cover
Contact Name
Him'mawan Adi Nugroho
Contact Email
himmwannugroho@unesa.ac.id
Phone
+6281334244887
Journal Mail Official
evarahmawati@unesa.ac.id
Editorial Address
English Department, Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Surabaya Building T4, 2nd floor, Kampus Lidah Wetan, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Retain: Journal of Research in English Language Teaching
ISSN : 23562617     EISSN : 30322839     DOI : https://doi.org/10.26740/rt.v13i02
Core Subject : Education,
RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics. RETAIN publishes articles within the scope of English Language Teaching and Applied Linguistics.
Articles 947 Documents
An Analysis of Students’ Error in Writing Interpersonal Text in The Eighth Graders of SMPN 2 Lamongan
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam penelitian ini, peneliti bertujuan untuk menemukan error yang terjadi di teks interpersonalnya siswa dan juga penyebab yang mendasari terjadinya error. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dalam mengumpulkan data yang menjawab pertanyaan penelitian. Dan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa masih memiliki masalah serius dalam menulis teks interpersonal dalam kasus struktur gramatikal. Empat jenis kesalahan yang terlibat, yaitu omission, addition, mis-formation, dan mis-ordering. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa sering melakukan mis-formation. Selain itu, penyebab kesalahan yang dilakukan juga diperoleh dari tiga faktor yang mendasari kesalahan ini yaitu carelessness, first language interference, dan translation. Maka, itu dapat disimpulkan bahwa kesalahan yang paling sering terjadi dalam rancangan teks interpersonal siswa adalah mis-formation. Sementara itu, carelessness menjadi faktor yang sering dilakukan oleh siswa ketika melakukan error.Kata Kunci: Analisis Kesalahan, Kesalahan Siswa, Menulis, Naskah, Teks Interpersonal AbstractIn this study, the researcher aims to find out the errors occurred in the students’ interpersonal text and also the causes which underlie the errors committed. This study used qualitative research in collecting the data answering the research questions. And the result of this study shows that the students still have a serious problem in writing an interpersonal text in the case of grammatical structure. Four types of error were involved, those were omission, addition, mis-formation, and mis-ordering. The result shows that students high frequently committed mis-formation. Moreover, the causes of errors committed were also obtained from three factors which underlie these errors which are carelessness, first language interference, and translation. Furthermore, it can be concluded that the most frequent error in the students’ interpersonal text drafts is mis-formation. While, carelessness becomes the most frequent caused by the students when committing errors. Keywords: Error Analysis, Students’ Error, Writing, Draft, Interpersonal text.
Students’ Perception about English Song and The Correlation Between Frequency of Listening to English Song and Students’ Performance in Listening Class
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah opsi pada sumber pengajaran baik untuk dosen dan mahasiswa. pertanyaan dari penelitian ini adalah Bagaimana persepsi para mahasiswa terhadap bagaimana lagu berbahasa Inggris membantu mereka dalam belajar Bahasa Inggris? Dan apakah ada korelasi antara frekuensi mendengarkan lagu berbahasa Inggris dengan kemampuan mereka di kelas listening? Untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut, peneliti menggunakan metode survey research dengan bantuan dua instrumen, kuesioner dan catatan dosen. Para peserta untuk penelitian adalah 48 siswa dari dua kelas listening for daily content. Berdasarkan temuan penelitian, sebagian besar siswa menganggap bahwa lagu berbahasa Inggris membantu mereka untuk mencapai kemampuan yang baik di kelas. ini bisa dilihat dari tanggapan para peserta yang menjawab kuesioner. Juga, ada korelasi yang signifikan antara frekuensi mendengarkan lagu berbahasa Inggris dengan kemampuan siswa di kelas. para siswa yang sering mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris dan menggunakannya sebagai media untuk belajar memiliki skor yang lebih baik.Kata Kunci: lagu berbahasa inggris, sumber belajar AbstractThe aim of the research was to add options on teaching sources for both lecturers and students. the question of the research was What is the students’ perception towards how English song help them in acquiring English? And Is there any correlation between the frequency of listening to English song with their performance in listening class? In order to answer those research questions, the researcher using survey research with help of two instruments, questionnaire and lecturer’s checklist. The participants for the research were 48 students of two listening for daily content classes. Based on the research findings, most of students regard that English song help them to achieve good performance in the class. this could be seen from the responds of the participants answering the questionnaire. Also, there is a significant correlation between the frequency of listening to English songs with students’ performance in the class. the students with who often listen to English songs and use it as media for learning have better score.Keywords: English songs, learning source
The Implementation of Portfolio Assessment Measuring Students’ Ability to Write Descriptive Text for Seventh Graders of Junior High School
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan portfolio assessment dalam megukur kemampuan menulis siswa. Assessment ini dianggap sebagai assessment yang paling tepat untuk mengukur kemampuan menulis karena terdiri dari sekumpulan pekerjaan siswa yang berisi progress atau perkembangan siswa dalam beberapa waktu. Peneliti ingin mengetahui tentang penerapan portfolio assessment yang diterapkan oleh guru bahasa inggris sudah sesuai dengan procedure yang benar. Oleh karena itu, peneliti berfokus terhadap rumusan masalah dari penelitian ini yang merupakan tahap-tahap portfolio assessment itu sendiri. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang melibatkan guru bahasa inggris dari salah satu SMP Negeri di Jawa Timur sebagai subject penelitian. Data penelitian di dapatkan melalui observasi di kelas selama tiga kali pertemuan dan wawancara kepada guru untuk mendapatkan informasi tambahan. Data yang didapatkan berupa hasil dari observasi non partisipatory dimana peneliti mencatat semua aktivitas guru yang dilakukan didalam kelas saat mengajar. Dari penelitian ini, dapat dilihat bahwa guru sudah menerapkan portfolio assessment sesuai dengan tahapan yang benar. Siswa juga berhasil meningkatkan pencapaian kemampuan menulis mereka menjadi lebih baik pada setiap pertemuan. Meskipun demikian, masih ada beberapa penerapan yang kurang tepat sehingga mengakibatkan kurang maksimalnya hasil siswa. Guru memiliki kelemahan dalam setiap tahapan dari portfolio assessment.Keywords: Portfolio penilaian, kemampuan menulis, teks deskriptif. Abstract This study aimed to describe the implementation of portfolio assessment in assessing the students writing skill. It is the most appropriate assessment to measure students’ writing because it is a collection of students’ works which contain of their progress and development in period of time. The researcher wants to know whether the English teacher has applied appropriate procedure of portfolio assessment. Therefore, she focuses on the study problems which are the stages of portfolio assessment itself. This is a qualitative descriptive research that involved an English teacher from one of Junior High School in East Java as the subject of the research. The study data was collected from the observation in the class along during three meetings and from the interview with the teacher to get further information. The data was the result of non-participatory observation where the researcher took notes of all the activities done in the class. From this study, it can be seen that the teacher has applied the portfolio assessment based on the stages. The students could improve their writing skill and they got better achievement in every meeting. Nevertheless, there were still some inappropriate implementation that influenced the students’ product. It can be seen from the whole activities that the teacher has weaknesses in every stage. He cannot do it completely perfect.Key words: Portfolio assessment, writing skill, descriptive text.
The Effect of English Language Anxiety on Speaking Performance of English Department Students
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyak ahli yang menyatakan bahwa kegelisahan dalam mempelajari bahasa asing, dapat berdampak buruk pada kemampuan berbicara siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Secara umum, kegelisahan berbahasa asing dipertimbangkan sebagai efek buruk dalam pembelajaran suatu bahasa. Namun, secara berlawanan, banyak ahli yang mendapati bahwa kegelisahan berbahasa asing dapat meningkatkan motivasi siswa untuk menjadi lebih baik selama proses belajar mengajar. Sebelumnya, penelitian di bidang kegelisahan berbahasa asing telah dilaksanakan untuk mengetahui efek kegelisahan berbahasa asing pada siswa di kelas academic speaking. Dalam penelitian ini, sebanyak dua puluh tiga siswa (5 laki-laki & 18 perempuan) kelas academic speaking A berpartisipasi dalam penelitian ini. Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) digunakan untuk mengukur tingkat kegelisahan siswa. Kemudian, nilai dari FLCAS dikorelasikan dengan nilai ujian akhir sebagai representasi kemampuan berbahasa siswa. Dalam penelitian saat ini, data menunjukkan interelasi yang positif antara kegelisahan dengan kemampuan siswa. Meskipun demikian, beberapa hal lainnya perlu dilibatkan dalam penelitian ini untuk menjembatani perbedaan hasil penelitian antara penelitian saat ini dengan penelitian sebelumnya, yang secara umum mengindikasikan bahwa tingkat kegelisahan siswa menghasilkan korelasi negatif dengan nilai ujian akhir siswa. Kata Kunci: kegelisahan berbahasa asing, kemampuan berbicara, motivasi siswa. Abstract Many scholars consider that foreign language anxiety has notoriously inverted students speaking performance due to the learning of a target language. Foreign language anxiety has been majorly considered as debilitative factor due to language learning. On the other hand, however, some scholars have found that foreign language anxiety increased students motivation to perform well due to the language learning process. In advance, a research in the foreign language area was conducted to reveal the effect of foreign language anxiety among students of academic speaking course at English Department of Universitas Negeri Surabaya. To date, twenty three students (5 male & 18 females) enrolled in academic speaking course A was participated in the study. The Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS) was administered to measure students anxiety level. The scores derived from the FLCAS were correlated with the students final speaking grades. The computation indicated positive interrelation between students anxiety and speaking grade. Nevertheless, some other issue need to be taken into account to explain the discrepancy research finding between the present study and previous study in which majorly indicated negative correlation among students anxiety level with their final grades. Keywords: foreign language anxiety, speaking performance, students’ motivation
The Implementation of Grammar Chant as A Part of Teaching Speaking to Fifth Grader in Banyuwangi
RETAIN Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penerapan grammar chant yang dilakukan pada siswa kelas 5 di salah satu sekolah dasar di Banyuwangi. Penelitian ini akan mengamati bagaimana guru melatih penekanan dan irama, bagaimana guru mereview kosakata, dan bagaimana guru mereview tata bahasa. Dalam hal ini, observasi digunakan untuk mendapatkan data. Dimana sumber data adalah kegiatan verbal dan non-verbal dari guru dan murid. Kemudian, data di analisis menggunakan metode deskriptif kualiatif. Hal ini untuk menangkap semua fenomena yang terjadi ketika observasi dilaksanakan terkait dengan penerapan grammar chant. Semua pertanyaan dianalisis dengan tahapan dari Ary et al (2010). Lebih lanjut, wawancara juga digunakan untuk menjawab fenomena yang terjadi selama observasi sehingga tidak hanya pertanyaan penelitiannya saja tetapi juga fenomena-fenomena lain bisa dianalisa dan dijawab pada penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa penerapan grammar chant telah di terapkan dengan sesuai berdasarkan teori yang ada meskipun ada fenomena dimana tahapan-tahapan diselesaikan tidak berurutan dan menggunakan materi yang sama selama tiga pertemuan. Menurut teori, tahapan kedua adalah mereview kosakata dan tahapan ketiga adalah mereview tata bahasa, tetapi ketika observasi tahapan kedua justru mereview tata bahasa dan dan tahapan ketiga mereview kosakata yang berarti bahwa ada perubahan antara tahapan kedua dengan ketiga. Ini tidak masalah, karena fenomena itu tidak mempengaruhi murid atau guru selama penerapan grammar chant dan juga menggunakan materi yang sama selama tiga pertemuan lebih efektif untuk siswa, karena ini akan teringat pada pikiran mereka dalam jangka waktu yang lama dan tidak ada efek buruk karena hal itu. Kata Kunci: grammar chant, kemampuan berbicara, siswa usia dini Abstract This research aims to explore the implementation of grammar chant conducted to the fifth grade students at one of elementary school in Banyuwangi. This research observed how the teacher taught stress and rhythm, how the teacher taught vocabulary, and how the teacher taught grammar focus. In this case, the field observation was implemented to get the data. The source of data was verbal and non-verbal activities from the teacher and students. Then, the data was analyzed by using descriptive qualtitative method. It was to catch all phenomena happened when the observation was done related to the grammar chant implementation. All of the questions were analyzed by using steps of Ary et al (2010). Furthermore, interview also used to answer the phenomena happened during the observation so that not only the questions, but also other phenomena can be analyzed and answered in this research. The result showed that grammar chant implementation has been implemented properly based on the theory of Graham (1978) even though some steps are not finished in order and the teacher used same material for three meetings. According to the theory of Graham (1978), the second step is to review vocabulary and the third step is to review grammar focus, but during observation the second step is to review grammar focus and the third step is to review vocabulary which means that there is an alteration between the second and the third step. It does not matter, because it does not influence the students or teacher during grammar chant implementation and also using the same material for three meetings is more effective for the students, because it can memorize in their mind for long time and there is no negative effect multiple times of it. Keywords: Grammar chant, Speaking skill, Young learners.
A Case Study of Speaking Abilities Used by 8th Graders in SMPN 13 Surabaya
RETAIN Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berbicara adalah salah satu kemampuan penting yang siswa seharusnya kuasai dalam pembelajaran bahasa Inggris. Hal tersebut mempunyai tujuan yaitu untuk menyampaikan ide-ide, perasaan, pendapat secara lisan yang dapat menciptakan komunikasi dengan orang lain. Oleh karena itu, guru mempunyai kewajiban untuk mengajarkan kemampuan berbicara kepada siswa di dalam kelas tetapi pada umumnya siswa mempunyai masalah terhadap bahasa asing karena bahasa pertama mereka. Hal tersebut menyebabkan kemampuan bahasa Inggris mereka kurang baik di implementasikan saat pembelajaran bahasa Inggris. Akan tetapi, peneliti telah menemukan sesuatu yang unik pada siswi kelas 8 SMP. Siswi ini mempunyai kemampuan yang bagus dalam berbicara bahasa Inggris seperti native speaker. Pada hal ini, tujuan dari penelitian adalah menemukan macam dan pola dari kemampuan berbicara bahasa Inggris yang siswi gunakan. Peneliti menggunakan desain penelitian qualitatif dengan melakukan observasi, memberikan kuesioner, dan mengaplikasikan wawancara sebagai instrument penelitian. Penelitian di lakukan selama tujuh kali di SMPN 13 Surabaya. Dalam menganalisis data ini, peneliti menggunakan catatan lapangan unuk mengobservasi tingkah laku siswi, kuesioner struktur untuk mengetahui kemampuan pembelajaran berbicara, pertanyaan semi struktur untuk wawancara untuk memahami lebih dalam tentang data mengenai kemampuan berbicara. Hasil menunjukkan bahwa ada tiga kemampuan berbicara yang siswi gunakan yaitu imitative, intensif, dan interaktif. Sebagai polanya, imitative dan interaktif adalah kemampuan yang sering di gunakan siswi setiap waktu. Sedangkan intensif, siswi menggunakan itu pada waktu tertentu seperti kebanyakan saat siswi mengerjakan latihan-latihan. Kemampuan tersebut sangat berharga dan bermanfaat untuk menjadikan perkembangan dasar pada peningkatan keterampilan berbicara. Kata kunci: Keterampilan Berbicara, Kemampuan Berbicara, Kemampuan Pembelajaran Bahasa.AbstractSpeaking is one of necessary skill which students should master in learning English. It has aim for delivering their ideas, feelings, arguments orally which can create communication with others. Therefore, teacher has obligation to teach speaking in the class but regularly students have problem on second language because of their mother tongue. It causes that their speaking skill is less good to be implemented since the process of learning English. However, the researcher has found something unique in female student in 8th grader of junior high school. This student has great skill in speaking English like native speaker. For this case, the purpose of this research is to find out the kinds and patterns of speaking abilities that student uses. The researcher used qualitative research design by doing observation, giving questionnaire and applying interview as the research instrument. The research was conducted during seven times in SMPN 13 Surabaya. In analyzing the data, the researcher used field notes for observing the student’s behavior, structured questionnaire for knowing the learning abilities of speaking, and semi-structured question for the interview to understand more about her data toward speaking abilities. The result showed that there were three of speaking abilities that student used namely imitative, intensive, and interactive. As the patterns, imitative and interactive were mostly common used by student in every time. While intensive, student used it in particular time such as mostly since she did the exercises. The abilities are very value and beneficial for becoming the basic development in enhancing speaking skill.Key words: Speaking skill, Speaking ability, language learning ability
English Language Personal Learning Environment among English Department Students of UNESA
RETAIN Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing, sangatlah penting setelah pelajar meninggalkan kelas mereka, mereka masih memiliki kemampuan dan kesempatan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa yang sedang mereka pelajari. Inilah dimana Personal Learning Environment dibutuhkan untuk membantu mereka untuk mencapai tujuan mereka mempelajari suatu bahasa. Terlebih lagi, di jenjang pendidikan tinggi, terutama mahasiswa bahasa Inggris, PLE sangatlah dibutuhkan karena memberikan kesempatan yang besar untuk mereka menambah kemampuan mereka di waktu luang mereka. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan penggunaan PLE diantara mahasiswa jurusan bahasa inggris di UNESA, Indonesa. Ada tiga aspek yang menjadi fokus pada penelitian ini; (1) keberadaan PLE diantara mahasiswa bahasa inggris, (2) jenis-jenis PLE yang mereka gunakan, dan (3) keuntungan menggunakan PLE sepanjang mereka menempuh pendidikan di jurusan bahasa Inggris. Secara garis besar, meskipun semua dari mereka menggunakan PLE mereka sendiri-sendiri, tidak semuanya dapat membantu mereka untuk mencapai tujuan mereka dalam penggunaannya; beberapa dari mereka beranggapan bahwa PLE mereka tidak terlalu membantu, dan beberapa lainnya menganggap bahwa PLE yang mereka gunakan tidak efisien.Kata Kunci: strategi belajar, lingkungan belajar personalAbstractIn learning English as foreign language, it is important that after learners leaving their classrooms, they still have opportunities and abilities in learning further and using the language that they are learning. This is where Personal Learning Environment should take place in aiding said learners in achieving their language goals. Moreover, in university, especially for English department students, Personal Learning Environments (PLEs) are necessary since it provides huge opportunity for them in enhancing their skills in their leisure time. This research was conducted to find out the use of PLEs among English education students in UNESA, Indonesia. There are three aspects that this research focuses on; (1) the presence of PLEs among English department students, (2) kinds of PLEs that they employ, and (3) the benefits of using PLEs throughout their learning in English Department. In summary, despite the fact that all of them had employed their own PLEs, not all of them were able to aid the learners in achieving their goals; some of them did not think that it aided them enough, and some of them thought that it was simply inefficient for them to use.
The Implementation of Project Based Learning in Teaching Writing Recount Text to The Eighth Grade Students of SMP Khadijah 2 Surabaya
RETAIN Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAda beberapa faktor yang harus dipertimbangkan oleh guru dalam mengajar Bahasa Inggris. Salah satunya berhubungan dengan usia pelajar. Penelitian ini berfokus pada siswa kelas delapan yang dikategorikan sebagai remaja. Para guru harus mempunyai metode yang sesuai dalam mengajari mereka. Berdasarkan kurikulum, ada beberapa jenis teks yang dipelajari oleh siswa kelas delapan. Salah satunya adalah teks recount. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, ada beberapa metode yang disarankan dalam kurikulum terbaru. Salah satunya adalah Pembelajaran Berbasis Proyek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dalam mengajar menulis teks recount kepada siswa kelas delapan, mendeskripsikan hasil tulisan siswa setelah penerapan metode tersebut, dan mendeskripsikan respon siswa setelah penerapan metode tersebut. Peneliti melakukan penelitian deskriptif kualitatif dan menganalisa datanya secara kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dari tiga instrumen : lembar pengamatan, tugas siswa, dan kuesioner. Berdasarkan data tersebut, dapat diketahui bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek dapat diterapkan dengan baik di dalam kelas oleh guru dan sesuai untuk mengajar menulis teks recount kepada siswa kelas delapan, tulisan siswa menjadi lebih baik setelah penerapan metode tersebut, dan siswa memberi respon positif terhadap metode tersebut. Secara keseluruhan, Pembelajaran Berbasis Proyek memberikan manfaat dan membantu para siswa karena mereka tidak hanya memahami materi, tetapi juga membangun kemampuan berkolaborasi. Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Proyek, Menulis, Teks Recount, Siswa Kelas DelapanAbstractThere are some factors that should be considered by the teacher in teaching English. One of them is dealing with the learner age. This research focuses on the eighth grade students who are categorized as teenager. The teacher should have suitable methods in teaching them. Based on the curriculum, there are several kinds of text genres learnt by the eighth grade students. One of them is recount text. To gain the learning objectives, there are some methods suggested in the newest curriculum. One of them is Project Based Learning (PBL). Therefore, this research aimed to describe the implementation of PBL in teaching writing recount text to the eighth grade students of Junior High School, to describe the result of the students’ writings after the implementation of PBL, and to describe the students’ responses after the implementation of PBL. The researcher conducted a descriptive qualitative research and anlyzed the data qualitatively. The data were collected from three instruments : observation checklist, student task, and questionnaire. Based on the data, it could be known that PBL could be well implemented in the classroom by the teacher and suitable for teaching writing recount text to the eighth grade students, the students’ writings were getting better after the implementation of PBL, and the students gave positive responses towards PBL. Overall, PBL was beneficial and helpful for the students because they not only understood the materials, but also built their collaborative skill.Keywords : Project Based Learning, Writing, Recount Text, Eight Grade Students
Developing “Pick and Produce” Game to Teach Procedure Text for Third Year Senior High School Students
RETAIN Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWriting is one of English language productive skills which is considered difficult because before producing a good text, learners should be able to deliver the idea and then use proper language feature. According to 2013 Curriculum, standard competence of twelfth grade students is learning various genres of text; one of them is procedure text. Hence, a suitable instructional media is developed to teach procedure text for twelfth graders with less familiar topic. Recipe is known as common topic used in teaching procedure text, thus, the purpose of this study are describing the development of an instructional media involving game called “Pick and Produce” with less familiar topic such as manual (how to make something) and knowing students and teacher’s responses toward the game. It uses the modified cycle of R & D approach adopted from Dick, Carey and Carey (2015) to describe the development of the medium. The result shows that students and teacher give positive feedback toward the developed game. Furthermore, this medium helps students to gain their confidence during teaching learning activity and increase their better understanding of the topic (manual).Key words: Writing, Procedure text, Instructional media, EFL students, Pick and produce AbstrakMenulis adalah salah satu kemampuan produktif bahasa Inggris yang dianggap sulit karena sebelum menulis teks yang baik, pelajar harus mampu menyampaikan ide dan kemudian menggunakan struktur kebahasaan yang baik dan benar. Menurut Kurikulum 2013, standar kompetensi untuk siswa kelas 12 adalah mempelajari berbagai genre teks, salah satunya adalah teks prosedur. Oleh karena itu, sebuah media yang cocok untuk mengajar teks prosedur dikembangkan untuk mengajar siswa kelas 12 dengan topik yang kurang umum. Resep diketahui sebagai topik yang sangat umum digunakan untuk mengajar teks prosedur, oleh sebab itu, studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan sebuah media instruksional yang melibatkan permainan yang bernama “Pick and Produce” dengan topik yang kurang umum seperti manual (untuk membuat suatu benda) dan mengetahui respon yang diberikan siswa dan guru terhadap media yang dikembangkan. Studi ini menggunakan pendekatan R & D yang sudah dimodifikasi dari Dick, Carey dan Carey (2015) untuk mendeskripsikan pengembangan media. Hasil studi menunjukkan bahwa para siswa dan guru memberikan umpan balik yang positif terhadap media yang dikembangkan. Selain itu, media ini membantu para siswa untuk mendapatkan kepercayaan diri mereka selama aktivitas belajar-mengajar dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap topik yang dibahas (manual).Kata kunci: Menulis, Teks prosedur, Media instruksional, Siswa EFL, Pick ad Produce
The Implementation of Metacognitive Strategies in EFL University Students’ Reading Comprehension
RETAIN Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : RETAIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penerapan strategi metakognitif yang digunakan oleh mahasiswa Bahasa Inggris dalam pemahaman baca mereka. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif untuk mengetahui pemahaman menyeluruh terhadap penerapan strategi metakognitif yang digunakan oleh mahasiswa Bahasa Inggris dalam pemahaman baca mereka. Peneliti menetapkan 8 siswa untuk menjadi subjek dalam penelitian ini. Subjek dipilih berdasarkan skor membaca TEP mereka, yang termasuk sebagai kategori pembaca tingkat lanjut. Peneliti melaksanakan penelitian ini di Universitas Negeri Surabaya karena peneliti hendak mengetahui fenomena di kampusnya sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap perencanaan, para siswa hanya membaca seluruh teks tanpa memikirkan apa yang akan mereka lakukan. Namun, para siswa melakukan sesuatu sebelum membaca, misalnya: menetapkan tujuan, menebak topik dari judul bacaan, dan menghubungkan teks dengan pengetahuan yang mereka miliki sebelumnya. Tetapi, mereka tidak menyadari bahwa kegiatan tersebut tergolong dalam tahap perencanaan karena kegiatan tersebut terjadi sebelum kegiatan membaca dimulai. Selain itu, dalam tahap pemantauan, sebagian besar siswa memiliki kesukaran dalam kosa kata, mencari gagasan pokok dan topik dalam bacaan. Pada tahap ini, siswa menggambarkan bagaimana mereka mengatasi masalah mereka dalam membaca dan juga menunjukkan jenis strategi yang mereka gunakan dalam memantau bacaan mereka. Selain itu dalam tahap penilaian, para siswa menggambarkan bahwa mereka membuat simpulan terhadap teks yang mereka baca. Dengan begitu siswa menilai apakah mereka memahami bacaan tersebut atau tidak. Hal ini menunjukkan bahwa siswa menerapkan apa yang mereka baca dalam situasi lain dan juga mereka meninjau pemahaman mereka dengan membuat simpulan terhadap teks. Para siswa juga menyebutkan bahwa ketika mereka membuat simpulan, mereka hanya menuliskan informasi spesifik.singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil penelitian. Kata Kunci: strategi metakognitif, membaca, pemahaman membaca. Abstract The study was conducted to investigate the implementation of metacognitive strategies used by the EFL university students in their reading comprehension. In this research, the researcher used qualitative research to find out complete explanation and extend understanding of the implementation of metacognitive strategies in EFL university students’ reading comprehension. The researcher chose 8 students to be the subject of this research. The subjects were chosen based on their TEP reading score, which includes an advanced readers category. The researcher conducted this study at the State University Surabaya. The results showed that in planning stages, the students just directly read the passages without thinking what would they did it in. However, they did something before reading, for example setting a goal, guessing the topic from its title, and connect the title of the text with their prior knowledge. Unfortunately, they did not realize that those activities belong to planning because it happened before the reading activity began. Furthermore, in monitoring stages, most of the students had a lack of vocabularies, find the main idea and topic. Here, in this stage, the students described how they overcome their problem in reading and showed what kind of strategies they used in monitoring in their reading. Moreover, in evaluating stages the students described that they made a conclusion toward the article, they evaluated their reading whether they understand it or not. It showed that the students applied what they have read into another situation which in this case, was making a conclusion toward the text. they tried to check their understanding of the article by making a conclusion. They also stated that when they were making a conclusion, they would write specific information only. Keywords: metacognitive strategies, reading, reading comprehension.