cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022)" : 14 Documents clear
Household Spending, Social Media Addiction, and Its Impact on Muslim Family Ties Hari Candra; Helmalia Helmalia
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v11i2.15119

Abstract

Few are aware that spending more time on social media within the home and allocating domestic work can disrupt the household's economic equilibrium. Currently, the modern way of life has eroded the values of Muslim homes. On the basis of Islamic values, Muslim household ties reflect an attitude that balances the satisfaction of needs with the allocation of time for domestic work. This study examines the relationship between the household's social media addiction, household spending, and its impact on family ties in the West Sumatra Province of Indonesia. This study employs a relational survey model and quota sampling to collect data from 250 households in the ten cities/districts of West Sumatra Province with the most significant internet usage in 2020. Various statistical analysis methods, including descriptive statistics and moderating regression analysis using ordinary least squares (OLS), are utilized for modeling throughout the entire study. The empirical findings indicate that household spending has a significant negative impact on family ties, with a coefficient of 2.00, and that social media addiction among both parents and adolescents has a relatively significant negative impact on family ties, with coefficients of 0.0011 and 0.0082, respectively. In addition, this phenomenon has not occurred across all categories of household spending, nor has marital status moderated the relationship between household spending, social media addiction, and family ties. At the same time, adolescents from divorced homes are susceptible to social media addiction.======================================================================================================== ABSTRAK – Pengeluaran Rumah Tangga, Kecanduan Media Sosial, dan Dampaknya terhadap Ikatan Keluarga Muslim. Tidak banyak yang menyadari bahwa menghabiskan lebih banyak waktu dengan media sosial di dalam rumah tangga dan mengalokasikan pekerjaan rumah tangga dapat mempengaruhi keseimbangan umum dalam ekonomi rumah tangga. Gaya hidup modern saat ini telah mengikis nilai-nilai rumah tangga Muslim. Ikatan rumah tangga Muslim merupakan sikap harmonisasi pemenuhan kebutuhan dan alokasi waktu pekerjaan rumah tangga berdasarkan landasan nilai-nilai Islam. Penelitian ini mengeksplorasi fenomena kausal kecanduan media sosial rumah tangga, pengeluaran rumah tangga, dan dampaknya terhadap ikatan keluarga di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Penelitian ini menggunakan model survei relasional, dengan teknik pengambilan sampel kuota 250 rumah tangga, dari sepuluh wilayah Kota/Kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, dengan penggunaan internet paling tinggi pada tahun 2020. Berbagai metode analisis statistik digunakan, antara lain statistik deskriptif dan analisis regresi moderasi Ordinary Least Square (OLS), untuk pemodelan selama penelitian. Temuan empiris menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga berpengaruh negatif signifikan terhadap ikatan keluarga, koefisien= 2,00, dan kecanduan media sosial antara orang tua dan remaja memiliki pengaruh negatif signifikan relatif 0,0011 dan 0,0082 terhadap ikatan keluarga. Selain itu, fenomena ini belum terjadi pada semua kategori pengeluaran rumah tangga, dan status perkawinan belum memoderasi pengeluaran rumah tangga dan interaksi kecanduan media sosial pada ikatan keluarga. Pada saat yang sama, remaja di rumah tangga yang bercerai rentan terhadap paparan kecanduan media sosial.
Determinants of Islamic Banks' Net Income in Middle Eastern Countries Dewi Ayu Muliani; Suriani Suriani; Chenny Seftarita
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v11i2.15054

Abstract

ABSTRACT – Income is one of the most important performance indicators for Islamic banks; the higher the income, the better their performances. Among all Islamic financial institutions worldwide, Islamic banks in the Middle East are listed as having the largest assets and income. This study examined how inflation, total assets, foreign investment (FDI), and gross domestic product (GDP) affect Islamic bank net income in the Middle East. The research objects are Islamic banks in the Middle East, with the criteria being the oldest Islamic banks with the largest assets, as determined by the IFSB report. The data were collected on an annual basis (2005-2021) and analyzed with the Panel Vectorautoregressive method. The results show that the current income of Islamic banks will have both positive and negative effects one year earlier. Meanwhile, gross domestic product had a negative impact on the net income of Islamic banks in Middle Eastern countries during the previous two years, whereas total assets had a positive impact during the same time period. In addition, neither inflation nor FDI has any effect on net income. The accumulated assets of Islamic banks in the Middle East are substantial and can be used to increase their net income. Additionally, the GDP has a negative impact on the net income of Islamic banks. This demonstrates that enhancement income from the public did not flow to Islamic banks, but rather was redirected to safer, more profitable, and less risky sectors, such as mutual funds, real estate, and stocks. Therefore, an increase in GDP as well as total assets is necessary in order to increase Islamic banks' net income in the Middle East.========================================================================================================ABSTRAK – Determinan Pendapatan Bersih Bank Syariah di Negara Timur Tengah. Pendapatan adalah salah satu indikator kinerja yang penting bagi bank syariah dimana semakin tinggi nilai incomenya, semakin baik pula kinerjanya. Di antara semua lembaga keuangan syariah di dunia, bank-bank syariah di Timur Tengah tercatat memiliki aset dan pendapatan terbesar. Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi pengaruh inflasi, total aset, penanaman modal asing, dan produk domestik bruto (PDB) terhadap pendapatan bersih bank syariah di Timur Tengah. Objek penelitian adalah bank syariah di Timur Tengah dengan kriteria menjadi bank tertua dengan aset terbesar yang ditentukan oleh laporan IFSB. Data dikumpulkan secara tahunan (2005-2021) dan dianalisis dengan metode Panel Vectorautoregessive. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendapatan bank syariah saat ini akan memiliki efek positif dan negatif satu tahun sebelumnya. Sementara itu, produk domestik bruto berdampak negatif terhadap pendapatan bersih bank syariah di negara-negara Timur Tengah selama dua tahun sebelumnya, sedangkan total aset berdampak positif dalam periode yang sama. Selain itu, baik inflasi maupun penanaman modal asing tidak berpengaruh terhadap pendapatan bersih. Akumulasi aset bank syariah di Timur Tengah sangat besar dan dapat digunakan untuk meningkatkan pendapatan bersih mereka. Kajian juga menunjukkan bahwa PDB memiliki dampak negatif terhadap pendapatan bersih bank syariah. Hasil ini mengindikasikan bahwa pendapatan masyarakat tidak masuk ke bank-bank syariah, tetapi mengalir ke sektor-sektor yang lebih aman, menguntungkan, dan kurang berisiko, seperti reksa dana, real estate, dan saham. Oleh karena itu, peningkatan PDB serta total aset diperlukan untuk meningkatkan laba bersih bank syariah di Timur Tengah.
What Determines Corporate Sukuk Ratings in Indonesia? Sartini Wardiwiyono; Moch Imron
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v11i2.12085

Abstract

Along with the dynamic development of the Islamic capital market, sukuk is rapidly evolving into an Islamic financial instrument in high demand. However, because every investment involves risks, investors must exercise caution when purchasing sukuk. Sukuk rating is one piece of information that investors can use when purchasing sukuk. However, because there are multiple sukuk rating agencies with different rating methods, investors must understand what factors influence sukuk rating. This study aims to investigate the factors influencing the rating of corporate sukuk in Indonesia. It is specifically intended to answer three research questions regarding the influence of 1) financial performance, 2) sukuk maturity, and 3) sukuk structure on sukuk rating. To achieve the goals, 67 sukuk from 14 different nonfinancial sukuk issuers were chosen from 2014 to 2020. Secondary data from PT PEFINDO on profitability, leverage, liquidity, firm size, sukuk maturity, sukuk structure, and sukuk rating were analyzed using ordinal logistic regression to test six research hypotheses. The findings show that firm size and sukuk maturity have a positive impact on corporate sukuk rating in nonfinancial sukuk issuers in Indonesia. The findings lend support to signaling theory and agency theory.========================================================================================================ABSTRAK -  Determinan Apa yang Mempengaruhi Peringkat Sukuk di Indonesia? Seiring dengan dinamisnya perkembangan pasar modal syariah, sukuk berkembang pesat menjadi instrumen keuangan syariah yang semakin diminati oleh masyarakat baik di tingkat nasional maupun internasional. Namun demikian, karena setiap investasi mengandung risiko, investor tetap harus berhati-hati dalam membeli sukuk. Salah satu informasi yang bisa menjadi pertimbangan para investor dalam membeli sukuk adalah peringkat sukuk yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat sukuk. Namun demikian karena lembaga pemeringkat sukuk yang jumlahnya lebih dari satu menggunakan metode yang berbeda-beda dalam melakukan pemeringkatan, investor perlu memahami faktor apa saja yang menjadi determinan dari peringkat sukuk. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat sukuk. Secara lebih khusus, penelitian ini didesain untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian tentang apakah: 1) kinerja keuangan; 2) maturitas sukuk; dan 3) struktur sukuk berpengaruh terhadap peringkat sukuk. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penelitian ini menggunakan data sekunder dari 67 sukuk korporasi yang diterbitkan oleh 14 perusahaan non keuangan dari tahun 2014-2020. Data berkaitan dengan profitabilitas, leverage, likuiditas, ukuran perusahaan, maturitas sukuk, struktur sukuk dan peringkat sukuk yang diterbitkan oleh PT PEFINDO dianalisis dengan menggunakan analisis regresi logistik ordinal untuk menguji enam hipotesis penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa ukuran perusahaan dan maturitas masing-masing memiliki pengaruh positif terhadap peringkat sukuk. Temuan ini mendukung teori sinyal dan teori agensi.
What Drives the Zakat Payment Decision at the BAZNAS of South Sumatra? Eka Octavian Pranata; Irfan Syauqi Beik; Mimin Aminah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v11i2.15379

Abstract

Promotional strategies have a significant impact on decisions to pay zakat at a zakat institution in the era of digital advancement. This study intends to investigate the determinants of zakat payment at the National Zakat Agency (Badan Amil Zakat Nasional - BAZNAS) of South Sumatra Province, Indonesia, using influencer endorsement and electronic word of mouth as independent variables. A total of 250 people, which were selected using the purposive sampling method, participated in this study. The data was processed and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The findings indicate that electronic word of mouth strengthens the beneficial relationship between influencer endorsement and the decision to pay zakat at the BAZNAS. The impact of influencer endorsement on zakat payment decisions was shown to be substantially stronger when electronic word of mouth was included as a moderator variable. The finding suggests that the BAZNAS of South Sumatra must play an optimal role in utilizing public figures to promote the BAZNAS' features, as well as increasing information about BAZNAS on social media, so that muzzaki are interested in paying zakat through BAZNAS.========================================================================================================ABSTRAK – Apa yang Mendorong Keputusan Membayar Zakat pada BAZNAS Sumatera Selatan? Strategi promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan membayar zakat pada lembaga zakat di era kemajuan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji determinan pembayaran zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia, menggunakan influencer endorsement dan electronic word of mouth sebagai variabel independen. Sebanyak 250 orang, yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, berpartisipasi dalam studi ini. Data diolah dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil kajian menunjukkan bahwa electronic word of mouth memperkuat hubungan antara endorsement influencer dengan keputusan membayar zakat di BAZNAS Sumatera Selatan. Dampak influencer endorsement terhadap keputusan membayar zakat terbukti jauh lebih kuat ketika electronic word of mouth dijadikan sebagai variabel moderator. Hasil ini berimplikasi terhadap kebijakan BAZNAS Sumsel dalam mengoptimalkan tokoh-tokoh publik dalam mempromosikan fitur-fitur BAZNAS dan mendiseminasikan lebih banyak informasi mengenai BAZNAS di media sosial, agar muzzaki tertarik membayar zakat melalui BAZNAS.
Jula-Jula: Economic and Accounting Practices in the Muslim Community of North Sumatra Kamilah Kamilah; Ahmad Muhaisin B Syarbaini; Muhammad Yafiz
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v11i2.13213

Abstract

This study aims to analyze and evaluate jula-jula as an accounting and economic practice among the Muslim population of North Sumatra. This study is a descriptive qualitative evaluation of indigenous knowledge in North Sumatra. In-depth interviews were employed for data gathering. Four jula-jula practitioners, five academics, and four Islamic scholars (ulama) were chosen as informants using the snowball sampling technique. The analysis was conducted using Miles and Huberman’s model starting from data reduction, data presentation, to conclusion drawing. The findings illuminate the relationship between jula-jula as an accounting and economic practice and cultural accounting, managerial accounting, behavioral accounting, and Islamic economics. The findings provide a solution for accounting and sharia-based public financial planning.==============================================================================================================ABSTRAK - Jula-Jula: Praktik Akuntansi dan Ekonomi dalam Komunitas Masyarakat Muslim Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mereview jula-jula, kearifan lokal di Sumatera Utara sebagai suatu praktik akuntansi dan ekonomi dalam komunitas masyarakat muslim Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan mempelajari keadaan objek penelitian yakni jula-jula suatu kearifan lokal di Sumatera Utara menggunakan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data. Pemilihan informan dilakukan dengan cara snowball sampling. Informan terdiri dari lima orang akademisi, empat orang ulama dan empat orang praktisi. Selanjutnya dianalisis dengan model Miles dan Huberman mulai dari reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Temuan penelitian ini berkontribusi dalam memahami hubungan praktik jula-jula sebagai praktk akuntansi dan ekonomi dengan akuntansi budaya, akuntansi manajemen, akuntansi keprilakuan dan ekonomi syariah. Penelitian ini dapat menjadi solusi dalam perencanaan keuangan masyarakat yang sesuai dengan akuntansi dan kaidah syariah.
Intellectual Capital Dimensions and Profitability of Sharia Banking in OIC Countries Falikhatun Falikhatun; Siti Mudrikah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v11i2.15443

Abstract

Sharia banks typically have two primary objectives: commercial and social. To fulfill their commercial mission, sharia banks must generate profits as it is one of the most important metrics used to evaluate long-term competitiveness and ensure their operational sustainability. This paper intends to delve deeper into the impact of intellectual capital dimensions on the profitability ratio of Sharia banking. Using panel data from 34 companies from 2015 to 2019, this study distinguished between fixed and random effects using the Hausman test. The Return on Assets (RoA) is then utilized as a proxy for the profitability ratio. Utilizing samples of sharia banking institutions from OIC countries such as Indonesia, Malaysia, Bangladesh, and Pakistan, we found a positive relationship between intellectual capital dimensions and the profitability ratio. Human capital and structural capital have a partial impact on profitability, while relational capital has no influence on the profitability of sharia banks in OIC-member countries.======================================================================================================== ABSTRAK – Dimensi Modal Intelektual dan Profitabilitas Bank Syariah di Negara-negara OKI. Bank syariah umumnya memiliki dua tujuan utama, yaitu komersial dan sosial. Untuk menjalankan misi komersialnya, bank syariah perlu menghasilkan laba yang merupakan salah satu indikator kunci yang digunakan untuk menilai daya saing jangka panjang dan memastikan keberlanjutan operasionalnya. Tulisan ini bertujuan untuk menggali lebih dalam pengaruh dimensi modal intelektual terhadap rasio profitabilitas bank syariah. Dengan menggunakan data panel dari 34 perusahaan mulai tahun 2015 hingga 2019, penelitian ini menggunakan uji Hausman untuk membedakan efek tetap dan efek acak. Return on Asset (RoA) digunakan sebagai proksi untuk rasio profitabilitas. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah bank syariah dari negara-negara anggota OKI seperti Indonesia, Malaysia, Bangladesh, dan Pakistan. Temuan kami mengungkapkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh positif signifikan antara dimensi modal intelektual dengan rasio profitabilitas. Dikaji secara parsial, hanya modal manusia dan modal struktural yang berpengaruh, sedangkan modal relasional tidak berpengaruh terhadap profitabilitas bank syariah di negara-negara anggota OKI tersebut.
Deconstructive Semiotic Discourse of Profit Sharing: Derridean’s Postmodern Critical Study Bayu Tri Cahya; Irsad Andriyanto; Irma Suryani Lubis; Dian Palupi Aqim
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v11i2.12743

Abstract

Accounting symbols are interpreted differently by researchers, which has an impact on the understanding of profit-sharing as a symbol in Islamic accounting, which is not the only truth in the Derridean constructive semiotic view. The research aims to: (a) analyze accounting practitioners' and non-accounting practitioners' interpretations of profit-sharing using Derrida's deconstructive semiotics; and (b) execute a deconstructivity semiotics-reading of the text connected to their perception of profit-sharing. This study employs a postmodern approach accompanied by a postmodern critical paradigm (particularly Jacques Derridean's philosophy) based on critical theory assumptions and ideas in order to examine social reality. This study's data analysis employs rhetorical deconstruction with Jacques Derridean philosophy as a reflection of deconstructive reading. The findings showed that deconstructive semiotics analysis captures some realities, including: (a) profit sharing as a guarantee for any profits as well as losses from the outcome of a business that two parties agreed upon; (b) profit sharing as justice, justice for each party's rights and obligations under the business cooperation agreement; (c) profit sharing as an agreement and responsibility, the type of agreement that occurs at the start of the collaboration; and (d) profit sharing as an agreement and responsibility. This study clarifies the various meanings of profit sharing as well as the significance of their reality.==============================================================================================================ABSTRAK - Pembagian Keuntungan Semiotik Dekonstruktif: Studi Kritis Postmodern Derridean. Para peneliti berbeda dalam menafsirkan simbol akuntansi, yang juga berdampak pada interpretasi bagi hasil sebagai simbol dalam akuntansi Islam yang bukan satu-satunya kebenaran dalam pandangan semiotik konstruktif Derridean. Tujuan penelitian ini adalah: (a) untuk memahami interpretasi bagi hasil oleh praktisi akuntansi dan non akuntansi dengan semiotika dekonstruktif Derrida; dan (b) melakukan pembacaan semiotika dekonstruktif tentang teks yang terkait dengan interpretasi mereka terhadap bagi hasil. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis disertai dengan paradigma kritis postmodern (khususnya filsafat Jacques Derridean) berdasarkan asumsi dan keyakinan dari teori kritis dengan melihat realitas sosial. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan dekonstruksi retoris dengan filosofi Jacques Derridean sebagai refleksi dari pembacaan dekonstruktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis semiotika dekonstruktif mengungkapkan beberapa realitas yaitu; (a) bagi hasil sebagai jaminan atas setiap keuntungan maupun kerugian dari hasil usaha yang disepakati kedua belah pihak; (b) bagi hasil sebagai suatu keadilan, keadilan atas hak dan kewajiban masing-masing anggota perjanjian kerjasama usaha; (c) bagi hasil sebagai kesepakatan dan tanggung jawab, bentuk kesepakatan yang terjadi pada awal kerjasama dan tanggung jawab atas berjalannya kegiatan kerjasama usaha; dan (d) bagi hasil sebagai konsekuensinya, memberikan konsekuensi keuntungan bisnis dari setiap kebijakan bisnis. Kajian ini memberikan pemahaman tentang beragam interpretasi bagi hasil dan makna di balik realitasnya.
Halal Tourism in Lombok: Harmonization of Religious Values and Socio-Cultural Identity Atmo Prawiro
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v11i2.14905

Abstract

This study examines the potential of halal tourism by investigating the relationship between religion and socio-cultural identity on the Indonesian island of Lombok. This study draws on a survey of the literature, semi-structured interviews that rely on social responses, and an anthropological approach that is strengthened with data and information from reliable sources. The findings reveal that religious teachings, along with local culture, are one of the positive elements influencing the adoption of halal tourism in Lombok. Islamic principles are represented in the form of physical culture, in addition to those adopted by the society and used as a reference in their daily activity. Furthermore, the interaction between these data supports the existence of a symbiotic relationship exhibited in the form of constructive support between religion, culture, and the tourism business on the island of Lombok within the context of halal tourism.========================================================================================================ABSTRAK – Pariwisata Halal di Lombok: Harmonisasi Nilai Keagamaan dengan Identitas Sosial-Budaya. Peneltian ini mengkaji otentisitas pariwisata halal melalui studi keterkaitan antara agama dan identitas sosial-budaya di Pulau Lombok Indonesia. Metodologi penelitian ini mengunakan kajian pustaka dan wawancara semi struktur untuk mengumpulkan data teoritis berdasarkan respon sosial dan litearatur pariwisata, serta pendekatan antropologis yang diperkaya dengan data dan informasi dari sumber yang kredibel. Penelitian ini menunjukan bahwa ajaran agama melalui proses yang lama beriringan dengan budaya lokal menjadi salah satu faktor positif penerimaan pariwisata halal di Lombok. Nilai-nilai Islam tidak saja tercermin dari tata-nilai yang dianut masyarakat dan menjadi acuan dalam pola tingkah laku mereka, tetapi juga telah termanifestasikan dalam wujud kebudayaan fisik. Lebih jauh temuan penelitian ini mengukuhkan adanya hubungan simbiosis yang diwujudkan dalam bentuk dukungan konstruktif antara agama, adat dan industri pariwisata dalam bingkai pariwisata halal di Pulau Lombok.
Financial Accountability of Dayah in Aceh Province: Its Meaning and Practice Uun Dwi Al Muddatstsir; Asmuni Asmuni; Marliyah Marliyah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v11i2.11963

Abstract

This study aims to examine the accountability perspectives and practices of financial reporting within dayah institutions in Aceh. The object of this study is dayah institutions located in Langsa City, East Aceh, and Aceh Tamiang. Data were gathered using in-depth interviews with the informants that were selected using purposive sampling with criteria: being a middle-upper management in one of these institutions and have involved in the production of accounting reports. In analyzing the data, the study employs the Miles and Huberman model along with Nvivo Software. The findings reveal that dayah's perspective on financial responsibility is a moral concept that upholds the values of integrity, communicativeness, and concern for meeting organizational duties regarding the use of public funds. In terms of accountability practice, it has not fully complied with the financial accounting standards outlined in PSAK 45 by the Institute of Indonesia Chartered Accountants (IAI), particularly with regard to the financial statements of non-profit entities, which include the disclosure of financial statements, activity reports, cash flow statements, and notes to financial statements. Consequently, it is imperative to expedite the improvement of financial reporting in dayah institutions.======================================================================================================== ABSTRAK - Akuntabilitas Keuangan Dayah di Aceh: Pemahaman dan Praktiknya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pemahaman tentang perspektif akuntabilitas keuangan pada lembaga dayah di provinsi Aceh serta praktik akuntabilitas keuangan yang dilakukannya. Pendekatan penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan teknik analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman serta di kombinasikan dengan alat analisis Software Nvivo. Objek penelitian adalah lembaga dayah yang ada di Kota Langsa, Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Informan penelitian ini adalah para pimpinan dayah dan pihak yang terlibat dalam pembuatan laporan keuangan dayah. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa perspektif dayah tentang akuntabilitas keuangan adalah suatu konsep akhlak yang menjunjung tinggi nilai integritas, komunikatif, dan kepedulian untuk memenuhi pertanggungjawaban organisasi dalam menggunakan dana publik. Praktik akuntabilitas belum memenuhi standar akuntansi keuangan yang digariskan dalam PSAK 45, khususnya dalam hal pengungkapan laporan keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya yang dapat mempercepat perbaikan laporan keuangan pada lembaga dayah di Aceh. 
Islamic Accounting on Local Wisdom: Interpreting the Payable Concept in the Bhubuwan Tradition Merlina Maulida; Driana Leniwati; Tri Wahyu Oktavendi
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v11i2.14829

Abstract

Bhubuwan is the money-giving tradition during a celebration within the Bangkalan community of Madura, East Java. The funds were deemed payable and must be returned at future events of a similar nature. This study aims to delve into the meaning of ‘payable’ in the Bhubuwan tradition in light of Islamic values such as friendship, brotherhood, trust, generosity, and sincerity. Data is gathered through observation, interviews, and documentation review. The informants are members of the local community who have participated in and comprehended the significance of the Bhubuwan tradition. The data is analyzed qualitatively using Miles and Huberman's four stages. The findings show that the term payable is interpreted in a broader context, not just as an obligation, as the existing accounting concept implies, but also as a family relationship and a measure of mutual tolerance and trust. There is also no additional nominal repayment obligation. The value of trust between communities in debt and credit transactions also supports the fact that this tradition has adopted the concept of sharia accounting over the years and has become a part of the local culture. It is expected that the concept of payable in the Bhubuwan tradition will change how humans view accounting concepts in general, particularly those related to payable.========================================================================================================ABSTRAK - Bhubuwan adalah tradisi pemberian uang dalam suatu acara hajatan pada masyarakat Bangkalan Madura, Jawa Timur. Pemberian tersebut dianggap sebagai ‘hutang’ dan akan dikembalikan pada kejadian serupa di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menggali makna hutang dalam tradisi Bhubuwan yang dihubungkan dengan nilai-nilai Islam seperti persahabatan, persaudaraan, kepercayaan, kedermawanan, dan ketulusan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumentasi. Informan adalah anggota masyarakat setempat yang telah berpartisipasi dan memahami tradisi Bhubuwan. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan empat tahapan metode Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa istilah hutang dalam tradisi ini ditafsirkan dalam konteks yang lebih luas, tidak hanya sebagai kewajiban seperti dalam konsep akuntansi, tetapi juga dimaknai sebagai hubungan keluarga, dan sebagai toleransi dan saling percaya. Selain itu, tidak ada penambahan nominal dalam pelunasan hutang. Nilai kepercayaan antar masyarakat dalam transaksi hutang dan kredit juga mendukung fakta bahwa tradisi ini telah mengadopsi konsep akuntansi syariah selama bertahun-tahun dan telah menjadi bagian dari budaya lokal. Konsep hutang dalam tradisi Bhubuwan diharapkan akan mengubah cara pandang manusia terhadap konsep akuntansi secara umum, khususnya yang berkaitan dengan hutang. 

Page 1 of 2 | Total Record : 14