Al-Mizan: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah
The Al-Mizan Journal focuses on the study of Journal of Islamic Law and Sharia Economics. The study of Journal of Islamic Law and Sharia Economics which focuses on universal and Islamic values by upholding diversity and humanity. Al-Mizan Journal studies are published based on research results both theoretically and practically, which include: ISLAMIC LAW specializes in Islamic Law in Modern State, especially related topics with Islamic law as positive law, Islamic law as a living law, and unification and harmonization of law. Family Law Islamic Family Law Family Study Islamic Criminal Law Customary Law History of Islamic Family Law and Islamic Law ECONOMICS SYARIA Islamic banking and finance Islamic insurance Islamic social funds (zakat, infaq, sadaqah, and waqaf) Islamic business ethics Islamic contemporary economics and business issues Islamic management and retail marketing Islamic economics education Public relations and retail communication Innovation and product development Economic practices in Islamic Communities
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan"
:
14 Documents
clear
Konsep Penyelesaian Sengketa Harta Warisan Dalam Hukum Islam
Muhammad Khaled
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This article discusses the concept of resolving inheritance disputes in the context of Islamic law. The settlement of inheritance disputes involves clear provisions in Islam, including the division of inheritance based on family relationships and the role of mediation. This article elaborates on the concept of inheritance, heirs' rights, and the role of mediation in resolving inheritance disputes. In this context, village officials knowledgeable in religious matters play a crucial role as mediators in handling inheritance disputes. The aim of this article is to provide a better understanding of how the resolution of inheritance disputes can be conducted within the framework of Islamic law, considering legal and humanitarian aspects. The research method used in this study is qualitative, as it can explain the phenomena of the studied community based on several literature studies. The research findings reveal that in Islamic law, the division of inheritance has clear provisions, regulating different proportions for each heir based on family relations. Mediation plays a key role in settling inheritance disputes, allowing disputing parties to reach a fair agreement and prevent further conflicts. Village officials competent in religious matters can act as mediators in this mediation process, with the ability to calm emotions, listen carefully, and facilitate discussions towards solutions in line with Islamic law. With this approach, the resolution of inheritance disputes in Islamic law can become more effective and in line with religious principles.
Laporan Keuangan Syariah sebagai Wujud Tanggung Jawab Sosial dan Spiritual untuk Menjaga Integritas Keuangan dalam Ekosistem Ekonomi Islam
Amsal, Daniel
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.1077
Laporan keuangan syariah memiliki peran penting dalam mewujudkan transparansi dan integritas keuangan yang tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual. Dalam ekosistem ekonomi Islam, laporan keuangan dipandang sebagai wujud amanah dan akuntabilitas tidak hanya kepada pemangku kepentingan, tetapi juga kepada Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran laporan keuangan syariah sebagai instrumen tanggung jawab sosial dan spiritual dalam menjaga integritas keuangan. Metode kajian yang digunakan adalah library research dengan menganalisis literatur berupa buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan dengan tema laporan keuangan syariah, akuntabilitas sosial, serta nilai-nilai spiritual dalam ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan syariah bukan sekadar catatan finansial, melainkan instrumen strategis yang merefleksikan keadilan, transparansi, dan nilai keberkahan. Temuan utama dari studi ini adalah adanya kesenjangan penelitian terdahulu yang cenderung hanya menyoroti aspek teknis pelaporan, sementara dimensi sosial dan spiritual belum dikaji secara mendalam. Artikel ini memberikan kontribusi konseptual dengan menegaskan bahwa laporan keuangan syariah memiliki potensi besar dalam memperkuat kepercayaan publik, mendukung tata kelola keuangan yang etis, dan membangun ekosistem ekonomi Islam yang berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa laporan keuangan syariah perlu dikembangkan lebih lanjut dengan menyeimbangkan kepatuhan teknis dan penerapan nilai-nilai spiritual serta sosial.
Konsep Keluarga Bahagia Dalam Perspektif Ibnu Sina
Yani, Nurlinda
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.1110
Pernikahan dalam pandangan Islam merupakan ikatan suci yang bertujuan membentuk keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagai fondasi kebahagiaan hidup. Namun, kebahagiaan keluarga tidak hanya bergantung pada aspek lahiriah, melainkan juga pada keseimbangan akal, moral, dan spiritual antaranggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep keluarga bahagia dalam perspektif Ibnu Sina, dengan menelaah gagasannya tentang etika rumah tangga dan pengelolaan relasi antaranggota keluarga sebagaimana tertuang dalam karya al-Siyasah dan tulisan-tulisannya yang lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, yang menelusuri pemikiran Ibnu Sina dari sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Ibnu Sina, keluarga merupakan miniatur masyarakat yang harus diatur dengan prinsip keadilan, kasih sayang, dan keseimbangan rasional-emosional. Suami berperan sebagai pemimpin dan penjaga moral keluarga, istri sebagai mitra yang berperan dalam pengasuhan dan keharmonisan rumah tangga, sementara seluruh anggota keluarga dituntut menjaga keselarasan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Keluarga bahagia, dalam pandangan Ibnu Sina, tercapai apabila setiap anggota mampu menundukkan hawa nafsu dan mengedepankan akal dalam mengambil keputusan serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup. Pemikiran Ibnu Sina ini tetap relevan untuk menjawab tantangan modern dalam membangun keluarga Islam yang harmonis dan berkeadaban.
Penerapan Prinsip Ekonomi Syariah dalam Berdagang untuk Meningkatkan Kepercayaan Konsumen Muslim di Aceh
Zaharullah, Zaharullah
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v12i1.1112
Penerapan prinsip ekonomi syariah dalam aktivitas perdagangan menjadi salah satu aspek penting dalam membangun sistem ekonomi yang berkeadilan dan beretika, khususnya di masyarakat Muslim Aceh yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Namun, realitas menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip seperti kejujuran, keadilan, dan amanah belum sepenuhnya dipraktikkan secara konsisten oleh para pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan prinsip ekonomi syariah dalam perdagangan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen Muslim di Aceh. Metode yang digunakan adalah library research, yaitu dengan menelaah berbagai literatur, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan dengan topik ekonomi syariah dan perilaku konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Islam secara konsisten berpengaruh signifikan terhadap loyalitas dan kepercayaan konsumen. Pedagang yang mengedepankan kejujuran, keadilan, dan amanah tidak hanya memperoleh keuntungan ekonomi, tetapi juga membangun citra positif dan hubungan jangka panjang dengan konsumennya. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan literatur ekonomi Islam dengan memperluas penerapan konsep syariah ke dalam ranah perdagangan lokal, serta memberikan dasar bagi pengembangan etika bisnis Islami di masyarakat Aceh.
Peran Wanita Karir Dalam Membangun Keluarga Yang Harmonis Berdasarkan Hukum Islam
Adnani, Adnani
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebagai suami istri, mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Keharmonisan dalam keluarga dapat terwujud apabila suami dan istri sadar akan hak dan kewajibannya. Di era globalisasi saat ini, keterlibatan istri dalam mencari nafkah untuk membantu suami memenuhi kebutuhan rumah tangga memberikan dampak positif dan negatif terhadap upaya pembentukan keluarga harmonis pada keluarga wanita karir. Hasil menunjukkan bahwa di dalam Islam menjelaskan keluarga seorang perempuan sebagai isteri tetap berada di bawah suaminya dan ia tetap mempunyai untuk patuh dan taat kepada suaminya walaupun sudah berkarir dan tetap mengurus anak dan rumah tangganya dengan baik, dan karena hakikatnya suami adalah pemimpin sebuah keluarga. Sebagai pasangan suami istri, baik suami maupun istri mempunyai kewajiban untuk mewujudkan keluarga sakinah dalam kehidupan rumah tangganya. Wanita karir harus terbuka kepada suami jika ada masalah sekecil apapun, baik dalam pekerjaan maupun urusan rumah tangga.
Pengaruh Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Grong-Grong Sigli
Hasballah, Ibrahim
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.658
Persaingan di industri perbankan dan jasa keuangan yang semakin intensif menuntut Bank harus memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabahnya karena setiap Bank akan bersaing merebut hati nasabahnya. Bank Syariah Indonesia KCP Grong-Grong memiliki strategi untuk memuaskan nasabah dengan memberikan pelayanan yang maksimal. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana pengaruh pelayanan terhadap kepuasan nasabah di Bank BSI KCP Grong-Grong, Dengan menggunakan metode kuantitatif. Adapun jumlah sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 100 nasabah dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah BSI KCP Grong-Grong. semakin rendah Kualitas pelayanan maka akan semakin rendah pula kepuasan nasabah BSI KCP Grong-Grong, dan begitu juga sebaliknya, jika Kualitas pelayanan yang tinggi, maka semakin tinggi pula kepuasan nasabah BSI KCP Grong-Grong.
Konsep Penyelesaian Sengketa Harta Warisan Dalam Hukum Islam
Khaled, Muhammad
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.677
This article discusses the concept of resolving inheritance disputes in the context of Islamic law. The settlement of inheritance disputes involves clear provisions in Islam, including the division of inheritance based on family relationships and the role of mediation. This article elaborates on the concept of inheritance, heirs' rights, and the role of mediation in resolving inheritance disputes. In this context, village officials knowledgeable in religious matters play a crucial role as mediators in handling inheritance disputes. The aim of this article is to provide a better understanding of how the resolution of inheritance disputes can be conducted within the framework of Islamic law, considering legal and humanitarian aspects. The research method used in this study is qualitative, as it can explain the phenomena of the studied community based on several literature studies. The research findings reveal that in Islamic law, the division of inheritance has clear provisions, regulating different proportions for each heir based on family relations. Mediation plays a key role in settling inheritance disputes, allowing disputing parties to reach a fair agreement and prevent further conflicts. Village officials competent in religious matters can act as mediators in this mediation process, with the ability to calm emotions, listen carefully, and facilitate discussions towards solutions in line with Islamic law. With this approach, the resolution of inheritance disputes in Islamic law can become more effective and in line with religious principles.
Nusyuz dan Hubungannya dengan Larangan Pemaksaan Hubungan Seksual
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.681
Pembahasan mengenai nusyuz merupakan pembahasan yang penting dan menarik untuk dikaji, terutama yang berkaitan dengan ketidak patuhan atau menuruti sang istri ketika diajak berhubungan badan oleh suami baik itu karena ada alasan ataupun penolakan yang tanpa didasari oleh alasan apapun. Sehingga menimbulkan suatu ketidak jelasan apakah penolakan tersebut bisa dikatakan sebagai bentuk nusyuz istri karena tidak patuh terhadap suami atas pemenuhan hak yang mesti dilakukan oleh istri. Beranjak dari permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang konsep pemaksaan hubungan seksual dalam hukum positif serta hubungan konsep nusyuz dengan kriteria pemaksaan hubungan seksual dalam hukum Islam. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan normatif dan teknik pengumpulan datanya dengan cara telaah dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan konsep nusyuz tentang hubungan seksual dalam hukum Islam, bila seorang suami meminta istrinya untuk melayani seksualnya maka istri wajib memenuhinya selama istri tersebut tidak berhalangan untuk melayani suaminya. Dengan demikian maka ketika istri tidak melayani suaminya karena berhalangan maka istri tersebut tidak dikategorikan ke dalam nusyuz. Berdasarkan kriteria tersebut maka konsep hukum positif sangat mendukung hukum Islam dalam hal melindungi perempuan dan menjaga hak-hak perempuan dalam hubungan seksualitas suami istri.
Penggunaan Obat Kuat Bagi Pasangan Suami Istri Menurut Teori Mashalahah
Haikal, Muhammad
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.718
The realization of a harmonious family with the fulfillment of the needs of husband and wife is the hope of every couple. However, when problems arise in meeting these needs, couples must find ways to ensure that it does not have a significant impact on the continuity of the household. One way is by using aphrodisiacs. This study aims to examine the use of aphrodisiacs to fulfill the needs of couples in the context of maslahah (benefit). The method used is qualitative with a library research approach. The results of the study indicate that there is maslahah in the use of aphrodisiacs to fulfill the needs of couples, and the level is considered hajiyat (necessary).
Kafa'ah Dalam Pernikahan Dalam Perspektif Syekh H. Nuruzzahri Yahya
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.726
Islam mengatur bagaimana manusia menjalani hidup berumah tangga melalui proses pernikahan yang memiliki aturan-aturan yang disebut sebagai hukum perkawinan (fiqh munakahat) dalam Islam. Dalam masyarakat, ada pandangan bahwa sebaiknya seseorang yang ingin menikahi putri atau wanita yang berasal dari keluarga bangsawan (syarifah) sebaiknya menikah dengan seorang yang juga memiliki keturunan bangsawan (syarif/sayyid) atau putra dari keluarga yang terhormat (habib). Sementara itu, bagi yang bukan dari keturunan bangsawan (sayyid), sebaiknya tidak menikahi wanita yang memiliki status syarifah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada pendekatan normatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deduktif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut pandangan Syekh H. Nuruzzahri Yahya, konsep kafa'ah atau kesesuaian adalah salah satu syarat sah dalam pernikahan, tetapi tidak bersifat mutlak. Kafa'ah dipandang sebagai hak perempuan dan wali (walinya). Kafa'ah juga menjadi syarat sah dalam pernikahan jika seorang wali mujbir (wali yang memiliki otoritas) ingin menikahkan anaknya dengan seorang laki-laki yang tidak sepadan atau setara dengannya.