cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2021): June" : 9 Documents clear
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Yuniendel, Ratna Kasni; Trinova, Zulvia
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.3431

Abstract

Abstract: This study aims to describe the learning model of Islamic Religious Education in Senior High Schools. The need for this model starts from the still weak learning of Islamic Religious Education in secondary schools with the majority of students undergoing the adolescent phase. As a result, various negative behaviors such as mass fights, promiscuity, selfishness and lack of concern for values and norms are still attached to students. Psychologically, individuals who are in their teens are in an unstable and sensitive condition. While the implementation of Islamic Religious Education in schools often pays less attention to aspects of the psychological development of students. As a result, the education carried out has less impact on the awareness of students to practice their religious teachings properly. Therefore, Islamic Religious Education based on an understanding of individual students is an alternative model to overcome weaknesses in learning Islamic religious education in high school.Keywords: Islamic education; Learning model; Senior High Schoo Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas. Perlunya model ini bertitik tolak dari masih lemahnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah menengah dengan mayoritas peserta didik yang sedang menjalani fase remaja. Akibatnya berbagai perilaku negatif seperti perkelahian masal, pergaulan bebas, egois dan kurang memperdulikan nilai-nilai dan norma masih melekat pada peserta didik. Secara psikologis individu yang menginjak usia remaja berada dalam kondisi yang labil dan sensitif. Sementara pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di sekolah seringkali kurang memperhatikan aspek perkembangan psikologis peserta didik. Akibatnya pendidikan yang dilaksanakan kurang berdampak terhadap penyadaran peserta didik mengamalkan ajaran agamanya dengan baik. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam berbasis pemahaman terhadap individu peserta didik merupakan alternatif model untuk mengatasi kelemahan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Atas.Kata Kunci: Model Pembelajaran; Pendidikan Agama Islam; Sekolah Menengah Atas
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PAI DI DAERAH TERPENCIL: STUDI ATAS KETERBATASAN SUMBER DAYA MANUSIA Ilmiyah, Lailatul; Khotimah, Husnul; Aryani, Nur Rachma; Kurnia PS, Alaika M. Bagus
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4386

Abstract

Education is a very important thing for every nation. On the other hand, education is considered problematic. Among the problems are complaints about the curriculum, system, teaching staff and so on. This article discusses these various problems. For example, religious educators who from time to time differ from people's lives which are growing very rapidly, lack of facilities and infrastructure, limited number of teachers, and inadequate facilities in remote areas. This article also discusses possible solutions to overcome the problems of PAI learning in remote areas. In addition, it also discusses the limitations of Human Resources (HR) with the factors that cause them from these limitations and the results obtained after the solutions provided in overcoming the problems in PAI learning in these remote areas. So with this discussion, it can be concluded that the problems that occur in remote areas in PAI learning are caused by several factors, the limitations of Human Resources (HR), and the presence of the right solution can provide the best results for the people in the area. remote in seeking knowledge, especially in PAI learning.Keywords: Human Resources; Islamic Education; Learning Problems Abstrak: Pendidikan adalah suatu perkara yang sangat penting bagi setiap bangsa. Di sisi lain, pendidikan dianggap problematika.  Di antara problematika itu adalah keluhan kurikulum, sistem, tenaga pendidik dan lain sebagainya. Artikel ini membahas ragam problematika tersebut. Seperti, pendidik agama yang dari waktu ke waktu berbeda-beda dengan kehidupan masyarakat yang semakin berkembang sangat pesat, kurangnya sarana dan prasarana, keterbatasan jumlah guru, dan fasilitas yang tidak memadai di daerah terpenci. Artikel ini juga membahas solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi problematika pada pembelajaran PAI di daerah terpencil. Selain itu, juga membahas tentang keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan faktor yang menyebabkannya dari keterbatasan tersebut serta hasil yang diperoleh setelah adanya solusi yang diberikan dalam mengatasi problematika pada pembelajaran PAI di daerah terpencil tersebut. Sehingga dengan adanya pembahasan tersebut dapat menghasilkan kesimpulan bahwa problematika yang terjadi di daerah terpencil dalam pembelajaran PAI ini disebabkan oleh beberapa faktor, adanya keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), serta dengan adanya solusi yang tepat dapat memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil dalam mencari ilmu khususnya pada pembelajaran PAI. Kata Kunci: Pendidikan Islam; Problematika Pembelajaran; Sumber Daya Manusia 
PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM ISLAM: STUDI TERHADAP IQ, EQ, DAN SQ Mariani, Mariani
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4780

Abstract

Abstract: This article reveals holistic education in Islam, namely the study of IQ (Intellegent Quotient or intellectual intelligence), EQ (Emotional Quotient or emotional intelligence), and SQ (Spiritual Quotient or spiritual intelligence) in Islam. The holistic education paradigm is a way of looking at education as a whole, not partial, limited, and rigid. This holistic education paradigm can certainly be seen as in line with the world view of Islamic education. Al-Qur'an and al-Hadith explicitly discuss aqal, qalbu, and fuad as the center of IQ, EQ, and SQ showing that Islam gives equal appreciation to the three intelligence systems. The relationship between the three can be said to need and complement each other, because Islam places equal emphasis on "hablun min Allah" and "hablun min al-nas". So, it can be believed that the balance of IQ, EQ and SQ is the substance of Islamic teachings.Keywords: emotional intelligence; holistic education; intellectual intelligence; spiritual intelligence  Abstrak: Artikel ini mengungkap pendidikan holistik dalam Islam, yaitu studi terhadap IQ (Intellegent Quotient atau kecerdasan intelektual), EQ (Emotional Quotient atau kecerdasan emosional), dan SQ (Spiritual Quotient atau kecerdasan spiritual) dalam Islam. Paradigma pendidikan holistik adalah cara memandang pendidikan dengan menyeluruh, bukan parsial, terbatas, dan kaku. Paradigma pendidikan holistik ini tentu dapat dipandang sejalan dengan pandangan dunia pendidikan Islam. Al-Qur’an dan al-Hadits secara tegas membahas aqal, qalbu, dan fuad sebagai pusat IQ, EQ, dan SQ menunjukkan bahwa Islam memberikan apresiasi yang sama terhadap ketiga sistem kecerdasan tersebut. Hubungan ketiganya dapat dikatakan saling membutuhkan dan melengkapi, karena Islam memberikan penekanan yang sama terhadap " hablun min Allah " dan "hablun min al-naas ". Maka, dapat diyakini bahwa keseimbangan IQ, EQ dan SQ merupakan substansi dari ajaran Islam.Kata Kunci: pendidikan holistik; kecerdasan intelektual; kecerdasan emosional; kecerdasan spiritual.
KONSEP ADVERSITY QUOTIENT (AQ) DALAM MENGHADAPI COBAAN: DITINJAU DARI PERSPEKTIF AL-QUR’AN DAN HADIS Mahmudah, Mahmudah; Zuhriah, Fatimah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4781

Abstract

ABSTRACTIslam makes the Al-Qur'an and Hadith as guidelines and instructions in living the life of every human being. Allah will always test His servants both in happiness and in difficulty. Lack of attention to psychological aspects makes many individuals wrong in taking action when faced with difficulties. Dr. Paul G. Stoltz initiated the adversity quotient, this field is a scientific tool for improving individual responses in the face of adversity. This concept is relevant and applicable today, because IQ, EQ and SQ alone are still not sufficient to achieve life success. Based on this, the purpose of this study is to determine the concept of adversity quotient in facing trials from the perspective of Al-Qur'an and Hadith. The method used is literature study. In this study, data sources were obtained from relevant literature such as books, journals, or scientific articles related to the selected topic. The results showed that the concept of adversity quotient in facing trials when viewed from the perspective of the Al-Qur'an Hadith has relevance to the elements contained in patient attitude. The conclusion of this research is that the concept of adversity quotient in the view of Islam is a person who is able to be patient and optimistic and never give up in facing every trial.KEYWORDS: Adversity Quotient; Life's Problems; Al-Qur'an; Hadith. ABSTRAKIslam menjadikan Al-Qur'an dan Hadist sebagai pedoman dan petunjuk dalam menjalani kehidupan setiap manusia. Allah akan selalu menguji hamba-Nya baik dalam suka maupun duka. Kurangnya perhatian terhadap aspek psikologis membuat banyak individu salah dalam mengambil tindakan ketika menghadapi kesulitan. Dr. Paul G. Stoltz memprakarsai adversity quotient, dimana bidang ini merupakan alat ilmiah untuk meningkatkan respons individu dalam menghadapi kesulitan. Konsep ini relevan dan dapat diterapkan saat ini, karena IQ, EQ dan SQ saja masih belum cukup untuk mencapai kesuksesan hidup. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep adversity quotient dalam menghadapi cobaan dari perspektif Al-Qur'an dan Hadist. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Dalam penelitian ini, sumber data diperoleh dari literatur yang relevan seperti buku, jurnal, atau artikel ilmiah yang berkaitan dengan topik yang dipilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep adversity quotient dalam menghadapi cobaan jika dilihat dari perspektif Al-Qur'an dan Hadits memiliki relevansi dengan unsur-unsur yang terkandung dalam sikap sabar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsep adversity quotient dalam pandangan Islam adalah orang yang mampu bersabar dan optimis serta pantang menyerah dalam menghadapi setiap cobaan.KATA KUNCI: Adversity Quotient; Cobaan; Al-Qur'an; Hadist.
PELAKSANAAN MANAJEMEN MADRASAH DALAM RANGKA MENCIPTAKAN KEEFEKTIFAN DAN KEUNGGULAN PROSES PEMBELAJARAN DAN ADMINISTRASI DI MADRASAH IBTIDAIYAH SWASTA DARUN NASIHIN Sarkati, Sarkati
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4851

Abstract

Abstract: To achieve the goal of superior learning, one should use the most optimal learning strategy in accordance with the conditional characteristics available for that learning. So excellence in learning is seen from the accuracy of the strategies chosen to achieve learning objectives that are adapted to existing conditions. Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darun Nasihin uses learning strategies for superior learning goals by implementing various administrations of the curriculum, learning process, students, educators and education staff, facilities and infrastructure, finance, school relations with the community and administration.Keywords: learning process; madrasa administration; madrasa management Abstrak: Untuk mencapai tujuan pembelajaran unggul, hendaknya menggunakan strategi pembelajaran yang paling optimal sesuai dengan karakteristik kondisional yang tersedia untuk pembelajaran itu. Jadi keunggulan dalam suatu pembelajaran dilihat dari ketepatan strategi yang dipilih untuk mencapai tujuan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi yang ada. Madrasah Ibtidaiyah Swasta Darun Nasihin menggunakan strategi pembelajaran untuk tujuan pembelajaran unggul tersebut dengan menerapkan berbagai administrasi dari kurikulum, proses pembelajaran, kesiswaan, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana dan prasarana, keuangan, hubungan sekolah dengan masyarakat dan tata usaha.Kata Kunci: administrasi madrasah; manajemen madrasah; proses pembelajaran; 
PENERAPAN MUTU TERPADU MANAJEMEN PERGURUAN TINGGI Hasbullah, Hasbullah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4852

Abstract

ABSTRACTTotal Quality Management (TQM) or Integrated Quality Management is an extension and development of quality assurance. In other words, TQM can be said as an effort made so as to create a quality culture that is able to encourage all staff members to satisfy customers. Ideally, in the concept of integrated quality, the customer (user) is king. This concept talks about how to deliver what users want, and when and how they want it, so that it matches user expectations. The implementation of Total Quality Management (TQM) in Higher Education states that in relation to the above, of course there are several things that need to be considered by universities in implementing TQM, such as: commitment from top management, commitment to the required resources, steering committee , planning and publication, and infrastructure.KEYWORDS: Total Quality Management; Application; College. ABSTRAKTotal Quality Management (TQM) atau Mutu Terpadu Manajemen merupakan perluasan dan pengembangan dari jaminan mutu.  Dengan kata lain TQM bisa dikata sebagai usaha yang dilakukan sehingga terciptanya sebuah kultur mutu yang mampu mendorong semua anggota stafnya untuk memuaskan para pelanggan. Idealnya, dalam konsep mutu terpadu, pelanggan (pengguna) adalah raja. Konsep ini berbicara tentang bagaimana memberikan sesuatu yang diinginkan oleh pengguna, serta kapan dan bagaimana mereka menginginkannya, sehingga sesuai dengan harapan pengguna. Penerapan Total Quality Management (TQM) dalam Perguruan Tinggi menyebutkan bahwa berkaitan dengan hal tersebut di atas, tentunya ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan oleh Perguruan Tinggi dalam mengimplementasikan TQM, seperti: komitmen dari manajemen puncak, komitmen atas sumber daya yang dibutuhkan, steering committee, perencanaan dan publikasi, dan infrastruktur.KATA KUNCI: Mutu Terpadu; Penerapan; Perguruan Tinggi.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI DALAM AL-QUR'AN Samsuni, Samsuni
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4853

Abstract

ABSTRACTThe general goal of human resource management is to optimize the productivity of all jobs in an organization. In this case, productivity is defined as the production (output) of a company (goods and services) against the entry (human, capital, materials, energy). Human resources are an existing mandate that must be managed properly and become a responsibility in the hereafter. To get good human resource management, it must be guided by sharia by referring to the Qur'an. Because the Qur'an has given a clear picture of human resources.KEYWORDS: Al-Qur'an; Management; Human Resources. ABSTRAKTujuan umum manajemen sumber daya manusia adalah mengoptimalkan produktivitas semua pekerjaan dalam sebuah organisasi. Dalam hal ini, produktivitas diartikan sebagai hasil produksi (output) sebuah perusahaan (barang dan jasa) terhadap masuknya (manusia, modal, bahan-bahan, energi). Sumber daya manusia adalah amanah yang ada ini harus dikelola dengan benar dan menjadi tanggung jawab di akhirat kelak. Untuk mendapatkan pengelolaan sumber daya manusia yang baik harus dengan tuntunan syariah dengan berpedoman kepada Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an sudah memberikan gambaran yang jelas tentang sumber daya manusia.KATA KUNCI: Al-Qur’an; Manajemen; Sumber Daya Manusia.
AKHLAK KEPADA ALLAH SWT Muhrin, Muhrin
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.4855

Abstract

ABSTRACTIslamic teachings that are universal in nature must be applied in everyday life both in society, nation and state in totality. The application is certainly related to the implementation of one's rights and obligations to God, His apostles, fellow human beings, and the surrounding environment. Especially the application of a servant's morals to His Lord will be seen from the knowledge, behavior, and lifestyle that are filled with awareness of monotheism to Allah SWT. This can be proven by various righteous deeds, piety, and obedience to Allah SWT. Likewise, proof of love for the Prophet Muhammad such as by implementing the sunnah, mutual respect for fellow human beings, and preserving the natural environment. For this reason, in managing life, norms and values are needed to measure standards to determine whether the actions and actions chosen are good or not, right or wrong, so that what is seen is not only self-interest, but also the interests of others, common interests, the interests of the community. humanity as a whole. Thus, each individual is required to have good morals or morality.KEYWORDS: Morals; Islamic Teachings; Allah Swt. ABSTRAKAjaran Islam yang bersifat universal harus dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara totalitas. Penerapan tersebut tentu berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban seseorang kepada Tuhan, rasul-Nya, sesama manusia, dan lingkungan di sekitarnya. Khusus penerapan akhlak seorang hamba kepada Tuhan-Nya akan terlihat dari pengetahuan, perilaku, dan gaya hidup yang dipenuhi dengan kesadaran tauhid kepada Allah Swt. Hal itu bisa dibuktikan dengan berbagai perbuatan amal shaleh, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah Swt. Begitu juga bukti kecintaan kepada Rasulullah saw seperti dengan melaksanakan sunnah, saling menghormati sesama manusia, dan menjaga kelestarian lingkungan alam. Untuk itu, dalam menata kehidupan diperlukan norma dan nilai diperlukan standar  ukuran untuk menentukan apakah perbuatan dan tindakan yang dipilih itu baik atau tidak, benar atau salah, sehingga yang dilihat bukan hanya kepentingan diri sendiri, melainkan juga kepentingan orang lain, kepentingan bersama, kepentingan umat manusia secara keseluruhan. Dengan demikian setiap individu dituntut untuk memiliki moral yang baik atau akhlakul karimah.KATA KUNCI: Akhlak; Ajaran Islam; Allah Swt.
PENERAPAN PENGHAFALAN AL-QUR’AN UNTUK ANAK USIA DINI: STUDI KASUS PADA ORANGTUA YANG BERSTATUS SEBAGAI ANGGOTA JAMAAH TABLIGH KOTA BANJARMASIN Rusdiah, Rusdiah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 11 No. 1 (2021): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.6144

Abstract

ABSTRACTMemorizing the Qur'an is considered very good cognitively and adds intellectual, linguistic, religious, and moral abilities. In addition, the Qur'an is the holy book of Muslims and is the basic source of all knowledge. Memorizing the Qur'an is considered not to violate the child's nature, but parents must pay attention to the child's ability. Parents must design the application of memorizing the Qur'an in such a way as to attract and trigger children's enthusiasm without any coercion. Parents who are members of the Tablighi Jamaat are considered successful in the application of memorizing the Qur'an for early childhood. This success needs to be known so that other parents can apply it as well. This article reveals the application of memorizing the Koran for early childhood by parents who are members of the Tablighi Jamaat and knowing the motivations of parents in memorizing children's Koran. The type of research is field research with a descriptive-qualitative approach. The research subjects were 3 children aged 4-8 years and 3 parents who were members of the Tablighi Jamaat Banjarmasin area. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. Data processing and analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation and conclusion drawing (verification). The results of the study indicate that parents apply the memorization of the Qur'an based on the Regulation of the Minister of National Education Number 58 of 2009 concerning Standards for Early Childhood Education, starting from planning, implementing and evaluating. While the motivation of parents in memorizing the Qur'an is done by conditioning the child, both at home and in the environment outside the home. This means that what affects the spirit and things that motivate children are extrinsic. In line with the theory of two factors, namely the hygiene factor where children's motivation is influenced by organizational conditions or environmental conditions.KEYWORDS: Memorizing the Qur'an; Early Childhood; Extrinsic Motivation.ABSTRAKPenghafalan al-Qur’an dinilai sangat baik secara kognitif dan menambahkan kemampuan intelektual, bahasa sekaligus agama, dan moral. Selain itu, al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam dan merupakan sumber dasar bagi segala ilmu. Penghafalan al-Qur’an dinilai tidak menyalahi fitrah anak, namun orangtua harus memperhatikan kemampuan anak. Orangtua harus merancang penerapan penghafalan al-Qur’an sedemikian rupa agar menarik dan memicu semangat anak tanpa adanya paksaan. Para orangtua yang berstatus anggota Jamaah Tabligh dinilai berhasil dalam penerapan penghafalan al-Qur’an untuk anak usia dini. Keberhasilan itu perlu diketahui sehingga orangtua lainnya dapat menerapkannya pula. Artikel ini mengungkap penerapan penghafalan al-Qur’an untuk anak usia dini oleh orangtua yang berstatus sebagai anggota Jamaah Tabligh dan mengetahui motivasi orangtua dalam penghafalan al-Qur’an anak. Jenis penelitian adalah lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 anak berusia 4-8 tahun dan 3 orangtua yang berstatus sebagai anggota Jamaah Tabligh wilayah Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua menerapkan penghafalan al-Qur’an berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini yaitu dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sedangkan motivasi orangtua dalam penghafalan al-Qur’an dilakukan dengan menngondisikan anak, baik di rumah maupun lingkungan di luar rumah. Artinya yang mempengaruhi semangat dan hal yang memotivasi anak bersifat ekstrinsik. Sejalan pula dengan teori dua faktor yaitu faktor hygiene dimana motivasi anak dipengaruhi oleh kondisi organisasi atau kondisi lingkungan.KATA KUNCI: Penghafalan Al-Qur’an; Anak Usia Dini; Motivasi Ekstrinsik.

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol. 2 No. 1 (2012): June Vol 2, No 1 (2012): Juni More Issue