cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Isolasi Jamur Endofit Rimpang Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.) Hidayat, G.A Hidayat, G.A; Wahyu Widayat; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.513 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.173

Abstract

Jamur endofit merupakan mikroorganisme yang terdapat di dalam suatu sistem jaringan tumbuhan seperti biji, daun, bunga, ranting, batang dan akar. Berbagai senyawa fungsional dapat dihasilkan oleh jamur endofit. Kunyit Hitam (Curcuma caesia Roxb.) merupakan herba hijau yang berasal dari India, termasuk dalam kategori rempah dan tersebar di kawasan tropika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengetahui ciri secara makroskopik dan mikroskopik jamur endofit yang terdapat pada rimpang kunyit hitam. Penelitian dilakukan dengan mengisolasi jamur endofit dari rimpang kunyit hitam menggunakan medium Potato Dextrose Agar Chloramphenicol (PDAC) dan Yeast Extract Agar Chloramphenicol (YEAC) kemudian dilakukan pemurnian pada jamur endofit serta mengkarakterisasi isolat jamur endofit. Hasil penelitian adalah diperoleh lima isolat jamur endofit yang tumbuh pada rimpang kunyit hitam, yaitu isolat jamur endofit hijau 2, isolat jamur endofit putih 2, dan isolat jamur endofit coklat.
Aktivitas Mukolitik Perasan Daun Delima (Punica granatum) Hawa Ode Liya Wati; Wisnu Cahyo Prabowo; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.513 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.174

Abstract

Daun Delima (Punica granatum) secara empirik digunakan sebagai obat batuk berdahak oleh masyarakat Samarinda. Perasan daun delima yang diperoleh dibuat seri konsentrasi yaitu 4%, 2%, 1%, 0,5% dan 0,25% dalam larutan mukus sapi 80%. Aktivitas mukolitik diuji berdasarkan perubahan viskositasnya dengan perbedaan waktu kontak. Potensi mukolitik sampel dibandingkan dengan Sirup Ambroxol 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan daun delima memiliki aktivitas mukolitik pada konsentrasi 2% yang setara dengan ambroxol 1%.
Aktivitas Tabir Surya Fraksi N-Heksana Buah Libo Berdasarkan Nilai SPF Ihdina Aulia; Welinda Dyah Ayu; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.561 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.175

Abstract

Libo (Ficus variegata Blume.) merupakan tumbuhan liar yang telah diketahui berpotensi sebagai sumber antioksidan potensial. Semakin baik aktivitas antioksidan suatu senyawa maka semakin besar pula nilai sun protection factor (SPF) dari senyawa tersebut. Penentuan kategori tabir surya dan nilai SPF fraksi n-heksana buah libo dilakukan secara in-vitro menggunakan spektrofotometer UV-VIS. Konsentrasi terbaik untuk kategori tabir surya fraksi n-heksana adalah 300 dan 400 ppm. Berdasarkan nilai % Te dan % Tp, fraksi n-heksana termasuk kategori perlindungan ekstra dan sunblock. Sedangkan berdasarkan nilai SPF > 20 menunjukkan bahwa fraksi n-heksana termasuk ke dalam kategori proteksi ultra dalam efektivitas tabir surya.
Identifikasi Metabolit Sekunder dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Bunga Tapak Dara (Catharanthus roseus) Indri Verrananda M; Victoria Yulita Fitriani; Lizma Febrina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.987 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.176

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai identifikasi metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan ekstrak bunga tapak dara (Catharanthus rosus) dengan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol bunga tapak dara mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, dan terpenoid, sedangkan fraksi n-heksan mengandung tanin, fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik dan tanin, serta fraksi n-butanol mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin dan terpenoid. Sementara, nilai IC50 yang diperoleh dari metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak bunga tapak dara memiliki potensi antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 142,914 ppm, fraksi n-heksan dengan nilai IC50 sebesar 503,037 ppm, fraksi etil asetat dengan nilai IC50 sebesar 50,069 ppm, dan fraksi n-butanol dengan nilai IC50 sebesar 170,122 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga tapak dara berpotensi sebagai antioksidan, hal ini ditandai dengan nilai IC50 yang diperoleh dan dengan adanya senyawa metabolit sekunder yang berkhasiat sebagai antioksidan.
Pengaruh Pemberiaan Dekokta Luka Bahau (Cinnamomum verum) Terhadap Perubahan Kadar Malondialdehida (MDA) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Dipaparkan Asap Rokok Kiki Argananta; Lizma Febrina; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.374 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.177

Abstract

Kulit batang Luka Bahau (Cinnamomum verum) secara in vitro menunjukan adanya aktivitas antioksidan yang tinggi dan telah diketahui memiliki nilai IC50 0.62 ?g/mL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian dekokta Luka Bahau selama 7 hari mampu memberi pengaruh terhadap peroksidasi lipid berdasarkan pengukuran kadar malondialdehida (MDA) pada hewan coba yang dipaparkan asap rokok sebanyak 1 batang setiap pagi, siang dan sore. Proses penelitian meliputi pengumpulan kulit batang Luka Bahau, pembuatan dekokta, dan pengujian pengaruh dekokta Luka Bahau. Sebanyak dua puluh lima tikus jantan galur wistar dengan berat ±200 gram dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan yaitu kontrol normal, kontrol negatif, dan tiga kelompok yang diberi paparan asap rokok dan dekoktaCinnamomum verum dengan konsentrasi 2,3 %; 3,13 %; 4,1 % /kg BB. Kadar MDA dianalisis menggunakan metode TBARS (Thiobarbituric Acid Reactive Substance) yang diukur dengan spektrofotometer UV-Vis pada ? = 531 nm. Pemberian dekokta Cinnamomum verum pada konsentrasi 3,13 % dan 4,1% dapat menekan terjadinya peroksidasi lipid yang ditunjukkan dengan penurunan kadar MDA secara berturut-turut sebesar 17,4 % dan 38 % pada tikus yang terpapar asap rokok dibandingkan dengan kelompok dekokta 2,3 % dan kontrol negatif.
Uji Aktivitas Antioksidan Kombucha Bawang Tiwai (Eleutherine palmifolia) dan Kombucha Pasak Bumi (Eurycoma longifolia jack) Kiki Vera Yasmina; Wisnu Cahyo Prabowo; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.449 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.178

Abstract

Kombucha adalah minuman hasil fermentasi dari teh, gula, dan kultur kombucha yang memiliki khasiat sebagai antioksidan karena mengandung vitamin B, vitamin C, dan asam glukoronat. Bawang tiwai (Eleutherine palmifolia) dan pasak bumi (Eurycoma longifolia jack) adalah dua tanaman khas Kalimantan yang memiliki potensi sebagai antioksidan yang dapat dibuat menjadi minuman kesehatan dalam bentuk teh kombucha. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada teh kombucha bawang tiwai dan kombucha pasak bumi. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dilakukan pada teh kombucha bawang tiwai dan kombucha pasak bumi dengan variasi konsentrasi 10%, 15%, 20%, 25%, dan 30% pada waktu fermentasi 8 dan 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teh kombucha bawang tiwai memiliki aktivitas antioksidan yang paling baik dengan waktu fermentasi 14 hari dengan nilai IC50 sebesar 0,2%.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sapat (Mitragyna speciosa Korth.) Terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Leny Munawwarah; Adam M. Ramadhan; Mirhansyah Ardana
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.754 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.179

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Sapat (Mitragyna speciosa Korth.) terhadap bakteri Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi golongan senyawa metabolit sekunder dan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun sapat (Mitragyna speciosa Korth.) terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan dengan uji kualitatif. Pengujian aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi uji 3%, 6%, 9%, 12%, 15%, 18%, 21%, 24%, 27% dan 30%. Hasil identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder terdapat senyawa alkaloid, saponin, tanin, fenolik dan steroid. Data hasil penelitian aktivitas antibakteri diukur dengan diameter zona bunuh ekstrak metanol daun sapat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun sapat memiliki aktivitas dalam membunuh pertumbuhan bakteri uji. Konsentrasi efektif ekstrak metanol daun sapat untuk membunuh bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 24%.
Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Biji Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss.) Terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Kalium Oksonat Lia Krisdayanti; Hajrah Hajrah; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.888 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.180

Abstract

Pada penelitian sebelumnya dinyatakan bahwa ekstrak etanol biji salak memiliki aktivitas sebagai diuretik, dan dinyatakan bahwa senyawa yang berperan adalah flavonoid. Senyawa flavonoid diduga memiliki aktivitas dalam penurunan kadar asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pemberian ekstrak etanol biji salak (Salacca zalacca (Gaertn) Voss), mencari dosis terbaik dan mengetahui potensinya dalam menurunkan kadar asam urat pada tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Metode yang digunakan adalah secara in vivo dengan menggunakan hewan uji tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus) yang diinduksi kalium oksonat dan jus hati ayam. Tikus dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (Na-CMC 0,5 %), ekstrak dosis 70 mg/kgBB, ekstrak dosis 140 mg/kgBB dan ekstrak dosis 280 mg/kgBB. Setiap kelompok terdiri dari 3 tikus. Dilakukan pemberian jus hati ayam 1 jam setelah induksi kalium oksonat lalu kadar asam urat diukur 60 menit dan 120 menit; setelah induksi. Kadar asam urat tikus diukur dengan menggunakan alat test-strip asam urat. Hasil yang diperoleh menujukkan bahwa ekstrak etanol biji salak (Salacca zalacca (Gaertn) Voss) memiliki aktivitas dalam menurunkan kadar asam urat tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus).
Pengaruh Pemberian Fraksi Etil Asetat Buah Libo (Ficus Variegata B.) terhadap Waktu Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Wistar Maileh Toding; Aditya Fridayanti; Welinda Dyah Ayu; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.334 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.181

Abstract

Buah Libo merupakan salah satu tumbuhan di Indonesia yang telah dilakukan penelitian dan terbukti berpotensi sebagai sumber bahan antioksidan, sitotoksik atau antikanker, pembasmi larva Aedes aegypti dan sebagai antibakteri. Penyembuhan luka merupakan proses yang kompleks sehingga usaha untuk menemukan suatu agen penyembuhan luka yang efektif terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi fraksi etil asetat buah libo dalam proses penyembuhan luka sayat. Fraksi etil asetat buah libo diperoleh dari proses maserasi dengan -heksan lalu dilanjutkan maserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak yang didapatkan dilanjutkan dengan proses fraksinasi menggunakan pelarut etil-asetat. Fraksi diberikan secara topikal dalam tiga tingkatan konsentrasi yaitu 1%, 5%, dan 10%. Fraksi diujikan terhadap luka sayat sepanjang 2 cm pada punggung tikus. Kontrol positif yang digunakan adalah Povidone Iodine, sedangkan kontrol negatif diberikan air suling sebagai plasebo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat buah libo dapat mempercepat menyembuhkan luka sayat pada tikus putih. Kelompok uji dengan konsentrasi 10% memiliki efek terbaik dalam mempercepat proses penyembuhan luka sayat.
Kajian Pengobatan dan Kepatuhan Pasien Multidrug-Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUD A.W Sjahranie Samarinda Mega Shinta; Sabaniah Indjar Gama; Adam M. Ramadhan
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 4 (2016): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefa
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.165 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v4i1.182

Abstract

Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan penyakit yang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis yang resistan terhadap dua obat anti-tuberkulosis (OAT) yang paling poten yaitu Isoniazid (INH) dan Rifampisin (RIF). Terjadinya resistan dapat disebabkan pengobatan yang tidak adekuat dan faktor pasien yaitu ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan tuberkulosis. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengobatan MDR-TB dan hubungan kepatuhan responden dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan data menggunakan case control secara prospektif. Hasil analisis penelitian ini ditemukan kepatuhan responden dipengaruhi oleh jenis kelamin laki-laki 72,73% dan 90% perempuan, sedangkan berdasarkan usia kepatuhan tertinggi yaitu pada rentang usia 20-34 tahun (80%). Pekerjaan salah satu karakteristik faktor kepatuhan responden dalam pengobatan dimana kepatuhan terbesar yaitu responden yang tidak bekerja sebesar 88,9%, sedangkan tingkat kepatuhan berdasarkan tempat berobat menunjukkan angka sebesar 80,95% melalui satelit dan pusat 72,7%. Sebanyak 76,19% responden MDR-TB tanpa penyakit penyerta dan 81,8% responden MDR-TB dengan penyakit penyerta patuh dalam pengobatan. Pola pengobatan diberikan sesuai dengan standar OAT yang telah ditetapkan oleh nasional (6 Km-E-Etho-Levo-Z-Cs/ 18 E-Etho-Levo-Z-Cs), dimana tingkat kepatuhan terbesar yaitu pada tahap lanjutan 80%, sedangkan pada tahap intensif tingkat kepatuhan sebesar 71,43%. Sehingga secara keseluruhan tingkat kepatuhan responden MDR-TB cukup tinggi dengan hasil 78,12%.

Filter by Year

2015 2023