cover
Contact Name
-
Contact Email
jbd@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbd@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES, Gedung Prof. Retno Sriningsih Satmoko Lantai 2, Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bina Desa
ISSN : 27156311     EISSN : 27754375     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bina Desa memuat hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian seperti Pengembangan Masyarakat (Community Development), Pembelajaran Layanan (Service Learning), PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), dan metodologi lainnya. Pada dasarnya adalah semua kegiatan yang bertujuan memberikan layanan kepada masyarakat dengan tujuan menangani berbagai masalah di masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. Oleh karenanya pendekatan yang digunakan adalah multidisiplin ilmu sesuai konteks bidang garapan. Jurnal Bina Desa juga mempublikasikan hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Articles 189 Documents
Daya Terima Masyarakat Kelurahan Sumurrejo Terhadap Nata De Soya Sebagai Olahan Limbah Produksi Tempe
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractSumurrejo is one of the thematic villages in Semarang known as Kampung OKE (Olahan Kedelai/Processed Soybean). There are 16 home industry crafters who produce tempeh, tofu, and processed products. In the production process of tempeand tofu, of course not only produce tempe and tofu but there are other products in the form of production waste. Liquid waste that has no economic value is often discharged directly to the environment, but in a certain concentration and period of time the presence of waste has a negative impact on the environment, especially for public health. One of the solutions to this problem is the utilization of liquid waste produced from tempe into food processed products, namely Nata de Soya. Sensory tests have been carried out, namely organoleptic tests on Nata de Soya. The test results by the panelists percentage 41.4% rather white color means the panelists quite like the product, the chewy nata texture percentage 37.9% means the panelists don't like the product, the aroma is quite typical nata percentage 41.4% means the panelists quite like the product, and the sweet taste the percentage 65.5% means the panelists like product.Keywords: Sumurrejo Urban Village, Soy Liquid Waste, Nata de Soya.AbstrakKelurahan Sumurrejo merupakan salah satu kampung tematik di Semarang yang dikenal dengan kampung OKE (Olahan Kedelai). Ada 16 pengrajin industri rumah tangga yang memproduksi tempe, tahu, serta produk olahannya. Pada proses produksi tempe dan tahu, tentunya tidak hanya menghasilkan tempe dan tahu namun ada hasil lainnya yang berupa limbah produksi. Limbah cair yang tidak memiliki nilai ekonomis sering kali dibuang langsung ke lingkungan, namun dalam konsentrasi dan jangka waktu tertentu kehadiran limbah berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan masyarakat. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah adanya pemanfaatan limbah cair hasil produksi tempe menjadi produk olahan pangan yaitu Nata de Soya. Telah dilakukan uji sensori yaitu uji organoleptic pada produk Nata de Soya. Hasil pengujian oleh panelis menghasilkan prosentase 41.4% warna agak putih berarti panelis cukup menyukai produk, tekstur nata kenyal prosentase 37.9% berarti panelis kurang menyukai produk, aroma cukup khas nata prosentase 41.4% berarti panelis cukup menyukai produk, dan rasa manis prosentase 65.5% berarti panelis menyukai produk.Kata kunci: Kelurahan Sumurrejo, Limbah cair kedelai, Nata de Soya.
Perspektif Pendidikan: Gawai sebagai Sarana Belajar Anak
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gawai memiliki fungsi praktis. Selain dari pada itu, peranti elektronik ini juga memiliki pengaruh besar terhadap bidang pendidikan dan proses pembelajaran anak-anak di sekolah. Fungsinya yang urgen menyebabkan gawai tidak jarang digunakan oleh sebagian masyarakat dan menyebabkan kecanduan. Pengaruhnya tidak sedikit, gawai dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan otak anak, obesitas, kurangnya waktu tidur, kelainan mental, kecanduan akut, kesulitan berkonsentrasi, dan terganggunya proses belajar. Semua dampak tersebut tidak akan menimpa ketika seorang anak mampu untuk membatasi dirinya. Membatasi diri ini tidak hanya dilakukan untuk menghindarkan diri dari dampak- dampak negatif melainkan juga untuk menghindari diri dari hal hal yang membahayakan tubuh, pikiran maupun masa depan anak-anak. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan penelitian kuantitatif dengan membandingkan pengaruh penggunaan ponsel pada anak-anak di Kelurahan Kandri dengan wilayah lainnya yaitu salah satu sekolah yang berada di Pandean Lamper, Kota Semarang.Abstract. The device has a practical function. Apart from that, these electronic devices also have a major influence on the education and learning process of children at school. Its urgent function causes gadgets to be used frequently by some people and cause addiction. The effect is not small, gadgets can cause children's brain growth disorders, obesity, lack of sleep, mental disorders, acute addiction, difficulty concentrating, and disrupting the learning process. All these impacts will not happen when a child is able to limit himself. Limiting oneself is not only done to avoid negative impacts but also to avoid things that harm the body, mind and future of children. The research method used is quantitative research by comparing the effect of cell phone use on children in Kandri Village with other areas, namely one of the schools located in Pandean Lamper, Semarang City. Keywords: anak; belajar; sarana belajar
Pelestarian Potensi Cagar Budaya Kampung Kulitan Sebagai Urban Heritage Bertemakan Kampoeng Tempoe Doloe di Kota Semarang
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKota Semarang banyak memiliki kawasan strategis yang harus dikonservasi sebagai kawasan bersejarah yang salah satunya berada di Kampung Kulitan. Kampung Kulitan merupakan salah satu kampung unik di Kota Semarang yang berpotensi sebagai Urban Heritage atau Pusaka Kota. Keberadaan potensi cagar budaya ini terancam hilang karena semakin ramainya pertumbuhan bangunan baru seiring dengan pertumbuhan penduduk di sekitar potensi cagar budaya di Kampung Kulitan. Untuk dapat mengembangkan potensi cagar budaya di Kampung Kulitan tersebut, penulis memiliki tujuan yang tetap melibatkan masyarakat di Kampung Kulitan (1) Meningkatkan Kapasitas masyarakat mengenai potensi Cagar Budaya di Kampung Kulitan yang dilakukan melalui Sosialisasi Undang- Undang mengenai Cagar Budaya (2) Menghidupkan kembali sejarah Kampung Kulitan yang diaplikasikan melalui Mural Art yang berisi informasi mengenai sejarah singkat berdirinya Kampung Kulitan (3) Melestarikan Kampung Kulitan sebagai Urban Heritage dengan memanfaatkan potensi Cagar Budaya yang ada di Kampng Kulitan dan bekerjasama dengan duta atau influencer yang berpengaruh di Kota Semarang. Hasil menunjukkan bahwa meningkatnya kapasitas masyarakat mengenai potensi Cagar Budaya di Kampung Kulitan dengan ciri masyarakat lebih memahami apa itu cagar budaya (dalam bentuk bangunan dan benda – benda lainnya) dan bangunan mana saja di Kampung Kulitan yang berpotensi sebagai Cagar Budaya. Menghidupkan kembali sejarah Kampung Kulitan dalam bentuk Mural Art melalui visualisasi berupa gambar mengenai sejarah terbentuknya Kampung Kulitan. Untuk mendukung Kampung Kulitan menjadi Urban Heritage yang bertemakan Kampoeng Tempoe Doloe, masyarakat telah berpartisipasi dalam merawat eksistensi Kampung Kulitan sehingga selanjutnya Kampung Kulitan ini dipromosikan oleh beberapa influencer di Kota Semarang untuk dijadikan sebagai objek wisata kesejarahan di Kota Semarang.AbstractSemarang City has many strategic areas that must be conserved as historic areas, one of which is located in Kampung Kulitan. Kampung Kulitan is one of the unique villages in the city of Semarang that has the potential to be an Urban Heritage. The existence of the potential of this cultural heritage is threatened to disappear because of the increasingly busy growth of new buildings in line with population growth around the potential of cultural heritage in Kampung Kulitan. To develop the potential of cultural heritage in Kampung Kulitan, the writer has objectives that still involves the community in Kampung Kulitan (1) Increasing the capacity of the community regarding the potential of Cultural Heritage in Kampung Kulitan through the socialization of the Law on Cultural Heritage (2) Reviving the history of Kampung Kulitan which was applied through Mural Art which contained information about the brief history of the founding of Kampung Kulitan (3) Preserving Kampung Kulitan as Urban Heritage by utilizing the potential of Cultural Heritage in Kampng Kulitan and working with influential ambassadors or influencers in Semarang City. The results show that the increased capacity of the community regarding the potential of Cultural Heritage in Kampung Kulitan with the characteristics of the community better understands what is cultural heritage (in the form of buildings and other objects) and which buildings in Kampung Kulitan have the potential as Cultural Heritage. Reviving the history of Kampung Kulit in the form of Mural Art through visualization in the form of pictures about the history of the formation of Kampung Kulitan. To support Kampung Kulitan as an Urban Heritage with the theme of Kampoeng Tempoe Doloe, the community has participated in caring for the existence of Kampung Kulitan so that later Kampung Kulitan is promoted by several influencers in Semarang City to be used as historical attractions in Semarang City.Keywords: Cultural Heritage, Kampung Kulitan, Urban Heritage
Implementation of a Clean and Healthy Lifestyle to Increase Body Immunity during the Covid-19 Outbreak
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A clean and healthy lifestyle (PHBS) is a set of behaviors that are practiced on the basis of awareness as a result of learning that makes a person, family, group or community able to help themselves (independently) in the health sector and play a role in realizing public health. The student group KKN BMC UNNES 2020 has a mission to make the people of Kalirancang Village, Alian District, Kebumen Regency, Central Java aware of implementing a clean and healthy lifestyle (PHBS) in their daily life, especially during the Covid-19 pandemic. The method of implementing KKN includes socialization and counseling on the application of a clean and healthy lifestyle (PHBS) directly to the people of Kalirancang Village, Alian District, which is the object. Several activities are carried out, such as weighing the baby every month, using clean water, washing hand use soap, healthy eating patterns, and doing bodily activities. The results achieved through these activities are being able to make people aware of the importance of implementing a clean and healthy lifestyle (PHBS) and can provide knowledge to the community regarding how to properly implement a clean and healthy lifestyle so that people can implement PHBS regularly in their daily life.Keywords: Body Immunity; Clean and Health Lifestyle; PHBS; Socialization
Edukasi Terkait Hipertensi dan Pelayan Kesehatan Bagi Lansia
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBagi lansia pemenuhan kebutuhan gizi yang baik dapat membantu dalam proses beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang dialaminya selain itu dapat menjaga kelangsungan pergantian sel-sel tubuh sehingga dapat memperpanjang usia. Maka dari itu, masalah gizi pada lansia perlu menjadi perhatian khusus karena mempengaruhi status kesehatan dan mortalitas. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan pada lansia asalah melalui penerapan gata hidup yang sehat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan pada lansia terkait hipertensi dan memberikan pelayanan kesehatan pada lansia. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah edukasi terkait dengan hipertensi melalui ceramah dan tanya jawab yang disertai dengan pengisian lembar pre test post test sebagai lembar evaluasi dan juga pelayanan kesehatan lansia dengan pengecekan tekanan darah. Hasil dari edukasi terkait hipertensi yaitu responden mengalami peningkatan pengetahuan berdasarkan lembar pre test dan post test yang dilihat dari nilai rerata dari 80,67% menjadi 99%. Sedangkan hasil dari pelayanan kesehatan yaitu responden sangat antusian dengan adanya pelayanan kesehatan secara gratis. Edukasi ini penting dilakukan secara terus menerus dengan metode yang tepat agar masyarakat dapat terpelihara pola kesehatannya sehingga derajat kesehatan yang optimal dapat tercapai.Abstract For the elderly, meeting the needs of good nutrition helps in the process of adapting to the changes they experience. It maintains the continuity of body’s cell turnover and it can prolong life. Therefore, nutritional problems in the elderly should be concerned because they affect health status and mortality. One of the efforts to improve the health status of the elderly is through the application of a healthy lifestyle. The purpose of this service activity was to increase knowledge in the elderly regarding hypertension and provide health services to the elderly. The method used in this service activity is educating and counseling related to hypertension through lectures and questions and answers accompanied by filling out sheets pre-test posttest as an evaluation sheet and also health services for the elderly by checking blood pressure. The result of education related to hypertension is that the respondents experienced an increase in knowledge based on the sheets pre-test and post-test which were seen from the average value from 80.67% to 99%. While the results of health services, respondents are very enthusiastic about the existence of free health services. This education is important to be carried out continuously with the right method. People can maintain their health patterns and  optimal health degrees can be achieved.  Keywords: Elderly; Hypertension; Nutrition
Peningkatan Pengetahuan Anak Sekolah Dasar dan Remaja Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakCepatnya penyebaran virus Covid-19 di Indonesia menyebabkan lonjakkan pada kasus penularan virus tersebut. Pemerintah masing-masing daerah harus bergerak cepat melakukan sosialisasi Adatasi Kebiasaan Baru pada masyakarat di seluruh Indonesia. Sosialisasi yang dilakukan rata-rata dari segi pemilihan kata dan penyampaiannya ditujukan untuk orang dewasa, jarang sekali untuk anak-anak dan remaja. Padahal anak-anak dan remaja lebih rentan terkena Covid-19 dan masalah kesehatan mental dalam proses beradaptasi dengan kebiasaan baru di kala pandemi. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdi memberikan program sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru dengan metode pemaparan pengetahuan dan informasi, demostrasi, serta melakukan praktik dengan memberikan tes sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan bahasa yang lebih dimengerti anak-anak dan remaja di wilayah RT 005 RW 006, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Penyuluhan tersebut terbukti dapat merubah perilaku dan sikap untuk membimbing mereka beradaptasi dengan kebiasaan hidup yang baru. Program pengabdian ini untuk membantu penyuluhan dengan target usia anak-anak dan remaja.AbstractThe rapid spread of the Covid-19 virus in Indonesia caused a spike in cases of transmission of the virus. The government of each region has to move quickly to socialize the New Habit Adaptation to people throughout Indonesia. The socialization carried out on average in terms of word choice and delivery is intended for adults, rarely for children and teenagers. Children and adolescents are more susceptible to Covid19 and mental health problems in the process of adapting to new habits during a pandemic. Based on these problems, the service team provided a socialization program for the Adaptation of New Habits with methods of knowledge and information exposure, demonstrations, and practice by giving tests before and after counseling using a language that can be understood by children and teenagers in the area of RT 005 RW 006, Papanggo Village, Tanjung Priuk District, North Jakarta. The counseling is proven to change behavior and attitudes to guide them to adapt to new life habits. This service program is to assist counseling with the target age of children and teenagers.Keywords: adaptation to new habits; children; covid-19; teenager 
Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Menjadi Pupuk Cair dan Pupuk Padat
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTimbunan sampah akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Limbah padat yang tidak diolah dengan baik dapat mengandung berbagai kuman penyakit yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan terganggunya estetika. Timbunan limbah padat yang tidak diimbangi dengan pengolahan menyebabkan terjadinya pencemaran air, air tanah, tanah, dan udara. Berdasarkan bentuknya, pupuk organik dibedakan menjadi dua, yaitu cair dan padat. Tujuan dari program ini adalah memberdayakan ibu-ibu PKK RT 008/RW 001 Kelurahan Sampangan dalam membuat pupuk organik menggunakan sampah rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pembuatan produk, sosialisasi via whatsapp grup ibu-ibu PKK dengan pemaparan terkait sampah organik dan pemanfaatannya sebagai pupuk organik cair dan padat. Kemudian mengirimkan video kegiatan praktik yaitu pembuatan pupuk organik cair dan padat dari sampah rumah tangga dan sesi tanya jawab kepada ibu-ibu. Hasil dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah ibu-ibu PKK berpotensi untuk dapat membuat pupuk organik mulai dari skala rumah tangga dengan memanfaatkan sampah seperti sampah dapur. Hasil dari pengolahan sampah dengan komposter berupa pupuk cairan dan padat yang keduanya dapat digunakan pada tanaman dan pupuk hasil tersebut baru bisa diambil dari komposter setelah 2 sampai 3 minggu masa fermentasi.AbstractThe pile of garbage will increase along with the increase in population. Solid waste that is not treated properly can contain various germs that are harmful to human health and disrupt aesthetics. The accumulation of solid waste that is not balanced with processing causes water, ground water, soil and air pollution. Based on the form, organic fertilizers are divided into two, namely liquid and solid. The purpose of this program is to empower PKK women RT 008/RW 001 Sampangan Village in making organic fertilizer using household waste. The method used is product manufacture, socialization via whatsapp group of PKK women with exposure related to organic waste and its use as liquid and solid organic fertilizer. Then send videos of practical activities, namely the manufacture of liquid and solid organic fertilizers from household waste and a question and answer session to mothers. The result of this community empowerment program is that PKK women have the potential to be able to make organic fertilizer starting from the household scale by utilizing waste such as kitchen waste. The results of processing waste with a composter are in the form of liquid and solid fertilizers, both of which can be used on plants and the resulting fertilizer can only be taken from the composter after 2 to 3 weeks of fermentation.Keywords: EM4; Household Waste; Organic Fertilizer
Meningkatkan Kompetensi IT Murid dan Guru SDN Tuntang 02 melalui Mentoring Asesmen Nasional Berbasis Komputer
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPandemi Covid-19 menyebabkan gangguan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Untuk menekan penyebaran Covid-19 selama pandemi, pembelajaran di sekolah dilaksanakan  secara daring yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka. Padahal pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai Asesmen Nasional yang mulai disosialisasikan pada akhir tahun 2020. Kebijakan tersebut diberlakukan untuk menilai satuan pendidikan di Indonesia yang akan dilaksanakan akhir tahun 2021. Kebijakan ini menimbulkan masalah bagi SDN Tuntang 02. Permasalahan tersebut antara lain pertemuan guru dan murid sangat terbatas, ketersediaan sarana pendukung, tingkat keterampilan penggunaan IT sumber daya pendidik serta akses internet yang kurang memadai. Berdasar latar belakang masalah tersebut perlu dilakukannya upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusianya, yaitu murid dan guru melalui kegiatan mentoring tujuannya supaya SDN Tuntang 02 dapat melaksanakan program Asesmen Nasional sebagaimana semestinya. Penelitian ini memfokuskan pada upaya peningkatan kompetensi penggunaan IT pada siswa dan guru dalam penggunaan  komputer di SDN Tuntang 02. AbstractThe Covid-19 pandemic has caused disruptions in various fields, one of which is in the field of education. To suppress the spread of Covid-19 during the pandemic, learning in schools was carried out online which was previously done face-to-face. Even though the government issued a policy regarding the National Assessment which began to be socialized at the end of 2020. The policy was implemented to assess education units in Indonesia which will be implemented at the end of 2021. This policy caused problems for SDN Tuntang 02. These problems included very limited teacher and student meetings, availability of supporting facilities, skill level of using IT educator resources and inadequate internet access. Based on the background of the problem, it is necessary to make efforts to improve the competence of its human resources, namely students and teachers through mentoring activities, the goal is that SDN Tuntang 02 can carry out the National Assessment program as it should. This study focuses on efforts to increase the competence of using IT for students and teachers in using computers at SDN Tuntang 02. Keywords:  Assesmen Nasional Berbasis Komputer; Kompetensi IT; Mentoring
Inovasi Pangan Lokal Berbasis Ikan Gabus dan Genjer sebagai Upaya Diversifikasi Pangan Lokal
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDiversifikasi pangan merupakan suatu proses pemilihan pangan yang tidak bergantung pada satu jenis pangan. Hal ini sebagai upaya ketersediaan pangan yang beragam, bergizi seimbang dan berbasis pada potensi sumber daya lokal. Genjer dan ikan gabus merupakan salah satu bahan pangan lokal di Desa Banyubiru dan kerap dikonsumsi oleh masyarakat sekitar, akan tetapi tidak semua orang menyukai dan mau mengonsumsinya. Sehingga diperlukan inovasi pengolahan pangan lokal yang menjadi nugget dari ikan gabus dan juga kerupuk dari genjer. Tujuan yaitu memanfaatkan potensi dn meningkatkan ikan gabus dan genjer yang melimpah. Metode yang digunakan yaitu pembuatan produk dan sosialisasi. Simpulan yang dihasilkan yaitu diversifikasi pangan lokal Desa Banyubiru berupa Ikan gabus dan genjer ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah pangan lokal. Hasil dari pembuatan inovasi pangan lokal berupa nugget ikan gabus dan krupuk genjer serta dilakukannya sosialisasi, diharapkan dapat memberikan motivasi bagi masyarakat untuk ikut berinovasi memanfaatkan pangan lokal.AbstractFood diversification is a food selection process that does not depend on one type of food. This is an effort to provide food that is diverse, nutritionally balanced and based on the potential of local resources. Genjer and cork fish are one of the local food ingredients in Banyubiru Village and are often consumed by the surrounding community, but not everyone likes and wants to eat them. So that local food processing innovations are needed which are nuggets from snakehead fish and also crackers from genjer. The goal is to take advantage of the potential and increase the abundance of snakehead and genjer fish. The method used is the manufacture of products and socialization. The conclusion is that the diversification of local food in Banyubiru Village in the form of snakehead fish and genjer is aimed at increasing the added value of local food. The results of making local food innovations in the form of snakehead fish nuggets and genjer crackers as well as socialization are expected to provide motivation for the community to participate in innovating using local food. Keywords: local food diversification; cork fish; genjer.
Sosialisasi Efektivitas Adaptasi Kebiasaan Baru Bagi Masyarakat Pedesaan untuk Meningkatkan Produktivitas di Masa Pandemi
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTingkat kesadaran masyrakat Indonesia terhadap kebiasaan baru dalam rangka memerangi pandemi Covid-19 tergolong masih rendah, dan dalam hal ini penting dilakukan sosialisasia adaptasi kebiasaan baru terhadap masyarakat sebagai upaya pembudayaannya, mengingat pandemi Covid-19 belumlah usai. Sosialisasi adaptasi kebiasaan baru dengam materi utama adalah kebiasaan 5M dilakukan oleh mahasiswa KKN BMC UNES 2021 wilayah Kabupaten Kebumen dengan mengacu pada lokasi KKN penulis yaitu di 3 (tiga) desa di wilayah Kabupaten Kebumen. Metode pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan cara luring maupun daring dengan menggunakan media sosialisasi berupa video dan poster yang berkearifan lokal, dengan maksud untuk dapat menarik masyarakat serta masyarakatpun dapat lebih mudah memahami materi sosialisasi. Hasil dari adanya sosialisasi adaptasi kebiasaan baru ini, masyarakat menjadi lebih berwawasan terkait dengan pentingnya adaptasi kebiasaan baru di masa pandemic serta mulai terpupuk kesadarannya untuk memulai membiasakannya dalam kehidupan bermasyarakat.AbstractThe level of awareness of the Indonesian people regarding new habits in the context of fighting the Covid-19 pandemic is still relatively low, and in this case it is important to socialize the adaptation of new habits to society as an effort to civilize them, bearing in mind that the Covid-19 pandemic is not over yet. The socialization of adapting new habits with the main material being the 5M habit was carried out by 2021 BMC UNES KKN students in the Kebumen Regency area with reference to the location of the author's KKN, namely in 3 (three) villages in the Kebumen Regency area. The method of implementing socialization is carried out offline and online using socialization media in the form of videos and posters that are local wisdom, with the aim of being able to attract the community and the community can more easily understand the socialization material. As a result of the socialization of adaptation to these new habits, people have become more insightful regarding the importance of adapting new habits during a pandemic and have begun to cultivate their awareness to start getting used to them in social life. Keywords: 5M; Adaptation; Covid-19; Productivity; Socialization

Page 5 of 19 | Total Record : 189