Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 1 (2016): June 2016"
:
10 Documents
clear
PENINGKATAN KESELAMATAN PELAYARAN MELALUI PENATAAN INFRA STRUKTUR DI PELABUHAN KALI ADEM MUARA ANGKE JAKARTA UTARA
Tri Yuli Andaru;
Tarli Tarli;
Hotlan Silaban;
Djoko Septantyo;
Azhar Hermawan
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.177 KB)
Seperti diketahui saat ini Pelabuhan Penyeberangan Kaliadem muara angke jakarta utara untuk Lintas Kaliadem jakarta ke pulau seribu sering merupakan angkutan berbasis air untuk tujuan wisata di pulau seribu yang selalu ramai dan diperlukan oleh masyarakat dalam berwisata khususnya pada hari jumat – sabtu dan minggu sehingga perlu pelayanan yang memdai agar pariwisata di daerah pulau seribu dapat lebih sering dikunjungi dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat serta pemerintah kabupaten pulau seribu pada daerah khusus ibukuta jakarta raya. Seperti kita ketahui bersama bahwa yang sangat diperlukan oleh nasyrakat pengguna penyeberangan khususnya di kaliadem muara angke jakarta utara yang akan menyeberang ke pulau seribu adalah ketersediaan infrastruktur seperti akses keluar masuk pelabuhan ,luas parkir kendaraan ,luas parkir terminal dan fasilitas penunjang yang memadai dan aman serta berkeselamatan sehingga perlu dilakukan penelitian dalam rangka memperbaiki fasilitas fasilitras tersebut baik melalui peningkatan perluas penyeberangan memberikan pelayanan yang baik kepada pengguna jasan maupun pembangunan baru sehingga pelabuhan Kaliadem.
ANALISIS KINERJA PELAYANAN ANGKUTAN PEDESAAN KABUPATEN BEKASI
Subarto Subarto;
M. Guntur;
Firga Ariani;
Santausa Purnama;
Wisnu Wardana
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.953 KB)
Kabupaten Bekasi dengan Karakter wilayah yang luas dan sebaran penduduk yang relatif merata menyebabkan kebutuhan terhadap angkutan umum memiliki karakteristik unik, sehingga diperlukan analisa tentang sebaran pelayanan jaringan trayek terhadap sebaran penduduk belum lagi kebutuhan jumlah armada pada jam sibuk dan jam tidak sibuk yang sangat berbeda sesuai dengan permintaan. Asumsi yang digunakan saat ini dalam hal penyediaan armada angkutan umum adalah tetap untuk setiap waktu, sehingga pada waktu jam tidak sibuk banyak angkutan umum mempunyai faktor isian (load factor) rendah, sedangkan pada jam sibuk faktor isian yang terjadi tinggi. Di samping itu, rute angkutan umum yang baik harus dapat menjangkau seluruh wilayah dan memenuhi kepentingan beberapa pihak terkait seperti penumpang (user), pengelola (operator) dan pemerintah (regulator) yang pada umumnya kepentingan tersebut saling bertolak belakang. Misalnya, penumpang menginginkan jumlah armada yang sebesar mungkin sehingga waktu menunggu menjadi minimal dan faktor isian angkutan umum serendah mungkin. Angkutan yang beroperasi lebih dari yang diijinkan oleh pemerintah, sedangkan tingkat operasi berada dibawah 100 % artinya tidak semua kendaraan yang diizinkan digunakan sebagai kendaraan operasi. Hal ini disebabkan permintaan angkutan penumpang yang relatif sedikit, sehingga kendaraan yang beroperasi lebih sedikit. Hampir seluruh zona di wilayah Kabupaten Bekasi memiliki nilai rendah (dibawah standar) apabila dilihat dari analisis jangkauan pelayanan. Pengembangan dan penataan trayek untuk meningkatkan aksebilitas dan jangkauan pelayanan terutama pada zona taruma jaya, zona babelan, zona sukawangi yang saat ini sangat minim pelayanan angkutan umum.
ANALISIS TARIKAN PERJALANAN HOTEL DI BEKASI
Budiharso Hidayat;
Eko Sudriyanto;
Widorismono Widorismono;
FX Bowo Priyambodo;
Puput Haimawati
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (428.786 KB)
Pembangunan dan pengembangan guna lahan di Bekasi memiliki dinamika yang tinggi dalam pemenuhan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan aktivitas yang berkembang. Salah satu aspek yang terus mengalami peningkatan perjalanan antar guna lahan yang tinggi di Bekasi. Konsepsi dasar hubungan antara perubahan guna lahan dengan transportasi berbanding lurus, artinya setiap perubahan guna lahan akan terjadi penambahan pergerakan sekitar area yang dikembangkan atau guna lahan berubah. Pembangunan suatu kawasan dan/atau lokasi tertentu menimbulkan potensi perjalanan tambahan pada saat bangunan sudah terbangun dan beroperasi sehingga mempunyai pengaruh atau dampak terhadap kondisi lalulintas sekitar (Budiharso, 2014). Pada penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Jenis hotel tidak mempengaruhi jumlah tarikan perjalanan tetapi dipengaruhi oleh tataguna lahan sekitar. Serta Karakteristik hotel, lalu lintas, dan lokasi mempengaruhi tingkat tarikan perjalanan. Adapun Hubungan perjalanan dengan karakteristik hotel adalah Hotel @home memiliki tarikan terbesar 0.55 trips/kamar karena pada hotel tersebut satu bangunan dengan restauran solaria dan memiliki akses yang sama, Hotel Amarossa memiliki tingkat bangkitan 0.28 trips/kamar, dipengaruhi oleh karakteristik wilayah/lokasi pembangunan dekat dengan pusat perbelanjaan dan rekreasi., Hotel Amaris memiliki tingkat trip rate perkamar 0.26 trips/kamar, dipengaruhi oleh layanan dan fungsi serta lokasi yang cukup stategis sebagai tempat singgah/transit, Hotel Bunga Karang memiliki tingkat trip rate 0.23 trips/kamar karena memiliki akses yang terbatas serta fasilitas yang ditawarkan terbatas.
TEKNIK INVENTARISASI GUNA LAHAN DENGAN PERANGKAT DRONE
Nico D Djajasinga;
Utut W;
J R C Hosang;
Feri Subekti;
Eka Arista
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (857.304 KB)
Penggunaan lahan merupakan aktivitas manusia pada dan dalam kaitannya dengan lahan, yang biasanya tidak secara langsung tampak dari citra. Penggunaan lahan tidak memiliki satu definisi yang benar – benar tepat di dalam keseluruhan konteks yang berbeda. Sedangkan penutup lahan merupakan gambaran kostruksi vegetasi dan buatan yang menutup permukaan lahan. Konstruksi tersebut merupakan konstruksi yang tampak dari sebuah citra penginderaan jauh. Salah satu pemanfaatan penginderaan jauh tersebut adalah Sistem Informasi Geografi. Citra yang diperoleh melalui penginderaan jauh merupakan data dasar atau input yang selanjutnya diolah dan disajikan oleh Sistem Informasi Geografi. Posisi data dari citra Penginderaan Jauh dapat dikoreksi kembali dalam Sistem Informasi Geografi. Dengan demikian, integrasi antara data Penginderaan Jauh dengan Sistem Informasi Geografi akan memperoleh informasi yang optimal sebagai data pemanfaatan wilayah. Teknik inventarisai dengan drone mengambil gambar dari beberapa titik, maka akan didapatkan tingkat kesejajaran dengan peta semakin akurat, artinya penggunaan drone utk memiliki hasil yg akurat harus dilakukan perekaman lebih dr 1 titik terhadap wilayah yg di survey
OPTIMALISASI KINERJA ANGKUTAN UMUM DITINJAU DARI ASPEK KEPENGUSAHAAN STUDI KASUS TRAYEK 32 JURUSAN TERMINAL CIKARANG (5GC)- WARUNG BONGKOK-SUKADANAU- JATIWARINGIN
Sugita Sugita;
Asrizal Asrizal;
Ika setyorini;
Ubaini Rasyid;
Nugraini Wulandari
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.685 KB)
Semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi membuat Angkutan Umum harus meningkatkan kinerjanya baik secara kualitas maupun kuantitas. Oleh karena itu diperlukan suatu tindakan untuk mengetahui kinerja dari pada suatu angkutan tersebut, yaitu berupa survey yang diantaranya adalah survey on bus, survey statis dan survey wawancara penumpang Pada penelitian ini akan dilakukan kajian terhadap Kinerja angkutan K-32 Kabupaten Bekasi yang nantinya akan di evaluasi kinerjanya serta bagaimana arah pengembangannya untuk meningkatkan mutu pelayanan angkutan umum tersebut. Asumsi pengoperasian angkutan berdasarkan penghitungan jumlah armada yang sudah sesuai dengan peraturan Dirjen darat yaitu sebanyak 56 unit angkutan tiap hari. Dalam pengoperasian angkutan disesuaikan dengan jumlah penumpang. Penjadwalan ini dipertimbangkan dengan asumsi penjadwalan berdasarkan clock face kelayakan usaha trayek K-32 didapatkan layak untuk dilanjutkan, dengan asumsi jumlah armada 56 unit, sedangkan nilai balik investasi selama 4 tahun 2 bulan
PENGARUH KELAIKAN DAN KELENGKAPAN TERHADAP KESELAMATAN PENGEMUDI DI SEPEDA MOTOR
Purwatiningsih Purwatiningsih;
Abadi Sastrodiyoto;
Subarto Subarto;
Juliaman Pangaribuan;
Aditya Trinanda
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.273 KB)
Perkembangan angkutan di Indonesia dewasa ini dari segi jumlah kendaraan yang diproduksi dan beroperasi di jalan meningkat sangat tajam.Hal tersebut sejalan dengan pelaksanaan pembangunan perekonomian yang dilaksanakan. Meningkatnya jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan, berakibat terjadinya kemacetan yang luar biasa terutama di kota-kota besar dan penggunaan angkutan umum belum optimal dan belum dapat memenuhi kebutuhan warga masyarakat, di samping itu secara umum dirasakan masih terlalu tinggi besaran tarifnya apabila dibandingkan dengan pendapatannya.Sebagai akibat dari kondisi tersebut, maka masyarakat mencari alat transportasi yang dianggap mudah, hemat, dan berbiaya rendah, yaitu sepeda motor. Tingginya penggunaan sepeda motor membuat pentingnya meningkatkan budaya keselamatan berlalu lintas. Keselamatan sangat terkait dengan faktor persyaratan dan kelengkapan teknis sepeda motor (laik jalan) serta faktor persyaratan administrasi dan kelengkapan pengemudi sepeda motor. Pengaruh faktor persyaratan dan kelengkapan teknis sepeda motor serta faktor persyaratan administrasi dan kelengkapan pengemudi sepeda motor dengan keselamatan sangat besar, namun masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi (faktor prasarana, manusia dan lingkungan).
PENGEMBANGAN JARINGAN PRASARANA JALAN KAWASAN JABODETABEK SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN DRY PORT
Sahar Andhika Putra;
Effendi Prih Raharjo;
Dessy Angga;
Novitasari Novitasari;
Anasta Wirawan
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (339.204 KB)
Cikarang Dry Port terletak secara strategis di Kawasan Industri Jababeka pada jantung kawasan manufaktur terbesar di Jawa Barat dan di Indonesia, rumah bagi lusinan Kawasan Industri dengan lebih dari 2.500 perusahaan, baik perusahaan multinasional maupun usaha kecil dan menengah (UKM).Antisipasi dampak perlu dilakukan untuk menjamin keselamatan pada akses keluar-masuk Kawasan Industri Jababeka, kemudahan manuver pada akses keluar-masuk, serta pemisahan sirkulasi pejalan kaki dengan sirkulasi kendaraan. Potensi tarikan perjalanan yang menuju Kawasan Jababeka pada tahun mendatang perlu dilakukan antara lain, Waktu Operasional Karyawan, Penggunaan Bus Angkutan Jemputan Karyawan, Penyediaan Mess karyawan/Condominium khusus untuk karyawan Kawasan Jababeka, Penyediaan angkutan internal kawasan Jababeka dan fasilitas pejalan kaki,Pengaturan sirkulasi kendaraan internal didalam masing-masing kawasan dan juga antar kawasan Jababeka secara umum, Adanya Manajemen Operasional Pengangkutan Barang. Usulan dengan perubahan desain dan dilakukannya rekasaya pada skenario 1, 2 dan 3 perlu adanya koordinasi dengan instansi terkait dengan upaya menghindari potensi kemacetan di beberapa ruas jalan dan persimpangan kawasan cikarang dry port.
STUDI KASUS BLACKSPOT SPBU MAYOR BISMO KOTA KEDIRI
Ayu Wulan Rahmawati;
Sumantri Widya Praja;
Arini Dewi Lestari
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (398.411 KB)
Kota Kediri merupakan bagian dari wilayah administratif Provinsi Jawa Timur. Berbatasan dengan kecamatan Ngadirejo, Kecamatan Ngadiluwih, Kecamatan Gampengrejo dan Kecamatan Semen. Untuk melakukan pergerakan perjalanan menuju luar Kota Kediri khususnya Nganjuk dan Surabaya semua jenis kendaraan roda empat dan roda dua, kendaraan angkutan barang, angkutan penumpang dan kendaraan pribadi akan melintas pada ruas jalan Mayor Bismo. Hal tersebut menyebabkan tingginya tingkat kecelakaan pada ruas jalan Mayor Bismo, selain itu juga volume lalu lintas cukup tinggi. Dengan tingginya volume lalu lintas maka kemungkinan tingkat kecelakaan pada ruas jalan tersebut juga tinggi. Melihat kenyataan di lapangan, kecelakaan merupakan suatu masalah yang harus mendapatkan perhatian yang kompleks. Kejadian kecelakaan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor pengemudi, kendaraan, prasarana (jalan dan perlengkapannya) dan kondisi lingkungan. Berdasarkan data kecelakaan yang telah diperoleh dari Kepolisian Resort Kota Kediri dan hasil survei di lapangan maka diperoleh data bahwa ruas jalan Mayor Bismo memiliki jumlah kecelakaan yang cukup tinggi dibandingkan dengan yang lain. Dengan melihat jumlah kecelakaan yang tinggi maka diberikan beberapa alternatif pemecahan masalah yang berhubungan dengan peningkatan keselamatan lalu lintas dan upaya penanggulangan untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas pada jalan raya terutama pada ruas jalan Mayor Bismo.
MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS PADA HARI PASAR DI PASAR KOTO BARU KABUPATEN TANAH DATAR
Ni Putu Wulan Andreyani;
I Made Suraharta;
Irfan Hardiansyah
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 1 (2016): June 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (511.726 KB)
Kelancaran Lalu Lintas pada setiap kawasan mutlak harus didukung oleh kemampuan infrastruktur dalam memenuhi permintaan yang ada. Akan tetapi, penyediaan infrastruktur yang baik tanpa dibarengi oleh manajemen lalu lintas tidaklah akan menghasilkan kinerja lalu lintas yang optimal. Kedua hal tersebut harus dipenuhi secara bersamaan jika kita menginginkan kinerja lalu lintas secara optimal. Kabupaten Tanah Datar merupakan kabupaten yang sedang berkembang sehingga mobilitas perdagangan dan jasa cukup tinggi. Pasar Koto Baru merupakan pasar yang mempunyai letak yang cukup strategis berada pada ruas jalan yang memiliki fungsi jalan sebagai jalan arteri dan status jalan sebagai jalan nasional Pasar ini memiliki tingkat aktifitas perjalanan yang tinggi pada hari pasar sehingga ruas jalan di kawasan pasar ini memiliki volume lalu lintas yang tinggi. Bangkitan dan tarikan perjalanan pada hari pasar di Pasar Koto Baru ini menyebabkan tingginya pergerakan kendaraan dan pejalan kaki di kawasan tersebut yang terus bertambah seiring semakin berkembangnya pusat perdagangan dan jasa dan banyaknya gangguan-gangguan lalu lintas muncul pada ruas jalan tersebut seperti munculnya parkir kendaraan di badan jalan dan kurang tertibnya pengguna jalan terutama pejalan kaki. Melihat kondisi ini perlu adanya manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk mengoptimalkan penggunaan prasarana yang ada, meningkatkan efisiensi pergerakan lalu lintas secara menyeluruh dengan tingkat aksesibilitas yang tinggi serta menyeimbangkan permintaan terhadap prasarana yang ada. Manajemen dan rekayasa lalu lintas yang diterapkan harus mempertimbangkan pengaruh terhadap unjuk kerja lalu lintas. Berdasarkan hasil analisa, maka skenario penanganan yang diterapkan dapat menurunkan v/c ratio dari 0,88 menjadi 0,72 di ruas jalan yang paling bermasalah pada kondisi eksisting. Dalam pelaksanaan skenario penanganan tersebut, maka dukungan dari semua pihak yang terkait mutlak diperlukan sehingga Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mampu mensosialisasikan skenario yang diterapkan kepada masyarakat dan melakukan penekanan ketegasan hukum dalam pelaksanaannya di lapangan. Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas, V/C Ratio, Kecepatan, Kepadatan, Parkir, Pejalan Kaki, Waktu Operasi Angkutan Barang