cover
Contact Name
I Gde Dhika
Contact Email
mandala@undhirabali.ac.id
Phone
+6282146570258
Journal Mail Official
mandala@undhirabali.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.undhirabali.ac.id/index.php/mandala/about/editorialTeam
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Mandala
ISSN : 25804065     EISSN : 27455890     DOI : -
Jurnal Psikologi MANDALA adalah wadah informasi hasil penelitian dan artikel konseptual psikologi yang terbit berkala dua kali setahun setiap bulan Maret dan September. Jurnal Psikologi MANDALA terbit sejak tahun 2017. Ruang lingkup penelitian meliputi : Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Perkembangan, Psikometri, Literature Review, Psikologi Eksperimen.
Articles 140 Documents
Perbedaan Trait Callous Unemotional pada Remaja Putra dan Remaja Putri Siswa SMK di Wonosobo Theodora Betsy Ersyara; Wahyuni Kristinawati
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 3 No. 2 (2019): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v3i2.1096

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan trait callous unemotional pada remaja ditinjau dari jenis kelamin. Trait callous unemotional dapat diartikan sebagai sebuah kepribadian yang di dalamnya terdapat kekurangan empati, kurangnya rasa bersalah dan belas kasihan, dan kurangnya pengertian mengenai dampak negatif dari hal-hal yang diperbuat. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMK di kota Wonosobo yang memiliki rentang usia 15-18 tahun yang berjumlah 120 remaja terdiri dari 60 remaja laki-laki dan 60 remaja perempuan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan ICU Youth Scale yang diadaptasi dari Frick. Berdasarkan uji perbedaan diperoleh hasil bahwa terdapat perbedaan signifikan trait callous unemotional remaja antara laki-laki dan perempuan. Dengan hasil bahwa remaja laki-laki memiliki tingkat trait callous unemotional yang lebih tinggi daripada remaja perempuan.Kata kunci: callous unemotional, jenis kelamin, traitAbstract. This research aims to examine the difference in the callous-unemotional trait in adolescents reviewed from gender. Callous-unemotional Trait can be interpreted as a personality in which there is a lack of empathy, lack of guilt and compassion, and lack of understanding of the negative effects of things made. The participants of this research are vocational high school students in Wonosobo city which has a range of 15-18 years with 120 teenagers consisting of 60 teenage boys and 60 teenage girls. The sampling techniques used in this study are simple random sampling. The measuring instruments used in this study used the Youth Scale-adapted ICU from Frick. Based on the test the differences obtained results that there is a significant distinction of the callous-unemotional trait of an adolescent between males and females. With the results that young men have a higher level of a callous-unemotional trait than teenage girls.Keyword: gender, trait callous unemotional
Gambaran Kondisi Psikologis Wanita Penyintas Kekerasan Chandradewi Kusristanti; Arif Triman; Andi Khairunnisa Putri
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v5i2.1631

Abstract

Abstrak. Pengetahuan mengenai kondisi psikologis wanita yang menjadi korban kekerasan menjadi penting untuk dimiliki, terutama bagi para praktisi kesehatan mental, seperti psikolog dan psikiater. Terlebih lagi di Indonesia, di mana belum ada banyak penelitian yang berfokus pada penyintas kekerasan. Studi ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi psikologis wanita penyintas kekerasan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan tiga kuesioner, yaitu kuesioner riwayat kekerasan, DASS-21, dan Trauma Resilience Scale. Penelitian ini menemukan bahwa kecemasan yang dilaporkan partisipan (n = 134) merupakan salah satu kondisi psikologis yang paling perlu dijadikan perhatian bersama dengan resiliensi trauma yang sebagian besar berada di bawah rata-rata. Hasil penelitian ini dapat dijadikan salah satu referensi dalam menentukan intervensi yang tepat bagi wanita penyintas kekerasan.Kata Kunci: kecemasan, resiliensi, trauma, penyintas kekerasan, DASS-21,Trauma Resilience ScaleAbstract. Knowledge about the psychological condition of women who experienced violence is important, especially for mental health practitioners such as psychologists and psychiatrists. Moreover, in Indonesia, there are not many studies which focused on violence survivors. This study is aimed to describe the psychological condition of women who experienced violence. This study used 3 questionnaires: experience of violence questionnaire, DASS-21, and Trauma Resilience Scale. This study found that anxiety which reported by participants (n = 134) is one psychological condition that needs most attention, along with trauma resilience which mostly were reported to be below average. Result of this study can be used to be one of the references in determining suitable intervention for women who experienced violence.Keywords: anxiety, resilience, trauma, violence survivor, DASS-21, Trauma Resilience Scale
Hubungan Antara Identitas Sosial Masyarakat Mayoritas Sunda dan Prasangka Terhadap Masyarakat Minoritas Papua Indah Khoerunisa; Sarita Candra Merida; Rospita Novianti
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v5i2.1632

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara identitas sosial masyarakat mayoritas Sunda dan prasangka terhadap masyarakat minoritas Papua. Penelitian ini dilakukan di lingkungan sekitar Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) atau Pasantren Papua yang berada di kelurahan Taman sari Kecamatan taman sari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data melalui skala, yaitu skala identitas sosial dan prasangka terhadap Etnis Papua. Teknik pengambilan data yang digunakan teknik purposive sampling dengan responden 74 orang dengan etnis sunda. Hasil perhitungan menggunakan analisis Product Moment Pearson menunjukkan koefisiensi korelasi sebesar 0,579** dengan signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti adanya hubungan antara Identitas Sosial dan Prasangka pada masyarakat etnis sunda yang tinggal di lingkungan pondok pasantren Nuu Waar Afkn atau Pasantren Papua. Semakin tinggi identitas sosial Etnis sunda maka semakin tinggi prasangka terhadap Etnis Papua,begitu pula sebaliknya.Kata kunci: identitas sosial, prasangka, etnis mayoritas, etnis minoritas Abstract.This research aims to determine empirically the relationship between the social identity of the majority Sundanese community and prejudice against minority Papuans. This research was conducted in the environment around the Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) or Pasantren Papua in the Taman Sari village, Taman Sari subdistrict, Bekasi regency, West Java. This research uses a quantitative method using a scale method of data collection tools, namely the scale of social identity and the scale of prejudice against ethnic Papuans. The data collection technique used in this study is the purposive sampling technique with 74 respondents with Sundanese ethnicity. Calculation of data analysis using Pearson Product Moment analysis techniques showed a correlation coefficient of 0.579 ** with a significance of 0,000 (p <0.05), which means there is a relationship between Social Identity and Prejudice on Sundanese ethnic community who live in the environment of the Nuu Waar Afkn or Pasantren Papua boarding school. The higher the Sundanese ethnic social identity, the higher the prejudice against the Papuan Ethnic, and vice versa.Keywords: social identity, prejudice, mayority, minority
PENGARUH LAYANAN INFORMASI MENGENAI KARIR TERHADAP PENURUNAN KERAGU-RAGUAN PEMBUATAN PUTUSAN KARIR SISWA SMA A.A.I Sacharissa Davita Kintan; Diah Widiawati Retnoningtyas; I Gde Dhika Widarnandana
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v5i2.1641

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pemberian informasi karir terhadap penurunan keragu-raguan pembuatan putusan karir pada siswa kelas 10 dan 11 di SMA Negeri X di kota Denpasar. Tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dengan metode non-equivalent control group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri X di Denpasar yang mengalami tingkat keraguraguan yang tinggi dan sedang dalam pembuatan putusan karir dengan jumlah siswa sebanyak 90, dengan sampel penelitian sebesar 74 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Career Decision Scale (CDS) yang berfungsi untuk mengukur keragu-raguan dalam pembuatan putusan karir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian layanan informasi mengenai karir berpengaruh terhadap penurunan karagu-raguan dalam pembuatan putusan karir.Kata kunci : karir; pembuatan putusan karir; siswa Sekolah Menengah Atas (SMA)Abstract. The Influence of Careers Information Services Provision Towards the Decreasing of The Career Decisions Hesitancy in 10th and 11th Grade Students at Senior High School X Denpasar. This study aimed to find out whether there is an effect of providing career information towards the decreasing of the career decisions hesitancy in 10th and 11th Grade Students at Senior High School in Denpasar. Experimental research applied as the type of the research combine with the non-equivalent control group method. The population in this study were 90 high school students in Denpasar who experienced high and moderate levels of hesitancy in career decision making, with a sample of 74 students used purposive sampling technique. Career Decision Scale (CDS) applied as the measuring instrument which serves to measure hesitancy in career decision making. The results of this study indicate that the provision of careers information services influenced the decreased of hesitancy in career decision making.Keywords: careers; career decision making; Students at Senior High School
Optimalisasi Teknologi Pemasaran dengan Psikoedukasi di Paguyuban Batik Bima Sakti Yogyakarta Muhammad Ziadatul Farochi; Rohman Priyanto; Isti Thobah; Istaufa Sabila; Candra Indraswari
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v5i2.1642

Abstract

Abstrak. Batik merupakan kain khas Indonesia yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya UNESCO sejak tahun 2009 silam. Meskipun batik sudah dikenal oleh masyarakat lokal maupun mancanegara, namun beberapa pengrajin batik masih terkendala oleh sistem pemasaran yang masih tradisional. Berbagai teknik dalam pemasaran pun berkembang dengan pesat seiring berkembangnya teknologi, salah satunya dalam usaha batik. Penelitian kali ini dilakukan bertujuan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran di Paguyuban Batik Bima Sakti. Metode penelitian kali ini adalah kualitatif studi kasus dengan observasi dan wawancara semi terstruktur sebagai alat pengumpulan data. Informan penelitian kali ini adalah ketua Paguyuban Batik Bima Sakti yaitu Ibu Hartinah. Triangulasi waktu digunakan untuk mengetahui kredibilitas data. Hasil menunjukkan bahwa Paguyuban Batik Bima Sakti membutuhkan teknologi informasi berbasis e-commerce untuk memasarkan produk mereka. Oleh karenanya, penelitian kali ini juga menggunakan metode psikoedukasi untuk mengajarkan e-commerce ke salah satu anggota paguyuban. Harapannya, hal tersebut menjadi salah satu solusi untuk memasarkan produk mereka.Kata kunci: Batik, pemasaran, psikoedukasi, teknologiAbstract. Batik is a cloth of Indonesia that is set as UNESCO cultural heritage since 2009. Although batik is already known by locals and foreigners, many craftsman batiks are hampered by a traditional system for marketing. This research was conducted with the aim of optimizing the marketing strategy in the Bima Sakti Batik Society. The research method used qualitative case study with semi-structured observation and interviews as a data collection tool. The informant of this research was the head of the Bima Sakti Batik Society, Mrs. Hartinah. Time triangulation was used to determine the credibility of the data. The results showed that the Bima Sakti Batik Association need e-commerce-based information technology to market their products. Therefore, this research also used psychoeducational methods to teach e-commerce to a member of the association. The hope was that the ecommerce could be one of solution to market their products.Keywords: Batik, cognitive, marketing, technology
Pengujian Konsep Dan Aspek-Aspek Optimisme Pada Ibu Anak Prasekolah Bekerja Yeni Triwahyuningsih
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v5i2.1643

Abstract

Abstrak. Fokus penelitian ini adalah pengujian validitas konstrak dengan menggunakan analisis faktorial dengan menggunakan analisa faktor eksploratori, kemudian dilanjutkan dengan analisa faktor konfirmatori. Analisa faktor eksploratori bertujuan untuk mengurangi jumlah aitem dalam skala sehingga aitem yang tersisa memaksimalkan varians dan reliabilitas alat ukur serta mengidentifikasi aspek-aspek potensial yang menjelaskan konstruk. Jadi analisis faktor eksploratori ditujukan untuk mengetahui muatan faktor yang besar yang ada dalam satu faktor dan tidak pada faktro lain. Analisis faktor konfirmatori bertujuan untuk melihat faktor yang digunakan atau ditetapkan untuk menyusun suatu konstruk benar-benar fit dan bersifat independensi satu sama lain. Jadi analisis faktor konfirmatori pada dasarnya digunakan untuk menguji sebuah konsep, serta menguji validitas konstrak suatu alat ukur. Sampel penelitian sebanyak 204 subjek. Analisis data dilakukan melalui SPSS untuk analisis faktor eksploratori dan SEM untuk analisis faktor konfirmatori. Hasil analisis eksploratori skala optimisme menunjukkan bila ada tiga aspek/komponen yang terbentuk, yang memiliki eigen values diatas satu dan mampu menjelaskan 56,535% variasi. Kemudian dilakukan analisa faktor dengan memasukkan tiga aspek/komponen sesuai dengan aspek yang ada pada teori. Hasil menunjukkan tiga aspek ini memiliki eigen values diatas satu dan secara keseluruhan aspek-aspek tersebut mampu menjelaskan 56,535% variasi. Hasil uji analisis faktor konfirmatori menunjukkan nilai CMIN/DF sebesar 1,938 (Fit), nilai GFI sebesar 0,950 (Fit) dan nilai RMSEA sebesar 0,068 (Fit). Nilai muatan faktor semua aitem diatas 0,40 (Fit). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konsep dan aspek-aspek optimisme yang diajukan mengukur satu variabel.Kata kunci: optimisme, analisis faktor eksploratori, analisis faktor konfirmatori.Abstract. The focus of this research is to test the validity of the constants by using factorial analysis by using exploratory factor analysis, followed by confirmatory factor analysis. The exploratory factor analysis aims to reduce the number of items on a scale so that the remaining items maximize the variance and reliability of the measuring tool and identify potential aspects that explain the construct. So exploratory factor analysis is aimed to find out the large factor load that exists in one factor and not on other factors. Confirmatory factor analysis aims to look at factors used or established to construct a completely fit and independent construct from each other. So the confirmatory factor analysis is basically used to test a concept, as well as to test the validity of the constituent of a measuring instrument. The sample of research is 204 subjects. Data analysis was performed through SPSS for exploratory factor analysis and SEM for confirmatory factor analysis. The results of exploratory analysis of optimism scale indicate when there are three aspects/components that are formed, which has eigen values above one and can explain 56.535% variation. Then performed factor analysis by including three aspects / components in accordance with the existing aspects of the theory. The results show that these three aspects have eigen values above one and overall these aspects are able to explain 56,535% variation. Confirmatory factor analysis results showed CMIN / DF value of 1,938 (Fit), GFI value of 0.950 (Fit) and RMSEA value of 0.068 (Fit). The load factor value of all items above 0.40 (Fit). Thus it can be concluded that the concepts and aspects of optimism proposed measure one variable.Keywords: optimism, exploratory factor analysis, confirmatory factor analysis.
Cover Mandala Vol 5 No 2 Jurnal Psikologi Mandala
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 5 No. 2 (2021): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v5i2.1803

Abstract

Cover + Daftar Isi
Persepsi Daya Tarik Seksual Penduduk Lokal Terhadap Wisatawan Asing Listiyani Dewi Hartika; Ni Nyoman Ari Indra Dewi; Agnes Utari Hanum Ayuningtias; Shafira P; Alexandra Auliffe; Assrid Assrid; Linda Sandy; Putri Vanezia
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v6i1.1832

Abstract

Abstrak. Keberadaan wisatawan asing di Bali tentu saja akan menimbulkan persepsi tersendiri bagi penduduk setempat atau penduduk lokal. Persepsi seseorang mengenai sesuatu hal tentu akan sangat mempengaruhi sikap dan tindakan yang akan dilakukannya. Pada hal ini salah satu sikap yang dapat dipengaruhi oleh persepsi yang dimiliki orang lokal atau penduduk lokal terhadap wisatawan asing ialah daya tarik seksual. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memahami secara mendalam gambaran persepsi dan kemudian melihat bentuk-bentuk persepsi yang timbul dari penduduk lokal terhadap daya tarik seksual wisatawan asing. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif jenis Grounded Theory. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang yang bertempat tinggal di Kabupaten Badung, Bali dengan usia 20-40 tahun atau yang tergolong dalam dewasa muda dan memenuhi kriteria-kriteria penelitian. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan persepsi penduduk lokal yang dapat memunculkan daya tarik seksual pada wisatawan asing ialah faktor fisik, sifat, prestise, adaptif, pengalaman, bersenang-senang, pemenuhan kebutuhan seksual dan emosional, serta Bali sebagai daerah wisata.Kata kunci: persepsi daya tarik seksual, penduduk lokal, wisatawan asing
Dampak Kekerasan Pada Anak Nyoman Wiraadi Tria Ariani; Komang Suwarni Asih
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v6i1.1833

Abstract

Abstrak. Kekerasan adalah penggunaan kekuatan fisik dan kekuasaan, ancaman atau tindakan terhadap diri sendiri, seseorang atau sekelompok orang yang mengakibatkan atau kemungkinan besar mengakibatkan memar atau trauma, kematian, kerugian psikologis, kelainan perkembangan, atau perampasan hak-hak. Penelitian ini mengkaji dampak kekerasan pada anak yang berlandaskan referensi atau literatur pustaka yang tersedia, terutama dari artikel-artikel yang telah dipublikasikan di jurnal-jurnal ilmiah. Dampak kekerasan pada anak sangat besar, anak akan mengalami rasa takut, rasa tidak aman, gelisah, dendam, menurunnya semangat belajar, hilangnya konsentrasi, menjadi pendiam, serta mental anak menjadi lemah, menurunnya rasa percaya diri, bahkan depresi yang akan mengarah pada kematian anak. Anak yang mengalami kekerasan juga sering bermimpi buruk, dan mengalami kecemasan disertai dengan rasa sakit. Perasaan tidak berdaya mengakibatkan anak merasa lemah sehingga anak merasa dirinya tidak mampu dan kurang efektif dalam bekerja. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama yang baik antara pihak keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk melindungi anak dan terhindar dari tindakan kekerasan. Kata kunci: kekerasan anak, hak anak, dampak kekerasan anak
Cover Mandala Vol 6 No 1 Jurnal Psikologi Mandala
JURNAL PSIKOLOGI MANDALA Vol. 6 No. 1 (2022): JURNAL PSIKOLOGI MANDALA
Publisher : Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpm.v6i1.1834

Abstract

Cover + Daftar Isi

Page 10 of 14 | Total Record : 140