cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
THE IMPLEMENTATION OF JIGSAW IN TEACHING EXPRESSION OF PAIN, RELIEF, AND PLEASURE TO THE ELEVENTH GRADERS OF SMA HANG TUAH 4 SURABAYA
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF JIGSAW IN TEACHING EXPRESSION OF PAIN, RELIEF, AND PLEASURE TO THE ELEVENTH GRADERS OF SMA HANG TUAH 4 SURABAYA Mochamat Zakaria English Education, Languages and Arts Faculty, State University of Surabaya Mochamatzakaria@mhs.unesa.ac.id Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana penerapan jigsaw dalam pengajaran berbicara untuk kelas sebelas dan juga untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap jigsaw setelah diajarkan menggunakan jigsaw. Dalam penelitian ini, jigsaw digunakan untuk mengajarkan ekspresi sakit, lega, dan senang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode tersebut digunakan karena sesuai dengan tujuan penelitian yang mana adalah menyelidiki serta mendeskripsikan pengaplikasian dari jigsaw dalam pengajaran speaking dan respon dari siswa terhadap jigsaw. Digunakan dua instrumen untuk mengumpulkan data, yaitu lembar observasi dan angket. Lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang penerapan jigsaw dalam pengajaran speaking, sedangkan angket digunakan untuk mengumpulkan data mengenai respon siswa terhadap jigaw. Subjek dari penelitian ini adalah 36 siswa kelas XI IPA 2 dari SMA Hang Tuah 4 Surabaya dan 1 guru yang mengajar di kelas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jigsaw telah berhasil di terapkan kendati harus menggunakan beberapa adaptasi guna menyesuaikan dengan materi yang diajarkn. Beberapa adaptasi tersebut adalah ditiadakannya ketua dalam setiap kelompok dan diberikannya materi yang sama untuk setiap dua siswa dalam kelompok. Sebagian besar siswa menunjukkan respon yang positif terhadap jigsaw. Sebagian besar dari mereka menyatakan bahwa dengan menggunakan jigsaw dalam pembelajaran, mereka dapat memahami materi yang diajarkan dengan lebih baik. Selain itu, mereka juga menyatakan bahwa dengan menggunakan jigsaw, dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk berbicara. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa jigsaw adalah salah satu teknik yang dapat digunakan untuk pengajaran speaking. Kata Kunci: Pembelajaran berbicara, ekspresi sakit, lega, dan senang, jigsaw. Abstract This research aims to investigate the implementation of jigsaw in teaching speaking to eleventh graders and also find out the students’ response toward jigsaw after have been taught by using jigsaw. In this study, jigsaw is used in teaching speaking of expression of pain, relief, and pleasure. This study conducted using descriptive qualitative research method. This design was appropriate for this study because it was aimed to describe the implementation of jigsaw in teaching speaking and the response of the students after have been taught by using jigsaw. The researcher used two instruments in this study, they were observation sheet, and questionnaire. Observation sheet was used to collect data about the implementation of jigsaw, while questionnaire was used to collect data about students’ response. The subjects of this study were the students and the teacher of XI IPA 2 of SMA Hang Tuah4 Surabaya. The result of this study has shown that jigsaw was successfully implemented. However, there were some adaptation made by the teacher to make the technique fit with the materials and students condition, those adaptation were no leader was chosen in the group, and assign two students from each group to learn one material. Most of the students shows positive response toward jigsaw. Most of them claim that by using jigsaw, they could understand the material better and also boost their confident to speak. By knowing those results, it is concluded that jigsaw is one of the technique that can be used to teach speaking for eleventh grades. Keywords: Speaking, expression of pain, relief, and pleasure, jigsaw.
INTRALINGUAL AND INTERLINGUAL MORPHOSYNTACTIC ERRORS FOUND IN JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ ORAL PRODUCTION
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTRALINGUAL AND INTERLINGUAL MORPHOSYNTACTIC ERRORS FOUND IN JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ ORAL PRODUCTION Muhammad Rizki Arif Suryo English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya Muhammadrizkiarifsuryo@gmail.com Dr. Pd. H. Aswandi, M.Pd. English Education Department, Faculty of Language and Art, State University of Surabaya aswandi@unesa.ac.id Abstrak Kesalahan adalah bagian terpenting dalam pembelajaran bahasa. Semua pembelajar bahasa melakukan kesalahan ketika mempelajari bahasa baru baik sebuah bahasa pertama ataupun bahasa kedua. Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menjadi penghalang ketika pembelajar tidak waspada dengan kesukaran-kesukaran tertentu yang ada dalam bahasa target. Pembelajaran bahasa kedua mempunyai lebih banyak sumber-sumber yang memberikan dampak sehingga menyebabkan munculnya lebih banyak kesalahan-kesalahan. Sumber-sumber ini adalah kesulitan-kesulitan dalam bahasa target yang diistilahkan sebagai intralingual interference dan dampak dari bahasa pertama yang diistilahkan sebagai interlingual interference. Morphologi dan sintaks menjadi aspek linguistik yang paling bermasalah dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing terutama di Indonesia. Terdapat penemuan-penemuan bahwa sangat banyak siswa menghadapi kesulitan-kesulitan dalam mempelajari elemen morphosintaksis yakni komponen tata bahasa. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk menganalisa kesalahan morphosintaksis dan proses kognitif yang mendasari serta sumber-sumber kesalahan tersebut untuk membantu siswa-siswa waspada pada kesukaran-kesukaran tertentu, meminimalisir kesalahan-kesalahan, dan melakukan self-correction serta memberi informasi kepada pendidik mengenai fenomena ini.Enam siswa kelas 9 berdasarkan kriteria yang dipertimbangkan dipilih dengan teknik purposive sampling sebagai subyek penelitian. Mereka ditentukan dari tiga kategori yang mana dua siswa dipilih masing-masing dari mereka yang pencapaian skor speaking dibawah 70, 71-85 dan diatas 85. Siswa-siswa tersebut diwawancara untuk menghasilkan data yang dibutuhkan. Rekaman dari wawancara ditranskrip dan dianalisa menggunakan intsrumen untuk mendapatkan hasilnya. Data-data tersebut ditransformasikan ke dalam angka dan kata-kata untuk menjawab pertanyaan penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Telah ditemukan dua hasil di penelitian ini. Yang pertama adalah telah ditemukan bahwa siswa-siswa membuat 199 kasus kesalahan dalam level morpologi dan sintaksis. Kesalahan-kesalahan morphosintaksis ini ditemukan dalam empat klasifikasi yaitu omision, addition, misformation dan misordering. Penemuan kedua adalah kemunculan kesalahan-kesalahan tersebut disebabkan oleh empat sumber yaitu intralingual, interlingual, ambiguous dan unique. Dampak dari intralingual mempunyai peran yang paling besar dalam kemunculan kesalahan-kesalahan. Sumber ini berdampak pada 155 kasus (77.89%), dampak interlingual hanya terjadi pada 25 kasus (12.75%). 15 kasus (7.54%) adalah ambiguous yang mana tidak jelas apakah dampak tersebut dari interlingual atau intralingual. 4 kasus ditemukan sebagai unique yang mana sumber kesalahannya tidak diketahui. Dari penelitian ini, bisa disimpulkan bahwa kelas sembilan menghadapi kesulitan serius dalam mempelajari elemen morphosintaksis. Mereka melakukan kesalahan dalam empat proses kognitif ketika menggunakan aturan-aturan mophosintaksis tertentu. Kesalahan-kesalahan ini terjadi mayoritas karena kesulitan-kesulitan dalam bahasa terget, paparan parsial item-item linguistik tertentu dan kurangnya pengetahuan terhadap aturan-aturan tertentu. Kata Kunci: Interlingal interference, Intralingual interference, Morphosyntax, Moprhosyntactic errors Abstract Errors are important part of language learning. All learners commit errors when learning a new language either a first language or second language. They can be barriers when learners are not aware of the particular difficulties of the target language. Learning a second language has more interfering sources that lead to more emergences of errors. These sources of second language errors are the difficulties of the target language termed as intralingual interference and the interference of the first language termed as interlingual interference. The Morphology and Syntax become the most problematic linguistic aspects in learning English as foreign language espceially in Indonesia. It is found that there are many students in their beginning stage of learning English face difficulties and commit errors in learning morphosyntactic elements which are grammatical components. Thus this research has been conducted to analyze the morphosyntactic errors, the cognitive processes underlying the errors construction and their sources to help the students minimize the errors and do self-correction and be aware of the particular difficulties and inform the teachers this phenomenon. Six ninth graders based on considered criteria were selected as the subjects by using purposive sampling. They were selected from three categories which are those who have speaking achievement score below 70, 71-85 and above 85. Two students were chosen from each cluster as the samples. Further, the students were interviewed to gain the data. The recording of the interview were transcritpted and analyzed using intruments to get the results. The data were transformed into numbers and words to answer the research questions of this study. Therefore, this research was a descriptive research. There are two results found in this study. First, it has been found that students make 199 in both morphological and syntactical level. These morphosyntactic errors were investigated in four classifications which are omision, addition, misformation and misordering. Secondly, the occurances of errors were caused by four sources which are intralingual, interlingual, ambiguous and unique. The intralingual interference has the biggest role in error emergences. It interferes in 155 cases (77.89%). The interlingual interference only exists 25 cases (12.75%). 15 cases (7.54) are ambigous which whether interlingual and intralingual interfere was not obvious. 4 cases are unique which the sources of errors are unknown. From the study, it can be concluded that ninth graders face great difficulties in learning morphosyntactic elements. They commit errors in four cognitive processes when performing particular morphosyntactic rules. These errors occured majorly because of the difficulties of the target language, partial exposure of particular linguistic items and inadequate knowledge of the rules of English Morphosyntax Keywords: Interlingal interference, Intralingual interference, Morphosyntax, Moprhosyntactic errors
The Implementation of Dicto-Comp (Dictation Composition) Technique in Teaching Writing Narrative Text for Eleventh Grade Students
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Implementation of Dicto-Comp (Dictation Composition) Technique in Teaching Writing Narrative Text for Eleventh Grade Students Afifah English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya dearestafifah@gmail.com Drs. Fahri, M.A English Education, Language and Art Faculty, State University Surabaya fahri@unesa.ac.id Abstrak Menulis adalah salah satu keterampilan yang paling penting dalam belajar bahasa Inggris. Tulisan digunakan oleh para penulis untuk menerjemahkan gagasan menjadi kata-kata, sehingga bisa dikomunikasikan kepada orang lain (Flynn & Stainthorp, 2006). Namun, beberapa masalah dihadapi oleh kebanyakan siswa terkait kegiatan menulis. Kebanyakan siswa sulit mendapatkan gagasan, mengorganisir gagasan menjadi bahasa baru, mengembangkan rincian dan menyusun gagasan (Aini, 2015). Berkaitan dengan fenomena di atas, guru harus memberikan teknik yang disebut sebagai Dicto-Comp (Mendiktekan Teks) dalam pengajaran menulis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan teknik dicto-comp, tulisan siswa dan tanggapan/respon siswa terhadap penggunaan teknik ini. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dasar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa penerapan teknik dicto-comp dalam pengajaran menulis sudah baik dan berjalan dengan baik. Sedangkan komposisi siswa yang dianalisis juga menunjukkan hasil yang baik. Hal itu, bisa dilihat dari jumlah siswa yang tergolong dalam kategori "Good to Average". Selain itu, hasil kuesioner menunjukkan bahwa teknik ini bermanfaat dan berguna bagi siswa dalam kegiatan menulis. Kata Kunci: Menulis, Teks Narratif, Tehnik Mendiktekan Teks Abstract Writing is one of the most important skills in learning English. Writing is used by writers to translate ideas into words, so it can be communicated to other people (Flynn & Stainthorp, 2006). However, some problem were faced by most students related to writing. As a result, most students were difficult in getting the ideas, organizing the ideas into new language, developing the details and structuring the ideas (Aini, 2015). Regarding to the phenomena above, the teacher should provide an attractive technique which called as Dicto-Comp (Dictation Composition) technique in teaching writing. The aims of this study were to describe the implementation of dicto-comp technique, the students’ composition and the students’ responses toward this technique. This research design used was basic qualitative analysis. The result of observation showed that the implementation of dicto-comp technique in teaching writing was good and run well. Meanwhile the students’ composition analyzed also showed good result. It could be seen from the numbers of students who were classified in to “Good to Average”. Moreover, the result of questionnaires showed that this technique was helpful and useful for the students in writing activity. Keywords: Writing, Narrative Text, Dicto-Comp Technique
English Material Development for Pharmacy Program Based on 2013 Curriculum at SMK Satria Bhakti Nganjuk
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Implementation of Bio-Poems Strategy for Teaching Writing Descriptive Text of Person to Seventh Graders Students
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Implementation of Bio-Poems Strategy for Teaching Writing Descriptive Text of Person to Seventh Graders Students David Wahyu Sapto Pamungkas1), Fahri2) 1) English Education student, Language and Art Faculty, State University of Surabaya, davidpamungkas@mhs.unesa.ac.id 2) English Education lecturer, Language and Arts Faculty, State University of Surabaya, fahri@unesa.ac.id Abstract English as a foreign language is a subject that should be learned by the students. In K13 Curriculum, students have to master 4 skill, those are listening, speaking, reading and writing. Writing is one of English skills which has to be mastered by the students. There are many materials in learning English Writing, one of them is descriptive text, especially descriptive text of person. The objectives of this study are to describe (1) The way of using bio-poems strategy in teaching and learning process. (2) The students’ writing descriptive text after the use of bio-poems strategy (3) the students’ responses toward learning descriptive text by using bio-poems strategy. This research was a descriptive research while the approach was qualitative technique. There were 3 instruments to conduct this research, those were observation checklist to know the teacher and students activities in class, students’ writing to know the students’ writing descriptive text after the use of this strategy, and questionnaire to know the students responses toward the use of this strategy in class. The result shows that “Bio-Poems’ strategy is appropriate to be implemented for teaching writing descriptive text of person to seventh graders students. It is proved from the observation result that the teacher and the students did the steps in right way. The activities in class were successfully done. Then based on the students’ writing descriptive text results, many students did the work great achievement, it proved from the result that most of students belong to “Good” criteria. Based on the questionnaire that was given in last meeting, most of the students were very excited when using this strategy in learning writing dscriptive text of person. Based on those result, it can be concluded that “Bio-Poems” strategy can be used for teaching writing descriptive text of person to seventh graders students. Keywords: English, descriptive text of person, Bio-poems strategy, literacy, strategy Abstrak Bahasa inggris sebagai bahasa asing merupakan salah satu mata pelajaran wajib di sekolah. Dalam kurikulum 2013, siswa wajib menguasai 4 kemamuan berbahasa inggris meliputi mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Menulis merupakan salah satu keahlian berbahasa inggris yang harus dikuasai oleh siswa. Ada banyak materi dalam belajar menulis dalam Bahasa inggris, salah satunya adalah menulis teks deskriptif, khususnya teks deskriptif tentang orang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) cara menggunakan strategi “bio-poems” dalam proses KBM. (2) hasil tulisan teks deskriptif siswa setelah penggunaan strategi “bio-poems”. (3) respon siswa terhadap pembelajaran menulis teks deskriptif tentang orang menggunakan strategi “bio-poems”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan teknik kualitatif. Ada 3 intrumen dalam pengadaan penelitian ini, meliputi pengamatan ceklis untuk mengetahui aktivitas-aktivtas guru dan murid dalam kelas, tulisan teks deskritif siswa guna mengetahui hasil tulisan teks deskriptif siswa setelah penggunaan strategi ini, dan kuisioner untuk mengetahui respon siswa terhadap penggunaan strategi ini dalam kelas. Hasil menunjukkan bahwa strategi “bio-poems” ini cocok untuk di terapkan dalam pengajaran menulis teks deskriptif tentang orang pada siswa kelas 7 smp, ini dibuktikan dari hasil pengamatan bahwa guru dan siswa melakukan langkah-langkah dengan tepat. Aktivitas-aktivitas dalam kelas terlaksana dengan baik. Lalu, berdasarkan hasil tulisan teks deskriptif siswa, banyak dari menyelesaikannya dengan baik, hal ini dibuktikan bahwa kebanyakan dari mereka tergolong berkemampuan “baik”. Berdasarkan kuisioner yang diberikan di pertemuan terakhir, kebanyakan siswa sangat senang ketika menggunakan strategy ini. Dapat disimpulkan bahwa strategi “Bio-poems” dapat digunakan untuk mengajar menulis teks deskriptif tentang orang pada siswa kelas tujuh. Kata kunci: Bahasa Inggris, teks deskritif tentang orang, strategi “bio-poems”.
THE USE OF VOCABULARY LEARNING STRATEGY BY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE USE OF VOCABULARY LEARNING STRATEGY BY JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Arpinda Syifaa Awalin English Department Faculty, Faculty of Language and Arts, State University arfindasyifa@gmail.com Abstrak Strategi pembelajaran vocabulary digunakan siswa yang memiliki penegtahuan vocabulary dengan jumlah banyak dan sedikit untuk membantu mereaka dalam belajar vocabulary. Kita ketahui bahwa vocabulary adalah salah satu aspek yang mempengaruhi dalam belajar bahasa. Inggris. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang strategi pembelajaran vocabulry yang digunakan oleh siswa SMP yang memiliki banyak atau sedikt pengetahuan mereka mengenai vocabulary dan alasan mereka mengapa mereka menggunakan strategi pembalajaran vocabulary tersebut. Questionare dan wawancara adalah intrument untuk mendapatkan data. Hasil dari penitilain ini menunjukkan bahwa diantara siswa yang memiliki banyak atau sedikt pengetahuan mereka mengenai vocabulary menggunakan startegi yang berbeda sesuai dengan gaya dan kebiasan mereka. Menurut ketiga macam stratehi pembelajaran vocabulary (i.e discovery, social and consolidate strategy), setiap siswa mengunakan sub strategi yang dapat membetu mereka dalam belajar vocabulary. Disatu sisi, penggunaan strategi ini membuat siswa mudah untuk belajar dan mengingat vocabulary. Kata kunci: Strategi Pembelajaran Vocabulary, siswa yang memiliki pengetahuan banyak dan sedikit tentang vocabulary, Alasan Abstract Vocabulary learning strategy is used by students who have large and small vocabulary size to help them in learning vocabulary. Since we know vocabulary is one aspect which influences in learning English. Therefore, this study is conducted to know about the vocabulary learning strategy which used by junior high school students who have large and small vocabulary size and the reason why students used vocabulary learning strategy. The data were collected from questionnaires and interview. The results of study shown among students who have large and small vocabulary size used the different vocabulary learning strategy based on their passion. Based on three types of vocabulary learning strategy (i.e discovery, social and consolidate strategy), each of students used the sub strategy which help them in learning vocabulary. On the other hand, using this strategy makes students to learn and memorize the new vocabulary easily. Keywords: Keywords: Vocabulary Learning Strategy. Students with Large Vocabulary Size, Students with Small Vocabulary Size, Reason
THE EFFECTIVENESS OF USING LEARNING JOURNAL ON EIGHT GRADE STUDENTS’ WRITING ABILITY IN WRITING RECOUNT TEXT
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECTIVENESS OF USING LEARNING JOURNAL ON EIGHT GRADE STUDENTS’ WRITING ABILITY IN WRITING RECOUNT TEXT Ananda Rival Prakoso English Department Faculty, Faculty of Languages and Arts, State University rivalus.tapiosman@gmail.com Abstrak Menulis adalah salah satu keterampilan produktif dalam belajar bahasa Inggris. Ada berbagai macam strategi untuk meningkatkan kemampuan menulis. Salah satunya adalah dengan menulis jurnal pembelajaran untuk mengingat kembali perkembangan dan perasaan dalam pembelejaran siswa di kelas.Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan jurnalpembelajaran efektif untuk meningkatan kemampuan menulis siswa dalam menulis teks recount. Model penelitian yang digunakan adalah penelitian berbasis eksperimen. Fokus dalam penelitian ini dibatasi menjadi komponen tulisan siswa dan jurnal pembelajaran. Dua kelas delapan dipilih menjadi subjek penelitian ini. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengambil data komponen tulisan siswa-siswa. Sebagai tambahan, grup eksperimen diberikan treatmen menulis jurnal pembelajaran. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa ada perbedaan signifikan antara grup eksperimen dan kontrol dimana grup eksperimen memperoleh skor menulis lebih tinggi dari grup kontrol. Selain itu,hasilnya juga menunjukkan bahwa jurnal pembelajaran memiliki efek moderat dalam meningkatkan skor komponen tulisan siswa Kata kunci: Jurnal pembelajaran, komponen-komponen tulisan, keefektifan. Abstract Writing is one productive skill in learning English. There are many strategies to improve writing ability. One of them is by writing learning journal to recall the progress that has been achieved through the class. Learning journal is a kind of journal that contains students’ progress and feeling about their learning in the class. Therefore, this study is conducted to find out whether the use of learning journal is effective to improve students’ writing ability in writing recount text. Experimental research was chosen as the research design. The focus is limited into students writing components and learning journal content. Two classes of eight grader students were the participants in this research. Pre-test and post-test were administered to collect the data of students’ writing components. Moreover, experimental group were given the treatment of writing learning journal. The results found that there are significance difference between experimental and control group where experimental has higher score of writing ability. It is also found that learning journal were moderate effective in improving students’ writing components score. Keywords: Learning journal, Writing components, Effectiveness.
THE EFFECT OF INTRALINGUAL SUBTITLED AND NON-SUBTITLED DOCUMENTARY VIDEOS ON VOCABULARY RETENTION FOR ELEVENTH GRADE STUDENTS
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE EFFECT OF INTRALINGUAL SUBTITLED AND NON-SUBTITLED DOCUMENTARY VIDEOS ON VOCABULARY RETENTION FOR ELEVENTH GRADE STUDENTS Inarotul Iklimaini English Education Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya ilmaiklimaini@gmail.com Abstrak Kosakata adalah salah satu komponen bahasa Inggris yang mendukung kemampuan bahasa Inggris. Sekarang ini, pengajaran kosa kata bahasa Inggris dengan menggunakan media telah menarik di dalam penelitian. Penelitian ini mencoba menganalisis pengaruh video intralingual terjemahan dokumenter dan video tanpa terjemahan sebagai media pengajaran kosakata untuk mengetahui apakah bisa meningkatkan retensi kosa kata siswa di kelas SMA. Sejalan dengan reserach ini, digunakan desain kuantitatif. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap pengamatan video. Penelitian ini menyelidiki siswa kelas XI (N = 70) belajar kosa kata bahasa Inggris dengan video dokumenter subtitle dan nonsubtitled. Tersedia siswa kelompok kontrol dan siswa kelompok eksperimental. Untuk mengetahui efek media ini, uji kosa kata diberikan sebagai uji tes awal segera, uji tes akhir, uji tes akhir tertunda1, dan uji tes akhir tertunda2. Hasil data menunjukkan bahwa efek video subjudul intralingual dan video non-subjudul, siswa yang mendapat perawatan dengan menggunakan video intralingual terjemahan ditingkatkan untuk mengingat dan mengenali retensi kosa kata dalam jangka waktu pendek dan waktu yang lama. Jelas, kesimpulan tanggapan siswa terhadap menonton video, kelompok eksperimen setuju bahwa video terjemahan intrektif adalah media yang efektif untuk mempelajari retensi kosa kata, dan memiliki respon positif daripada siswa kelompok kontrol. Oleh karena itu, guru harus lebih kreatif dan terampil mengajar kosa kata terhadap karena bisa memberi dampak kepada siswa terhadap proses belajar mengajar. Kata Kunci: Terjemahan, Tanpa Terjemahan, Video Dokumenter, Retensi Kosakata ABSTRACT Vocabulary is one of English components which supports English skill. Nowadays, teaching English vocabulary by using media has been interesting in research. This study tried to analyze the effect of subtitled and non-subtitled documentary video as media on teaching vocabulary to know whether it could incerase students’ vocabulary retention in Senior High School classes. In line with this reserach, it was used quantitative design. This study also aims to find out to how the students’ response towards watching the video.This study was investigated eleventh grade students (N=70) learn English vocabulary with subtitled and nonsubtitled documentary video. There were control group students , and experimental group students. To know the effect of this media, the vocabulary test were administered as immediate pretest, immediate posttest, delayed posttest1, and delayed posttest2. The result of the data show that the effect of intralingual subtitled videos and non-subtitled video is the students who are got the treatment by using intralingual subtitled videos are improved to recall and recognize the vocabulary retention in short-time period and long-time perod. Obviously, inconclusion of students’ response toward watching the video, the experimental group students are agree that intralingual subtitled video is effective media for learning vocabulary retention, and have possitive response rather than control group students. Therefore, teacher should be more creative to teach the students vocabulary skill because it can give the students impact for teaching and learning process. Keywords: Subtitled, Non-Subtitled, Documentary Video, Vocabulary Retention
Analysis of Syntactical and Morphological Errors in Oral Production of English Department Students
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF CHAIN DRILL IN TEACHING SPEAKING OF RECOUNT TEXT TO THE EIGHT GRADERS OF JUNIOR HIGH SCHOOL
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF CHAIN DRILL IN TEACHING SPEAKING OF RECOUNT TEXT TO THE EIGHT GRADERS OF JUNIOR HIGH SCHOOL Reta Maya Saprima English Education Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya retasaprima@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan latihan berantai dalam pengajaran berbicara menggunakan teks recount. Teknik pelatihan berantai adalah teknik yang efektif yang terdapat dalam Audio Lingual Method yang telah menjadi teknik yang menarik. Penelitian ini menggunakan Desain Kualitatif dengan 38 siswa sebagai peserta. Peneliti juga menggunakan kelas aktif dalam melakukan penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitin kali ini adalah catatan lapangan, rekaman kegiatan berbicara siswa, wawancara dan rubrik berbicara. Dalam menganalisa data, peneliti mengubah rekaman pembicaraan menjadi transkripsi. Kemudian, menganalisis data dengan rubrik berbicara. Hasilnya menunjukkan bahwa guru yang menerapkan latihan berantai dalam mengajar berbicara bahasa Inggris secara alami dan lancar. Singkatnya, para siswa termotivasi dalam berbicara bahasa Inggris dan membantu mereka memahami teks dengan situasi yang menyenangkan. Kata Kunci: latihan berantai, berbicara Bahasa Inggris, teks recount Abstract This study aims to describe the implementation of chain drill in teaching speaking of recount text. Chain drill technique is an effective technique from Audio Lingual Method that has been an interesting technique. This research used Qualitative Design with 38 students as the participants. The researcher also used an active class in conducting the research. The research instruments were field notes, students’ speaking recording, interview and speaking rubric. In analyzing the data, the researcher turns the speaking recording into transcription. Then, analyze the data with speaking rubric. The result showed that the teacher who implements chain drill in teaching speaking English can make the students are able to speak English naturally and fluency. In short, the students were motivate in learning speaking English and help them easier to comprehend the text with fun situation. Keywords: chain drill, speaking English, recount text