Jurnal Impresi Indonesia
The Jurnal Impresi Indonesia provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from management, economics, Education, law, Social Health and religion that belong to the social context. Published articles are articles from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues, or reviews of scientific books
Articles
840 Documents
Penggunaan Platform Aplikasi Only Fans untuk Cyber-Pornografi (Study Kasus Deaonly Fans di Polda Metro Jaya)
Herio Ramadhona
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v1i10.574
Pendahuluan: Cybercrime adalah kejahatan yang melibatkan komputer, jaringan komputer, atau internet termasuk mobile phone atau perangkat personal yang dapat menyebabkan kerusakan terhadap perangkat lainnya. Bentuk cybercrime yang dimaksud dalam makalah ini adalah konten illegal dengan jenis cyber-pornografi yaitu penggunaan aplikasi onlyfans dimana pelaku melakukan penyalahgunaan seks dan disebarkan lewat internet yang untuk mendapatkan keuntungan dari pembelinya. Tujuan: untuk mengetahui penggunaan platform aplikasi aplikasi only fans untuk syber pornografi. Metode: Metodologi dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fokus penelitian pada pengumpulan data dan analisis. Adapun yang ditelusuri adalah kebenaran dari sisinormatifnya berdasarkan logika keilmuan hukum. Hasil: OnlyFans adalah platform media sosial yang memungkinkan pembuat konten untuk memposting konten dan menerima pembayaran langsung dari pengikut mereka, atau "penggemar/fans" melalui langganan atau tip satu kali. Platform ini berbasis di Inggris dan didirikan oleh CEO Timothy Stokely pada tahun 2016. Kesimpulan: Menggunakan platform di dunia internet membuat individu bisa dengan bebas menjalin hubungan dengan siapapun tanpa harus menghadapi batasan-batasan di dunia nyata seperti jarak, koneksi, kesempatan, dan lain-lain. Penanggulangan cyberporn harus dimulai dari pendidikan.
Manfaat Probioitik Terhadap Pembentukan Toleransi Imun pada Anak dengan Alergi Makanan: Suatu Meta Analisis
Kienan Agni Dewanty;
Anissa Paranoan;
Felix Setiawan Budi
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v1i10.604
Pendahuluan: Alergi makanan merupakan masalah kesehatan umum yang cukup serius dan bisa mempengaruhi semua umur, Data dari beberapa penelitian memperlihatkan peningkatan prevalensi alergi makanan. Tujuan: untuk mengetahui manfaat probiotik dan bisa mengetahui proses pembentukan toleransi imun pada anak yang mempunyai alergi makanan. Penelitian mengenai probiotik pada anak dengan alergi sudah dilakukan dengan menggunakan Lactobacillus rhamosus GG didapatkan hasil yang berdampak tidak hanya pada satu target namun pada sekelompok target. Metode: Penelitian menggunakan randomized double-blind control trial, berfokus pada probiotic Lactobacillus rhamnosus GG, dan anak-anak dengan usia <24 bulan disertai alergi makanan seperti susu sapi, telur, kacang, wortel, dan apel. Hasil: Probiotik dapat memicu terbentuknya toleransi terhadap allergen pada pasien dengan alergi makanan. Probiotik dapat menurunkan manifestasi atopi indeks SCORAD pada pasien. Insiden manifestasi gejala gastrointestinal leboh rendah pada dibuktikan dengan penurunan pasien yang diberikan terapi probiotik. Manfaat probiotik bagi kesehatan tubuh dapat melalui 3 (tiga) mekanisme fungsi: (1) fungsi protektif, yaitu kemampuannya untuk menghambat patogen dalam saluran pencernaan. Kesimpulan: Pemberian probiotik merupakan strategi yang efektif dalam mengatasi alergi makanan pada anak. Insiden manifestasi gejala gastrointestinal leboh rendah pada pasien yang diberikan terapi probiotik
Analisis Pengembangan Distribusi Zakat dan Kriteria Mustahik di Lazismu Bekasi
Ahmad Sugandi;
Oneng Nurul Bariyah
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v1i11.610
Pendahuluan: Pendayagunaan zakat produktif sesungguhnya mempunyai konsep perencanaan dan pelaksanaan yang cermat seperti mengkaji penyebab kemiskinan, ketidakadaan modal kerja, dan kekurangan lapangan kerja, dengan adanya masalah tersebut maka perlu adanya perencanaan yang dapat mengembangkan zakat bersifat produktif tersebut. Tujuan: Dana zakat untuk kegiatan produktif akan lebih optimal bila dilaksanakan Lembaga atau Badan Amil Zakat karena LAZ/ BAZ sebagai organisasi yang terpercaya untuk pengalokasian, pendayagunaan, dan pendistribusian dana zakat. Lembaga pengelolaan zakat bukan hanya dikelola oleh pihak pemerintahan semata, akan tetapi lembaga-lembaga maupun organisasi masyarakat juga turut andil dalam hal pengelolaan zakat, infak dan sedekah termasuk organisasi Islam terkemuka Muhammadiyah melalui LAZISMU. Metode: Melalui metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui obrservasi, wawancara dan dokumentasi diperoleh kesimpulan bahwa pengelolaan LAZISMU terbagi ke dalam tiga bentuk. Hasil: Salah satu tujuan terpenting zakat adalah mempersempit ketimpangan ekonomi di dalam masyarakat hingga ke batas yang seminimal mungkin. Tujuannya adalah menjadikan perbedaan ekonomi di antara masyarakat secara adil dan seksama, sehingga yang kaya tidak tumbuh semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa zakat merupakan uang yang dipungut dari orang-orang kaya dan diberikan kepada yang miskin. Oleh karena itu tujuannya adalah mendistribusikan harta dimasyarakat dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak seorangpun warga Islam tinggal dalam keadaan miskin atau menderita. Kesimpulan: Kriteria-kriteria mustahik zakat yang ditetapkan oleh LAZISMU Kota Bekasi telah dilakukan sesuai SOP yang ditetapkan agar mencapai sasaran yang ditetapkan. Adapun yang menjadi prioritas pemilihan mustahik dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan Dakwah dan Organisasi Muhammadiyah utnuk dapat hadir di masyarakat Kota Bekasi.
Implikasi Kebijakan Keadilan Restorativ Justice terhadap Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu dihubungkan dengan Efektivitas Pemberantasan Tindak Pidana Narkoba
Husnil Mubarok Daulay
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v1i11.623
Pendahuluan: Kebijakan hukum secara tegas memiliki aturan sesuai UU. Terjadi kesalahan dari sebagian masyarakat yang tidak paham dengan aturan, norma dan hukum. Kesalahan demikian menjadi perencanaan besar untuk melakukan kesalahan berikutnya. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk meminimalisir angka pengedaran barang gelap, penggunaan obat terlarang jenis sabu. Metode: metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan (Statute Approach) studi pustaka dengan mengumpulkan bahan literature sebagai bagian dari data primer dan sekunder. Hasil: Hasil penelitian mengemukakan kebijakan restorative justice kepada pihak pemangku kebijakan hukum perlu diberi aturan pasti bahwa pelaku narkoba dapat memanfaatkan kebijakan tersebut untuk kepentingan pemulihan koflik dan peningkatan perlindungan keadilan bagi korban dalam menjalani hukuman pidana. Keadilan yang dirasakan masyarakat tidak menjadi wahana aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan bernegara. Tindakan kesadaran diri menjadi kunci utama dalam melakukan perubahan secara sadar, mandiri dan bertanggung jawab untuk mencapai keberhasilan dalam menegakkan hukum perlu adanya kerjasama yang baik antara pihak polisi dan seluruh masyarakat serta jaringan hukum yang terkait. Kesimpulan: Kehancuran besar yang akan dihadapi bangsa apabila masalah narkotika tidak ditegakkan dengan pasti. Akan terjadi banyak masyarakat kehilangan masa depan dan merasakan kehancuran. Melalui adanya kebijakan restorative justice pihak penegak hukum dapat membangtu korban dalam mengidentifikasi gejala yang menyebabkan korban terjerumus narkoba. Apabila hasil analisis menunjukkan sebagai korban dari perencanaan orang lain akan mendapatkan perlindungan hukum dan pemulihan kesehatan dengan mengikuti terapy kecanduan narkoba
Penilaian dan Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja Petugas Perawat Jalan Rel
Erifendi Churniawan;
Sapto Priyanto;
Putri Anisa Salsabila Bramantika
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v1i11.653
Pendahuluan: Pada setiap tempat kerja tentu terdapat risiko kerja yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Kegiatan pekerjaan perawatan jalan rel yang dilakukan di Stasiun Kiaracondong juga terdapat potensi bahaya dan risiko yang dapat mengancam keselamatan para pekerja. Tujuan: Kegiatan perawatan jalan rel di Stasiun Kiaracondong sering dilakukan karena kondisi rel pada emplasemen Stasiun Kiaracondong banyak yang memerlukan perawatan secara intensif. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian ini dengan tujuan mengetahui apa saja potensi bahaya dan risiko yang terjadi pada kegiatan perawatan jalan rel dan mengetahui tingkatan risiko dari risiko rendah hingga risiko ekstrim serta melakukan perencanaan mitigasi risiko terhadap kecelakaan kerja yang terjadi. Metode: Pada penelitian ini penulis melakukan analisis dengan metode Kuantitatif Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) dan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode kuantitatif HIRARC terdapat 13 potensi bahaya dan risiko dengan klasifikasi risiko: 1 risiko ekstrim, 3 risiko tinggi, 1 risiko sedang, dan 8 risiko rendah. Sedangkan dengan menggunakan metode FMEA diperoleh klasifikasi risiko: 1 risiko tinggi, 3 risiko sedang, dan 7 risiko rendah. Rencana pengendalian yang diberikan yaitu dengan pendekatan menghindari risiko. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan pengendalian tersebut dilakukan dengan cara melakukan penentuan bahwa pekerjaan menggunakan mesin HTT hanya boleh dilakukan oleh pekerja yang sudah memiliki keahlian dan pengalaman menggunakan alat kerja tersebut
Pengaruh Profitabilitas, Aktivitas, Likuiditas, Wcta terhadap Financial Distress pada Emiten Industri Properti dan Real Estate
Fitriatuz Zakya
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v1i11.663
Pendahuluan: Financial Distress adalah kondisi penurunan kinerja keuangan yang dialami oleh perusahaan sebelum terjadinya kebangkrutan. Perusahaan yang mengalami financial distress dihadapkan oleh dua kondisi, pertama yaitu saat perusahaan gagal membayar kembali hutang yang telah jatuh tempo kepada kreditor. Kedua, perusahaan berada dalam kondisi yang tidak solvable. Financial distress terjadi sebelum kebangkrutan, dimana kinerja keuangan perusahaan dalam kondisi krisis. Tujuan: Pada penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh rasio profitabilitas diproksikan dengan return on asset, aktivitas diproksikan dengan total asset turn over, likuiditas diproksikan dengan current ratio dan working capital to total assetterhadap financial distress pada emiten properti dan real estate. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan metode purposive sampling untuk pengambilan sampel 46 emiten dan 276 laporan keuangan go publik emiten industri properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2015 sampai 2020. Hasil: Berdasarkan penelitian ini rasio profitabilitas yang diproksikan dengan ROA diketahui hasil uji hipotesis nilai t hitung lebih besardari t tabel t hitung lebih besar dari t tabel (11.403 > 1.650496) dan nilai probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi (0.001 < 0.05). Kesimpulan: Hasil uji pada rasio aktivitas secara parsial, rasio aktivitas tidak berpengaruh terhadap financial distress. Tinggi rendahnya nilai rasio aktivitas dapat mengalami keadaan financial distress. Hasil uji secara parsial menunjukkan bahwa rasio likuiditas tidak berpengaruh terhadap financial distress
Hubungan Persepsi Supervisi Akademik dengan Kompetensi Pedagogik pada Guru Sekolah Dasar Inklusi
Inung Cahyaningsih;
Kamsih Astuti
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v1i11.682
Pendahuluan: Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya yang nantinya diharapkan dapat mewujudkan dalam dirinya kekuatan spiritual keagamaan yang tinggi, kecerdasan, pengendalian diri, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan yang akan berguna baik bagi dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan persepsi supervisi akademik dengan kompetensi pedagogik guru di sekolah dasar inklusi. Hipotesis dari penelitian ini adalah adanya hubungan persepsi supervisi akademik dengan kompetensi pedagogik guru di sekolah dasar inklusi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dua variabel yaitu kompetensi pedagogik dan persepsi supervisi akademik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam menyelenggarakan dan mengelola pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian proses dan hasil belajar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara persepsi supervisi akademik dengan kompetensi pedagogik dan memiliki korelasi yang kuat dan signifikan, ditunjukkan nilai korelasi sebesar 0,532 dan p < 0,05. Maka semakin positif persepsi supervisi akademik, maka cenderung semakin tinggi pula kompetensi pedagogik guru dan sebaliknya. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Salah satu faktor yang kuat berhubungan dengan kompetensi pedagogik ini adalah persepsi guru terhadap supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah. Semakin positif persepsi guru terhadap supervisi akademik maka semakin tinggi kompetensi pedagogik guru, dan semakin negatif persepsi guru terhadap supervisi akademik maka semakin rendah kompetensi pedagogi
Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Profesionalisme Guru
Sriyanto Tri Atmojo
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v1i11.685
Pendahuluan: Guru berada di garda terdepan dalam mewarnai dunia pendidikan ditanah air karena guru yang terlibat langsung dan berhadapan langsung dengan siswa. Karena itu seorang guru harus memiliki jiwa dan semangat profesionalisme yang tinggi karena tanpa profesionalime tidak ada artinya. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah: Ingin mengetahui dan menganalisis pengaruh yang signifikan secara parsial antara disiplin kerja terhadap profesionalisme guru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan lokasi penelitian di SMP Negeri 2 Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Populasi penelitian adalah semua guru SMPN 2 Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi yang berjumlah 33 orang. Sample penelitian ini merupakan total population.Teknik pengumpulan data mengunakan angket (kuesioner) dengan sistem tertutup. Analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial disiplin kerja berpengaruh secara signifikan terhadap profesionalisme guru di SMP Negeri 2 Kabupaten Banyuwangi. Kesimpulan: Berdasarkan analisis data dan uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa : Secara parsial guru, ini berarti apabila semua guru di disiplin kerja berpengaruh secara signifikan terhadap profesionalisme SMP Negeri 2 Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi mempunyai disiplin kerja yang tinggi maka profesionalisme guru SMP Negeri 2 Kabupaten Banyuwangi akan tinggi pula, demikian pula sebaliknya
Pemanfaatan Daun Kemangi (Ocimum Bassilicum L) Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat
Andri Sukeksi;
Fitri Nuroini
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v1i11.694
Pendahuluan: Asam urat merupakan hasil akhir metabolisme zat purin yang berfungsi sebagai antioksidan dan membersihkan radikal bebas pada serum. Pengobatan hiperurisemia dapat diatasi dengan cara menghambat aktivitas xantin oksidase menggunakan allopurinol namun dapat menyebabkan beberapa efek samping, sehingga perlu pengobatan alternatif menggunakan kemangi (Ocimum bassilicum L) karena mengandung flavonoid yang dapat menghambat aktivitas xantin oksidase sehingga pembentukkan asam urat menjadi terhambat. Tujuan: Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ekstrak kemangi terhadap kadar asam urat. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental dengan rancangan pre and post test design. Sampel penelitian yaitu 6 kelompok Mus musculus dengan kriteria jantan berumur 2-3 bulan dan berat badan 20-30 gram. Kelompok perlakuan diberi ekstrak kemangi dosis 36,4 mg/kgBB, 72,8 mg/kgBB dan 145,6 mg/kgBB. Pengukuran kadar asam urat dengan metode POCT menggunakan alat Multicheck Easy Touch GCU. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kelompok P3 dosis 145,6 mg/kgBB mampu menurunkan kadar asam urat dengan persentase penurunan sebesar 92,06% yang artinya sama efeknya dengan allopurinol dosis 10 mg/kgBB. Kelompok P2 dosis 72,8 mg/kg dan P1 dosis 36,4 mg/kgBB mampu menurunkan kadar asam urat sebesar 55,55% dan 19,04%. Uji Kruskal Wallis menunjukkan ada pengaruh ekstrak kemangi terhadap penurunan kadar asam urat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh ekstrak daun kemangi (Ocimum bassilicum L) untuk menurunkan kadar asam urat darah Mus musculus pada kondisi hiperurisemia
Pengaruh Positioning, Persepsi Harga dan Citra Merek dengan Kepuasan Konsumen dan Dampaknya Terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Konsumen Erha Skincare di Tangerang)
Philip Chandra Himawan Sinulingga
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58344/jii.v1i11.720
Pendahuluan: Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju, tingkat persaingan pun semakin ketat. Sebagai pendiri usaha, mereka harus mampu menghadapi perubahan kebutuhan dan keinginan konsumen. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Positioning, Persepsi Harga, dan Citra Merek dengan Kepuasan Konsumen dan dampaknya terhadap Keputusan Pembelian pada Konsumen ERHA Skincare di Tangerang. Metode: Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yaitu dengan mengumpulkan data primer melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden dan data sekunder sebagai pendukung penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen ERHA Skincare di Tangerang, selanjutnya dengan metode purposive sampling dan dihitung besarnya sampel didapatkan sebanyak 100 orang responden. Data yang telah dikumpulkan diolah dengan program smartPLS ver 3.0, sehingga diketahui deskriptif responden, frekuensi distribusi data, hasil uji outer dan inner model, hasil uji determinasi dan hasil uji hipotesis. Hasil: Berdasarkan hasil analisis keofisien determinasi Analisis Variant (R2), dapat disimpulkan bahwa nilai R Square berpengaruh secara bersama-sama (simultan). Positioning, persepsi harga, citra merek berpengaruh terhadap Kepuasan Konsumen sebesar 0,43 atau 43%. Kesimpulan: Kesimpulan tersebut berdasarkan nilai thitung pada ketiga variabel bebas, satu variabel terikat dan satu variabel intervening pada ttabel dengan taraf signifikansi ?=5%. Hasil pengukuran kofisien determinasi (R2) menunjukan variasi ketiga variabel bebas dalam penelitian ini mampu menjelaskan sebesar 43% model dalam penelitian ini dan ketiga variabel bebas beserta satu variabel intervening mampu menjelaskan sebesar 41% model dalam penelitian ini.