cover
Contact Name
Ilham Zitri
Contact Email
Ilham.zitri@ummat.ac.id
Phone
+6287863988310
Journal Mail Official
j.transformasi@ummat.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Core Subject : Social,
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT adalah jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Mataram. TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT diterbitkan untuk menjadi wahana pendorong perkembangan ilmu sosial dan ilmu politik melalui pengabdian serta kajian kritis terhadap berbagai konsep baru, fenomena dan peristiwa dalam kehidupan sosial dan politik. TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT ini merupakan Jurnal publikasi ilmiah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMMat yang ada di bidang pengabdian pada masyarakat dengan cakupan bidang: Pembangunan manusia dan daya saing bangsa, Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal, Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal, Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM, Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan, Kebijakan Publik Dan Politik Pemerintahan, Kebencanaan, Bidang perpustakaan, dokumentasi, Informasi dan komputer. Focus and Scope TRANSFORMASI:JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT ini merupakan Jurnal publikasi UMMat yang ada di bidang pengabdian pada masyarakat dengan cakupan bidang: 1. Pembangunan manusia dan daya saing bangsa 2. Pengentasan kemiskinan berbasis sumber daya lokal 3. Pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir berkearifan lokal 4. Pengembangan Ekonomi, Kewirausahaan, Koperasi, Industri Kreatif, dan UMKM 5. Pengembangan teknologi berwawasan lingkungan 6. Kebijakan Publik, Politik Pemerintahan dan Kebencanaan 7. Bidang perpustakaan, dokumentasi 8. Informasi dan komputer
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2021): Desember" : 6 Documents clear
Budidaya Lebah Madu Trigona pada KTH “Maju Berkah” Dusun Apit Aiq Batulayar - Lombok Barat Dewi Rispawati; Mey Susanti AS; Siti Yulianah M. Yusuf; Vidya Yanti Utami; Basuki Srihermanto
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 1, No 3 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.184 KB) | DOI: 10.31764/transformasi.v1i3.6172

Abstract

This Community Service is entitled "Trigona Honey Bee Cultivation at KTH "Maju Berkah" Apit Aiq Batulayar Hamlet - West Lombok". The purpose of this Community Service is so that the managed cultivation business is growing and bringing about a better change impact on improving the welfare of its members and the surrounding community, increasing motivation and cooperation in the context of managing and developing the honey bee business carried out, increasing the income and welfare of group members. and the surrounding community so that they are able to overcome family economic problems, increase members' awareness in dealing with social, economic and environmental problems. The partner in this community activity is the Forest Farmers Group (KTH) “Maju Berkah”. This community activity method is carried out in 3 stages, namely 1. Preparation and Socialization to KTH “Maju Berkah and Local Village Community Members, 2. Implementation of Community Service Activities, 3 Monitoring and Evaluation of Community Service Activities Results. As a result of this community service activity, KTH "Maju Berkah" can understand the development of Trigona honey bee cultivation and how to market Trigona honey bee products and can contribute, skills, knowledge and experience to members of the Forest Farmers group and local community members "Maju Berkah" so that can develop Trigona honey bee cultivation.
EDUKASI PENCEGAHAN MELUASNYA VIRUS COVID-19 MELALUI PEMAHAMAN AKTIVITAS ISOLASI MANDIRI Dhea Candra Dewi; Vidya Yanti Utami; Fitriah Kartini; Novinaz Benita
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 1, No 3 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.847 KB) | DOI: 10.31764/transformasi.v1i3.6340

Abstract

Aktivitas isolasi mandiri menurut pemahaman umum diartikan sebagai perilaku membatasi diri dari lingkungan sekitar. Isolasi mandiri juga dapat dilakukan bagi seseorang yang terinfeksi virus COVID-19 untuk dapat mencegah penularan virus COVID-19 ke orang lain. Pengabdian masyarakat di Desa Bug Bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman  dan mengedukasi kepada warga di Desa yang merupakan bagian terkecial setelah keluarga untuk memahami arti pentingnya aktivitas isolasi mandiri ditengah pandemi yang sampai hari ini belum diketahui kapan akan berakhir. Aktivitas isolasi mandiri menjadi sangat penting untuk dipahami dan dapat diterapkan ditengah meningkatnya jumlah pasien yang terinfeksi virus dan tidak sebanding dengan layanan kesehatan yang disediakan. Kegiatan pengabdian yang dikemas dalam bentuk sosialisasi dan pemutaran video edukasi berupaya membuka pemahaman warga desa bahwa isolasi mandiri tidak susah untuk diterapkan, isolasi mandiri juga bisa dilakukan walau hanya di rumah saja. Kebijakan pemerintah melalui Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02/01/Menkes/2020 Tentang Protokol Isolasi Diri Sendiri Dalam Penanganan Corona Virus Desease (Covid-19) juga menjadi landasan utama proses pengabdian kepada masyarakat ini. Surat edaran tersebut mengamatkan bahwa pentingnya meningkatkan dukungan dan kerja sama lintas sektor dan pemerintah daerah pada penanganan COVID-19, khususnya dalam pemberian informasi dan edukasi kepada masyarakat terkait isolasi diri sendiri.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Penguatan Civic Literacy Dalam Mewujudkan Desa Anti Money Politic Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Buakkang Nuryanti Mustari; Muhammad Yahya; M Amin
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 1, No 3 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.868 KB) | DOI: 10.31764/transformasi.v1i3.5618

Abstract

Covid 19 sebagai sebuah pandemi global memiliki signifikansi terhadap berbagai aspek dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Begitu banyaknya sektor- sektor terdampak covid-19 menyebabkan lumpuhnya perekonomian masyarakat yang kemudian memantik semakin meningkatnya angka kemiskinan dan pada akhirnya berpotensi menjadi bom waktu untuk tumbuh kembangnya praktek money politic sampai kepada masyarakat bawah (grassroot) jika tidak diatasi mulai sekarang. Berdasarkan data Bawaslu RI dan olahan data Nvivo 12 plus, Sulawesi Selatan tercatat sebagai daerah dengan dugaan penyimpangan praktek politik uang terbanyak di Indonesia. Masyarakat cenderung permisif terhadap money politic disebebakan beberapa faktor antara lain kemiskinan, pendidikan dan kebudayaan. Demikian halnya permasalahan yang terjadi pada lokasi mitra Desa Buakkang Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa antara lain minimnya pengetahuan tentang pemilu dan demokrasi yang diakibatkan karena rendahnya tingkat pendidikan dimana sebagian besar masyarakat tidak tamat pendidikan dasar (62,64%). Disamping itu, rata-rata pekerja masyarakat adalah petani, buruh tani, tukang batu, buruh bangunan (blue collar employee) yang tidak membutuhkan pendidikan dan keterampilan khusus, serta kondisi infrastruktur pedesaan jalan, pasar dan jaringan internet yang tidak memadai. Kondisi inilah yang rawan menumbuhkembangkan praktek money politic, sehingga diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya money politic dari persepektif komunikasi dan islam. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menemukan sebuah resolusi dalam mengatasi fenomena berkembangnya praktek Money politic di masyarakat bawah yang seringkali muncul menjelang pesta demokrasi baik di tingkat Nasional maupun Daerah bahkan di tingkat desa. Dengan melakukan kegiatan pengabdian Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Penguatan Civic Literacy dalam mewujudkan Desa Anti Money Politic di Masa Pandemi Covid-19 diharapkan akan meningkatkan kesadaran perilaku politik masyarakat meskipun dengan sumber daya masyarakat yang masih rendah. Kegiatan yang dilakukan antara lain dengan memberikan Pendidikan politik atau sosialisasi politik di setiap perkumpulan warga masyarakat bahwa praktek Money politic merupakan salah satu penyebab rusaknya demokrasi. Selain itu, melakukan penguatan civic literacy berbasis forum warga yang dilakukan sekali dalam sebulan; Melakukan pendampingan tentang pengawasan penyelenggaraan pemilihan dan menyiapkan posko pengaduan apabila mendapati praktek politik uang; melakukan pembentukan dan pembinaan majelis taklim untuk penguatan nilai- nilai spiritual masyarakat; serta memberikan pelatihan pemanfaatan TIK dalam mempermudah masyarakat mengakses informasi tentang kepemiluan.
PENGUATAN BUDAYA BACA UNTUK MENINGKATKAN KUALITIS DIRI DAN BANGSA Sayni Nasrah; Ririn Rahayu; Dahrum Dahrum
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 1, No 3 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.647 KB) | DOI: 10.31764/transformasi.v1i3.6539

Abstract

Rendahnya minat baca pada generasi muda merupan salah satu fenomena yang harus di ubah dengan cara membentuk kebiasaan membaca mulai sejak dini. Mulai dari PAUD, TK, SMP, SMA dan Mahasiswa. Agar memiliki wawasan yang luas. Seperti ungkapan yang sering didengar yaitu membaca merupakan jendela dunia. Seiring dengan perkembangan teknologi dimana orang lebih suka menonton dari pada membaca. Oleh karena itu harus dipadukan dengan cara yang menarik dan asik.  Mitra dalam pengabdian pemberdayaan masyarakat ini adalah Desa Hagu Barat Laut. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah: 1) Masih rendahnya minat baca; 2) Masih rendahnya manajemen pengaturan rumah baca untuk membentuk budaya baca; dan 3) Masih rendahnya tingkat pengetahuan, dukungan orang tua untuk memotivasi anak-anak dalam membentuk budaya baca. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk rumah baca dan tercipta buadaya baca/ cinta literasi. Untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut, solusi yang ditawarkan adalah: 1) ) adanya rumah baca Unimal Hebat 2) Memberikan pelatiahan manajemen literasi kepada pengurus rumah baca. 3) adanya program membaca cerdas untuk anak-anak sekolah. 4) adanya program ibu cerdas cinta literasi 5) adanya pemilihan pembaca terbaik. Adapun hasilnya adalah: ) terbentunya rumah baca Unimal Hebat 2) terlaksanya pelatiahan manajemen literasi kepada pengurus rumah baca. 3) terlaksananya program membaca cerdas untuk anak-anak sekolah. 4) Terlaksananya program ibu cerdas cinta literasi. 5) terlaksananya pemilihan pembaca terbaik.
PELATIHAN PENGGUNAAN FITUR GOOGLE (DRIVE, CONTACT, MEET, CLASSROOM, DAN YOUTUBE) BAGI GURU PENJAS DI KOTA JAYAPURA Marsuki Marsuki; Andi Saiful; Ince Abdul Muhaemin; Ilham Ilham
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 1, No 3 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.032 KB) | DOI: 10.31764/transformasi.v1i3.5744

Abstract

Pembelajaran berbasis online menjadi tren baru seiring dengan merebaknya pandemic Covid-19. Kesenjangan digital mulai dari akses internet hingga penguasaan teknologi (gagap teknologi) menjadi permasalahan tersendiri dalam proses penerapan pembelajaran online. Olehnya itu, penting untuk dilakukan pelatihan pemanfaatan fasilitas google dalam proses pembelajaran. Mengingat google menawarkan beragam fitur yang dapat dimanfaatkan dalam menunjang proses pembelajaran. Pada pelaksanaan kegiatan pelatihan ini difokuskan kepada guru Penjas di Kota Jayapura dengan menerapkan metode Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dibagi dalam 3 (tiga) tahapan; persiapan, pelaksanaan dan refleksi. Peningkatan keterampilan para peserta dalam menggunakan fitur google menjadi tujuan akhir dalam kegiatan pelatihan tersebut. Termasuk memberikan motivasi kepada peserta dalam meningkatkan kompetensi literasi digital. Dengan kompetensi literasi digital (digital literacy) yang dimiliki oleh guru akan berpangkal terhadap peningkatkan kualitas pembelajaran di tengah perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang demikian pesatnya.
Pengenalan Pencatatan Akuntansi Kepada Pedagang Kecil Sebagai Pengetahuan Dalam Mengembangkan Usaha Halpiah Halpiah; Hery Astika Putra; Baiq Rizka Milania Ulfah; Laili Hurriati
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 1, No 3 (2021): Desember
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.845 KB) | DOI: 10.31764/transformasi.v1i3.6088

Abstract

Pedagang kecil merupakan salah satu sektor informal yang lahir dari usaha individu di masyarakat dengan tujuan menciptakan pekerjaan untuk  diri sendiri sekaligus untuk menambah pendapatan atau penghasilan keluarga dengan berjualan sayur, ikan, kerupuk, buah-buahan, makanan dan minuman di pasar, dipinggir jalan dan di area perumahan, yang memiliki permasalahan selalu kekurangan modal serta hutang yang selalu bertambah penghasilan minim, atas dasar tersebut kegiatan PKM ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberi pengetahuan tentang akuntansi  dan pencatatan akuntansi pada pedagang kecil agar mampu mengembangkan usahanya. Metode pelaksanaan di laksanakan dengan empat tahapan yaitu, tahap 1. Observasi dan analisis situasi, 2. Diskusi dengan staf kelurahan kepala lingkungan dan perwakilan pedagang kecil tentang permasalahan mendesak yang akan dijadikan tema PKM, 3. Penentuan jadwal pelaksanaan dan pembagian tugas tim PKM, 4. Tahap pelaksanaan yang di laksanakan dengan 4 sesi yaitu, 1. Metode ceramah dan presentasi materi, 2. Sesi tanya jawab, 3. Sesi pendampingan pembuatan pencatatan akuntansi, 4. Bincang santai untuk membangun kekeluargaan dengan peserta.  Hasil dari kegiatan PKM ini memberikan pegetahuan baru tentang akuntansi dan pencatatan pada peserta dimana peserta antusias mengikuti kegiatan dan mau melakukan pencatatan akuntansi dalam kegiatan usahanya yang selama ini tidak pernah di lakukan, bukan karena tidak mau tetapi memang tidak paham tentang akuntansi dan tidak mengetahui bahwa pencatatan akuntansi penting dalam mengembangkan usaha mereka.

Page 1 of 1 | Total Record : 6