radikalisme Berdasarkan Penilaian Kepribadian Hendro Wicaksono; Mohammad Kemal Dermawan
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.599 KB) | DOI: 10.36080/djk.v4i1.1312

Abstract

Penulisan ini berupaya untuk menjelaskan suatu alat ukur yang bisa dipergunakan untuk menilai tingkat radikalisme seseorang. Selama ini belum ada gambaran yang dapat menjelaskan bagaimana cara kita untuk bisa menilai radikalisme dari individu. Alat ukur ini akan dibuat berdasarkan penilaian kepribadian secara ilmiah yang sudah dikembangkan oleh para pakar telah yang memetakan berbagai ciri dan sifat dari kepribadian yang dimiliki oleh manusia. Dalam prosesnya, penulis akan mencoba mengambil serta menentukan beberapa variable yang dianggap tepat dan sesuai untuk dapat melakukan penilaian kepribadian perorangan secara sederhana sehingga dapat dikembangkan menjadi alat ukur yang efektif untuk mengukur tingkat radikalisme yang akurat. Cara kerja alat ukur ini dibuat sederhana agar kita mudah untuk mengoperasikannya. Alat ukur ini dibuat sebagai usaha untuk dapat menentukan seberapa radikal pemahaman yang dimiliki oleh seseorang karena keyakinan tersebut kenyataannya dapat disembunyikan ketika sedang menjalin interaksi dengan masyarakat di lingkungannya. Tindakan ini sangat penting diketahui sejak dini guna dapat menentukan upaya pencegahan agar pemahaman tersebut tidak berkembang menjadi aksi kekerasan yang disebut terorisme karena telah menimbulkan kerusakan dan kerugian baik material ataupun personel. Dengan mengetahui lebih dini tingkat radikalisme seseorang maka kita dapat menekannya melalui berbagai upaya agar radikalisme yang dimilikinya tidak berkembang atau bahkan tingkat radikalisme dapat diturunkan sehingga tidak berpotensi menimbulkan dampak merugikan bagi lingkungan yang ada di sekitarnya.
Program Rehabilitasi Sosial Foreign Terrorist Fighter (FTF) dan Deportan di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus, Jakarta Timur Lia Kristiani; Ety Rahayu
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.686 KB) | DOI: 10.36080/djk.v4i1.1309

Abstract

Rehabilitasi sosial untuk foreign terrorist fighters (FTF)-Deportan di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Bambu Apus ditujukan untuk memulihkan keberfungsian sosial dan menurunkan tingkat radikalisme deportan sehingga mereka bisa kembali lagi ke masyarakat. Program tersebut terdiri dari pembinaan fisik, pembinaan mental, pelatihan keterampilan, dan wawasan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk menggambarkan rehabilitasi sosial dalam penanganan deportan di RPTC Bambu Apus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan berbagai institusi yang terlibat dan klien serta observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program ini belum terlaksana sepenuhnya. Hal ini dikarenakan terkendala keterbatasan sumber daya, khususnya payung hukum, anggaran, dan sumber daya manusia.
Kontrol Sosial oleh Perusahaan Sebagai Upaya Pencegahan Praktik Pelanggaran Kode Etik Agen Asuransi terhadap Nasabah Putri Marlinda; Mohammad Kemal Dermawan
Deviance Jurnal kriminologi Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.258 KB) | DOI: 10.36080/djk.v4i1.1308

Abstract

Artikel ini membahas tentang upaya kontrol sosial oleh perusahaan asuransi kepada para agen asuransinya. Hal ini dikarenakan masih rendahnya penetrasi asuransi di Indonesia yang seiring dengan minimnya pemahaman calon nasabah terhadap pola kerja produk asuransi sehingga membuka celah bagi terjadinya pelanggaran kode etik misrepresentasi yang dilakukan oleh agen asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk memperluas wawasan akan asuransi terutama yang berkaitan dengan investasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi moderat dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol eksternal yang baik sebagai suatu upaya pencegahan tindak pelanggaran kode etik harus dibarengi dengan kontrol internal yang baik pula karena pada dasarnya setiap individu memiliki kehendak bebas yang merefleksikan konformitas dirinya dalam suatu tatanan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 5