cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
INTER-RATER RELIABILITY OF PEER ASSESSMENTS IN SENIOR SECONDARY SCHOOL STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Error Repetition after Direct Written Corrective Feedback in Students’ Writing
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Error Repetition after Direct Written Corrective Feedback in Students’ Writing Ida Kusuma Parwati English Language Teaching, Language and Art Faculty, State University of Surabaya idaparwati@mhs.unesa.ac.id Ahmad Munir English Language Teaching, Language and Art Faculty, State University of Surabaya ahmadmunir@unesa.ac.id Abstract This study had two purposes; the first purpose was to investigate what the repeated errors made by the students in their subsequent writing after being given direct written corrective feedback by the teacher. The second purpose was to explain why the students repeat errors in their subsequent writing. The study used qualitative research. There were two data of this study. First data were students’ errors in their essay. The students’ errors in their essay consist of students’ errors in the first essay (first draft of first essay that has already given feedback, unrevised version) and students’ errors in their subsequent essay (first draft of next essay that has already given feedback, unrevised version). The second data were students’ oral statements about the reasons why they repeat errors in their subsequent writing. There were two findings of this study. First, there were 11 types of repeated error in students’ writing. Those were noun ending, auxiliary, article, word choice, spelling, preposition, word form, verb form, subject verb agreement, omitted word, unnecessary word. The second finding, there were 4 reasons of repeating errors. Those are analogical error, interlingual transfer, and carelessness of learning. Also, the last reason was there were no explanation about the feedback given and no conference between teacher and student after giving direct written corrective feedback Keywords: Error, Direct Written Corrective Feedback, Repeated Error. Abstrak Penelitian ini memiliki dua tujuan. Tujuan yang pertama adalah untuk menginvestigasi kesalahan apa yang diulang oleh para siswa di tulisan mereka yang selanjutnya setelah diberi direct written corrective feedback oleh guru. Tujuan yang kedua adalah untuk menjelaskan mengapa para siswa mengulang kesalahan di tulisan mereka yang selanjutnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Ada dua data di penelitian ini. Data pertama adalah kesalahan para siswa di tulisan mereka. kesalahan para siswa tersebut terdiri dari kesalahan para siswa di tulisan pertama mereka (draf petama dari tulisan pertama yang sudah diberi direct wrtten corrective feedback, versi yang belum direvisi) dan kesalahan para siswa di tulisan mereka yang selanjutnya (draf pertama dari tulisan yang selanjutnya, yang sudah dibeberi direct written corrective feedback, versi yang belum direvisi). Data yang kedua adalah pernyataan lisan para siswa tentang alasan-alan mengapa mereka mengulang kesalahan di tulisan mereka yang selanjutnya . Ada dua hasil dari penelitian ini. Pertama, ada 11 kesalahan yang dulang oleh siswa di tulisan yang selanjutnya. Yaitu, noun ending, auxiliary, article, word choice, spelling, preposition, word form, verb form, subject verb agreement, omitted word, unnecessary word. Hasil yang kedua adalah ada 4 alasan mengapa mengulang error. Yaitu, analogical error, interlingual transfer, and carelessness of learning. Serta, alasan yang terakhir adalah tidak adanya penjelasan tentang feedback yang diberkan dan tidak ada tanya jawab antara guru dan siswa setelah pemberian direct written corrective feedback. Kata kunci: Kesalahan, Direct Written Corrective Feedback, Kesalahan yang Diulang.
THE IMPLEMENTATION OF STORY MAPS AS A STRATEGY TO TEACH SPEAKING NARRATIVE TEXT FOR NINTH GRADERS OF JUNIOR HIGH SCHOOL
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF STORY MAPS AS A STRATEGY TO TEACH SPEAKING NARRATIVE TEXT FOR NINTH GRADERS OF JUNIOR HIGH SCHOOL Cahayani Safitri English Education, Languages and Arts Faculty, State University of Surabaya cahayanisafitri@mhs.unesa.ac.id Abstrak Salah seorang pemuka terkenal pernah mengungkapkan bahwa berbicara itu layaknya pensil, harus memiliki ujung yang tidak tumpul. Faktanya, beberapa orang acapkali berbicara banyak namun tidak memiliki poin penting. Bahkan, untuk belajar bahasa inggris, banyak siswa tidak percaya diri untuk berbicara and menyampaikan ide yang mereka miliki. Dengan berkembang pesatnya teknik belajar mengajar didalam kelas, beberapa peneliti menemukan ide untuk menggunakan graphic organizers untuk mengajar bahasa inggris. Strategi tersebut dapat diterapkan untuk pembelajaran writing, reading, listening, dan speaking. Graphic organizers yang menargetkan pembelajaran kritis dan kreatif membantu siswa untuk mengembangkan potensi siswa untuk memahami keseluruhan teks. Penelitian berikut adalah kualitatif dan bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan story maps untuk kelas sembilan di SMP Negeri 2 Sidoarjo. Penelitian ini telah menggunakan tiga instrumen untuk mendapatkan data. Instrumen tersebut adalah observation checklist, speaking rubric, dan questionnaire. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa proses dari belajar mengajar menggunakan story maps untuk berbicara teks naratif telah dilakukan dengan baik didalam kelas. Dan juga, hasil dari penampilan siswa menunjukkan bahwa story maps membantu mereka untuk lebih mudah memahami teks dan menemukan poin penting didalamnya yang juga membantu mereka untuk menyampaikan cerita naratif tersebut didepan kelas. Begitu pula yang terdapat pada lembar questionnaire, kebanyakn siswa setuju bahwa story maps cukup berguna dan menarik untuk digunakan didalam kelas terutama untuk pelajaran speaking. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa strategi ini berguna untuk diterapkan pada pembelajaran khususnya untuk kelas sembilan SMP. Peneliti dari kegiatan ini menyarankan guru lain dan peneliti di masa pendatang untuk menggunakan strategi ini untuk pengajaran speaking atau bisa juga digunakan untuk bidang, tingkatan, dan ketrampilan lain. Kata Kunci: berbicara, teks naratif, dan story maps Abstract A wise man ever said that a good speech is like a pencil, it has to have a point. In fact, some people blabber a lot of stuffs without point out the main ideas or the important points of it. Even when learning English, most students were not confident to speak and express what they have in their minds. As the development of teaching-learning in the classroom is vastly increasing, some researchers have made the ideas of graphic organizers to teach English. This strategy can be applied in writing, reading, listening, and speaking skill. Graphic organizers which target the critical and creative thinking help develop the students in their ability to comprehend and understand the story. One of those graphic organizers is story maps. This research is qualitative and aims to describe how the implementation of story maps in the classroom of ninth graders in SMP Negeri 2 Sidoarjo. The results of this study showed that the process of teaching-learning using story maps for speaking narrative text was successfully implemented in the classroom. Also, the result of speaking performances by the students indicated that the story maps helped them to be easier to organize the story into some important points and they could transformed it into their own understandings while delivered the story in front of the classroom. Furthermore, in the questionnaire sheets, most of them agreed the story maps was useful, interesting enough and need to be applied more in the classroom especially for speaking. It could be concluded this strategy is essential to be used in teaching-learning process for ninth graders of junior high school. The researcher suggested other teachers and future researchers to use this strategy for teaching speaking narrative text or it also can be used in other fields, level, or skills. Keywords: speaking, narrative text, story maps.
TENTH GRADE STUDENTS’ LANGUAGE STYLE IN RECOUNT TEXT
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TENTH GRADE STUDENTS’ LANGUAGE STYLE IN RECOUNT TEXT Ricka Mega Pratiwi English Education, Language and Art Faculty, State University of Surabaya rickamegapratiwi5@gmail.com Abstrak Penelitian yang terdahulu menyebutkan bahwasiswa cenderung menggunakan bahasa yang tidakresmi di tulisanmereka.Merek acenderung menggunakan bahasa yang tidak resmipada pembelajaran menulis, seperti singkatan, kependekan dan bahasa keseharian. Padahal, siswa diwajibkan untuk menggunakan bahasa resmi pada pembelajaran menulis. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja tipe bahasa resmi yang ditemukan di tulisan siswa dan apa saja tipe bahasa tidak resmi yang ditemukan di tulisan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan qualitative untuk mendeskripsikan tipebahasa keseharian yang muncul di tulisan siswa. Data penelitian ini berupa tulisan siswa. Data dikumpulkan dengan cara studi dokumen. Instrumen yang digunakan pada penelitian iniadalah tulisan siswa. Setelah itu untuk menganalisis data peneliti menggunakan teory dari ary at el. Terdapat tiga step pada analisis data yaitu mengorganisasi dan mengenal, mengkodi dan mengurangi, menginterpretasikan dan menunjukkan. Dari hasil penelitian ini, peneliti menemukan beberapa tipe bahasa resmi pada essay tulisan siswa. Terdapat 4 tipe bahasa resmi pada tulisan siswa. Yaitu bahasa bukan bahasa keseharian, bukan singkatan, bukan ekspresi run out dan bukan bahasa tidak resmi yang negatif. Selanjutnya, siswa menggunakan bahasa tidak resmi pada tulisan mereka. Terdapat 4 bahasa tidak resmi yang ditemukan di essay mereka. Bahasa tidak resminya yaitubahasa keseharian, singkatan, expressi run-out, dan bahasa tidak resmi negatif. Kata Kunci :Gaya Bahasa, teks recount, pembelajaranmenulis Abstract Previous study is mention that students tend to use informal language in their writing. They tend to use informal language in academic writing, such as contractions, abbreviations and colloquial language. However, students are required to write formal language for academic writing. Therefore, the aims of this study are to list the types of formal language are found in students’ writing and to list the types of informal language or colloquial language. This study uses qualitative approach and has a purpose to describe the types of language style exists in students’ writing. The data of this study is in the form of students’ writing. The data were collected by applying document study. Instrument in this study is students’ writing. After that, the researcher used theory of Ary at al (2010) to analyze the data. There are three steps in data analysis, i.e. organizing and familiarizing, coding and reducing, interpreting and representing. From the result, the researcher found several types of formal language in students’ writing essay. There were 4 types formal language that found in students’ writing. Those formal languages were non colloquial languages, non-contractions, non-run out expression, non-informal negatives. Moreover, students were using informal language in their writing. There were 4 types informal language that found in students’ writing essay. Those informal languages were colloquial languages, contractions, run out expression, informal negatives. Keyword: Language style, recount text, academic writing
THE IMPLEMENTATION OF VENN DIAGRAM AS A STRATEGY IN TEACHING READING ANALYTICAL EXPOSITION TEXTS TO THE ELEVENTH GRADERS IN SMA MUHAMMADIYAH 1 TAMAN
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE IMPLEMENTATION OF VENN DIAGRAM AS A STRATEGY IN TEACHING READING ANALYTICAL EXPOSITION TEXTS TO THE ELEVENTH GRADERS IN SMA MUHAMMADIYAH 1 TAMAN Desti Aisyah Fauziah English Education, Languages and Arts Faculty, State University of Surabaya destiaisyahf@gmail.com Dra. Theresia Kumalarini, S.Pd., M.Pd. English Education, Languages and Arts Faculty, State University of Surabaya kumala_rini@yahoo.co.id Abstrak Membaca merupakan salah satu dari empat keterampilan yang harus dicapai oleh siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Siswa diharapkan mampu memahami teks bacaan serta mampu menguasai tujuan, konteks, jenis, dan seluruh informasi yang terdapat dalam teks dalam kegiatan membaca. Namun, beberapa siswa masih kesulitan memahami teks dalam kegiatan membaca. Hal ini dikarenakan para guru lebih sering meminta siswa untuk membaca kemudian menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah tersedia daripada memberikan strategi membaca yang dapat membantu siswa untuk membaca dan memahami teks. Terdapat banyak sekali strategi membaca yang dapat digunakan oleh para guru. Salah satunya adalah Venn diagram yang dapat membantu siswa dalam mengorganisir pikiran mereka saat membaca melalui persamaan dan perbedaan sehingga mereka dapat menangkap informasi yang ada dan membantu mereka memahami teks bacaan dengan mudah. Sehingga, studi ini bertujuan untuk melihat penerapan Venn diagram sebagai sebuah strategi pengajaran dalam kegiatan membaca teks eksposisi analitis dan respon para siswa terhadap penerapan Venn diagram. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian dalam studi ini adalah guru Bahasa Inggris dan 46 siswa kelas 11 di SMA Muhammadiyah 1 Taman. Dalam pengumpulan data, daftar periksa observasi dan kuesioner digunakan sebagai alat bantu dalam penelitian ini. Kemudian data dianalisa dengan mendeskripsikan dan menginterpretasikan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Venn diagram dapat diimplementasikan dengan baik oleh guru. Strategi ini dapat membantu siswa memahami teks dengan berfokus pada ide-ide yang dibandingkan. Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa Venn diagram telah berhasil membantu siswa dalam memahami teks bacaan eksposisi analitis. Kata Kunci: Membaca, Pengajaran Membaca, Analytical Exposition Texts, Venn diagram. Abstract Reading is one of the four important skills that should be gained by the students while learning English as a foreign language. In a reading activity, students are expected to understand the text. They should be able to comprehend the purposes of the text, the context, the nature of the text, and all of the information provided in the text. However, most of the students still get difficulties understanding the text whenever the reading activity is held. It happens because the teachers only ask the students to read and answer the questions rather than giving a reading strategy that can help students read and understand the text deeply. There are a lot of strategies which can be used by teachers. One of them is Venn diagram that helps students organize their thought through comparison and contrast. Thus, this study aims to see the implementation of Venn diagram as a strategy in teaching reading analytical exposition texts and the students’ response towards it. This study uses descriptive qualitative design and the subjects are an English teacher and 46 eleventh graders of SMA Muhammadiyah 1 Taman. To collect the data, the observation checklist and a questionnaire and they are analyzed descriptively in the form of words. The results show that Venn diagram can be implemented by the teacher. It also helps students to focus on the terms being compared and contrasted. Moreover, the results of the questionnaire show that Venn diagram can be used to help students understand the analytical exposition texts. Keywords: Reading, Teaching reading, Analytical exposition texts, Venn diagram.
ERROR ANALYSIS OF STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE IN ENGLISH SPEAKING COMMUNITY
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ERROR ANALYSIS OF STUDENTS’ SPEAKING PERFORMANCE IN ENGLISH SPEAKING COMMUNITY Arfiena Noer Sasmita Lestari Utami English Education Department, Language and Art Faculty, State University of Surabaya arfiena20@gmail.com Dr. H. Aswandi, M.Pd. English Education Department, Language and Art Faculty, State University of Surabaya aswandi@unesa.ac.id Abstrak Siswa tidak dapat menghindar dalam menghasilkan kesalahan terutama dalam proses berbicara. Kesalahan terjadi ketika siswa tidak mengetahui peraturan bahasa dan tidak menyadari bahwa mereka membuat kesalahan. Kesalahan tersebut dapat membuat ketidakberhasilan pada keterampilan berbicara. Oleh karena itu, hal ini penting bagi siswa untuk memiliki keterampilan berbicara yang baik dengan berbicara secara lancar dan akurat. Penelitian ini menggunakan deskriprif desain karena penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kesalahan pada keterampilan berbicara siswa. Data dari penelitian ini diperoleh dari ucapan siswa yang mengandung kesalahan kelancaran dan akurasi. Subyek penelitian ini adalah tiga orang siswa bahasa Inggris di semester ketiga yang mengikuti komunitas berbicara bahasa Inggris. Data penelitian ini yaitu kelancaran siswa dan akurasi siswa dimana akurasi meliputi tata bahasa siswa, kosa kata siswa dan cara pengucapan siswa sedangkan sumber data berasal dari ucapan siswa yang direkam. Catatan lapangan dan daftar kesalahan merupakan instrumen untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kesalahan utama pada keterampilan berbicara siswa yaitu kesalahan kelancaran dan kesalahan akurasi. Pada kesalahan kelancaran, siswa menghasilkan keragu-raguan, jeda, pengisi dan pengulangan sedangkan pada kesalahan akurasi, siswa tidak dapat menggunakan bentuk tunggal/jamak, tata bahasa dan kata kerja dengan benar yang berkaitan dengan tata bahasa; siswa tidak dapat memilih kata yang sesuai berkaitan dengan kosa kata; terakhir, kebanyakan dari siswa salah pengucapan pada bunyi [ð]. Kesimpulannya, berdasarkan jenis kesalahan, ditemukan bahwa performa berbicara siswa memiliki jumlah kesalahan yang berbeda-beda yang telah dihasilkan walaupun mereka berada pada tingkat yang sama. Kata kunci: kesalahan, analisa kesalahan, keterampilan berbicara, komunitas berbicara bahasa inggris Abstract Students cannot avoid to produce errors especially in speaking process. Errors occur when students do not know the rule of language and do not realize that they make errors. These errors can make unsuccessful speaking performance. Therefore, it is essential for students to have good speaking performance by speaking fluently and accurately. This study aimed to analyze errors of students’ speaking performance in English Speaking Community those are errors of student’s fluency and accuracy. This study used descriptive design because it aimed to analyze the errors and describe the errors of students’ speaking performance. The data were gathered from students’ utterances that contain errors of fluency and accuracy. The subjects of the study were three English Study Program students in the third semester who joined English Speaking Community. The data of the study were students’ fluency and accuracy in which accuracy includes grammar, vocabulary and pronunciation while the source of data were students’ utterances which is recorded. Field notes and checklist were used as the instrument to gain the data. The result revealed that there were two main errors on students’ speaking performance those are errors of fluency and errors of accuracy. In errors of fluency, students produced hesitations, pauses, filler and repetitions while in errors of accuracy, students could not use correct form in singularity/plurality, tense and verb form related to grammar; students could not choose proper words related to vocabulary; lastly, most of them mispronounced in the sound of [ð]. In conclusion, based on the types of error, it found that students’ speaking performance have different number of errors they have produced even though they were in the same level. Keywords: error, error analysis, speaking performance, English speaking community
ERRORS IN PRONUNCIATION OF ENGLISH SEGMENTAL SOUNDS BY JAVANESE STUDENTS
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ERRORS IN PRONUNCIATION OF ENGLISH SEGMENTAL SOUNDS BY JAVANESE STUDENTS Eka Reski Fauziah English Department, Languages and Arts Faculty, Surabaya State University ekareskifauziah@gmail.com Dr. H. Aswandi, M.Pd English Department, Languages and Arts Faculty, Surabaya State University aswandi@unesa.ac.id Abstrak Kesalahan tidak dapat dipisahkan dari siswa dalam proses mempelajari bahasa Inggris. Dalam hal ini, siswa Jawa adalah sekelompok siswa yang mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa asing. Namun, mereka membuat kesalahan dalam kemampuan berbicara mereka terutama dalam hal pengucapan.Di dalam kelas, siswa memilikikemampuan yang berbeda-beda dalam hal penguasaan pengucapan. Kemampuan pengucapan setiap siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Bahasa ibu merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam kemampuan pengucapan siswa dari Jawa. Hal tersebut terbukti karena bahasa Inggris dan bahasa Jawa memiliki bunyi segmen yang berbeda, yakni vokal dan konsonan. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti kesalahan yang dibuat oleh siswa Jawa dalam pengucapan bunyi segmen bahasa Inggris.Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan memberi contoh dalam mengucapkan tugas pelafalan yang diberikan, merekam pengucapan siswa, dan menganalisis kesalahan yang dilakukan. Penelitian ini dilakukan menggunakan pengetahuan kualitatif dasar sebagai desain penelitian. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa siswa Jawa melakukan kesalahan dalam pengucapan vokal dan konsonan bahasa Inggris. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa Jawa melakukan kesalahan pada sembilan bunyi konsonan yang bermasalah, [v], [θ], [ð], [ʃ], [ʒ], [tʃ], [ʤ], [d], [z]. Mereka melakukan penggantian dan penambahan ketika menemukan kesulitan dalam pengucapan bahasa Inggris. Selain itu, mereka melakukan penggantian dalam pengucapan bunyi vokal bahasa Inggris yang terdiri dari vokal tunggal dan diftong. Selain itu, hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kesalahan dalam pengucapan yang terjadi pada siswa disebabkan oleh faktor intralingual dan interlingual. Jadi, hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa siswa Jawa masih menemui kesulitan dalam pengucapan bunyi segmen bahasa Inggris, konsonan dan vokal. Kata kunci: Kesalahan, pengucapan, dan bunyi segmen Abstract Errors cannot be separated from learners in the process of learning English. In this case, Javanese students are group of people who study English as a foreign language. Yet, they made errors in their speaking ability especially in their pronunciation. In a classroom, students have different abilities in mastering pronunciation. The pronunciation of any students might be affected by a number of factors. Mother tongue is the biggest factors that affect Javanese students’ pronunciation. It is proved because English and Javanese have different segmental sounds, vowels and consonants. This study was employed to investigate errors made by Javanese students in pronouncing English segmental sounds. In this study, the data collection was done by giving example of pronunciation tasks, recording the students’ pronunciation, and analyzing the errors. This study was conducted by using basic qualitative studies as the research design. The results of the study found that Javanese students made errors in pronouncing English consonant and vowel sounds. The results showed that Javanese students made errors in nine problematic consonant sounds, [v], [θ], [ð], [ʃ], [ʒ], [tʃ], [ʤ], [d], [z]. They did substitution and insertion while facing difficulty in pronouncing English. Further, they did substitution in pronouncing vowel sounds which consist of single vowel and diphthong. Moreover, their pronunciation errors were caused by intralingual and interlingual factors. Therefore, the results of this study indicated that Javanese students still have difficulty in pronouncing English segmental sounds, consonant and vowel. Keywords : Errors, pronunciation, and segmental sounds
THE USE OF DIARY TO TEACH WRITING RECOUNT TEXT TO EIGHTH GRADERS OF JUNIOR HIGH SCHOOL WR. SOEPRATMAN TANJUNG REDEB, EAST BORNEO
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE USE OF DIARY TO TEACH WRITING RECOUNT TEXT TO EIGHTH GRADERS OF JUNIOR HIGH SCHOOL WR. SOEPRATMAN TANJUNG REDEB, EAST BORNEO Elisa Enda Andreys English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya E-mail: elisaandreys@mhs.unesa.ac.id Dr. H. Aswandi, M.Pd. English Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya E-mail: aswandi@unesa.ac.id Abstrak Menulis adalah salah satu ketrampilan yang harus dikuasai oleh siswa. Menulis merupakan keterampilan yang lebih sulit daripada keterampilan lainnya, sehingga guru harus memikirkn media apa yang dapat digunakan oleh guru untuk membuat menulis menjadi lebih menarik bagi siswa. Salah satu media yang dapat digunakan oleh guru untuk membantu siswa adalah diary. Subjek dalam penelitian ini adalah salah satu guru bahasa Inggris dan siswa kelas VIII SMP WR. Soepratman Tanjung Redeb, Kalimantan Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kulaitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi dan hasil angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diary dapat digunakan sebagai media dalam mengajar menulis recount teks. Diary dapat membantu guru untuk mendapatkan ketertarikan siswa dan membantu siswa mengembangkan kemampuan menulis mereka. Kata Kunci: Berbicara, Teks Recount, Diary. Abstract Writing is one of the skills that should be mastered by the students. Writing is the difficult one than other skills, so the teacher have to think about media that can be used by the teacher to make writing become interesting to stuents. One of media that can be used by the teacher is diary. The subject of this study were one of the English teachers and the eighth gradres of Junior High School WR. Soepratman Tanjung Redeb, East Borneo.this is descriptive qualitative research. The data were collected from the result of the observation checklist and the result of questionnaire.The result showed that Diary can be used by the teacher as learning media in teaching writing recount text. Diary can help the teacher to get the students’ interest and help the students to develop their writing ability. Keywords: Writing, Recount Text, Diary.
METACOGNITIVE STRATEGIES OF GOOD READERS IN READING RECOUNT TEXT FOR THE EIGHTH GRADERS OF JUNIOR HIGH SCHOOL
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

METACOGNITIVE STRATEGIES OF GOOD READERS IN READING RECOUNT TEXT FOR THE EIGHTH GRADERS OF JUNIOR HIGH SCHOOL Ika Fitri Andriani English Education Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya ikapit96@gmail.com Fahri, M.A. English Education Department, Faculty of Languages and Arts, State University of Surabaya fahri@unesa.ac.id Abstrak Kurang membaca merupakan permasalahan paling umum dalam sistem pendidikan. Masalah ini disebabkan oleh dua hal. Pertama, siswa kehilangan motivasi untuk membaca sebuah teks. Kedua yaitu teks yang sulit untuk dipahami, terutama teks bertulisan Bahasa Inggris. Maka, dibutuhkan strategi yang baik untuk mendorong motivasi membaca dan pemahaman bacaan pada siswa. Ada beberapa control tujuan membaca dan aktivitas membaca yang bisa membantu siswa untuk memahami teks, berikut dengan tiga proses dari strategi metakogntinif. Penelitian ini dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Pertama kelas 8. Deskriptif kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk memperoleh deskripsi detail terkait penggunaan strategi metakognitif pada pembaca kompeten. Observasi difokuskan pada cara siswa menggunakan tiga proses dari strategi metakognitif seperti perencanaan, monitor, dan evaluasi. Data diperoleh dari jurnal siswa yang ditulis seusai pelajaran. Menurut perolehan data, pembaca kompeten dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) menunjukkan bahwa mereka memanfaatkan penggunaan strategi metakognitif dengan sesuai. Mereka mencoba berbagai aktivitas membaca yang berbeda untuk mencapai tujuan membaca dan memahami isi teks bacaan lebih baik. Akhirnya, hampir keseluruhan dari mereka berhasil memahami isi teks bacaan dan mencapai tujuan membaca yang sudah mereka rencanakan sebelumnya. Kata Kunci: strategi membaca, strategi metakognitif, strategi perencanaan, strategi monitor, strategi evaluasi, jurnal siswa.baca Abstract Lack of reading is the most common problem in education system. Actually, there are two main causes. First, the students lose their motivation to read a text. Second, the text is difficult to comprehend, especially the English-written text. Then, good strategy is needed to encourage students’ reading motivation and reading comprehension. Metacognitive strategy is a strategy that claimed as the suitable strategy for reading comprehension. There are many control reading goals and activities that can help students to comprehend the text, following the three processes of metacognitive strategies. This study was conducted to the eighth graders of Junior High School. Descriptive qualitative was the research design that used in order to get detailed description about the use of metacognitive strategy of good readers. The observation focused on the way how the students use the three processes of metacognitive strategy such as planning, monitoring, and evaluating processes. The data were gained from learning logs that students wrote after the lesson. According to the data, good readers of Junior High School students showed that they utilized the metacognitive strategy properly. They attempted different reading activities in order to reach the reading goals and comprehend the text better. Finally, most of them succeeded in comprehends the text and reach the reading goals that they planned before. Keywords: Reading, Strategy, Metacognitive Strategies, Planning Strategy, Monitoring Strategy, Evaluating Strategy, Learning Logs.
THE USE OF STUDENTS’ QUESTIONING STRATEGY TO ENHANCE THE TENTH GRADERS’ READING COMPREHENSION
RETAIN Vol 5 No 3 (2017): Volume 5 nomor 3 (2017)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

THE USE OF STUDENTS’ QUESTIONING STRATEGY TO ENHANCE THE TENTH GRADERS’ READING COMPREHENSION Ella Martha Sari Pendidikan Bahasa Inggris FBS Universitas Negeri Surabaya (ellamarsaa@gmail.com) Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam pemahaman membaca siswa setelah diajarkan menggunakan strategi soal-jawab siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental kuantitatif. Sampel dari penelitian ini diambil menggunakan jenis penarikan contoh kelompok acak yang dipersempit menggunakan desain tugas acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas eksperimental dan kontrol setelah kelompok eksperimental mendapatkan pengajaran menggunakan strategi soal-jawab siswa. mengalami perbedaan yang signifikan, dimana kelompok eksperimental (80.33, SD=7.871) mendapat rata-rata nilai lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (70.33, SD=12.030). Selain itu, hasil Sig. (2-tailed) dari perbandingan yaitu .000 yang mana apabila hasilnya dibawah .05, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara 2 subjek yang dibandingkan. Selanjutnya, hasil perhitungan dari eta kuadrat menunjukkan bahwa penerapan strategi soal-jawab siswa memberikan efek besar (.20) terhadap pemahaman membaca siswa. Berdasarkan penemuan di atas, peneliti menyarankan bahwa strategi soal-jawab siswa dapat digunakan sebagai strategi membaca untuk meningkatkan pemahaman siswa. Kata Kunci: Strategi Soal-Jawab, Strategi Membaca, Pemahaman Membaca Abstract This study aims to know the significant difference of the students’ reading comprehension after being taught using students’ questioning strategy. This study used quantitative experimental research design. The sample of this study was taken by using random cluster sampling which was narrowed down into random assignment design. The result showed that there was significant difference between experimental and control group’ mean score after the experimental group taught using students’ questioning strategy. The experimental group (80.33, SD=7.871) got higher mean score than the control group (70.33, SD=12.030). Besides, the result of the Sig. (2-tailed) value of the comparison which was .000 that meant if it was less than .05, there was significant difference between the subjects compared. Moreover, the eta square calculation result also showed that the use of students’ questioning strategy gave large effect (.20) on the students’ reading comprehension. Thus, it is suggested that students’ questioning strategy can be used as a reading strategy to enhance students’ reading comprehension. Keywords: Questioning Strategy, Reading Strategy, Reading Comprehension