cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
Developing “ARMI” Medium to Encourage Students in Writing Simple Sentences of Simple Past Tense
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractLearning to write simple sentences needs more than having the idea(s) and understanding language components. Writing skill is difficult for English foreign language learners because of lack of communication in English such as the society does not speak or write in English. Moreover when it comes to write in simple past tense, there are two factors which the students find it difficult, those are, the difficulties in the forms and in the usage. Thus, a suitable instructional media is made to overcome the students’ problems in writing simple past tense. This study aims to describe the development of an instructional media involving game called “ARMI Medium” to encourage students in writing simple sentences of simple past tense. It uses the modified cycle of R & D design adopted from Dick, Carey, and Carey (2015) to describe the development of this medium. The result shows that the medium successfully attracts the students’ interest in writing simple sentences in which the students in a group can produce good simple sentences in the end of this activity.Keywords: writing, media, game, ARMI medium, simple past tense AbstrakBelajar untuk menulis kalimat sederhana membutuhakan lebih dari memiliki ide-ide dan memahami komponen-komponen bahasa. Kemampuan menulis itu sulit untuk pelajar bahasa inggris sebagai bahasa asing dikarenakan kurangnya komunikasi dalam bahasa inggris, misalnya, masyarakat yang tidak berbicara atau menulis dalam bahasa inggris. Lebih-lebih jika itu berkaitan dengan menulis dalam simple past tense, ada dua faktor yang membuat siswa merasa kesulitan, yaitu kesulitan dalam bentuk dan kegunaannya. Oleh karena itu, media yang cocok dibuat untuk mengatasi masalah siswa dalam menulis simple past tense. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan sebuah media yang melibatkan permainan didalamnya bernama “media ARMI” untuk mendorong siswa dalam menulis kalimat simple past tense yang sederhana. Studi ini menggunakan desain R & D yang dimodifikasi dari Dick, Carey, and Carey (2015) untuk mendeskripsikan pengembangan media ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media ini sukses menarik minat siswa dalam menulis kalimat sederhana yang mana siswa dalam kelompok bisa menghasilkan kalimat sederhana yang baik di akhir kegiatan.Kata Kunci: menulis, media, permainan, media ARMI, simple past tense
The Effect of Using Reciprocal Teaching Stratey in Teaching Reading Comrehension of Explanation Text to Eleventh Graders of Senior High School Students
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMembaca adalah salah satu keterampilan diantara keterampilan yang lain, yakni menulis, berbicara, dan mendengarkan yang harus dikuasai oleh siswa di Indonesia. Salah satu strategi yang dapat digunakan oleh guru dalam mengajar pemahaman membaca di kelas adalah strategy pengajaran timbal-balik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan seberapa efektifitas pegajaran timbal-balik digunakan dalam pemhamana membaca teks penjelas yang dilakukan di kelas sebelas SMAN 1 Taman. Strategi pengajaran timbal-balik itu sendiri mempunyai empat strategi utama. Yaitu, mempertanyakan, menebak, mengklarifikasi, dan yang terakhir meringkas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimental. Penelitian eksperimental didesain dengan menggunakan dua kelas yang berbeda dan menggunakan perlakuan yang berbeda. Pada kelas percobaan digunakan strategi mengajar timbal-balik, sedangkan pada kelas terkontrol tidak menggunakan strategi timbal-balik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan random-sampling. Yaitu kelas XI MIA 1 dan XI MIA 2. Selain itu, ada beberapa tahap yang digunakan oleh peneliti dalam melaukan penelitian ini; pemberian pre-test, pemberian perlakuan pada kelas percobaan, dan yang terakhir adalah pemberian post-test. Analisis data pada penelitian ini didapat melalui hasil tes pada kelas percobaan. Hasil itu dianalisis melalui SPSS 20 pada paired sample test yang ada pada rumus t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan nilai antara kelas percobaan dan kelas yang terkontrol dengan mempelajari pemahaman membaca pada teks penjelas. Menurut hasil perhitungan statistik bahwa nilai post-test siswa di kelas eksperimen adalah ∑X = 2976 rata-rata nilai 85.03 yang menggunakn strategi pengajaran timbal balik lebih besar daripada nilai post-test siswa di kelas terkontrol ∑Y = 2706 skor rata-rata 77.31 tanpa menggunakan strategi pengajaran timbal balik, dimana nilai t0> ttabel. Pada kesimpulannya, strategi pengajaran timbal balik dapat digunakan secara efektif untuk guru dalam mengajar membaca pemahaman teks penjelasan di kelas sebelas SMAN 1 Taman.Kata Kunci: Strategi Mengajar Timbal-balik, Keterampilan Membaca, Teks Penjelasan. AbstractReading is one of the skills among the other skills; writing, speaking, and listening that need to be mastered by the students in Indonesia. One of the strategies that can be used by the teacher to teach reading comprehension in reading class is Reciprocal Teaching Strategy. This study aims to discover the effectiveness of reciprocal teaching strategy on students’ reading comprehension of explanation text conducted at eleventh grade students’ of SMAN 1 Taman. Reciprocal teaching strategy itself has four main strategies. Those are questioning, predicting, clarifying, and the last is summarizing. The method that used in this study was experimental research. Experimental research designed with two different classes which were taught different treatments. In experimental class was taught with using reciprocal teaching strategy, while other class, means controlled class was not. This study was conducted by using random sampling. Those are XI MIA 1 and XI MIA 2. Moreover, there were some procedures that the researcher used to conduct this study; giving pre-test, giving treatment to the experimental class, and then the last is giving post-test. The data analyzed in this study was gained by the test in experimental class. It was analyzed by using SPSS 20 in paired sample test of t-test formula. The result of this study showed that there was a different score between students’ score in experimental class and controlled class by learning reading comprehension of explanation text. As stated to the test result of statistical calculation on t-test formula showed the students’ score in post-test of experimental class is ∑X = 2976 mean score was 85.03 which was using reciprocal teaching strategy are bigger than the students in controlled class ∑Y = 2706 the mean score 77.31 without using reciprocal teaching strategy, where the value of t0 > ttable. In conclusion, reciprocal teaching strategy is effective to be used for the teacher teacher to teach reading comprehension of explanation text at eleventh graders of SMAN 1 Taman.Key Words: Reciprocal Teaching Strategy. Reading Skill, Explanation Text
Lecturer’s Activities in Writing Class: A Study on Teaching Process and Technique in Essay Writing
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenulisan esai menjadi sebuah mata kuliah yang perlu diajarkan ke siswa. Namun, banyak siswa yang masih membuat kesalahan ketika mereka diminta untuk menyusun sebuah esai. Oleh karena itu, dosen berperan penting dalam memudahkan suatu pembelajaran penulisan esai dan mencegah kesalahan-kesalahan pada penulisan. Dengan demikian, penelitian ini perlu dilakukan untuk melihat bagaimana seorang dosen mengajarkan penulisan esai yang terfokus pada proses dan teknik mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) aktivitas mengajar yang dilakukan oleh dosen selama mengajar penulisan esai (2) teknik mengajar yang dilakukan oleh seorang dosen selama mengajar penulisan esai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan beberapa pengamatan dan melakukan wawancara terhadap dosen. Untuk hasil penelitian, dalam kegiatan pra-mengajar, dosen melakukan hal yang sama seperti menarik perhatian siswa, mengaktifkan pengetahuan dasar siswa, dan meninjau ulang materi sebelumnya. Untuk kegiataan saat-mengajar, dosen lebih fokus pada penjelasan struktur/organisasi esai. Untuk kegiatan pasca mengajar, dosen jarang meninjau keseluruhan pembelajaran. Penulisan terkendali disimpulkan sebagai teknik yang digunakan selama proses belajar mengajar berlangsung. Kata Kunci: Aktivitas Mengajar, Proses Mengajar, Tekhnik Mengajar, Penulisan Esai.AbstractEssay writing has commonly become a subject that need to be learned for students. Yet, many students still produce errors when they have been asked to make an essay. Therefore, lecturers play an important role to facilitate the learning of essay writing and to prevent errors in writing. Thus, this study needs to be conducted to see how a lecturer teaches essays writing which focuses on both the teaching process and technique. The purposes of this study are to describe (1) lecturer’s teaching activities in a process of teaching essay writing, (2) the technique applied by lecturer in teaching essay writing. This study used descriptive qualitative method. To collect the data, the researcher did some observations and interviewed the lecturer. As the results, in pre-teaching, the lecturer did the same things such as attracted the students’ attention, activated the students’ prior knowledge and reviewed the previous learning materials. For whilst teaching, the lecturer more focused on explaining the organization of essay. In post teaching activity, the lecturer was rarely reviewing the whole learning materials. Controlled writing was concluded as a technique which was used during teaching and learning process. Keywords: Teaching Activity, Teaching Process, Teaching Technique, Essay Writing.
A Study on Adjudicator’s Oral Feedback in British Parliamentary Debate of EDS UNESA
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peran umpan balik juri saat debat sangatlah penting. Ada tiga aspek debat yang harus diperhatikan oleh juri saat memberi umpan balik yaitu, isi, gaya, dan metode. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi aspek-aspek debat yang menjadi fokus juri saat memberi umpan balik dan respon pelaku debat terhadap umpan balik tersebut. Penelitian ini adalah kualitatif penelitian. Penelitian ini diadakan di EDS (Klub Debat Bahasa Inggris) Unesa dan subyek utama penelitian ini adalah satu juri debat dan dua pelaku debat sebagai tim yang diunggulkan di klub tersebut. Peneliti menggunakan pengamatan dan wawancara untuk mengumpukan data. Peneliti menemukan bahwa aspek yang menjadi fokus juri debat dalam memberi umpan balik adalah aspek isi terutama alasan. Umpan balik terkait metode diberikan secara terintegrasi dengan aspek isi. Peneliti hampir tidak menemukan umpan balik terkait gaya. Peneliti hanya menemukan umpan balik tentang presentasi vokal yang merupakan satu komponen dari aspek gaya. Di sisi lain, peneliti juga menemukan bahwa respon pelaku debat terhadap umpan balik tersebut berbeda-beda. Namun demikian, peneliti dapat menyimpulkan bahwa semua pelaku debat memahami dan merasa nyaman dengan umpan balik yang diberikan oleh juri debat. Peneliti menyarankan supaya penelitian tentang strategi pelaku debat dalam mempelajari feedback bisa diadakan..Kata Kunci : Debat, Respon Pelaku Debat, Umpan Balik Lisan, Juri Debat, Debat Parlemen Gaya British AbstractThe role of adjudicator’s feedback in debate is decidedly important. There are three aspects of debate that the adjudicator needs to consider in giving feedback, namely matter, manner and method. The purpose of this present study is to investigate what aspect are the focus of adjudicator in providing feedback and debater’s responses to the feedback. This study is qualitative research. It has been conducted in EDS (English Debating Society) of Unesa and the main subjects were one single adjudicator and two debaters as the winning team of EDS Unesa. The researcher used observation and interview to collect the data. The researcher found that the adjudicator mostly concerned on aspect of matter especially reasoning. Surprisingly, the researcher hardly found feedback about manner aspect. The feedback of method was given integrated with matter. The researcher also concluded that responses to the feedback were various. Nevertheless, the researcher found that all debaters understand the feedback given by the adjudicator and consider it very helpful. The researcher suggested that another study about debater’s strategy to learn from the feedback can be conducted.Keyword: Debate, Debater’s Responses, Oral Feedback, Adjudicator, British Parliamentary Style
The Implementation of Gallery Walk Technique in Teaching Speaking of Recount Text to Tenth Grader Students
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada era ini, siswa diwajibkan untuk bisa berbicara bahasa Inggris. Ketika siswa memiliki kesulitan untuk berbicara bahasa Inggris, mereka akan kehilangan peluang mereka di dunia kompetisi. Jadi, guru harus membuat kegiatan pembelajaran menjadi menyenangkan. Bagaimanapun juga, tanpa menerapkan teknik yang unik, siswa akan gampang merasa bosan. Sangatlah penting bagi guru untuk memilih teknik yang tepat. Salah satu teknik terbaru adalah gallery walk. Teknik ini jarang diterapkan oleh guru di Indonesia karena jarang terkespos. Sebenarnya, gallery walk memiliki banyak manfaat, maka dari itu, peneliti memilih teknik ini untuk diterapkan pada pembelajaran berbicara teks bersejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan teknik gallery walk pada pembelajaran berbicara teks bersejarah dan respon siswa terhadap pengaplikasian teknik tersebut. Peneliti, menggunakan deskriptif kualitatif sebagai desain penelitian. Untuk tujuan tersebut, kelas berisi 36 siswa berpartisipasi dalam penerapan teknik gallery walk. Guru dan siswa melakukan pembelajaran seperti biasa, yang membuat berbeda adalah teknik yang digunakan. Kuesioner juga diberikan setelah penerapan teknik gallery walk telah selesai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gallery walk telah berjalan sesuai dengan teknik yang dianjurkan oleh Bowman (2005). Guru dapat mengatur siswa dengan baik, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan seperti yang diharapkan. Siswa dapat menyampaikan hasil kerja mereka di depan kelas tanpa merasa malu. Hasil dari kuesioner juga menunjukkan jika siswa menjadi lebih termotivasi dan lebih berani untuk berbicara di depan teman-teman mereka. Sebab, teknik ini mengijinkan mereka untuk berdiskusi dengan anggota kelompok sebelum menyajikan hasil kerja terakhir mereka. Kesimpulannya, penerapan teknik gallery walk telah berjalan sesuai dengan langkah-langkah yang telah diusulkan oleh ahli. Teknik ini menambah motivasi siswa dan rasa percaya diri mereka. Itu dapat dilihat dari presentasi dan juga hasil dari diskusi yang telah mereka lakukan. Bagaimanapun juga, guru harus selalu memberi komentar atau ulasan kepada siswa setelah mereka selesai melakukan presentasi. Jadi, siswa akan tau kesalahan apa yang telah dibuat. Guru juga harus bisa mengatur waktu dengan hati-hati untuk menghindari ketidakefektifan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: teknik gallery walk, teks bersejarah, mengajar berbicara AbstractIn this era, students are required to be able to speak English. When students have difficulty to speak English, they will lose their chances in the world competition. Thus, the teacher should make the teaching learning process becomes fun. However, without implementing a unique learning, the students will get bored easily. It is important for the teacher to choose the right technique. One of the newest techniques is gallery walk. This technique is rarely used by the teacher in Indonesia because it is rarely exposed. Actually, gallery walk has many benefits, thus, the researcher chose this technique to be applied in a spoken of recount text learning. This study was conducted to describe the implementation of gallery walk technique in teaching speaking of recount text and the students’ responses toward the implementation of the technique. The researcher used basic qualitative as a research design. To this aim, a class consisted of 36 students participated in the implementation of the technique. The teacher and the students did the learning process as usual, what made it different was the technique. The questionnaire was also given after the implementation of gallery walk technique. The result showed that the implementations of gallery walk went in line with the technique proposed by Bowman (2005). The teacher could manage the students well, thus the learning process could run as it is expected. Students could present their work in front of the class without feeling shy. The result of the questionnaire also showed that the students became more motivated and braver to speak in front of their friends. Since, the technique allowed them to discuss with the member of the group before presenting the final result. In conclusion, the implementation of gallery walk technique worked in line with the stages that already proposed by the expert. Also, the technique increased students’ motivation and their confident. It can be seen from their presentation and also from the result of their discussion. However, the teacher should always give comments or feedback to the students after they presented the work. Thus, the students will know what mistakes they have made. The teacher also has to be able to manage the time carefully to avoid the ineffectiveness in the learning process.Keywords: gallery walk technique, recount text, teaching speaking
Text Analysis on Dialogue Writing Script Written by Eight Grader Students
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menulis, sebagai salah satu keterampilan produktif dalam bahasa Inggris, menjadi salah satu mata pelajaran utama di Indonesia karena diujikan dalam ujian nasional untuk siswa SMP dan SMA. Dalam kurikulum 2013, siswa SMP belajar empat jenis teks yaitu teks fungsional pendek, teks fungsional panjang, teks interpersonal dan teks transaksional. Ketika peneliti melakukan praktik mengajar, ditemukan bahwa sebagian besar siswa merasa kesulitan ketika mereka diminta untuk membuat dialog yaitu dialog teks interpersonal atau transaksional. Sedangkan, jenis teks dialog tersebut lebih mudah jika dibandingkan dengan jenis teks dialog lain, teks fungsional pendek dan teks fungsional panjang karena teks tersebut tidak memiliki struktur teks yang rumit seperti jenis teks lainnya. Penelitian ini dirancang secara kualitatif untuk mendeskripsikan delapan naskah dialog yang ditulis oleh siswa kelas delapan SMP Negeri 2 Gedangan dalam hal konten, organisasi teks, kosakata dan penggunaan bahasa. Rubrik tulisan yang telah diadaptasi digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan skrip dialog siswa sangat baik dalam hal konten dan organisasi, dan baik sampai rata-rata dalam hal kosakata dan penggunaan bahasa. Disarankan untuk guru bahasa Inggris, tidak hanya meminta siswa untuk melakukan atau mempraktekkan dialog mereka di depan kelas tetapi juga memeriksa tulisan skrip dialog siswa, untuk meminimalkan kesalahan siswa terutama dalam kosakata dan penggunaan bahasa.Kata Kunci: analisis teks, penulisan, skrip dialogAbstractWriting, as one of productive skills in English, becomes one of the main subjects in Indonesia since it is tested in the national examination to junior high school and senior high school students. In the 2013 curriculum, junior high school students learn four types of text namely short functional text, long functional text, interpersonal text and transactional text. When the researcher did teaching practice, it is found that most of the students felt difficult when they are asked to make a dialog whether it is interpersonal or transactional text. Whereas, those types of text are easier if they are compared to short functional and long functional text since they do not have strict generic structure like the other types of text. This study was design qualitatively in order to describe eight dialogue scripts that were written by eight grader students of SMP Negeri 2 Gedangan in terms of content, organization, vocabulary and language use. The adapted writing rubric was used as instrument in this study. From the analysis result, it can be concluded students’ dialogue script are excellent to very good in terms of content and organization, and good to average in terms of vocabulary and language use. It is suggested for English teacher, not only asking the students to perform or practice their dialogue in front of the class but also checking students’ dialogue script writing, in order to minimize students’ mistakes especially in vocabulary and language use.Keywords: text analysis, writing, dialogue script
An Analysis of Written and Spoken Argument of Asian Parliamentary Debate Simulation in English Federation of Smanisda (EFoS)
RETAIN Vol 6 No 2 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa perkembangan argumen dari pendebat English Federation of Smanisda, khususnya untuk argumen tulis dan lisan. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisa strategi yang digunakan para pendebat selama perdebatan berlangsung untuk mengelaborasi argumen dan membuat perdebatan lebih dinamis. Desain penelitian ini menggunakan kualitatif dasar dan dielaborasi dengan observasi dan dokumentasi. Untuk meyakinkan pemirsa, pendebat harus membangun komponen argumen yang terdiri dari Assertion, Reasoning, Evidence, dan Link Back. English Federation of Smanisda dipilih sebagai klub debat diantara klub-klub yang lain setara sekolah menengah atas karena mereka secara konsisten meraih prestasi di berbagai kompetisi. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa pendebat yang menunjukkan perkembangan argumen tulis dan lisan secara rendah, konsisten, dan tinggi. Selain itu, strategi yang sering digunakan selama perdebatan berlangsung yakni Point of Information yang dilakukan oleh pendebat yang memiliki perkembangan konsisten dan tinggi dalam membuat argument tulis dan lisan.Kata Kunci: argumen tulis, argumen lisan, perkembangan argumen, strategi Abstract This research focuses on examining the argument development of English Federation of Smanisda debaters, specifically for written and spoken argument. This research additionally pursuits to analyze the strategy used by debaters during a debate to intricate arguments and make the debate dynamic. The research design used for this research is basic qualitative and elaborated by the usage of observation and documentation. To persuade other parties, debaters need to construct argument traits which consist of Assertion, Reasoning, Evidence, and Link Back. English Federation of Smanisda is chosen as a debate club amongst different clubs in excessive school level because they persistently obtain trophies in various competitions. Based on the results, there are numerous debaters showing low development, constant development, and excessive improvement in written and spoken argument. Moreover, the strategy dominantly used throughout the debate is Point of Information which is attempted by way of the debaters having steady and high development of written and spoken argument.Keywords: Written argument, spoken argument, argument development, strategy
Self-Assessment in English Writing Classroom
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penilaian diri adalah sebuah kemampuan untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan belajar individu. Semakin sering siswa melakukan penilaian diri terhadap perkembangan belajarnya, maka siswa akan semakin mengetahui perkembangan belajarnya untuk meningkatkan perkembangan belajarnya. Akan tetapi, di Indonesia, guru cenderung fokus ke hasil akhir siswa daripada kemajuan belajar siswa dalam belajar. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana guru mengaplikasikan penilaian diri siswa dalam belajar menulis Bahasa Inggris di sekolah menengah atas dan mendeskripsikan respon siswa terhadap penilaian diri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data penelitian di kumpulkan dengan menggunakan checklis observasi dan wawancara. Lalu, penelitian ini di laksanakan di sekolah menegah atas di Bojonegoro, salah satu sekolah menengah atas di Indonesia. Untuk observasi, peserta di tunjuk oleh guru Bahasa Inggris di sekolah tersebut, yang mana melibatkan satu kelas, terdiri dari 26 siswa. Untuk wawancara, 12 dari 26 siswa dipilih guru Bahasa Inggris untuk mewakili diwawancara. Data penelitian di analisis dengan langkah-langkah cara; mengorganisasikan dan mempersiapkan data, mengkoding dan mengurangi data, menerjemahkan dan memaparkan data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa guru mengaplikasikan penilaian diri siswa dalam tiga langkah, menulis garis besar tulisan yang akan ditulis, melakukan penilaian diri, merevisi hasil tulisan. Selain itu, setelah melakukan penilian diri, siswa mempunyai respon positif terhadap penilain diri. Oleh karena itu, penemuan kedua menidentifikasikan bahwa siswa dibantu untuk meningkatkan efikasi (Kepercayaan diri untuk menulis) dan regulasi diri (kesadaran, mengatur waktu belajar), dan keikutsertaaan, dengan melakukan penilaian diri. Kata kunci : Penilaian diri, menulis Bahasa Inggris, Pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, efikasi diri, regulasi siswa.AbstractSelf-assessment is an ability to collect information about individuals progress of learning. The more frequently students doing self-assessment toward their learning, the more they knowing their progress in order to promote their learning and make improvement. However, In Indonesia, teachers tend focus on students’ final results than students progress of learning. Therefore, the aims of this study are to describe how the teacher applies students self-assessment in English writing classroom in senior high school and what students responses on self-assessment. This present study was qualitative research. The data were collected through observation and interview. It was conducted in a senior high school in Bojonegoro, Indonesia. For the observation, the participants were chosen by an English teacher’s recommendation in that school, which involved one classroom, consisting of 26 students. For the interview, 12 students were chosen based on the English teacher’s recommendation. The data were analyzed through these steps; organizing and preparing, coding and reducing, interpreting and representing. The results of this study showed that the teacher applied students self-assessment in three steps; outlining, doing self-assessment, and revising. Moreover, after doing self-assessment, students responses were positive toward self-assessment. Therefore, the second finding showed that students were helped to increase their writing self-efficacy (students’ confidence and belief of their ability) self-regulation (awareness of study, management time, autonomous) and engagement by doing self-assessment. Keywords: Self-assessment in English writing skill, EFL learners, students’ responses, self-efficacy, self-regulation.
The Effect of Reading Habit on Students’ Writing Performance
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas kebiasaan membaca dari siswa kelas sepuluh dari salah satu Sekolah Menengah Atas di Gresik dan untuk mengetahui apakah kebiasaan membaca mempengaruhi kinerja menulis mereka atau tidak. Penelitian ini menggunakan kuantitatif ex post-facto sebagai metodologi penelitian dikarenakan variabel independen yang sudah terjadi hingga sekarang dan hasilnya akan diwujudkan dalam bentuk angka. Subjek dari penelitian ini adalah 57 siswa dari salah satu Sekolah Menengah Atas di Gresik yang akan dikategorikan menjadi tiga grup berdasarkan tingkat kebiasaan membaca mereka; siswa dengan tingkat membaca yang baik, sedang, dan buruk. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan tes menulis. Kuesioner diberikan untuk mengukur kualitas kebiasaan membaca mereka dan tes menulis diberikan untuk menemukan efek kebiasaan membaca terhadap kinerja menulis. Berdasarkan hasil data yang didapat, kualitas kebiasaan membaca dari siswa adalah sedang. Sementara itu, Analisis Varians digunakan dalam menganalisis tes dan hasilnya mengindikasikan adanya perbedaan diantara semua grup. Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) juga dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui grup mana yang mempunyai perbedaan yang signifikan dan hasilnya menunjukkan bahwa grup dengan tingkat membaca buruk mempunyai hasil yang sangat berbeda diantara semua grup. Selain itu, komponen menulis yang sebagian besar terpengaruhi oleh membaca terhadap kinerja menulis adalah konten.Kata kunci: Membaca, Kebiasaan Membaca, dan Menulis.AbstractThe aim of this study is to describe the reading habit quality of tenth grade students of a Senior High School in Gresik and to find out whether or not there is a significant difference among students who have different reading habit. This research used a quantitative ex-post facto as the research methodology since the independent variable has happened and the result would be in the form of number. The subjects of this research were 57 students of a Senior High School in Gresik which were categorized into three groups based on their reading habit; students with good, moderate, and poor reading level group. The instruments used in this research were questionnaire and writing test. The questionnaire was administered to measure the quality of their reading level and the writing test was used to find out the effect of reading habit on writing performance. Based on the result, the quality of students’ reading habit was moderate. Meanwhile, the Analysis of Variance (Anova) test were administered on analysing the writing test and the result indicated a difference among groups. The Least Significant Difference (LSD) test was also administered in order to know which group was significanlty different and the result showed that the poor reading level was highly different among groups. Moreover, the writing components that was mostly influenced by reading to writing performance was the content.Keywords: Reading, Reading Habit, and Writing.
14020084081
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana strategi metakognitif dalam hal pembelajaranketerpusatan digunakan oleh siswa sekolah menengah kejuruan selama proses pembelajaran dan kinerjaberbicara mereka. Dalam hal ini strategi metakognitif didasarkan pada teori Oxford (1990) yang telahdisebutkan. Selain itu, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan rubrik penilaian. Penelitianini dilakukan secara kualitatif yang digambarkan dalam bentuk kata. Peneliti melibatkan sepuluh siswajurusan perhotelan sebagai subjek penelitian sejak penelitian kualitatif deskriptif dan penggunaan strategiini harus dianalisis secara pribadi atau analisis mendalam. Sebagai kesimpulan, hasil pertamamenunjukkan bahwa siswa sebagian besar menggunakan strategi pembelajaran keterpusatan dalamstrategi metakognitif dalam berbagai cara untuk mengatasi kesulitan mereka selama belajar danmenyampaikan proses presentasi di kelas dan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Parasiswa juga menggunakan strategi dengan sengaja dan tidak sengaja dengan berbagai cara yangkemungkinan hampir sama. Para siswa menerapkan tiga poin utama dalam memusatkan pembelajaranuntuk mengatasi kesulitan mereka dalam memahami materi dan menyampaikan presentasi agar lebihterorganisir, memahami, dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara bahasa Inggris. Halini menunjukkan bahwa pembelajaran keterpusatan sedang diperlukan dan telah diterapkan oleh siswaselama proses belajar mengajar dan menyampaikan presentasi. Di sisi lain, ada dua siswa yang tidakmenggunakan strategi juga dan mereka mendapat hasil yang kurang dari kinerja mereka. Oleh karena itu,strategi metakognitif dalam hal pembelajaran yang berpusat membantu siswa untuk meningkatkankepercayaan diri dan pengetahuan mereka. Sedangkan hasil kedua menunjukkan bahwa sebagian besarpenampilan berbicara siswa baik selama belajar dan menyampaikan presentasi karena menerapkanstrategi pembelajaran yang berpusat. Sebagian besar dari mereka telah memenuhi kriteria penilaianberbicara yang baik. Singkatnya, strategi pemusatan pembelajaran dalam strategi metakognitif dapatmembantu mereka meningkatkan kemampuan berbicara mereka dalam menyampaikan presentasi.Kata kunci: Metakognitif, pengetahuan sebelumnya, menunda berbicara untuk mendengarkan,penampilan berbicara.AbstractThis study conducted to know how metacognitive strategies in terms of centering learning were used bythe students of vocational high school during learning process and their speaking performance. The datawere collected through observation, interview and speaking rubric. This study was conductedqualitatively which is described in the form of word. The researcher involved ten students of hospitalitymayor as the subject of the study since descriptive qualitative research and the use of this strategy shouldbe analyzed personally or in-depth analysis. In conclusion, the first result showed that the students mostlyused the strategy of centering learning in metacognitive strategies in various ways to overcome theirdifficulties during learning and delivering the presentation processes in the classroom and to accomplishthe task given by the teacher. The students applied three main points in centering learning to overcometheir difficulties in understanding the materials and delivering the presentation to be more organized, tocomprehend, and to enhance their confidence in speaking English. It showed that centering learning arebeing necessary and had been applied by the students during teaching learning process and delivering thepresentation. In other side, there are two students which were not used the strategies as well and they gotless result of their performance. Therefore, metacognitive strategies in terms of centering learning helpthe students to enhance their self-confidence and knowledge. While the second result showed that most ofstudents’ speaking performance were good during learning and delivering the presentation since applyingcentering learning strategies. Most of them had fulfilled the criteria of good speaking performance.Keywords: Metacognitive strategies, prior knowledge, delaying speech production to listen, speakingperformance.