cover
Contact Name
Almira Sitasari
Contact Email
almira.sita@poltekkesjogja.ac.id
Phone
+6287738977846
Journal Mail Official
j.nutrisia@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, Jalan Titi Bumi No.3, Banyuraden Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Nutrisia
ISSN : 1693945X     EISSN : 26147165     DOI : 10.29238/JNUTRI
Core Subject : Health, Education,
Nutrisia provides a forum for publishing the novel research and knowledge related to nutrition. This journal encompasses original research articles, review articles, and case study, including: Clinical Nutrition Community Nutrition Food Service Food Technology
Articles 127 Documents
Pengaruh Substitusi Sari Kacang Merah dan Jagung Manis terhadap Daya Terima, Nilai Serat, dan Total Bakteri Asam Laktat Yogurt Wizara Salisa; Annis Catur Adi
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 2 (2021): September (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v23i2.87

Abstract

Latar Belakang: Kacang merah dan jagung manis termasuk pangan nabati tinggi serat dan bersifat mudah diolah. Produk berbahan dasar susu yang difermentasi oleh bakteri asam laktat disebut yogurt. Konsumsi produk dengan bakteri asam laktat dan serat mampu memberi manfaat kesehatan. Tujuan: Mengetahui pengaruh substitusi sari kacang merah dan sari jagung manis terhadap daya terima, nilai serat, dan total bakteri asam laktat yogurt. Metode: Desain penelitian adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Penelitian daya terima dilakukan pada panelis tidak terlatih sebanyak 30 mahasiswa Gizi FKM UNAIR dengan sampel 3 formula substitusi dan 1 formula kontrol.Analisis statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Ada pengaruh signifikan antara substitusi dengan karakteristik rasa yogurt. Formula yogurt terbaik yang paling disukai berdasarkan mean ranks tertinggi adalah formula F2. Nilai serat formula terbaik F2 menurut uji laboratorium sebanyak 4,65 g telah mencukupi 15,5 % AKG serat dewasa per hari. Total bakteri asam laktat dalam formula F2 sebanyak 108 CFU/ml. Kesimpulan: Formula F2 merupakan formula terbaik dengan daya terima, nilai serat dan total bakteri asam laktat yang tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai minuman alternatif untuk kesehatan.
Hubungan Faktor Individu dan Lingkungan dengan Kecenderungan Perilaku Makan Menyimpang Remaja Fitria Rizkia Hayati; Mutiara Rahmayanti; Jihan Rahmadany; Khadijah Qurrata Ayun; Babucarr Jassey; Hoirun Nisa
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 2 (2021): September (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v23i2.171

Abstract

Perilaku makan menyimpang (PMM) pada remaja adalah masalah kesehatan masyarakat yang biasa di negara maju, namun saat ini juga banyak ditemukan di negara berkembang. PMM yang berkembang selama masa remaja merupakan masalah kesehatan serius yang dapat merusak perkembangan fisik dan sosial seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individu dan lingkungan dengan kecenderungan perilaku makan menyimpang pada remaja di SMKS Nusantara 01 Ciputat tahun 2019. Penelitian ini menggunakan jenis studi analitik dengan desain cross sectional dilakukan di Ciputat, Tangerang Selatan pada bulan Mei 2019. Terdapat 11 variabel yang diteliti dengan cara pengisian lembar kuesioner dan pengukuran antopometri. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji chi square dan uji regresi logistik pada SPSS. Jumlah partisipan sebanyak 282 siswa yang diseleksi dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 41,1% partisipan yang memiliki kecenderungan PMM. Selain itu diketahui bahwa siswa dengan IMT gemuk berisiko 2,03 kali lebih besar untuk mempunyai kecenderungan PMM (95% CI: 0,97-4,26). Siswa yang mendapat pengaruh teman sebaya terkait perilaku makan berisiko 2,82 kali lebih besar untuk mempunyai kecenderungan PMM (95% CI: 1,37-5,82). Kesimpulan penelitian ini yaitu IMT dan pengaruh teman sebaya merupakan faktor yang berhubungan dengan kecenderungan perilaku makan menyimpang pada siswa di SMKS Nusantara 01 Ciputat.
Intervensi Diary DOREMI Pada Remaja Obesitas Di SMAN 4 Palangka Raya Sri Laksmi Dewi; Sugiyanto Sugiyanto; Erma Nurjanah Widiastuti
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 2 (2021): September (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v23i2.218

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada remaja dapat menurunkan rasa percaya diri dan gangguan psikologis, sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan atau pencegahan melalui pendidikan gizi salah satunya konsultasi gizi menggunakan media yang mudah diterima kalangan remaja. Tujuan: Mengetahui pengaruh konseling dengan Diary DOREMI pada remaja obesitas di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Metode: Desain penelitian menggunakan eksperimen semu dengan one group pre-test post-test. Pengambilan subyek dengan purposive sampling diperoleh 15 responden. Data yang dikumpulkan adalah usia, jenis kelamin, pola makan, asupan energi, aktivitas fisik, dan berat badan. Analisis bivariat menggunakan uji Mc Nemar, Paired T-test dan Wilcoxon. Hasil: Remaja yang obesitas sebanyak 53,3% berusia 13-15 tahun dan 73,3% laki-laki. Terdapat pengaruh konseling dengan Diary DOREMI terhadap pola makan (p= 0,046), berat badan (p=0,017) dan asupan energi (p=0,000), serta tidak terdapat pengaruh terhadap aktivitas fisik (p=0,065). Kesimpulan: Terdapat pengaruh konseling dengan Diary DOREMI terhadap pola makan, berat badan, dan asupan energi.
Pengaruh Penambahan Sari Daun Kelor terhadap Kadar Zat Besi, Vitamin C dan Daya Terima Kue Dadar Gulung Savira Laksita Maharani; Ninna Rohmawati; Manik Nur Hidayati
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 2 (2021): September (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v23i2.223

Abstract

Kue dadar gulung dengan penambahan sari daun kelor merupakan salah satu bentuk modifikasi makanan sebagai penanganan anemia pada remaja. Untuk meningkatkan penerimaan dan fungsi nutrisi kue dadar gulung sari kelor dengan memodifikasi komposisinya menjadi kue dadar gulung dengan penambahan sari daun kelor. Tujuan penelitian ini menganalisis kandungan zat besi, vitamin C dan hasil uji kesukaan kue dadar gulung sari kelor dengan penambahan sari daun kelor 0%, 10%, 20% dan 30%. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen bentuk desain Posttest Onlty Control Group Desain. Desain penelitian menggunakan dua kelompok yaitu kelompok yang diberi perlakuan yaitu kue dadar gulung sari kelor dengan penambahan sari daun kelor dan kelompok yang tidak diberi perlakuan yaitu kue dadar gulung tanpa penambahan sari daun kelor. Hasil uji statistic kadar zat besi dan vitamin C menggunakan Kruskall Wallis dan One-Way ANOVA menunjukkan nilai signifikansi 0,0001 (<0,05) atau terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kadar zat besi dan vitamin C pada kue dadar gulung dengan penambahan sari daun kelor. Hasil statitik uji kesukaan menunjukkan bahwa warna, rasa dan tekstur memiliki perbedaan yang signifikan, sedangkan aroma tidak berbeda signifikan. Berdasarkan uji kandungan zat besi, vitamin C dan uji kesukaan X2 merupakan kelompok perlakuan yang paling disukai oleh panelis.
Permen Jelly Kepala Lele Dumbo dan Sari Buah Naga Tinggi Kalsium Risa Martiana; Nadiyah Nadiyah; Vitria Melani; Putri Ronitawati; Harna Harna
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 2 (2021): September (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v23i2.234

Abstract

Latar Belakang: Konsumsi kalsium anak usia 2-12 tahun di Indonesia sangat jauh dari kebutuhan AKG per hari, kalsium merupakan mineral yang berperan dalam pertumbuhan serta menjaga kesehatan tulang dan gigi. Tulang kepala ikan lele dumbo mempunyai potensi sebagai alternatif bahan makanan kaya akan kalsium. Pangan lokal seperti buah naga dalam 100 gram memiliki vitamin C sebanyak 9,4 mg, yang dimana vitamin C berfungsi sebagai stabilitas kolagen dan pembentukan tulang. Potensi bahan tersebut ditambahkan dalam pembuatan permen jelly untuk meningkatkan asupan kalsium. Tujuan: Mengetahui kandungan gizi, uji organoleptik, dan sifat fisik permen jelly penambahan tepung kepala lele dumbo dan sari buah naga merah. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Terdapat empat formulasi dengan penambahan sari buah naga dan tepung kepala lele yang berbeda-beda yaitu, J0 (100:0), J1 (75:25), J2 (50:50), dan J3 (25:75). Analisis yang dilakukan meliputi proksimat, kalsium, vitamin C, total gula, sifat fisik, dan organoleptik. Analisis statistik untuk melihat perbedaan nilai gizi menggunakan One Way Anova dan uji lanjut Duncan. Hasil: Kandungan kalsium tertinggi terdapat pada J3 sebesar 2712 gram, vitamin C tertinggi terdapat pada J1 sebesar 75,44 gram. Kesimpulan: Formulasi J1 sebagai formulasi terpilih memenuhi 123% kalsium, 51,44% vitamin C per 100 gram nya.
Status Gizi, Asupan Natrium, Asupan Serat dengan Kejadian Hipertensi: A Cross Sectional Study Dyah Opsa Condro Wati Melini; Rani Rahmasari Tanuwijaya
JURNAL NUTRISIA Vol 23 No 2 (2021): September (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v23i2.241

Abstract

Hipertensi salah satu penyakit tidak menular yang disebut juga sebagai the silent killer karena tidak ada gejala fisik yang diketahui. Faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi adalah status gizi, dan asupan makanan yaitu natrium dan serat. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi, asupan natrium, dan asupan serat dengan penderita hipertensi pasien rawat jalan usia 36-45 tahun di UPT Puskesmas Jombang, Tangerang Selatan. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel sebanyak 100 orang yang dipilih menggunakan Teknik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan Fisher Exact. Hasil ditemukan ada hubungan antara asupan natrium dengan hipertensi (p=0,017) sedangkan status gizi dan asupan serat tidak ada hubungan dengan hipertensi dengan p-value masing-masing (p=0,515) dan (p=1,000). Kesimpulan hipertensi memiliki keterkaitan yang erat dengan asupan natrium namun sebaliknya status gizi dan asupan serat.
Perencanaan Menu, Preferensi Menu, Terhadap Biaya Sisa Makanan dan Zat Gizi Yang Hilang Putri Ronitawati; Bunga F Ayupradinda; Laras Sitoayu; Mertien Sa'pang; Rachmanida Nuzrina
JURNAL NUTRISIA Vol 24 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v24i1.245

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Salah satu rangkaian kegiatan penyelenggaraan makanan yaitu perencanaan menu. Preferensi menu adalah sikap dan tingkat kesukaan responden terhadap makanan. Indikator keberhasilan suatu sistem penyelenggaraan makanan adalah sisa makanan. Tingginya sisa makanan dapat menggambarkan adanya zat gizi yang terbuang. Secara ekonomi adanya sisa makanan menggambarkan adanya biaya yang terbuang. Tujuan: Menganalisis perencanaan menu, preferensi menu terhadap biaya sisa dan zat gizi yang hilang pada menu makan siang karyawan. Metode: Desain penelitian adalah cross sectional. Tempat penelitian dilakukan di kantor notaris di kota Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2020. Sampel didapat sebanyak 45 dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner karakteristik responden, angket preferensi menu, dan form food weighing. Analisis statistik menggunakan uji Spearman. Hasil: Uji Korelasi Spearman menunjukan preferensi menu tidak berhubungan dengan biaya sisa (p=0.339) dan zat gizi yang hilang (p=282). Kesimpulan: Perencanaan menu di kantor notaris di kota Malang dilakukan setiap 3 bulan sekali oleh pemilik katering. Siklus menu yang digunakan adalah siklus menu 10 hari. Perencanaan menu yang ada di kantor tersebut masih kurang baik karena hanya memenuhi beberapa aspek perencanaan menu yaitu faktor manajemen, sedangkan untuk faktor konsumen belum terpenuhi. Tidak ada hubungan antra preferensi menu dengan biaya sisa dan zat gizi yang hilang.
Hubungan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Ninna Rohmawati; Manik Nur Hidayati; Maulidyatul Jannah
JURNAL NUTRISIA Vol 24 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v24i1.248

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi kesehatan masyarakat yang biasanya dialami oleh balita yang gagal dalam pertumbuhannya. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan memperhatikan asupan makanan bergizi dan beraneka ragam. Kecamatan Sumberjambe memiliki kejadian stunting tertinggi sebesar 29,35% dengan Desa Jambearum berada di urutan pertama yang memiliki kasus stunting berjumlah 148 kasus. Sedangkan untuk prevalensi pola pangan harapan, Kecamatan Sumberjambe memiliki PPH rendah sebesar 77,06%. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara skor Pola Pangan Harapan (PPH) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan sampel berjumlah 81. Instrumen yang digunakan adalah form skor PPH dan form recall 2x24 jam dan dilakukan pengukuran antropometri TB. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple randome sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: hasil penelitian menunjukkan kejadian stunting ditemukan sebesar 39,5% dan mayoritas balita memiliki pola pangan harapan yang rendah yaitu sebesar 50.57% dengan energi rata-rata 672,48 kkal pada balita usia 24-59 bulan. Dari analisis chi-square diperoleh nilai p = 1,000. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara Pola Pangan Harapan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Jambearum Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember.
Implementation of Transtheoretical Model Nutrition Education and Chromium Picolinate Supplementation on Improved Dietary Adherence Behavior, Chromium Consumption Pattern and Blood Glucose Level Diabetes Mellitus Patients Lely Cintari; Desak Putu Sukraniti
JURNAL NUTRISIA Vol 24 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v24i1.252

Abstract

Bali is one of the provinces in Indonesia that has a Diabetes Mellitus rate above the national prevalence. According to the results of the 2020 study, 56.9% of DM patients did not understand diet education and did not comply with the diet by 56.9% with abnormal blood glucose levels of 63.9%. The results confirmed that repeated exposure with the right method, especially with The theoretical model is very effective in increasing knowledge and adherence to diet and chromium consumption patterns in DM patients. Chromium is effective in improving blood glucose levels in people with Diabetes Mellitus (Types 1 and 2). Chromium improves glucose metabolism in patients with prediabetic glucose intolerance and all women with gestational diabetes. The purpose of this study was to determine the role of nutrition education using a transtheoretical model and the effect of chromium picolinate supplementation on dietary adherence behavior, chromium consumption patterns, and blood glucose levels in patients with diabetes mellitus. This type of research is quasi-experimental. The research design used was one group pretest-posttest. This design does not use a comparison group (control) but uses the first observation (pretest) which allows testing the changes that occur after the experiment or program (Notoatmodjo, 2010). The study was conducted at the Denpasar Health Center. The results showed that there were differences in the level of knowledge and consumption of chromium and blood glucose levels in DM patients. However, there was no difference in the attitude and level of dietary compliance of DM patients.
Pengetahuan Dan Keberagaman Konsumsi Pangan Tokoh Masyarakat di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul Slamet Iskandar; Almira Sitasari; Diana Andriyani Pratamawati; Endah Martati
JURNAL NUTRISIA Vol 24 No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/jnutri.v24i1.259

Abstract

Peran tokoh masyarakat sebagai edukator dibutuhkan untuk meningkatkan keberagaman konsumsi pangan masyarakat, sehingga tokoh masyarakat harus mempunyai pengetahuan yang baik tentang keberagaman konsumsi pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tokoh masyarakat tentang keberagaman konsumsi pangan. Untuk mengetahui capaian keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat serta hubungan antara pengetahuan dengan keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain crossectional. Lokasi penelitian di Kecamatan Jetis Kabupaten Bantul. Sampel diambil secara proporsional random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan variabel terikatnya adalah keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat. Data dianalisis dengan korelasi product moment. Rata-rata skor pengetahuan tokoh masyarakat adalah 44.85±13,71. Rata-rata skor keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat adalah (50.87±13,58)%. Analisis korelasi product moment menunjukkan p=0,019. Ada hubungan antara pengetahuan dengan keberagaman konsumsi pangan tokoh masyarakat. Ahli gizi puskesmas diharapkan dapat memberikan penyuluhan atau pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang keberagaman konsumsi pangan kepada tokoh masyarakat.

Page 10 of 13 | Total Record : 127