Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Aims and Scope Journal of Tropical Marine Science and Technology (Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis) is a scientific journal in the field of tropical marine science and technology. We have a aims and scope to focus in publishing a good quality scientific articles for dissemination of research results in the field of marine science and technology. Aims As an media of information and dissemination of research results in the field of marine science and technology, especially in the waters of Indonesia and Southeast Asia region, Could actively and continuously disseminate the best research results to various stakeholders, and; This Journal of Tropical Marine Science and Technology can improve the quality of research results and benefit stakeholders. Scope The article, published in this Journal of Tropical Marine Science and Technology covers a wide range of research topics in the field of: marine biology, marine ecology, biological oceanography, chemical oceanography, physical oceanography, dynamical oceanography, coral reef ecology, marine acoustic, marine remote sensing, marine geographical information system, marine microbiology, marine polution, marine aquaculture, post-harvest fisheries technology, integrated coastal management (ICM) marine biotechnology, air-sea interaction, ocean engineering,
Articles
656 Documents
ANALISIS REFLEKSI DAN TRANSMISI GELOMBANG PADA PEMECAH GELOMBANG TIANG PANCANG
Achiari, Hendra;
Ahmad, Ayu Libiaty;
Sulaiman, Dede M
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.27591
Pantai berlumpur rentan terhadap kerusakan akibat gelombang, sehingga diperlukan perlindungan pantai yang salah satunya menggunakan pemecah gelombang tipe permeable. Tipe permeable yang dikembangkan ini disebut sebagai Pemecah Gelombang Tiang Pancang. Bahan yang digunakan untuk memodelkan struktur tersebut (prototipe) di laboratorium adalah bambu bulat bersekat yaitu bambu bulat dari taman Pringgodani dengan diameter 1 cm, tinggi 20 cm dengan sekat kayu multiblok setebal 2 cm. Analisis refleksi dan transmisi terhadap hasil pengujian model fisik 2D terhadap pemecah gelombang diperlukan untuk mencapai optimasi dalam penggunaannya. Hasil pengujian laboratorium membuktikan bahwa Pemecah Gelombang ini cukup efektif pada skenario yang memiliki nilai Kt yang lebih kecil dan nilai Kr yang lebih besar. Pada percobaan ini pengujian dilakukan dengan skenario tinggi muka air pada Mean Sea Level (MSL) (44 cm) dan High Water Level (HWL) (50 cm) dengan 2 skenario spasi antar tiang yaitu 1 cm dan 2 cm pada masing-masing tinggi muka air. Kemudian hasil perhitungan Kt dan Kr dibandingkan dengan variabel non-dimensional kecuraman gelombang (Hi/gT2) dan kemiringan gelombang (Hi/L) . Hasil percobaan laboratorium menunjukkan bahwa nilai Kt lebih rendah pada saat kondisi MSL, dan nilai Kr lebih tinggi pada saat kondisi MSL hal ini menunjukkan bahwa Pemecah Gelombang Bambu Bulat Bersekat ini lebih efektif pada muka air rendah dari pada muka air tinggi.
ESTIMASI BEBAN LIMBAH ORGANIK DARI TAMBAK UDANG SUPERINTENSIF YANG TERBUANG DI PERAIRAN TELUK LABUANGE
Paena, Mudian;
Syamsuddin, Rajuddin;
Rani, Chair;
Tandipayuk, Haryati
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.27738
Environmental pollution in the form of organic waste containing nitrogen (N) and phosphate (P) sourced from superintensive shrimp pond cultivation due to much feed use is a severe problem in the development of superintensive technology in Indonesia. This study aims (1) to estimate the amount of feed wasted into the environment during cultivation in superintensive ponds and (2) estimate the amount of N and P waste that is wasted into the environment from superintensive cultivation. The research method is carried out in 3 stages; the first stage was carried out on a superintensive pond for 76 days by carrying out superintensive shrimp farming with a density of 600 tails / m2 then carried out observations of wasted feed. The second stage is to conduct laboratory-scale shrimp digestibility tests, and the third stage is laboratory-scale shrimp excretion research. The results showed that (1) the amount of feed wasted into the environment (un-eaten) amounted to 24.32% of the total feed provided. The burden of organic waste from superintensive ponds shrimp discharged into the waters of Labuange Bay is 3.89 tons/year consisting of organic waste containing N amounting to 3.61 tons/year with a mean of discharging to waters of 10.31 kg/day, and organic waste containing P of 0.28 tons/year with a mean discharge to the waters of 0.81 kg/day. These results indicate that the waters of Labuange Bay have experienced the pressure of organic waste originating from superintensive shrimp pond activities.
PEMODELAN SEBARAN SEDIMEN TERSUSPENSI DAMPAK PENAMBANGAN TIMAH DI PERAIRAN BANGKA
Pamungkas, Aditya;
Husrin, Semeidi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.27875
Pulau Bangka merupakan penambangan timah lepas pantai terbesar di Indonesia yang dilakukan oleh perusahan dan masyarakat, baik legal maupun ilegal. Hal ini menjadi mengkhawatirkan terutama akan dampaknya terhadap peningkatan sedimentasi, seperti wilayah Teluk Kelabat yang direncanakan menjadi kawasan konservasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi hidro-oseanografi dan sebaran Total Suspended Solid (TSS) akibat penambangan timah di perairan Bangka terutama di Teluk Kelabat. Metode yang digunakan adalah analisis pemodelan numerik dengan menggunakan software MIKE21 untuk memperoleh data hidro-oseanografi dan model sebaran TSS dengan sumber TSS dari tiap-tiap lokasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) melalui modul Flow Model Flexibel Mesh (FM) dan Mud Transport (MT). Verifikasi hasil model diperoleh korelasi sebesar 0,9435 dengan Root Mean Squared Error (RMSE) sebesar 0,1611 untuk pasang-surut. Tailing penambangan timah lepas pantai akan menyebabkan tingginya sebaran TSS di perairan Bangka, terutama aktivitas penambangan di perairan yang dangkal (<10 m) dan dekat pesisir (<2 mil). Sebaran TSS di perairan Bangka akan dominan terbawa ke arah Selat Bangka. Pada Teluk Kelabat, TSS bernilai sekitar 0-25 mg/L dan menyebar ke seluruh wilayah yang dapat mencapai radius sekitar 16 mil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi stakeholder seperti penyusunan Rencana Zonasi Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Bangka Belitung.
STUDI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN MANGROVE BERBASIS OBJEK (OBIA) MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DI PULAU DOMPAK PROVINSI KEPULAUAN RIAU
Saputra, Robin;
Gaol, Jonson Lumban;
Agus, Syamsul Bahri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.27886
Berbagai ancaman pada hutan mangrove baik secara alamiah seperti perubahan iklim dan kegiatan manusia seperti penimbunan, alih fungsi lahan dan penebangan semakin meningkatkan kerentanan ekosistem itu sendiri. Pengindraan jauh merupakan metode yang sangat efektif untuk digunakan dalam kegiatan pemantauan mangrove karena dapat dilakukan secara berkala dan mampu menjangkau area yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan mangrove di Pulau Dompak Provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan berupa klasifikasi citra satelit berbasis objek (OBIA) dengan algoritma support vector machine (SVM). Data citra satelit yang digunakan adalah SPOT 4 Tahun 2007 dan Sentinel 2B Tahun 2018 dengan resolusi spasial 10 x 10 m. Survei lapang dilakukan pada bulan September-Oktober 2018 dengan metode sampling secara acak. Hasil klasifikasi OBIA dengan algoritma SVM menghasilkan tingkat akurasi sebesar 89%, nilai kappa 0,86 dengan skala segmentasi optimum yang diperoleh adalah skala 3. Berdasarkan analisis perubahan tutupan lahan terjadi adanya penurunan luasan hutan mangrove sebesar 34,19% atau sekitar 46,61 ha sejak Tahun 2007 hingga 2018.
DETEKSI SEBARAN MUATAN PADATAN TERSUSPENSI DENGAN MODEL EMPIRIS DAN MODEL SEMI-ANALITIK DI PERAIRAN BEKASI
Afgatiani, Pingkan Mayestika;
Hartuti, Maryani;
Budhiman, Syarif
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.28138
One of the parameters in water quality is total suspended solids (TSS). TSS consists of mud and microorganisms caused by erosion of soil flowed into water bodies. This study aimed to detect suspended sediments in Bekasi coastal water by comparing empirical and semi-analytic models. Landsat 8 was used for analysis of suspended solids using the Google Earth Engine platform. The workflow of this study consisted of land masking by area delineation using surface reflectance image data, TSS analysis, and visualization. Then validation was done with in situ data, model selection and time series implementation. TSS detection results were displayed with a different color display according to the concentration. Validation test results with in situ data showed that the value of the Semi-Analytical Absolute Error (NMAE) model was closer to the minimum requirement of 66.8%, far different from the empirical model of 43768%. The value of Root Mean Square Error (RMSE) also showed that the semi-analytic model produced a much smaller value of 51.4 and the empirical model of 58577.2. This showed that the semi-analytic model has a better value in detecting the distribution of TSS. Time series analysis showed that the distribution of MPT in 2015 - 2019 in coastal waters had a very high TSS distribution, due to the number of ponds and river estuaries. Therefore, semi-analytical model was more recommended for estimating TSS concentrations than empirical model.
KANDUNGAN KARBON ORGANIK TOTAL DAN FOSFAT PADA SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN
Barus, Beta Susanto;
Munthe, Roy Yosua;
Bernando, Miko
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.28211
Aktivitas antropogenik menghasilkan limbah domestik dan pertanian yang terdistribusi ke perairan yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kandungan karbon organik total dan fosfat dari perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan karbon organik total dan fosfat serta menganalisis sebaran dan korelasi konsentrasi karbon organik total dan fosfat pada sedimen dasar di muara Sungai Banyuasin, Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019. Pengambilan sampel sedimen menggunakan metode purposive sampling pada 10 stasiun saat kondisi surut. Analisis karbon organik total menggunakan metode Kadar Abu sesuai dengan SNI 01-2891-1992 dan analisis fosfat dengan metode Bray and KurtzPola sebaran konsentrasi karbon organik total dan fosfat dianalisis menggunakan software Surfer 9. Analisis korelasi dilakukan dengan program Ms. Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi karbon organik total berkisar antara 3,71 - 7,42 % dan konsentrasi fosfat berkisar antara 16,49 mg/kg - 26,45 mg/kg. Sebaran konsentrasi karbon organik total dan fosfat dipengaruhi oleh tipe substrat sedimen pada setiap stasiun. Sedimen dengan tekstur yang lebih halus memiliki kandungan bahan organik total dan fosfat lebih tinggi. Karbon organik total dan fosfat di perairan muara Sungai Banyuasin memiliki korelasi yang positif dan kuat. Semakin tinggi kandungan karbon organik total di perairan akan diikuti dengan semakin tinggi juga kandungan fosfatnya.
ESTIMASI DAERAH POTENSI PENANGKAPAN IKAN BERDASARKAN PENDEKATAN KESESUAIAN AREA THERMAL FRONT DAN AREA MESOTROPIK
Suhadha, Argo Galih;
Asriningrum, Wikanti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.28305
Zona potensi penangkapan ikan (ZPPI) telah mengalami banyak pengembangan salah satunya adalah pemilihan kesesuaian parameter. Thermal front telah menjadi parameter utama dalam input informasi ZPPI LAPAN. Akurasi informasi thermal front yang digunakan sebagai input ZPPI tidak dapat diketahui dengan pasti signifikansinya karena faktor jarak informasi titik ZPPI terhadap lokasi tangkapan sehingga diperlukan pengembangan parameter untuk mendukung informasi thermal front tersebut. Thermal front merupakan daerah pertemuan dua massa air yang memiliki karakteristik suhu yang berbeda dan mengindikasikan kemunculan upwelling. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan daerah potensi penangkapan ikan dengan pendekatan kesesuaian area thermal front dengan area mesotropik (konsentrasi klorofil-a 0,2-0,5 mg/m3). Data klorofil-a untuk deteksi area mesotropik dan suhu permukaan laut untuk thermal front berasal dari satelit Aqua MODIS di Google Earth Engine (GEE). Metode kesesuaian thermal front terhadap area mesotropik digunakan dalam analisis daerah potensi penangkapan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thermal front dan area mesotropik di WPPNRI 715 memiliki variasi terhadap musim, dengan bulan Desember sebagai puncak kejadian. Kedua parameter tersebut terdistribusi secara merata mulai dari area pesisir hingga laut lepas. Dari metode ini didapatkan thermal front yang memiliki kesesuaian area (bertampalan) terhadap area mesotropik sebesar 60,3%. Selain itu kelas ZPPI dengan tingkat kepercayaan tinggi memiliki jumlah lebih dari 50% ZPPI moderate, dimana jumlah tersebut sesuai ambang batas yang dapat diterima. Sehingga peningkatan akurasi lokasi ZPPI baik di pesisir maupun laut lepas dapat ditentukan melalui pendekatan ini.
LAJU AKUMULASI SEDIMEN MANGROVE DI TANJUNG BATU, KEPULAUAN DERAWAN KALIMANTAN TIMUR
Dewi, Intan Sari;
Prartono, Tri;
Arman, Ali;
Koropitan, Alan Frendy
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.28427
Keberlangsungan ekosistem mangrove merupakan aspek penting karena berkaitan dengan pengurangan atau penambahan akumulasi sedimen seperti proses abrasi dan akresi. Mangrove di pesisir Tanjung Batu telah mengalami penurunan sejak 2001-2010 yang disebabkan oleh aktivitas masyarakat seperti penebangan pohon, pembukaan lahan untuk tambak dan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan mengestimasi laju akumulasi sedimen mangrove di Tanjung Batu. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Juli 2018. Pengambilan sampel dilakukan pada 3 stasiun meliputi identifikasi jenis mangrove, pengukuran Diameter at Breast Height (DBH) mangrove dan pengambilan sedimen corring menggunakan pipa stainless. Sampel sedimen dipotong berdasarkan interval 5 cm (kedalaman 0-15 cm), dan interval 2 cm (kedalaman 48-50 cm) yang digunakan sebagai Pb-210 supported (Stasiun 1 dan 3). Stasiun 5 dipotong dengan interval 4, 6 dan 8 cm (kedalaman 1-50 cm). Analisis sampel menggunakan alpha spektrometer dengan radioisotop Pb-210. Penentuan umur sedimen dan laju akumulasi sedimen menggunakan model Constant Rates of Supply (CRS). Hasil menunjukkan bahwa laju akumulasi sedimen selama 20 tahun terakhir (1998-2018) berkisar 0,09-0,20 g cm-2 tahun-1. Laju akumulasi tertinggi adalah Stasiun 1 yang merupakan lokasi dengan umur sedimen paling tua dan didominasi mangrove dengan DBH > 5 cm, sedangkan laju akumulasi terendah adalah Stasiun 5 yang memiliki umur sedimen paling muda dan didominasi mangrove dengan DBH < 5 cm.
PENGUKURAN DAN ANALISIS HAMBUR BALIK AKUSTIK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MULTIBEAM ECHOSOUNDERUNTUK KLASIFIKASI SEDIMEN DASAR LAUT TELUK PALU
Farihah, Rizqi Ayu;
Manik, Henry Munandar;
Harsono, Gentio
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.28465
Nilai Hambur balik dapat menggambarkan kondisi sedimen di dasar perairan, termasuk ukuran butir dari sedimen dasar perairan. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi, mengklasifikasi dan memprediksi tipe dasar perairan berdasarkan nilai hambur balik menggunakan Angular Response Analysis (ARA) dan Support Vector Machine (SVM) sehingga didapatkan peta spasial sebaran sedimen di Teluk Palu. Data batimetri dan intensitas hambur balik diambil pada 5-9 Oktober 2018 menggunakan multibeam echosounder Kongsberg EM 302 dengan frekuensi 30 kHz dan 10 sampel sedimen tahun 2012 milik PUSHIDROSAL. Hasil penelitian menunjukkan sebaran sedimen dasar Teluk Palu dengan metode ARA didominasi oleh pasir (sand) dan lanau (silt) sedangkan dengan metode SVM didominasi oleh pasir berlanau (silty sand), lanau (silt) dan pasir (sand). Hasil uji akurasi untuk metode ARA sebesar 50% sedangkan hasil uji akurasi untuk metode SVM menghasilkan overall accuracy dengan nilai 60%. Prediksi tipe dasar perairan di Teluk Palu yang paling mendekati keadaan sebenarnya adalah hasil prediksi dengan metode SVM yaitu pasir berlanau, lanau dan pasir.
STUDI KESESUAIAN TAMBAK UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI DESA OENSULI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA
Erawan, Trial Fiar;
Mustafa, Ahmad;
Oetama, Dedy;
Purnama, Muh. Fajar;
Pratikino, A. Ginong;
Wahidin, La Ode
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 13 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jitkt.v13i1.28511
Keberhasilan budidaya udang windu (Penaeus monodon) di pertambakan Desa Oensuli akan tercapai jika lokasinya memenuhi kriteria untuk budidaya udang windu. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan aktual tambak udang windu yang dikelola dengan sistem intensif, dan ekstensif di Desa Oensuli, Kabupaten Muna. Metode yang digunakan yaitu dengan cara membandingkan hasil pengukuran atau hasil analisis data dengan kriteria kelayakannya/kualitas lahan untuk budidaya udang windu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada beberapa parameter dikategorikan cukup sesuai seperti nilai suhu 30-35 oC, kecerahan 24-30 cm, dan beda pasang surut 2,93 m. Tingkat kesesuaian lahan aktual tambak udang windu di Desa Oensuli Kabupaten Muna secara umum tergolong dalam kategori cukup sesuai (S2a1,2h) dan masih dapat mendukung untuk kegiatan budidaya udang windu.