cover
Contact Name
Avid Leonardo Sari
Contact Email
digilib.websttd@gmail.com
Phone
+6281221512892
Journal Mail Official
digilib.websttd@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Setu No.89, Cibuntu, Cibitung. Bekasi-Jawa Barat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat
ISSN : 20866569     EISSN : 2776351X     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat adalah jurnal Ilmiah yang diterbitkan dua kali setahun (Juni dan Desember) oleh Politeknik Transportasi Darat Indonesia- STTD. Artikel yang dimuat di jurnal ini merupakan artikel dengan topik penelitian dan kajian Transportasi Darat. Selain Sebagai wadah Komunikasi Ilmiah Penerbitan jurnal ini bertujuan untuk menyebar luaskan hasil hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi dan sumber daya manusia di bidang transportasi darat serta pengembangan Politeknik Transportasi Darat Indonesia- STTD. Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat telah terdaftar pada International Standard Serial Number (ISSN: 2086-6569 & e-ISSN: 2776-351X)
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2016): December 2016" : 9 Documents clear
STUDI UTILITAS FASILITAS PELABUHAN PENYEBERANGAN Chairul I Insan; Sukarno Sukarno; Anwar Tuip; Purboyo Purboyo; Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.204 KB)

Abstract

Dalam penentuan jumlah loket standar pelayanan penumpang dan kendaraan di pelabuhanTanjung Api – Api ada ketentuan yang dipakai oleh Jajaran Kementerian Perhubungan, namun di lain pihak ada teori antrian oleh Dr. Mukhlis ( 2000 ) yang dapat menghitung jumlah loket yang dibutuhkan dalam suatu pelabuhan yang diakui ke sahihannya. Berdasarkan hasil analisa data penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Tanjung Api – Api, sesuai perhitungan dari data yang diambil pada tanggal 23 April 2016 waktu pelayanan pada loket penumpang dipelabuhan penyeberangan Tanjung Api – Api didapatkan waktu pelayanan terlama 21 detik dan tercepat 5 detik dan waktu pelayanan rata – rata 12 detik/penumpang, berkaitan dengan SK Dirjen yang menentukan waktu pelayanan penumpang maksimum adalah 10 detik, maka hasil perhitungan menunjukkan bahwa loket yang tersedia 1 loket dan .perlu mendapatkan tambahan loket 1 lagi, karena komperensi perhitungan dengan standar Dirjen adalah 1,2 Dengan demikian teori antrian tersebut dapat dijadikan acuan untuk mengevaluasi waktu pelayanan loket dengan jumlah loket yang dibutuhkan.
INTEGRALITAS, KETIADAAN DAN KETIDAKBERDAYAAN PERPUSTAKAAN (Studi Kasus Koleksi Referensi Perpustakaan STTD) M. Guntur; Widorismono Widorismono; Sumantri W Praja; Sugita Sugita; Rini Puspitasari
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.063 KB)

Abstract

Salah satu sarana dan prasarana yang menunjang proses pembelajaran dalam upayameningkatkan prestasi serta kreativitas peserta didik adalah perpustakaan. Perpustakaan STTD saatini belum dimanfaatkan secara maksimal baik oleh Struktural, Dosen maupun Taruna/Taruni.Sesuai fungsinya Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan ataukarya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan,penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi.Kinerja SDM Perpustakaan STTD yang berjumlah 3 orang (1 orang Ketua Unit, 1 orangPustakawan dan 1 orang Staf Tata Usaha), dinilai sangat tidak memadai dlammengoptimalisasikan dan memberdayakan koleksi Perpustakaan STTDPengelolaan sarana & prasarana tidak optimal dan dampaknya akan sangat sulit memenuhikebutuhan pengunjung perpustakaan dalam memperoleh informasi yang diinginkan. Karena masihdiperlukan sebuah sistem informasi yang mampu mengolah data dan keseluruhan koleksiperpustakaan.Optimalisasi & pemberdayaan koleksi perpustakaan akan terpenuhi jika integritas struktural,Staf dan fungsional Dosen terbangun dengan baik. Hal ini tentu mampu menepis ketiadaan danketidak-berdayaan koleksi Perpustakaan dalam melayani pengunjung Perpustakaan.
PENGARUH PERPANJANGAN LINTAS KERETA API TERHADAP ANGKUTAN ELF I Made Suraharta; Fauzi Fauzi; Purwatiningsih Purwatiningsih; Djoko Septanto; Agus Sembodo
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.532 KB)

Abstract

Dalam rangka peningkatan pelayanan terhadap pengguna jasa Kereta Rel Listrik Jabodetabekkhususnya pelanggan didaerah bekasi sampai dengan cikarang yaitu tentang keberadaan angkutanElf yang rutenya sejajar dan berimpit dengan angkutan Kereta Rel Listrik.Dan oleh karena itu untuk mencegah hal hal yang tidak diinginkan serta melihat dampak dariperpanjangan lintas tersebut maka akan diteliti apakah akibat perpanjangan lintas tersebut akanberpengaruh atau tidak terhadap angkutan umum elf yang telah terlebih dahulu melayani rutebakasi sampai dengan cikarang.karena bila Kereta Rel Listrik telah beroperasi pada lintas tersebutmaka angkutan ELF hanya mendapat penumpang dari kantong kantong penumpang seperti ; pasarbaru bekasi – terminal bekasi- bulak kapal dan tol timur. Sedang dari bulak kapal sampai dengancikarang paraktis akan menggunakan Kereta Rel Listrik sampai dengan tujuan yaitu cikarang.Alasan Menggunakan Kereta Rel Listrik : Persentase alasan menggunakan Kereta RelListrik terbesar adalah biaya murah dengan kisaran 39% atau sejumlah 39 responden, dimanaalasan cepat mempunyai persentase terbesar kedua sebesar 31% yaitu sejumlah 31 responden,selanjutnya alasan aman mempunyai persentase ketiga sebesar 14% atau sejumlah 14 responden ,alasan keempat yaitu jarak dekat dengan persentase 10% atau sejumlah 10 responden danpersentase terkecil yaitu alasan lainnya dengan persentase 6% atau sekitar 6 responden.Dengan beroperasinya perpanjangan Kerata cukup mempengaruhi namun Angkutan mobilpenumpang Elf masih mendapat angkutan dari kantong-kantong penumpang disepanjang rute daristasiun bekasi – terminal bekasi – bulak kapal – Tambun sampai dengan Cikarang.
PROPORSI SEPEDA MOTOR TERHADAP PENGGUNAAN RUANG PEJALAN KAKI Effendi Prih Raharjo; Dessy Angga; Purnama Yahya; Novitasari Novitasari; Sabrina Handayani
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.819 KB)

Abstract

Meningkatkan aksesibilitas pejalan kaki adalah kebijakan populer di negara-negaramaju.Bertentangan dengan negara-negara maju, negara berkembang seperti Indonesia menganggapberjalan kaki merupakan kebiasaan yang tidak populer di daerah perkotaan. Hal ini dibuktikan diKota Bekasi sebagai salah satu kota di Indonesia. Selain faktor internal dari pelaku pejalan kaki itusendiri seperti: kemalasan, efisiensi waktu, dan faktor budaya; faktor eksternal juga berkontribusiterhadap masalah. Faktor-faktor eksternal seperti iklim, cuaca, polusi, dan fasilitas pejalan kakiyang tidak mendukung. Buruknya kondisi aksesibilitas pejalan kaki berkontribusi pada kurangnyaminat masyarakat Bekasi dalam menggunakan transportasi umum.Oleh karena itu, banyak orang diBekasi memilih untuk menggunakan angkutan pribadi daripada angkutan umum.Meningkatkan walkability tidak memerlukan investasi modal yang besar seperti penggunaanmoda transportasi lainnya. Aspek yang paling penting untuk meningkatkan aksesibilitas pejalankaki adalah kondisi prasarana dan integrasi dengan fasilitas angkutan umum. Hal ini karenahampir semua aktivitas kehidupan manusia bertujuan untuk memindahkan orang dari satu tempatke tempat lain dengan berjalan.Dalam penelitian ini menganalisis kurangnya kesadaran pengguna sepeda motor yangmengorbankan fasilitas pejalan kaki untuk meningkatkan aksesibilitas dengan memaksamenggunakan trotoar untuk menghindari kemacetan dijalan raya. Selain itu kurangnya integrasipejalan kaki dengan fasilitas angkutan umum yang kurang memadai sebagai sumber masalahtransportasi di Bekasi.Terkait dengan itu, penelitian ini memberikan desain prasarana pejalan kakisesuai dengan konsep Pedestrian Oriented Development (POD) dan New Urban Concept.
VARIABEL DATA LALU LINTAS ANTARA PERANGKAT DETEKTOR KENDARAAN DARI ATCS DENGAN DATA DARI METODE MANUAL PENCACAHAN LALU LINTAS TERKLASIFIKASI DAN SPOT SPEED (EMPIRIS) FX. Bowo Priyambodo; Eko Sudriyanto; Budiharso Hidayat; Rianto Rili; Boby Hermawan
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.375 KB)

Abstract

Data pencacahan volume lalu lintas merupakan informasi dasar yang diperlukan untuk faseperencanaan, desain, manajemen sampai pengoperasian jalan. Survai volume lalu lintas bertujuan untuk mencatat setiap kendaraan yang lewat (melewati suatu titik atau garis tertentu) sehingga didapatkan informasi mengenai pola arus lalu lintas, volume lalu lintas tiap pergerakan, komposisi kendaraan dalam lalu lintas, faktor untuk memprediksi volume lalu lintas yang akan dating, tingkat okupansi kendaraan dalam lalu lintas dan volume pejalan kaki Adapun perkembangan teknologi dalam bidang transportasi saat ini semakin pesat, dengan perangkat ini, surveyor tidak perlu melakukan kegiatan pengambilan data di lapangan. Dalam peneltian Ofyar Z. Tamin & Rusmadi Suyuti, 2007, tentang meningkatkan akurasi Matriks Asal Tujuan menggunakan data lalu lintas. Ofyar mengkaji dari sisi setelah data volume didapatkan dari ATCS kemudian dilakukan kalibrasi dalam metode estimasi untuk mendapatkan sebaran pergerakan, akan tetapi jika data dari ATCS tersebut belum akurat atau mendekati kondisi lapangan, baik komposisi maupun jumlah kendaraan maka prediksi tersebut menjadi bias dan model yang dihasilkan belum menyerupai kondisi di lapangan.
EVALUASI KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA PENGUJI KENDARAAN BERMOTOR DI ERA OTONOMI DAERAH Ujang Cahyono; Jopie Jehosua; Dani Hardianto; Ricko Yudhanta; Herdi Santoso
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.658 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pengujian kendaraan bermotor (PKB) di berbagai daerah pada saat sebelum dan di era otonomi daerah. Kinerja tersebut adalah bagaimana tingkat pelayanan pengujian kendaraan bermotor kepada masyarakat di berbagai daerah dikaitkan dengan ketersediaan dan kesiapan alat uji, SDM, dan prosedur yang berlaku. Tujuan berikutnya adalah untuk mengetahui kondisi peralatan uji yang digunakan, jumlah SDM yang terlibat dalam pengujian, kondisi prasarana uji yang tersedia serta prosedur yang digunakan. Penelitian menggunakan dua data yaitu data sekunder dan data primer, data sekunder dibutuhkan sebagai bahan analisis sedangkan data primer digunakan untuk observasi, survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peralatan atau alat uji yang mengalami kerusakan, sumber daya manusia yang terbatas dan belum kompeten, prosedur kerja yang tidak tersosialisasi dengan baik dan prasarana yang tidak standar. Hal tersebut jelas berpengaruh pada mutu pelayanan dankualitas hasil ujinya. Adanya desakan pemenuhan pendapatan daerah juga berpengaruh pada pola pelayanan uji di daerah.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANSPORTASI ON LINE STUDI KASUS DI DKI JAKARTA Bambang Istianto; Djajadi Djajadi; Fauzi Fauzi; Margono Margono; Arief Aprilianto
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.865 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi tanggapan atau respon para operator transportasi on line yaitu; pengemudi transportasi online, pemilik kendaraan, pengguna transportasi online dan pengemudi Taxi konvensional serta pengelola transportasi online, berkaitan dengan kebijakan pemerintah tentang transportasi online melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Motode penelitian ini berdasarkan motode penelitian kualitatif dengan menggunakan strategi studi kasus serta metode analisis diskriptif terhadap setiap kelompok responden melalui instrument questioner tertutup dan dianalisis secara prosentase dari masing masing item pertanyaan yang disajikan secara grafis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa para operator transportasi online belum seluruhnya menerima terhadap kebijakan pemerintah tersebut. Beberapa isi kebijakan yang di nilai memberatkan para pemiliki kendaraan yaitu mengenai STNK harus atas nama badan usaha dan pemebrian tanda khusus pada nomor rangka chasis agar dapat dilakukan revisi terhadap kebijakan tentang transportasi online.
PENGARUH DIMENSI, MUATAN TERHADAP JUMLAH BERAT YANG DIIJINKAN MOBIL BAK MUATAN TERBUKA Juliaman Pangaribuan; Abadi Sastrodiyoto; Santausa Purnama; Nur Aini Boer; Sudirman Anggada
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.054 KB)

Abstract

Berbagai tipe dan ukuran kendaraan mobil barang setiap hari beroperasi di jalan, mulai dari truk dengan gandar tunggal sampai dengan gandar tandem, triple serta dalam bentuk kereta tempelan dan gandengan telah diberikan izin beroperasi membawa berbagai macam komoditi dan hasil industri, namun sangat disayangkan perkembangan teknologi otomotif ini tidak diimbangi oleh pengetahuan dan informasi tentang peraturan dan dasar hukum tentang perancangan suatu desain kendaraan tertentu, yang pada akhirnya mengarah pada pelanggaran dimensi dan muatan dari kendaraan tersebut. Penelitian dilakukan melakukan pengumpulan data lapangan terkait dengan spesifikasi sumbu kendaraan barang dan jumlah berat yang diijinkan serta kesesuaian data yang berasal dari Jembatan Timbang untuk melihat fakta-fakta pelanggaran yang terjadi terkait dengan dimensi dan muatan kendaraan barang. Kendaraan barang yang menjadi objek pengukuran yaitu sampel kendaraan barang dengan beragam konfigurasi sumbu yang melakukan pengukuran di Jembatan Timbang Balong Gandu, Jawa Barat. Tahapan analisis terhadap hasil pengumpulan data lapanganyaitu analisa konfigurasi sumbu, analisa dimensi kendaraan, analisa dimensi bak muatan terbuka, analisa persentase beban sumbu, analisa daya rusak (damage factor) serta analisa perencanaan ukuran bak muatan terbuka menurut massa jenis komoditas. Berdasarkan hasil analisis didapatkan beberapa hipotesa atau temuan terhadap pelanggaran dimensi kendaraan khususnya kendaraan jenis III yaitu sebesar 4.438 dimensi Rear Over Hangatau sebesar 73% dari wheelbase. Untuk mengatasi permasalahan tersebut direkomendasikan untuk membuat batas ketinggian muatan pada kendaraan barang sesuai dengan jenis muatan yang diangkut yaitu 0,85 meter untuk barang curah, 1,5 meter untuk hasil bumi, dan 2 meter berdasarkan jenis komoditas lain.
PENGARUH PERILAKU BELAJAR TARUNA/I SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT TERHADAP INDEKS AKADEMIK Nico D Djajasinga; Utut W; J R C Hosang; Eka Arista; Probo Yudha
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 7 No 2 (2016): December 2016
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.311 KB)

Abstract

Fenomena kualitas belajar di Perguruan Tinggi seringkali dipertanyakan dalam hal mencetaktenaga yang profesional, apakah mampu menjawab kebutuhan dunia kerja. Para lulusan Perguruan Tinggi banyak mengalami perception gap , yaitu perbedaan pandangan dalam menyelesaikan masalah yang terjadi di dunia kerja. Prakasa (2003) dalam Dwi Hastuti (2003) mengkritisi pendidikan tinggi di bidang/ ilmu Akuntansi bahwa output mahasiswa kurang memiliki ketrampilan dan orientasi profesional yang diperlukan guna mengimplementasikan pengetahuan yang diserap di bangku kuliah ke dunia kerja. Kelemahan ini diperparah lagi dengan kondisi bahwa mahasiswa kurang mendapat pendidikan yang memadai dalam ketrampilan intelektual, komunikasi serta interpersonal. Prestasi akademik yang dicapai seseorang mahasiswa merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya, baik dalam diri mahasiswa, maupun luar diri mahasiswa. Pengenalan terhadap factor-faktor yang mempengaruhi prestasi akademik diperlukan untuk memahami bagaimana perubahan dalam deteminan tersebut berhubungan dengan perubahan prestasi, sehingga akhirnya menjadi rekomendasi bagi pengambilan kebijakan dalam pendidikanakuntansi (Syukri, 1995). Dalam realita para dosen sering merasa harus melakukan berbagai perubahan dalam pola mengajar agar tidak membuat mahasiswa cepat bosan. Hal itu dilakukan dengan tujuan sebenarnya adalah agar materi yang diajarkan dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa. Namun demikian seringkali pula para dosen menjadi putus asa karena dengan model mengajar apapun masih juga materi yang disampaikan dinilai kurang optimal diterima oleh mahasiswa. Kondisi demikian akhirnya menimbulkan pertanyaan yang dapat dijawab melalui penelitian ini, yaitu untuk mengkaji lebih dalam tentang pengaruh perilaku belajar dan motivasi terhadap prestasi akademik mahasiswa dengan fokus responden yaitu Taruna/i runtuk mengetahui kondisi/ pengaruh input mahasiswa baru dimana tempat peneliti bekerja di Sekolah Tinggi Transportasi Darat.

Page 1 of 1 | Total Record : 9