cover
Contact Name
Donna Sampaleng
Contact Email
donna@gmail.com
Phone
+628129929141
Journal Mail Official
donna@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rempoa Permai No. 2 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, 12330
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen
ISSN : 25022156     EISSN : 27160556     DOI : 10.52220
Core Subject : Religion, Education,
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi yang berkaitan dengan isu-isu Teologi dan Kepemimpinan Kristen, yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta. Focus dan Scope penelitian MAGNUM OPUS adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Praktika Kepemimpinan Kristen MAGNUM OPUS menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi dari segala institusi teologi, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 25 Documents
Pandemi Covid-19 dan Implikasinya terhadap Polarisasi Mazhab Teologi di Indonesia Amtiran, Abdon Arnolus
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 1, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.569 KB) | DOI: 10.52220/magnum.v1i2.49

Abstract

This study was carried out to analyze the symptoms that arose at the time of the covid pandemic 19. The covid pandemic 19 caused an extraordinary crisis that shook social, political and economic life. Millions of people have been exposed and hundreds of thousands lost their lives. This caused panic, stress and frustration and in the lives of many people the church members were no exception. At the same time, there is a polarization in theological schools that are present in addressing this condition. This study used a qualitative approach with a descriptive method and literature analysis. The conclusion obtained that theological schools of thought is a reality that can not be nullified because it is the same age as Christianity itself. Therefore, what is urgent to do is a concerted effort to take concrete steps in dealing with this extraordinary crisis. And also the existence of a new theological effort in the midst of the enactment of "New Normal", because theology itself is the answer to the problems that occur in the middle of the world. Abstract Kajian ini dilakuan untuk menganalisis gejala-gejala yang timbul pada saat terjadinya Pandemi Covid-19. Pandemi ini telah menimbulkan krisis luar biasa yang menggoncang-kan kehidupan sosial, politik dan ekonomi. Jutaan orang telah terpapar dan ratusan ribu orang kehilangan nyawa. Hal ini menimbulkan kepanikan, stres dan dan frustrasi dan pada kehidupan banyak orang tidak terkecuali warga gereja. Pada saat yang sama, terjadi polarisasi dalam mazhab-mazbah teologi yang ada dalam menyikapi kondisi ini. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan analisis literatur. Kesimpulan yang diperoleh, bahwa mazhab-mazhab teologi merupakan sebuah realitas yang tidak bisa ditiadakan sebab ia ada seusia kekristenan itu sendiri. Oleh karena itu, yang mendesak dilakukan adalah adanya upaya bersama melakuan langkah konkrit dalam menghadapi krisis luar biasa ini. Dan pula adanya upaya berteologi secara baru di tengah-tengah diberlakukannya “New Normal”, karena teologi itu sendiri adalah “jawaban” atas persoalan yang terjadi di tengah-tengah dunia.
Kepemimpinan Gereja yang Berdampak dalam Menghadapi Persoalan Masyarakat Abad XXI Suprijadi, Totok
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 3, No 1: Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.931 KB) | DOI: 10.52220/magnum.v3i1.140

Abstract

The church leadership in the XXI century, or this third millennium, requires the ability of leaders who can deal with rapid changes in society and the world. Likewise, the church, as a light, is expected to enlighten the chaotic world of this century. The values of the Kingdom of God that are displayed through the reflection of spiritual leadership are expected to color the condition of the world. The church as an agent of salt and light in the world will be the solution and answer for the world community to fill the empty part of their soul. The world is heading for great change, and the Church is amid this world. By using descriptive qualitative methods and a literature study approach, it is found that church leaders amid the conditions of the 21st-century world community display biblical principles. In fact, which remains consistent based on the values that come from the Logos/Word in dealing with philosophical/values that are built on human arrogance. Because the expected leader of the Church is of lasting value and impact. The principles of this leadership are to shepherd, not by force, not to seek profit, to be an example, to humble oneself to one another, to humble oneself under the hand of God, to surrender all worries to God, to be aware and watchful of the opponent, namely the devil, and resist the devil with firm faith. AbstrakKepemimpinan Gereja abad XXI, atau milenium ketiga ini, membutuhkan kemampuan pemimpin yang dapat menghadapi perubahan cepat dalam masyarakat dan dunia. Demikian halnya juga dengan gereja, sebagai terang, diharapkan memberi pencerahan bagi karut-marutnya dunia abad ini. Nilai-nilai Kerajaan Allah yang ditampilkan melalui refleksi kepemimpinan rohani diharapkan mewarnai kondisi dunia. Gereja sebagai agen garam dan terang dunia akan menjadi solusi dan jawaban bagi masyarakat dunia untuk mengisi bagian dari jiwanya yang kosong. Dunia sedang menuju perubahan besar, dan Gereja ada di tengah-tengah dunia ini. Dengan menggunakan metode kualitatif deskritif dan pendekatan studi literatur didapatkan bahwa kepemimpinan gereja di tengah kondisi masyarakat dunia abad ke-21 menampilkan prinsip-prinsip alkitabiah, yang tetap konsisten berdasarkan nilai-nilai yang bersumber dari Sang Logos/Firman di dalam menghadapi nilai-nilai/filosofis yang dibangun di atas keangkuhan manusia. Sebab kepemimpi-nan Gereja yang seperti apa yang diharapkan, adalah yang bernilai abadi serta berdampak. Adapun yang menjadi prinsip dari kepemimpinan tersebut adalah: menggembalakan, tidak dengan paksa, tidak mau mencari keuntungan, menjadi teladan, merendahkan diri seorang terha-dap yang lain, merendahkan diri di bawah tangan Tuhan, menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan, sadar dan berjaga-jaga terhadap lawan, yaitu iblis, dan melawan iblis dengan iman yang teguh.  
Mengajarkan Konsep Trinitas sebagai Pembekalan Apologetis Jemaat di Era Disruptif Tatulus, Fekky Daniel Yermia
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 1, No 1 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.092 KB) | DOI: 10.52220/magnum.v1i1.25

Abstract

The subject of the Trinity in the Christian faith is often the subject of questions from other religious groups that are posted to the congregation. The concept of the Trinity is not easy to understand, but the church must strive to teach the congregation so that they can become apologetic in this disruptive era. The method used in this study is descriptive and phenomenological analysis, giving an overview of the situation in the disruptive era and its effect on the lives of believers. The conclusion of this study is that the pastor as a leader has the responsibility to teach the subject of the Trinity through weekly sermons. Abstrak Pokok Trinitas dalam iman Kristen sering menjadi bahan pertanyaan dari kelompok agama lain yang dilayangkan kepada jemaat. Konsep Trinitas memang tidak mudah dipahami namun gereja tetap harus berusaha untuk mengajarkan kepada jemaat agar dapat menjadi bekal apologetis di era disruptif ini. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif dan analisis fenomenologis, memberikan gambaran tentang situasi di era disruptif dan efeknye terhadap hidup orang percaya. Kesimpulan dari kajian ini adalah, gembala sidang sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab untuk mengajarkan pokok Trinitas melalui khotbah mingguan.
Dampak Rekruitmen dan Seleksi Pelayan terhadap Kualitas Pelayanan Teens dan Youth GBI Graha Bethany Lippo Cikarang Christi, Apin Militia; Edu, Ferdinand; Sumantri, Jonathan Daniel
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 2, No 2: Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/magnum.v2i2.84

Abstract

 Recruitment and selection is common things in the working field. But lately the existence of recruitment and selection has begun to enter into the church. Anyways church doing this thing with aim that the church gets quality servants. This can be ascertained because in the recruitment and selection process there must be pre-requirements or qualifications that must be met by the servants, and in this case the quality of service will definitely be tested. However, after the researcher saw one of the local churches in the Lippo Cikarang area, GBI Graha Bethany Lippo Cikarang, especially in the youth and youth category services, the researchers found that even though every servant in this place had to go through the recruitment and selection stages before serving, many of them could not committed to service. This is of course a problem. So that a question arises, can it be ascertained that someone who follows the recruitment and selection process has good service quality? The purpose of the researchers conducting this research was to determine the strategy for the recruitment and selection implementation and to compare empirically the service quality of volunteers at Teens and Youth GBI Graha Bethany Lippo Cikarang. The methodology used is a qualitative method with a descriptive and comparative research design. The interview informants in this study were ten people consisting of six servants who attended recruitment-selection, and four servants who did not participate in recruitment selection. Meanwhile, through the analysis of existing primary and secondary data, the researcher found four recruitment-selection implementation strategies, namely: (1) Making recruitment and selection an annual program; (2) Holding Ministry Expo; (3) Applying 3K program (Commitment, Character, and Skills) as the basis for Qualification to Serve; and (4) Implementing the Afferentive stage for selection participants who passed the recruitment and selection of servants. In an effort to compare the quality of service, researchers found that recruitment and selection did not have too much impact on the quality of service of a servant of God.AbstrakRekrutmen dan seleksi merupakan salah satu tahapan yang lazim dalam dunia pekerjaan sekuler. Namun belakangan ini keberadaan rekrutmen dan seleksi mulai masuk ke dalam dunia pelayanan gerejawi. Latar belakang dilaksanakannya tahapan rekrutmen dan seleksi dalam pelayanan adalah agar gereja mendapatkan para pelayan yang berkualitas. Hal ini dapat dipastikan karena dalam proses rekrutmen dan seleksi pasti trdapat pra-syarat atau kualifikasi yang harus dipenuhi oleh para pelayan, dan dalam hal ini pasti kualitas pelayanan akan teruji. Namun, pemahaman itu tidak sesuai dengan fakta dilapangan. Peneliti menjumpai para pelayan teens dan youth di salah satu gereja di Lippo Cikarang, yakni GBI Graha Bethany tidak memiliki kualitas yang sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini tentunya menjadi satu permasalahan. Sehingga muncul suatu pertanyaan, apakah dapat dipastikan seseorang yang mengikuti proses rekrutmen dan seleksi memiliki kualitas pelayanan yang baik? Tujuan peneliti melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pelaksanaan rekrutmen dan seleksi serta membandingkan secara empiris kualitas pelayanan para volunteer di Teens dan Youth GBI Graha Bethany Lippo Cikarang.  Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian deskriptif dan komparatif. Informan wawancara dalam penelitian ini berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari enam pelayan yang mengikuti rekrutmen-seleksi, dan empat pelayan yang tidak mengikuti rekrutmen-seleksi. Adapun lewat analisa data primer dan sekunder yang ada peneliti menemukan empat strategi pelaksanaan rekrutmen-seleksi, yakni: (1) Menjadikan rekrutmen dan Seleksi sebagai Program Tahunan; (2) Mengadakan Ministry Expo; (3) Menerapkan 3K (Komitmen, Karakter, dan Keterampilan) sebagai dasar Kualifikasi untuk Melayani; dan (4) Menerapkan tahap Afferentif bagi peserta seleksi yang lolos rekrutmen dan seleksi pelayan. Dalam upaya membandingkan kualitas pelayanan, peneliti menemukan bahwa rekrutmen dan seleksi tidak terlalu banyak membawa dampak terhadap kualitas pelayanan seorang pelayan Tuhan. 
Kajian Historis Teologis Oneness Pentecostalism: Studi Kasus Setiawan, Hanny; Santo, Joseph Christ
MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 2, No 1: Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/magnum.v2i1.68

Abstract

Oneness Pentecostalism's theological position in the orthodoxy faith is arguable. Even though the general position has put the stream of pentecostal movement into heretical teaching, but their presence among mainstream denominations are common. Meaning, the oneness of people is mixed into the other denominations, and among local churches, they have treated just like the other denomination traditions. This article argues that Oneness is indeed a heretical sect. To support this thesis, the historical background for both the origin of the movement and the review of the current case of Joshua B. Tewuh and Bethel Church of Indonesia will be provided. This article's findings in the possible misinterpretation of  W.H. Offiler position in Oneness will be described as important evidence between GBI and Bethel Temple traditions.  The theological position of the Oneness, in addition, will be surveyed in detail to provide a framework of thought of its core doctrines. The survey will be focused on Christology position includes the similarity with other heretic teachings of modalism and Sebelius. In conclusion, this article will present the influence of historical and theological understanding of Oneness in pentecostal-affiliated Indonesian Churches.AbstrakPosisi teologis Oneness Pentecostalism dalam iman ortodoks menjadi perdebatan. Meskipun posisi umum ada yang menyatakan bahwa salah satu aliran pergerakan Pentakosta ini termasuk heretik (bidat), tapi kehadiran mereka di antara denominasi-denominasi arus utama tidak asing. Artinya, pengikut Oneness bercampur dengan denominasi lain, dan di antara gereja-gereja lokal mereka diperlakukan sebagai tradisi denominasi yang lain, seperti tidak ada bedanya. Artikel ini berargumen bahwa Oneness adalah sekte heretik. Untuk mendukung tesis ini, latar belakang sejarah dari asal pergerakan, dan kajian dari kasus terkini Joshua B. Tewuh dan Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) mengenai isu ini akan dibicarakan. Penemuan-penemuan tentang ke-mungkinan misinterpretasi dari posisi W. H. Offiler akan ditunjukkan sebagai bukti-bukti yang menghubung-kan tradisi-tradisi antara GBI dan Bethel Temple. Posisi teologis dari Oneness akan diselidiki secara menyeluruh untuk memperlihatkan kerangka pemikiran dari doktrin-doktrin inti yang dipercaya. Penelitian juga melingkupi kesamaan Oneness dengan pemikiran heretik yang lain: modalisme dan sabelianisme. Sebagai kesimpulan, artikel ini menunjukkan pengaruh dari sejarah dan pengertian teologis tentang Oneness kepada gereja-gereja di Indonesia yang ber-afiliasi dengan aliran Pentakosta.

Page 3 of 3 | Total Record : 25