Prosiding Seminar Nasional Biologi, Teknologi dan Kependidikan (Biotik)
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan is an open access and peer reviewed journal. It publishes scientific articles in the field of biology education and technology. Furthermore, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ideas and insights, in addition to critical examinations of biology research and teaching. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. This journal is published by the Department of Biology Education in cooperation with the Center for Research and Community Service (LP2M) Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia. Several topics covered in this journal including: curriculum of Biology Education at all education level, research on learning Biology and learning materials at all education level, qualitative and quantitative research of Biology Education and Technology, school management and Biology laboratory management, trends in Biology Education,another study for the scope of Biology Education, research on environmental education.
Articles
689 Documents
KEANEKARAGAMAN FITOPLANKTON DI SITU PINANGAN KABUPATEN ACEH TENGAH
Oza Athifah;
Zuraidah Zuraidah;
Rizky Ahadi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (573.168 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v9i1.11674
Fitoplankton merupakan organisme yang berperan sebagai produsen primer perairan, dapat dijadikan indikator untuk mengevaluasi kualitas dan tingkat kesuburan perairan. Situ Pinangan merupakan perairan yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, padahal jika di manfaatkan dengan baik akan memilliki nilai perekonomian yang cukup potensial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keanekaagaman fitoplankton. Metode yang digunakan purposive sampling yang terdiri dari 3 stasiun. Masing-masing stasiun terdiri dari inlet (air masuk), air tenang dan outlet (air keluar). Sampel yang diambil menempel pada substrat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 13 jenis fitoplankton yang temaksuk kedalam 3 kelas. Indeks keanekaragaman perifiton di Situ Pinangan 2.51 termaksuk ke dalam kategori sedang.
PENENTUAN MASA VIABILITAS BIJI BERDASARKAN UMUR BUAH PADA EMPAT JENIS ANGGOTA Cucurbitaceae
Hafnati Rahmatan;
Hasanuddin Hasanuddin;
Eritarina Hidayati
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (52.979 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2719
Penelitian tentang “Penentuan Masa Viabilitas Biji Berdasarkan Umur Buah Pada Empat Jenis Anggota Cucurbitaceae†pada bulan Mei sampai Juli 2014 di Laboratorium FKIP Biologi Unsyiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh potensi tumbuh, kecepatan tumbuh dan daya kecambah berdasarkan umur buahpada Mentimun (Cucumis sativus. L), Melon (Cucumis melo Var.), Semangka (Citrullus vulgaris Thunb.) dan Labu Air (Lagenaria leucanthaDuch.). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor Pertama adalah jenis buah terdiri dari 4 taraf yaitu P1= Buah Mentimun, P2= Buah Semangka, P3= Buah Labu Air, dan P4= Buah Melon, dan faktor kedua adalah umur buah yang terdiri atas 3 taraf yaitu M1= Buah telah 40 HSM (hari setelah mekar), M2= Buah telah 50 HSMdan M3 Buah telah 60 HSM. Parameter yang digunakan yaitu potensi tumbuh, kecepatan tumbuh dan daya kecambah. Analisis data menggunakan analisis varian (ANAVA) dan uji lanjut pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian penunjukkan bahwa terdapat pengaruh pada potensi tumbuh terhadap faktor jenis buah, sedangkan pada kecepatan tumbuh tidak berpengaruh hanya saja terdapat kombinasi antara jenis buah dan umur buah dan pada daya kecambah berpengaruh terhadap faktor jenis buah.
PELESTARIAN BIODIVERSITAS MELALUI PENGUATAN KOMPETENSI BUDAYA GURU BERBASIS KEARIFAN LOKAL (LOCAL WISDOM)
Daniah Daniah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.194 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4348
Keanekaragaman hayati atau biodiversitas yang dimiliki oleh Indonesia sangat besar. Potensi-potensi sumber daya alam yang terdapat di dalam pun sangat banyak. Mengingat potensi sumber daya alam (SDA) yang dimiliki oleh Indonesia, kelestarian biodiversitas di Indonesia sangat penting untuk dijaga. Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat merupakan salah satu pemegang peran penting dalam kelestarian biodiversitas tersebut. Masyarakat dengan lingkungan yang berbeda akan menimbulkan perilaku yang berbeda pula, sehingga kearifan lokal dalam masyarakat juga akan berpengaruh terhadap pelestarian biodiversitas di Indonesia. Agar eksistensi kearifan lokal tetap kukuh maka salah satunya yaitu melalui penguatan kompetensi budaya guru seperti pengintegrasian kearifan lokal dalam proses pembelajaran, ekstra kurikuler atau kegiatan kesiswaan di sekolah yang mengarah kepada pelestarian biodiversitas. Kompetensi budaya guru mengisyaratkan kemampuan guru yang tercakup dalam ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang berakar pada budaya peserta didik dan komunitasnya. Guru yang mempunyai kompetensi budaya tidak hanya menguasai materi dan metode pembelajaran, tetapi juga mampu memperkaya (enriching) materi dan metode pembelajaran dengan khazanah kearifan lokal, sehingga peserta didik lebih mudah menangkap substansi materi pembelajaran, menumbuhkan sikap lebih positif terhadap warisan budaya, dan dapat meningkatkan kebermaknaan proses pendidikan. Kearifan lokal masyarakat pada umumnya dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan berdasarkan pengetahuan masyarakat lokal.
ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN MENGGUNAKAN METODE TRANSEK GARIS (LINE TRANSEK) DI HUTAN SEULAWAH AGAM DESA PULO KEMUKIMAN LAMTEUBA KABUPATEN ACEH BESAR
Muslich Hidayat;
Laiyanah Laiyanah;
Nanda Silvia;
Yenni Aulia Putri;
Nurul Marhamah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 5, No 1 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK V 2017
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.452 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v5i1.2198
Tumbuhan merupakan organisme autotrof yang dapat menghasilkan bahan organik untuk keperluan hidupnya dan menjadi ujung rantai makanan bagi beragam jenis organisme heterotof. Hutan seulawah agam merupakan hutan hujan tropis yang terletak di Kawasan Seulawah Agam Desa Pulo, Kemukiman Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar. Di dalam hutan ini terdapat berbagai jenis tumbuhan yang sangat berguna bagi sumber kehidupan makhluk hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, mengidentifikasi dan menganalisa komposisi jenis, tumbuhan, peranan, penyebaran, dan struktur pohon dari vegetasi hutan. Penelitian dilakukan pada tanggal 22 Mei 2016 melalui observasi langsung. Pengambilan data dilakukan dengan metode line transect. Dari hasil pengambilan data, ditemukan 44 spesies tumbuhan kepadatan terbanyak didominasi oleh tumbuhan waru (Hibiscus tiliaceus) nilai kerapatan relatif (KR) 101,9736852% hasil tersebut menunjukkan tidak ada jenis tumbuhan yang mendominasi wilayah tersebut. Sehingga tumbuhan di wilayah tersebut, tergolong sangat bervariasi.
INVENTARISASI DAN POLA DISTRIBUSI VEGETASI POHON DI KAWASAN WISATA PUCOEK KRUENG RABA KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACEH BESAR
Muslich Hidayat;
Laina Mukarramah;
Nurlia Zahara
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 9, No 2 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IX 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Aceh, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.456 KB)
|
DOI: 10.22373/pbio.v9i1.11369
Pohon merupakan komponen biotik penyusun vegetasi yang memiliki manfaat yang sangat luas. Pertumbuhan pohon di suatu daerah sangat tergantung dari faktor lingkungan biotik dan abiotik sesuai kemampuan tumbuh suatu spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui jenis pohon dan bentuk pola distribusi vegetasi pohon yang ada di kawasan wisata sungai Pucok Krueng Raba Kecamatan Lhoknga. Metode penelitian ini menggunakan kombinasi metode line transek dan kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh terdapat 28 jenis pohon dari 16 famili. Pola distribusi pohon di kawasan wisata sungai Pucok Krueng Raba diperoleh data IP = 0,01549 termasuk kategori mengelompok.
PENGARUH MODEL MELALUI KOOPERATIF STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI REPRODUKSI MANUSIA DI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH
Khairil Khairil;
Cut Nurmaliah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (129.843 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2593
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model kooperatif STAD terhadap hasil belajar siswa pada materi reproduksi manusia di SMA Negeri 8 Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah ekperimen dengan desain penelitian “Pretest-Postest Control Group Design†. Sampel pada penelitian ini adalah 2 kelas yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan masing-masing kelas memiliki 30 siswa. Instrumen penelitian adalah tes hasil belajar. Analisis data untuk mengetahui peningkatan hasil belajar menggunakan n-gain, dan uji t pada taraf signifikan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata N-gain kelas eksperimen 77,92 dan rata-rata kelas kontrol 68,92. Hasil analisis statistik diperoleh nilai t-hit (2,043) > t-tab (2,013) Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh model kooperatif STAD terhadap hasil belajar siswa pada materi reproduksi manusia di SMA Negeri 8 Banda Aceh
KEANEKARAGAMAN JENIS COLLEMBOLA DI KAWASAN DEUDAP PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR
Niswatul Laeni;
Qisthi Qisthi;
Sus Paridaini;
Rizky Ahadi
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (709.33 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4267
Pulo Nasi adalah salah satu pulau dari beberapa pulau yang menjadi bagian dari gugusan kepulauan Pulau Aceh yang terletak di kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Pulau Nasi berada pada koordinat 95◦ 9’ 4.44” BT dan 5◦ 37’ 18.68” LU. Collembola merupakan mesofauna yang berperan sebagai indikator air tanah. keanekaragaman Collembola dapat mengetahui kadar kesuburan tanah di kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Collembola di Gampong Deudap, Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini mengunakan metode Purposive Sampling dengan waktu yang berbeda yaitu Nocturnal dan Diurnal yang terdiri dari 5 stasiun yang masing – masing terdiri dari 5 plot terdedah dan 5 plot ternaung. Pengambilan sampel dilakukan dengan mengunakan perangkap pittfall trap, peletakan perangkap jebak dipasang pukul 18:00 WIB dan pengambilan pukul 06:00 WIB. Hasil penelitian ditemukan 23 spesies dari 7 famili Collembola dengan Indeks H’= 3,891 pada pengamatan Collembola Nocturnal (terdedah), 20 spesies dari 7 famili Collembola dengan Indeks H’= 1,590 pada pengamatan Collembola Nocturnal (ternaung), 29 spesies dari 10 famili Collembola dengan Indeks H’= 3,624 pada pengamatan Collembola Diurnal (terdedah) dan 23 spesies dari 8 famili Collembola dengan Indeks H’= 3,816 pada pengamatan Collembola Diurnal (ternaung).
STRATIFIKASI DAN MODEL ARSITEKTUR POHON DI KAWASAN HUTAN SEKUNDER PEGUNUNGAN DEUDAP PULO ACEH KABUPATEN ACEH
Muslich Hidayat;
Olyfia Pratiwi;
Riza Sartinawati;
Veroza Riana Sakti
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1361.801 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4256
Kawasan hutan sekunder pegunungan desa Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar merupakan tempat dilakukannya penelitian tentang “Stratifikasi dan Model Arsitektur Pohon di Kawasan Hutan Sekunder Pegunungan Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar” pada bulan April 2017. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran komposisi vertikal dan horizontal dari suatu vegetasi, sehingga dapat memberikan informasi mengenai struktur stratifikasi vegetasi, dinamika pohon dan kondisi ekologinya. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan metode Transek (Line Transect). Hasil penelitian diketahui bahwa kawasan hutan sekunder Desa Deudap Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar memiliki berbagai jenis tumbuhan berdasarkan pengamatan materi profil arsitektur terdapat 70 spesies tumbuhan yang didominasi oleh spesies Terminalia catappa atau pohon ketapang dan Aquilaria malaccensis atau gaharu serta model arsitektur pohon yang merupakan bangunan suatu pohon sebagai hasil dari pertumbuhan yang paling dominan yaitu model rauh. Struktur vertikal ekosistem hutan membentuk stratifikasi di dalam kawasan hutan sekunder yaitu stratum c yang terdiri dari pohon-pohon dengan tinggi 4-20 meter, banyak percabangan dan tersusun rapat.
SERANGGA PERMUKAAN TANAH NOKTURNAL DI EKOSISTEM PANTAI KACA KACU PULO ACEH
Ulfa Febriani Utami;
Varah Ulya Febriana;
Zuraidah Zuraidah;
Wasi’ah Turrahmah Wasi’ah Turrahmah
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 8, No 1 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VIII 2020
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.074 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v8i1.10548
Setiap serangga mempunyai sebaran khas yang dipengaruhi oleh biologi serangga, habitat dan kepadatan populasi. Peranan serangga dialam sangat penting, diantaranya sebagai dekomposer atau pengurai, serangga juga membantu penyerbukan pada tumbuhan. Keanekaragaman serangga diyakini dapat digunakan sebagai salah satu bioindikator kondisi suatu ekosistem. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Mei sampai 3 Mei 2019 pada setiap pukul 18.00 WIB-06.00 WIB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis serangga permukaan tanah nokturnal di ekosistem Pantai Kaca Kacu Kecamatan Pulo Aceh. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dan pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Pitfall Trap (perangkap jebak). Analisis dilakukan menggunakan rumus indeks keanekaragaman Ĥ= -∑ Pi Ln Pi. Hasil penelitian menunjukkan indeks keanekaragaman serangga permukaan tanah nokturnal stasiun terdedah di Pantai Kaca Kacu tergolong sedang (Ĥ=2.675) dan pada indeks keanekaragaman serangga permukaan tanah nokturnal stasiun ternaung di Pantai Kaca Kacu tergolong sedang (Ĥ=2.911). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kenekaragaman serangga permukaan tanah nokturnal di Pantai Kaca Kacu tergolong sedang dengan kisaran keanekaragaman 1< Ĥ < 3.
KEANEKARAGAMAN VEGETASI POHON DI KAWASAN HUTAN SEKUNDER DESA RINON KECAMATAN PULO ACEH KABUPATEN ACEH BESAR
Rahmiati Rahmiati;
Ria Suwarni;
Tya Zhafira;
Muslich Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 4, No 1 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK IV 2016
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (42.797 KB)
|
DOI: 10.3126/pbio.v4i1.2549
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Keanekaragaman Vegetasi Pohon di Kawasan Hutan Sekunder Desa Rinon Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar, yang dilakukan pada bulan Mei 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan metode kuadrat 10x10 m2. Analisis data dilakukan dengan menggunakan indeks keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan yang paling mendominasi kawasan tersebut yaitu jenis Tampu (Macaranga tanarius)yang merupakan symbol atau tumbuhan endemik kawasan tersebut. Indeks keanekaragaman pohon dikawasan hutan sekunder adalah 2,646. keanekaragaman vegetasi pohon di kawasan hutan sekunder desa Rinon Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar termasuk keanekaragaman sedang.