cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281296890687
Journal Mail Official
abdimasawl@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bukit Raya No. 25, Sungai Pinang Dalam Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda 75117
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Abdimas Awang Long: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 27764443     EISSN : 27763757     DOI : -
Abdimas Awang Long adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh LPPM STIH AWANG LONG. Abdimas Awang Long memilik e-ISSN 2776-3757 dan p-ISSN 2776-4443. Pemilihan dan penggunaan kata Abdimas Awang Long dimaksudkan untuk menunjukkan pemetaan lingkup ide dan gagasan dari para praktisi, akademisi, dan ilmuan hukum yang difokuskan pada berbagai isu strategis mengenai pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional maupun international. Abdimas Awang Long terbit dalam setahun dua kali yaitu pada bulan Januari dan Juni. Pengiriman artikel dapat dilakukan melalui daring dengan melakukan registrasi terlebih dahulu pada website ini. Abdimas Awang Long menerima artikel pada bidang kajian hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara, hukum administrasi negara, hukum international, hukum masyarakat pembangunan, hukum islam, hukum bisnis, hukum acara dan hak asasi manusia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 235 Documents
Inovasi Media Game Edukatif Sebagai Upaya Pencegahan Kepikunan Bagi Lansia di Sekolah Saroha Kota Medan Nurmala Berutu; Hodriani Hodriani; Diky Setya Diningrat; Ana Rahmi; Wan Nova Listia; Junaidi Junaidi
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2245

Abstract

Meningkatnya populasi lansia di Kelurahan Bandar Selamat belum diimbangi dengan pembelajaran berbasis stimulasi kognitif, karena program lansia masih didominasi pendekatan kesehatan fisik dan metode konvensional yang kurang interaktif. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan media game edukatif yang mengintegrasikan stimulasi kognitif, aktivitas rekreatif, dan interaksi sosial sebagai strategi pencegahan penurunan fungsi kognitif lansia di Sekolah Saroha Kota Medan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD), pengembangan media, implementasi game edukatif, serta evaluasi partisipatif untuk menghasilkan pembelajaran lansia yang adaptif dan berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran di Sekolah Lansia Saroha sebelumnya masih didominasi metode konvensional sehingga stimulasi kognitif dan keterlibatan aktif lansia belum optimal. Kegiatan ini berhasil mengembangkan enam media game edukatif berbasis elderly-friendly, yaitu ular tangga, board game, teka-teki silang, tebak gambar, domino, dan engklek edukatif yang dirancang untuk meningkatkan memori, konsentrasi, interaksi sosial, dan partisipasi belajar lansia. Implementasi media menunjukkan bahwa lansia menjadi lebih aktif, komunikatif, antusias, dan percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran berbasis kelompok. Selain itu, pelatihan fasilitator berhasil meningkatkan kapasitas pendamping dalam menerapkan pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan menyenangkan bagi lansia. Secara keseluruhan, media game edukatif terbukti berpotensi menjadi inovasi pembelajaran berbasis komunitas yang efektif dalam mendukung stimulasi kognitif, active aging, dan pencegahan penurunan fungsi kognitif lansia di Sekolah Lansia Saroha Kota Medan.
Pelatihan Identifikasi dan Pengendalian Risiko Pengelasan untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja pada UMKM Sidoarjo Huki Chandra; Ayu Endah Wahyuni; Paramaditya Arismawati; Yemima Sahara Pardede; Syifau Karomatul Inayah
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2247

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang pengelasan dalam mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, serta menerapkan pengendalian risiko kerja untuk mendukung produktivitas dan keselamatan kerja. Program dilaksanakan pada UMKM pengelasan di Kabupaten Sidoarjo menggunakan pendekatan edukasi partisipatif yang meliputi penyuluhan, demonstrasi, diskusi interaktif, praktik identifikasi bahaya, dan pendampingan penyusunan pengendalian risiko. Tahapan kegiatan diawali dengan observasi lapangan guna mengidentifikasi permasalahan keselamatan kerja yang ada. Selanjutnya, pelatihan diberikan kepada peserta dan dievaluasi melalui pre-test, post-test, serta survei kepuasan. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui efektivitas pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 86,67 menjadi 94,00 atau naik sebesar 7,33 poin. Selain itu, jumlah peserta yang memperoleh nilai sempurna meningkat setelah pelatihan. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah pelatihan dengan nilai signifikansi 0,0001. Tingkat kepuasan peserta juga berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata skor 4,91 dari skala 5. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai bahaya pekerjaan pengelasan, penggunaan alat pelindung diri, penerapan postur kerja yang aman, dan pengendalian risiko di lingkungan kerja. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif pada UMKM pengelasan.
Penerapan Rumah Botol untuk Pengelolaan Limbah Botol Plastik Berbasis Ekonomi Sirkular Berkelanjutan Laila Putri Faradilah; Silvi Istiqomah; Desita Nur Rachmaniar; Rafika Damayanti Sururin Nufus; Ivon Nadhia Aisyah; Inez Rexana; Nafa Naysilla Hilda Amru; Nicho Ali Nasrudin; Kaka Satriya Yudhantara
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2257

Abstract

Limbah botol plastik menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat akibat tingginya penggunaan produk sekali pakai dan rendahnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan konsep ekonomi sirkular melalui sistem pengelolaan limbah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan teknologi tepat guna berupa Rumah Botol sebagai sarana pengumpulan limbah botol plastik berbasis masyarakat di Desa Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Metode pelaksanaan dilakukan melalui enam tahapan, yaitu survei awal dan identifikasi permasalahan, perancangan Rumah Botol, sosialisasi konsep ekonomi sirkular dan closed-loop supply chain, implementasi dan operasional Rumah Botol, pendampingan dan monitoring berkelanjutan, serta evaluasi dampak program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan Rumah Botol mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilahan dan pengumpulan botol plastik rumah tangga. Selain itu, program ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan menjaga kualitas material plastik sejak tahap pengumpulan. Rumah Botol tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengumpulan limbah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengelolaan material yang lebih terstruktur untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan pengurangan timbulan sampah plastik di masyarakat.
Penguatan Potensi Desa Melalui Perlindungan Musik Dangglung Sebagai Warisan Budaya Tak Benda Ratnaningsih; Zainul Arifin; Revina Vidya Rahmadianti
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2258

Abstract

Musik Dangglung merupakan kesenian khas Lumajang tepatnya berasal dari Dusun Pasinan Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. Dangglung dari kata Pandalungan yang artinya perpaduan suku Jawa dan Madura. Saat ini musing Dangglung selain sebagai hiburan, juga sebagai iringan musik religi. Kabupaten Lumajang telah mendaftarkan musik Dangglung sebagai Warisan Budaya Tak Benda ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, hal ini merupakan langkah strategis agar musik Dangglung ini mendapatkan legalitas sebagai salah satu kesenian khas Kabupaten Lumajang. Akan tetapi langkah ini belum diimbangi dengan terbentuknya peraturan desa tentang pelestarian musik Dangglung, Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakan ini adalah yuridis empiris/sosiologis yaitu dengan melakukan penelitian di lapangan dengan penggalian sumber bahan hukum berupa observasi dan wawancara yang dilakukan kepada komunitas CIO Indonesian Art Culture yang mengelola musik Dangglung tersebut di Dusun Pasinan tersebut. Topik ini penting dilakukan dengan menggali peran komunitas, peran pemerintah Kabupaten Lumajang dan pemerintah Desa dalam upaya pelestariannya, agar musik Dangglung ini dapat diintegrasikan guna pengembangan potensi desa sekaligus juga dapat dimanfaatkan untuk menciptakan ekonomi kreatif masyarakat sekitar. Peraturan Daerah dan Peraturan Desa perlu dibuat sebagai payung hukum pelestarian musik Dangglung guna memperkuat karakter budaya, pemberdayaan dan daya saing Dusun Pasinan baik pada skala Regional, Nasional maupun Internasional.
Netiket Bermakna di Media Sosial: Peningkatan Literasi Digital dan Etika Komunikasi Masyarakat di Malaysia Farida Nurfalah; M. Nuruzzaman; Siti Khumayah; Zulkarnain Zaafar; Mohd. Azuan Bin Mohd Alias
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2383

Abstract

Perkembangan media sosial yang sangat pesat memberikan manfaat besar dalam komunikasi, penyebaran informasi, dan interaksi sosial. Namun demikian, tingginya intensitas penggunaan media sosial juga diikuti dengan meningkatnya penyebaran hoaks, perundungan siber, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap etika komunikasi digital (netiket). Kondisi tersebut mendorong pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Netiket Bermakna di Media Sosial" yang bertujuan meningkatkan pemahaman, sikap, dan perilaku masyarakat dalam menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Education melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan pelatihan, diskusi interaktif, simulasi verifikasi informasi, serta evaluasi melalui wawancara dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya netiket, mampu melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya, lebih berhati-hati dalam berkomunikasi di media sosial, serta memiliki komitmen untuk menerapkan etika komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Program juga meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya menjaga jejak digital, menghindari penyebaran hoaks, dan menghormati perbedaan pendapat di ruang digital. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini berhasil memperkuat literasi digital masyarakat sekaligus mendorong terbentuknya budaya komunikasi digital yang lebih sehat, aman, dan bertanggung jawab.