cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
Patchwriting in English Department Students’ Academic Writing
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan di level apa siswa membuat patchwriting, dan bagaimana siswa membuat patchwriting dalam tulisan akademik mereka. Penelitian ini dilakukan dalam kualitatif. Ada enam partisipan dari sebuah universitas negeri di Jawa Timur yang mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Mereka merupakan siswa tahun ketiga dalam masa belajarnya dan sedang memprogram mata kuliah Paper Writing. Data-data berasal dari draft tulisan-tulisan siswa dan bacaan asli mereka. Hasil menunjukan bahwa walaupun persamaan-persamaan masih muncul dalam tulisan siswa, ada perbedaan-perbedaan di dalamnya. Berdasarkan hasil perbandingan antara tulisan-tulisan tersebut, ada enam tingkat modifikasi dalam parafrase siswa. Level tersebut adalah level kata, frase, klausa, paragraf, kombinasi, dan tanpa perubahan. Siswa lebih banyak menggunakan level kombinasi dalam tulisan mereka. Disamping itu, ada enam cara patchwriting berdasarkan modifikasi yang siswa-siswa buat dalam statemen mereka. Mereka adalah mengkopi langsung, merubah kata-kata, merubah struktur, penghilangan, penambahan, dan penggabungan. Diantara tipe-tipe tersebut, siswa cenderung untuk menggunakan penggabungan karena mereka menggabungkan lebih dari satu tipe patchwriting di parafrase mereka. Kata Kunci: Patchwriting, Penulisan Akademik . AbstractThe purpose of this study, therefore, is to describe in what level the students made patchwriting, and then how students make patchwriting in their academic writing. This study employed a qualitative approach. There were six participants from a state university in East Java majoring English Education programme. They were in the third year of their study and taking Paper Writing course. The data came from the students’ writing draft and their original passages. The results show that even though the similarities still appeared in the students’ passages, there are differences among them. According to the comparison among students’ writings, there were six levels of modification in students patchwriting. They were word, phrase, clause, combination, and no changes-level. The students mostly used combination-levels in their rewriting. Besides, there were six processes of patchwriting based on the modification that the students made in their writing. They were Copying Directly, Changing Words, Changing Grammar, Omitting, Adding, and Combining. Among those process, the students tended to use Combining since they combined more than one ways to make patchwriting in their academic writing.Keywords: Patchwriting, Academic Writing
The Implementation of Eclectic Method in Teaching Writing Recount Text of The Eight Graders
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode eklektik pada pembelajaran menulis teks pribadi dan tulisan siswa tentang teks pengalaman pribadi terhadap penerapan metode eklektik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Terdapat 30 siswa sebagai subjek penelitian. Peneliti menggunakan field notes, RPP guru, tugas menulis siswa, dan rubric penilaian menulis sebagai instrumen penelitian. Penelitian ini diadakan selama 3 kali pertemuan. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan field notes yang didapatkan selama proses pembelajaran berlangsung dan hasil teks pengalaman pribadi yang ditulis siswa berdasarkan rubric yang telah diadaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat menerapkan metode eklektik dengan sukses. Guru menggabungkan metode saintifik, teknik koreksi teman sebaya dan Grammar Translation Method dalam mengajar menulis. Selain itu, siswa dapat menulis dengan sangat baik terutama dalam mengembangkan konten, menyusun teks, menyusun kalimat, memilih kosa kata, dan tata penulisan.Kata Kunci: Metode eklektik, teks pengalaman pribadi, teknik koreksi teman sebaya AbstractThis study was conducted to describe the implementation of eclectic method in teaching writing recount text and the students’ writing towards the implementation of eclectic method. The design of this study was a descriptive qualitative design. There were 30 female students as the participant in this study. The researcher used field notes, teacher’s lesson plan, students’ writing and writing rubric as the instrument. The researcher observed the teaching and learning process in three meetings. In analyzing the data, the researcher analyzed the teacher’s stages while implementing eclectic method based on the observation and the students’ writing tasks based on the writing rubric. The result shows that the teacher has successfully implemented an eclectic method in teaching writing. She combined scientific approach, peer correction, and grammar translation method in teaching writing. Furthermore, the students could write their recount text very well especially in terms of their content, organization, grammar, vocabulary, and mechanics. Keywords: Eclectic method, Recount text, Peer Correction
Developing English Materials Using Scientific Approach for Eleventh Graders of Senior High School
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini yang pertama adalah untuk mengetahui aspek analisis kebutuhan siswa pada siswa kelas XI SMAN Mojosari, yang kedua adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan materi itu dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan saintifik pada siswa kelas XI SMAN Mojosari, yang ketiga adalah untuk mengetahui hasil penilaian buku dari para penilai (guru) pada siswa kelas XI SMAN Mojosari. Pada penelitian kali ini, menggunakan metode R&D (Research and Development). Subjek pada penelitian kali ini terdiri dari siswa-siswi kelas XI SMAN Mojosari, bu Sulastri, bu Yunita dan bu Ayu sebagai penilai dari pengembangan buku bahasa inggris. Instrumen penilaian yang diapakai dalam penelitian ini adalah kuisioner-kuisioner, lembar interview dan penilaian pengembangan materi .Cara-cara pengembangan materi pada penelitian ini menggunakan lembar kebutuhan siswa, memilih indikator, melakukan pengembangan materi dan merevisi materi. Dalam melakukan pengembangan materi, presentase dan frekuensi dari materi tersebut digunakan untuk menganalisis lembar kebutuhan siswa, lalu indikator akan dikembangkan melalui kebutuhan siswa tersebut. Penilaian pengembangan buku akan dinilai oleh penilai pertama dan kedua. Seperti yang diketahui, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bahasa inggris digunakan untuk menambah pengetahuan mereka seperti pada level menengah, (2) kelemahan siswa yaitu dalam mengucapkan kata, (3) mendapatkan solusi, dan (4) membentuk kelompok dalam 3-4 orang. Jadi, penulis mengklasifikasikan 5 cara penerapan metode pendekatan saintifik dalam pengembangan materi yaitu (1) penelitian, (2) mempertanyakan, (3) bereksperimen, (4) menghubungkan, dan (5) mengkomunikasikan. Nilai tengah dari penggunaan metode pendekatan saintifik berdasarkan 4 kemampuan diklasifikasikan”bagus” Kata Kunci : Pendekatan Saintifik, Materi bahasa inggris, analisis kebutuhan siswaAbstractThe goals of this research were (1) to discover Need analysis aspect of eleventh graders students of SMAN Mojosari, (2) to discover of the suitability scientific approach for eleventh graders students of SMAN Mojosari, and (3) to discover the result of the review of the materials using scientific approach for eleventh graders of SMAN Mojosari. Research and Development (R&D) research study are used in this research. The students of class XI IPA 1 of SMAN Mojosari, Ma’am Sulastri, Ma’am Yunita and Ma’am Ayu as the materials’ reviewers were the subjects. The instruments were questionnaries, interview guidelines and for material’s assessment. There were steps to develop the materials proposed by Borg and Gall (2003) such as conduct needs analysis, choosing basic competences, doing materials’ evaluation and improving the materials were carried out as the ways of the research. The percentage and frequency would be analyzed the data analysis and then the basic competences were developed from the results . As the result, the study shown (1) english was used for gaining knowledge as their level in intermediate, (2) pronounciation was the lack for the students , (3) getting some feedbacks, and (4) small group for 3-4 people. So, the researcher classified into 5 ways to meet the students’s need (1) observing, (2) questioning, (3) experimenting, (4) associating and (5) communicating. The total range mean of using scientific approach based on four skills in the materials was classified “Great”.Keywords : Scientific approach, English materials, Need analysis.
Analysis of Syntactical Errors and Mistakes in Students’ Writing
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Written language is difficult for some people especially some learners who learn English as foreign language, because it somehow has a complicated syntactical form that is hard to be understood. Thus, it causes error and mistake. Commonly, error occurs because learners do not realize that they made error and it is the gaps in learners knowledge of the target language especially English. In particular, the purpose of this research is to describe kinds of syntactical error and mistake found in students’ writing composition, namely in paragraph writing class of university students in second semester. Dealing with the research questions and objectives of the study in the first chapter, the data gained are going to be analyzed qualitatively. The data of the study were obtained from students’ errors and mistakes. In this study, the data were obtained from the form of words, phrases, and sentences found in the students’ writing composition. The source data were collected through the students’ writing composition. Based on the result, it can be seen that there are five types of syntactical errors and mistakes that made by students, those are: word order, omitted word, unnecessary word, run-on sentence, and fragments. In this result, most of the students made an error since they did not know to answer the correct one.Keywords: Analysis Error and Mistake, Syntactical Deviation, Student Writing Composition. AbstrakBahasa tulisan sulit bagi sebagian orang terutama bagi para pelajar yang belajar bahasa inggris sebagai bahasa asing, karena terkadang memiliki bentuk sintaktis yang sulit untuk dipahami. Demikian, ini menyebabkan kesalahan dan keliruan. Pada umumnya, kesalahan terjadi karena para pelajar tidak menyadari bahwa mereka melakukan kesalahan and ini adalah celah untuk pengetahuan para pelajar pada bahasa asing khususnya Bahasa Inggris. Khususnya, tujuan pada penelitian ini adalah untuk menggambarkan macam-macam “syntactical error and mistake” yang ditemukan di tulisan-tulisan para pelajar, yaitu di kelas Pargarph Writing pada Mahasiswa di Semester Kedua. Berhubungan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian pada bab pertama. Data yang telah diperoleh akan dianalisis melalui penelitian kualitatif. Data pada penelitian ini diperoleh dari para kesalaha and kekeliruan Mahasiswa dan data itu diperoleh dari kata-kata, tutur kata, dan kalimat-kalimat yang telah ditemukan pada tulisan Mahasiswa. Sumber data didapatkan melalui tulisan Mahasiswa. Berdasarkan dari penelitian, daat terlihat bahwa terdapat lima macam “syntactical errors and mistakes” yang dibuat oleh para pelajar, diantaranya: “word order, omitted word, unnecessary word, run-on sentence, and fragments.” Pada penelitian ini para pelajar melakukan kesalahan dikarenakan mereka tidak memahami untuk menjawab yang benar.Kata kunci: Menganalisis Kesalahan dan Kekeliruan, Penyimpangan Sintaktis, Komposisi Tulisan Mahasiswa.
Developing “Once upon a Box” as a Medium for Reading Activity
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIn junior high level, students are required to master, at least three texts, which are descriptive text, personal recount text, and narrative text (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016).Therefore, it is hard to attract students’ interest on EFL reading activity as they are rarely exposed to the target language in their daily life, so they do not see the importance of EFL reading activity (Mason, 1992). Thus, variations and suitable approach in reading activity are needed. As a result, a learning medium, namely ‘Once upon a Box’, is developed in order to involve students in enjoyable reading activity, enrich students’ vocabulary knowledge, and stimulate students to understand the main idea of the story they read. To develop the product, this study adapted ADDIE approach by Branch (2004). Based on the trials and evaluations, most of the students were giving positive feedback toward the medium. The students are also motivated to read as the illustrations are attractive. In content validation, the medium can be categorized as ‘good’. Meanwhile, in medium validation, the medium can be categorized as ‘excellent’. Fortunately, when the medium is implemented, the use of dictionary can be minimized and the preliminary goals can be met. In short, this paper is aimed to describe the development process of learning medium namely ‘Once upon a box’ for reading activity. Keywords: reading, once upon a box, narrative text, ADDIE AbstrakDi tingkat pendidikan menengah, para siswa paling tidak diharuskan menguasai tiga teks, yaitu teks deskriptif, teks personal recount, dan teks naratif (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2016). Namun, menarik minat para siswa untuk membaca teks berbahasa Inggris tidaklah mudah karena mereka tidak menyadari pentingnya aktivititas tersebut (Mason, 1992). Karena itu, variasi dan pendekatan yang sesuai untuk aktivitas membaca diperlukan. ‘Once upon a Box’ adalah media pembelajaran yang dikembangkan untuk melibatkan siswa dalam kegiatan membaca teks berbahasa Inggris yang menyenangkan, memperkaya perbendaharaan kata siswa, dan mendorong siswa untuk memahami ide pokok dari cerita yang mereka baca. Penelitian ini mengadaptasi pendekatan ADDIE oleh Branch (2004) untuk mengembangkan produk. Dengan kata lain, artikel ini ditujukan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media pembelajaran ‘Once upon a Box’ untuk aktivitas membaca.Kata Kunci: membaca, once upon a box, teks naratif, ADDIE
QUESTION ANSWER TECHNIQUE IN TEACHING REPORT TEXT TO TENTH GRADE STUDENTS
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apakah Teknik Question Answer dapat merubah kemampuan siswa dalam membuat teks report mereka sendiri. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan proses penerapan Teknik Question Answer dalam pembelajaran menulis teks report pada siswa kelas sepuluh. 2) Untuk mencari tahu hasil penulisan teks report siswa setelah penerapan teknik Question Answer dalam pembelajaran menulis teks report pada siswa kelas sepuluh. 3) Untuk mencari tahu respon para siswa setelah penerapan Teknik Question Answer dalam pembelajaran menulis teks report pada siswa kelas sepuluh. Subjek dalam penelitian ini adalah para siswa kelas sepuluh Busana di SMK N 6 Surabaya. Penemuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa para murid yang diajarkan Teknik Question Answer dapat berubah kemampuan menulisnya. Hal itu dapat dilihat dari hasil oenelitian ini. Kita dapat melihat perubahan dalam kemampuan menulis para siswa sampai pada siklus kedua. Dari hasil tulisan siswa, peneliti menemukan bahwa kemampuan content, grammar, organization, dan vocabulary mereka berubah lebih baik lagi. Kemampuan mereka dalam menemukan ide untuk menulis juga berubah menjadi lebih baik. Respon para siswa juga menjadi lebih baik hal itu dalam terlihat dari pengaturan waktu mereka saat mengerjakan rteks report. Kemampuan para siswa dalam mengumpulkan ide juga menjadi lebih inovatif. Hal ini sebagai respon yang baik dari para siswa. Maka dari itu, Teknik Question Answer dapat digunakan sebagai salah satu teknik alternatif untuk mengajarkan menulis teks report pada siswa kelas sepuluh.Kata Kunci: Teknik pertanyaan jawaban, kemampuan menulis, mengumpulkan ideAbstractThis research aims to discuss whether Question Answer Technique can improve the students’ writing skills in producing their own report text. The objectives of the prior research are: 1) To describe the process of the implementation of question-answer technique in teaching writing report text on the tenth grade students. 2) To find the student’ writing result after the implementation of question answer in teaching writing about report text on tenth grade students. 3) To find the respond of the students after the implementation of question answer in teaching writing report text to tenth grade student. The subject of this research is the tenth grade students of X Busana I in SMK N 6 Surabaya. The research finding shows that the students who were taught using question answer technique can improve their writing skill. It can be seen in the result of this research. We can see that there are improvements in their writing result up to cycle 2. From the student’ writing result, the researcher found that their content, grammar, organization, and vocabulary are improved. They get better in gathering the idea to write report text. Question answer technique also makes students’ writing skill in gathering the ideas more innovative. They also had a better time management as their responses to question answer technique. Therefore, question answer technique can be used as alternative technique to teach writing to tenth grade students. Key words: question answer technique, writing skill, gathering the idea
The Use of Scaffolding on Teaching Process and Students Writing in A Senior High School
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakScaffolding adalah sejenis bantuan yang digunakan untuk membantu menyusun pemahaman siswa, bentuk dukungan dari guru agar tercipta pembelajaran yang efektif. Teorinya adalah ketika siswa diberi dukungan yang mereka butuhkan ketika belajar sesuatu yang baru, mereka memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menggunakan pengetahuan itu secara mandiri. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis scaffolding yang digunakan oleh guru, bagaimana scaffolding tersebut diterapkan, dan bagaimana kesesuaian penggunaan scaffolding pada tulisan siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah tiga puluh enam siswa di kelas X MIPA 4 dan seorang guru bahasa Inggris di SMA Negeri 1 Krian. Data diperoleh dari catatan lapangan, daftar pengamatan, dan tulisan siswa. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa empat jenis scaffolding ditemukan dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah yang diambil oleh guru dalam memberikan scaffolding kepada siswa sesuai dengan apa yang telah direncanakannya. Dari empat jenis scaffolding yang ditemukan, dua diklasifikasikan dalam makro scaffolding dan dua lainnya diklasifikasikan sebagai mikro scaffolding. Scaffolding yang digunakan oleh guru sesuai dengan hasil tulisan siswa.Kata Kunci: Scaffolding, makro-scaffolding, mikro-scaffolding, tulisan siswa. AbstractScaffolding is a kind of assistance used to weave students understanding, support that is actually needs to be required by the teacher in order to maintain effective learning. The theory is when students are given the support they need when learning something new, they stand a better chance of using that knowledge independently. Therefore, this study was conducted in order to find out kinds of scaffolding used by the teacher, how those scaffoldings are implemented, and what effects are given by the use of scaffolding on students writing. The research design used in this study was descriptive qualitative. Thirty six students in the tenth grade of X MIPA 4 and an English teacher in SMA Negeri 1 Krian were the participants. The data were gained from fieldnotes, observation checklist, and students writing products. The result revealed that the four kinds of scaffolding were found in the teaching writing process. The steps taken by the teacher in providing scaffolding to the students in accordance with what she has planned. From four types of scaffolding found, two were classified in macro-scaffolding and two other were classified as micro-scaffolding. Scaffolding used by teachers do correspond with the results of students writings.Keywords: Scaffolding, macro-scaffolding, micro-scaffolding, students’ writing products.
The Use of Code-Switching by EFL Teachers in Indonesian Junior High School
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ada banyak hal yang perlu dilakukan pelajar untuk belajar bahasa asing, seperti memahami aspek tata Bahasa, mengetahui bunyi dalam Bahasa tersebut, dan yang paling penting, membiasakan diri dengan bahasa target. Salah satu cara dalam mengakrabkan atau memberikan pemaparan Bahasa target adalah dengan menggunakan alih kode, yang mengubah sebagian Bahasa ke Bahasa lain dalam percakapan atau pidato dari Bahasa target ke Bahasa ibu, dan sebaliknya (Mangubhai & Bartorowicz, 1997). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, dimana peneliti mengamati dan merekam video tiga guru yang mengajar di kelas. Rekaman video ditranskripsikan dan dianalisis bersama dengan catatan lapangan yang diambil selama pelajaran yang diberikan oleh ketiga guru ketika diamati. Hasil menunjukkan bahwa pengalihan kode inter-sentential digunakan paling banyak oleh tiga guru dalam memberikan instruksi kepada siswa mereka, diikuti dengan pengalihan kode extra-sentential yang terjadi secara tidak sengaja karena pengaruh bahasa ibu yang ditunjukkan pada dua dari tiga guru. Selain itu, tiga guru menggunakan pengalihan kode dengan fungsi yang sama, yaitu mentransfer makna dan isi kalimat/kalimat baru yang memberikan kejelasan dan mengubah bahasa mereka dalam menangani beberapa poin tertentu dari tata bahasa yang diajarkan ke bahasa ibu, dan sebaliknya; atau juga dikenal sebagai fungsi topik. Kata kunci: Pengalihan kode, siswa-siswa SMP, Present continuous tense, Kurikulum 2013AbstractThere are many things that learners need to do to learn foreign languages, such as understanding the grammatical aspects of the language, knowing the sounds in said languages, and most importantly, familiarizing themselves with the target language. One of the ways in familiarizing or giving exposure of the target language is using code-switch, which is changing a part of the language to another language in a conversation or a speech from the target language to mother tongue, vice versa (Mangubhai & Bartorowicz, 1997). The research is done by using a descriptive qualitative design, in which the researcher observed and video-recorded for three different teachers teaching in the classroom. The video recording were transcribed and analysed along with the field notes taken during the lessons that the three teacher given while being observed. The outcome shows that Inter-sentential code switch is used the most by the three teachers in giving instructions to their students, followed by extra-sentential code-switch that happened unintentionally because of the mother tongue’s influence that showed in two of the three teachers. Moreover, three of the teacher used code-switching with the same function, which is to transfer the meaning and content of the new phrase/sentence which provides clarity and shifting their language in dealing with some particular points of grammar taught to the mother tongue, vice versa; or also known as topic function.Keywords: Code-switching, Junior High School Learners, Present continuous tense, 2013 curriculum
Vlogging as a Medium for Eighth Graders of SMP Negeri 1 Gresik in Speaking Recount Text
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakVlogging saat ini menjadi sangat popular di kalangan muda dan para remaja. Namun, dalam mengajar kemampuan berbicara, kebanyakan guru masih menggunakan cara yang tradisional dan membosankan. Aktivitas vlogging seperti ini dapat dijadikan sebuah media yang menarik minat siswa untuk berbicara Bahasa inggris lebih sering. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana vlogging dapat digunakan dalam proses pembelajaran berbicara Bahasa inggris khususnya teks recount, untuk membuktikan bahwa vlogging dapat meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa inggris siswa terutama pada teks recount, dan untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai penggunaannya dalam proses pembelajaran. 27 siswa dengan kemampuan berbicara Bahasa inggris yang berbeda dipilih untuk menjadi subjek pada penelitian ini. Setiap siswa diminta untuk membuat video berdurasi tidak lebih dari 5 menit sebanyak tiga video. Catatan lapangan, rubrik kemampuan berbicara, dan angket digunakan untuk menemukan data yang diperlukan pada penelitian ini. Peneliti menemukan hasil bahwa siswa menunjukkan adanya perkembangan pada pelafalan, kelancaran, struktur, pilihan kata, dan pemahaman. Disamping itu, mereka merasa senang dalam proses pembuatan dan pembelajarannya. Bagi mereka, vlogging merupakan hal baru yang menarik untuk mereka berlatih dan mengembangkan kemampuan berbicara Bahasa inggris mereka. Kesimpulan dari penelitian ini adalah vlogging dapat dipastikan merupakan media alternative untuk siswa berlatih dan mengembangkan kemampuan berbicara Bahasa inggris mereka terurtama pada teks recount.Kata Kunci: vlogging, teks recount, kemampuan berbicara. AbstractVlogging is recently becoming really popular among teens and adolescence. However, to teach speaking, many teachers still use the traditional and tedious. Vlogging can be an interesting medium for students to encourage themselves in using English more. The aim of this study is to describe how vlogging can be implemented in teaching speaking recount text, to give a revelation in the use of vlogging in enhancing students’ speaking skills in English, especially for recount text, and to portray the students’ responses toward the implementation. 27 students with different speaking skills were chosen to be the subjects of this research. Each of the students was asked to make a video no longer than 5 minutes 3 times. Each of the video was analyzed to see the differences and growth in the use of English in the video. Field notes, speaking rubric, and questionnaire were used in order to find the data required for this research. The researcher found that vlogging can be positively used in teaching recount text, especially for speaking skills. The implementation of vlogging strongly affects the students’ speaking skills. The students showed improvement in their pronunciation, fluency, grammar, vocabulary, and comprehension. Furthermore, they felt happy in making their vlogs and having it in the learning process. It was such a new exciting way for them to learn and to develop their speaking skills. In conclusion, vlogging is certainly an alternative-stimulating media for students to grow their speaking ability especially in recount text.Keywords: vlogging, recount text, speaking ability.
The Implementation of Mind Mapping in Teaching Writing of Recount Text to Eighth Graders of Junior High School
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menulis adalah rumusan gagasan yang diekspresikan melalui bentuk tertulis. Namun itu diyakini sebagai salah satu keterampilan yang paling sulit untuk dipelajari. Untuk mengembangkan keterampilan menulis, keterlibatan strategi yang tepat dan banyak latihan diperlukan dalam keterampilan ini. Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengajar menulis adalah teknik mind mapping. Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan dan menganalisis bagaimana guru menerapkan strategi mind mapping dalam mengajar teks recount untuk siswa kelas delapan dan bagaimana penulisan teks recount siswa setelah diimplementasikan oleh strategi pemetaan pikiran. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Jetis dengan guru bahasa Inggris dan satu kelas siswa kelas delapan sebagai subjek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi kelas, dan mengumpulkan karya siswa. Dari penelitian ini ditemukan bahwa guru telah menerapkan langkah-langkah strategi pemetaan pikiran dan memberikan contoh peta pikiran yang baik secara tepat dengan beberapa modifikasi sesuai dengan kebutuhan kelas. Selain itu, ditemukan bahwa teknik mind mapping juga membantu siswa membuat teks recount pribadi mereka sendiri. Berdasarkan rubrik, tingkat menulis siswa berada pada tingkat yang baik hingga sangat baik.Kata Kunci : Mind Mapping, Teks Recount, Mengajar MenulisAbstractWriting is a formulation of ideas which is expressed through written form. However it is believed to be one of the most difficult skills to learn. To develop writing skill, proper strategy and much practice to engage with this skill are required. One of the tools that can be used to teach writing is mind mapping. Thus, the objectives of this study are to describe and analyse how the teacher implements mind mapping strategy in teaching recount text for eighth graders and how are the students’ recount text writing after being implemented by mind mapping strategy. This research was conducted at SMP Negeri 2 Jetis with an English teacher and a class of eight grade students as the subjects. This study is descriptive qualitative research. The data was collected by doing classroom observation, and collecting the students’ works. The research findings of this study found that the teacher has already applied the steps of teaching mind mapping strategy and gave the example of a good mind map appropriately with some modification according to the class need. It was also showed that the students’ mind maps are helpful in assisting the students create their own personal recount text. Based on the rubric, the students’ writing levels are in good to very good level.Keywords: Mind Mapping, Recount Text, Teaching Writing