cover
Contact Name
Almira Sitasari
Contact Email
almira.sita@poltekkesjogja.ac.id
Phone
+6287738977846
Journal Mail Official
j.nutrisia@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jalan Titi Bumi No.3, Banyuraden Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Nutrisia
ISSN : 1693945X     EISSN : 26147165     DOI : 10.29238/JNUTRI
Core Subject : Health, Education,
Nutrisia provides a forum for publishing the novel research and knowledge related to nutrition. This journal encompasses original research articles, review articles, and case study, including: Clinical Nutrition Community Nutrition Food Service Food Technology
Articles 122 Documents
The Change of Haemoglobin Levels in Hemodialysis Patient with The Provision of Nutritional Support Fery Lusviana Widiany; Ari Tri Astuti
JURNAL NUTRISIA Vol 21 No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.893 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v21i2.196

Abstract

Background : Hemodialysis patients are at risk of anemia, malnutrition, and gastrointestinal disorders. Because of those many nutritional problems, hemodialysis patients need to obtain nutritional support of protein sources, which can be filled with catfish (Clarias sp.) abon. Objectives : This study aimed to determine the change of hemoglobin level in hemodialysis patients with the provision of nutritional support. Method : This was a quasi-experimental with the pre-post test design. The study was conducted at Panembahan Senopati General Hospital in Bantul during January–December 2017. Catfish abon was given to the eligible patients approximately 0.36 g/kgBW/day for 21 days. Subjects were 32 routine hemodialysis patients whose age are >18 years. The dependent variable was hemoglobin level, while the independent variable was the provision of catfish abon. Data were analyzed using univariate and bivariate with paired T-test. Results : The average of pre and post intervention hemoglobin level were 9.24±SD g/dl and 9.50±SD g/dl respectively. There were no differences on average hemoglobin level of hemodialysis patient (p=0.208). Conclusion: provision of nutritional support increases the average of hemoglobin level during the intervention, although it does not statistically affect the hemoglobin level of hemodialysis patients.
Edukasi Kelompok Sebaya Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Gizi Besi Pada Remaja Rini Wuri Astuti; Isti Suryani
JURNAL NUTRISIA Vol 22 No 1 (2020): Maret (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.784 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v22i1.197

Abstract

Latar belakang : Anemia Gizi besi (AGB) merupakan salah satu masalah gizi yang banyak dijumpai di Indonesia khususnya pada remaja. Remaja putri beresiko tinggi mengalami anemia. Pencegahan anemia gizi besi pada remaja dapat dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pada kelompok sebaya. Tujuan Khusus : Mengetahui pengaruh pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kelompok sebaya terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan anemia gizi besi pada remaja. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian quacy experimental dengan rancangan pre-post test with control group design. Penelitian ini bertempat di Desa Trimurti, Srandakan, Bantul. Populasi dalam penelitian adalah seluruh remaja putri. Analisis bivariat menggunakan uji Independent Sample T-Test dan uji Mann Whitney. Hasil : Ada peningkatan pengetahuan secara signifikan sebelum dan setelah intervensi edukasi kelompok sebaya pada kelompok perlakuan p=0,001 (p<0,05), dan kelompok kontrol p=0,037 (p<0,05). Nilai sikap sebelum dan setelah intervensi pada kelompok perlakuan berubah positif secara signifikan dengan nilai p=0,002 (p<0,05). Nilai sikap sebelum dan setelah intervensi pada kelompok kontrol berubah secara positif tetapi tidak signifikan dengan p=0,46 (p>0,05). Kesimpulan: Intervensi edukasi kelompok sebaya meningkatkan pengetahuan dan sikap anemia gizi besi secara signifikan.
Pengaruh Aplikasi Pencegahan Stunting "Gasing" Terhadap Perilaku Pencegahan Stunting Pada Siswi SMA Di Wilayah Kecamatan Kalibawang Kulon Progo Heru Subaris Kasjono; Eko Suryani
JURNAL NUTRISIA Vol 22 No 1 (2020): Maret (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.402 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v22i1.200

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Pengembangan program promosi kesehatan yang efektif melalui pendidikan kesehatan dengan aplikasi Android diharapkan dapat menyediakan informasi dan mendampingi remaja putri agar lebih baik dalam kesehatannya. Tujuan: Mengetahui pengaruh aplikasi GASING terhadap perilaku pencegahan stunting pada siswi SMA di Kecamatan Kalibawang Kulon Progo. Metode: Quasi eksperiment dengan Pretest Posttest with Control Group Design. Sampling dilakukan dengan simple random sampling. Responden diberi informasi tentang gizi dan PHBS dengan bentuk aplikasi. Uji statistik yang akan digunakan adalah dengan program SPSS for Windows. Hasil: Peningkatan perilaku pencegahan stunting pada kelompok pengguna aplikasi GASING meningkat sebesar 15,67, sedangkan pada kelompok yang diberikan leaflet meningkat sebesar 3,54. Hasil dari uji Wilcoxon dan Mann Whitney diperoleh p-value 0,000 (p-value<0,05). Sehingga, penggunaan aplikasi GASING meningkatkan perilaku pencegahan stunting lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian leaflet. Kesimpulan: Aplikasi GASING meningkatkan perilaku pencegahan stunting
Analisis dan Sinkronisasi Tabel Komposisi Pangan Aplikasi Nutrisurvey Versi Indonesia Priyo Sulistiyono; Yanto Heriyanto; Irfan Priyadi; Lisiana Fazriyani Putri; Oetika Rilkiyanti
JURNAL NUTRISIA Vol 22 No 1 (2020): Maret (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.802 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v22i1.201

Abstract

Latar Belakang: Ahli gizi Indonesia masih banyak yang menggunakan aplikasi Nutrisurvey (NS) untuk menganalisis kandungan gizi pada bahan makanan dan resep makanan. Nutrisurvey Indonesia (2005) memiliki kekurangan berupa database nilai gizi pangan atau Food Composition Table (FCT) yang masih belum diperbaharui atau disinkronkan dengan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI-2017). Hal ini menyebabkan terjadi ketidaksesuaian perhitungan estimasi nilai gizi pangan. Tujuan: mengetahui perbedaan; jenis pangan, jumlah zat gizi dan nilai gizi pangan pada aplikasi Nutrisurvey (NS-2005) dan TKPI-2017 dan melakukan pembaharuan pangkalan data NS. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif observasional, dengan menyelia perbedaan jenis pangan, jumlah zat gizi dan nilai gizi pangan. Pembaharuan pangkalan data aplikasi NS. Hasil: Jumlah jenis pangan di TKPI sebanyak 1.113 jenis dan Nutrisurvey sebanyak 934 jenis. Nutrisurvey sebanyak 43 zat gizi dan TKPI sebanyak 21 zat gizi. Perbedaan jumlah zat gizi pada keduanya sebesar 22 zat gizi. Nutrisurvey memiliki rerata nilai gizi pangan lebih tinggi daripada TKPI sebesar 34,3%. Hasil sinkronisasi menghasilkan Aplikasi Nutrisurvey dengan pangkalan data baru yang disebut Nutrisurvey-TKPI 2017 (NS-TKPI 2017). Kesimpulan: Nutrisurvey-TKPI 2017 dengan berbagai kelebihannya masih layak untuk digunakan oleh ahli gizi dan praktisi gizi. Nutrisurvey memiliki fitur yang cukup mendukung kerja ahli gizi.
Penggunaan Media Cakram Gizi terhadap Perilaku Konsumsi Sayur dan Buah Remaja Siska Puspita Sari; Umi Mahmudah
JURNAL NUTRISIA Vol 22 No 1 (2020): Maret (2020)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.178 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v22i1.202

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi sayur dan buah remaja belum sesuai gizi seimbang. Frekuensi konsumsi sayur remaja kurang dari 3x per hari di daerah urban sebesar 57,1 persen dan di daerah rural sebesar 48 persen. Sedangkan konsumsi buah remaja kurang dari 2x per hari di daerah rural sebesar 85,7 persen dan daerah urban sebesar 39,8 persen. Tujuan: Penelian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media cakram gizi terhadap perilaku konusmusi sayur dan buah pada remaja. Metode: Penelitian merupakan penelitian quasi experiment dengan rancangan one group pretest-postest design, subjek kelas X dan XI di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta sebanyak 61 orang. Teknik pemilihan subjek menggunakan purposive sampling. Data pengukuran perilaku sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) dengan form Food Frequency Questionnaire (FFQ) yang sudah divalidasi. Analisis data menggunakan Wilcoxon Rank Test. Hasil: Nilai minimum konsumsi sayur 14 gram/hari dan nilai maksimum 780 gram/hari. Nilai minimum konsumsi buah 16 gram/hari dan nilai maksimum 835 gram/hari. Kesimpulan: Terdapat peningkatan rerata nilai perilaku dengan p=0,147(p>0,05) untuk konsumsi sayur, p=0,075(p>0.05) untuk konsumsi buah setelah dilakukan edukasi menggunakan media cakram gizi. Tidak terdapat pengaruh penggunaan media cakram gizi terhadap konsumsi sayur dan buah pada remaja. Kata kunci: Cakram Gizi, Konsumsi Buah, Konsumsi Sayur, Perilaku, Remaja
Karakteristik Kimia dan Warna Biskuit Subtitusi Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) dan Tepung Ubi Jalar Oranye (Ipomoea batatas) Sebagai Makanan Tambahan Potensial pada Anak dengan Hipoproteinemia Previta Zeisar Rahmawati; Ariana Listuhayu Wahyuni
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 1 (2021): Maret (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.573 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v23i1.203

Abstract

Latar belakang: Cacing tanah merupakan sumber protein hewani tinggi, tetapi olahan tepung cacing tanah untuk dijadikan sebagai bahan aditif pada produk pangan fungsional belum optimal. Produk pangan dalam bentuk biskuit yang diperuntukkan terutama bagi anak anak dengan kondisi rendah protein (hipoproteinemia), Tujuan: Mengkarakterisasi produk biskuit yang disubtitusi tepung cacing tanah (TCT) dan Tepung Ubi Jalar Oranye (TUO), secara kimia dan fisik warna. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental menggunakan 1 kontrol, 4 perlakuan dan 2 kali pengulangan (duplo) sehingga diperoleh 10 percobaan. Perbandingan subtitusi TCT dan TUO (rasio dalam gram) yaitu F0 (0:0), F1 (4:45), F2 (10:65), F3 (20:80), F4 (35:115). Karakteristik kimia meliputi penentuan kadar karbohidrat, protein, lemak, air, dan abu, sedangkan uji warna meliputi derajat kecerahan, kemerahan dan kekuningan. Hasil: Data hasil analisis kimia menunjukkan produk biskuit subtitusi kadar protein, lemak, abu mengalami peningkatan dan kadar karbohidrat dan air mengalami penurunan. Warna biskuit paling pekat pada F4 (41,2). Kesimpulan: Subtitusi Tepung cacing tanah dan tepung ubi jalar oranye pada biskuit meningkatkan kadar protein, lemak dan abu. Warna fisik biskuit berubah semakin pekat yang dipengaruhi oleh tingginya subtitusi TCT dan TUO.
Asupan Lemak Jenuh dengan Kadar Kolesterol Low Density Lipoprotein pada Lansia Hiperkolesterolemia Fatma Dwi Puspa Melati; Fery Lusviana Widiany; Inayah Inayah
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 1 (2021): Maret (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.239 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v23i1.205

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi konsumsi makanan berlemak, berkolesterol dan makanan gorengan di Daerah Istimewa (D.I.) Yogyakarta justru lebih tinggi dari angka nasional yakni sebesar 50,7%. Puskesmas Pandak II memiliki prevalensi kasus hiperkolesterolemia terbanyak di Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta sebesar 28,1%, dimana pada lansia mengalami peningkatan dari 60% pada bulan Maret 2019 menjadi 77,3% pada bulan April 2019. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol low density lipoprotein pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross – sectional. Jumlah responden penelitian ini yaitu 47 lansia usia ≥ 60 tahun, yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data asupan lemak jenuh diperoleh dari wawancara kuesioner semi-quantitative food frequency questionnaire. Kadar kolesterol low density lipoprotein diukur mengunakan metode Direct CHOD-PAP. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan taraf kemaknaan 95%. Hasil: Responden yang mempunyai asupan lemak jenuh sebanyak 59,6% dari total responden dan yang mempunyai kadar kolesterol normal sebanyak 55,3%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan p-value 0,001 (p-value <0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan lemak jenuh dengan kadar kolesterol low density lipoprotein pada lansia.
Efektivitas Efektivitas Penyuluhan Gizi melalui Roda Putar dan Leaflet terhadap Pengetahuan dan Sikap Gizi Seimbang pada Siswa Sekolah Dasar Eka Rizky Hidayah; Nur Hidayat; Tri Siswati
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 1 (2021): Maret (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.646 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v23i1.206

Abstract

Latar belakang: Pendidikan gizi sangat penting bagi anak usia sekolah. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pendidikan gizi adalah media. Tujuan: Mengetahui efektivitas media roda putar dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap gizi seimbang pada siswa SD. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain pre test post test with control group design. Intervensi yang diberikan adalah edukasi pengetahuan gizi meliputi tumpeng gizi seimbang, piring makanku, aktivitas fisik, dan PHBS dengan media roda putar dan leaflet. Subyek adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri di Kota Yogyakarta yang dipilih secara random dengan memperhatikan homogenitas strata sekolah, masing-masing sebanyak 28 siswa. Pengetahuan dan sikap diukur dengan cara mengisi kuesioner sebelum dan setelah intervensi. Data perbedaan rata-rata nilai pengetahuan dan sikap pada kelompok yang sama dianalisis dengan independent sample t-test sedangkan perbedaan antar kelompok dengan paired t-test. Hasil: intervensi roda putar dan leaflet meningkatkan pengetahuan gizi seimbang masing-masing sebesar 2,4 (p=0,000) dan 1,0 (p=0,009). Sementara intervensi roda putar dan leaflet meningkatkan sikap positif siswa terhadap gizi seimbang masing-masing sebesar 6,1 (p=0,000) dan 2,5 (p=0,031). Roda putar meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi seimbang lebih tinggi dibanding leaflet, masing-masing 1,4 (p=0,003) dan 3,6 (p=0,030). Kesimpulan: Edukasi dengan media roda putar lebih efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap positif tentang gizi seimbang dibanding leaflet.
Uji Organoleptik, Analisis Kandungan Zat Gizi, Dan Skrining Fitokimia Minuman Campuran Daun Katuk (Saorpus androgynus (L.)Merr), Daun Pepaya (Carica papaya L.), Dan Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Sebagai Peningkat Produksi ASI Iskari Ngadiarti; Muntikah Muntikah
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 1 (2021): Maret (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.793 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v23i1.212

Abstract

Latar Belakang : Pemberian ASI eksklusif masih ditetapkan sebagai salah satu indikator meningkatnya kesehatan ibu dan anak, pembuatan minuman campuran sebagai peningkat produksi ASI dilakukan dengan cara menggunakan bahan pangan lokal. Tujuan : untuk mengetahui formulasi minuman dengan penambahan daun katuk dan daun pepaya terhadap mutu organoleptik, menganalisis kandungan zat gizi dan skrining fitokimia pada formulasi terpilih Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Penelitian ini melibatkan 30 panelis konsumen yang merupakan dosen atau pegawai di Poltekkes Kemenkes Jakarta II dan sudah pernah menyusui terhadap karakteristik warna, aroma, tekstur, rasa, dan tingkat kesukaan. Hasil : Hasil analisis uji statistik non parametrik Friedman dengan tingkat kemaknaan sebesar 95% menunjukkan adanya pengaruh penambahan daun katuk dan daun pepaya terhadap rasa dan tingkat kesukaan minuman campuran. Sedangkan untuk kriteria warna, aroma, dan konsistensi tidak memiliki pengaruh terhadap minuman campuran. Hasil uji mutu kesukaan yang paling disukai adalah minuman daun katuk 100%. Kesimpulan : Ada pengaruh penambahan daun katuk terhadap rasa dan tingkat kesukaan minuman campuran, formula yang terpilih adalah F1 yaitu dengan minuman daun katuk 100%. Kandungan zat gizi minuman campuran terpilih per 100 ml adalah energi 57 kkal, protein 0,87g, Karbohidrat 13,5g, kadar air 85,5 % dan kadar abu 0,29 mg serta mengandung polipenol sebesar 574 mg/kg.
Peningkatan Pati Resisten dan Karakteristik Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Pratanak Metode Kombinasi Pengukusan, Oven Microvawe, Autoclav dan Pendinginan Waluyo Waluyo; Yudi Pranoto; Sardjono Sardjono; Yustinus Marsono
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 1 (2021): Maret (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.814 KB) | DOI: 10.29238/jnutri.v23i1.217

Abstract

Latar belakang: Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) berpotensi sebagai sumber pati resisten (RS), tetapi aplikasinya terbatas karena memerlukan persiapan pengolahan yang lama. Salah satu solusinya adalah dengan mengolah menjadi produk setengah jadi berupa tepung siap pakai. Tujuan: Mengetahui pengaruh pratanak metode kombinasi pemanasan-pendinginan terhadap peningkatan RS dan karakteristik tepung kacang merah. Metode: Kacang merah direndam dalam air 5 jam, lalu dilakukan pratanak dengan tiga metode kombinasi pemanasan-pendinginan, yaitu: pengukusan-pendinginan 3 siklus (SSS), pengukusan-pendinginan, oven mikrowave-pendinginan, autoclaving-pendinginan (SMA) dan pengukusan-pendinginan, autoklaving-pendinginan, oven microwave-pendinginan (SAM). Hasil: Metode SMA secara signifikan menghasilkan tepung kacang merah kadar RS tertinggi (12,08%), meningkatkan kapasitas penahanan air (WHC) sebesar 0,4 g/g dan kapasitas pembengkakan (SP) 0,32 g/g, menurunkan kapasitas penahanan minyak (OHC) 0,06 g/g dan tingkat kelarutan 10,49%, serta menurunkan viskositas. Ketiga metode merubah struktur mikroskopik dengan pola kristalinitas yang tetap yaitu granula pati tipe C. Kesimpulan: Metoda SMA menghasilkan kadar RS tertinggi dengan beberapa perubahan karakteristik tepung kacang merah yang menyertainya.

Page 9 of 13 | Total Record : 122