cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281296890687
Journal Mail Official
abdimasawl@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bukit Raya No. 25, Sungai Pinang Dalam Kec. Sungai Pinang, Kota Samarinda 75117
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Abdimas Awang Long: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
ISSN : 27764443     EISSN : 27763757     DOI : -
Abdimas Awang Long adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan secara berkala oleh LPPM STIH AWANG LONG. Abdimas Awang Long memilik e-ISSN 2776-3757 dan p-ISSN 2776-4443. Pemilihan dan penggunaan kata Abdimas Awang Long dimaksudkan untuk menunjukkan pemetaan lingkup ide dan gagasan dari para praktisi, akademisi, dan ilmuan hukum yang difokuskan pada berbagai isu strategis mengenai pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di tingkat nasional maupun international. Abdimas Awang Long terbit dalam setahun dua kali yaitu pada bulan Januari dan Juni. Pengiriman artikel dapat dilakukan melalui daring dengan melakukan registrasi terlebih dahulu pada website ini. Abdimas Awang Long menerima artikel pada bidang kajian hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara, hukum administrasi negara, hukum international, hukum masyarakat pembangunan, hukum islam, hukum bisnis, hukum acara dan hak asasi manusia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 232 Documents
Penerapan Inovasi Smart Tax Pekanbaru Pada Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru Guntur Tursina
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2152

Abstract

Diharapkan dengan adanya penerapan inovasi Smart Tax Pekanbaru dalam pelayanan penerimaan pajak daerah ini para wajib pajak bisa dengan mudah untuk melakukan pembayaran pajak dan penerimaan pajak dapat meningkat dengan maksimal dan optimal serta pendapatan daerah dari sektor pajak daerah dapat tercapai sesuai target yang telah ditetapkan oleh Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru. Apabila pajak daerah dapat terealisasi dengan baik maka peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun dapat terwujud sehingga peningkatan pembangunan daerah dapat terlaksana dengan baik. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menganalisis penerapan inovasi Smart Tax Pekanbaru pada Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru dan faktor penghambat dalam penerapan Smart Tax Pekanbaru Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru. Jenis pengabdian ini adalah pengabdian kualitatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil pengabdian diketahui bahwa Penerapan Inovasi Smart Tax Pekanbaru Pada Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru dapat dinilai dari enam indikator yaitu Governance and Innovation (tata kelola inovasi), Sources of the Ideas for Innovation (sumber ide-ide untuk inovasi), Innovation Culture (budaya inovasi), Capabilities and Tools (kemampuan dan alat-alat), Objectives, Outcomes, Drivers, and Obstacles (tujuan, hasil, motivasi, dan hambatan) dan Collecting Innovations Data For Single (mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal). Adapun faktor hambatan yang mempengaruhi terhadap penerapan inovasi smart tax pekanbaru pada Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru yaitu literasi digital yang masih rendah, belum maksimalnya sosialisasi yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru, faktor usia bagi pengguna aplikasi smart tax pekanbaru dan jaringan atau force majeure. Hal ini sangat mempengaruhi terhadap penerapan inovasi aplikasi smart tax pekanbaru pada Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru.
Penyuluhan di SMAN 31 Kabupaten Tangerang Mengenai Tawuran, Perundungan, dan ESKA Hosiana Daniel Adrian Gultom; Vincensia Esti Purnama Sari; Revianty Yovinka; Apriany Saragih
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2155

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan di Sekolah Menengah Atas Negeri 31 Kabupaten Tangerang bertujuan untuk menyadarkan siswa/i akan perundungan, tawuran, dan eksploitasi seksual komersial anak. Tiga perbuatan tersebut berdampak buruk, namun masih marak terjadi. Ditengarai pemahaman para siswa/i di sekolah menengah atas belum memadai. Metode yang kami pakai adalah penyuluhan hukum dengan dua pendekatan, yaitu edukatif dan partisipatif. Pendekatan edukatif yaitu menempatkan siswa/i peserta penyuluhan sebagai subjek hukum yang berdaya, aktif, dan berpartisipasi guna mewujudkan ketertiban sosial masyarakat. Pendekatan interaktif berupa cara para penyuluh dalam memaparkan materi yang dikombinasikan dengan tanya jawab, serta ditambah dengan permainan. Pendekatan ini dirancang oleh tim panitia yang terdiri dari staf Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum serta mahasiswa/i Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. Tawuran pelajar, perundungan, dan eksploitasi seksual komersial anak merupakan kekerasan dimana pelakunya terancam hukuman pidana penjara dan korban mengalami berbagai penderitaan. Namun jika pelaku termasuk kategori usia anak maka terdapat perlakuan khusus dalam proses pemidanaan. Penyuluhan hukum dengan tiga topik tersebut masih relevan dan dibutuhkan oleh para siswa/i peserta. Ini terlihat dari keseriusan dalam menyimak pemaparan dan antusiasme bertanya. Siswa/i peserta diharapkan memahami aturan terkait tawuran, perundungan, dan eksploitasi seksual komersial anak sehingga tidak menjadi pelaku dan tidak menjadi korban. Kami menyarankan pihak sekolah agar menyelenggarakan penyuluhan hukum dengan materi yang sama minimal satu kali dalam setiap tahun ajaran. Hal tersebut diperlukan supaya siswa/i senantiasa memahami aturan dan tidak bermasalah dengan hukum.
Penguatan Literasi Akuntansi Hijau dan Keuangan Berkelanjutan Pada UMKM Pengrajin Kulit di Garut Maria Suryaningsih; Susi Susilawati; Samukri; Ahmad Darda; Sahrul Ramadhan
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2160

Abstract

Kerajinan kulit di Kabupaten Garut merupakan salah satu sektor unggulan ekonomi lokal yang memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan masyarakat. Namun demikian, proses produksi dalam industri ini umumnya masih menggunakan bahan kimia berbahaya dan menghasilkan limbah yang belum dikelola secara berkelanjutan. Kondisi ini menciptakan tekanan terhadap lingkungan hidup dan mengindikasikan rendahnya integrasi prinsip ekonomi hijau dalam praktik usaha lokal. Di sisi lain, UMKM yang merupakan penerus industri kreatif ini umumnya belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai konsep akuntansi hijau dan pentingnya pencatatan aktivitas ekonomi yang ramah lingkungan. Minimnya literasi akuntansi hijau di kalangan pelaku usaha menjadi tantangan sekaligus peluang untuk melakukan intervensi berbasis edukasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman UMKM pengrajin kulit Garut terhadap konsep dasar akuntansi hijau serta relevansinya dalam mendukung praktik ekonomi hijau. Kegiatan ini mencakup pelatihan praktis tentang pencatatan biaya lingkungan, pengelolaan limbah, dan pelaporan akuntansi berbasis keberlanjutan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mendorong transformasi perilaku bisnis pengrajin muda agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekaligus menyusun modul pelatihan akuntansi hijau berbasis lokal yang dapat direplikasi ke komunitas lain. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pelaku UMKM mengenai akuntansi hijau dan keberlanjutan. Mengindikasikan bahwa program ini berhasil memberikan tambahan wawasan dan kesadaran baru bagi peserta. Kesadaran ini terletak pada pentingnya memperhatikan tidak hanya pada keuntungan semata tetapi prosesnya yang benar sehingga dapat dipertahankan keberlanjutannya.
Pelatihan Pemanfaatan Teh Rambut Jagung "Teraja" Sebagai Minuman Alternatif Julin Arum Asih Nur Sarinindiyanti; Hafiza Aprilia; Rizka Nadhira
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2170

Abstract

Diabetes dan hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap angka kematian di Indonesia. Provinsi Jawa Barat merupakan wilayah dengan prevalensi kasus tertinggi kedua pada penyakit tersebut. Posbindu Pinang Dua Limo merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat dengan masyarakat yang rentan terhadap resiko penyakit diabetes dan hipertensi. Namun demikian, pengetahuan mengenai minuman alternatif yang dapat membantu mengurangi resiko penyakit tersebut masih terbatas. Salah satu upaya preventif dan promotif dalam menjawab permasalahan tersebut adalah dengan diusulkan program yang memperkenalkan minuman herbal berbahan alami yang aman, mudah diperoleh, dan memiliki manfaat kesehatan. Upaya tersebut merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan kesehatan melalui program pengabdian masyarakat yang mengangkat rambut jagung sebagai minuman herbal. Rambut jagung, yang selama ini dianggap sebagai limbah, mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, fenol, karotenoid dan antioksidan yang berperan dalam meluruhkan kolesterol dalam darah, membantu proses diuretik (peluruhan air seni), serta menangkal radikal bebas. Sehingga dapat membantu dalam menurunkan resiko penyakit yang umumnya diderita oleh masyarakat. Program ini mencakup beberapa tahapan. Pertama, akan dilakukan persiapan sebelum sosialisasi dimana tim akan menyusun materi edukasi. Tahap kedua yang dilakukan yaitu uji coba produk yang berupa rambut jagung. Selanjutnya dilakukan sosialisasi dan evaluasi. Sosialisasi dilakukan kepada warga Posbindu mengenai manfaat rambut jagung serta cara mengolah rambut jagung menjadi minuman alternatif sekaligus memberikan sampel rambut jagung yang siap olah. Pada tahapan ini juga dilakukan evaluasi berupa pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman warga. Hasil pre-test menunjukkan 54% peserta memiliki pemahaman awal mengenai teh rambut jagung. Sedangkan hasil post-test menunjukkan 100% peserta menunjukkan pemahaman yang baik mengenai teh rambut jagung. Setelah dilaksanakan sosialisasi dan pelatihan terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap teh rambut jagung sebesar 45,8%. Hal ini menunjukkan kegiatan pelatihan efektif dalam meningkatkan wawasan dan kemampuan masyarakat dalam mengolah rambut jagung menjadi minuman herbal.
Edukasi Makanan dan Minuman Kariogenik untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMK di Kabupaten Batang Yunita Styaningrum; Arlina Nurhapsari; Muhammad Dian Firdausy; Erdianto Setya Wardhana
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2179

Abstract

Masalah kesehatan gigi, khususnya karies dan erosi gigi, masih menjadi beban kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman kariogenik pada remaja berkontribusi besar terhadap tingginya angka kejadian karies, namun tingkat pengetahuan tentang risiko tersebut umumnya masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi bertajuk “Musuh dalam Selimut” dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMK tentang makanan dan minuman kariogenik. Kegiatan dilaksanakan di Yayasan Islam Al Sya’iriyah Plumbon, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melibatkan 25 siswa kelas 2 SMK (17 perempuan, 8 laki-laki, usia 16–18 tahun). Metode pelaksanaan menggunakan desain pre-post test melalui kuesioner 20 pertanyaan, disertai sesi edukasi interaktif yang mencakup pengenalan kategori makanan kariogenik, diskusi kelompok, dan lokakarya camilan sehat. Tingkat konsumsi kariogenik awal peserta dikelompokkan menjadi rendah (n=6), sedang (n=6), dan tinggi (n=13). Uji Korelasi Spearman menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara tingkat konsumsi kariogenik dan skor pengetahuan awal (r=−0,918; p<0,001). Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rerata pretest 49,2 (SD=14,4) menjadi rerata posttest 84,0 (SD=8,3) setelah intervensi (p<0,001). Program edukasi ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya makanan dan minuman kariogenik terhadap kesehatan gigi.
Penguatan Tata Kelola Pemerintahan melalui Pendampingan Pengolahan Data Kinerja Pembangunan Kabupaten Mahakam Ulu Yessy Artanti Artanti; Muhammad Husain; Farij Ibadil Maula; Khoirur Rozaq; Franciskus Hului
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2189

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam pengolahan data kinerja pembangunan bidang tata kelola pemerintahan sebagai dasar penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah Tahun 2025–2029. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 21–23 April 2026 di Hotel Puri Senyiur Samarinda dengan melibatkan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, bimbingan teknis, konsultasi, praktik penginputan data, serta verifikasi dan sinkronisasi data kinerja pembangunan. Teknik evaluasi dilakukan secara deskriptif berdasarkan partisipasi peserta, kelengkapan data, kemampuan penginputan data, serta hasil penilaian terhadap pemahaman regulasi, penyusunan indikator kinerja, keterampilan penggunaan aplikasi, kualitas pendampingan, dan relevansi materi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman aparatur terhadap penyusunan Renstra berbasis kinerja, penyusunan indikator kinerja SMART, serta pengolahan data pembangunan yang lebih terstruktur dan terintegrasi. Kegiatan ini juga menghasilkan data kinerja pembangunan yang lebih sistematis, terverifikasi, dan relevan dengan kebutuhan penyusunan Renstra Perangkat Daerah. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kualitas pendampingan teknis memperoleh skor tertinggi sebesar 4,65, sedangkan kemampuan menyusun indikator kinerja SMART memperoleh skor 4,15 dan masih memerlukan penguatan lanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan pendampingan ini berkontribusi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang lebih akuntabel, transparan, efektif, dan berbasis kinerja.
Program Communication for Team Work Anggota APITU Indonesia Untuk Meningkatkan Kesuksesan Perusahaan Puji Saksono; Budha Maryanti; Hairul Anam; Sadat N. S. Sidabutar; Marsius Ferdnian; Lia Pongsapan
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2222

Abstract

Asosiasi Pendingin dan Tata Udara (APITU) Indonesia adalah Perkumpulan Praktisi Pendingin dan Tata Udara Indonesia, sebuah organisasi yang menaungi para praktisi pendingin dan tata udara di Indonesia. Adapun maksud dan tujuan dibentuk asosiasi ini salah satunya adalah meningkatkan kesuksesan perusahaan atau unit usaha para anggotanya. Berbagai kegiatan dilakukan dengan melibatkan perguruan tinggi agar mendapatkan organisasi profesi yang tangguh dalam menghadapi era globalisasi. Kegiatan acara webinar dengan topik Basic Electrical Safety untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bidang teknik, dan Program Communication for Team Work dilakukan agar perusahaan atau unit usaha para anggotanya bisa terus berkembang dan sukses. Monitoring dan evaluasi program kerja PKM dosen pendamping di APITU Indonesia DPD Kalimantan Timur dan DPC Balikpapan dilakukan secara berkesinambungan agar bisa dicapai hasil yang maksimal.
Penguatan Rantai Nilai Industri Hasil Tembakau melalui Place Branding: Pendampingan Berbasis Komunitas Kabupaten Ngawi Mohammad Amiruddin Al-Farisi; Yessy Artanti; Farij Ibadil Maula; Yunika Nur Prasetyaningtyas
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2229

Abstract

Industri Hasil Tembakau (IHT) di Kabupaten Ngawi menunjukkan kondisi yang paradoksal. Pada sektor hulu, produksi tembakau mengalami peningkatan, ditunjukkan oleh bertambahnya luas areal tanam dari 1.401 hektare pada tahun 2022 menjadi 1.672 hektare pada tahun 2024. Namun, perkembangan tersebut belum diikuti oleh penguatan sektor hilir. Sebaliknya, sektor hilir mengalami tekanan yang ditandai dengan penurunan investasi PMDN sebesar 93,92% serta berkurangnya jumlah pabrik rokok kecil. Kondisi ini mencerminkan adanya ketimpangan struktural dalam rantai nilai, di mana petani masih berperan sebagai pemasok bahan baku dengan posisi tawar lemah, sementara nilai tambah lebih banyak dinikmati di luar daerah. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah belum terbentuknya identitas kolektif dan strategi place branding yang kuat bagi tembakau Ngawi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun place branding berbasis komunitas di Kawasan Tembakaurejo, Desa Rejomulyo, sebagai upaya memperkuat daya saing komoditas dan citra wilayah. Metode pelaksanaan mengintegrasikan pendekatan rantai nilai, pendekatan partisipatif, dan manajemen strategis pemasaran. Kegiatan dilaksanakan pada November–Desember 2025 di tujuh kecamatan sentra produksi tembakau, dengan melibatkan 30 peserta dari Gapoktan, IKM pengolahan tembakau, dan dinas terkait. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa intervensi branding mendorong terbentuknya kesepakatan kolektif untuk menjadikan varietas unggul lokal Purwosoto dan tradisi budidaya sebagai inti narasi merek bersama. Analisis rantai nilai menunjukkan titik kritis pada aspek logistik keluar dan pemasaran, sedangkan pemetaan persaingan memperlihatkan bahwa IKM lokal masih terjebak dalam kompetisi harga akibat lemahnya identitas merek. Strategi branding dirumuskan melalui penguatan identitas produk, redesain kemasan sebagai silent salesman, dan optimalisasi komunikasi digital. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan brand awareness menjadi langkah strategis bagi IHT Ngawi untuk bertransformasi menuju produk bernilai tambah.
Inovasi Media Game Edukatif Sebagai Upaya Pencegahan Kepikunan Bagi Lansia di Sekolah Saroha Kota Medan Nurmala Berutu; Hodriani Hodriani; Diky Setya Diningrat; Ana Rahmi; Wan Nova Listia; Junaidi Junaidi
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2245

Abstract

Meningkatnya populasi lansia di Kelurahan Bandar Selamat belum diimbangi dengan pembelajaran berbasis stimulasi kognitif, karena program lansia masih didominasi pendekatan kesehatan fisik dan metode konvensional yang kurang interaktif. Kegiatan ini bertujuan mengembangkan media game edukatif yang mengintegrasikan stimulasi kognitif, aktivitas rekreatif, dan interaksi sosial sebagai strategi pencegahan penurunan fungsi kognitif lansia di Sekolah Saroha Kota Medan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD), pengembangan media, implementasi game edukatif, serta evaluasi partisipatif untuk menghasilkan pembelajaran lansia yang adaptif dan berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran di Sekolah Lansia Saroha sebelumnya masih didominasi metode konvensional sehingga stimulasi kognitif dan keterlibatan aktif lansia belum optimal. Kegiatan ini berhasil mengembangkan enam media game edukatif berbasis elderly-friendly, yaitu ular tangga, board game, teka-teki silang, tebak gambar, domino, dan engklek edukatif yang dirancang untuk meningkatkan memori, konsentrasi, interaksi sosial, dan partisipasi belajar lansia. Implementasi media menunjukkan bahwa lansia menjadi lebih aktif, komunikatif, antusias, dan percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran berbasis kelompok. Selain itu, pelatihan fasilitator berhasil meningkatkan kapasitas pendamping dalam menerapkan pembelajaran yang lebih interaktif, adaptif, dan menyenangkan bagi lansia. Secara keseluruhan, media game edukatif terbukti berpotensi menjadi inovasi pembelajaran berbasis komunitas yang efektif dalam mendukung stimulasi kognitif, active aging, dan pencegahan penurunan fungsi kognitif lansia di Sekolah Lansia Saroha Kota Medan
Pelatihan Identifikasi dan Pengendalian Risiko Pengelasan untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja pada UMKM Sidoarjo Huki Chandra; Ayu Endah Wahyuni; Paramaditya Arismawati; Yemima Sahara Pardede; Syifau Karomatul Inayah
Abdimas Awang Long Vol. 9 No. 2 (2026): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v9i2.2247

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bidang pengelasan dalam mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, serta menerapkan pengendalian risiko kerja untuk mendukung produktivitas dan keselamatan kerja. Program dilaksanakan pada UMKM pengelasan di Kabupaten Sidoarjo menggunakan pendekatan edukasi partisipatif yang meliputi penyuluhan, demonstrasi, diskusi interaktif, praktik identifikasi bahaya, dan pendampingan penyusunan pengendalian risiko. Tahapan kegiatan diawali dengan observasi lapangan guna mengidentifikasi permasalahan keselamatan kerja yang ada. Selanjutnya, pelatihan diberikan kepada peserta dan dievaluasi melalui pre-test, post-test, serta survei kepuasan. Data dianalisis secara deskriptif dan diuji menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui efektivitas pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 86,67 menjadi 94,00 atau naik sebesar 7,33 poin. Selain itu, jumlah peserta yang memperoleh nilai sempurna meningkat setelah pelatihan. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah pelatihan dengan nilai signifikansi 0,0001. Tingkat kepuasan peserta juga berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata skor 4,91 dari skala 5. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai bahaya pekerjaan pengelasan, penggunaan alat pelindung diri, penerapan postur kerja yang aman, dan pengendalian risiko di lingkungan kerja. Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif pada UMKM pengelasan.