cover
Contact Name
Avid Leonardo Sari
Contact Email
editor.jurnalkelola@gmail.com
Phone
+6281221512892
Journal Mail Official
editor.jurnalkelola@gmail.com
Editorial Address
Perum Tamansari Manglayang Regency Blok C 9 No. 9 Bandung - Jawa Barat - Indonesia.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kelola : Jurnal Ilmu Sosial
ISSN : -     EISSN : 26226103     DOI : https://doi.org/10.54783/jk.v5i1
Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial (ISSN 2076-0760) is a national open-access journal with rapid peer review, which publishes works from a wide range of fields, including anthropology, criminology, economics, education, geography, history, law, linguistics, political science, psychology, social policy, social work, sociology, and related topic or general social sciences. Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial is published biannually online by GoAcademica Research & Publishing.
Articles 105 Documents
PENGUATAN TATA KELOLA BIAYA PENDIDIKAN MENUJU TRANSPARANSI DAN AKUNTABILITAS DI MAN INSAN CENDEKIA SIAK Dian; Sidik, Dikdik Firman
Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Globalwriting Academica Consulting & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jk.v6i2.1060

Abstract

Tata kelola biaya pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pendidikan nasional. Tata kelola yang baik dapat menjamin transparansi dan akuntabilitas pengelolaan biaya pendidikan, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan biaya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan tata kelola biaya pendidikan di MAN Insan Cendekia Siak dan dampak penguatan tersebut terhadap transparansi dan akuntabilitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan tata kelola biaya pendidikan di MAN Insan Cendekia Siak meliputi: Penetapan Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang transparan dan akuntabel, validasi anggaran Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKA KL) 2020, penyusunan laporan kinerja triwulan dan tahunan. Dampak penguatan tata kelola biaya pendidikan di MAN Insan Cendekia Siak terhadap transparansi dan akuntabilitas adalah: terjaminnya keterbukaan informasi mengenai penggunaan dana pendidikan, terwujudnya akuntabilitas publik atas penggunaan pembiayaan pendidikan, tersusunnya sistem pelaporan penggunaan dana pendidikan yang transparan dan akuntabel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola biaya pendidikan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan biaya pendidikan. Hal ini dapat memberikan manfaat bagi sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
RESTITUSI KEWAJIBAN NAFKAH BATIN BAGI ISTRI DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI DAN SOSIOLOGI HUKUM Salbiah, Siti; Mukhlas, Oyo Sunaryo; Idawati
Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial Vol 8 No 2 (2025): KELOLA: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Globalwriting Academica Consulting & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jk.v8i2.1513

Abstract

Artikel ini mengkaji kemungkinan perumusan restitusi atas pengabaian nafkah batin istri dalam sistem hukum keluarga Indonesia. Secara normatif, hukum Islam serta literatur fikih klasik dan kontemporer mengakui nafkah batin sebagai kewajiban substantif suami sekaligus hak istri yang dapat menjadi dasar intervensi yudisial. Namun, dalam hukum positif Indonesia, nafkah batin masih diposisikan secara marginal, diakui secara normatif tetapi belum diperlakukan sebagai hak yang dapat dituntut secara remedial, melainkan sebatas indikator disharmoni rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif-empiris dengan memadukan analisis doktrinal terhadap peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, dan literatur fikih, serta pendekatan sosiologi hukum dan antropologi hukum. Kajian ini menelusuri bagaimana nafkah batin dialami, dinegosiasikan, dan dipulihkan dalam berbagai konteks budaya di Indonesia, termasuk komunitas Jawa, Minangkabau, Batak, dan Bugis, di mana mekanisme adat kerap berfungsi sebagai bentuk restitusi de facto melalui sanksi moral, permintaan maaf terbuka, dan kompensasi simbolik untuk memulihkan martabat istri. Temuan penelitian menunjukkan adanya kesenjangan struktural yang menyebabkan perempuan memikul beban ekonomi dan emosional tanpa jalur hukum yang jelas untuk menuntut pemulihan selain perceraian. Artikel ini berargumen bahwa penyangkalan terhadap kerugian batin sebagai kerugian hukum mereproduksi ketimpangan gender dan merupakan bentuk kekerasan struktural. Oleh karena itu, artikel ini menawarkan kerangka keadilan relasional yang menempatkan restitusi nafkah batin sebagai instrumen pemulihan martabat serta menyerukan pembaruan hukum keluarga nasional agar secara eksplisit mengakui pengabaian nafkah batin sebagai pelanggaran yang menimbulkan hak atas restitusi.
IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI PEMANFAATAN RUANG LAUT DI KAWASAN MANDEH KABUPATEN PESISIR SELATAN Armanda, Ranti
Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial Vol 9 No 1 (2026): KELOLA: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Globalwriting Academica Consulting & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jk.v9i1.1647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi pemanfaatan ruang laut di Kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan. Kawasan ini memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang tinggi, sehingga berbagai aktivitas berkembang pesat dan berpotensi menimbulkan konflik pemanfaatan ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial melalui analisis citra, pemetaan, serta survei lapangan. Data yang digunakan meliputi data primer hasil observasi dan wawancara, serta data sekunder dari instansi terkait. Teknik analisis dilakukan dengan interpretasi spasial dan klasifikasi jenis pemanfaatan ruang laut berdasarkan kondisi eksisting di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ±14 jenis pemanfaatan ruang laut yang mencakup sektor pariwisata, perikanan, transportasi, dan konservasi. Aktivitas tersebut tersebar dalam empat zona utama yaitu zona pesisir, perairan dangkal, teluk, dan laut terbuka. Kawasan konservasi meliputi mangrove ±275 Ha, terumbu karang ±730 Ha, dan padang lamun ±37 Ha. Inventarisasi menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas telah berjalan aktif, namun masih terdapat ketidaksesuaian dengan ketentuan RZWP3K terutama terkait perizinan dan intensitas pemanfaatan.
LEMAHNYA KOMUNIKASI PASTORAL ANTARA PASTOR PAROKI DAN DEWAN PASTORAL PAROKI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN UMAT: TINJAUAN DALAM TERANG COMMUNIO ET PROGRESSIO Vinsensius Mbete
Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial Vol 9 No 1 (2026): KELOLA: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Globalwriting Academica Consulting & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jk.v9i1.1688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah lemahnya komunikasi pastoral antara pastor paroki dan Dewan Pastoral Paroki (DPP) serta dampaknya terhadap perkembangan iman umat dalam terang dokumen Communio et Progressio. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa komunikasi pastoral yang kurang terbuka dan kurang dialogis sering kali menimbulkan hambatan dalam kerja sama pastoral, sehingga berdampak pada melemahnya keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja. Dalam konteks Gereja sebagai communio, komunikasi pastoral seharusnya menjadi sarana untuk membangun relasi, kebersamaan, dan partisipasi aktif umat dalam seluruh dinamika pastoral Gereja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh melalui kajian terhadap dokumen-dokumen Gereja, khususnya Communio et Progressio, serta berbagai literatur teologi pastoral yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-interpretatif guna memahami keterkaitan antara komunikasi pastoral dan perkembangan iman umat dalam kehidupan paroki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lemahnya komunikasi pastoral antara pastor paroki dan DPP berpengaruh terhadap menurunnya semangat partisipasi umat dalam pelayanan dan kehidupan menggereja. Pola komunikasi yang cenderung satu arah, kurang dialogis, dan minim keterlibatan bersama menyebabkan pelayanan pastoral berjalan kurang efektif serta menghambat pertumbuhan iman umat secara lebih mendalam. Situasi ini belum sepenuhnya mencerminkan semangat communio sebagaimana ditekankan dalam dokumen Communio et Progressio, yang menempatkan komunikasi sebagai sarana membangun persekutuan, kerja sama, dan tanggung jawab bersama dalam Gereja. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan pola komunikasi pastoral yang lebih dialogis, partisipatif, dan inklusif agar kehidupan iman umat dapat berkembang secara lebih dinamis dan berkelanjutan.
GEOPOLITIK AIR DAN KELEMBAGAAN REGIONAL: MEDIASI AFRICAN UNION DALAM SENGKETA BENDUNGAN ANTARA ETHIOPIA DAN MESIR Dinda Rolisti; Wulan Yuliani; Revalica Putri Sunarsri
Jurnal Kelola: Jurnal Ilmu Sosial Vol 9 No 1 (2026): KELOLA: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Globalwriting Academica Consulting & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jk.v9i1.1823

Abstract

Sungai Nil menjadi sumber kehidupan vital bagi negara-negara di Afrika Timur dan Utara, khususnya Mesir dan Ethiopia. Pembangunan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) oleh Ethiopia sejak tahun 2011 telah memicu ketegangan geopolitik dengan Mesir, yang menganggap proyek tersebut mengancam hak historisnya atas Sungai Nil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur untuk menganalisis dinamika geopolitik, peran African Union (AU) dalam proses mediasi, serta interpretasi konflik ini melalui perspektif teori realisme hubungan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya mediasi AU dari tahun 2015 hingga 2025 belum menghasilkan kesepakatan hukum yang mengikat, karena kedua negara lebih mengutamakan kepentingan nasional masing-masing dibandingkan kerja sama regional. Konflik ini mencerminkan karakteristik realisme di mana negara bertindak untuk mempertahankan survival dan mengamankan sumber daya strategis. Diperlukan mekanisme kerja sama dan pengawasan yang lebih kuat dari organisasi regional untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Page 11 of 11 | Total Record : 105