cover
Contact Name
Dietriech G. Bengen
Contact Email
dieter@indo.net.id
Phone
+62251-8627323
Journal Mail Official
dieter@indo.net.id
Editorial Address
Departement of Marine Science and Technology Faculty of fisheries and marine science, IPB University Jln. Lingkar Akademik, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
ISSN : 20879423     EISSN : 2620309X     DOI : https://doi.org/10.29244/jitkt
Core Subject : Science,
Aims and Scope Journal of Tropical Marine Science and Technology (Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis) is a scientific journal in the field of tropical marine science and technology. We have a aims and scope to focus in publishing a good quality scientific articles for dissemination of research results in the field of marine science and technology. Aims As an media of information and dissemination of research results in the field of marine science and technology, especially in the waters of Indonesia and Southeast Asia region, Could actively and continuously disseminate the best research results to various stakeholders, and; This Journal of Tropical Marine Science and Technology can improve the quality of research results and benefit stakeholders. Scope The article, published in this Journal of Tropical Marine Science and Technology covers a wide range of research topics in the field of: marine biology, marine ecology, biological oceanography, chemical oceanography, physical oceanography, dynamical oceanography, coral reef ecology, marine acoustic, marine remote sensing, marine geographical information system, marine microbiology, marine polution, marine aquaculture, post-harvest fisheries technology, integrated coastal management (ICM) marine biotechnology, air-sea interaction, ocean engineering,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 656 Documents
POTENSI BAKTERI KONSORSIUM SIMBION SERASAH MANGROVE SEBAGAI PENGAWET ALAMI MAKANAN TAHU Pringgenies, Delianis; Anggelina, Amelia Cahya; Setyati , Wilis Ari; Djunaedi, Ali
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.899 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.27536

Abstract

Bakteri simbion serasah mangrove diketahui memiliki aktifitas antibakteri terhadap bakteri Staphilococcus aureus, namun belum banyak dilakukan penelitian terhadap bakteri yang bersimbion dengan serasah mangrove sebagai inovasi bahan alami untuk mengawetkan makanan khususnya tahu. Pada penelitian ini digunakan bakteri konsorsium dari limbah mangrove. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi bakteri konsorsium sebagai bahan pengawet makanan tahu. Tahu direndam dengan kultur cair bakteri konsorsium sebagai perlakuan, sedangkan untuk kontrol positif dilakukan perendaman terhadap tahu menggunakan formalin 37%, dan untuk kontrol negatif tahu tidak diberikan perlakuan apapun. Hasil pengamatan organoleptis pada hari kedua menunjukkan bahwa tahu dari semua perlakuan tidak mengalami perubahan bau, warna dan tekstur, sedang tahu tanpa perlakuan mengalami perubahan bau yang lebih asam, warna kekuningan dan tekstur lebih lembek. Hari ketiga, tahu perlakuan bakteri konsorsium sedikit mengalami perubahan bau dan warna kekuningan dan tekstur agak lembek, perlakuan formalin tidak mengalami perubahan warna sama sekali, namun teksturnya semakin mengeras dan berbau formalin. Jumlah bakteri pada tahu yang diberi perlakuan rendaman bakteri konsorsium memiliki jumlah paling sedikit (6,795x103) dibandingkan dengan jumlah bakteri pada perlakuan formalin (9,766x103) dan tanpa perlakuan (9,766 x 103).
PEMANFAATAN SUMBER DAYA UDANG PENAEID DI TELUK CILETUH, PALABUHANRATU BERDASARKAN ANALISIS KESESUAIAN KAWASAN Hartono, Sugeng; Riani, Etty; Yulianda, Fredinan; Puspito, Gondo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.557 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.27771

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya udang penaeid di Teluk Ciletuh, Kabupaten Sukabumi berisiko tinggi untuk tereksploitasi secara berlebih karena daerah penyebaran udang penaeid relatif sempit di perairannya. Pengelolaan berbasis zonasi perlu diterapkan sebagai upaya pengelolaan sumber daya maupun upaya untuk menjelaskan fungsi dan luas satu kawasan pemanfaatan. Penelitian bertujuan untuk merancang satu kawasan pemanfaatan sumber daya udang penaeid yang sesuai dan terukur berdasarkan potensi dan karakteristik habitatnya secara spasial. Penelitian lapang dan laboratorium dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis sampel hasil tangkapan dan sedimen. Seluruh kegiatannya berlangsung antara Februari-April 2019. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Pengoperasian pukat tarik dan Van Veen Grab dilakukan untuk mengumpulkan masing-masing sampel hasil tangkapan dan sampel sedimen. Analisis spasial dilakukan dengan perangkat lunak sistem informasi geografis (SIG) untuk menghasilkan satu kawasan pemanfaatan dengan menggunakan analisis inverse distance weighted (IDW) dan map algebra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis udang penaeid yang tertangkap di perairannya, yaitu udang dogol (Metapenaeus ensis) dan udang jerbung (Fenneropenaeus merguiensis). Berdasarkan karakteristik habitatnya, sedimen permukaan dasar perairannya dikategorikan sebagai lanau (silt). Perairan yang dikategorikan sangat sesuai (S1) seluas 209,254 ha atau 43,7% dari total luas kawasan kajian (479,288 ha). Perairan yang dikategorikan sesuai (S2) seluas 209,067 ha (43,6%) dan yang tidak sesuai (N) 60,967 ha (12,7%).
DISTRIBUSI SPASIAL IKAN BARONANG Siganus canaliculatus Park, 1797 PADA HABITAT PADANG LAMUN BERBEDA DI TELUK AMBON DALAM Latuconsina, Husain; Affandi, Ridwan; Kamal, M. Mukhlis; Butet, Nurlisa A.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.545 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.27908

Abstract

Ikan baronang Siganus canaliculatus merupakan jenis ikan demersal yang berasosiasi dengan padang lamun sebagai tempat asuhan dan pembesaran, mencari makan dan perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial S. canaliculatus pada habitat padang lamun berbeda. Penelitian dilaksanakan pada Agustus 2018-Juli 2019 di perairan Teluk Ambon Dalam. Ikan dikoleksi menggunakan pukat pantai bersamaan dengan pengukuran parameter lingkungan. Analisis statistik ditampilkan secara deskriptif dalam bentuk tabel, histogram, dendrogram dan grafik biplot. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 1.050 ekor yang terdiri atas 598 jantan dan 452 betina. Parameter lingkungan secara umum medukung kehidupan S. canalicultus yang memiliki preferensi habitat berbeda berdasarkan stadia hidupnya, kelompok ukuran dewasa cenderung terdistribusi pada habitat lamun vegetasi tunggal, berbanding terbalik dengan ukuran pradewasa pada habitat padang lamun vegetasi campuran, sedangkan ukuran juvenil terdistribusi luas pada berbagai tipe habitat yang membuktikan fungsi padang lamun sebagai tempat asuhan dan pembesaran.
SELEKSI INDUK MATANG GONAD PADA SIPUT GONGGONG Laevistrombus turturella Muzahar; Jr., Muhammad Zairin; Yulianda, Fredinan; Suprayudi, Muhammad Agus; Alimuddin; Effendi, Irzal
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.294 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.28144

Abstract

Siput gonggong Laevistrombus turturella merupakan siput laut yang banyak dikonsumsi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau sehingga populasinya diperkirakan menurun. Upaya pelestarian siput ini perlu dilakukan salah satunya dengan budidaya. Kegiatan budidaya memerlukan ketersediaan induk matang gonad. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis ukuran induk siput gonggong matang gonad berdasarkan panjang cangkang dan warna gonad, serta mengevaluasi pengaruh paparan suhu berbeda terhadap kecepatan penentuan jenis kelamin induk. Panjang cangkang siput gonggong diukur dengan jangka sorong, kemudian dipecahkan untuk mengamati warna gonadnya. Data dianalisis dengan student t-test. Perlakuan paparan suhu air 15°C (P1), 20°C (P2), dan 30°C (P3). Tujuh ekor induk siput gonggong dimasukkan ke dalam akuarium sesuai perlakuan, durasi waktu keluar tubuh lunak siput gonggong dari cangkang dicatat. Data dianalisis dengan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan ukuran rata-rata panjang cangkang induk siput gonggong matang gonad dari laut Madong-Tanjungpinang adalah 63,449±5,352 mm (jantan) dan 66,953±5,876 mm (betina). Penentuan jenis kelamin siput gonggong dapat dipercepat dengan pemberian kejutan suhu dengan suhu air 20°C.
PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PERAIRAN MUARA BANYUASIN KAITANNYA DENGAN SEDIMENTASI Pratama, M. Andrian Putra; Barus, Beta Susanto; Putri, Wike Ayu Eka
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.514 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.28276

Abstract

The estuary waters of the Banyuasin River are one of the river estuary waters that is affected by the sedimentation process. This area gets a big influence from land input. This study aims to analyze the changes in the coastline in Muara Banyuasin Waters, South Sumatra associated with sediment characteristics and sedimentation rates. This research was conducted in October 2018 and sampling was carried out by installing sediment traps for 14 days. Samples were taken once a week and then the rate of sediment accumulation were calculated. Analysis of coastline changes is done using image data processing with a span of 5 years using ErMapper 7.0 software. The results of image data processing are discussed descriptively with sedimentation rates and sediment characteristics. The results showed that the predominant characteristics of sediments were clay and silt with sediment accumulation rates ranging from 2.06 kg/m2/day-6.55 kg/m2/day. The estuary waters of the Banyuasin River undergo a change in coastline in the form of sedimentation and abrasion. Sedimentation occurred at 6 stations while abrasion occurred at 2 stations. Coastline changes are ranged ±33 m-±322 m. Stations that experience high coastline changes are characterized by high sedimentation rates and subtle dominant substrate types (silty clay). Whereas areas that experience low coastline changes have low sedimentation rates with coarser substrate types (sandy silt).
KARAKTERISTIK SEDIMEN DI PERAIRAN PESISIR LEKOK, KABUPATEN PASURUAN, JAWA TIMUR Anggraini, Rifka Rimbi; Yanuhar, Uun; Risjani, Yenny
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.681 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.28705

Abstract

Sedimentasi merupakan salah satu dinamika yang terjadi di kawasan pesisir untuk mengetahui kondisi pantai tersebut. Pesisir perairan Lekok merupakan salah satu kawasan perairan terbuka yang memiliki dinamika perubahan pesisir sangat fluktuatif. Studi sebaran jenis sedimen yang dilakukan secara terstruktur pada lokasi ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai proses transportasi dan pengendapan sedimen berdasarkan distribusi ukuran butir sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ukuran butir sedimen secara horizontal di pesisir perairan Lekok. Penelitian ini dilakukan pada sembilan titik sampling dengan pengambilan sampel berupa sedimen dasar secara acak dengan menggunakan metode grab sampler. Selanjutnya dilakukan analisis lebih lanjut dengan metode gravimetri. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik sedimen dalam Pesisir perairan Lekok umumnya didominasi oleh tiga jenis sedimen yaitu: lempung berpasir, lempung dan lempung lanau. Nilai sorting berada dalam kondisi well-sorted hingga kondisi moderately well-sorted di mana kondisi sedimen didominasi dengan well sorted. Nilai skewness berada pada nilai skewed positively dimana nilai menunjukkan hasil positif. Nilai kurtosis berada pada leptokurtic dimana sedimen dari stasiun 1 ke stasiun 9 homogen.
KARAKTERISTIK UPWELLING DI PERAIRAN SELATAN JAWA PADA TAHUN STRONG LA NINA 2010 DAN SUPER EL NINO 2015 Atmadipoera, Agus S.; Jasmine, Agitha S.; Purba, Mulia; Kuswardani, Anastasia R.T.D.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.577 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.28977

Abstract

Upwelling pantai musiman di perairan Selatan Jawa diduga dapat dimodulasi oleh variabilitas antar-tahunan laut-atmosfer El Nino Southern Oscillation (ENSO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan karakteristik upwelling musiman selama kejadian La Nina 2010 dan El Nino 2015, berdasarkan multi-dataset dari keluaran model INDESO dan dari data satelit. Karakteristik yang berbeda dari upwelling musiman terlihat jelas. Di La Nina, variabel laut-atmosfer permukaan jauh lebih rendah daripada yang diamati di El Nino, kecuali untuk tingkat curah hujan, suhu permukaan laut, dan tinggi permukaan laut. Di La Nina, air laut yang lebih hangat (27-28°C) dan lebih tawar (<33,80psu) mendominasi di atas lapisan kedalaman 45m, yang menahan air dingin upwelling tetap di bawah permukaan. Sebaliknya, di El Nino, air bawah permukaan naik secara drastis dari isoterm 25-26°C dan isohalin dari 34,24-34,44psu tersingkapkan di permukaan laut. Indeks upwelling berbasis suhu adalah -2°C dan +4°C, menunjukkan ENSO telah sangat memodulasi intensitas upwelling. Arus Pantai Selatan Jawa (SJCC) yang kuat mengalir kearah timur hanya ditemukan pada kejadian La Nina. Aliran Arlindo yang persisten di selatan 9,5°S terlihat pada ENSO berbeda. Perkiraan angkutan Ekman yang diturunkan dari model arus meridional telah diintervensi secara kuat oleh kehadiran SJCC dan Arlindo.
IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN SIPUT GONGGONG Strombus sp. SECARA MORFOLOGI DI PERAIRAN MADUNG, TANJUNGPINANG, INDONESIA Susiana; Azwin Apriandi; Rochmady
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.086 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v11i3.29053

Abstract

Morphological identification as an alternative sex identification of dog conch without damaging the shell and viscera. The study aimed to identify the gender of the dog conch Strombus sp. by morphology. Samples were obtained from fishermen collecting dog conch on the coast of Madung, Tanjungpinang, Indonesia. Samples were collected by hand at low tide. To distinguish between male and female dog conch is done by looking at the shell structure morphologically without seeing the internal organs of the body shell. To see the gonads or reproductive organs is done by removing the whole dog conch by breaking the shell. The shell length was measured using by caliper a precision 0.01 mm. The length of the shell is the distance from the anterior edge to the posterior end of the shell. To know the sex ratio of dog conch type analyzed chi-square. The data obtained were analyzed descriptively. The results showed that of the total sample of 1124 individuals, obtained two types of dog conch are Strombus canarium and Strombus sp. The determination of the gender of morphological dog conch can be seen from the structure of the shell (width and slim). The wide shell shape signifies a female, a slim form of shell signifying a male. The sex ratio of dog conch type S. canarium and Strombus sp. males and females in different ratios.
RESPONS SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A TERHADAP KEJADIAN ENSO DAN IODM DI WILAYAH INDO-PASIFIK TROPIS Putra, Andry Purnama; Atmadipoera, Agus S.; Pariwono, John I.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2068.911 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.30693

Abstract

Fenomena anomali laut-atmosfer antar-tahunan dari El Nino Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole Mode (IODM) di wilayah Indo-Pasifik Tropis memberikan dampak pada ekosistem laut, hidrologi dan variabilitas iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial dan variabilitas temporal suhu permukaan laut (SPL) dan klorofil-a permukaan (Chl-a) terkait dengan ENSO dan IODM di Indo-Pasifik Tropis. Data deret waktu bulanan dari tahun 1980-2017 (37 tahun) diperoleh dari pusat data global, dan dianalisis menggunakan metode empirical orthogonal function (EOF). Hasil penelitian menunjukkan nilai tiga terbesar pertama dari SPL (Chl-a) menjelaskan 81,7% (76%) dari total explained variance. Struktur spasial SPL mode-1 (56%) membentuk seperti dua kutub asimetris antara timur dan barat Pasifik Tropis dengan pola yang berbeda di lepas Pantai Peru. Pola ini diduga berhubungan dengan tahun normal atau La Nina. Selanjutnya, kondisi EL Nino dan IODM diduga tergambarkan oleh SPL mode-2 (19%), dengan fase negatif dominan di atas ekuator Pasifik dan menghilangnya area upwelling di lepas Pantai Peru.
Font_matter: Font_matter Bengen, Dietriech Geoffrey
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2492.178 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.30696

Abstract

Font_matter

Filter by Year

2009 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 2 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 9 No. 1 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 8 No. 2 (2016): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 8 No. 1 (2016): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 7 No. 2 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 7 No. 1 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 6 No. 2 (2014): Electronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 6 No. 1 (2014): Electronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 5 No. 2 (2013): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 5 No. 1 (2013): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 4 No. 2 (2012): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 4 No. 1 (2012): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 3 No. 2 (2011): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 3 No. 1 (2011): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 2 No. 2 (2010): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 2 No. 1 (2010): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 1 No. 2 (2009): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 1 No. 1 (2009): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis More Issue