cover
Contact Name
-
Contact Email
jbd@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbd@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan KKN LPPM UNNES, Gedung Prof. Retno Sriningsih Satmoko Lantai 2, Kampus Sekaran Gunungpati Kota Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bina Desa
ISSN : 27156311     EISSN : 27754375     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Bina Desa memuat hasil pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian seperti Pengembangan Masyarakat (Community Development), Pembelajaran Layanan (Service Learning), PAR (Participatory Action Research), ABCD (Asset Based Community Development), CBR (Community-Based Research), dan metodologi lainnya. Pada dasarnya adalah semua kegiatan yang bertujuan memberikan layanan kepada masyarakat dengan tujuan menangani berbagai masalah di masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan dan memberdayakan masyarakat. Oleh karenanya pendekatan yang digunakan adalah multidisiplin ilmu sesuai konteks bidang garapan. Jurnal Bina Desa juga mempublikasikan hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Articles 189 Documents
Fermentasi Sampah Organik Rumah Tangga sebagai Inovasi Pakan Ternak
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKegiatan ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pakan ternak, serta memberi edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan sampah organik. Proses pembuatan secara umum dibagi ke dalam dua tahap, pertama proses pencampuran bahan, kedua proses fermentasi bahan. Pada proses pencampuran, sampah organik sebagai bahan pokok dicampur secara berlapis dengan bahan tambahan (sampah kebun, katul atau dedak) kemudian disemprotkan dengan cairan organik EM4 yang telah dilarutkan dalam air. Untuk proses fermentasi dilakukan dengan memadatkan bahan yang telah dicampur, dan ditutup rapat tanpa oksigen selama minimal 21 hari. Hasil fermentasi berupa pakan ternak siap konsumsi yang tidak lagi mengeluarkan aroma busuk sampah dan bebas dari belatung. Manfaat dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan terkait pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ternak.AbstractThis activity aims to determine the process of processing household organic waste into animal feed, as well as to provide education to the public regarding the use of organic waste. The manufacturing process is generally divided into two stages, the first is the mixing process, the second is the fermentation process. In the mixing process, organic waste as the main ingredient is mixed in layers with additional ingredients (garden waste, and bran) and then sprayed with organic liquid EM4 which has been dissolved in water. The fermentation process is carried out by compacting the mixed material, and tightly closed without oxygen for at least 21 days. The fermented product is ready-to-eat animal feed that no longer emits the smell of rotting garbage and is free of maggots. The benefit of this activity is to increase public awareness of Kuwaron Village, Gubug District, Grobogan Regency regarding the use of organic waste into animal feed.Keywords: animal feed; fermentation; organic; trash
Penyuluhan Asi Eksklusif dan Manajemen Asi Perah Secara Daring Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu Menyusui di Masa Pandemi
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu menyusui akan pentingnya asi eksklusif serta manjemen asi perah untuk ibu yang bekerja di Desa Kedungsarimulyo Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Target luaran yang diharapkan yaitu meningkatnya cakupan asi eksklusif di Desa Kedungsarimulyo. Metode yang digunakan melalui penyuluhan secara daring melalui WhatsApp Group. Hasil program pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan penyuluhan asi eksklusif serta manajemen ASI Perah yaitu meningkatnya pengetahuan ibu menyusui. Hal tersebut  terbukti dari adanya peningkatan pengetahuan melalui pre post test dari 5,82 menjadi 8,29. Ibu menyusui juga merespon secara positif adanya proram penyuluhan tersebut. Ketercapaian dari hasil program penyuluhan ini masih belum keseluruhan sempurna, sebab terdapat peserta yang tidak memiliki akses internet sehingga menjadi pengganggu dalam keberhasilan penyuluhan, namun secara kumulatif melalui kegiatan evaluasi pengabdian dinyatakan bahwa ada peningkatan pengetahuan mengenai asi eksklusif serta strategi penerapan asi eksklusif bagi ibu bekerja setelah mengikuti penyuluhan AbstractThe purpose of this service activity is to increase the knowledge and understanding of breastfeeding mothers on the importance of exclusive breastfeeding and management of breast milk for working mothers in Kedungsarimulyo Village, Welahan District, Jepara Regency. The expected output target is increasing the coverage of exclusive breastfeeding in Kedungsarimulyo Village. The method used is through online counseling via WhatsApp Group. The results of the community service program are in the form of exclusive breastfeeding counseling activities and management of Dairy ASI, namely increasing knowledge of breastfeeding mothers. This is evident from the increase in knowledge through the pre post test from 5.82 to 8.29. Breastfeeding mothers also responded positively to the counseling program. The achievement of the results of this counseling program is still not entirely perfect, because there are participants who do not have internet access so that they become a nuisance in the success of counseling, but cumulatively through service evaluation activities it is stated that there is an increase in knowledge about exclusive breastfeeding and management of breast milk in breastfeeding mothers after attending counseling. Keywords: Breast Milk; Counseling; Exclusive Breastfeeding
Ciri Khas dan Keunikan Telur Asin Brebes sebagai Sentra Industri Mikro
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelur asin merupakan salah satu kuliner yang ada di daerah Kabupaten Brebes. Brebes sendiri telah menjadi pusat utama usaha peternakan, produksi dan pengolahan telur itik. Telur asin menjadi komoditas yang khas di Kabupaten Brebes. Cara pembuatan telur asin yang unik dengan prosesnya yang cukup panjang, membuat telur asin memiliki cita rasa yang khas dari olahan-olahan jenis telur lainnya. Telur asin Brebes sendiri telah ada sejak tahun 1950-an yang pertama kali dikembangkan oleh kaum Tiong Hoa peranakan yang memang saat itu kerap mengawetkan makanan dengan cara pengasinan. Sebagai salah satu makanan yang memiliki ciri khas tersendiri, Telur Asin diangkat sebagai salah satu ikon Kabupaten Brebes hingga saat ini. Komoditas industri telur asin yang semakin berkembang kian meluas pun berdampak pada sosial ekonomi masyarakat Kabupaten Brebes sendiri. Uniknya lagi, cara pengemasan telur asin yang hingga saat ini masih mempertahankan pengemasan dengan wadah anyaman bambu, menjadi daya tarik tersendiri bagi para konsumen, baik dari dalam daerah maupun para pelancong yang hendak membeli oleh-oleh.AbstractSalted eggs are one of the culinary delights in the Brebes Regency area. Brebes itself has become the main center of livestock business, production and processing of duck eggs. Salted eggs are a typical commodity in Brebes Regency. The unique way of making salted eggs with a fairly long process, makes salted eggs have a distinctive taste from other types of egg preparations. Brebes salted eggs have been around since the 1950s, which were first developed by the peranakan Chinese community in Brebes Regency, who at that time often preserved food by salting. As one of the foods that has its own characteristics, Salted Eggs are appointed as one of the icons of Brebes Regency to this day. The salted egg industry commodity which is growing and expanding has an impact on the socio-economics of the people of Brebes Regency itself. Uniquely, the method of packaging salted eggs, which until now still maintains packaging in woven bamboo containers, has become a special attraction for consumers, both from within the region and tourists who want to buy souvenirs.Keywords: Characteristics; Industrial Centers; Production; Salted Eggs
Upaya Meningkatkan Etika Bermedia Sosial bagi Remaja di Masa Pandemi di Desa Banyurojo
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan etika bermedia sosial bagi remaja di masa pandemi di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Target luaran diharapkan menjadi salah satu upaya dalam mengurangi dampak negatif dalam bermedia sosial sehingga dengan adanya sosialisasi dapat meningkatkan etika dalam bermedia sosial remaja. Metode yang digunakan adalah sosialisasi secara daring yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu persiapan, sosialisasi, dan evaluasi. Hasil program kerja pengabdian kepada masyarakat terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah dirancang sebelumnya. Hal ini dibuktikan dengan remaja Desa Banyurojo ikut dalam kegiatan sosialisasi ini dan memberikan umpan balik berupa seluruh peserta mengisi angket untuk kegiatan evaluasi. Sebesar 90% responden lebih memahami etika dalam bermedia sosial setelah dilakukannya sosialisasi ini melalui media video dan poster. Namun, 10% dari peserta masih belum memahaminya, sehingga disarankan peran orang tua maupun orang dewasa untuk selalu mengawasi dan mengontrol setiap penggunaan media sosial bagi para remaja.AbstractThe purpose of this activity is to improve social media ethics for teenagers during the pandemic in Banyurojo Village, Mertoyudan District, Magelang Regency. The output target is expected to be one of the efforts to reduce the negative impact of social media so the socialization can improve the ethics in social media for teenagers. The method used is online socialization which is divided into three stages, namely preparation, socialization and evaluation. The results of the program were carried out well in accordance with the previously designed plan. This is evidenced by the youth of Banyurojo Village participating in this socialization activity and providing feedback in the form of all participants filling out questionnaires for evaluation activities. 90% of respondents better understand ethics in social media after this socialization is carried out through video and poster media. However, 10% of the participants still do not understand it, so it is recommended that the role of parents and adults to always supervise and control every use of social media for teenagers.Keywords: ethics; pandemic; social media; teenagers. 
Penerapan Hybrid Learning System di era Pandemi Covid-19 Pada anak Sekolah Dasar
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan sebuah bentuk daya upaya serta usaha yang ditujukan agar masyarakat dapat mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya, potensi tersebut antara lainnya yaitu kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasaan, berakhlak mulia, dan juga keterampilan. Melalui Hybrid Learning System diharapkan pembelajaran dapat terus berjalan secara efektif dengan 3 model yang diterapkan yaitu melalui pembelajaran tatap muka, berbasis online, dan juga berbasis pada komputer. Kelompok Mahasiswa KKNT UNNES 2021 memiliki misi untuk bersama-sama membangun dan juga mencerdaskan anak-anak di Desa Padasugih agar memiliki pola pikir akan pentingnya pendidikan untuk masa depannya. Misi ini direalisasikan melalui program bimbingan belajar yang diberi nama program GEMA (Gemar Membaca). Hasilnya, memalui kegiatan tersebut para orangtua dan juga anak-anak mulai menyadari pentingnya pendidikan dan juga tidak menyerah untuk mencari ilmu ditengah pandemi.Abstract Education is a form of effort and effort aimed at so that people can develop the potential contained within themselves, this potential includes religious spiritual strength, self-control, personality, intelligence, noble character, and also skills. Through the Hybrid Learning System it is hoped that learning can continue to run effectively with 3 models applied, namely through face-to-face, online-based, and computer-based learning. The Unnes 2021 KKNT Student Group has a mission to jointly build and also educate children in Padasugih Village so that they have a mindset of the importance of education for their future. This mission is realized through a tutoring program called the GEMA program (Love to Read). As a result, through these activities parents and children are starting to realize the importance of education and also not giving up seeking knowledge in the midst of a pandemic.Kata Kunci : Education, Hybrid Learning System, Tutoring
Edukasi dan Konseling Gizi Kepada Ibu Hamil KEK
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMasalah gizi penanggulangannya harus membutuhkan keterlibatan dari beberapa sektor yang terkait. Dalam kegiatan ini program perbaikan gizi yang dilaksanakan adalah pemberian Edukasi dan Konseling Gizi pada Ibu Hamil KEK. Tujuan dari program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku Ibu Hamil KEK.Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini yaitu melalui ceramah dan tanya jawab yang disertai dengan pengisian lembar pre test  dan post test evaluasi.Hasil dari pelaksanaan intervensi permasalahan gizi yang ada adalah Ibu hamil KEK mengalami peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran terkait dengan pentingnya gizi seimbang selama masa kehamilan yang dinilai dari peningkatan skor pretset dan posttest yang diberikan. Pencapaian target dalam kegiatan ini mencapai 71,4% dimana hanya 5 dari 7 Ibu hamil KEK yang mendapatkan Program Intervensi tersebut.Untuk Indikator Keberhasilan dalam kegiatan ini mencapai 100% dimana seluruh responden yang mendapatkan intervensi mengalami peningkatan skor pengetahuan.AbstractNutritional problem requires the involvement of several related sectors. In this activity the nutrition improvement program implemented is the provision of Nutrition Education and Counseling to Pregnant Women CED. The aim of this program was to increase the knowledge, attitudes, and behavior of CED Pregnant Women. The implementation method in this activity used lectures, questions and answers accompanied by filling out pre-test  and post-test evaluations. The results showed that pregnant women with CED experienced an increase in knowledge, attitudes, and awareness related to the importance of balanced nutrition during pregnancy which was assessed from the increase in the pre-test and post-test scores given. The achievement of the target in the activity reached 71.4% where only 5 of 7 CED pregnant women received the Intervention Program. For indicators of success in this activity reached 100% where all respondents who received the intervention experienced an increase in knowledge scores.Keywords: Balanced Nutrition; CED; Pregnant Women
Urgensi Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) guna Mewujudkan Birokrasi Ideal
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBirokrasi yang ideal menjadi suatu elemen penting dari administrasi negara. Permasalahan akan timbul ketika masyarakat memiliki kesadaran yang rendah mengenai urgensi pemanfaatan data kependudukan untuk berbagai kepentingan. Berdasarkan latar belakang tersebut maka diperlukan adanya penyuluhan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan kegiatan pencatatan sipil dan menciptakan pemutakhiran data kependudukan mereka melalui program GISA. Hal demikian menjadi salah satu indikator untuk terciptanya suatu sistem birokrasi yang ideal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di bidang administrasi kependudukan menuju pada masyarakat yang tertib, pemerintahan yang efektif dan efisien serta negara yang memiliki daya saing. Penyuluhan dilaksanakan melalui Grup WhatsApp Ibu-Ibu PKK RT 005 RW 001 Kelurahan Krobokan, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Adapun metode yang digunakan yakni penyuluhan interaktif dan pendampingan. Tahap-tahap dari pelaksanaan program ini diantaranya: pertama, pra kegiatan; kedua, pelaksanaan; dan ketiga, evaluasi pengetahuan. Hasil kegiatan ini yakni terjadi peningkatan pemahaman terhadap berbagai hal sehubungan dengan kegiatan administrasi data kependudukan.AbstractThe ideal bureaucracy becomes an important element of state administration. Problems will arise when people have low awareness of the urgency of using population data for various purposes. Based on this background, it is necessary to provide counseling to increase public awareness to carry out civil registration activities and create updates to their population data through the GISA program. This is one of the indicators for the creation of an ideal bureaucratic system. The purpose of this activity is to increase public awareness in the field of population administration towards an orderly society, effective and efficient government and a competitive state. The counseling was carried out through the WhatsApp Group of Family Welfare Empowerment (in Bahasa: PKK) Ladies RT 005 RW 001 Krobokan Village, West Semarang District, Semarang City. The methods used are interactive counseling and mentoring. The stages of implementing this program include: first, pre-activity; second, implementation; and third, knowledge evaluation. The result of this activity is an increase in understanding of various matters relating to population data administration activities.Keywords: administration; administrative awareness; bureaucracy; population; population data.
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Budidaya Hidroponik Sayur Selada dengan Pemanfaatan Limbah Botol Plastik
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBerdasarkan analisi situasi yang telah dilakukan di Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten diketahui bahwa sebagian besar ibu ibu yang terdapat di daerah tersebut berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar ibu ibu tersebut tidak memiliki pekerjaan sampingan dan lebih mengendalikan penghasilan suami. Selain itu masalah pengolahan sampah plastik di daerah tersebut masih kurang. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini untuk memberdayakan ibu rumah tangga melalui pelatihan penanaman secara hidroponik sistem wick dengan pemanfaatan limbah botol plastik. Sistem hidroponik dalam pelatihan menggunakan sistem wick. Luaran yang diharapkan dari program pengabdian masyarakat ini adalah dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga, pengurangan limbah plastik dan sebagai alternatif  lahan yang terbatas di Desa Bero. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan dengan tahapan yaitu : persiapan, pelaksaan, praktek langsung dan evaluasi untuk menilai pemahaman materi, keaktifan dan hasil praktek langsung. Hasil pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di RT 05 RW 01 Desa Bero ini adalah peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan motivasi peserta dalam pemanfaatan limbah botol plastik untuk penanaman tanaman secara hidroponik.AbstractBased on the situation analysis that has been carried out in Bero Village, Trucuk District, Klaten Regency, it is known that most of the mothers in the area work as housewives. Most of these mothers do not have side jobs and are more in control of their husband's income. In addition, the problem of processing plastic waste in the area is still lacking. The purpose of this community service program is to empower housewives through training on hydroponic planting with a wick system using plastic bottle waste. The hydroponic system in training uses a wick system. The expected output of this community service program is to increase the income and welfare of residents, reduce plastic waste and as an alternative to limited land in Bero Village. The implementation of this training is carried out in stages, namely: preparation, implementation, direct practice and evaluation to assess understanding of the material, activeness and results of direct practice. The results of this community service carried out in RT 05 RW 01 Bero Village is an increase in the knowledge, skills and motivation of participants in the use of plastic bottle waste for hydroponic planting.Keywords: Housewife; Hydroponics; Plastic Waste
Peningkatan Pengetahuan dan Kemampuan UMKM dalam Pembuatan Bisnis Model Canvas
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi kondisi pandemi, bisnis harus dapat bergerak maju dengan potensi yang dimilikinya dengan mengatasi kelemahannya sehingga dapat terus berjalan dan bertahan dalam kondisi yang ada. Permasalahan yang dialami para pelaku UMKM di Kabupaten Purbalingga adalah lemahnya pengetahuan akan bisnis dan perencanaan pengembangan bisnis. Dalam hal ini, sebanyak 9 pelaku UMKM di Purbalingga. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai bisnis dan perencanaan bisnis serta membantu para pelaku UMKM dalam menyusun dan mengoptimalkan perencanaan pengembangan bisnisnnya. Metode yang digunakan adalah melaksanakan pengabdian masyarakat dalam bentuk sosialisasi secara langsung dengan mendatangi rumah pelaku UMKM. Sosialisasi ini diwujudkan dalam bentuk ceramah terkait materi dan pelatihan pembuatan Bisnis Model Canvas (BMC). Hasil yang diperoleh para pelaku UMKM dapat membuat perencanaan bisnis dengan pembuatan Bisnis Model Canvas (BMC). AbstractIn a pandemic condition, a business must be able to move forward with its potential by overcoming its weaknesses so that it can continue to run and survive in the existing conditions. The problem experienced by MSME actors in Purbalingga Regency is the lack of knowledge about business and business development planning. In this case, there are 9 SMEs in Purbalingga. The purpose of this community service is to provide education about business and business planning as well as assist MSME actors in compiling and optimizing their business development plans. The method used is to carry out community service in the form of direct socialization by visiting the homes of MSME actors. This socialization is manifested in the form of lectures related to materials and training on making Business Model Canvas (BMC). The results obtained by MSME actors can make business plans by making a Business Model Canvas (BMC).Keywords: Business Model Canvas; SMEs; Socialization
Dodol Mangga Sebagai Upaya Peningkatan Nilai Jual Mangga Gedong Gincu
Jurnal Bina Desa Vol 4, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMangga merupakan buah yang cenderung disukai banyak orang. Oleh karena itu, tidak heran jika harga pasaran mangga cukup tinggi, bahkan buah mangga sudah menembus pasar luar negeri. Dalam pengembangan Industri Kecil Menengah, untuk meningkatkan harga jual mangga, banyak ide-ide baru yang dapat dikembangkan dengan cara mengolah buah mangga menjadi makanan dalam bentuk kemasan, seperti keripik, selai, maupun dodol mangga. Tujuan dari pengolahan tersebut adalah untuk bisa dikonsumsi oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Pada umumnya, makanan tersebut memiliki daya simpan yang cukup panjang. Sedangkan mangga yang tidak diolah menjadi makanan kemasan akan jauh lebih cepat membusuk. Selain itu, pengolahan makanan tersebut juga menjadi salah satu upaya untuk mencegah panen serentak yang dapat mengakibatkan harga jual mangga pasaran menjadi rendah. Maka dari itu, ide pengolahan buah mangga dalam bentuk kemasan sangat mambantu dalam hal tersebut.AbstractMango is a fruit that tends to be liked by many people. Therefore, it is not surprising that the market price of mangoes is quite high, even mangoes have penetrated foreign markets. In the development of Small and Medium Industries, to increase the selling price of mangoes, many new ideas can be developed by processing mangoes into packaged food, such as chips, jam, and mango lunkhead. The purpose of the processing is to be consumed by people from various circles. In general, these foods have a fairly long shelf life. Meanwhile, mangoes that are not processed into packaged food will rot much faster. In addition, food processing is also an effort to prevent simultaneous harvests which can result in low market prices for mangoes. Therefore, the idea of processing mangoes in the form of packaging is very helpful in this regard.Keywords: Development; Dodol Mango; SMEs

Page 7 of 19 | Total Record : 189