cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281296890687
Journal Mail Official
abdimasawl@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bukit Raya No. 25, Sungai Pinang Dalam Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda 75117
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Abdimas Awang Long: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 27764443     EISSN : 27763757     DOI : -
Abdimas Awang Long adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh LPPM STIH AWANG LONG. Abdimas Awang Long memilik e-ISSN 2776-3757 dan p-ISSN 2776-4443. Pemilihan dan penggunaan kata Abdimas Awang Long dimaksudkan untuk menunjukkan pemetaan lingkup ide dan gagasan dari para praktisi, akademisi, dan ilmuan hukum yang difokuskan pada berbagai isu strategis mengenai pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional maupun international. Abdimas Awang Long terbit dalam setahun dua kali yaitu pada bulan Januari dan Juni. Pengiriman artikel dapat dilakukan melalui daring dengan melakukan registrasi terlebih dahulu pada website ini. Abdimas Awang Long menerima artikel pada bidang kajian hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara, hukum administrasi negara, hukum international, hukum masyarakat pembangunan, hukum islam, hukum bisnis, hukum acara dan hak asasi manusia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 209 Documents
Hubungan Kepatuhan Diet Terhadap Kadar Glukosa Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selajambe Tahun 2025: Journal Elsa, Elsa
Abdimas Awang Long Vol. 8 No. 2 (2025): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v8i2.1684

Abstract

Kepatuhan terhadap pola makan adalah suatu bentuk disiplin dalam mengonsumsi makanan dan minuman sehari-hari bagi individu yang menderita diabetes melitus, demi menjaga kesehatan dan memperlancar proses penyembuhan. Pola makan untuk Diabetes Melitus terdiri dari 3J, yaitu Jumlah, Jenis, dan Jumlah. Level Gula Darah yang tidak terkontrol bisa terjadi akibat asupan karbohidrat yang melebihi kebutuhan tubuh. Glukosa terbentuk dari karbohidrat dan rendahnya kadar reseptor insulin. Penelitian bertujuan agar mengetahui keterkaitan antara kepatuhan pola makan & kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selajambe. Dalam studi kasus ini menggunakan pendekatan observasional analitik (non-eksperimen), survey, dan pendekatan studi cross sectional. Penelitian ini melibatkan 73 penderita diabetes melitus tipe II yang ada di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selajambe. Pada penelitian ini probabilitas sampling digunakan, Metode sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Alat yang digunakan adalah Kuesioner Selain itu, kadar glukosa darah responden di ukur dengan alat tes glukosa darah. Hasil uji korelasi Rank Spearman yang menganalisis hubungan kepatuhan diet & kadar glukosa darah menunjukkan hsil nilai p = 0.002. kesimpulan dari penelitian ini menemukan bahwa pada penderita diabetes melitus tipe II di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Selajambe, Kecamatan Selajambe, Kabupaten Kuningan pada tahun 2025 ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dan kadar glukosa darah.
Pengembangan Desain Produk Krupuk Jengkol Lokal UMKM Desa Mukti Jaya Kec Rantau Pulung Fitriyadi, Nanok; Matiin, Nuuridha; Aprillia, Juwita; Lafina, Salmah
Abdimas Awang Long Vol. 8 No. 2 (2025): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v8i2.1702

Abstract

Banyak masyarakat di Desa Mukti Jaya Kec Rantau Pulung yang melakukan usaha mikro kecil menengah UMKM seperti usaha membuat makanan, pembibitan dan mebel, sehingga dalam hal ini Usaha Krupuk Jengkol yang berada di desa Mukti jaya Kec Rantau Pulung yang biasanya hanya di jual dengan kemasan yang sangat sederhana seperti dari plastik biasa memberikan kesan tidak menarik dalam hal ini kami mencoba memberikan desain yang cukup menarik sehingga terkesan kemasan akan tampak elegan dan menarik pembeli. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui peran kemasan dimata konsumen yang akan meningkatkan atau menurunkan penjualan produk, Karena sesungguhnya tampilan kemasan yang menarik akan memberi kesan tersendiri bagi para konsumen dalam menentukan keputusannya untuk membeli atau tidak membeli suatu produk. Strategi Pemasaran untuk mendongkrak penjualan menjadi sebuah hal yang harus dilakukan oleh pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya.
OPTIMALISASI FITUR AUTOCRAT GOOGLE SHEET UNTUK MEMBUAT E-CERTICATE PADA SEKOLAH Wulandari, Sri; Aghnia Dian Lestari; Fajarianto, Otto; Pratiwi Kartika Sari
Abdimas Awang Long Vol. 5 No. 2 (2022): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v5i1.438

Abstract

Pandemi Covid 19 membuat pendidikan beralih dengan sistem pembelajaran bersifat jaraj jauh dengan menggunakankan media online. Sekolah menjadi lembaga yang harus beradaptasi dengan keadaan pandemi covid yang melanda di seluruh dunia. Tidak terkecuali di Indonesia, pendidikan mengalmai adaptasi yang harus segera dipahami sebagai slaah satu cara untuk bertahan agar mampu terus membuat pendidikan di Indonesia tetap berjalan. Mitra kegiatan ini adalah Mts Al Hidayah Karangmangu yang berada di Kabupaten Cirebon.Fitur Autocrat adalah fitur yang disediakan oleh Google yang digunakan untuk membuat sertifikat secara soft file, sehingga mempermudah lembaga pendidikan dalam menyelenggarakan seminar ataupun workshop yang membutuhkan sertifikat sebagai sarana untuk bukti fisik keikutsertaan peserta dan nara sumber dalam acara tersebut. Hal ini menjadi penting dikarenakan pandemi covid yang memaksa kita untuk menghindari kontak fisik dan berkomunikasi dengan menggunakan media online. Maka E-Certificate sertifikat bisa digunakan secara massif dalam suatu pertemuan virtual. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi: (1) metode pendekatan yang dilakukan mulai tahap survei, perijinan, dan pemberian motivasi bagi guru yang akan mengikuti pelatihan (2) metode pelaksanaan program, meliputi tahap pendahuluan, tahap sosialisasi dan audiensi, tahap pelaksanaan, serta tahap evaluasi akhir. Hasil kegiatan ini diharapkan yang mengikuti pelatihan, telah mampu membuat E-Certificate dalam program autocrat.
Optimalisasi Fasilitas Coworking Space Dalam Pembinaan Seni Dan Budaya Masyarakat Di Dinas Komunikasi, Informatika Dan Statistika Kota Cirebon Sutarjo; Nurfalah, Farida; Nurruzzaman; Rifka Noviani Santika
Abdimas Awang Long Vol. 5 No. 2 (2022): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v5i2.439

Abstract

Saat sekarang, kebutuhan coworking space mampu menjadi tempat bagi para pekerja kreatif untuk menghasilkan karya kolaboratif yang cerdas dan inspiratif. Ruang tersebut perlu dimanfaatkan salah satunya dalam pembinaan seni dan budaya masyarakat khususnya angklung sebagai salah satu konsep pengelolaan wilayah bagi pengelolaan aset, infrastruktur, dan fasilitas, yang terprogramkan pula di Universitas Swadaya Gunung Jati sebagai dunia pendidikan dengan berbasis kearifan lokal dan di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika Kota Cirebon yang memiliki binaan dan program layanan publik dengan mensosialisasikan kembali angklung dalam beragam media dan kegiatan. Metode yang digunakan dengan melakukan sharing, simulasi, pengambilan gambar dan tanya jawab disesuaikan dengan tema yang meliputi :sharing, simulasi dan pengambilan gambar Pagelaran Angklun, serta tampil di Televisi pada acara talkshow yang tayang di RCTV Kota Cirebon secara live pada hari Rabu 8 Desember 2021 pukul 20.00 sd 22.00 WIB dan YouTube serta Facebook. Adapun Masyarakat merekomendasikan memelihara eksistensi seni angklung sebagai ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, beragam event, ataupun tampil di cafe. Dkis juga memberikan kesempatan pada Mahasiswa MBKM Magang Industri maupun yang Jobtraining untuk turut serta.
Pelatihan Digital Marketing Bagi Ibu-Ibu PKK RT 02 RW 008 Kelurahan Serpong Adji Widodo; Ahmad Nurhadi; Harsono, Yhonanda
Abdimas Awang Long Vol. 5 No. 2 (2022): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v5i2.440

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan Digital Marketing bagi Ibu-ibu PKK sebagai kelanjutan dari program peningkatan program ekonomi kreatif di lingkungan RT 02 RW 008 Kelurahan Serpong. Acara pengabdian kepada masyarakat ini diadakan pada tanggal 22 Mei 2021, bertempat di Musholah Abu Bakar RT 02 RW 008 Kelurahan Serpong, Tangerang Selatan. Metode yang digunakan yaitu dengan presentasi, diskusi, dan tanya jawab. Adapun peserta yang hadir dari Ketua RW 008, Ketua RT 02, Kader PKK, dosen dan mahasiswa. Pada sesi presentasi narasumber menyampaikan perihal pentingnya digital marketing dalam memasarkan barang. Dengan perkembangan teknologi digital marketing sangat dibutuhkan dalam pemasaran produk. Pemasaran online dapat menembus batas waktu dan ruang dan tempat pemasaran, artinya dapat berjualan kapan saja dan dimana saja. Dibutuhkan strategi dalam mempergunakan digital marketing agar meningkatkan penjualan. Bidang usaha ekonomi kreatif yang sudah berjalan meliputi bidang kuliner seperti warung bubur ayam, warung lontong sayur, kue kering, dan gorengan, juga outlet penjahit pakaian. Dari diskusi ibu-ibu PKK sangat tertarik dengan digital marketing. Beberapa usaha yang dijalankan sebagian sudah menggunakan media sosial dalam pemasarannya seperti facebook dan instagram. Sebagian besar sudah memasarkan melalui pesan singkat melalui Whatsapp grup. Disarankan agar ibu-ibu meningkatkan lagi strategi digital marketingnya secara bertahap dengan menerapkan Search Engine Optimization (SEO), menggunakan Pay-per-click advertising, content marketing, memanfaatkan social media marketing, dan email marketing.
Pelatihan Laporan Keuangan Usaha Kecil Menengah Pada Usaha Rumahan Ibu-Ibu Rumahtangga yang Tergabung Dalam PKK RT 002 RW 008 Kelurahan Serpong Tangerang Selatan Gojali Supiandi; Tita Amalya, Neneng; Udin Saparudin
Abdimas Awang Long Vol. 5 No. 2 (2022): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v5i2.441

Abstract

Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau dalam jangka waktu tertentu. Biasanya laporan keuangan dibuat per periode, misalnya tiga bulan, atau enam bulan untuk kepentingan internal perusahaan. Sementara itu, untuk laporan lebih luas dilakukan satu tahun sekali. Laporan keuangan berfungsi sebagai alat untuk menganalisis kinerja keuangan yang dapat memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar membuat keputusan-keputusan ekonomi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengetahui kendala-kendala yang dihadapi UKM dalam menyusun laporan keuangan untuk merancang sistem akuntansi sederhana yang dapat membantu dan memudahkan para pemilik UKM dalam membuat laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku serta membantu memberikan solusi atas permasalahan kaitan dengan sumber daya manusia. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap. Pertama tahap persiapan meliputi survei, penyusunan proposal, perencanaan kegiatan, penyusunan materi pelatihan dan koordinasi dengan pihak terkait serta persiapan bahan dan alat pelatihan. Tahap kedua yaitu tahap pelaksanaan pelatihan teori dan praktek. Pelatihan ini melalui praktek langsung dengan memberikan FORM (lampiran) yang sudah tersusun laporan keuangan sehingga peserta PKM (ibu-ibu PKK) dapat langsung mengisi nya berdasarkan usaha yang dijalankan masing-masing peserta didampingi oleh narasumber dalam cara membuatnya. Tahap ketiga yaitu tahap evaluasi dan pelaporan. Setelah dilaksanakan pelatihan ini pertama, peserta mengalami peningkatan pemahaman penyusunan laporan keuangan. Kedua, peserta menyadari pentingnya dalam membuat laporan keuangan atas usahanya sehingga mengetahui jumlah pengeluaran dan pendapatan yang diperoleh per periodenya. Ketiga, peserta mengalami peningkatan melalui kemampuan mengelola keuangan usahanya.
Sosialisasi Undang-Undang Nomer 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Tina Marlina; Montisa Mariana; Irma Maulida
Abdimas Awang Long Vol. 5 No. 2 (2022): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v5i1.442

Abstract

Dalam rangka membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas perlu adanya upaya bersama antara pemerintah, masyarakat dan keluarga dalam menanggulangi permasalahan kekerasan dalam rumah tangga. Sehubungan dengan hal tersebut dalam rangka usaha mencegah dan menanggulangi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga sebenarnya Pemerintah telah mengeluarkan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kekerasan dalam rumah tangga yaitu, Undang-Undang No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan tema Penyuluhan Hukum dan Sosialisasi UU No.23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah untuk mendukung program Perguruan Tinggi sebagai pusat studi Advokasi salah satunya terkait tentang kekerasan dalam Rumah Tangga. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat pada para pengurus/Ibu-ibu PKK Desa Sampiran Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon adalah dengan menggunakan metode penyuluhan hukum, pendampingan dan pemberian konsultasi terhadap pemecahan masalah yang terkait dengan penyadaran hukum terhadap penghapusan KDRT yakni mengenai pencegahan dan perlindungan korban KDRT dan penegakan hukum terhadap pelaku KDRT.
DAMPAK HUKUM PERKAWINAN SIRI Cenne, Herniati; Iin Hartini, Sri; Firmansyah Reliubun, Idris
Abdimas Awang Long Vol. 6 No. 2 (2023): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v6i2.613

Abstract

Tujuan perkawinan adalah untuk menciptakan keluarga yang bahagia dan langgeng, suami dan istri harus saling mendukung agar masing-masing dapat tumbuh secara pribadi dan mencapai kesejahteraan materi dan spiritual. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan membantu menyukseskan progam program pemerintah, menyelesaikan permasalahan serta mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat terkait dengan pernikahan sirri, khsusunya masyarakat kampung Arsopura Distrik Skanto kabupaten Keerom. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah melakukan pendataan bagi pasangan yang menikah siri; pendampingan dan konsultasi terhadap pasangan yang berdampak dari pernikahan siri serta penyuluhan hukum yang memberikan pemahaman terhadap akibat hukum dari pernikahan siri, pendampingan terhadap pasangan suami-isteri telah melangsungkan perkawinan di bawah tangan. Kesadaran hukum masyarakat tentang pentingnya mencatatakan perkawinan mereka kepada Lembaga yang berwenang mencatat, terwujud masyarakat yang taat hukum serta mengetehaui dampak pernikahan siri. Terciptanya keluarga yang harmonis bahagia lahir dan batin sehat jasmani dan rohani. Terbentuknya keluarga yang kuat dan utuh mempersiapkan masa depan anak-anaknya dengan pendidikan sehingga menjadi manusia pembangunan.
Manajemen Usaha Budidaya Ikan Hias Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan Pada Kelompok Budidaya Ikan Hias Neneng Tita Amalya; Yhonanda Harsono; Tri Sulistyani
Abdimas Awang Long Vol. 6 No. 1 (2023): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v6i1.659

Abstract

Budidaya ikan merupakan suatu upaya dalam memanfaatkan sumber daya yang ada disekitar untuk mencapai tujuan bersama dalam kelompok. Budidaya merupakan bentuk campur tangan manusia dalam meningkatkan produktivitas perairan. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperoduksi ikan dalam suatu wadah atau media terkontrol dan berorientasi pada keuntungan.. Harapannya, produk yang dihasilkan akan berlipat dan berlimpah. Menurut UU RI no.9/1985 dan UU RI No.31/2004, kegiatan yang termasuk dalam perikanan dimulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. bisnis ikan hias menjadi salah satu solusi yang dapat ditawarkan dimana peluang berkembangnya usaha ikan hias di tengah pandemi Covid-19 masih terbuka lebar. Ucap; Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang beroperasi di wilayah Depok dan Bogor. Namun demikian, usaha ini harus didesain menjadi usaha yang besar dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Oleh karenanya, para pelaku harus dibekali dengan kemampuan manajerial usaha yang mumpuni,” ujar Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti dalam keterangan tertulis, Kamis 11 Maret 2021. TEMPO.CO,Jakarta. Berdasarkan permasalahan tersebut, kami dari Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Pamulang (UNPAM) ingin berbagi ilmu dan pengalaman kepada kelompok budidaya ikan hias sebagai wadah atau kelompok masyarakat yang membudidayakan ikan hias dan menjualnya kepada masyarakat luas khususnya di daerah Kampung Cibogo Rt/Rw 003/04, Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Bogor. Sebab pengembangan ekonomi kerakyatan adalah sebuah perekonomian yang dimiliki oleh rakyat kecil dan didominasi oleh sebagian besar bangsa Indonesia. Mengembangkan ekonomi kerakyatan berarti mengembangkan sistem ekonomi yang berasas dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.
Motivasi Remaja Unggulan Di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 (Bersama SMA Tunas Markatin) Yopy Ratna Dewanti; Dingot Hamonangan Sitanggang; Kania Farida; Arifin Setiabudi; M. Ferdinansyah; Ahmad Fadli
Abdimas Awang Long Vol. 6 No. 1 (2023): Januari, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v6i1.660

Abstract

Istilah Industri 4.0 pertama kali digemakan pada Hannover Fair, 4-8 April 2011. Istilah ini digunakan oleh pemerintah Jerman untuk memajukan bidang industri ke tingkat selanjutnya, dengan bantuan teknologi. Mengutip dari laman Forbes, revolusi industri generasi keempat bisa diartikan sebagai adanya ikut campur sebuah sistem cerdas dan otomasi dalam industri. Hal ini digerakkan oleh data melalui teknologi machine learning dan AI. Salah satu bentuk perubahan yaitu Society 5.0. Society 5.0 adalah manusia yang dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0 dan berpusat di teknologi. Society 5.0 sendiri pertama kali diperkenalkan oleh pemerintahan Jepang pada tahun 2019. Society 5.0 merupakan perkembangan dari revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence) sedangkan Society 5.0 memfokuskan kepada komponen teknologi dan kemanusiannya. Di Society 5.0 yang akan dihadapi nanti, tidak hanya dibutuhkan literasi dasar namun juga memiliki kompetensi lainnya yaitu mampu berpikir kritis, bernalar, kretatif, komunikatif, kolaboratif, dan memiliki kemampuan problem solving. Serta memiliki karakter yang mencerminkan pancasila yaitu, rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, mudah beradaptasi memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kepedulian sosial dan budaya. Masyarakat diharapkan mampu untuk menyelesaikan berbagai tantangan serta permasalahan sosial yang memanfaatkan inovasi-inovasi yang telah lahir di revolusi industri 4.0.