cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
Analyzing Language Features of Recount Text Written by Ma Hidayatu Umam Students
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMenulis menjadi salah satu keterampilan dasar dalam menguasai bahasa. Untuk pelajar bahasa Inggris, mereka harusmenghasilkan kalimat dalam urutan tertentu dan terhubung bersama dengan cara tertentu. Berdasarkan KompetensiDasar Sekolah Menengah Atas, ada satu teks yang harus dipelajari oleh siswa SMA; itu adalah teks recount. Untukmenulis komposisi yang baik, para siswa harus mematuhi aturan-aturan teks, yaitu struktur generik dan unsur kebahsaanyang dimiliki oleh teks recount. Penelitian ini mengungkapkan hasil tulisan siswa dari teks recount untuk mengetahuikomposisi tulisan mereka dan untuk mengetahui bagaimana mereka menggunakan fitur linguistik teks recount, karenasetiap siswa memiliki caranya sendiri dalam mengekspresikan ide-idenya secara tertulis. Oleh karena itu, objekpenelitian ini berhubungan dengan produk tulisan siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif sebagai desainpenelitian. Data yang dikumpulkan berasal dari 8 tulisan teks recount yang ditulis oleh siswa kelas sepuluh dandianalisis menggunakan Harmer dan Heaton et al (1988) tabel analisis yang telah dimodifikasi oleh peneliti. Temuanmenunjukkan bahwa 5 dari 8 siswa mampu menulis teks dengan gaya mereka sendiri dan mereka dapat membuat tulisanyang baik serta dapat dibaca. Misalnya, dalam struktur generik, mereka mempresentasikan kemampuan yang sama sertaunsur kebahasaan yang beragam. Temuan ini juga menunjukkan bahwa 8 siswa memiliki gaya penulisan mereka sendiri.Meskipun demikian, semua siswa baik dalam menerapkan komposisi teks recount meskipun mereka masih harus belajarlebih banyak karena mereka melakukan beberapa kesalahan pada rentang dan akurasi gramatikal.Kata kunci: menulis, analisis teks, teks recount, unsur kebahasaanAbstractWriting becomes the basic one of skills in mastering language. For English learners, they have to producesentences in a specific order and connected together in particular ways. Based on Basic Competence of SeniorHigh School, there is one text that should be learned by senior high school students; it is recount text. To writea good composition, the students must obey the rules of the text, namely generic structure and languagefeatures that the recount text has. This study reveals the students’ writing product of recount text in order toknow their writing composition and to know how they use linguistic features of recount text, because everystudent has his/her own way in expressing his/her ideas in writing. Therefore, the object of this study come incontact with the students’ writing product. This study used qualitative research as the research design. Thecollected data were from 8 recount text writing of the tenth graders and analyzed using Harmer and Heaton etal (1988) analysis table that had been modified by the researcher. The finding showed that 5 of 8 students wereable to write the text with their own style and their writing product turned out nicely. For example, in genericstructure, they presented similar ability. The finding also showed that 8 students have their own styles inwriting. Nonetheless, all of the students were good in applying the composition of recount text although theystill have to learn more because of they did some errors on grammatical range and accuracy.Keywords: writing, text analysis, recount text, language features.
The Use of Self-Assessment in Teaching Writing Report Text to the Eleventh Grader of SMAN 1 Taman Sidoarjo
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah siswa dalam penulisan adalah siswa masih bingung dalam memutuskan apa yang harus ditulis dan bagaimana menulis karena siswa tidak tahu kriteria penulisan dan komponen penulisan. Teknik yang tepat adalah menggunakan Self Assessment atau penilaiana diri karena self assessment sesuai untuk memecahkan masalah ini. Dengan self assessment, siswa membangun kesadaran pada tulisan mereka dan meningkatkan kemapuan keteramp[ilan menulis mereka, kemampuan metacognitif mereka, tanggung jawab pekerjaan siswa, berpikir kritis pemecahan masalah. Penilitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penggunaan self assessment, tugas menulis siswa selama penggunaan self assessment dan respon siswa melalui self assessment. Peneliti juga menggunakan metode kualitatif sebagai desain penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan self assessment diimplementasikan sejalan dengan mengikuti siklus dirumuskan oleh H.McMillan dan Hearn (2008). Guru dapat membantudan mengelola siswa menggunakan self assessment dengan baik. Maka proses pembelajaran dapat dilakukan sesuai dengan yang diharapkan. Para siswa dapat menghasilkan tugas yang baik. Disamping itu, penggunaan penilaian diri membantu siswa mengetahui kelemahan merek dan keslahan mereka. Namun guru juga memberikan umpan balik kepada siswa sambil mengikuti target kriteria dan hasil tulisan siswa.Kata Kunci: Self assessment, teks laporan, pembelajran menulis AbstractStudents’ problems of writing are students still confused in deciding what to write and how to write because students do not know the criteria of writing and the components of writing. The appropriate technique is using self assessment because self assessment is suitable to solve this problem. While self assess, students build student’s awareness on their writing, students also train their self to self assess on their writing and improve their writing skill ability, metacognitive skill, responsibility of students’ work, critical thinking and sense of mathematic problem – solving. This study was conducted to describe the use of self assessment, the students’ writing task during the use of self assessment and students’ responses through self assessment. The researcher used qualitative method as a research design. The result showed that the use of self assessment implemented in line with following the cycled process by H. McMillan and Hearn (2008). The teacher could help and managed the students using self assessment well then the learning process could do as expected. The students could product the good task and the use of self assessment helps the students know their weakness and their mistakes. The students also could realize their mistakes and correct their mistakes by them self. And then, the students not repeat their mistakes.However the teacher also gave the feedback to students while following the criteria targets and students’ writing product.Keywords: Self assessment, report text, teaching writing
Developing WIND Media to Facilitate Students in Writing Short Descriptive Text
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWriting is one of complex skills should be master by students. The problems face by students could make them difficult to master it. However, students assume that writing is difficult, boring, and exhausting activity. This condition will make ineffective learning. Other problem is the students are difficult to generate and to develop the ideas which make them feel difficult to start their writing project. Thus, the teacher needs a new way to ease the students learning. Suitable media which can help students to write easily should be made. The purpose of this study is to develop media named “Wheel Instruction and Cards” or “WIND” media. This media aims to facilitate students in writing descriptive text. This study is using modified R&D model from Dick and Carey. This study will explain the process of developing media and also include the students’ responses toward the implementation of the media.Keywords: writing, media, WIND, descriptive textAbstrakMenulis adalah salah satu keterampilan yang sulit yang harus dikuasai siswa. Siswa beranggapan bahwa menulis adalah aktivitas yang sulit, membosankan dan melelahkan. Kondisi ini dapat membuat pembelajaran tidak efektif. Permasalahan lain yang dihadapi siswa adalah mereka kesulitan untuk menghasilkan dan mengembangkan ide yang akan membuat mereka mereasa kesulitan untuk memulai aktivitas menulis. Maka dari itu, guru membutuhkan cara baru untuk mempermudah siswa dalam belajar. Salah satu cara adalah dengan menggunakan media yang sesuai dengan level siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media bernama “Wheel Instruction and Cards” atau “WIND”. Tujuan dari pembuatan media ini adalah untuk mefasilitasi siswa dalam menulis teks deskriptif. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi berdasarkan teori Dick dan Carey. Penelitian ini akan menjelaskan proses pengembangan media dan termasuk juga respon siswa terkait penerapan media.Kata Kunci: menulis, media, WIND, teks deskriptif
Developing C.O.C (Congklak, Onet & Crossword Puzzle) Game to Motivate Students in Enriching English’ Vocabulary
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Vocabulary is one of the important factors in learning foreign language such as English. Based on widely observation, most of Indonesian students are having difficulty in understanding English vocabulary which leads to the difficulty to acquire foreign language. One way to solve the problem is by using a medium in the form of a game. A game called C.O.C is developed under R&D design into an effective medium. R&D design is a research design that used in creating a new product and evaluating the product through some experiments. This method included some stages such as material and expert validation, also field evaluation. The field evaluation is held at one of Junior High Schools in Surabaya. The seventh grade of this school become the participant in the research. The aim is to find out either the game is work or not and could it motivates student in enriching English’ vocabulary. Based on this research, it is showed that the use of C.O.C game could motivate students in enriching vocabulary. Key words : Vocabulary, Motivation, Medium, R&D Abstrak Kosa kata adalah salah satu faktor yang penting dalam belajar bahasa asing seperti Bahasa Inggris. Berdasarkan hasil obervasi secara luas, mayoritas siswa di Indonesia memiliki kesulitan dalam memahami kosa kata yang menghambat mereka dalam menguasai bahasa asing. Salah satu cara untuk menghadapi masalah ini adalah dengan menggunakan media berbentuk permainan. Sebuah permainan dengan nama C.O.C telah dikembangkan menjadi media yang efektif dengan menggunakan rancangan penelitian R&D. R&D adalah rancangan penelitian yang digunakan untuk menciptakan produk baru dan mengevaluasi produk tersebut melalui beberapa percobaan. Rancangan penelitian ini mencantumkan beberapa tahapan seperti validasi materi dan media, serta evaluasi lapangan. Evaluasi lapangan di laksanakan di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Surabaya. Kelas 7 dari sekolah ini di pilih sebagai peserta dalam penelitian. Tujuannya untuk mengetahui apakah permainan yang telah dikembangkan dapat di jalankan atau tidak dan apakah dapat memotivasi siswa dalam memperkaya kosa kata bahasa Inggris mereka. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan permainan C.O.C dapat memotivasi siswa dalam memperkaya kosa kata Bahasa Inggris. Kata Kunci: Kosa Kata, Motivation, Media, R&D.
The Effect of Journalist Questions on Students’ Writing Recount Text
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aimed to find out the effect of journalist questions on students’ ability in writing recount text. This research was carried out on experimental and control groups. The participants were the tenth graders of SMKN 1 Jombang. A pre-test was given to both groups before the treatment to find out the writing performance of the participants. During the study, experimental group was taught through journalist questions meanwhile control group was taught through conventional method. An independent samples t-test was used to know whether there was a significant difference or not between experimental and control groups. The results gotten from the post-test showed that there was a significant difference between those two groups which signifies that journalist questions had a significant effect on tenth graders’ ability in writing recount text. The participants in experimental groups were also demonstrated questionnaire to elicit their opinion about the effectiveness of using journalist questions in writing recount text. The result showed that the tenth graders have a positive response towards the use of journalist questions in writing recount text.Key words : Journalist Question, writing, recount text.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertanyaan jurnalistik terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks recount. Penelitian ini dilakukan pada dua kelompok, yakni kelompok eksperimen dan kontrol. Para siswa adalah siswa kelas X di SMKN 1 Jombang. Sebelum melakukan treatmen, pre-tes diberikan kepada kedua kelompok untuk menyelidiki kinerja menulis dari peserta didik. Sepanjang penelitian, kelompok eksperimen diajarkan melalui pertanyaan jurnalistik sedangkan kelompok kontrol diajarkan melalui metode konvensional. Sebuah uji t-test sampel independen diterapkan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan secara statistik atau tidak antara kedua kelompok. Hasil yang diperoleh dari post-tes menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol, yang menandakan bahwa pertanyaan jurnalistik memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan siswa dalam menulis teks recount. Setelah treatmen, kelompok eksperimen juga menunjukkan kuesioner untuk mendapatkan pendapat merekaa tentang efektivitas menggunakan pertanyaan jurnalistik dalam menulis teks recount. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas X memiliki respon positif terhadap penggunaan pertanyaan jurnalistik dalam menulis teks recount.Kata Kunci: Petranyaan jurnalistik, menulis, teks recount
Wash-Back of English National Examination on Teaching Learning Process
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di indonesia, sudah dikenal bahwa ujian nasioanal (UN) adalah salah satu persyaratan untuk kelulusan sebagai tes yang berpengarauh pada masa depan, UN mengakibatkan berubahanya proses pembelajaran di kelas ketika mempersiapkan nya. Washback terjadi khususnya pada proses pembelajaran ketika mempersiapkan menghadapi ujian nasional. Washback dapat memberi pengaruh negative dan juga positif. Bagaimanapun, kedua dampat tersebut tergantung pada keadaan di sekitar ketika pembejaran sedang berlangsung. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan observasi tentang bagaimana washback terjadi dan apa dampak negativ dan positi nya terhadap pembeajaran dikelas, guru dan juga murid murid nya. Dalam tujuan ini, satu kelas sebagai partisipan dan 5 diantaranya di jadikan sample data wawancara. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Data diperoleh kelas superior dari kelas 12 sekolah menengah atas di SMAN 3 Tuban dan seorang guru bahasa Inggris. Ada lima siswa yang dipilih untuk menjadi sampel penelitian. Peneliti menggunakan dua instrumen untuk mendapatkan data. Itu adalah observasi dan wawancara. Untuk pengamatan, peneliti melakukan observasi catatan lapangan sebagai non-partisipatif. Peneliti mengamati belajar mengajar di belakang kelas tanpa mengambil bagian dari mengajar lebih lama. Kemudian, peneliti menggunakan wawancara semi-struktural sebagai instrumen kedua. Wawancara semacam ini dipilih karena pertanyaan tertulis menjadi substansi wawancara. Studi ini mendukung pengajaran dan pembelajaran terutama untuk mempersiapkan Ujian Nasional. Para guru dan juga siswa sekolah menengah akan menyadari ujian nasional. Lebih lanjut, penelitian ini membuat siswa lebih siap saat menghadapi UN. Kemudian untuk para guru, mereka akan tahu cara mengajar ujian nasional tanpa memberikan dampak negatif bagi guru dan siswa. Yang terakhir, bagi peneliti masa depan yang tertarik untuk melakukan cuci tangan sebagai topik penelitian, penelitian ini akan menginspirasi mereka.Kata Kunci: dampak, ujian nasional, persiapanAbstractIn Indonesia, it establishes National Examination (NE) as one of the requirement for electing students graduation from the secondary school. As the high-stake test, National Examination gives wash-back. Wash-back happens especially in teaching learning while preparing national examination. The wash-back can impact to both teacher and also students. Besides, wash-back can be positive or even negative. However, both positive and negative wash-back depends on the natural surroundings of teaching learning in the class. Those, the researcher interests to do the observation about how is wash-back of teaching English test and what are the positive and negative impact of both teacher and even students. To this aims, one class participated in this research while 5 of them taking an interviewed. This study is a qualitative research. The method used is descriptive research method. The data was obtained a superior class of twelve grade of senior high school in SMAN 3 Tuban and an English teacher. There were five students selected to become a sample of the study. The researcher used two instruments to get the data. Those were observation and interview. To answer the first research question, observation became the instrument. Then, for the second and third questions the researcher used interview. For the observation, researcher practiced field note observation as the non-participatory. Researcher observed teaching learning in behind of the class without taking part of teaching any longer. Then, researcher used semi-structure interview as the second instrument. This kind of interview was chosen because of the written questions were became the substance of interview. This study support teaching and learning especially for preparing National Examination. The teachers and also the secondary students will be aware of national examination. Further, this study makes the students more prepare while facing NE. Then for the teachers, they will know how to teach national examination without giving negative impact to both teachers and the students. The last, for the future researchers who interest to conduct wash-back as the topic of research, this research will inspire them. Keywords: wash-back, national examination, preparation, impact
Self-Regulated Learning in Reading of Eleventh Graders in SMA Negeri 1 Manyar Gresik
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki bagaimana siswa menerapkan strategi mereka dalam pembelajaran self-regulated mereka terhadap reading mereka. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif karena ini berfokus pada laporan pengalaman atau data yang tidak dapat diungkapkan secara memadai didalam angka. Dalam penelitian kualitatif, peneliti mendeskripsikan individu atau setting, kemudian menganalisa data, membuat interpretasi, kemudian menarik kesimpulan tentang hasilnya. Keenam peserta dipilih dalam penelitian ini, mereka diminta untuk menulis jurnal pembelajaran (learning journal) untuk mendapatkan pengalaman tentang pembelajaran mereka didalam reading. Kemudian, setelah memenuhi jurnal pembelajaran (learning journal), mereka diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan didalam wawancara untuk mendapatkan informasi secara mendalam. Hasilnya menunjukkan bahwa semua peserta menerapkan berbagai strategi dalam SRL (self-regulated learning) di reading. Para peserta menetapkan tujuan pembelajaran mereka dan memutuskan untuk memilih strategi yang sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran mereka. Strategi-strategi yang mereka gunakan saat mereka belajar, yaitu, strategi langsung dan tidak langsung yang termasuk ke dalam memori, kognitif, kompensasi, metakognitif, afektif dan strategi sosial. Selain itu, para peserta selalu membuat kemajuan yang tepat menuju strategi mereka yang mereka pilih dalam reading karena mereka dapat menyesuaikan strategi mereka menjadi yang lebih baik dan terus menggunakan strategi tersebut. Namun, jika para peserta tidak membuat kemajuan yang sesuai ke arah strategi mereka, mereka akan meninggalkannya dan mencoba untuk menemukan strategi yang tepat yang tepat untuk mereka dan juga menentukan masalahnya. Kata Kunci: Reading, self-regulated, learning strategyAbstractThis study was conducted to investigate how do students applied their strategies in their self-regulated learning toward their reading. This research belongs qualitative research since this focuses on reports of experience or on data which cannot be adequately expressed in number. In qualitative research, the researcher described an individual or setting, then analyzed the data, made interpretation, then drew the conclusion about the result. The six participants were chosen in this study, they were asked to write learning journal in order to get experience about their learning in reading. Then, after fulfilling learning journal, they were asked several questions in the interviews to get information in depth. The result shows that all of participants applied various strategies in their SRL (self-regulated learning) toward their reading. The participants set their learning goals and decide to select suitable strategies to achieve their learning goals. Those strategies that they used while they are studying, namely, direct and indirect strategies which belong to memory, cognitive, compensation, metacognitive, affective and social strategy. Furthermore, the participants always making appropriate progress toward their strategies that they choose in reading because they can adjust their strategies into the better one and continue using those strategies. However, if the participants do not make appropriate progress toward their strategies they would leave it and try to find right strategies that suitable for them and they also determine the problem lies.Keywords: Reading, self-regulated, learning strategy
The Teacher’s Activities in Correcting Students’ Error and Mistake in the Composition Class
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Murid sering melakukan kesalahan berupa error dan mistake untuk memahami bahasa yang dipelajari. Sebagai reaksi terhadap error dan mistake yang ditemukan di tulisan siswa, guru harus mengetahui tentang itu dan melakukan tindakan. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan aktifitas guru dalam mengidentifikasi, mendiskusikan, dan memperbaiki kesalahan siswa yang berupa error dan mistake di kelas menulis. Penelitian ini merupakan penelitianikualitatifideskriptif. Subyekipenelitianiini adalah seorang guru di sekolah menengah atas di sebuah kota. Peneliti mengumpulkan data dengan caraaobservasi daniwawancara. Dataidari penelitian ini adalah tindakan guru baik verbal dan nonverbal pada proses belajar mengajar dan kata, frasa, dan kalimat yang diucapkan guru pada saat proses wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah aktifitas-aktifitas guru mengajar di kelas dalam mengoreksi error dan mistake yang murid lakukan dan ucapan guru ketika wawancara. Berdasarkanahasiladari penelitian, terbukti bahwa guru melakukan beberapa aktifitas dalam mengidentifikasi kesalahan siswa dengan melakukan kegiatan seperti membaca tulisan siswa, memberikan catatan di error dan mistake yang ditemukan, dan mengelompokkan kesalahan umum yang ditemukan berdasarkan lima komponen writing. Selanjutnya, dalam mendiskusikan kesalahan siswa, guru melakukan aktifitas seperti membahas tentang error dan mistake, memberikan penjelasan, meminta murid untuk mengoreksi kesalahan mereka sendiri dan kesalahan temannya, mereformulasi beberapa kalimat siswa, menulis dipapan, memberikan petunjuk, dan membandingkan beberapa tulisan siswa. Terakhir, dalam memperbaiki kesalahan yang dilakukan siswa, aktifitas yang dilakukan guru adalah memberikan koreksi secara langsung dan metalinguistik, melakukan reformulasi, menjelaskan secara langsung jawaban yang benar dari kesalahan yang dibuat, dan meminta siswa untuk mengoreksi tulisan mereka sendiri. Dari hasil penelitian, terbukti bahwa guru mengambil tindakan dalam mengoreksi kesalahan yang berupa error dan mistake di tulisan siswa. Keywords: Aktifitas guru, error, mistake, tulisan siswa. Abstract The students often make error or mistake in mastering the target language. In correcting error and mistake that are found on the students’ composition, the teacher needs to know about it and take an action. Thus, this study was conducted to describe the teacher’s activities in identifying, discussing, and revising the students’ error and mistake in the composition class. This research was descriptiveiqualitativearesearch. Themsubject of the study was a Senior High School English Teacher in a city. The researcher collected the data through observation and semi-structured interview. The data of the study are the teacher’s verbal and nonverbal behavior in teaching learning activity and teacher’s words, phrases, and sentences that the she utter during the interview. Theasourceiofidata of this study were the teacher’s activities in the classroom and the teacher’s oral statements during the interview. The result showed that the teacher’s activities in identifying the students’ error and mistake were reading the students’ composition, marking and giving notes on the error and mistake, and classifying the common error and mistake based on five components of writing. Next, in discussing the error and mistake, the teacher’s activities included talking about error and mistake, giving explanation, asking the students to domself-correction and peerwcorrection, reformulating the students’ sentences, writing on the white board, giving clues, and comparing the students’ composition. The teacher also reviewed some material that they have discussed. The last, in revising the students’ error and mistake, the activities done by the teacher were giving direct and metalinguistic feedback on the error and mistake, doing reformulation, explaining directly the correct form of the error and mistake, and asking the writer to correct their own fault. From the result of the study, it was proven that the teacher took some action in correcting error and mistake on the students’ composition. Key words: teacher’s activities, error, mistake, composition
Teaching Reading Announcement Text Using Mind Mapping for Senior High School
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemahaman membaca menjadi keterampilan penting di era globalisasi. Sayangnya, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami bacaan, terutama untuk memahami teks. Adewole (2001) menjelaskan bahwa siswa perlu membaca, menghargai dan mengeksplorasi beberapa teks sehingga mereka dapat menjadi pembaca yang kritis. Dalam memecahkan masalah ini, pengajaran membaca menggunakan teks pengumuman melalui teknik pemetaan pikiran untuk kelas 10 SMA dilakukan oleh peneliti. Beberapa manfaat menggunakan pemetaan pikiran telah diringkas oleh Ingenmann (2008), penggunaan pemetaan pikiran dapat membantu kemampuan siswa dalam mengembangkan keterampilan belajar, kreativitas, brainstorming dan menghafal. Penelitian ini menggunakan kualitatif untuk menggambarkan beberapa fenomena yang terjadi selama pelaksanaan pengajaran membaca teks pengumuman melalui pemetaan pikiran. Dua pertanyaan penelitian digunakan dalam penelitian ini. Pertanyaan penelitian pertama menggunakan observasi cek lis dan catatan lapangan. Pertanyaan penelitian kedua menggunakan wawancara para siswa. Guru dan murid X MIPA 5 di SMAN 2 Sidoarjo adalah subjek penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pelaksanaan pengajaran membaca teks pengumuman dengan menggunakan pemetaan pikiran untuk kelas 10 SMA. Tidak hanya fokus pada pelaksanaan pengajaran membaca teks pengumuman dengan menggunakan mind mapping, tetapi juga difokuskan pada beberapa fenomena yang terjadi dalam proses belajar mengajar. Selain itu, hasil menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami teks dengan menggunakan pemetaan pikiran. Semua siswa dapat menerapkan pemetaan pikiran dan memahami teks bacaan secara mandiri. Siswa juga berhasil membuat pemetaan pikiran berdasarkan metode yang diajarkan oleh guru. Dari penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa pemetaan pikiran adalah teknik yang efektif untuk mengajarkan kemampuan membaca.Kata kunci: membaca, teks pengumuman, peta konsepAbstrackReading comprehension becomes important skill in globalization era. Unfortunately, most of students get difficulties in reading comprehension, especially for understanding the text. Adewole (2001) explained that students need reading, appreciating and exploring some text so that they can become critical readers. In solving this issues, teaching reading of announcement text by using mind mapping for 10th grade of senior high school was conducted by the researcher. Some of the benefits of using mind mapping have been summarized by Ingenmann (2008), the use of mind mapping can help students abilities in developing learning skills, creativity, brainstorming and memorizing. This study used qualitative to describe some phenomena happened during the implementation of teaching reading of announcement text through mind mapping. Two research questions were used in this study. The first research question used observation checklist and field notes. The second research question used interview of the students. Teacher and X MIPA 5 students of SMAN 2 Sidoarjo were the subject of this study. The aim of this study is to explore the implementation of teaching reading announcement text by using mind mapping for 10th grade of senior high school. Not only focused on the implementation of teaching reading of announcement text by using mind mapping, but also focused on some phenomena happened in teaching learning process. In addition, the result showed that students get easier to understand the text by using mind mapping. All of students can apply mind mapping and understand reading texts independently. Students have also succeeded in making mind mapping based on the methods taught by the teacher. From this explanation, it can be concluded that mind mapping is an effective technique to teach reading comprehension.Keywords : reading, announcement text, mind mapping
The Effectiveness of Metacognitive Strategy in Teaching Listening Comprehension on Descriptive Text on Tenth Grader of Senior High School
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan perbedaan signifikan setelah implementasi strategi metakognitif dalam mengajar pemahaman mendengarkan pada teks deskriptif. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kuantitatif pre-eksperimental dan siswa kelas X-B Madrasah Aliyah Negeri 1 Pamekasan sebagai subjek penelitian. Try-out, pre-test, dan post-test digunakan sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Peneliti menganalisis data dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test skor menggunakan rumus T-test pada SPSS 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan setelah mengimplementasikan strategi metakognitif. Hal ini dapat dilihat dari skor pre-test dan post-test, nilai rata-rata pre-test 51,60 dan nilai rata-rata post-test 82,14. Dapat disimpulkan bahwa skor tes meningkat dan penggunaan strategi metakognitif mampu meningkatkan pemahaman mendengarkan siswa, karena strategi metakognitif dapat membantu proses siswa dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi pembelajaran bahasa mereka untuk meningkatkan pemahaman mendengarkan mereka.Kata Kunci: Mendengarkan, Teks Deskriptif, Strategi Metakognitif AbstractThe aim of this study is to know the effectiveness and the significant difference of metacognitive strategy in teaching listening comprehension on descriptive text. This study was designed as a pre-experimental quantitative research and the students in class X-B of Madrasah Aliyah Negeri 1 Pamekasan were determined as the subject of the study. Try-out, pre-test, and post-test were used as an instrument to collect data. The researcher analyzed the data by comparing the results of pre-test and post-test score using T-test formula on SPSS 20. The result of the study showed that there was significance difference after the treatments given. It can be seen from the pre-test and post-test score, pre-test mean value 51.60 and post-test mean value 82.14. It means that the score of the tests had increased. It can be conclude that the use of metacognitive strategy was be able to improve students’ listening comprehension of the students, because Metacognitive strategy can help students’ process in planning, monitoring, and evaluating their language learning in order to improve their listening comprehension.Keywords: Listening, Descriptive Text, Metacognitive Startegy